Cara Mengajarkan Anak Bersyukur Melalui Sedekah

Cara Mengajarkan Anak Untuk Berbagi, Cara Mengajarkan Anak Bersyukur Melalui Sedekah

Cara Mengajarkan Anak Bersyukur Melalui Sedekah

Siapa sih yang tak ingin memiliki anak yang gemar memberi, berempati dengan sesama, mudah terenyuh untuk bisa membagi apa yang ia miliki kepada orang lain yang membutuhkannya

Tugas orang tua memang sungguhlah berat untuk mendidik anak-anak bisa berbuat baik demikian. Lalu apa yang saya lakukan agar Neyna utamanya yang sudah besar ini bisa untuk belajar berbagi dan bersyukur?



Cara Mengajarkan Anak Untuk Berbagi


Cara Mengajarkan Anak Bersyukur Melalui Sedekah

Dalam Agama Islam ada yang dinamakan Zakat, Sedekah dan Infaq. Ketiganya merupakan hal yang wajib saya ajarkan kepada anak-anak utamanya Neyna yang mulai banyak tanya dan mengerti.

Untuk zakat sendiri, saya sudah mulai mengenalkan Neyna untuk zakat fitrah yang wajib ditunaikan hanya setahun sekali menjelang haru raya Idul Fitri.

Biasanya saya lebih mengajarkan Neyna untuk zakat menggunakan beras yang kami biasa makan sehari-hari dibandingkan dengan uang.

Dan yang utama adalah saya mengajak Neyna berzakat langsung kepada penerimanya. Tentu saja hal ini membuat banyak pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu lebih besar.

Sementara untuk infak ada yang wajib dan sunnah. Cakupan yang lebih luas lagi antara zakat dan infak adalah sedekah.

Baru saja kita kehilangan salah satu Ustadz Arifin Ilham, saya masih ingat salah satu petikan ceramahnya yakni :

“Ketika seorang mengalami sakaratul maut, berandai-andai kembalikan kami ke muka bumi satu detik saja, pasti akan bersedekah,”
Karena sedekah merupakan salah satu amalan yang tidak akan terputus kelak jika meninggal.

Well, sejak dini saya berusaha untuk mengajak Neyna bisa bersedekah, beberapa hal yang senantiasa saya lakukan diantaranya :


  • Mengajak Neyna untuk bisa memilih pakaian yang sempit tapi masih bagus untuk dipisahkan dan dikumpulkan kepada yang membutuhkan. Biasanya penerima baju bekas Neyna adalah cucunya ART
  • Meminta Neyna, memilah mainannya yang sudah bosan ia gunakan agar tidak numpuk lebih baik diberikan. Waktu itu saya mengajak Neyna ke salah satu Panti Asuhan guna memberikan mainan dan selimut yang jarang ia gunakan
  • Meminta Neyna, memberikan uang kepada siapapun yang ia temui dan ia merasa iba
  • Mengajak Neyna, menonton social experiment seperti pada channel youtube BAPAU (Baim Paula) 
Beberapa hal ini cukup memberikan "sesuatu" yang pada akhirnya Neyna selalu jeli ketika di jalan atau dimanapun ia melihat pemandangan yang menurutnya kasihan maka respon Neyna adalah "Bun, boleh minta uang itu kasihan".

Atau lain hal ketika kami tidak bisa berhenti maka ia berkata "Kasihan ya Bun, miskin ga punya rumah".

Maka saat ia sudah mulai berempati dan mengerti perbedaan kondisi, momen inilah saya sisipkan ajaran mensyukuri apa yang ia miliki.

"Kita tidak selalu mendapati apa yang kita inginkan akan tetapi kita bisa menerima apa yang kita dapatkan inilah makna BERSYUKUR"
Lain waktu, Neyna pernah mengeluh "bunda, kata temen teteh, rumah kita jelek" yah namanya juga anak-anak yah kadang kalau ngeledek suka nyelekit wkwkwk maka tugas saya sebagai orang tua untuk bisa memberi pengertian kepada anak.

Konteks sedekah sebenarnya tidah hanya materi akan tetapi seperti memberikan senyuman juga termasuk namun sayangnya Neyna masih sulit jika sedekah senyum kepada orang yang baru ia kenal kecuali moodnya lagi bagus hahaha *namanya juga anak.



Manfaat Mengajarkan Sedekah Kepada Anak

Penting sekali mengajarkan sedekah kepada anak sejak dini, karena menurut saya banyak manfaatnya loh temans.

Apa sajakah manfaat mengajarkan sedekah bagi anak?diantaranya :

❤ Menanamkan sikap empati kepada anak
❤ Menghindarkan anak dari sikap pelit
❤ Membuat anak menjadi pribadi yang bersyukur
❤ Tidak menyia-nyiakan sesuatu seperti mubazir dalam makan atau minuman


***

Nah, temans demikian sharing saya kali ini. Kalau temans gimana? Apa yang temans sudah lakukan agar anak senantiasa bersedekah?

Ayo sharing yuk biar bisa saling belajar.

2 komentar

Avatar
Ipeh Alena Minggu, 26 Mei, 2019

Nah iya, setuju. Mengajarkan empati pada anak sedari dini ya, teh. Biar terbiasa totalitas dalam berbuat baik

Reply Delete
Avatar
Maya Rumi Selasa, 28 Mei, 2019

zaidan mulai ngerti sedekah sejak sekolah, karena tiap jumat disekolah anak-anak diwajibkan membawa uang untuk sedekah, tapi beberapa waktu lalu sempat juga zaidan nakal, uang sedekahnya malah di jajanin, jadi dimarah sama ayahnya, alhamdullilah sejak itu zaidan nggak berani lagi jajan dengan uang sedekah dan aq sama ayahnya juga sepakat kasih uang jajan seminggu sekali 2 ribu rupiah krn ternyata temen2nya zaidan di hari tertentu juga pada jajan sementara zaidan gak pernah jajan

Reply Delete