Memetik Hikmah Dari Kisah Abu Qilabah

Selasa, 18 September 2018
Beberapa waktu lalu saya dapati teman SMA saya mengunggah foto bayi mungilnya yang baru ia lahirkan dan ia nanti-nanti setelah sekian lamanya.

Dalam captionnya bukan lagi kebahagiaan akan tetapi kesedihan, bayi yang telah ia nantikan, yang ia jaga selama 9 bulan dalam kandungan ternyata hanya bertahan beberapa jam saja.

Bagaimana rasanya?pasti sakit sekali, pedih sekali. Saya yang tidak ada dalam lingkaran dekatnya saja menyaksikan itu pilu.

Lalu ada yang tertimpa musibah mobilnya kena tabrak motor, anaknya sakit, ayahnya meninggal, tertipu orang dan  lain sebagainya.

Ada macam ujian yang akan ditimpa oleh kita, ada yang diuji hartanya, anaknya, fisiknya, keluarganya. Dan setiap orang pasti punya masalah masing-masing. Termasuk saya sendiri. Yang bagi saya, Ujiannya yang datang hampir sama.

Saya merasa lelah, capek ya ampun apalagi drama yang harus saya lewati ini?pengen rasanya saya lari. Lari keliling gunung bohong mungkin berfaedah tapi lari dari kenyataan nyatanya sulit yes?

Saat hati mulai galau dan bimbang, Alloh tuntun saya dan saya menemukan kisah ini. Sengaja saya tuliskan di blog siapa tahu ada juga yang alami bimbang dan bisa memberikan insight.

bersabar dan bersyukur menjalani hidup

Sebuah kisah tentang Abu Qilabah.




Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas, di dalamnya ada seorang tua, ternyata orang ini kedua matanya buta, kedua tangannya buntung dan sebatang kara. Kulihat bibirnya mengucapkan beberapa kalimat.
Akupun mendekat untuk mendengar ucapannya dan ternyata ia mengulang-ulang kalimat berikut "Segala puji bagi Alloh yang melebihkanku di atas banyak manusia".
Kuperhatikan keadaanya lebih jauh, ternyata sebagian besar panca inderanya tak berfungsi. Kedua tanganya buntung, matanya buta dan ia tak memiliki siapapin. Aku mendekatinya dan ia merasakan kehadiranku. lalu ia bertanya 'Siapa?'
"Assalamualaikum, aku seorang yang tersesat dan mendapatkan kemah ini. Kamu sendiri siapa?mengapa kau sendirian?di mana istri dan anakmu?tanyaku. Aku seorang yang sakit, semua orang meninggalkanku dan kebanyakan keluargaku telah meninggal jawabnya, "kenapa kau mengulang-ulang perkataan segala puji bagi Alloh yang melebihkanku di atas banyak manusia?Apa kelebihan yang diberikan-Nya kepadamu sedangkan keadaanmu seperti ini?ucapku"
"aku akan menceritakannya kepadamu, tapi aku punya satu permintaan, maukah kau mengabulkannya?tanyanya"
"jawab dulu pertanyaanku, baru aku akan mengabulkan permintaanmu" kataku
"engkau telah melihat sendiri betapa banyak cobaan Alloh atasku, akan tetapi segala puji bagi Alloh yang melebihkanku diatas banyak manusia. Bukankah Alloh memberiku akal sehat, yang dengannya aku bisa berfikir?"
"betul" jawabku lalu katanya "berapa banyak orang yang gila?"
"banyak" jawabku maka segala puji bagi Alloh yang melebihkanku di atas banyak manusia jawabnya" Bukankah Alloh memberiku pendengaranyang dengannya aku bisa mendengar adzan dan memahami ucapan?' tanyanya
"benar"jawabku
"Maka segala puji bagi Alloh yang melebihkanku di atas orang banyak" jawabnya
"Betapa banyak orang yang tuli tak mendengar?"katanya
"banyak juga"jawabku
"maka segala puji bagi Alloh yang melebihkanku di atas orang banyak tersebut" katanya
"Bukankah Alloh memberiku lisan yang dengannya aku bisa berdzikir?lantas berapa banyak orang yang bisu tidak bisa bicara?maka segala puji bagi Alloh yang melebihkanku di atas orang banyak tersebut"
Pak tua terus menyebut kenikmatan Alloh atas dirinya satu persatu. Aku semakin takjub dengan kekuatan imannya. Betapa banyak orang yang sakit tetapi mereka mengeluh dan menangis. Mereka tidak sabar dan tipis keimanannya terhadap balasan Alloh atas musibah yang menimpa mereka.
Tiba-tiba pak tua bertanya, "bolehkah kusebutkan permintaanku sekarang?maukah kamu mengabulkannya?
"iya apa permintaanmu"? kataku
"tidak ada lagi yang tersisa dari keluargaku, melainkan seorang bocah berumur 14 tahun. Dia lah yang memberiku makan dan minum, serta mewudhukan aku dan mengurusi segala keperluanku. Sejak tadi malam ia keluar mencari makanan untukku dan belum kembali.
Aku tak tahu apakah ia maish hidup atau tidak. Kamu tahu sendiri keadaanku yang tua renta dan buta ini tidak bisa mencarinya."ujarnya.
Kutanya ciri-ciri orang tersebut dan ia menyebutkannya, Aku berjnaji akan mencarikannya. Setelah berjalan, nampaklah dari kejauhan sebuah bukit kecil yang tak jauh letaknya dari kemah pak tua. Di atas bukit tersebut ada sekwananan burung gagak yang mengerumuni sesuatu.
Takkala kuhampiri, ternyata si bocah telah tewas dengan badan terpotong-potong. Rupanya seekor serigala telah menerkamnya dan memakan sebagian dari tubuhnya, lalu meninggalkan sisanya untuk burung-burung. Aku bingung harus mengatakan apa dan mulai darimana?
Lalu terlintaslah di benakku kisah Nabi Ayyubm maka kutemui pak tua itu. Ia mendahuluiku dengan bertanya : "dimana si bocah?" namun kataku "jawablah terlebih dahulu, siapakah yang lebih dicintai Alloh?engkau atau Ayyub?tanyaku
Tentu Ayyub, jawabnya "lantas siapakah diantara kalian yang lebih berat ujiannya?" tanyaku kembali. Tentu Ayyub jawabnya lagi. Kalau begitu berharaplah pahala dari Allohm karena aku mendapati anakmu telah tewas di lereng gunung. Ia diterkam oleh serigala dan dikoyak-koyak tubuhnya "jawabku,
Maka pak tua pun tersedak-sedak seraya berkata "Laa ilaaha illallaaah" sedakannya semakin keras. aku mulai menalqinkan kalimat syahadat kepadanya, hingga akhirnya ia meninggal dunia. Kututupi jasadnya dengan selimut. Akupun keluar untuk mencari orang yang membantuku mengurus jenazahnya. Kudapati ada tiga orang yang mengendarai unta, Nampaknya mereka adalah para musafir, kupanggil mereka dan mereka datang menghampiriku.
Kukatakan, "disini ada seorang muslim yang wafat dan dia tidak punya siapa-siapa. Maukah kalian menolongku memandikan, mengkafani dan menguburkannya?" tanyaku. Mereka menjawab "iya".
Mereka masuk ke dalam kemah menghampiri mayat pak tua, namun ketika mereka menyingkap wajahnya mereka saling berteriak "Abu Qilabah" ternyata Abu Qilabah adalah seorang ulama mereka.
Malamnya aku bermimpi melihat Abu Qilabah dengan penampilan indah, ia mengenakan gamis putih dengan badan yang sempurna. Ia berjalan-jalan di tanah yang hijau, maka aku bertanya kepadanya. "Hai Abu QIlabah, apa yang menjadikanmu seperti ini?'
"Alloh telah memasukkanku ke dalam Jannah dan dikatakan kepadaku salam sejahtera atasmu sebagai balasan atas kesabaranmu maka inilah surga sebaik-biak tempat kembali"
Diriwatkan oleh Al Imam Ibnu HIbban dalam kitabyna "Ats Tssiqaat"




Kisah yang cukup memberikan pelajaran untuk bisa bersabar dan bersyukur menjalani hidup. Dari kisah tersebut mengajarkan saya bahwa ujian saya ga ada apa-apanya dibanding Abu Qilabah. 

Dimana ia senantiasa beryukur dengan terus memuji sang Pencipta, lah saya baru dikasih ujian begini udah kesel. Emang mesti harus belajar dan belajar lagi buat sabar.

Yang jelas kisah yang saya baca ini bikin saya merenung halah apalagi yang harus saya dustakan so enjoy sajalah.

Daripada memikirkan hal ga penting, saya fikir mendingan kita produktif berkarya. 

Demikian yang bisa saya bagi, ditengah kegalauan ini semoga kita semua diwaraskan yah untuk selalu bersabar dan bersyukur menjalani hidup ini aamiin.❤
95 komentar on "Memetik Hikmah Dari Kisah Abu Qilabah"
  1. yup, apa pun keadaannya bersyukur menjadi kunci untuk menguatkan keimanan

    BalasHapus
  2. Huhuhu aku nangis bacanya, pengingatnya banget, secara aku termasuk orang yg gak sabaran dan sering mengeluh padahal nikmat yg diberikan lebih banyak ketimbang keluhanku, makasih atas pengingatnya ya

    BalasHapus
  3. syukur dan sabar, dua kata yang yang akan menjamin kehidupan kita di akhirat tapi susah banget buat prakteknya di dunia, terima kasih remindernya teh herva

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya teh prakteknya butuh usaha banget semoga kita senantiasa selalu bersabar dan bersyukur terus aamiin

      Hapus
  4. Bunda terima kasih telah membuatku untuk kembali mengingat betapa besar nikmat yang Allah berikan kepadaku sehingga aku pun tak mudah mengeluh. Tadi berangkat kantor lihat orang jalan bawa cangkul, lihat mereka sedih karena belum tentu mau makan apa. Kita besok makan nasi aaja, masih aja mengeluh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ummi jika kita peka dengan lingkungan sekitar maka kita selalu bersyukur untuk keadaan kita saat ini :)

      Hapus
  5. Betul sekali, Teh. Syukur adalah nikmat, ketika kita mampu hidup dengan mensyukuri setiap perjalanan, sebenarnya kita telah mendapatkan nikmat kehidupan. So inspiratif ceritanya

    BalasHapus
  6. memang tidak mud tapi kita harus selalu sabar dan bersyukur yaaa

    BalasHapus
  7. MasyaAllah iya mba, dalam keadaan apapun harus tetap bersyukur. Makanya kita disunnahkan mengucapkan Alhamdulillah Alakulli hal (segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan)

    BalasHapus
  8. Ah, emang kadang manusia tidak pandai bersyukur ya. Padahal itu caranya biar hidup selalu tenang dan bahagia

    BalasHapus
  9. Bersabar dan bersyukur itu cara terbaik utk tetep bisa menjalani hidup saat banyak tertimpa masalah.

    BalasHapus
  10. Hmmmm.... aku jadi merenung. Berkaca banget ni Mbak, semoga kita jadi orang yang makin hari makin bersyukur ya....

    BalasHapus
  11. Betul banget, Mba Herva. Masing-masing dari kita ujiannya berbeda, hanya saja penerimaannya yang mungkin berbeda, ada yang tetap bersyukur, bersabar dan ikhlas, ada juga yang mengeluhkan ujian yang diterimanya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersyukur, sabar dan ikhlas yaa 😊

    BalasHapus
  12. Terima kasih mba atas kisah Abu Qilabahp, membuka mata ku akan terus bersyukur apa yang sudah aku miliki dan aku jalani

    BalasHapus
  13. Masya Allah.. Sampai nangis bacanya.
    Makasih pengingatnya, mbak.
    Semoga kita semua, yang selalu mengingat Allah dan bersyukur atas segala karunianya, ditempatkan di jannahNya nanti.
    Aamiiin allahumma aamiiin.

    BalasHapus
  14. Aku juga baru dirundung duka mbak, mama ku baru berpulang ke pangkuan Illahi.
    Berat banget rasanya, seperti kehilangan semangat untuk segalanya.
    Tapi aku bersyukur, mama-ku yang 3 tahun terbaring sakit kini sudah tenang dan bahagia di sisi-Nya. Aamin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun turut berduka mba semoga mba sll diberikan kesabaran :)

      Hapus
  15. MasyaAllah Mbak, merinding bacanya.. Huhuhuh, masih banyak ngeluh ini hiikss. Semoga bisa slalu ingat ini, kurangi ngeluh perbanyak syukur.

    Makaasih ya Mbak:)

    BalasHapus
  16. Saya pernah membaca kisah tersebut dan saya punya bukunya. Kesabaran akan berbuah manis. Tapi memang tidak semua orang bisa melewatinya.

    BalasHapus
  17. Terima kasih sudah mengingatkan, ya. Kebetulan juga salah satu keluarga besar saya juga saat ini lagi ada cobaan. Dari pagi semua keluarga udah rame untuk saling menenangkan. Malamnya baca tulisan ini. Jadi sejuk lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah semoga senantiasa sabar dan syukur y mb

      Hapus
  18. memang kadang banyak hal yang buat kita ga bersyukur dan mengeluh terus. tapi kadang kita ditegur langsung di depan mata bahwa orang lain ada yang lebih menderita dan sedih. Astaghfirullah kufur nikmat banget kalau ga ingat betapa kita sudah diberikan banyak hal yang baik bahkan setiap hari bernapas adalah karunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba suka lupa yah padahal nikmatNya lebih banyak dibandingkan ujiannya

      Hapus
  19. Masya Allah, semoga kita dapat mengambil hikmah atas kisah Abu Qilabah itu yah.

    BalasHapus
  20. Kalau untuk bersabar, mungkin saya masih mampu Mba, tapi untuk ikhlas dan bersyukur atas apa yang sudah diberikan sang Pencipta ini yang saya masih terus belajar hingga kini. :')

    BalasHapus
  21. Terima kasih Kak ceritanya, pengingat banget buat kita yang kadang terlalu berfokus sama rumput tetangga, padahal kenikmatan yang kita punya sudah banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul semoga makin bersyukur dan sabar atas ujiannya

      Hapus
  22. Masyaallah, sukses nangis bombay saya. Terimakasih sdh mengingatkan ya 😢

    BalasHapus
  23. Barakallahu fiik, teh Herva.
    Aku langsung nangis bacanya.

    Ya Allah...
    Memang kematian adalah sebaik-baik pengingat bagi yang masih hidup.
    Bahwa ujian ini tiada yang berat sedikitpun, kecuali saat kematian menghampiri.

    Tabarakallahu.

    BalasHapus
  24. Aamiin ya Allah. Aku juha nih, semoga selalunsabar dan bersyukur dlm hidup. Dengan betitu semuanya jadi lebih mudah dijalani

    BalasHapus
  25. Ini dia salah satu manfaat BW!
    Menemukan pencerahan dan diingatkan kembali.
    Jadi, tambah semangat BW ne ^^

    Semoga jadi amal sedekah jariyah ya, mbah Herva...
    Insya Allah, Insya Allah...

    BalasHapus
  26. Kemarin aku sedih dan galau gara2 videoku pada rusak. Lalu ada berita kalau baby sepupuku meninggal. Ternyata dukaku gak seberapa. Gini kok gak mau bersyukur

    BalasHapus
  27. Tuhan ngasih cobaan sesuai kemampuan kita. Jum'at berkah ya Mbak. Semoga kita selalu bersyukur

    BalasHapus
  28. bisa dibayangkan mbak, sayapun saat melihat televisi atau kabar dr teman yang sedang diberikan ujian, dalam bentuk apapun, sedih dan degup di dada bergemuruh. Kisah Abu Qilabah mengajarkan kita semua untuk senantiasa bersyukur, apapun keadaannya. Makasih yo, mbak. Hari Jumatku berwarna dapat ilmu dari blogwalking ini

    BalasHapus
  29. Masya Allah.. luar biasa kesabaran para ulama salaf ya. Semoga kita bisa meneladaninya.

    BalasHapus
  30. Ya Allah, sabar dan syukur yaa Abu Qilabah. Jadi malu dengan diri sendiri yang mudah mengeluh padahal baru dapat sedikit cobaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama aku juga mba makanya baca ini langsung nyesss

      Hapus
  31. Mbaaaak, terima kasih untuk tulisan ini. Saya jadi belajar juga.

    Kadang kita merasa jadi orang yang paling malang, terus mengasihani diri sendiri, dan membuat kita jadi lupa untuk bersyukur. Padahal, di luar sana masih banyak yang lebih menderita dari kita. Makasih Mbak.. Btw, saya sudah subscribe yaa.. Semoga jadi bisa sering2 baca tulisan-tulisan bermanfaat selanjutnya. 😊😊

    BalasHapus
  32. Duh aku aja masih suka mengeluh padahla gak seberapa ya. Makasih ya sharingnya mudah-mudahan kita selau bisa bersyukur

    BalasHapus
  33. Beberapa minggu terakhir ini, ada aktivitas baru setiap bangun tidur sehabs shalat subuh yaitu memperbanyak bersyukur, diabsen satu-satu mulai dari syukur atas kesehatan,organ tubuh yang bekerja baik dll, tujuannya agar bisa lebih bersyukur dan lebih sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah sesuatu yang kadang kita sepelekan ya teh

      Hapus
  34. Masyallah. Abu qilabah.
    Ulama besar.
    Jleb baca tulisannya mba.
    Terima kasih sudah mengingatkan tentang syukur :(

    BalasHapus
  35. Cerita yg inspirative sekali
    Renungan bagi kita yg diberi Allah kelengkapan indera, materi yg cukup, utk belajar ikhlas, bersabar dan bersyukur. Semiga kita semua diberi keikhlasan dlm hal apa pun. Karena keikhlasan itu tdk mengurangi sedikutpun yg kita miliki, bahkan ikhlas menambah keberkahan buat kita Aamiin

    BalasHapus
  36. Masyaa allah mba pengingat untuk terus bersyukur dan ikhlas yah mba :(

    Nikmat mana lagi yang kau dustakan :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba semoga makin bersabar dan besryukur yah

      Hapus
  37. Bersyukur dan tawakal.pada ketetapan Allah Koentji dari segala bahagia di dunia ini mbak. InsyaAllah dengan bersyukur hati akan semakin lapang

    BalasHapus
  38. Harus ikhlas ya mbak intinya..

    BalasHapus
  39. Setiap manusia memiliki kadar masalah sendiri2 ya, Mbak. Yang kuhindari ya kalau bisa nggak iri sama orang. Karena fokus sama hidup orang menjadikan kita lupa untuk bersyukur. Fokus, tetap berkarya, dan berharap yang terbaik dariNya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba jangan sampai iri :) ttp bersyukur y mb

      Hapus
  40. terima kasih tulisannya sangat mencerahkan ya Mbk jadi emang lebih tenang hidup dengan syukur dan sabar karena Allah akan tambah nikmatnya ya

    BalasHapus
  41. Thanks untuk sharingnya ya mba. Bener banget nih, kadang kita terlalu sering mematok standar kebahagiaan dengan apa yang dimiliki orang lain dan justru menyalahkan kondisi kita sendiri. Kisah Abu Qilabah ini bakalan kuingat-ingat tiap kali rasa bersyukur mulai menipis di jiwa.

    BalasHapus
  42. Hanya sabar dan syukurlah sebaik2 nya penolong dikala duka dan suka.
    Aku benaran baru tau kisah yang satu ini. Aku share ya ke adik2 ku.

    BalasHapus
  43. Menginspirasi sekali Mbak ceritanya. Saya baru pertama kali baca cerita ini. Terima kasih sudah sharing.

    BalasHapus
  44. hiks galau itu gak enak, karena suka bikin lupa bersyukur sama yg udah dikasih gusti Allah ... klo aku lagi galau, biasanya ngaji .. klo masih galau berarti kudu banyak liat yg ijo2 seger alias tanaman

    BalasHapus
  45. Sabar dan bersyukur itu emang satu - satunya jalan agar hati tenang juga. Bagiku pribadi dimulai dengan ga membandingkan diri dengan orang lain. Cerita nya menginspirasi teh, aku jadi malu kalau masih suka ngeluh.

    BalasHapus
  46. Nangsi aku bacanya mbak. selam ini saya berkonsentraasi dengan msalah yang datang menerjang. setiap hari shalat, berdoa agar masalahku terselesaikan. dan 'sepertinya' jauh dari solusi, mbulet. dan setelah baca ini, ya Allah semua panca inderaku lengkap dan akalku masaih sehat. Astaghfirullah....

    BalasHapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

Auto Post Signature

Auto Post  Signature