Cara Ampuh Dalam Mengendalikan Mood Agar Tetap Produktif Selama Hamil

Selasa, 27 Februari 2018
Hai temans, bagaimana dengan produktifitasnya di awal tahun 2018 ini?semoga tetap produktif yah.

Bagi saya yang saat ini tengah hamil dan juga bekerja kantoran, Produktifitas bekerja selalu dipengaruhi oleh mood saya. Apa pasal?sebagaimana pada umumnya ibu hamil cenderung memiliki mood naik turun layaknya roller coaster.

Jadi gini, seringkali dalam bekerja saya merasa semangat untuk mengerjakan kerjaan hingga selesai saat itu juga namun tak menutup kemungkinan tiba-tiba saja sebaliknya rasa malas yang datang tak dijemput berujung prokrastinasi dalam bekerja.

Konon katanya salah satu datangnya rasa malas disebabkan oleh si kecil yang biasa disebut Mood (duh saya jadi ingat kuliah kalau bahas MOOD). Seingat saya mood atau suasana hati itu merupakan perasaan yang memicu untuk seseorang seperti saya ini yang mampu memperlancar semua aktifitas dan kegiatan.

Bahkan tak hanya dalam bekerja, mood saya pun berpengaruh dalam menghidupkan blog ini. Adakalanya saya rajin mengisi blog sampe blogwalking ke blog teman-teman, adapula mood terjun bebas mau buka blog aja malesnya ga ketulungan. Dinamika banget moodnya yah?

Hal-hal seperti ini tentunya ga bisa dibiarkan terlebih dalam bekerja ada target yang harus dipenuhi, ada deadline yang harus segera tereksekusi. Meskipun Pak Boss selalu kasih keringanan karena punya anak buah yang hamil namun hal itu ga bisa saya sepelekan.

Baca Lagi Yuk : Perlukah Memberitahukan Kabar Kehamilan ke atasan? 

Perlakuan "istimewa" yang kerap kali saya dapatkan selama hamil tentu saja tak boleh diabaikan. Mentang-mentang hamil jadi kerjaan saya banyak yang tertunda lebih parahnya ga bisa saya selesaikan dengan baik. Duh big NO kalau begini terus, so sebisa mungkin ada komitmen dalam diri saya untuk bisa mengatasi dan mengendalikan Mood kehamilan ini selama bekerja.


Hal Yang Perlu Dipersiapkan Ketika Menemani Kegiatan Sekolah Anak

Jumat, 23 Februari 2018
Menemani kegiatan sekolah anak disela-sela rutinitas pekerjaan kantor buat saya pribadi itu sebuah jeda untuk merefreshkan diri. Bener ga temans?ga cuman saya aja sih pastinya semua ibu yang memiliki anak udah bersekolah moment menemani kegiatan anak itu moment buat refreshing banget.

Kali ini saya mau berbagi buat temans nih apa saja sih yang perlu dipersiapkan ketika menemani kegiatan sekolah anak. Kebetulan banget baru saja kemarin saya menemani Neyna ke "Taman Lalu Lintas Bandung". Sudah lama sekali pengumuman tentang kegiatan ini diberikan oleh pihak sekolah Neyna. Dalam undangannya disebutkan jika orangtua wajib hadir. 

Tak ingin melewatkan juga, akhirnya saya mendaftarkan untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Maka jauh sebelum hari H saya mengajukan cuti 1 hari agar bisa temani Neyna, bersyukur banget Pak Boss baik hati dan approve cuti saya kemarin. 


Buat saya yang bekerja menemani kegiatan sekolah anak itu merupakan salah satu cara saya berkomitmen untuk membahagiakan Neyna. Maka dari itu tak ada salahnya mengurangi jatah cuti agar bisa menemani Neyna. *aseek*

Setelah mengikuti kegiatan sekolah kemarin, saya jadi merasakan oh seperti ini yah nemenin anak berkegiatan di luar sekolah. Salut banget buat semua guru yang mendampingi penuh kesabaran meski capeknya luar biasa. 

Aku Benci Tukang Foto!

Senin, 19 Februari 2018
Temans, kalau ditanya kenangan masa kecil apa yang terlintas dalam benak temans?saya yakin pasti hal-hal indah dari mainan, barang-barang berharga, perjalanan seru pasti seputar itu bukan?*sok tahu*

Lalu bagaimana dengan saya?kenangan apa yang tak terlupakan saat masih kecil?jawaban saya bukan seputar yang saya sebutkan akan tetapi sesuatu yang bertolak belakang dengan hal menyenangkan. 

Memang apa sih?biasanya kenangan masa kecil menyenangkan?tapi kalau saya kebencian yang ada. *wuih serem kali lah ini*. Iya saya punya kenangan yang membekas dalam memori saya yakni "Benci Tukang Foto".

Penasarankan mengapa saya yang belakangan narsis ga umum kok bisa punya masa kecil benci sama tukang foto?😂

Siap Menjadi Pejuang ASI Lagi Bersama Philips Avent!

Kamis, 15 Februari 2018
Halo temans semua, bagaimana kabarnya?semoga senantiasa sehat dan tetap produktif yah.

Bersyukur sekali Alloh memberikan kepercayaan kembali kepada saya untuk merasakan hamil lagi. Meski diluar rencana antara saya dan akang suami namun saya selalu yakin jika Alloh memberikan sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tepat untuk kami.

Saat ini, sudah memasuki usia kehamilan 32 week membuat saya semakin galau. Apa pasalnya?galau tak hanya seputar persalinan nanti dimana?namun juga prepare kebutuhan pra dan pasca melahirkan baik untuk debay maupun untuk saya sendiri.

Baca Lagi Yuk : Melahirkan Di Klinik Bersalin Atau Rumah Sakit?

Sebagai ibu yang sudah memutuskan dengan pilihan menjadi ibu bekerja, maka mau tak mau saya harus me-recall apa saja yang harus saya siapkan next  pasca melahirkan untuk memenuhi kebutuhan asupan anak saya yang kedua. 

Mungkin untuk pembaca setia blog ini *asik* sudah pernah membaca bagaimana pengalaman saya sebelumnya selama bekerja namun tetap menjadi pejuang ASI. Dari ruangan memerah yang tak terfasilitasi di kantor, harus pumping di dalam ruangan yang ada teman laki-lakinya hingga memerah dalam toilet dan mendapatkan cibiran dari yang antri di toilet.

Terhitung sejak 2013 - 2015 saya menjadi pejuang ASI untuk Neyna si sulung, 2 tahun masa-masa indah menyusui sambil bekerja, memerah ASIP sambil dinas keluar kota hingga proses menyapih yang bikin saya panas dingin. 

Bonding bersama Neyna yang terus ada dalam memory saya bagaimana Neyna tertawa hingga terlelap berada dalam pelukan saya selama menyusui. Sungguh kenangan yang indah sekali meskipun saat menyusui tersebut tak selamanya indah.

Saya pernah mengalami iritasi puting akibat gigitan Neyna dan itu sakitnya luar biasa, apakah lantas membuat saya berhenti menyusui?jawaban saya TIDAK. Saya selalu berkomitmen untuk KERAS KEPALA dalam Menyusui, saya yakin tak hanya saya seorang punya komitmen seperti itu semua ibu pasti bertekad selalu untuk bisa menyusui anaknya.


Usia 40 Tahun?Siapa Takut!

Selasa, 13 Februari 2018
Halo semuanya apakabar?semoga senantiasa sehat dan ceria yah..

Kali ini saya mau ajak temans untuk berandai-andai tentang keinginan saya di usia 40 tahun. Usia 40 tahun bagi saya masih terhitung cukup lama masih 9 tahun lagi tapi tiada salahnya dong saya ingin tuliskan saat ini apa saja yang ingin saya lakukan ketika nanti usia 40 tahun 😛.

Kata orang hidup dimulai saat usia 40 tahun?benarkah?namun bagi saya pribadi sih kehidupan sudah berjalan di setiap tahun yang saya lewati. Karena seperti yang saya pelajari dalam psikologi perkembangan bahwa manusia akan terus melewati fase perkembangan yang artinya dia tumbuh dan berkembang.

Setiap fase usia jelas ada tugas perkembangannya, dimulai dari bayi 0 tahun berubah anak-anak kemudian mencapai fase remaja, dewasa awal dan tepat usia 40 tahun itu menginjak fase dewasa madya. 

Setiap individu didunia ini harus bisa menyelesaikan setiap tugas perkembangannya dengan baik. Apabila mengalami hambatan atau tidak dapat menyelesaikan tugas perkembangannya maka individu tersebut bisa saja mengalami gangguan dari aspek Fisik, Kognitif, Emosi Maupun Sosialnya.

Serem yes gaes?so itu sekilas teori yang masih sedikit saya inget kebanyakan lupanya. Tapi terimakasih atas mata kuliah psikologi perkembangan yang saya dapati selama 3 semester sehingga sedikitnya bisa berguna dalam kehidupan saya.


So, kembali dengan keinginan saya ketika kelak menginjak usia 40 tahun. Maka saya punya 4 keinginan sesuai 4 aspek saja. Apaan tuh?ini dia temans :

Melahirkan di Klinik Bersalin Atau Rumah Sakit Yah?

Kamis, 01 Februari 2018
Halo temans apakabar?kali ini saya mau membahas kegalauan saya nih melahirkan dimana ya?

Beberapa kali googling, baca-baca blog teman yang lain untuk memantapkan hati, bertanya kesana kemari kepada teman-teman yang tinggal di Cimahi. Alhasil bikin saya ga bisa tidur bahkan kemarin sampe sesak nafas dan tadi pagi mimisan 😂 >> padahal beda kasus.

Kenapa kok bisa galau?karena memang banyak masukan tentang penggunaan BPJS, sebagian besar berpendapat "Yuk gunakan BPJS" sayang banget kalau tidak digunakan. Memang saat ini saya hanya memiliki BPJS untuk asuransi lainnya sudah dicabut sejak 2 tahun lalu.

Rutinitas pemeriksaan tiap bulan sih saya memilih ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK) yang ada di Kota Baru Parahyangan. Mengapa kesini?dulu saat hamil pertama punya pengalaman sama Dr. Irnawati Muhadji, SpOG di Hermina Pasteur karena kesabarannya menghadapi proses kelahiran selama 30 jam dengan persalinan normal maka saya pun memilih kembali beliau untuk kehamilan kedua ini.

Kok ga ke Hermina lagi?selain karena faktor lalu lintas yang pernah saya alami lagi mules hebat dan macet daerah Pasteur belum lagi kudu muter aih kebayang kan temans?makanya saya beralih mengejar Dr. Irna di rumkit lain. Dan sssttt konon kata teman yang juga hamil, di Hermina udah mahal banjet 😂.

Agak susah memnag mencari dokter kandungan perempuan di Cimahi, saya sempat googling dan tanya kesana kemari. Hampir sebagian besar yang saya tanyai merekomendasikan Dokter Kandungan Cowok. Bahkan ada yang bilang udah sama Dokter X ih udah ganteng enakeun lagi.

Namun sedari dulu saya dan akang suami sudah punya satu kesepakatan jika hamil dan melahirkan "selagi masih ada dokter kandungan cewek maka saya pilih itu kecuali dalam keadaan darurat dan tidak ada lagi dokter cewek".




Auto Post Signature

Auto Post  Signature