Selalu Gagal Tes Kerja ?Yuk Move On

Rabu, 21 Juni 2017
Bila ditanya apakah saya yang memiliki background psikologi sering lolos tes kerja?Apakah saya hafal dengan semua kunci jawaban tes?apakah saya bisa lancar saat melakukan interview kerja?jawabannya adalah saya tetap sama seperti teman-teman lain yang pernah mengikuti tes kerja. Ditolak sudah sering saya alami juga kok.

Ah jangan langsung bersedih teman, jika ada 10 perusahaan yang menolak kita berfikir positiflah masih ada 1000 lainnya yang menantikan kehadiran kita *wuidih PD amat* harus dong Percaya Diri dan tetap berfikir positif.

Seringkali ketika saya mengikuti tes kerja jika ada beberapa pelamar lainnya yang berkenalan dan menanyakan background saya mereka cenderung berkata seperti ini :

“yah mba-nya dari psikologi sudah pasti tahu dah jawaban-jawaban psikotes”
“wah hal mudah buat mba ya kalau mau ikutan tes kerja”

Semua yang berkata demikian saya bilang >> Sotoy Marotoy, background saya psikologi itu memang betul, dihadapkan dengan alat tes psikotes benar sekali, sering skoring psikotes jelas rutinitas saya. Tapi ya ga juga saya hafalin semua kunci jawaban alat tes yang jumlah soalnya banyak bisa gendeng saya kalau hidup cuman obsesi ngapalin tuh kunci jawaban tes.

Maka dari itu tolonglah mengerti dan jangan anggap saya atau siapapun yang mengikuti tes dengan latar belakang psikologi dianggap curang karena sudah tahu kunci jawaban bahkan hafal kuncinya *pengen jitak dah*

Lantas meski saya berlatar belakang psikologi, saya juga sering mengalami yang namanya “KEGAGALAN TES KERJA” *nangis guling-gulingan.

Terkadang memang ekspektasi kita tak sejalan dengan ketentuanNya, kita udah jungkir balik ngincer perusahaan X, kita udah semedi, belajar, istirahat yang cukup, tanya kesana kemari hasilnya jauh dari harapan itulah yang dinamakan “proses belajar” teman!


Sudah Zakat Belum?Yuk Coba Bayar Zakat Secara Online

Selasa, 20 Juni 2017
Hai temans alhamdulilah kita sudah memasuki minggu terakhir Ramadhan, artinya semakin mendekati dengan hari lebaran. Bagaimana dengan ibadahnya?semoga sesuai dengan target y teman. Kali ini saya mau reminder sedikit tentang Zakat.

Sebagaimana kita tahu, dalam Rukun Islam yang ketiga yaitu zakat yang menjadi kewajiban setiap muslim untuk menjalankan perintah Allah SWT. Dengan berzakat, maka kita sudah membersihkan harta yang dimiliki agar berkah dunia dan akhirat.

Ditambah dengan berzakat maka akan membantu sesama yang membutuhkan bantuan untuk hidupnya. Selain kedua manfaat itu, ternyata zakat memiliki manfaat lainnya dalam kehidupan sehari-hari. 


Waspada penyakit mengintai Karena Lembur

Jumat, 16 Juni 2017
Berbicara lembur tentunya pemikiran kita selalu mengarah pada pekerjaan kantor bukan?namun lain dengan saya, pekerjaan dikantor jarang menuntut saya untuk menghabiskan waktu semalaman suntuk. Saya sendiri sering lembur justru karena hobi saya menulis di blog ini.

Percaya atau tidak saya akan begadang untuk menulis blog mengejar deadline entah itu untuk lomba atau sekedar mengisi blog agar tidak lumutan *siapin kemoceng. Hal ini disebabkan terkadang pekerjaan dikantor tidak bisa diprediksi. Kadang saya harus menghabiskan seluruh waktu dikantor berjibaku dengan rutinitas dan yang utamanya internet kantor tak support lagi buat saya untuk menulis blog *kesian*😪.

Nah untuk mensiasatinya dengan kondisi seperti itu mau tidak mau saya harus selalu lembur dirumah. Mengatur waktu yang tepat sehingga peranan saya sebagai ibu bekerja dan ibu rumah tangga berjalan beriringan. Tentu bukanlah hal mudah untuk saya melakukan lembur terus menerus, seharian bekerja lalu mengurus keperluan rumah tangga itu bikin kepala mumet.

Kegiatan lembur bagi saya identik dengan kegiatan begadang yang merupakan pola hidup tidak baik, meskipun hal ini dilakukan menjelang adanya deadline tetap saja beresiko penyakit bandel mengintai tubuh kita.

Tahukah temans pada malam hari tingkat metabolisme tubuh kita akan menurun. Pada waktu-waktu ini tubuh mengeluarkan zat-zat beracun (detoksifikasi) dibagian sistem antibody. Jika sering begadang maka secara sengaja kita sendiri yang telah mengacaukan proses detok tersebut. Dan dari hal ini dampaknya adalah KESEHATAN kita.


There's A Will There's A Way

Kamis, 15 Juni 2017
“Kamu udah ngelakuin apa yang berguna untuk orang lain?” demikian pertanyaan sederhana yang berkecamuk dalam fikiran saya. Membaca pertanyaan tersebut membuat saya merenung. Kala itu dunia yang saya miliki terasa sangat sempit dan terbatas.

Hal ini membuat ruang lingkup saya tidak lebih hanya sebagai karyawan biasa di kantor dan ibu rumah tangga di rumah. Nyaris setiap hari saya hanya memutari lingkaran rutinitas yang membuat saya merasa “JENUH”.

Kejenuhan ini melanda takkala masalah yang saya hadapi hanya itu-itu saja muncul lagi dan lagi padahal solusinya sudah saya ketahui sendiri. Dengan moment seperti itu saya merasa saya ini tidak berkembang nyaris STATIS hidup saya ini. Saya seperti sedang memasuki sebuah MAZE yang saya sendiri tak mengerti arah jalan keluarnya. Ini yang membuat saya merasa jenuh.

Kekerdilan pemikiran saya pun bertambah takkala saya menanyakan dalam diri?punya skill apa dalam diri yang mampu menunjang saya kedepannya. Boro-boro bisa berbagi untuk orang lain, nyatanya membangun diri saya agaknya susah.

Seiring berjalannya waktu, pemikiran-pemikiran negatif tersebut akhirnya memudar dengan munculnya kalimat tanya sederhana nan bermakna yang mampu membangunkan saya dari tidur panjang hingga akhirnya saya gencar untuk mencari bakat maupun skill yang ada dalam diri.


Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak?

Selasa, 13 Juni 2017
Menjadi orangtua memberikan pemahaman tersendiri bagi saya untuk memahami konsep tumbuh kembang anak. Karena itulah ketika kuliah saya mendapatkan materi kuliah untuk "Psikologi Perkembangan" hingga 3 semester. Dulu saat kuliah saya hanya berfikir mempelajari Life Span Development hanya sebagai teori semata dan kini menjadi seorang ibu saya baru menyadari teori-teori yang saya pelajari ternyata berguna.

Memiliki batita usia menuju 4 tahun memberikan tantangan untuk saya pribadi. Bagaimana tidak rentang usia yang sedang dialami anak saya selalu disebutkan sebagai masa Golden Age. Banyak sekali pendapat bertebaran jika dalam masa golden age sebaiknya saya sebagai ortu bisa memberikan stimulasi yang tepat dan optimal agar anak saya mampu menjalani tugas perkembangannya disetiap rentang usia dengan baik.


Bukanlah satu hal mudah untuk saya mengoptimalkan stimulasi karena ternyata lain teori lain realita. Yang pada akhirnya meski saya berpatokan pada teori namun akhirnya saya mesti out of the box menyikapi perkembangan anak saya sendiri. Dan tentunya yang terpenting bagi saya adalah "Tidak menjadikan perkembangan anak-anak lain sebagai tolok ukur keberhasilan tahap perkembangan untuk anak saya". 

Haruskah Memberikan Nama Panggilan Kepada Anak?

Rabu, 07 Juni 2017
Gimana gaes puasa memasuki hari ke-12?masih semangat bukan?tarawehnya masih diluar mushola?bangun sahurnya dari jam 2.30?selamat berarti kita masih tetap semangat *jangan dikendorin* dinikmatin ya gaes karena momen Ramadhan dan lebaran adalah momen yang dinanti.

Oke tema kali ini jauh saya mau mengulas tentang "Panggilan kepada Anak". Seperti yang sudah-sudah tidak ada alasan yang berarti mengapa saya memilih tema ini pokona semau saya bebas, rapih, ga boleh pakai kaos >> bahasanya recruiter yang kental kalau ngingetin pelamar *eaaa.


Sebagai ortu ketika dititipkan seorang putra/putri pasti semuanya memiliki harapan. Harapannya bisa dimunculkan lewat nama yang diberikan bukan?namun seiring berjalannya waktu ternyata nama yang diberikan cukup sulit untuk diucapkan entah kepanjangan atau memang namanya yang unik sehingga banyak yang keseleo lidahnya sehingga dari pengalaman saya terbitlah nama panggilan dari nama panjang yang sebenarnya.

Ngomongin panggilan dari ortu, kalau saya pribadi juga punya nama panggilan. Mungkin saya mesti Flashback dulu ke jamannya saya masih kecil. Yups saya punya nama panggilan yang diberikan oleh Almh. Ibu. Panggilannya "Deblo" artinya hanya blio yang tahu hahaha. Ga dink artinya itu *hiks agak berat nulisnya tetiba jengker ni jari* >> Ade Bloon alias gede-gede bloon *makjleb.😂

Tega kali lah mamakku ni kasi panggilan imut itu. Sebenarnya paling banter siy dipanggil Ade cuman emang saya ni suka ngeselin *elus-elus jidad* makanya akhirnya terpleset lidah mamakku yang cantik jadilah Deblo. Panggilan itu biasa aja menurut saya namun seiring berjalannya waktu malah membuat saya jadi deg-degan *halah. 


Auto Post Signature

Auto Post  Signature