Tips Agar Engagement Dengan ART Lama

Kamis, 30 Juni 2016
Sebagai ibu bekerja tentu kehadiran seorang ART bagaikan sosok sang ibu peri yang mampu sekejap mata membereskan semua pekerjaan rumah tangga dengan baik. Di kantor saya berperan sebagai bawahan dan di rumah karena memiliki ART saya berperan layaknya atasan di kantor. Sebagai seorang yang bekerja di bagian HRD tentunya saya tahu bagaimana cara agar ART bisa engagement dengan saya untuk waktu yang lama.

Sebelumnya akan saya bahas terlebih dahulu mengenai Employee Engagement. Employee Engagement atau keterikatan karyawan merupakan antuasiasme karyawan dalam bekerja dengan mengarahkan seluruh energinya yang selaras dengan prioritas strategic perusahaan. Jadi antusiasme ini terbentuk karena karyawan merasa terikat sehingga tercapailah target perusahaan. 

Nah jika dikorelasikan dengan ART, tentunya menurut pribadi saya bahwa kita sebagai atasannya atau majikannya mampu menciptakan kondisi yang pada akhirnya tercipta Employee Engagement. Menurut riset sendiri ada 4 faktor utama yang menentukan Engagement dari kepedulian sebagai atasan, menciptakan peluang karir, kerjaan yang menarik dan reward yang memuaskan.

Perlukah Anger Management?

Selasa, 28 Juni 2016
Minggu kemarin saya telah melakukan feedback kepada salah seorang manager di kantor. Feedback yang diberikan sebagai hasil Assessment Center yang telah ia lakukan. Sebelumnya pernah saya singgung mengenai feedback AC disini. Yang menarik dalam kasus feedback kali ini adalah beliau curhat panjang x lebar x luas hahaha. Sebagai HRD yang baik hati dan selalu mendengarkan hahaha akhirnya saya menelaah kisah sedihnya dalam bekerja. 

Sebutlah Kamboja yang menduduki posisi manager di salah satu divisi yang kaitannya sama tung ngitung uang. Kesan pertama melihatnya memang ybs terlihat "judes" mungkin kurang vitamin senyum kalau dipoles dengan sedikit vitamin senyuman saya yakin takkan ada orang yang melabelkan "judes" padanya.

Setelah memberi masukan perihal kekurangannya dalam kompetensi, akhirnya ia mulai terbuka dan bercerita bahwa dirinya termasuk individu yang jika tidak menyukai orang lain maka ia akan berwajah masam dan keluar tanduknya. Hasil akhirnya ia menarik diri dan tak akan pernah tertarik untuk bergabung dengan rekan-rekan yang telah ia labelkan nyebelin versi dirinya.

Terserang White Paper Syndrome

Jumat, 24 Juni 2016
Adakalanya saya mau nulis di blog suka kesulitan mencari ide, makanya saya coba mengikuti beberapa giveaway yang rekan-rekan blog adakan maupun lomba tulis yang kekinian. Tujuannya adalah FIX SAYA KENA WHITE PAPER SYNDROME hahahaha. Karena ngikutin GA kan berarti uda ada temanya jadi tinggal tulis aza sesuai tema. Kalau sesuai temanya dan saya pernah ngalamin pasti saya kejarin buat nulis.

Itulah salah satu alasan selain hadiah yang bikin ngiler. Walau sejujurnya pengen banget menang tapi mungkin apalah daya saya hanya pemula. Tulisannya mungkin ga cocok sama penyelenggara GA. Atau ngawur bikin sakit mata bacanya hahaha. Meskipun demikian saya masih tebal nyali buat ikutan terus wkwkwk. Tetap optimis dan berdoa kali-kali ada penyelenggara GA yang siwer pas baca tulisan saya dan akhirnya saya menang. *ngibing dijalan*

Bagi saya pribadi, terserang white paper sydrome ga hanya pas saya mau nulis di blog ini tapi selalu terjadi saat saya mau bikin laporan interpretasi hasil psikotes maupun laporan assessment center. Pas buka Ms. word yang tadinya semangat 45 terus bingung mulainya gimana lalu pusing ngeliatin cursor yang kedap kedip akhirnya nge-blank sama sekali dan blas jam pulang kerja tiba laporan belum jadi. *nangis di bawah meja*.

Surprisemu Selalu Meluluhkan Hati

Rabu, 22 Juni 2016

Tak seperti sinetron ataupun film yang sangat menunjukkan sisi keromantisan seorang suami kepada pasangannya maka jangan harap ada adegan seperti Azzam memberikan rayuan maut kepada Aya di rumah saya. Pasalnya suami tercinta tidak banyak bicara namun banyak bekerja (bukan tipe maling yah hehehe) terlebih pekerjaannya sebagai programmer membentuk karakter suami menjadi sangat fokus pada satu hal.

Saya yang begitu bawel lebih banyak menuntut *ah betapa egoisnya saya* sementara suami hanya bisa bersenandung "Ku tak akan bersuara walau dirimu kekurangan" *hayo sapa yang tahu lirik lagu apakah ini?*. Ia lebih banyak memaklumi daripada menuntut, bahkan diamnya suami menjadi emas untuk saya. Saya tak pandai masak namun semua masakan saya selalu lahap dihabiskan hingga piring licin seperti habis dicuci, tak banyak komentar yang ia berikan. Sampe bapak saya juga bilang "kalau dikasi daging cicak juga mau aza dimakan". 

Sebagai emak-emak tentu saya pun banyak keinginan, melihat teman saya jalan-jalan saya kepengen, melihat teman saya dikasi hadiah sama suami saya ngiler. Kemudian saya sampaikan apa yang saya lihat kepada suami. Respon suami saya gimana?"no comment".

Ternyata suami saya tak seperti yang saya kira, saya masih ingat tahun 2013, saat itu saya tengah mengandung putri saya, menjelang HPL kami berdua selalu jalan pagi tiap weekend. Kebetulan di minggu depan adalah ulangtahun saya. Saat itu suami bilang yuk jalan paginya ke rumah kakaknya sambil bawain 2 bungkus coklat untuk buat kue. Hari H saya ulangtahun sepulang saya kerja tara suami menyiapkan surprise dan meminta maaf karena kuenya gagal dan ia pun menceritakan jika coklat yang waktu itu dibawa adalah untuk kue ultah saya. Meleleh saya dapet kejutan ini, ga nyangka aza suami bisa juga bikin saya terharu sekaligus bahagia. Dan suami tak pernah absen dalam memberikan kejutan di hari ulangtahun saya.

Kecurangan Dalam Mengerjakan Tes Kepribadian?Yes Or No?

Senin, 20 Juni 2016
Ada yang pernah tes kepribadian?itu loh yang soalnya kalau kata recruiternya pas intruksi silahkan dipilih mana yang sesuai dengan pribadi masing-masing dan menekankan bahwa jawabannya tidak ada yang salah. Tentu bagi yang pernah wara wiri melamar kerja bakalan tahu dan pernah mengikuti tes kepribadian. Meskipun saya sebagai lulusan psikologi kalau ngelamar kerja ya tetep di tes dulu, psikotes dulu walau sudah tahu ini tes untuk apa hahaha. 

Kali ini saya mau bahas mengenai kecurangan dalam mengerjakan tes kepribadian. Loh kok emang bisa y curang?UN aza bisa bocor apalagi tes kepribadian kayak gini *halah. Kalau dalam dunia kerja justru kebalikannya sama UN pas UN mungkin bisa contek-contekan sama teman (pengalaman pribadi hahaha) nah kalau ngelamar kerja emang bisa nyontek?apalagi kalau recruiternya kayak saya yang lirik kanan kiri, tengok depan-belakang langsung saya coret tidak bisa melanjutkan proses selanjutnya. (kejam nian wkwkwk)

Dibilang galak ya gapapa, pasalnya budaya perusahaan selalu menjunjung tinggi yang namanya INTEGRITAS kalau pas tes aza uda ga jujur gimana nanti?ceilah idealis banget sayah kala itu. Tapi memang itu prinsip yang selalu saya jalani dalam melakukan proses recruitment pasalnya saya sebagai tim recruitment merupakan pintu gerbang seseorang masuk ke perusahaan. Kalau sampe terjadi hal yang tidak diinginkan jangan tanya siapa yang akan disalahkan sudah jelas 5 bahkan 10 jari akan menunjuk ke tim recruitment *elap keringet*.

Memilih Pekerjaan Yang Cocok Sesuai Tipe Kepribadian Menurut DISC

Kamis, 16 Juni 2016
"Saya senangnya berbicara di depan umum", "Saya lebih suka bekerja dibalik komputer", "Saya suka banget dengan hitung-hitungan dan megang uang". 
Tentunya dalam keseharian saya sebagai HRD seringkali mendengar harapan orang lain mengenai jenis pekerjaannya. Namun sayangnya pekerjaan idaman belum tentu cocok dengan tipe kepribadianmu. Serius loh?hahaha kalau analisa pribadi saya sih tergantung dengan individu masing-masing. Mungkin aza awalnya paksa rela jadi suka rela jalanin kerjaannya meskipun ga sesuai kepribadiannya.

Jadi begini, saya menggunakan alat tes DISC yang saya jadikan sebagai referensi dalam mengambil keputusan apakah pelamar A cocok untuk pekerjaan Z seperti itu. Karena saya bukan mbah Marijan yang bisa meramalkan si A cocok di Air apa di darat. Saya masih membutuhkan tools untuk mengelompokan orang sesuai dengan potensi dan kompetensinya sehingga cocok untuk satu jenis fungsi kerjaan.

Nah salah satu tools yang biasa saya pake adalah DISC. Sudah pernah ditesnya?kalau belum mangga searching alat tes psikologi uda banyak beredar. Tapi jujur mengenal DISC sendiri saya dapet bukan di bangku kuliah tapi di dunia kerja. Saya sendiri tentunya sudah pernah ditest namun hasilnya ternyata bisa berubah. 7 tahun lalu saya di tes DISC oleh rekan saya satu kantor dan hasilnya saya adalah S tulen namun seiring berjalannya waktu tahun ini saya dites kembali hasilnya luar biasa berubah menjadi tipe DI hahaha. Jadi rekan-rekan sekalian yang baca postingan ini percayalah lingkungan sangat mempengaruhi perubahan diri kita.

Belanja Puas Harga Pas hanya di Hijabenka & Berrybenka

Rabu, 15 Juni 2016
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons & InvolveAsia X HB & BB. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. Voucher Berrybenka dan Voucher Hijabenka disponsori oleh Berrybenka & Hijabenka.

Sudah masuk minggu kedua berpuasa selain ibadah yang terus ditingkatkan tentunya ada beberapa yang menjadi prioritas dalam mempersiapkan hari kemenangan nanti. Menjelang lebaran tahun ini saya sudah prepare apa saja yang diperlukan untuk digunakan saat hari lebaran. Berhubung pengalaman sebelumnya jika beli baju ke Mall itu penuh sesak belum lagi suka rebutan barang sama yang belanja juga ditambah lagi kondisi puasa suka lemes dan ga kuat kalau betis mesti kondean, membuat saya akhirnya memilih untuk membeli perlengkapan lebaran secara online.

Setelah membuat list perlengkapan apa saja yang mesti di beli demi penampilan pas lebaran agar lebih cetar membahana hahaha. Maka saya putuskan membeli 5 perlengkapan dan saya menjatuhkan pilihan untuk belanja di Hijabenka dan Berrybenka. Kebetulan saya subscribe Hijabenka dan Berrybenka jadi saya tahu kalau ada diskon ataupun promo-promo lumayan bisa hemat jadinya. Pas diskonnya sesuai langsung saya capcus beli dan ini perlengkapan yang sesuai harapan dan harganya :

1. MUKENA

Berhubung mukena saya uda lama ga ganti dan kebanyakan adalah pemberian kakak hahaha. Maka kali ini untuk lebaran nanti saya memutuskan membeli sendiri (ga mau jadi fakir mukena hehehe). Saya memilih mukena dengan model abaya yang bukan terusan. Bahannya ga mau model parasut juga.
Saya jatuhkan pilihan ke brand EXOBROOCH, pilihan warnanya unik, model dan bahannya sesuai dengan yang inginkan.

Menerapkan Pygmalion Effect Dimanapun

Senin, 13 Juni 2016
"Ko kenaikan tahunannya cuman dapet segini siy?"padahal uda mati-matian kerja ni saya tahu gini bla..bla...bla..bla..
Secuil keluhan seseorang karena ketidakpuasannya mendapatkan kenaikan tahunan yang tidak sesuai ekpektasinya. Hayo pernah juga kan seperti itu?atau justru sebaliknya?kita berfikir positif dengan bersyukur segini aza perusahaan udah berbaik hati memberikan kenaikan.

Cara kita mengemas, memikirkan sesuatu menjadi sesuatu yang positif akan memberikan dampak optimis dalam segala hal. Tidak hanya dalam bekerja tapi dalam lingkup kita bersosialisasi. Rasa keyakinan seperti yang saya bahas sedikit disini membuat kita mampu untuk melakukan segala hal. Dalam teori ada yang dinamakan pygmalion effect yakni teori yang memanfaatkan persepsi serta ekspektasi positif dalam meningkatkan kinerja.

Konon katanya ada kisah menarik dari pygmalion effect ini. Adalah Pygmalion seorang pemuda yang selalu berfikiran positif, ia berbakat dalam pahat memahat. Karena sifatnya yang selalu berfikiran positif serta memandang apapun dengan sudut yang berbeda dari kebanyakan orang yakni dengan sudut pandang baik maka ia disenangi oleh teman-temannya. 

Jangan Minder Dengan Kerjaan

Kamis, 09 Juni 2016
Sebelumnya saya pernah posting tentang seorang istri yang menjadi kuli bangunan menemani suaminya dengan alasan keterbatasan ekonomi disini. Itu gambaran mengenai pekerjaan yang mungkin oleh kebanyakan orang tak biasa dilakukan seorang istri. Namun Ibu Hawiyah tetap menjalaninya dengan suka cita. Masih bisa tertawa, masih tetap bersemangat dan yang terpenting ia masih percaya diri saat dirinya mengakui sebagai seorang kuli bangunan.

Kepercayaan diri atau dulu saat saya kuliah sering disebut dengan self confidence merupakan keyakinan dalam diri seseorang terhadap kemampuannya sehingga ia tidak merasa cemas, bebas dalam melakukan hal-hal yang disukai dirinya. Balik ke ibu Hawiyah tadi ketika dia percaya diri baik mengakui pekerjaannya otomatis seperti yang saya lihat ia benar-benar mampu untuk mengangkat batu, membawa bata dan lain sebagainya yang biasanya menurut pandangan kita tak yakin perempuan bisa jadi kuli.

Jika biasanya ditanya oleh orang lain mengenai "kerjaan kamu apa?" jawabannya : "oh malu ah kerjaan saya mah memalukan pokonya abiz mau gimana lagi cuman lulusan SMP y cuman jadi OB (office Boy). Hayo pernah menemukan jawaban seperti ini?ya saya sering menemukan jawaban yang kurang PD ketika ditanya tentang pekerjaan.

Saat Menjadi Pengangguran

Rabu, 08 Juni 2016
Sebelumnya saya pernah posting tentang alasan untuk membuat surat pengunduran diri & ketika resign menjadi solusi. Resign menjadi solusi terakhir dari permasalahan yang kita hadapi di kantor. Beberapa diantaranya memilih "Sikap" bahwa mengundurkan diri adalah jalan terbaik untuknya meskipun ia belum mendapatkan pekerjaan yang baru.

Sebagai HRD tentu fenomena menyikapi karyawan yang memilih resign dengan berbagai alasan sangat menyedihkan. Pasalnya kami mesti mencari pengganti yang sesuai dan itu bukan hal mudah (curhat hahaha). Hanya saja saya tidak mampu untuk memaksakan kehendak agar mereka tetap bergabung. Kenyamanan tentu dirasakan oleh masing-masing individu dengan kadar yang berbeda satu sama lain.

Syukur-syukur si karyawan resign sudah mendapatkan pekerjaan yang baru sebelum resign tapi banyak pula yang sangat berani mengambil keputusan resign padahal belum memiliki pekerjaan yang baru. Kategori yang seperti ini yang menurut saya cukup mengambil resiko.

Menyandang status baru sebagai "pengangguran" tentu dirasakan berat oleh sebagian orang. Tak heran ada yang mencibir dan menyinyir. Sebagai mahluk sosial yang masih memiliki hati hehehe tak penting rasanya untuk mencibir kehidupan orang lain. Kita ga pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya sehingga mereka resign dan menjadi pengangguran. Justru sebagai mahluk Tuhan paling seksi rekan, sahabat, tetangga, teman yang baik kita bantu share info loker, kita kuatkan mental mereka untuk bangkit dan semangat mencari potensi dan pekerjaan.

Nothing Imposibble When "Facing The Giants"

Selasa, 07 Juni 2016
Dikantor suka ada briefing pagi?kalau kantor lama saya mewajibkan briefing pagi dan semua karyawan bergiliran untuk menyampaikan materi apapun bebas bisa dalam bentuk power point, cerita, games hingga nonton cuplikan film.

Kalau saya sendiri sudah pernah menyampaikan materi dalam bentuk power point dan cuplikan film. Salah satu film yang saya tampilkan untuk dishare tentunya yang akan memberikan insight bagi teman-teman di kantor pokoknya bisa menginspirasi. Maka saya jatuhkan film "Facing The Giants".

Perkenalan saya dengan film Facing The Giant karena dulu di kantor pusat pernah dijadikan materi briefing juga. Kali pertama nonton cuplikannya aza bikin saya merinding beneran ga lebay tapi itulah yang saya rasakan. Film ini siy lebih ceritain kehidupan Coach yang bernama Taylor udah 6 tahun dimana team Eagles untuk American Football-nya ga pernah juara. Hingga ada issue jika Coach Taylor ini lebih baik di pecat. Karena pihak sekolah sudah under estimated kemampuan si coach.

Menemukan Job&Kandidat Yang Pas Di Jobfair

Senin, 06 Juni 2016
Alhamdulilah yang lain masih libur dan tidur, saya sudah masuk dari jam 7 pagi. Jalanan sepi sampe ngebut ga kerasa. Ramadhan yang dinanti akhirnya tiba, buat Working Mom tetap semangat kita pasti bisa jalanin ramadhan ini dengan berbahagia. (semangatin diri sendiri juga hehehe). Mari kita menulis disini.

Beberapa minggu kemarin saya disibukkan dengan aktifitas jobfair, lumayan menguras tenaga karena jobfairnya di adain di Cikarang dan Bandung. Ternyata masih ada yang ga ngerti apa si jobfair?pasalnya pas saya jaga jobfair di Kantor Bupati Bandung Barat ada yang nanyaain ini teh kegiatan apa neng?saya jawab jobfair, tapi tetap si ibu ga mudeng juga. Karena itu saya mau coba nulis tentang event jobfair.

Jobfair sendiri merupakan kegiatan atau suatu event yang diselenggarakan khusus untuk mencari kerja bagi jobseeker dan mencari calon pekerja bagi perusahaan yang mengikuti kegiatan jobfair ini. Umumnya jobfair ini ada EO yang bertanggungjawab baik EO-nya dari Disnaker seperti yang saya ikuti di KBB, atau di kampus seperti yang saya ikuti di kampus ATMI (akademi teknik mesin industri) Cikarang atau EO lainnya yang suka nyelenggarain event jobfair atau career expo atau bursa kerja ini.

Sebening Air Perigi Ananda Yang Menginspirasi di Tahun Monyet Api

Sabtu, 04 Juni 2016
Membaca buku bagi saya pribadi merupakan aktifitas yang saya lakukan jika di waktu senggang sebagai hiburan untuk menghilangkan lelah dan penat. Tak heran jika ada yang membaca CV saya maka pada identitas diri saya cantumkan "Membaca" dalam hobi. Hobi membaca pada umumnya dicantumkan dalam CV namun tidak semua orang bisa komit dengan apa yang mereka tulis hehe. Alhamdulilah kalau saya siy apa yang ditulis mampu dipertanggungjawabkan (ayo pak/bu pilih saya y) hohoho.

Jika ditanya kriteria dalam memilih buku bagi saya sendiri siy tidak ada kriteria khusus yang terpenting adalah isi buku itu mampu menginspirasi saya untuk berubah ke arah yang lebih baik, menambah wawasan maupun menginspirasi saya untuk mewujudkan cita-cita menjadi penulis hehehe. 

Sebagai perbandingan, di tahun 2015 saya memfavoritkan novel "Amba" karya Laksmi Pamuntjak. Tokoh dalam novel ini diberikan nama yang diambil dari kisah Mahabharata "Amba, Bisma& Salwa hampir mirip dengan kisah mahabharata kisah percintaannya namun berlatar belakang pergolakan G-30S PKI tahun 1965. Menguak bagaimana sejarah nyata Indonesia di masa itu, hal ini didapatkan penulis dengan melakukan riset terlebih dahulu sehingga konon katanya Mba Laksmi menyelesaikan novel dengan 500 halaman ini selama 8 tahun. Saya sebagai pembaca pun sangat terpukau dengan detail sejarah maupun tempat yang di ulas. Buku ini menginspirasi saya untuk mencari kebenaran mengenai sejarah Indonesia.

Auto Post Signature

Auto Post  Signature