Saat Menjadi Pengangguran

Rabu, 08 Juni 2016
Sebelumnya saya pernah posting tentang alasan untuk membuat surat pengunduran diri & ketika resign menjadi solusi. Resign menjadi solusi terakhir dari permasalahan yang kita hadapi di kantor. Beberapa diantaranya memilih "Sikap" bahwa mengundurkan diri adalah jalan terbaik untuknya meskipun ia belum mendapatkan pekerjaan yang baru.

Sebagai HRD tentu fenomena menyikapi karyawan yang memilih resign dengan berbagai alasan sangat menyedihkan. Pasalnya kami mesti mencari pengganti yang sesuai dan itu bukan hal mudah (curhat hahaha). Hanya saja saya tidak mampu untuk memaksakan kehendak agar mereka tetap bergabung. Kenyamanan tentu dirasakan oleh masing-masing individu dengan kadar yang berbeda satu sama lain.

Syukur-syukur si karyawan resign sudah mendapatkan pekerjaan yang baru sebelum resign tapi banyak pula yang sangat berani mengambil keputusan resign padahal belum memiliki pekerjaan yang baru. Kategori yang seperti ini yang menurut saya cukup mengambil resiko.

Menyandang status baru sebagai "pengangguran" tentu dirasakan berat oleh sebagian orang. Tak heran ada yang mencibir dan menyinyir. Sebagai mahluk sosial yang masih memiliki hati hehehe tak penting rasanya untuk mencibir kehidupan orang lain. Kita ga pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya sehingga mereka resign dan menjadi pengangguran. Justru sebagai mahluk Tuhan paling seksi rekan, sahabat, tetangga, teman yang baik kita bantu share info loker, kita kuatkan mental mereka untuk bangkit dan semangat mencari potensi dan pekerjaan.


Saya pernah menyandang "pengacara" (pengangguran banyak acara) memang beban yang dipikul lebih berat dari sekedar gelar "Jones" yang nempel. Ada saja yang nyinyir loh kok diem aza di rumah?bukannya uda sarjana? tanya seseorang tetangga yang menjengkelkan hahaha. Saudara pun sama, ih ko nganggur siy?terus mau ngapain? dan bla..bla..bla..segudang pertanyaan memojokkan.

Mencari pekerjaan memang susah-susah gampang, sekalinya dapat gaji tak sesuai, gaji sesuai lokasi kerja mesti sebrangi samudra, kerjaan enak bossnya ngeselin, bossnya baik rekan kerjanya nyebelin dan berbagai macam alasan yang bisa saja dibuat-buat. hahaha. Hal ini mungkin alasan dari mereka yang saat ini menganggur.

Ketika menjadi pengangguran tentunya kebiasaannya akan berubah, perubahan ini janganlah membuat kita menjadi malas. Malas dalam segala hal, karena tidak ada beban tanggungjawab masuk kantor maka tidur bebas dan sering begadang akhirnya siklus hidup (ceilah hahaha) berantakan. Bangun menjadi siang, malas untuk produktif lagi. Jangan sampai hal ini terjadi karena jika sudah membentuk kebiasaan akan sulit lagi untuk mengatasi kemalasan tersebut.

Meski pengangguran dalam arti bukan berstatus karyawan, saya masih bisa melakukan hal-hal yang tentunya mengasah kemampuan saya. Saat menganggur di zaman gadis belia dulu, saya mengisi hari-hari dengan mengikuti kursus komputer, mengasuh ponakan, searching loker di internet, mengikuti berbagai tes meski belum jodoh walau bolak balik keluar masuk satu kantor ke kantor lain, dan ada satu yang tak pernah saya tinggalkan membaca buku tetap saya lakukan.

Saya membiasakan tetap bangun pagi, menjalankan aktifitas layaknya saya kerja meskipun bedanya saya menjalani di rumah. Berbagai kegiatan yang saya lakukan tentunya membuat saya tidak kaget lagi ketika akhirnya saya diterima di perusahaan. 

Yang masih jadi pengangguran tetaplah produktif, jeli melihat peluang siapa tahu dari tangan dingin kita akan lahir lapangan pekerjaan. Jangan pernah menyerah, siapa tahu justru dengan menganggur membuat kita termotivasi untuk berinovasi.  Saya sendiri tak berbakat menjadi kreatif karena itulah dari sekian alasan saya memilih jadi Working Momy hahaha.

Apabila ada rekan, tetangga, kerabat, anak atau siapapun orang terdekat yang menganggur, apa yang mesti kita lakukan :

1. Berlapang dadalah menerima kehadiran mereka (lah emang mahluk kasat mata hahaha). Kebiasaan di kita orang yang menganggur selalu dipandang sebelah mata maka dari itu berdamailah dengan  mereka.

2. Jangan terus ditekan dengan pertanyaan kapan kerja?uda ngelamar lagi belum?hal ini malah membuat mereka stress yang bisa berujung kejahatan. Pernah lihat kan berita kemalingan dan pelakunya adalah pengangguran kelas berat. 

3. Terus semangati mereka karena mereka butuh dukungan bukan cibiran. Mental mereka sedang down bukan saatnya dijatuhi cibiran.

4. Berikan informasi seputar loker atau jobfair, kita juga aktif membantu mencari loker siapa tahu sesuai dengan harapan mereka.

5. Dan yang terakhir jangan lupa mendoakan yang terbaik untuk mereka. 

Pengangguran bukanlah akhir segalanya tetap jalanin hidup ini dengan usaha dan doa. 
Tetap Semangat ^^


sumber : berita.suaramerdeka.com


61 komentar on "Saat Menjadi Pengangguran"
  1. sangat inspiratif bangeeet mbaa :)
    dan keadaan saya saat inipun sedang dalam status pengacara "pengangguran banyak acara" :D , baru beberapa minggu yang lalu sy resign dr tepat kerja sy dan sampai saat inpun sy belom dapet pekerjaan hehee mohon doanyaa yaa mbaa :)

    kunjungan pertama sudah sangat menginspirasi, mari berkunjung ke beranda rumahku : www.faridaryany.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mba Farida sudah berkunjung. Semoga mendapatkan yang lebih baik tetap bersabar dan berdoa y mba :) jika sudah waktunya tentu pekerjaan idaman akan mencari kita, ketika kita berbakat maka orang lain yang justru mencari kita ^^

      salam kenal akan saya kunjungi blognya :)

      Hapus
  2. Kaya di tempat saya, setelah mengajukan surat resign kita harus nunggu 2 bln dulu baru boleh gak active. Peraturan kaya begini kadang bikin ingin kabur akan tetapi sangat rugi baik materi pun reputasi jika melakukan hal ini namun kalau terpaksa harus resign setelahnya harus siap2 menganggur dulu sampai nunggu dapat pekerjaan...sunggu peraturan perusahaan yang nggak fair tapi untungnya semua teman yang sudah berhasil resign lbih berhasil di bidang mereka yang baru. S

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuai dengan aturan UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 pasal 162 ayat 3 memang selambat-lambatnya 30 hari sebelum resign mengajukan surat resign mba. Iya sih klo 2 bulan terlalu lama juga jadi membatasi gerak y mba.

      Hapus
  3. Benar sekali, Mbak Herva, jika kita terus bertanya tentang pekerjaan kepada orang yang belum dapat pekerjaan, bisa jadi dia akan ngedrop dan minder, ya. Harus kita motivasi dan besarkan hatinya agar tetap semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pak Irham sayangnya seringkali yang kita temui justru sebaliknya mengecilkan mereka yang nganggur hehe

      Hapus
  4. Bisa kebayang posisi HRD ya mbak kalo ada yang mau resign :(
    Tipsnya menghadapi keluarga,teman atau saudara yang menganggur itu baik banget mbak. Emang nggak baik mereka dikucilkan.
    Barangkali jalan resign ini adalah terbaik dan bahkan *mungkin* pembuka rezeki lainnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Y mba Ranny takdir dan jalan hidup tiada yang tahu tugas kita patuh dan berusaha, makanya saling mengerti dan memahami bukan menjatuhkan :)

      Hapus
  5. iya, memang kalau lagi nganggur itu adaaaa aja orang yg nyinyir. Tp memang kita apa sih yg gak dinyinyirin ya :))) Udah kerja pun, pasti dinyinyirin, ih bagusan jg kerja yg dulu... ngapain brenti and so on... *been there done that*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyess mba hidup kita yg jalanin orang lain yang komentarin as always :))

      Hapus
  6. selalu support merek biar semangat menjalani hidup :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mesti mas mereka sedang butuh dukungan hehehe

      Hapus
  7. Aku pernah alami tuh, nganggur, setelah lulus kuliah hehehe.
    Sebenarnya kalau diisi kegiatan positif ya nggak masalah, hanya terkadang ortu dan lingkungan yang terganggu ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba kyknya dosa bgt klo kita ni nganggur abiz lulus kuliah hehehe

      Hapus
  8. Pertanyaan , kerja dimana? atau kenapa keluar? Masih sering terjadi ketika kumpul dgn keluarga besar. Mungkin maksudnya basa basi, tapi ya gimana lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe y mau ga mau berbesar hati nerima pertanyaan itu dan posthink sll :)

      Hapus
  9. Saya (mungkin orang2 juga) pernah merasa sangat insecure dengan fenomena ini. Dan, gambaran yang Teteh tulis ini sangat klop. Good article.

    BalasHapus
  10. "Mereka butuh dukungan", betul sekali itu mbak.. tapi jangan sampai terganti dengan "mereka butuh utangan". Duh meuni ngeri euy.. langsung linu tulang abdi mah. Maaf mbak, komentarnya jadi curcol

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha pengalaman pribadi y mba?yah namanya jg hidup mba saling tolong menolong makanya biar mereka yg nganggur ga ngutang kita juga bantu mereka cariin loker :)

      Hapus
  11. Biasanya sensitif ya kalo nanya kerjaan sama mereka yg blm dpt kerja

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba karena kebanyakan dari kita sukanya menilai dari kerjaan hehehe #curhat sayah

      Hapus
  12. Iya mbak betul, kita ambil contoh saja, ketika kita misalkan sudah kerja dan teman kita belum kerja, dan kita malah mencaci makinya dengan perkataan yang membuat dia malu atau sakit hati, dan kalau menurut saya sih sebaiknya dikasih tau kepada orang yang berlum kerja ada lowongan kerja tuh mau gak ?. Nah mungkin itu lebih enak didengan dan dilakukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul kang, bukan celaan yang mereka butuhkan tapi loker hehehe ataupun semangat agar mereka bisa jadi wirausaha :)

      Hapus
  13. Pengangguran terdidik dengan yang tidak terdidik lebih berat nanggung beban yang pertama ya hihi
    Kalo yang memutuskan untuk resign n hadi irt gimana mb, padahal dia sarjana #klasik ya huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama aza mba beban tanggungannya hehehe..
      itu mah lain cerita mba klo jd IRT, saya juga pengen kyk mba nita jd IRT tp blm saatnya *halahalesan :p

      Hapus
  14. Artikel yang sangat bermanfaat nih, semoga kita menjadi pengacara (pengangguran banyak acara) hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi kang Didik sudah berkunjung :)

      Hapus
  15. Hehehe..
    Mmang sih ya jdi pengacara g' prnah bner prasaan..
    Slaaaah mulu..
    Bagus artikelnya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya mari kita meluruskan pandangan itu hehehe..
      Terimakasih atas kunjungannya :)

      Hapus
  16. Artikelnya Bagus sedikit mengobati saya sbg pengangguran, faktor u susah sekali utk mendapat pekerjaan kembali. Disisi lain kebutuhan smakin mendesak terpaksa harus melakukan pekerjaan seberat dan sekasar apapun dengan membuang jauh jauh rasa gengsi. Dari yang tak biasa jadi kebutuhan. Terima Kasih motipasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesuksesan akan muncul di waktu yang tepat kang, jangan pernah berfikir untuk down tapi terus berusaha. Seperti founder KFC baru menemui kesuksesan di usia 88 tahun melalui jatuh bangun semoga terinspirasi ya.

      Hapus
  17. dulu saya juga gitu. selalu tertekan karna masalah belum kerja ditanya kapan kerja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga rasa tertekannya itu memicu untuk jeli melihat peluang :)
      Terimakasih atas kunjungannya :)

      Hapus
  18. Inspiratif. Saya juga pernah mengalaminya, setelah 11 tahun bekerja. Tetap berusaha, berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Kuasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu kuncinya adalah berdoa agar kita selalu punya keyakinan diri
      Terimakasih atas kunjungannya :)

      Hapus
  19. Kerennnn....oia mba info lokernya fong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk info loker di kantor saya cek di jobstreet yah PT. Namasindo Plas. semoga ada yang sesuai :)
      Terimakasih atas kunjungannya :)

      Hapus
  20. Kerennnn....oia mba info lokernya dong hehe

    BalasHapus
  21. Kereeennnnn....oia mba info lokernya dong hehe

    BalasHapus
  22. Kereeennnnn....oia mba info lokernya dong hehe

    BalasHapus
  23. Klo alasan resign krn pengen usaha yg blm jls gmn tipsnya?mksh sbelumnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang utama adalah keyakinan diri ketika kita optimis maka ada saja celah dan kesempatan untuk terus berusaha mengembangkan usahanya.
      Banyak usaha yang maju berawal dari nol asal yakin dan tahan banting. Semoga membantu
      Terimakasih atas kunjungannya :)

      Hapus
  24. Salam kenal mba, artikelnya keren. Mewakili perasaan saya hihi. Poin nomor dua itu yang sering bikin stres. Kapan kerja? Udah ngelamar lagi belum? Seolah-olah yang ditanyai hanya berdiam diri menunggu keajaiban. Padahal tanpa disuruh pun setiap kali ada loker terbaru dengan kualifikasi dan posisi yang cocok pasti di lamar. Tapi ya itu, kalau tes masih try again *baru kenalan udah curhat #maafkansayamba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Gilang salam kenal kembali ^^ terimakasih sudah berkunjung :)
      pertanyaan Kapan memang sll menjadi hal paling menyebalkan didengar ya ga hanya kapan kerja tetapi nanti akan menyusul kapan naik jabatan?kapan nikah?kapan punya anak hehe kalau uda begini wolesin saja hempaskan pertanyaan itu dari fikiran. Yang penting kita sudah berusaha ^^ *ditunggu curhatnya lagi hehehe

      Hapus
  25. Pengangguran bukanlah akhir dari segalanya. Nice! Thanks buat motivasinya.

    BalasHapus
  26. Sy juga baru rrsign 4 hari yg lalu dan itu membuat sy batin, dapat cibiran, di kucilkan dan yah pokokx ga enak bangetlah padahal mereka ga tau yg sebenarx. Saya hanya percaya sa Tuhan dan percaya sama diri sendiri suatu saat nanti sy akan dapat pekerjaan yg lebih baik dari sebelumnya amiin🙏

    BalasHapus
  27. Rezeki mah sudah diatur Allah ya mbak. Jaman sekarang susah dapat pekerjaan, yang sudah bekerja harusnya bisa bersyukur. Tapi memang daripada makan hati mending resign. Saya juga menggalau nih soal pekerjaan.

    BalasHapus
  28. Sy sdh lama resign. Tetapi untuk mendapatkan kerja kembali sangat sulit mengingat usia sudah dianggap tidak produktif.Lama lama stress mba....

    BalasHapus
  29. Pernah ngerasain "menjadi pengangguran" saat liburan kuliah yang lamanya 3 bulan. Menyiksa banget. Sekarang seneng banget bisa mengisi waktu liburan dan luang sambil ngeblog. Habis pulang kuliah, ngeblog. Seneng banget :')

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  31. terimakasih :)

    BalasHapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

Auto Post Signature

Auto Post  Signature