Jumat, 10 Agustus 2018

Blackmores Peduli Asupan Sehat Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui!

Tidak terasa kini usia baby Rayi sudah masuk 4 bulan dengan berat 7,8 kg, yang mana setiap bulannya alhamdulilah naik selalu.

Saat ditimbang di posyandu selalu jadi sorotan ibu-ibu karena Rayi terlihat sehat dengan perawakannya. Sehingga mengundang tanya apa gerangan yang Rayi konsumsi?

Tentu saja adalah ASI yang saat ini saya berikan. Beruntungnya ASI yang saya miliki deras. Meski saya bekerja tidak ada halangan bagi saya untuk mengASIhi Rayi hingga nanti usianya 2 tahun.

Beberapa rekan kerja juga banyak yang menanyakan apa rahasia saya bisa memiliki ASI berlimpah karena biasanya setiap saya pulang saya bisa membawa 4 kantong ASI dengan 100ml penuh. 

Kok bisa sih ASI-nya banyak?kamu makan apa?kamu minum apa?kasih tau dong caranya gimana? begitu pertanyaan yang sering terlontar.

Perihal pertanyaan tersebut saya berupaya menjelaskan jika saya sudah mempersiapkan sedari hamil. Bahkan colostrum ASI sudah muncul sejak usia kehamilan memasuki 7 bulan.

Masa-masa kehamilan selalu saya upayakan untuk penuhin asupan gizi tak hanya mempertimbangkan keinginan saya sendiri akan tetapi juga memikirkan cukup gizi untuk baby di perut.

Sejak kehamilan anak pertama maupun kedua saya selalu konsumsi makanan yang pas baik nutrisinya hingga porsinya ditambah lagi dengan asupan susu dan suplemen yang menunjang untuk kecukupan gizi sehat bagi ibu hamil.

Nah temans perlu diingat bahwa 1000 hari pertama kehidupan anak itu bukan dimulai sejak ia lahir namun dihitung sejak memasuki masa kehamilan loh.


Rabu, 08 Agustus 2018

Ngantor Segan, Nganggur Tak Mau

Hayo siapa yang saat ini merasakan hal sesuai judul diatas?"Ngantor Segan, Nganggur Tak Mau"?
Bekerja memang tidak melulu mengasyikan jika niat kita sudah berbeda sedari awal kita berkomitmen dengan perusahaan.

Di dunia kerja masih saja ditemui kasus-kasus karyawan yang ogah nganggur tapi kerja ga sesuai aturan. Pengennya cuman gajian doang *itu gue banget* LOL, tapi bagi saya pribadi kerja dikantoran itu ga melulu tentang gaji. ((pencitraan banget demi mendapat sanjungan pembaca blog)) wkwkwkwk


Dunia kerja ini penuh misteri sama seperti dunia lain kerap kali nemuin surprise yang ga terduga, tiba-tiba teman sendiri jadi atasan, tiba-tiba diri sendiri dimutasi padahal selalu pasang muka manut, tiba-tiba tembok toilet bisa bicara segala hosip yang dibicarakan di bilik toilet lalu bisa terdengar seantero kantor. Amazing nyak?itu tembok apa bibir orang yang baskom?


Yah begitulah lika-likunya menarik untuk diselami, ada yang ga kuat menahan tekanan bertubi-tubi dikantor, ada yang santey weh da kerja mah begitu hingga akhirnya terjadilah demotivasi yang menurunkan perfoma kerja. Sehingga istilah ngantor segan nganggur tak mau melekat dalam diri.

So, what happen at the office?

Banyak fenomena menarik untuk dibahas berkaitan dengan dunia kerja. Pengalaman pertama ngantor, pengalaman pertama presentasi depan boss, pengalaman dimarahin boss, pengalaman dijulidin kaum julidiyah di kantor, pengalaman punya boss baik atau sebaliknya, pengalaman punya rekan kerja nyebelin atau sebaliknya.

Semua menjadi guru pembelajaran bagi saya, bagaimana akhirnya saya bisa menjadi pribadi yang tangguh hadapi itu semua. Kalau dikit-dikit saya baper dengan segudang masalahnya tentu saja dikit-dikit saya resign dan bakalan jadi job seeker alias pengangguran terus.

ngantor-segan-nganggur-tak-mau
Add caption

Sabtu, 04 Agustus 2018

Jurus Ampuh Mengurangi Stres Pada Working Mom Dengan Faber Castell Colour To Life

Menjadi ibu bekerja dengan dua anak itu seperti saat saya naik tornado di Dufan. Semua rasa bercampur aduk. Nada suara dari alto sampe sopran bisa terus keluar dalam satu waktu. Namun kondisi ini terjadi jika saya sedang berperan di rumah.

Bagaimana jika saya dikantor?belum tentu saya bisa mengekspresikan semua emosi bahkan nada suara saya pun bisa saja flat di nada alto terus. Pencitraan banget?bukan pencitraan temans tapi di kantor saya sudah memiliki peran yang berbeda.

Terlebih ada di divisi HRD yang konon katanya menjadi contoh buat karyawan lain. Tsaah berat?berat banget Dilan aja ga bisa rasain ini!

Berkutat dengan dunia kerja yang sudah saya selami bertahun-tahun ini masih saja bisa menimbulkan stres. Terlebih saya ini baru melahirkan anak kedua. Yang mana suasana hati masih belum stabil.

Ibu yang baru saja melahirkan itu memang masih sensitif bawaannya. Dan bisa saja mengalami stres bahkan parahnya bisa jadi depresi. Tidak hanya saat di rumah saja penyebab stres muncul, di kantor tentu saja saya dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang bisa berujung stres.

Hal Yang Menjadi Pemicu Stres Bagi Saya

Tuntutan Pekerjaan 

Terhitung akhir bulan juni tepatnya setelah libur lebaran kemarin, selepas masa cuti melahirkan habis saya kembali lagi masuk bekerja.

Tentu saja mengawali kerja setelah 3 bulan cuti membuat saya menjadi kaku saat berhadapan kembali dengan setumpuk aktivitas pekerjaan.

Banyak hal yang membuat saya jadi tertekan, rasanya kok hal sepele saja bikin saya cepat bete. Sebagai contoh saya lupa semua password aplikasi, tiba-tiba lost begitu aja dalam memory.

Ruwet dan kesel menjadi satu, bawaannya mangkel terus karena merasa semuanya terhambat. Sementara tuntutan pekerjaan terus meraung-raung menanti saya bisa selesaikan dengan segera.

cara-ampuh-hilangkan-stres-pada-ibu-bekerja


Satu minggu pertama bekerja pasca cuti, saya sudah dikejar target asssesment untuk promosi 2 jabatan sekaligus. Dimana report hasilnya harus segera mengingat kebutuhan yang sangat mendesak.

Menulis hasil report assessment itu membutuhkan penghayatan dan waktu yang lumayan menyita terlebih saya harus menerjemahkan terlebih dahulu respon peserta assessment ke dalam level kompetensi.

Sungguh hal yang bikin saya stress sendiri menghadapi hal demikian. Tak berhenti sampai disana, Memasuki bulan juli kembali saya harus menghadapi lagi tantangan baru diluar pekerjaan saya.

Rekan saya di divisi HRD hendak cuti melahirkan dan telah disepakati jika saya yang akan menghandle secara temporary sebagian pekerjaan rekan saya tersebut.  

Bagi saya ini satu tantangan yang bisa jadi pemicu stress, apa pasal?karena selama bekerja saya belum pernah sama sekali menyentuh pekerjaan rekan kerja saya tersebut.

Kamis, 02 Agustus 2018

Ambil Uang Di ATM, Uang Tidak Keluar Saldo Berkurang?Bagaimana Solusinya?

Sesuai dengan judulnya kali ini saya mau curhat. Sudah 2x saya mengalami yang namanya tarik tunai di ATM BNI uangnya ga keluar tapi saldo berkurang.

Sedih ga sih?sedih bangetlah kesel pokoknya apalagi pas ngambil ditanggal rawan jauh dari gajian. Tiba-tiba ga keluar mimpi apa kusemalam.

Kisah pertama saya mengalami kejadian ini ketika tahun 2013, saat itu saya sedang hamil Neyna dan sudah cuti buat melahirkan. 

Pagi yang cerah itu saya niatkan berkegiatan ke salon mengisi waktu luang dan juga buka puasa. Saya pengen potong rambut sekaligus keriting bulu mata. Ealah ganjen amat bumil yak!

Sepulang dari salon, saya mampir ke Cimahi Mall. Karena uang cash habis so saya pergi ke ATM center terlebih dahulu.

Tidak ada firasat buruk atau apapun, dengan penuh keyakinan saya tarik tunai di ATM sana. Inilah kali pertama saya merasakan uang tidak keluar. Proses di ATM-nya lama banget sampe saya tekan-tekan tombol cancel baik kartu maupun uang tidak satupun keluar.

Beberapa menit kemudian akhirnya kartu ATM-nya bisa keluar, saya pun langsung cek saldo ATM via sms banking di HP. Setelah cek saldo beneran berkurang sesuai dengan nominal yang hendak saya ambil. 

Ibu hamil langsung lemes dengkul ga jadi belanja lalu saya bergegas ke BNI Jl. Perintis Kemerdekaan di Cibabat. 

Waktu itu, hendak libur lebaran dan kalau tidak salah bank sudah tutup dari siang. Pas kejadian sudah pukul 2 siangan karena saya pulang kerumah dulu ambil buku tabungan lalu ke BNI. 

Naas sesampainya di BNI sudah tutup, bulak balik pake ojek ternyata tidak menghasilkan. Sungguh pilu hati bumil.

tarik-tunai-saldo-berkurang

Selasa, 31 Juli 2018

Dokumen Penting HRD Aman Dengan Scanner Brother!

Bekerja di ranah HRD sudah menjadi pilihan saya sejak lulus kuliah. Kiranya saya bekerja sudah hampir 9 tahun. HRD sendiri banyak lingkupnya sementara saya terspesialisasi di dunia dalam berita rekrutmen, assessment sesekali terjun dalam training.

Tahukah temans sebagai orang HRD, saya mengakui belum paperless *dulu* banyak sekali file lamaran menumpuk, belum lagi berkas calon karyawan yang baru masuk dari kelengkapan identitas mulai fotocopy KTP, fotocopy NPWP dan segambreng kelengkapan berkas sebagai karyawan baru masuk.

Tidak hanya itu saja sebagai seorang assesor saya harus banyak menyimpan file-file berkas hasil jawaban para peserta yang segambreng. Bisa dibayangkan hidup saya dibayang-bayangi dengan kertas. 

Apabila saya sedikit saja teledor menaruh berkas penting, hajat hidup orang banyak menjadi pertaruhannya. Tentu saja ini menjadi hal yang selalu saya khawatirkan sepanjang saya bekerja.

Tak hanya itu, jika hasil tes misalnya salah taroh kemudian diangkut sama OB wasalam deh kelar banget calon karyawan yang sudah saya tes tidak memiliki kesempatan untuk bergabung hanya persoalan yang teledor dari recruiternya.

Kejadian fatal yang paling membekas dalam ingatan saya adalah saat saya intake data untuk kebutuhan assessment beberapa waktu lalu. Dalam assessment karena memang multi assessor yang ikut ambil bagian maka diputuskan agar berkasnya tidak tercecer selepas intake harus dikumpulkan dahulu di saya.

Singkat cerita, saat saya dan rekan assessor hendak meeting membahas penilaian kompetensi salah satu peserta AC (assessment center) ternyata salah satu berkas hasil Assessment centernya hilang. Seingat saya sih sudah diberikan kepada assessor lain untuk dikaji ratingnya.

arsip-dokumen-hrd

Senin, 30 Juli 2018

Ngantuk Pas Kerja?Cobain Deh Beberapa Hal Ini!

Halo temans apakabar semuanya?semoga sehat-sehat yah apalagi mendekati tanggal gajian nih pasti langsung pada seger matanya maupun dompetnya.

Ngomongin seger mata nih jadi ingat kejadian baru kemarin dimana mata saya tiba-tiba ngantuk pengen merem aja gitu padahal lagi kerja. 

Saking ngantuknya pas rekan kerja saya nanyain data dan menghampiri saya untuk melihat data dileptop. 

Ga sadar kepala saya nyender ke Sys box yang ada di meja kerja lalu saya terlelap begitu saja. Sumvah yah emak-emak ini emang bikin malu. wkwkwk

Ga tau deh rekan kerja saya juga ngomong apa?saya juga ga dengar wong saking ngantuknya.

Merasakan ngantuk saat kerja itu paling ga enak. Lain cerita, pernah saya interview calon karyawan yang saya jadwalkan interview selepas makan siang.

Kata orang perut kenyang itu larinya ke mata!

Dan benar saja rasa kenyang ditambah sayup-sayup dinginnya AC bikin mata asa dihiliwir gitu, ngantuknya ga ketahan lagi meski saya cubit-cubit paha sendiri tetap mata saya pengen terpejam.

Hasil akhirnya saya beneran lost data mengenai kandidat yang saya interview sedih banget ga bisa interpretasi kompetensi yang dia milikin gara-gara saya ga bisa nahan kantuk. 

Fatal banget bukan?makanya di jalan juga kalau pas nyetir ngantuk mendingan melipir dulu istirahat daripada mencelakakan ga hanya diri sendiri tapi orang lain bisa kena imbasnya.



Jumat, 20 Juli 2018

Petenis Indonesia Siap Berkompetisi Dalam Ajang Combiphar Tennis Open 2018

Siapa tak mengenal olahraga yang menggunakan raket besar serta bola pantulnya yang dulu zamannya saya kecil sering digunakan untuk bermain lempar-lemparan.

Perkenalan tenis bagi saya dimulai waktu saya masih duduk di kelas 4 SD. Kala itu tiada angin tiada hujan bapak memutuskan cabang olahraga ini sebagai salah satu rutinitas yang akan dijalankan bersama temannya.

Saya pun heran melihat bapak yang pindah haluan dengan memilih tenis sebagai hobi barunya. Padahal sedari dulu bapak dikenal sebagai atlet catur. Turnamen catur sering diikutinya bahkan sudah menjuarai beberapa kejuaraan.

Tahun 90-an saya mengenal Yayuk Basuki sebagai petenis Indonesia yang handal. Fikir saya dulu bapak terinspirasi juga dari Yayuk Basuki sehingga menggeluti olahraga ini.

Meskipun demikian akhirnya saya pun jadi tau betapa beratnya raket tenis dan betapa susahnya memukulkan bola tenis melambung dan memantul sedemikian rupa. 

Sempat satu waktu bapak latihan didalam rumah, dulu rumah kami cukup luas. Bapak latihan di ruang makan dengan memantulkan bola tenis ke tembok. Sayangnya pukulannya tak terarah sehingga memecahkan bingkai foto dan itu foto saya ketika masih kecil.

Kejadian itu membuat almh.ibu ngomel dan bapak tak lagi latian di rumah. Tak berapa lama juga akhirnya bapak gantung raket alias berhenti main tenis. Tak jelas alasannya namun yang pasti bapak tidak berbakat di dunia tenis.

Begitulah kenangan tenis dalam ingatan saya. Darah olahraga tak setetespun menurun pada saya padahal kalau ditekuni bisa jadi saya ini penerus Yayuk Basuki hahaha.

combiphar-tennis-open-2018


Bagaimana dengan keadaan tenis saat ini?hayo pada kenal ga sama petenis Indonesia zaman now ga?
 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design