Senin, 16 April 2018

Kapan Sebaiknya Mulai Menyetok ASIP?

Apakabar temans semuanya?semoga sehat-sehat yah..alhamdulilah akhirnya saya bisa kembali menulis lagi setelah pulih pasca melahirkan. yeay 😁 

Biasanya setelah melahirkan maka tugas seorang ibu bertambah yakni meng-ASI-hi alias menyusui. Banyak sekali tantangannya apalagi jika ada yang seperti saya menjadi ibu bekerja, tentunya perlu komitmen dan manajemen dalam mengatur ASI yang hendak diberikan kepada buah hati.

Sehari setelah melahirkan dengan proses SC 2 minggu lalu, saya sempat khawatir banget karena tiba-tiba colostrum kok ga nongol-nongol padahal baby Rayi udah menanti sejak semalaman.  Namun kekhawatiran saya sirna, Alhamdulilah tidak butuh waktu lama akhirnya ASI saya keluar dengan deras. *The power of Doa*

3 hari setelah kelahiran Rayi, saya sudah mulai memompa. Kok bisa?pasalnya ASI saya alhamdulilah deras banget daripada kebuang-buang dan membanjiri baju mending saya perah. Awal memerah masih sekitar 50 ml sekarang sekali perah bisa sampe 180 ml. 

Untuk memerahnya sendiri belum terhitung secara pasti karena jika saya menyusui Rayi disatu payudara maka payudara yang satunya secara otomatis langsung menetes juga. Kalau dibiarkan begitu saja bikin baju basah dan meninggalkan aroma yang hmmm semliwir bau banget bikin saya ga betah.



Kamis, 29 Maret 2018

Mengenang Merk Sepatu Semasa Sekolah..

"Bun, beliin sepatu yang gambar princess atau little pony yah" rengek Neyna suatu hari. 

Sepatu sekolah buat anak zaman now itu bermacam-macam modelnya pokoknya lucu pake banget. Dengan berbagai merk sepatu yang bikin saya bingung apalagi kalau harga sepatu anak itu bisa lebih mahal dari sepatu emaknya *kekepin dompet emak 😁.

Zaman saya sekolah dulu sepatunya itu lebih ke model sport gitu bahkan ada sepatu yang sudah ditentukan dari sekolah model dan merknya.

Selama sekolah saya hanya mengenal beberapa merk sepatu dan memilikinya setiap tahun ajaran baru pasti ganti.


Kalau saya runtun nih dari masa ke masa selama sekolah saya, berikut beberapa merk yang saya kenal dan pernah memilikinya. Apa sajakah itu?

Selasa, 27 Maret 2018

Rahasia Tetap Aktif Selama Hamil Besar

"Bu sudah berapa bulan?kok saya lihat ibu seger banget dan tetap aktif selama hamil" 

Begitu tanya security ketika melihat saya pagi-pagi sudah mengunjungi pos security untuk mengecek keberadaan paket. 

"sudah mendekati waktunya pak doakan yah" begitu jawab saya

Seringkali saya mendengar kalau sudah masuk trimester ketiga apalagi orang lain melihat perut saya sudah besar banget dan terlihat turun maka banyak yang sering mengatakan jangan ngapa-ngapain "bahaya" nantinya.

Memang diakui selama masuk trimester 3 ini, orang-orang yang melihat saya merasa ngeri *ya kali saya monster* hahaha.

Meski konon katanya kalau lagi hamil itu jangan begini - begitu, jangan kecapean, pokoknya banyak sekali pantangannya. Tapi saya tetap melakukan aktifitas rutin yang sudah biasa dilakukan.

Agak berat sih kalau harus selalu menuruti mitos yang beredar betul yah temans?namun bagi saya menjalani kehamilan itu memang harus fun dan jangan merasa terbebani sehingga menghalangi segala aktifitas yang biasa saya lakukan.

Namun tentunya dibalik ke-aktifan saya selama hamil ada beberapa hal yang saya lakukan dan saya perhatikan saat bekerja selama hamil ini. 


Mau tahu gak rahasia senantiasa aktif dan segar memasuki kehamilan trimester ketiga ini?

ini dia rahasianya :

Jumat, 23 Maret 2018

Ekspektasi Vs Realita Rutinitas Sebelum Tidur

Temans, biasanya kegiatan apa yang sering dilakukan sebelum tidur malam?saya yakin pasti setiap orang berbeda-beda dalam melakukan aktifitas menjelang tidurnya karena tentunya kita punya tujuan yang berbeda-beda.

Kalau saya sendiri ditanya kebiasaan yang saya lakukan sebelum tidur tujuannya untuk apa?pengen dapet tidur yang berkualitas sehingga selalu sehat dan utamanya "Still Young Forever" huahaha. Tapi rutinitas itu ternyata butuh effort yang gede loh.

Why oh why?karena Malas padahal malas itu penyakit yah temans. duh. 😓

Ribetkah ritual sebelum tidurnya?dibilang ribet sih enggak juga cuman emang pada dasarnya saya pribadi saja kadang komitmennya turun naik kayak harga bawang di pasar.


pict fr Pixabay
Namun ada beberapa rutinitas yang memang tak boleh saya tinggalkan alias hukumnya wajib. Apasajakah itu?

Kamis, 22 Maret 2018

Biaya Pemeriksaan Kehamilan Dokter Vs Bidan di Cimahi

Halo semuanya apa kabar?semoga senantiasa sehat yah. Kali ini saya mau berbagi info mengenai biaya pemeriksaan kehamilan di Cimahi. 

Sekedar informasi buat temans yang sedang atau ingin merencanakan kehamilan sehingga ada gambaran berapa budget yang harus dipersiapkan meskipun kita tahu Alloh sudah jamin rezeki setiap makhluknya betul yah?

Jika temans yang memiliki BPJS tentunya biaya periksa kehamilan tercover namun ada beberapa catatannya. Begini pengalaman saya selama memeriksakan kehamilan di Cimahi.

💝 Periksa Kehamilan ke Dokter Kandungan

Kali pertama memeriksakan kandungan saya memilih mendatangi Rumah Sakit Cahya Kawaluyan Kota Baru Parahyangan, setelah pencarian kesana kemari dokter kandungan perempuan alhamdulilah berjodoh kembali dengan Dr. Irnawati Muhadji, Spog yang sebelumnya menangani saat saya hamil dan melahirkan Neyna.

Saya periksakan kandungan pada hari sabtu sebelumnya saya contact customer service pihak RSCK untuk mengetahui jadwal praktek Dr. Irna. Bersyukur sekali sabtu pukul 10.00 -13.00 wib beliau praktek. Jadi bisa diantar akang suami dan Neyna.


Pasien yang hendak periksa cukup banyak bahkan saya harus menunggu lama ketika memeriksakan pertama kali. Untuk biaya periksa kehamilan di RSCK terhitung tahun 2018 ini sebagai berikut :

Selasa, 20 Maret 2018

Anakku Bukanlah Aku Dan Aku Bukanlah Anakku...

Tahun lalu saya sempat menuliskan tentang kisah seseorang yang menjadi korban ambisi orang tuanya karena itulah saya tuangkan disini Mengapa Harus Berambisi?. Hasil dari interview seorang karyawan yang dilema mengikuti keinginan pribadinya atau ambisi orangtuanya.

Hasil akhirnya si karyawan tetap resign keyakinannya membahagiakan orang tua lebih baik dibandingkan dengan meneruskan apa yang ia sukai. Cerita ini tentu sering kali kita dengar, rasanya sebagai pendengar saya gemas kepada orang tuanya MENGAPA sedemikiannya?hingga tak memikirkan apa, bagaimana dengan kondisi dan situasi anaknya.

Lalu apa yang terjadi dengan saya?saat ini saya sudah menjadi orang tua, putri sulung saya Neyna bahkan sudah sekolah. Sebagai orang tua saya senang dengan kemampuan saya yang mampu memberikan pendidikan untuk anak sesuai dengan KEINGINAN saya.

Karena itu pada awal bersekolah saya meminta pendapatnya apakah ingin sekolah?dan jawaban anak saya ia mau untuk sekolah tak hanya sekolah RA akan tetapi juga sekolah ngaji. Saya merasa senang dengan keputusan dan keinginannya yang sesuai juga dengan harapan saya.

Mendidik anak tak semudah yang saya bayangkan dari teori yang pernah terjejali selama masa kuliah maupun seminar parenting yang pernah saya ikuti. Dalam teori maupun pengalaman narasumber di seminar parenting terasa mengalir begitu saja. Nyatanya dalam kehidupan saya semuanya tak semulus teori maupun pengalaman narasumber yang dibagi kepada audience.

Pengennya serba ideal namun nyatanya proses mendidik anak bagi saya itu sulit pake bingits.😓😓

Jumat, 16 Maret 2018

Dahsyatnya Berdoa...

Tahun 2016 silam, iya saat saya memenangkan lomba menulis review buku dan berhadiah jalan-jalan ke Kuala Lumpur mau tak mau saya yang emang belum pernah ke luar negeri jadi mengharuskan saya untuk membuat paspor. 

Mengurus paspor bagi saya memberikan moment yang membuat saya mengerti tentang kekuatan doa. Kok bisa?begini ceritanya...

Pagi itu di minggu ke-3 bulan November 2016, saya menuju kantor imigrasi. Saya memilih berangkat habis solat subuh karena saya ingin menyelesaikan urusan pembuatan paspor yang sebelumnya ditolak mentah-mentah karena E-KTP saya ga ada. Dan pagi itu adalah kali kedua saya kembali ke kantor imigrasi.

Sambil menunggu kantor buka, saya berdiri persis depan pintu masuk. Sebelah saya berdiri seorang perempuan paruh baya dengan penampilan yang sederhana. Rambutnya pendek menggunakan blazer kuning dengan tas selempang yang ia gantungkan dilehernya.

Tak lama kemudian ia menyapa saya "adik mau kemana membuat paspor?" (duh GR banget dipanggil adik) Saya tersenyum dan menjawab "hendak ke Kuala Lumpur ibu, kalau ibu mau kerja kemanakah?" (sungguh saya mengira ia calon TKW) >> ga sopan 😂.

Ia tersenyum dengan pertanyaan saya dan menjawab "saya hendak perpanjang paspor dik" belum lengkap ia menjelaskan perihal perpanjangan paspornya, Petugas keamanan kantor imigrasi menyuruh kami untuk menunggu di dalam dan akhirnya kami berdua masuk sesuai perintah.

Kami pun duduk di kursi tunggu, lalu melanjutkan kembali percakapan yang tertunda sebelumnya. Ia mulai memperkenalkan dirinya. Tante Lince begitu ia mengenalkan dirinya. Mulailah ia menceritakan mengapa ia harus perpanjang paspor.


 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design