Rekomendasi Eyeliner Murah Dan Tahan Lama Untuk Working Mom

2/14/2019
Sebenarnya agak maju mundur mau nulis postingan ini karena saya bukan penyuka make up. Sedari dulu urusan make up saya sih sederhana ga aneh meski dulu ada keinginan pengen buka make up ala-ala sayangnya saya ga lulus pas kursus make up LOL.

Saya ini terbilang simple untuk urusan make up, touch up pun sekali saja di rumah jadi ga pernah bawa peralatan make up kemana-mana. So, yang pernah ketemu saya pasti ga heran semakin siang muka saya semakin hinyay ga keruan :D

Well, peralatan make up apa saja yang saya miliki?yang tersedia di laci meja rias cuma ada Sunscreen, Skin care, Lipstick, Blush on (jarang pake kecuali kalau ada acara formal) dan Eyeliner.

Dulu sih ketika saya masih pake soft lense saya sering menggunakan Maskara, sejak memutuskan berkacamata sudah tidak lagi stock maskara.

Dikit yak peralatan lenongnya?iya karena kalaupun punya saya ga bisa makenya *ngakak sendiri. Sampe pernah nih teman yang punya usaha MUA gatel pengen make over muka saya alias didandanin gitu. 

Selama ini make up cetar pas acara pernikahan aja itupun pernikahan saya sendiri, kakak dan ipar selebihnya ya uda sebisa saya doang :p

Kali ini saya mau bahas tentang Eyeliner yang murah dan tahan lama, cocok nih buat working mom yang ga suka touch up terus-terusan seperti saya. 

Sedikit cerita nih, kali pertama menggunakan Eyeliner itu sekitar tahun 2012-an dan sukses bikin saya dibilang kayak Dedy Cobuzier zaman old >> ngajak berantem kan yang ngomong tapi dipikir-pikir lucu juga saking ga bisa pake eyeliner. 

Awal punya eyeliner itu merknya Stylo keluaran Oriflame harganya kalau ga salah sekitar Rp 80.000-an. Lumayan setia pake eyeliner ini karena teman sendiri yang jual jadi yah saya beli ke dia.

Setelah menikah berhubung saya di Bandung, saya mulai kesulitan kalau repeat order karena butuh waktu kan si eyeliner sampe ke tangan saya. Dari situ saya mulai searching sendiri eyeliner yang pas dengan kondisi saya.


Review Eyeliner Dengan Harga Di Bawah 50 Ribu, eyeliner murah berkualitas, review eyeliner wardah, review eyeliner maybelline, review eyeliner QL

Pengalaman Mengobati Bronchitis Di Klinik Yudisman Cimahi

2/13/2019
Apakabar temans sekalian semoga sehat selalu yah, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya saat bronchitis kambuh lagi setelah sekian lamanya.

Terhitung 3 (tiga) hari saya tidak masuk kantor dengan alasan sakit. Dan saya sendiri tidak menyangka penyakit yang sudah lama sekali saya derita ternyata si kumannya bangkit kembali ini lebih menyeramkan dari Suzanna bangkit dari kubur loh.

Sejak menikah dan punya anak, sakit saya ga jauh palingan flu atau radang tenggorokan yang membuat suara saya selalu serak. Dan masih bisa sembuh bila saya hanya konsumsi obat biasa.

Akhir bulan januari silam, aktifitas saya sedang padat-padatnya hingga saya sendiri mengabaikan alarm tubuh yang sudah memberikan sinyal kalau saya harusnya bisa istirahat.

Saya sudah terkena flu dan batuk dari bulan kemarin, awalnya saya diamkan namun tidak kunjung sembuh dan tepatnya tanggal 21 Januari 2019 saya pergi ke dokter Faskes Pertama. Sembuhkah saya?tidak malah terus-terusan batuk hingga bulan februari ini.

Puncaknya adalah jumat minggu lalu, saat saya di kantor tiba-tiba dada bagian kanan itu sakitnya luar biasa. Saat saya batuk dan bernafas panjang itu sakit bahkan ketika saya sholat pun rasa nyeri tak tertahankan lagi. 

Segera saya WA akang suami minta izin sepulang kerja mampir ke dokter faskes pertama kembali. Melalui pemeriksaan dokter faskes pertama, diagnosa yang diberikan adalaha saya hanya batuk saja tidak ada diagnosa aneh bahkan menurutnya paru-paru saya normal. 

Saya merasa lega dan pulang dari klinik dengan mengantongi sejumlah obat. Sayangnya bukan membaik, rasa nyeri di dada kanan semakin sakit bahkan batuk saya pun semakin menjadi tiada henti.


Berobat di Klinik Yudisman Cimahi, mengobati bronchitis di klinik Yudisman, bronchitis kambuh saat menyusui


4 Hal Penting Yang Harus Dihindari Dalam Membangun Usaha Sendiri

2/12/2019
Membangun usaha merupakan impian saya dan suami sedari dulu. Saya memang selalu punya niatan suatu hari mengelola usaha sendiri meskipun saat ini saya masih aktif sebagai seorang karyawan di kantor.

Tak bisa dipungkiri, punya usaha itu memberikan kebebasan saya dalam memanajemen usaha tersebut. Siapa sih yang tidak senang punya usaha sendiri dimana yang jadi Boss adalah saya, punya aturan yang bisa dibuat sendiri, bisa kelola karyawan sendiri.

Dengan berbagai pertimbangan, Alhamdulilah akhirnya bulan Agustus tahun 2018 silam berdirilah usaha kami "Joeragan Ice Cream". Jauh sebelum Joeragan berdiri, akang suami sudah punya usaha Warnet pada tahun 2010 namun harus tutup tahun 2016.



Perlu temans ketahui untuk merintis usaha kuliner Joeragan Ice Cream ini tidaklah semudah yang saya dan akang suami bayangkan diawal perencanaan. Banyak hal ternyata diluar dugaan yang tentu saja butuh effort luar biasa agar usaha baru ini bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Dan utamanya adalah butuh keberanian yang kuat untuk memulai bisnisnya meskipun bisnis kecil yah temans. Karena memulai bisnis baru bagi pemula seperti saya tergolong sulit.

Nah kali ini saya mau kasih tips yang wajib temans ketahui untuk memulai suatu bisnis baru sesuai dengan pengalaman yang telah saya alami. 

Harapan saya sendiri dengan menceritakan pengalaman ini bisa menjadi satu manfaat buat temans yang memang punya niat membangun bisnis baru dibidang apapun.

Sebab membangun bisnis apalagi dengan modal yang lumayan seperti yang saya lakukan itu butuh sekali perencanaan yang matang. Akan sangat disayangkan apabila ternyata ada yang mau membangun usaha tetapi kurang serius dan pengetahuan bisa berujung kerugian.

Tak jarang juga ada yang memilih untuk menggunakan jasa konsultan, namun itu tidak saya lakukan berhubung modal yang saya miliki bisa dikatakan PAS.

cara membangun usaha sendiri, merintis usaha sendiri, hal yang perlu diperhatikan saat membangun usaha sendiri

Serius Si Kutu Loncat Jadi Blacklist HRD?

2/11/2019
Temans, pernah dengar istilah "Kutu Loncat"?eits ini bukan si kutu kecil yang doyan nyedot darah di kepala dan mengakibatkan gatal-gatal yah.

Jadi, kutu loncat itu adalah istilah buat seseorang yang tidak bertahan lama kalau kerja. Misalnya nih baru aja 3 bulan eh dia udah resign dan pindah ke tempat lain dengan jabatan yang bisa saja melebihi dari jabatan sebelumnya atau sama saja.

Kira-kira seperti itu gambarannya?nah kali ini saya mau ulas benaran ga sih kalau si kutu loncat selalu diblacklist sama HRD?

Menurut temans gimana?

Generasi Y Termasuk Golongan Kutu Loncat


Cung sapa yang masuk kategori Y?saya sendiri masuk generasi Y dan saya pernah melewati masa kerja cuman 8 bulan.

Alasannya BOSAN ga ada tantangan sama sekali. Tapi dari kacamata saya pribadi 8 bulan sih termasuk lumayan dan itu terjadi sekali doang selebihnya saya baru pindah 2 kantor saja.

Kebanyakan alasan mengapa generasi Y itu kutu loncat hampir sama dengan saya loh yakni bosan. Yang pernah saya baca juga nih generasi Y itu kurang loyal dalam masalah pekerjaan karena mereka si generasi Y suka sekali tantangan.

Jadi, coba deh temans mulai mikirin selama ini termasuk kutu loncat atau kutu kupret bukan?

pendapat HRD tentang kutu loncat, benarkah Kutu loncat tidak disukai?, review buku Jane si Kutu Loncat


Bijak Menggunakan Kartu Kredit Yuk, Kasihanilah HRD!

2/01/2019
Siapa pengguna kartu kredit?pasti diantara temans pembaca ((setia)) blog ini ada yang pengguna aktif kartu kredit. It's okay temans saya tidak akan men-judgement apapun tentang hal itu. Karena saya yakin temans semua punya tujuan dan pilihan masing-masing. 

Tapi satu hal yang ingin saya tekankan adalah "Bijak Menggunakan Kartu Kredit serta Bertanggung jawablah atas penggunaannya!"

Sifat manusia si yah lumrah terlena dengan meningkatnya gaya hidup kekinian, terpukau dengan indahnya rumput tetangga, terbakar nafsu melihat kemewahan dunia (berat coy). 

Namun pada akhirnya itu semua tidak ada harganya saat apa yang mati-matian dipenuhi terganjal dengan namanya lari dari tanggung jawab.

Postingan kali ini semoga bisa diambil pelajarannya, karena saya selalu menekankan pada beberapa tulisan di blog ini untuk mengambil sesuatu yang bermanfaat dan syukur-syukur bisa kasih insight buat temans sekalian.

Mudahnya Pengajuan Kartu Kredit





Banyak pihak bank yang sering menelepon saya meminta konfirmasi data karyawan. Apakah si X bekerja di sini?berapa lama si A bekerja di sini?sudah jadi karyawan tetap atau belum?

Pertanyaan-pertanyaan meyakinkan untuk menyamakan apa yang dituliskan si karyawan sesuai dengan data yang dimiliki oleh HRD.

Apabila saya tanyakan untuk kebutuhan apa bertanya-tanya seperti itu?jawaban yang paling sering saya dapatkan adalah PENGAJUAN KARTU KREDIT.

Saya sendiri punya atau tidak kartu kredit?tentu TIDAK punya. Jujur saya juga ga tahu persis bagaimana prosedur dalam pengajuan kartu kredit sehingga banyak sekali pihak bank yang menanyakan perihal data karyawan ke HRD.

Iyes inilah side job saya sebagai HRD memberikan informasi tentang data karyawan yang hendak pengajuan kartu kredit, pinjaman hingga KPR. 

bijak menggunakan kartu kredit, curhatan HRD , terjerat hutang kartu kredit, jangan bermegah-megahan