Ibu Bekerja Tak Gentar Jadi Pejuang ASI

Sabtu, 30 Juli 2016
Mendengar ada Pekan ASI Dunia saya jadi teringat dengan usaha saya demi meluluskan 2 tahun menyusui meskipun saya menjadi ibu bekerja. Tepatnya 08 Agustus 2013 saya resmi menjadi Bunda dari seorang putri bernama Hasna Nameera. Setelah perjuangan selama 30 jam akhirnya bertemulah saya dengan Neyna (panggilan kesayangan saya). Berhubung RS Hermina Pasteur pro ASI maka setelah Neyna lahir lalu ada IMD (inisiasi menyusui dini) jadi Neyna langsung didekapkan dengan saya untuk mencari puting. MasyaAlloh dia langsung menemukan sumber penghasil ASInya.  Bikin saya yang lemes jadi tambah gemeteran liat pemandangan itu.

Lahir pukul 09.00 pagi setelah itu saya dibawa ke ruangan rawat inap, saya yang tidak tidur beberapa hari akhirnya terlelap hingga pukul 19.00 wib dan dibangunkan suster di minta untuk pompa ASI menggunakan breastpump listrik entah kenapa saat itu ASI saya yang keluar hanya sekitar 20ml sampai saya pencet dan perih rasanya tetap hanya segitu ASI yang keluar. Padahal semasa hamil Colostrum saya uda sering rembes. 

Keesokan harinya ketika Neyna sudah satu ruangan dengan saya, ternyata ASI saya Alhamdulilah berlimpah ruah apalagi payudara yang kanan, saking derasnya membuat Neyna tersedak dan banjir ke bagian lehernya. Doa saya diijabah untuk mendapatkan ASI berlimpah, senang sekali rasanya. Berhubung saya bekerja maka ketika saya cuti saya sudah menabung ASI. Suami saya yang sangat mendukung ASI akhirnya membelikan kulkas 2 pintu agar ASI bisa awet, tidak berbau. Sampai membelikan coolerbag selempang kayak gini. Sekarang tasnya uda jelek banget, talinya sudah putus dan kulitnya pada ngelupas jadi udah saya buang. *Terimakasih y Tas atas 2 tahun menemani saya selama bekerja sambil menyusui*

sumber : bukalapak


Tidak hanya suami, teman-teman di kantor lama pun mendukung saya untuk berjuang memberikan ASI. Ada rekan kerja yang memberikan botol ASIP 100ml hingga 1 dus mie banyaknya jauh-jauh dikirim dari Cileungsi ke Cimahi bahkan beberapa ada yang pecah *terharu di buatnya*. Ada rekan yang lain memberikan breastpump sesuai permintaan saya siy (minta hadiah request-an sendiri hahaha). Dan terakhir sahabat satu genk menghadiahkan Apron Menyusui (kain penutup saat menyusui).

Menikmati Macet Saat Mudik Lebaran

Jumat, 29 Juli 2016
Lebaran tahun ini, saya dan keluarga sepakat untuk mengunjungi ayah saya yang tinggal di Majalengka. Kebetulan juga kakak saya yang tinggal di Bekasi ingin bersama-sama mudik dengan saya. Akhirnya kami sepakat mudik hari ke-2 Lebaran dengan pertimbangan mengunjungi mertua masing-masing dahulu lalu dipastikan H+2 lebaran jalanan pasti sepi jadi kita bisa menikmati indahnya mudik tanpa bermacet ria seperti yang ada di berita.

Sebelumnya saya dan kakak heboh dengan pakaian yang akan kami kenakan untuk mudik lebaran nanti. Hasilnya kakak saya memberikan kaos kembaran antara saya, suami dan anak saya Neyna. Kakak saya pun sama memilih kaos kembaran untuk suami dan anaknya. Tujuannya agar kompak saat mudik nanti *halah*.

Selain kaos yang disiapkan kami juga riweh dengan perbekalan yang akan di bawa, lagi-lagi kakak saya yang akan membawa masakan untuk disantap nanti. *beruntungnya ga perlu repot*. Hari H tiba kakak saya tiba di rumah pukul 11.00 wib padahal saya udah bete nungguin tapi dengan polosnya kakak saya bilang "ga akan kena macet ko kalau ke Majalengka hari gini siy". Maka berangkatlah kami dari Cimahi lewat tol Baros masih lancar jaya. Kemudian kakak ipar memilih untuk keluar tol Buah Batu, disini perasaan saya mulai ga enak pasalnya belum keluar pintu tol uda macetos nomos.

Maka menunggulah kami beberapa menit menuju pintu keluar tol buah batu, tak selang berapa lama handphone kakak ipar bunyi kebetulan kakak ipar posisi menyetir maka di loudspeaker percakapannya. Yang bikin saya langsung keringet dingin adalah penuturan kakaknya kakak ipar saya *halah ribet kali* hahaha kemacetan justru sedang mengintai perjalanan mudik kami. Oke fix saya mulai ga nyaman apalagi kondisinya perbekalan makanan kita simpen di bagasi *elap keringet*.

Alasan Memilih Menjadi Recruiter

Jumat, 22 Juli 2016
Posisi HRD tentunya pasti ada di setiap perusahaan, namun tidak semuanya perusahaan menggabungkan satu fungsi dalam HRD. Ada beberapa perusahaan yang memisahkan sesuai dengan fungsi tugas HRD sehingga ada yang dikenal dengan Recruiter, Trainer, Payroll, Assessment, Personalia, General Affair dan lain sebagainya (ini yang saya tahu sih). 

Dari sekian fungsi HRD ada satu fungsi yang dikenal dengan Recruitment. Yang belum tahu definisi tentang rekruitment oke sekalian saya jabarkan. Sebenarnya ada banyak definisi mengenai recruitment namun akan saya coba uraikan dari salah satunya. Konon menurut Bapak Henry Simamora (1997:212) Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. 

Dari definisi tersebut jelaslah jika dalam rekrutmen ada tantangan tersendiri karena itulah saya lahir menjadi recruiter. Mengawali karier sebagai recruiter sebenarnya menyesuaikan background pendidikan yang telah ditempuh di Psikologi UNJANI (Universitas Jenderal Ahcmad Yani). Sekilas tentang UNJANI buat yang belum tahu, ni kampus ada 2 yang pertama di Cimahi dan di Daerah Bandung deket PINDAD. Buat yang suka main ke Bandung dari arah Jakarta kalau lewat tol Cipularang tentunya sebelah kiri (sekitaran km125-an lupa :p) disitu tertulis jelas Kampus UNJANI. Nah saya jebolan sana *kibas jilbab* (mesti bangga sama almamater sendiri).

Balik ke masalah rekrutmen, akhirnya setelah gagal melewati ujiannya PNS (ga kapok-kapok ikut padahal udah gagal selalu) saya mencoba peruntungan di perusahaan swasta. Akhirnya terjun menjadi rekruiter. Mengapa saya tertarik menjadi rekruiter?ini dia alasannya :

Fenomena Copy Paste

Rabu, 20 Juli 2016
Pernah ga sih kita kaget lihat tema skripsi di jiplak orang, lalu skripsi kita sendiri boro di apresiasi dosen di lihat aja uda syukurnya minta ampun?lalu apa yang kita lakukan?jawabannya : Semoga saya bisa terus menginspirasi orang lain *sambil nangis*.

Pernah ga sih kita kaget lihat orang lain ngikutin gaya berpakaian sampe gaya hijab?pantesan kalau liatin kita segitunya ternyata doi lagi ngerekam style kita. Lalu apa yang kita lakukan?jawabannya sama : Semoga saya bisa terus menginspirasi orang lain *sambil nyengir*.

Pernah ga sih kita pake sepatu baru padahal uda ditutupin rok/celana yang menjuntai tapi besoknya ada aja yang pake tu sepatu padahal uda diem-diem ga kasi tau belinya dimana *jahat banget hahaha*. Lalu apa yang kita lakukan?jawabannya masih tetap sama : Semoga saya bisa terus menginspirasi orang lain *sambil keki*

Ah hal-hal kecil kayak gitu kalau di BAPER-in ya bawaannya dongkol bukan, tetapi saya mencoba untuk posthink ternyata saya berhasil meng-influence orang lain untuk berubah seperti saya Ke-PEDE-an *muntah*. Seengaknya meskipun baru style-nya, tulisannya, sepatunya, tempat minumnya, hijabnya, tasnya, kacamatanya sing penting mampu menginspirasi dulu yang baik toh malah dapat pahala, betul ga?hahahaha PD overdosis.

Sepatah Kata Sebagai Bentuk Apresiasi

Senin, 18 Juli 2016
Pernah mendapatkan pujian dari atasan?pernah mendapatkan sanjungan dari orang lain?saya rasa semua orang pernah merasakan hal itu semua namun berbeda konteks momentnya. Apa yang kita balas ketika ada orang yang share informasi?atau sekedar mengingatkan?.

Saya sering diberikan share tentang berita, konsep parenting hingga kata-kata motivasi oleh orang lain maupun dari sahabat. Mereka rajin menshare apapun, lalu apa yang saya lakukan ketika menerima itu semua?saya selalu membalas minimal ucapan "Terimakasih Atas Sharingnya" kadang juga saya berikan pendapat perihal issue yang meraka sampaikan.

Bagi saya pribadi membalas sesuatu dengan sepatah kata terimakasih itu akan memberikan penghargaan bagi yang mengirim, menshare kepada saya. Sama halnya di kantor ketika atasan memberikan tugas lalu kita kerjakan dan mendapatkan feedback "Good Job saya suka hasil kerja kamu". Apa yang saya rasakan?tentu bahagia diapresiasi, di puji oleh atasan setelah bersusah payah mengerjakan. Pujian ini akhirnya memotivasi diri saya bekerja lebih baik lagi.

Kepergian ART Setelah Lebaran

Rabu, 13 Juli 2016
Bagi yang sudah masuk kerja saya ucapkan selamat datang kembali dengan segudang rutinitas yang harus segera diselesaikan di kantor. H+3 masuk kantor masih belum seramai biasanya dan ternyata masih ada yang memperpanjang cutinya. Pasca lebaran ternyata memberikan efek ruarr biasa untuk ibu bekerja pasalnya ART yang dinanti tak kunjung balik. Kalau sudah begini berasa banget ART kayak DPO hahaha.

Pada hari senin yang lalu, sebut saja ibu Apel ketika saya mau menunaikan solat tiba-tiba dia memanggil saya. Wajahnya terlihat cemas, gelisah, bingung sebagai rekan kerja yang baik *preet* saya mencoba mendengarkan keluh kesahnya. Dan ternyata keluhannya adalah ARTnya akan pergi takkan kembali lagi dengan alasan ARTnya punya anak dan anaknya mau sekolah TK. Bagaikan kecipratan air got paniknya ibu Apel mendengarkan penjelasan ART-nya. Ibu Apel tak tahu lagi harus mencari kemana penggantinya.

Kemarin hari selasa, sebut saja ibu Jeruk tiba-tiba menyapa lewat skype dan berujung bertanya mengenai Daycare. Sebelum Lebaran pun ada rekan kerja yang akhirnya memutuskan resign dengan tangis & air mata karena lagi-lagi masalah ART. Fenomena kepergian ART setelah lebaran sudah sering muncul. Saya sendiri sangat bersyukur memiliki ART yang datang sendiri pulang tak perlu diantar wkwkwk bahkan ia menunjukan engagement untuk bekerja dengan saya lewat keputusannya pindah kontrakan yang dekat dengan rumah saya. *terharu*
Fenomena kepergian ART sering membuat ibu bekerja jadi gegana (gelisah galau dan merana). Alih-alih pasca lebaran bisa punya semangat baru kembali kerja malah justru sebaliknya.

Social Media Sebagai Pencitraan

Senin, 04 Juli 2016
Sekarang ini siapa siy yang ga punya sosial media dari mulai Facebook, Path, Instagram, Twitter, Linkedin sampai blog. Masing-masing dari kita mengisi sosial media dengan penuh macam rasa baik kebahagiaan, kesedihan hingga kegalauan. Tak menutup rasa malu untuk sekedar mengungkapkan perasaan hati dan sekedar mendapatkan like atau love.

Gembira rasanya saat status maupun picture yang kita upload di berikan jempol-jempol manis dan love yang buanyak. Sama halnya seperti menulis di blog, hal yang sama saya rasakan bahagia ketika ada yang mengomentari isi blognya syukur-syukur di komentarin dengan masukan sehingga menjadikan saya bisa menulis lebih baik lagi.

Namun sayangnya, alih-alih ingin berbagi justru mendapatkan kontra dari rekan yang tak sepemikiran. Tak pandai untuk menjelaskan berujung dengan UNFOLLOW berakhir UNFRIEND. Saya pribadi tentu pernah melakukan hahaha *maaf yang sudah saya unfriend* kalian rese kalau lagi laper.

Dalihnya adalah saya ga ingin banyak menuai kontroversi yang berujung sakit hati gara-gara perang status. Bukan masalahnya saya tak terima jika ada yang tak setuju dengan pemikiran maupun berita yang saya share tetapi justru ketika seseorang menampilkan attitude yang sebenarnya saat idenya tak selaras dengan orang lain. 

Auto Post Signature

Auto Post  Signature