Kerja Pake Seragam Kantor, Kenapa Enggak?

Kamis, 29 September 2016
Buat para wanita yang memilih bekerja pastinya selalu menyisihkan uang tiap bulannya untuk membeli pakaian kerja. Sebagai perempuan tentunya sangat memperhatikan style pakaiannya terlebih bagi mereka yang menduduki posisi yang berhubungan dengan banyak orang pasti sangat concern buat nampilin style pakaian yang keliatan wow. Terlebih perempuan nalurinya suka ga pengen kalah sama rekan lainnya maka dari itu saya yakin uang bulanan dialokasikan untuk BELI BAJU.

Kalau dilarang pasangannya pasti alasannya "ituh model bajunya sudah kekunoan baju zamannya Betty Lafea masih pake behel dan kacamata masa iya siy aku pake lagi?" padahal bajunya baru dipake sekali. Dan bilangnya "Aku ga punya baju lagi" padahal tuh isi lemari didominasi oleh sang istri. *masih bilang ga punya baju?* eaaaa

nyomot dari google

Bagi saya pribadi memang memilih pakaian ke kantor menjadi beban tersendiri. Dulu masih gadis belia saya ini mesti mencocokkan dari jilbab sampe ke tas musti senada warnanya. Belum lagi mikirin aksesorisnya ya gelang-gelangan, jam tangan sampe kalungnya. Rasanya dulu ga percaya diri kalau ga pake aksesoris, warnanya ga nyambung pokonya kepikiran banget. 

Agak lebay memang tapi beneran itu dulu saya sangat memperhatikan busana kerja. Ditambah saya sebagai recruiter tentunya mesti rapih dan memberikan kesan kepada pelamar. Karena kamilah yang dipandang duluan kalau baju kami ngasal gimana pelamar mau kepincut gabung ke perusahaan kalau dari awal lihat karyawan yang ngerekrutnya cuman pake sendal, kaos dikeluarin sama pake celana jeans. *yaelah situ mau ke pasar apa mau rekrut* wong pelamarnya aja pake kemeja atau blazer rapih kenapa recruiternya ga? jadilah tiap pagi suka pusing make baju yang mana.

Liburan Di Rumah Tetap Ceria

Sabtu, 24 September 2016
Berhubung saya dan suami bekerja maka setiap kali weekend kami merencanakan untuk menyenangkan hati anak kami dengan merencanakan liburan bersama meskipun jarang keluar kota namun yang kami prioritaskan adalah waktu kebersamaan kami serta kepuasaan yang anak kami rasakan selama berlibur. Meski hanya jalan ke sebuah taman, kami fikir itu sudah merupakan liburan bagi keluarga kami. Sederhana bukan?terlebih jika melihat definisi liburan menurut KBBI sendiri yakni pergi bersenang-senang, bersantai-santai terlepas dimana tempat liburannya. *pembenaran pribadi :p

Seharusnya minggu ini, kami pergi ke AWC ( Alam Wisata Cimahi ) salah satu tempat wisata yang cukup dekat dengan domisili tempat tinggal kami. Selain karena letaknya dekat, di AWC sendiri tersedia berbagai pilihan arena bermain untuk anak. Jadi saya rasa pas sekali untuk mengajak putri kecil saya yang berusia 3 tahun ini menikmati indahnya AWC.


Salah satu tujuan kami adalah merealisasikan keinginan Neyna untuk naik Kuda beneran. Neyna sendiri sudah cukup mempersiapkan kemampuannya menaiki kuda dengan latihan naik boneka beruangnya selepas makan malam. Bikin ga sabar untuk segera weekend ambil dokumentasi pas Neyna naik kuda di AWC.

Antara Threenager Dan Peter Pan Syndrom

Selasa, 20 September 2016
Sepanjang kehidupan kita tentunya akan mengalami perkembangan, tidak hanya fisik tetapi perkembangan intelektual, perkembangan emosi hingga perkembangan motorik. Hal ini saya pelajari selama kuliah beberapa semester dan kenyang sekali dengan teori "Life Span Development". Sebagai seorang ibu saat ini saya tidak terfokus pada teori yang pernah saya pelajari, sesekali mungkin saya membandingkan tetapi tidak melulu membandingkan teori dan real sehari-hari.

Terlebih dalam teori Life Span Development pun disampaikan bahwa salah satu perspektif perkembangan bersifat plastik atau lentur yang berarti bahwa perkembangan bisa terjadi melalui banyak cara yang berbeda bergantung pada kondisi kehidupan individu sehingga manusia yang satu dengan yang lainnya belum tentu memiliki proses perkembangan yang sama.

Maka dari itu, saya secara pribadi ga mematok anak saya mesti begini dan begitu secara stimulasi yang saya berikan mungkin berbeda dengan ibu lainnya. Dan saya lebih Mengenal kemampuan dan karakter anak saya so saya ga bisa paksain untuk bisa menuntutnya sesuai dengan teori perkembangan yang ada. Pernah dong kalau ketemu orang di jalan pasti nanyain : "anakmu umur berapa?sudah bisa apa?", saya akan menjawab "anak saya umur 8 bulan uda bisa cuci piring, salto, ngepel" konteksnya becanda agar tidak berkepanjangan dan berakhir membandingkan kemampuan anaknya dan anak saya. Ujung-ujungnya kalau saya ga woles bakalan manyun hehehe. 

"Bristol"

Senin, 19 September 2016


Judul buku   : Bristol
Penulis        : Vinca Callista
Editor         : Septi Ws
Penerbit     : Grasindo
ISBN         : 978-602-375-593-6
Cetakan pertama, Juli 2016
216 halaman
" El-Visnu Ansara mengajak Kaendra Salasika ke Bristol, Inggris, untuk memilih jurusan kuliah yang akan diambilnya. Sebenarnya, hal itu bisa dilakukan dari Indonesia. Tapi, Kae enggak menolak tawaran jalan-jalan gratis ke kota impiannya. Apalagi, dia bisa pergi jauh dari adik kembar yang tidak diinginkannya.

Namun ternyata, perjalanan ke sisi lain dunia menyeret Kae ke banyak pertanyaan membingungkan. Tentang Elvis dan beasiswa yang diberikan untuknya. Tentang masa lalu Elvis yang belum usai dengan Alita, cewek paling keren yang jadi idola Kae, sekaligus pemilik flat mewah tempat mereka tinggal di Bristol.

Kae berada di ambang krisis kepercayaan diri, sementara mimpi-mimpinya yang tinggi terus mendesak minta diwujudkan. Bristol pun tanpa diduga mempertemukannya dengan Greg, cowok Inggris yang mendambakan perempuan Indonesia dalam hidupnya

Kae tak punya banyak waktu. Ia harus segera menentukan pilihan. Dan, Bristol menjadi saksi kepada siapa hati Kae dijatuhkan"
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Ga menyangka saya bisa mendapatkan buku ini, hasil berburu giveaway *emak-emak penyuka gretonk-an*. Salah satu buku seri A Love Story terbitan Grasindo, dengan judul sebuah kota di Inggris yak Bristol. Cover sampul bukunya kece glossy gitu plus warnanya kuning mentereng. Bikin saya pengen langsung melahap isi buku karya Neng Vinca Callista.

Indahnya Menikmati Proses Dalam Setiap Perkembangan

Kamis, 15 September 2016
Revolusi media membuat kita sebagai konsumennya dimanjakan dengan berbagai info yang bisa dengan mudah diakses hanya dengan menggunakan jari jemari syantik kita. Mulai belanja sampe dengan kursus bisa juga dengan online. Penawaran berbagai produk dengan mudah kita dapatkan melalui jejaring sosial atau muncul ke email kita. 

Dari penawaran barang hingga jasa untuk menjadikan seseorang kaya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya itu sekarang semua tersedia. Saya yang membacanya terkagum-kagum dengan berbagai testimoni yang diberikan dan ditampilkan di setiap seliweran iklannya.

Siapa sih yang ga mau kepengen anaknya menjadi STAR, siapa sih yang ga kepengen kariernya melesat seperti ROKET, siapa sih yang ga kepengen punya DUIT banyak tapi cuman kerja ngedipin mata doank, siapa sih yang ga kepengen blognya selalu ada di PAGE ONE *saya ngacung sendiri*, siapa sih yang ga kepengen jadi FAMOUS karena karya kita y bukan karena sensasi seperti ah itu loh yang itu ga ah ga jadi sebutin nanti ditabok batman karena GHIBAH xixixi.

Setiap orang pasti punya goal sendiri, punya harapan selalu menjadi yang terbaik. Tetapi jangan sampai menjadikan itu beban di atas kepala yang akhirnya mengubur dalam-dalam ga hanya impian kita tetapi diri kita sendiri. Saya rasa tidak ada yang salah sebagai ortu menginginkan anaknya cerdas, multitalent dan segala rupi keinginan namun akhirnya justru "Membatasi" kebebasan anak kita.

Coaching with Pak Josef Bataona Sesi 2

Selasa, 13 September 2016
Mengapa saya memutuskan untuk melakukan coaching?di tulisan sesi 1 sudah diulas, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Dan jiwa saya tergerak untuk menguak "WHO AM I?" saya merenung dan berfikir apakah hidup saya hanya seperti ini?apa yang bisa saya lakukan dengan potensi yang saya miliki?

Alasan saya memilih untuk coaching karena melalui coaching saya bisa memperbaiki diri, mampu meningkatkan kemampuan diri melalui target yang saya buat sendiri dengan berkomitmen agar konsisten sehingga target tersebut bisa saya capai. 

Mengapa harus dengan Bapak Josef Bataona?karena sebelumnya saya tertarik membaca bukunya Kisah Rp 10.000 yang telah mengubah hidupnya. Yang merupakan sekumpulan tulisan beliau dari blognya. Background beliau sebagar HR Profesional tentu memiliki kemampuan yang luar biasa dalam memotivasi dan menginspirasi semua orang.

Dengan segunung kegiatannya saya salut Bapak Josef masih selalu menyempatkan untuk sekedar membalas email, membalas komen di blognya bahkan untuk menyediakan waktu bagi saya yang sebatas fans agar bisa meng-coaching saya. Memang semakin banyak pengalaman justru semakin ingin menularkan virus positifnya kepada orang lain dan saya belajar dari beliau.

Coaching sesi 2 merupakan review dari progress pencapaian yang saya buat di sesi 1. Saya sendiri terkagum-kagum dengan perubahan diri saya *maaf bukan narsis* :D dari perubahan sikap hingga perubahan untuk berkomitmen dalam menulis. Pada kesempatan sesi 1 memang saya memilih untuk komitmen menulis karena itu terciptalah blog ini.

Baca Lagi : Coaching with Bapak Josef Bataona sesi 1

Keinginan saya untuk menggali potensi, jauh sebelumnya saya pernah mengikuti konseling bahkan saya meluangkan waktu hanya untuk sekedar bertemu dengan psikolog. Dan justru dengan coaching sebagai pilihan akhir saya merupakan titik awal saya menemukan inilah jalan saya. Dalam akhir coaching sesi 1, saya diminta Pak Josef untuk menuliskan apa saja yang ingin saya lakukan dan apa saja yang ingin saya rubah jika saya berada di tahun sebelumnya. 

Goloso Geloso

Minggu, 11 September 2016
pict : google
Milan, Italia, sebuah kota paling metropolis didunia. Tempat orang-orang sibuk berlalu lalang, tempat para model mengarahkan kiblatnya. Tempat di mana orang berharap juga punya kisah cinta yang indah. Begitulah Larasati, pelajar sederhana penerima beasiswa dari Indonesia, beranggapan tentang kota itu.

Petualangan hidup Larasati Si gadis lugu di Kota Mode Dunia pun dimulai. Ia berkelana dan jatuh cinta kepada laki-laki Italia yang baik hati. Bersama Chicco, Larasati menikmati sudut demi sudut kota Italia yang menawan.

Namun ternyata, Milan tak hanya berisi mode dan kisah cinta nan romantis. Larasati baru menyadari hal itu ketika bertemu keluarga Chicco yang memuja AC Milan. Mendadak, kisah cinta mereka berubah menjadi perseteruan dan terancam berakhir tragis atas nama budaya.

Goloso Geloso menjawab rasa penasaran kita tentang sudut kota Milan, makanannya yang terkenal lezat, serta budaya, dan karakter penduduk yang memukau. Lebih dari itu, kisah ini membuat kita sadar, mendapatkan apa yang kita inginkan, berarti juga harus merelakan apa yang kita miliki berlalu.

Che Bella....
------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Kali pertama baca karyanya Tanti Susilawati. Awal mula saya fikir judulnya diambil dari bahasa Jawa eh ternyata adalah bahasa Italia. Lah iya di sinopsis bukunya aza udah dijelasin diawal tentang Milan, Italia. Saya begitu saja ingin menyelesaikan buku ini, ketertarikan saya mulai meningkat karena di dalamnya tidak hanya berisi kisah percintaan tetapi banyak poin-poin  penting yang memang terjadi di realita.

Mewujudkan Liburan Ke Yogyakarta Bersama Tixton Travel Wish

"Yah sudah pernah ke Keraton Yogya belum?" tanyaku kepada suami
"Belum pernah Bun" jawab suami
"Dulu ke Yogya cuman kerja udah gitu ga tau deh daerah apa itu namanya" 
"Kesian...kesian...kesian" ledekku
"Pengen deh kesana"
"Gimana kalau awal tahun yah?" 
"Emang ada event apa bun?ko mesti awal tahun?"
"Kalau akhir tahun gini kan banyak yang liburan yah takutnya penuh lagian kan kalau awal tahun ada yang kenaikan gaji gituh yah" jawabku sambil kedip-kedip mata *kecolok kacamata*
"Mmmm...yang begitu inget mulu deh bun" sambil manyun
"hahaha Bunda geto loh kalau urusan gaji selalu numero uno" aku terkekeh
"Tapi disana kita entar gimana bun?kan buta banget daerah Yogya?nginep dimana?" 
"Ih Ayah itu mah hal mudah, sekarang nih ada Tixton Travel Wish"
"O gitu baru denger tuh Bun, kayaknya keren tuh?"
"So pasti yah jadi kita beneran niy mau liburan?"
"Iyah Sayang *jawaban yang diharapkan* Realnya : "Iyak" datar 

Sepenggal percakapan saya menjelang tidur bersama suami. Yak kami memang kurang piknik dalam arti denotatif yah, sejak menikah belum pernah kami bersama liburan jauh kalaupun liburan itu karena mudik lebaran saja. Alasan pekerjaan dan kesehatan selalu menjadi penghalang utama kami untuk pergi liburan *sok sibuk bilang saja ga ada budget lebih :p*

Berhubung suami lebih suka menyerahkan urusan perencanaan kepada saya maka untuk Liburan Impian kali ini mesti perencanaan yang matang karena suami ga suka yang ketidakjelasan. Dan saya sudah membuat Itinerary liburan ke Yogya. Bagi saya ini sangat penting agar liburan berjalan sesuai harapan.

1. Destinasi Kota Yogya

Berhubung mau ke Yogya, diantaranya saya mau ajak suami dan anak ke :

Keraton Yogya

Hari pertama sampai di Yogya saya mau ajak ke Keraton Yogya dulu. Disini sekalian kenalin budaya kepada anak. Terlebih bisa nguyek-nguyek sekeliling keraton yang luas. Saya juga mau ajakin ke alun-alunnya yang ada pohon Kembar Beringin itu dulu saya sempat cobain jalan sambil merem tapi gagal yang konon mitosnya kalau berhasil maka permintaannya akan terkabul. *Emak-emak percaya mitos*.

Biaya Masuknya Rp 7.000 dan Rp 1.000 untuk kamera. Jadi budget kesini cuman ngabisin Rp 22.000 sampe ngelotok dah buat kelilingin Keraton.

Susahkah Mendapatkan Pekerjaan?

Rabu, 07 September 2016
Seringkali pekerjaan bagi saya diibaratkan dengan jodoh. Kalau sudah berjodoh sekalipun banyak pesaing yang melamar maka pekerjaan tersebut akan tetap menjadi milik kita. Namun layaknya jodoh kita tidak akan pernah puas jika kita tidak mensyukuri apa yang sudah menjadi milik kita. Melihat yang gajinya besar lalu dengan mudah kita tanggalkan komitmen di satu perusahaan dan dengan cepat move on ke perusahaan lain.

Tak sanggup dengan lokasi kerja yang jauh dengan cepat kita tinggalkan pekerjaan yang sudah jatuh bangun kita dapatkan. Tak mampu menerima lingkungan kerja yang kurang menyenangkan akhirnya baper dan menjadi fikiran. Lagi-lagi resign menjadi solusi.


Jika kita selalu mencari yang sempurna sampai kapanpun tidak akan pernah kita temukan dan hal ini membuat kita kurang mensyukuri yang ada. Karena selalu kesempurnaan hanya milik Alloh. Mencari pekerjaan pun sama seperti mencari jodoh. Umumnya mengharapkan pekerjaan yang gajinya besar, lokasinya cuman 5 menit dari rumah, atasannya baik, rekan kerjanya enak tapi sayang jika kita tidak berjodoh maka tidak akan pernah kita temukan. Mesti ada saja yang menjadi plus dan minus dari setiap pekerjaan yang kita butuhkan.

Pangkal Pinang, Tak Kenal Maka Tak Sayang

Sabtu, 03 September 2016
Apa yang terlintas pertama kali di fikiran saat mendengar Pangkal Pinang?

Kota yang merupakan salah satu dari kota yang ada di kepulauan Bangka Belitung (BaBel) sekaligus merupakan ibu kota provinsi Bangka Belitung. Mengingat Bangka Belitung maka reflek fikiran kita akan mengasosiasikan dengan Timah. Ya karena Bangka Belitung merupakan penghasil Timah terbesar di Dunia. Pangkal Pinang sendiri sebagai pusat pemerintahan, kegiatan ekonomi serta menjadi jalur masuk bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pulau Bangka Belitung.

Mengenal Bangka Belitung sendiri saya ketahui melalui buku maupun film "Laskar Pelangi" Bang Andre Hirata dengan apik mendeskripsikan keadaan maupun budaya yang ada di Belitong. Awalnya saya berfikir jika Belitong itu sama dengan Bangka Belitung nyatanya dari Kota Pangkal Pinang mesti menempuh beberapa jam untuk sampai kesana. Tak hanya Belitong yang menyimpan surgannya dunia tetapi pesona Pangkal Pinang juga tak kalah menarik dari Belitong.


copy : inditourist.com

Rupa-rupa tempat wisata di Pangkal Pinang

Selama ini Pangkal Pinang familiar dengan keelokan pantainya. Salah satunya Pantai Pasir Padi yang memiliki struktur pantai landai sehingga bisa dinikmati dengan bersepeda atau berjalan kaki. Banyak fasilitas yang mendukung di Pantai Pasir Padi ini sehingga bila kita berkunjung kesana jangan khawatir kehabisan aktivitas karena disana tersedia dari area outbond hingga restoran dengan menu khas sana. 
      
Padahal masih banyak pantai serta pulau yang dapat dikunjungi jika kita wisata ke Pangkal Pinang seperti Pantai Tanjung Bunga yang terletak 2,5 km dari pantai Pasir Padi kemudian ada Pantai Telapak Kaki Dewa, Pantai Sampur, Pantai Batu Berlubang, Pantai Teluk Uber, Pantai Matras dan Pantai Tikus Emas yang berada di kecamatan Sungailiat.

Akhir bulan juli lalu saya berkesempatan mengunjungi Pulau Bangka Belitung tepatnya ke kecamatan Sungailiat dari Bandara Pangkal Pinang ke Sungailiat menempuh sekitar 60 menit perjalanannya. Dan saya berkesempatan mengunjungi Pagoda Vihara Puri Agung dilanjutkan ke Pantai Matras dan keesokan harinya mengunjungi Pantai Tikus.

Auto Post Signature

Auto Post  Signature