Jangan Anggap Remeh Cacingan

Kamis, 31 Agustus 2017

Temans suka mendengar pernyataan kalau orang yang doyan makan tapi badannya kurus dilabelkan sebagai pengidap Cacingan?ya saya sering banget dibilangin kalau saya kayaknya cacingan makannya banyak, perutnya buncit tapi ga gendat-gendat. Teganya 😒..

Dan labeling itu ternyata terpatahkan juga dengan penyuluhan yang saya ikuti lewat gerakan ABC (aku Bebas Cacingan) dari Konvermex yang diadakan di sekolah Neyna. Penyuluhan dengan waktu 1,5 jam mampu memberikan informasi penting buat saya.

Cacingan biasanya diderita oleh anak-anak namun siapa sangka orang dewasa pun bisa terpapar penyakit ini. Tak hanya orang kampung tapi yang di kota juga bisa terkena. Bahkan penyuluhnya bilang jika ada orang dewasa yang meninggal karena cacingan. Cacingnya menutupi usus sehingga makanan tidak mampu diserap. Naudzubillah serem banget yah gaes..

Sebagai pembukaan dalam penyuluhannya, diawali dengan Siklus Cacingan. Sebenarnya bagaimana sih Cacing bisa masuk ke dalam tubuh?ternyata penularannya bisa melalui :

πŸ™ˆ Makanan kotor yang tercemar oleh larva cacing yang dibawa terbang oleh angin
πŸ™ˆ Cacing yang masuk melalui pori-pori kulit lewat kaki yang tidak menggunakan alas kaku dan menginjak larva atau telur cacing 

Untuk itu temans disarankan jangan makanan sembarangan serta tak lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum mengambil makanan. Dan selalu menggunakan alas kaki dimana kamar mandi juga disarankan untuk selalu menggunakan sendal karena bisa jadi telur dan larva cacingnya ada. Bak air mandi juga jangan lupa di bersihkan terbayangkan jika gosok gigi lalu kumur-kumurnya ambil air dari bak mandi yang kotor. Mual saya bayanginnya πŸ˜–.

Ketika Psikotes Menjadi MASALAH

Selasa, 29 Agustus 2017
Hai temans?apa kabar semuanya?semoga baik-baik saja meskipun cuacanya sedang ga enak. Bahasan saya kali ini tentang Psikotes, mungkin sebelumnya pernah saya bahas sekilas tentang hasil psikotes DISINI.

Beberapa waktu lalu, saya pernah membaca status seseorang yang berbunyi kurang lebih seperti ini "Buat apasih ada Psikotes?di Luar Negeri aja sudah ga pake tuh yang namanya psikotes kalau mau masuk kerja tinggal interview dan melihat skill saja, kalau disini ribet banget mesti ada Psikotes dan saya ga lulus"

Sudah dipastikan status ini terlihat bagaimana orang itu kecewa dan menyalahkan "psikotes" sebagai penyebab ia susah diterima kerja.

Masih ingat dengan Proaktif dan Reaktif yang pernah saya bahas sedikit tentang Moment Sabar Menjadi Recruiter dimana seorang pelamar marah-marah karena tidak saya bolehkan untuk ikuti psikotes, dia menyalahkan orang lain bukannya intropeksi diri. Pun sama dengan orang ini reaktif dengan menyalahkan psikotes.

Dalam keseharian kita memang yah paling mudah itu menyalahkan orang lain, melemparkan kesalahan kepada orang lain, defence akut ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan rencana. 

Sama seperti kasus dalam status orang tersebut, bagaimana ia menyalahkan psikotes padahal menurut saya psikotes sudah ada dari zaman doeloe kala bahkan ada alat test yang sejak tahun 1800-an masih sama bentuknya.

Saya jadi tergelitik menanggapinya, memang konon dari beberapa kabar burung saya dapatkan jika di luar sana sudah tidak lagi menggunakan psikotes *katanya* untuk keakuratannya sendiri saya ga tahu bahkan pendidikan saya yang masih segede biji kacang ijo ini belum sanggup untuk menyatakan jika psikotes sudah tidak memiliki arti lagi dalam fungsi kerja.


psikotes kerja

Kapan Sebaiknya Bercanda?

Selasa, 22 Agustus 2017
Halo temans semua apa kabar?semoga sehat-sehat yah dan tetap semangat 45 setelah merayakan hari kemerdekaan kita yang ke 72. Gimana liburannya?diisi dengan lomba?atau hanya diam dirumah?ikut lomba atau tidak yang penting hepi ya temans.

OKe temans, Tulisan kali ini lagi-lagi terinspirasi dari Film yang saya tonton. Judul filmnya adalah "Don't Hang Up". Ceritanya adalah 2 remaja bernama Sam dan Brady yang suka mengerjai orang-orang lewat telepon dan hasilnya mereka unggah ke youtube.

Salah satu keisengan dua remaja ini yang fatal adalah ketika mereka menghubungi seseorang pukul 03.30 dini hari mereka menelepon acak dan didapati nomer HP seorang ibu. Mereka mengaku sebagai polisi yang melihat kediaman si ibu dimasuki sekelompok orang. 

Sementara Si ibu ini sedang ditinggal dinas oleh suaminya dan di rumah tinggallah ia bersama putrinya. Kedua remaja ini meminta si ibu untuk menutup pintu kamar dan jangan menutup teleponnya serta menyuruhnya diam di kamar karena menurut mereka para penjahat sedang beraksi di ruang bawah. 

Dalam kondisi panik tentunya si ibu hanya memikirkan keselamatan putrinya, sang ibu mencari senjata hingga HP yang masih dalam keadaan ON terlempar kebawah kasur. Bagaimana akhirnya?Sam dan Brady begitu puas mendengar kepanikan ibu dan mengunggahnya di youtube bahkan mendapatkan apresiasi yang banyak dari para netizen yang menonton serta mendengar rekaman telepon tersebut.

Waktu semakin berlalu, kebiasaan Sam & Brady masih terus berlanjut mengerjai orang-orang lewat telepon namun siang itu mereka mendapati teror telepon. Kepanikan muncul dari Sam & Brady yang awalnya sempat tidak mempercayai jika merekalah yang sedang dikerjai oleh seseorang. 

Klimaks filmnya ditandai dengan adegan-adegan yang bikin tegang bahkan saya kaget dan tidak menyangka dengan alur ceritanya. Bagaimana kisah akhirnya?mangga temans tonton sendiri.

Menyiapkan Anak Multitalenta, Bagaimana Caranya?

Rabu, 09 Agustus 2017
Halo semuanya, apa kabar?semoga senantiasa sehat selalu dan tetap semangat untuk menggapai segala tujuannya. Temans, menjadi orangtua itu ternyata memang banyak sekali yang harus dipelajari. Nyatanya sekolah menjadi orangtua justru berawal ketika dianugerahi anak.

Dan selalu "Orangtua" yang dititik beratkan sebagai tolok ukur sang anak dilabelkan oleh orang lain, bener ga?. Anak dilabeli Cerdas pastilah orang lain menjudge bahwa orangtuanya mampu memberikan stimulasi terbaik, Anak dilabeli Nakal, dilabeli Baik, Dilabeli Sehat atau apapun orang lain akan mengarah kepada orangtua si anak. Terasa sekali bukan sorotan dan tatapan tajam akan tertuju kepada orangtua.

Melabeli itu memang hal yang sangat mudah temans, namun kita tidak pernah tahu bagaimana usaha dan upaya yang orangtuanya lakukan demi sang anak. Terlebih saat ini anak yang MUTITALENTA menjadi concern bagi setiap orangtua.

Siapa sih yang tidak menginginkan anaknya multitalenta?bisa ini, bisa itu pokoknya anak bisa diharapkan multitalent agar mampu menghadapi segala persoalan yang ia hadapi. Sebagai orangtua saya dan akang suami pun sangatlah mengharapkan putri kecil kami Neyna mampu tumbuh dan berkembang menjadi multitalenta.

Namun kenyataannya bagi saya, kemampuan anak itu tidak datang dengan sendirinya namun ada peranan lingkungan terutama saya dan akang suami sebagai orangtuanya yang mendukung untuk mengasah kemampuannya. Meski tak menutup kemungkinan jika talent itu didapat secara alamiah karena pemberian dari Sang Pencipta. 

Inilah PR terberat saya menjadi orangtua ditengah-tengah kondisi yang bimbang cara apa yang menurut saya pribadi paling tepat dalam menyiapkan anak agar multitalenta?stimulasi apa yang penting untuk saya berikan?apa saja yang harus saya perhatikan dengan pemenuhan kebutuhan anak demi menyiapkan anak bermultitalenta tersebut.

Semua pertanyaan saya yang bikin galau itu akhirnya terjawab sudah ketika saya mengikuti Konferensi Ayah Bunda Platinum yang mengusung tema "Siapkan Kecerdasan Multitalenta SiKecil Sejak Dini" di Hotel Harris Festival City Link Bandung tanggal 05 Agustus 2017 persembahan dari MORINAGA. Yang mana kota Bandung merupakan kota ke-8 yang mendapatkan kesempatan atas rangkaian acara Konferensi ini.

Pilih Jadi Leader Atau Follower?

Rabu, 02 Agustus 2017
Hai temans, bahasannya kali ini saya terinspirasi dari film ‘Power Ranger’ loh?kok bisa?iyah bisa dong, jadi minggu kemarin saya bersama keluarga kecil saya stay dirumah untuk nonton film ini. Bagi saya dengan menonton film ini mengingatkan masa kecil yang tiap minggu pagi udah nongkrong depan TV menanti serial kesayangan anak-anak hingga hadirnya serial Power Ranger.

Menyenangkan banget momen menunggu serial anak-anak di hari minggu namun mood saya bisa berubah bΓͺte kalau tau-tau ada tayangan live tinju bak nonton layar tancep di luar ruangan namun ternyata gerimis maka bubarlah penonton. 

Menonton Power Ranger versi 2017 ini merecall daya ingat saya karena dalam serial Power Rangers tak luput dari peran Zordon, Alpha, Rita si musuh, dan tentunya para Ranger. Bahkan saya masih mengingat nama Kimberly sebagai Ranger Pink dan Jason Sebagai Ranger Merah. Karena mereka dua ranger favorit saya loh.

Akang suami pun heran mengapa saya hafal?lah jelas wong kecil suka mantengin power ranger kok bahkan logatnya si Alpa aja masih terngiang-ngiang dalam kepala “aya-ya-ya” :D 

Namun saat ini saya bukan ingin menyoroti isi ceritanya karena ceritanya hampir sama intinya melawan monster ciptaan Rita, buat teman-teman yang suka nonton Power Ranger tentu sudah hapal isi cerita power ranger dimana hanya berkisah ranger melawan monster buatan Rita begitu aja seterusnya sampe Dora masuk SMA *LOL.

Kalau ditanya adakah perbedaan yang saya rasakan ketika menonton ini?Bedanya adalah waktu kecil ketika saya nonton serial ini hanya mengharapkan semua Ranger kalahin monster-monster ajaib saja sedangkan sekarang sudah mamak-mamak justru sudut pandang saya berbeda. Iya saya melihat point “Kepemimpinan” didalamnya *tsaah beurat amat.



Auto Post Signature

Auto Post  Signature