Search

Tips Agar Engagement Dengan ART Lama

Sebagai ibu bekerja tentu kehadiran seorang ART bagaikan sosok sang ibu peri yang mampu sekejap mata membereskan semua pekerjaan rumah tangga dengan baik. Di kantor saya berperan sebagai bawahan dan di rumah karena memiliki ART saya berperan layaknya atasan di kantor. Sebagai seorang yang bekerja di bagian HRD tentunya saya tahu bagaimana cara agar ART bisa engagement dengan saya untuk waktu yang lama.

Sebelumnya akan saya bahas terlebih dahulu mengenai Employee Engagement. Employee Engagement atau keterikatan karyawan merupakan antuasiasme karyawan dalam bekerja dengan mengarahkan seluruh energinya yang selaras dengan prioritas strategic perusahaan. Jadi antusiasme ini terbentuk karena karyawan merasa terikat sehingga tercapailah target perusahaan. 

Nah jika dikorelasikan dengan ART, tentunya menurut pribadi saya bahwa kita sebagai atasannya atau majikannya mampu menciptakan kondisi yang pada akhirnya tercipta Employee Engagement. Menurut riset sendiri ada 4 faktor utama yang menentukan Engagement dari kepedulian sebagai atasan, menciptakan peluang karir, kerjaan yang menarik dan reward yang memuaskan.


Setelah melihat dasar teori tersebut maka saya coba terapkan untuk menciptakan Engagement dengan ART saya. Berikut tips yang saya lakukan :

1. Delegasi tugas dengan santun

Kali pertama saya mendapatkan ART saya mencoba delegasikan tugasnya dengan mengawali ruang lingkup pekerjaan utamanya seperti mencuci piring, cuci baju, nyapu, ngepel, setrika, kadang saya tugaskan menjaga anak.

Namun saya memberikan kebebasan untuk mengatur sendiri jadwal tugas yang memang tidak perlu dilakukan setiap harinya. Berhubung ART usianya sudah tua maka saya menggunakan bahasa yang santun tidak terkesan memerintah namun mampu mengarahkan ART tersebut sesuai dengan keinginan saya. 

2. Tidak Banyak Complain

Kadar kemampuan, kondisi fisik mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Sebagai majikan yang memahami (prettt hahaha) saya tidak banyak complain dengan hasil kerjanya.

Kadang cucian piring masih kurang bersih, kadang kamar ga di pel, kadang setrikaan kurang rapih dan lain sebagai yang mungkin selalu ada saja kekurangan jika saya cari.

Tapi bagi saya pribadi memaklumi bahwa terkadang mungkin ART sedang berada dititik jenuh atau dalam kondisi sakit sehingga perfoma ART menjadi tidak biasa itu saya biarkan. Karena saya juga terkadang sebagai karyawan ada masanya saya giat ada masanya turun perfoma.

Kalaupun ada yang benar-benar tidak sesuai silahkan tegur dengan santun, ingatlah rumus memberikan luka di hati ART maka sama saja menyusahkan diri sendiri karena cari ART lebih susah daripada cari pacar hahaha.

3. Berusaha Peduli

Saya selalu memberikan waktu sedikit untuk sekedar mendengarkan apa yang sudah ART lakukan. Saya pun mencoba sedikit monitoring dengan menelepon jika anak saya bersama dengannya. Cara seperti ini membuat ART saya ga sungkan pinjem uang wkkwkwk (ini yang bahaya) tapi dalam batas wajar siy.

Pasalnya saya tahu banget kondisinya seperti apa. Saya meluangkan waktu untuk mengunjungi kediamannya yang bikin saya cirambay pas liat kondisi kontrakan yang ga layak *sedih banget*.

4. Memberikan Reward

Saya tak segan memberikan HP maupun bonus kepada ART sebagai reward atas kejujuran dan pekerjaan rumah tangga yang beres sesuai dengan keinginan. Bahkan setiap hari (kalau ga bokek hahaha) saya bekali makanan, kebetulan ART saya pulang-pergi tidak menginap.

5. Demokratis Dalam Aturan

Saya membebaskan ART untuk tidak bekerja jika saya libur, membebaskan ia jika sudah selesai tugasnya bisa pulang sebelum waktu kerja, membebaskan untuk bekerja ditempat lain dengan syarat tidak akan sakit (selama kondisi fisiknya mampu). 

Dari ke-5 hal yang saya terapkan apa yang saya dapatkan?ART saya bekerja dengan hati, gembira, memiliki inisiatif tinggi sampe-sampe kalau kerjaan utama uda beres hal pritil ia kerjain kayak sendal di sikatin sampe rumput di cabutin. Dan yang terpenting adalah ia betah bekerja dengan saya, sampe teman kantor saya bilang wah lama y betah juga kok aku susah banget siy dapet yang begitu?.

Sebenarnya engegement dengan ART tercipta karena diri kita sendiri, bagaimana cara kita bersikap dan memperlakukannya sesuai dengan wajar. Maka akan tercipta hubungan yang baik serta ART menjadi betah bahkan bekerja diluar ekspektasi kita.
Ada tips lainkah dari rekan-rekan yang memiliki ART juga? mangga share disini yah.


tips agar ART betah, cara agar ART tidak resign
Sumber :google

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun