Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak?

#Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak? #Haruskah Membeli mainan mahal atau tidak? #Membeli mainan sesuai Gender atau minat?

Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak?

Menjadi orangtua memberikan pemahaman tersendiri bagi saya untuk memahami konsep tumbuh kembang anak. Karena itulah ketika kuliah saya mendapatkan materi kuliah untuk "Psikologi Perkembangan" hingga 3 semester. Dulu saat kuliah saya hanya berfikir mempelajari Life Span Development hanya sebagai teori semata dan kini menjadi seorang ibu saya baru menyadari teori-teori yang saya pelajari ternyata berguna.

Memiliki batita usia menuju 4 tahun memberikan tantangan untuk saya pribadi. Bagaimana tidak rentang usia yang sedang dialami anak saya selalu disebutkan sebagai masa Golden Age. Banyak sekali pendapat bertebaran jika dalam masa golden age sebaiknya saya sebagai ortu bisa memberikan stimulasi yang tepat dan optimal agar anak saya mampu menjalani tugas perkembangannya disetiap rentang usia dengan baik.

#Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak? #Haruskah Membeli mainan mahal atau tidak? #Membeli mainan sesuai Gender atau minat?

Bukanlah satu hal mudah untuk saya mengoptimalkan stimulasi karena ternyata lain teori lain realita. Yang pada akhirnya meski saya berpatokan pada teori namun akhirnya saya mesti out of the box menyikapi perkembangan anak saya sendiri. Dan tentunya yang terpenting bagi saya adalah "Tidak menjadikan perkembangan anak-anak lain sebagai tolok ukur keberhasilan tahap perkembangan untuk anak saya". 


Sebagai upaya untuk menstimulasi perkembangan anak saya maka "Bermain" merupakan salah satu cara yang saya pilih sebagai kegiatan yang bisa memberikan multiple manfaat tidak hanya kesenangan buat anak akan tetapi juga sebagai sarana untuk saya memberikan stimulasi bagi perkembangan motorik, intelektual, sosial hingga emosi anak saya. Kegiatan bermainnya pun  bisa menggunakan alat yakni Mainan atau tanpa Mainan.

Sejauh ini saya selalu membelikan mainan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Hal ini dimaksudkan seperti yang telah saya bahas sebelumnya agar anak mampu untuk mengikuti tugas perkembangannya. 

Tapi tahukah temans ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi kita sebelum membeli dan memilih mainan yang cocok untuk anak. Bagi saya sendiri ada 5 hal yang menjadi fokus perhatian saya sebelum akhirnya saya membelikan mainan untuk anak saya, diantaranya adalah sebagai berikut:

#Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak? #Haruskah Membeli mainan mahal atau tidak? #Membeli mainan sesuai Gender atau minat?


🌷 Sesuaikan Dengan Usia 🌷


Bagi saya fungsi mainan tidak sekedar hanya untuk memberikan kesenangan namun juga mendukung untuk proses pembelajaran. Maka dari itu saya selalu membeli mainan sesuai rentang usia anak saya. Tak mungkin kan saya belikan sepeda untuk anak saya yang masih usia 7 bulan. Atau membelikan puzzle ketika anak saya masih merangkak.

Hal ini tak lantas pula menjadi patokan untuk saya bahwa proses pembelajaran yang Neyna dapatkan hanya dari mainan yang saya belikan. Selain membeli mainan juga saya mencoba untuk memanfaatkan peralatan yang ada dirumah jadi tak semuanya mesti baru bisa menggunakan apapun yang tersedia untuk dijadikan stimulasi dalam proses bermain Neyna.

#Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak? #Haruskah Membeli mainan mahal atau tidak? #Membeli mainan sesuai Gender atau minat?

Sejak masih bayi Neyna sudah saya berikan stimulasi untuk mengenal barang-barang yang ada disekitarnya. Seiring dengan bertambah usianya Neyna sudah bisa memilih permainan apapun yang ingin ia mainkan. Sebagai ibu saya hanya sebagai fasilitator dan mentor untuk proses bermainnya.

#Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak? #Haruskah Membeli mainan mahal atau tidak? #Membeli mainan sesuai Gender atau minat?


🌷 Bahan & Bentuk Mainan Aman🌷


Membeli mainan anak jangan hanya berpatokan pada desainnya yang lucu namun ternyata memiliki bahan yang tidak aman. Tergoda kan yah kalau ditempat jualan mainan bertebaran mainan-mainan yang aduhai bikin laper mata. Cung sapa yang suka laper mata?*saya*. Namun saya selalu mengerem hal tersebut dengan memikirkan kembali kira-kira kalau anak saya main yang beginian aman ga yah?

Pertimbangan aman bagi saya yakni aman untuk digunakan anak seperti tidak mudah patah jika dibanting. Anak-anak seusia anak saya sedang gencarnya bereksplorasi untuk menjawab rasa ingin tahunya. Bayangkan saja boneka Barbie yang saya belikan untuk anak potek semua kaki dan tangannya untunglah bagian patahannya tidak bikin khawatir sehingga masih bisa digunakan untuk bermain.

Definisi Aman bagi saya juga tak hanya untuk sisi anak saya sendiri tapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Nah sebagai ibu yang dulunya senang banget mewarnai bahkan pernah menjuarai lomba mewarnai saat kecil saya pun terdorong untuk membelikan juga Crayon untuk Neyna. Namun ternyata seusia Neyna masih belum bisa mengontrol untuk tidak mewarnai pada buku saja akan tetapi dinding kamarnya habis ia warnai. Ketika saya tanyakan kenapa mewarnai di tembok?lalu dia bercerita jika coretan yang hampir memenuhi dinding kamar adalah kebon binatang *alamak mendadak pusing*.

Selain itu aman menurut saya adalah mainan yang bersih karena anak-anak seusia Neyna sedang aktifnya untuk memuaskan rasa ingin tahunya sehingga perlu sekali diperhatikan soal kebersihan yang bisa menyebabkan penyakit.

#Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak? #Haruskah Membeli mainan mahal atau tidak? #Membeli mainan sesuai Gender atau minat?

🌷Sesuai Dengan Gender & Minat 🌷 


Berbagai jenis mainan yang ada selalu menyesuaikan dengan gender sebagai ibu saya memang dominan memberikan mainan yang khas untuk perempuan seperti boneka maupun main masak-masakan tapi dalam proses tumbuh kembang Neyna, saya sendiri membelikan jenis permainan yang biasa dilakukan anak laki-laki seperti bola. Hal ini saya maksudkan agar Neyna bisa tahu semua jenis permainan. Dan paling utamanya fungsi dari permainan tersebut untuk Neyna sendiri.

Kesesuaian minat Neyna juga menjadi pertimbangan saya dalam menyediakan mainan. Misalnya karena dia pernah berobat ke dokter lalu akhirnya dia bermain peran menjadi dokter karenanya saya membelikan mainan dokter-dokteran. Saat Neyna suka dengan ibu peri maka saya membelikan tongkat dan sayap ibu peri. 

Yah meskipun ternyata Neyna mudah bosan dengan satu mainan yang akhirnya mainan tersebut rusak atau didiamkan saja. Namun bagi saya pesan dari mainan tersebut bisa Neyna dapatkan. 

🌷 Ada Fungsi Edukatif 🌷 


Mainan yang biasa saya beli atau saya pilihkan untuk Neyna haruslah mainan yang memiliki fungsi Edukatif. Harapannya kegiatan bermain yang dilakukan bisa membantu Neyna untuk merangsang daya berfikirnya, daya imajinasinya, merangsang perkembangan motorik dan juga kemampuan komunikasinya.

Terkadang meskipun tanpa mainan Neyna bisa memanfaatkan botol-botol parfum atau bedak untuk ia jadikan role play ibu-ibuan artinya disini saya melihat perkembangan cara berfikir dan imajinasinya sudah mulai terlihat bahkan saya berdecak kagum dengan cerita-cerita yang ia sajikan jika ia bermain sendiri.

So yang terpenting bagi saya mainan yang Neyna pilih bisa bermanfaat terlepas mainannya itu hanya sebuat botol atau keranjang bekas yang ada di rumah. 


🌷 Sesuai dengan Kebutuhan🌷 


Apapun yang berlebihan selalu tidak baik. Saya adalah tipe orang tua yang tidak ingin mengajarkan anak untuk konsumtif. Dimana ketika ada permainan yang sedang kekinian, saya tidak selalu untuk membelikan mainan tersebut kepada Neyna. Masa-masa usia Neyna selalu menginginkan barang yang dimiliki orang lain. Tak heran jika sedang bermain dengan sepupunya ia selalu merebut atau pulang ke rumah lalu menceritakan kepada saya seperti "bun bolehkah Neyna punya sepeda kupu-kupu seperti punya Ceceu?"

Akan selalu ada keinginan yang datang dari anak setelah melihat atau mendengar langsung dari temannya mengenai satu mainan. Sebagai ortu tentunya moment seperti ini adalah moment tepat untuk mengajarkan bahwasanya "kita memiliki suatu barang karena kebutuhan" bukan karena tak ingin merasa kalah tidak punya seperti yang orang lain miliki.

***
Dengan melihat berbagai pertimbangan tersebut, maka saya sebagai orangtua harus paham hal-hal sebagai berikut :

1. Tahapan perkembangan anak hal ini tentunya untuk menyesuaikan mainan mana yang cocok atau tidak dengan kebutuhan anak.
2. Fungsi dari mainan yang mampu menghindari saya membeli mainan tidak sesuai kebutuhan
3. Mengajarkan awareness kepada anak hal ini tentu dimaksudkan agar anak mampu bertanggungjawab dengan mainannya. Tak hanya menuntut anak untuk bisa membereskan mainan setelah bermain namun juga mengajarkan untuk bisa menjaga mainannya tidak merusaknya. 

#Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak? #Haruskah Membeli mainan mahal atau tidak? #Membeli mainan sesuai Gender atau minat?


4. Pentingnya bermain bersama merupakan point utamanya karena melibatkan fungsi saya sebagai orangtua untuk menambah kedekatan dengan anak

Jadi bagaimana temans?sudahkah memperhatikan hal-hal tersebut?jika teman-teman ada yang ingin membelikan mainan untuk anak, sodara atau keponakan atau siapapun silahkan diperhatikan hal tersebut agar mainan tersebut benar-benar support untuk kebutuhan anak.

Sebagaimana memilih mainan yang tepat saya juga sebagai ortu selalu berupaya memberikan pilihan obat yang tepat untuk anak. Seusia Neyna yang selalu aktif dan punya rasa ingin tahu besar tentunya saya tak mampu membatasi hal tersebut sehingga seringkali Neyna demam. Sebagai mekanisme tubuhnya untuk memerangi benda asing yang masuk ke tubuh bisa virus atau bakteri dan memicu timbulnya Demam. 

#Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak? #Haruskah Membeli mainan mahal atau tidak? #Membeli mainan sesuai Gender atau minat?

Bagaimana cara mengatasi demam pada Neyna?


💗Saya harus mengetahui dahulu sumbernya darimana. Dahulu Neyna demam karena tumbuh gigi, karena radang paru-paru nah demam ini akan timbul tenggelam seiring dengan pemicu sakitnya. 

💗 Memberikan obat penurun demam yang paling Aman dan terpercaya sejak dahulu yakni Tempra Syrup. Mengapa saya memilih Tempra?karena sepengetahuan saya Tempra itu :

>> Obat Penurun demam PALING AMAN
>> tiap 0,8 cc mengandung 80 mg parasetamol
>> berbentuk syrup dengan rasa buah yang disukai anak
>> Harganya murah
>> Dapat dibeli di minimarket maupun Apotek terdekat

💗 Barulah ke dokter jika demam selama 3 hari tak kunjung reda agar dipastikan penyebab utamanya terjadi demam

Menjadi ibu memang dituntut untuk cerdas tak hanya cerdas mengurusi keuangan keluarga namun cerdas dalam memberikan pilihan terbaik untuk anak. Temans punya cerita apa tentang mainan untuk anak?yuk share disini.

semoga bermanfaat yah 💋

 Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

94 komentar

Avatar
Helena Selasa, 13 Juni, 2017

aku ngikik lihat Neyna pakai lipstick. Anakku cowo aja ikutan kayak emaknya. Huhu... simpen kotak make-up rapat-rapat

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

simpan mba hahaha krn mereka sering melihat jd penisirin pgn cobain 🤣😂

Reply Delete
Avatar
Inda Chakim Selasa, 13 Juni, 2017

Ah neyna, kamu mengingatkan aku pd msa kecil dlu yg suka motekin barbie bwt njajal bajunya jd sarung tangan. Hahayyy,
Sehat selalu ya neyna. Tambah pinter, pokoknya yg baik2 deh, amiinnn,

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

nah sama kek Mak ken wkwkwk
aamiin makasi mak ken doa yg sama bwt ken 🙏🏻

Reply Delete
Avatar
Novarina DW Selasa, 13 Juni, 2017

Aku juga ketawa lihat foto Neyna yang pakai lipstik. Daaannn ... Itu moment yang nggemesin. Udah banyak korban lipstik dah. Makanya emaknya nggak beli lipstik yang bermerk. Selain mahal, sayang juga kalo pas ketahuan si kecil trus dibuat mainan dan dipatahin *huaaa

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

iya mba potek lipstick potek hati mamak hahaha

Reply Delete
Avatar
Damar Aisyah Selasa, 13 Juni, 2017

Anak saya yang 6 tahun juga masih suka motekin kakai barbie, Mbak. Duh ... Tapi kalau lipstik dah aman. Aman dari dipotek, tapi semakin sering dipakai. Hihihi

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

hahaha segera disimpan baik2 mba 😂

Reply Delete
Avatar
Inna Riana Selasa, 13 Juni, 2017

nah itu...mainan kekinian ga selalu cocok buat anak2. pernah dibeliin squishy cumi2, baru berapa hari udah buntung kepalanya karna diuleng2 mulu. tau gitu squishy cuminya digulai aja dari awal hahaha

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

hahaha aku jg baru tau apaan itu mba squishy 😂😂

Reply Delete
Avatar
Kurnia amelia Selasa, 13 Juni, 2017

Klo saya bisa jarang banget beli mainan bahkan bisa dihitung jari,,mainan anak2 biasanya dari hadiah-hadiah aja 😂😂.
Btw Tempra bagus tuh cepat nurunin demam.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

alhamdulilah rezeki y mba ga perlu keluarin uang 🤣😂

Reply Delete
Avatar
Tian Lustiana Selasa, 13 Juni, 2017

Jadi ingat dulu pas Marwah seusia Neyna haha, kalau dibeliin barbie pasti buntung kwkwkwkwkw

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

nah kan ternyata sama y teh gejala potek barbie dilalui 🤣😂

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres Selasa, 13 Juni, 2017

Hahah Neyna kreatif banget baju barbie dijadiins epatu. Ini pasti gara-gara Bunda nggak beliin sih. Hahaha. Lengkap tulisannya mba. Gudlak :)

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

hahahaha iya ni ummi pas kejadian si shock bgt tp klo diinget2 malah skrg pgn ketawa duh ada2 aja emang kelakuannya

Reply Delete
Avatar
Lucky Caesar Selasa, 13 Juni, 2017

Neynaaa barbienya kasihan dipatahin gtu eheheh, neyna pasti kreatif bangeet kalau udah gede mbaaak :D gak ckup tembok di kertas, dia maunya mah mural di tembook. kereen keren :D

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

hahaha iya ninmba lucy kamarnya habis sama crayon tak biarin aja katanya kebon binatang 🤣😂

Reply Delete
Avatar
hani Selasa, 13 Juni, 2017

Wah...dulu saya seneng main Barbie berdua anak. Malah ceritanya modeshow. Bikinin baju macem2 model...Ini yg mau main kayaknya saya deh...hihi. Sehat selalu ya Neyna...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

hahaha mamaknya yg niat bgt ya mba 😂 aamiin makasi mba

Reply Delete
Avatar
Nchie Hanie Selasa, 13 Juni, 2017

Hahhaaa..ngakak banget liat kelakuan si cantik niy, kadang ya Bun huhuuu bikin gemes , ngeselin kalo sudah coret2 tembok (mana baru di cat) rasanya ingin garuk2 tembok deh hihii

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

iya mba skrg dibiarin dlu biar puas tembok kamarnya dipenuhi dg coretan 😂

Reply Delete
Avatar
Ibu Dila Selasa, 13 Juni, 2017

Waaaah samaan tuh temboknya sama yabg di rumahku , mb... Hihihi

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

selamat mba kita termasuk mamak sabar liat coretan tangan ditembok hahaha

Reply Delete
Avatar
Felyina Selasa, 13 Juni, 2017

Huahahahahahaha... Nayna lucu ya. Kreatif lho, baju barbie dipake jadi kaos kaki. Hahahahahha...... Mamanya yang puyeng

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

iya mba itu barbie uda brp kali dibeliin bahkan dikasih ga pd awet sll begitu kesian barbienya hahhaah

Reply Delete
Avatar
Vika Hamidah Selasa, 13 Juni, 2017

Aduh lucu banget neyna waktu lagi pake lipstick ngikutin emaknya yang tsantik y mba... yang penting semuanya yang terbaik untuk anak apapun y mba

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

iya mba aamiin aku sbg fasilitator aja 😁

Reply Delete
Avatar
Armita Fibri Selasa, 13 Juni, 2017

Memiliki balita memang luar biasa tantangannya ya Teh. :) Harus cerdas di segala sisi ^^

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

iya teh Mita n utamanya sabar 😂🤣

Reply Delete
Avatar
Nusantara Adhiyaksa Selasa, 13 Juni, 2017

Temboknya jadi lebih bernilai seni Tinggi ... heeee

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

alhamdulilah bermodal tinggi pula kang buat bersiinnya hahaha

Reply Delete
Avatar
Rani R Tyas Selasa, 13 Juni, 2017

Ya Allah kreatif pisan ya Neyna.. untung yang dicoret ke tembok mah crayon ya, coba lipstik bundanya :p

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

wah bisa teriak2 mamaknya klo lipstick yg dipake hahaha

Reply Delete
Avatar
Wahyu Widyaningrum Selasa, 13 Juni, 2017

Iyes, sepakat banget Mbak Herva, harus ada sisi edukatifnya ya

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

makasi mba wahyu uda mampir

Reply Delete
Avatar
Sandra Nova Selasa, 13 Juni, 2017

aku termasuk jarang beliin raya maenan, kebanyakan kado ultah dan paling kl aku beli yg rada mahal biar awet. Pernah aku beliin boneka elsa & anna, waktu umur 2 thn, bhay di pretelin, tangan, kaki & kepalanya hahahah.. jadi udah we lah ngga usah beli gitu2an lagi, nunggu kado aja #eh XD

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

alhamdulilah rezeki anak solehah y mih hahaha

Reply Delete
Avatar
Gilang Maulani Selasa, 13 Juni, 2017

Liat Neyna pake lipstick jadi inget pas kecil aku suka mainin lipstick ibu sampe rata dan suka nyoretin tembok hahaha. Barbienya ya ampun, dipretelin :D Foto Neyna yang megang tempra gemesh deh :3

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

nah kan ternyata pada sama kejadiannya hahhaa

Reply Delete
Avatar
Efi Fitriyyah Selasa, 13 Juni, 2017

Hihihi komiknya lucu-lucu. Jangan sampai lipen mamanya juga dipake buat ngelukis tembok ya. :D

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

jangan sampe teh efi owe lugi bandar hahaha

Reply Delete
Avatar
Lusi Selasa, 13 Juni, 2017

Aku dulu beliin mainan anak pokoknya kudu empuk aja ahahaha. Lagian jaman dulu mainan edukatif memang nggak banyak & emaknya kurang kreatif :(

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

iya dulu cmn gitu2 aja y mba skrg bnyk bgt dan variatif tgl dr sisi kita aja milih yg sesuai kebutuhan

Reply Delete
Avatar
Nia Haryanto Rabu, 14 Juni, 2017

Hahahaha lucu. Iya banget, anak-anak itu memang gak bisa diprediksi. Anakku kan banyak cowok. Nah suamiku beli banyak mobil-mobilan buat mereka. Selain buat mainan, niatnya buat koleksi. Eh ternyata boro-boro dikoleksi. Yang ada malah dipake di lumpur, dinaekin beneran, dll. Jadinya banyak yang kotor dan patah-patah. :)))

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 14 Juni, 2017

hahahaha ekspektasi sll jauh de realita y teh 😂

Reply Delete
Avatar
Ayaa Rabu, 14 Juni, 2017

Waaah neina juga suka corat coret tembok yak 😂. Rumahku penuh dengan spidol mbaaak. Sekarang pd jarang minta beli2 mainan gt. Prefer mainan henpon :(((

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

hehehe iya mba ga aman kalau dikasih alat tulis hahaha..untungnya Neyna belom kepengen HP :p

Reply Delete
Avatar
Ophi Ziadah Rabu, 14 Juni, 2017

Nah yg sesuai gender nih... Anak2ku agak random. Paksi ikutan main rumah2n dan mainin boneka jg...so far aku biarain aja sih. Perannya tetep sbg laki sih tp kadang ada ibunya jg disitu hahaha

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

sama si mba tapi memang aku dominan sesuai gender Neyna hehehe makasi sharingnya mba

Reply Delete
Avatar
Nuniek KR Rabu, 14 Juni, 2017

wkwk, lucu amat itu yang kepalanya dikasih keranjang.
trus itu lho mbak yang boneka barbienya dipatahin trus dipenyokin, hihi ada-ada aja deeehhh

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

iya mba akunya yang pusing wkwkwk

Reply Delete
Avatar
Vanisa Desfriani Rabu, 14 Juni, 2017

sha umur segini masi beli boneka. ga sesuai umur ya teh? hehe

neyna lucu amat main lipstik sama main teriguu :)

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

gpp mba Sha yg ptg ga regresi mau beli boneka juga hahaha

Reply Delete
Avatar
Astin Astanti Rabu, 14 Juni, 2017

Neyna kamu lucu banget sich baju barbie bisa jadi kaos kaki sama kaos tangan

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

iya mba pas kejadian melihat itu aku juga ketawa sambil menangis liat potekannya wkwkwk

Reply Delete
Avatar
Dian Restu Agustina Rabu, 14 Juni, 2017

kalau aku seringnya beli mainan karena trend kekinian, mba! Kuatir anaknya dibilang ngga gaul, jadi deh dibeliin yang sama kayak punya temannya hahaha...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

wah ituh aku ga mba hehehe sesuaikan dengan kebutuhan n keuangan :p

Reply Delete
Avatar
Nita Lana Faera Rabu, 14 Juni, 2017

Neyna kreatif amat sih. Adek barbie-nya dipretelin bajunya buat sarung tangan, haha... Anak2 kalau sehat2, mainnya juga semangat ya.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

iya ni miss bener2 dah tangannya kreatif pisan :D

Reply Delete
Avatar
Evi Sri Rezeki Kamis, 15 Juni, 2017

Aku juga dulu suka main berbie-berbie-an sama Epa hehe

Reply Delete
Avatar
Farhan Kamis, 15 Juni, 2017

Mmm nyimak aja, soalnya belum jadi orang tua hahaha

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

bole dicatat kalau2 mau beli mainan buat ponakan atau adiknya pacar eaaa

Reply Delete
Avatar
Sandra Hamidah Kamis, 15 Juni, 2017

Aduh eta meni bodor ekspektasi vs realita emang emesh deh pengen beli mainan buat baby, gudlak lombanya ya teh

Reply Delete
Avatar
Elva susanti Kamis, 15 Juni, 2017

Aktif banget ya mbak dede Neyna, mainan untuk anak memang perlu diperhatikan mbak agar anak aman saat bermain.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

iya mba aktif dan cerewet padahal aku pendiam hahaha *klo percaya :p

Reply Delete
Avatar
evrinasp Kamis, 15 Juni, 2017

hahaha ekspektasi sama kenyataan jauh berbeda ya, namanya juga anak-anak, tembok rumah ku juga udah habis dengan coretan

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

iya mba begitulah klo punya anak cimit nan kreatif wkwkwk toss mba Ev :)

Reply Delete
Avatar
Putu Sukartini Kamis, 15 Juni, 2017

Mainan anak itu memang paling penting ada nilai edukasinya
Jadi buka sekedar buat main doang
Dan yang pasti kebersihannya harus terjaga ya, biar anak tetap sehat dan aktif

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

iya mba betl sekalih bernilai edukasi dan aman tentu jadi pertimbangan :)

Reply Delete
Avatar
Andi Nugraha Kamis, 15 Juni, 2017

Bermanfaat nih, lihat ekpresi fotonya lucu teh..hehe
Sebenarnya gak cuma buat anak, bisa aku gunain misal beli untuk saudara atau keponakan :)

Itu baju barbienya buat kaos kaki teh, ya ampun. Kasian gak pake baju tuh boneka..hehe

Oh,ya baru kali ini lihat boneka barbie lagi, setelah sekiran lama gk lihat..hehe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

makasih kang :) sok diterapin yak hahaha

Reply Delete
Avatar
Gustyanita Pratiwi Kamis, 15 Juni, 2017

Neyna kok mirip bapake banget ya mb hahhaha
Sama toast mb, aku juga berniat klo dah punya anak tar, ga mau yang terlalu nurutin maunya anak misal liat temennya dikit punya apa, dilatih dibiasakn dari kecil supaya lebih bertanggung jawab kan ya, ga cuma abis minta mainanya ditinggal heula #kesenangan sesaat heuheuu #edisi bebymbulmulaisoktua

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

yes mba embul adalah orang kesekian yg bilang Neyna mirip bapaknya hahaha
nah itu edukasi biar anak aware yang jadi PR mba

Reply Delete
Avatar
(sulis) bunda raka-alya Kamis, 15 Juni, 2017

Yang sesuai gender ini susah aku terapin anak ke 2 mb. Niat hati tak belikan boneka..anak cewek kan. Eh..nggak suka. Setiap ke toko mainan, sukanya mobil2an.. Mungkin karena kakaknya cowok mb...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 15 Juni, 2017

gpp mba yg penting kita kenalin juga yang sesuai gender anakn :)

Reply Delete
Avatar
Lidha Maul Jumat, 16 Juni, 2017

Mumut baru dua tahun ini ngerti lipstik dan tahu banget momen saya sholat adalah momen eksplorasi, setelah itu dia keluar kamar dan pamer: antik..antik. Antara mau ketawa dan nyesek liat lipstik patah2. Iki piye sholatnya ya hahaha

Kalau sesuai gender dan minat, rasanya sih sudah. Nah, sama...saya juga nggak main beli aja buat mumut, yang ada aja di rumah, yang penting kitanya bisa ngejelasin ke anak, atau rangsang imajinasinya mau gimana.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 18 Juni, 2017

wkwkwk untung abis solat y mba langsung dzikir istigfar :D
makasi sharingnya mba

Reply Delete
Avatar
Uwien Budi Jumat, 16 Juni, 2017

Sudah puluhan barnie dipotekin sama Dhia

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 18 Juni, 2017

tosss kita senasip dan termasuk mamak sabar :D

Reply Delete
Avatar
Irawati Hamid Sabtu, 17 Juni, 2017

anakku gak suka coret-coret di dinding Mbaa, tapi suka coret-coret di lantai, huhuhu :(

Dik Neyna, menggemaskan banget pake lipstik :*

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 18 Juni, 2017

lantai masih bisa dipel mba klo tembok blasss wkwkwk

Reply Delete
Avatar
Lendy Kurnia Reny Sabtu, 17 Juni, 2017

Kata bu Elly Risman, mainan aak itu genderless...
Jadilaah....
anak kedua aku hobinya main mobil, truk dan robot.

Tokoh idolanya McQueen sama optimus Prime.
Hadeeuu~~

Untunglah aku emak pelit. Yang gak akan beliin mainan kalau anak ingin aja.
Aku mau beli mainan kalau edukatif, yang jelas-jelas melatih motorik kasar dan halus.

Kaya playdough (bisa bikin sendiri...hahhaa) dan permainan pretend-play.

**antara pelit sama gak punya duit emang beda tippiis..heu~~

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 18 Juni, 2017

yes mba Len hahaha makasi sharingnya

Reply Delete
Avatar
utie adnu Minggu, 18 Juni, 2017

Bundanya kreatif anaknya jd ikutan,,. Anakku dulu jg dpt itu,. Tapi senang lah yg penting kreatif positif tgl kita yg mengarahkan

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 18 Juni, 2017

alhamdulilah menurun ya mba :)

Reply Delete
Avatar
yohana siallagan Selasa, 20 Juni, 2017

banyak banget ya pertimbangan memilih mainan anak mbak,

www.borusiallagan.com

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 20 Juni, 2017

iya mba namanya kan sayang anak give the best ☺️

Reply Delete
Avatar
Ucig Rabu, 21 Juni, 2017

Luar biasaaa... aku setuju teh. Bukan yg penting punya, nggak semua harus anak2ku punya karena orang lain juga punya hihii..kreatif selaluuu

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 22 Juni, 2017

iyes mba pointnya ituh hahaha makasi y mba

Reply Delete
Avatar
Hendra Suhendra Rabu, 19 Juli, 2017

Usia seperti itu biasanya si anak akan selalu memainkan imajinasinya, jadi selama mainannya tidak membahayakan dirinya, sah-sah saja sih, toh nanti beliau-beliau juga akan menggunakan otaknya untuk "menghidupkan" suasana bermainnya..

Contohnya kayak dikasih krayon, bukannya nulis di buku, eh malah corat coret tembok, biasanya sih kayak gini, hehehe...

Reply Delete