Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak?

Selasa, 13 Juni 2017
Menjadi orangtua memberikan pemahaman tersendiri bagi saya untuk memahami konsep tumbuh kembang anak. Karena itulah ketika kuliah saya mendapatkan materi kuliah untuk "Psikologi Perkembangan" hingga 3 semester. Dulu saat kuliah saya hanya berfikir mempelajari Life Span Development hanya sebagai teori semata dan kini menjadi seorang ibu saya baru menyadari teori-teori yang saya pelajari ternyata berguna.

Memiliki batita usia menuju 4 tahun memberikan tantangan untuk saya pribadi. Bagaimana tidak rentang usia yang sedang dialami anak saya selalu disebutkan sebagai masa Golden Age. Banyak sekali pendapat bertebaran jika dalam masa golden age sebaiknya saya sebagai ortu bisa memberikan stimulasi yang tepat dan optimal agar anak saya mampu menjalani tugas perkembangannya disetiap rentang usia dengan baik.


Bukanlah satu hal mudah untuk saya mengoptimalkan stimulasi karena ternyata lain teori lain realita. Yang pada akhirnya meski saya berpatokan pada teori namun akhirnya saya mesti out of the box menyikapi perkembangan anak saya sendiri. Dan tentunya yang terpenting bagi saya adalah "Tidak menjadikan perkembangan anak-anak lain sebagai tolok ukur keberhasilan tahap perkembangan untuk anak saya". 


Sebagai upaya untuk menstimulasi perkembangan anak saya maka "Bermain" merupakan salah satu cara yang saya pilih sebagai kegiatan yang bisa memberikan multiple manfaat tidak hanya kesenangan buat anak akan tetapi juga sebagai sarana untuk saya memberikan stimulasi bagi perkembangan motorik, intelektual, sosial hingga emosi anak saya. Kegiatan bermainnya pun  bisa menggunakan alat yakni Mainan atau tanpa Mainan.

Sejauh ini saya selalu membelikan mainan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Hal ini dimaksudkan seperti yang telah saya bahas sebelumnya agar anak mampu untuk mengikuti tugas perkembangannya. 

Tapi tahukah temans ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi kita sebelum membeli dan memilih mainan yang cocok untuk anak. Bagi saya sendiri ada 5 hal yang menjadi fokus perhatian saya sebelum akhirnya saya membelikan mainan untuk anak saya, diantaranya adalah sebagai berikut:



🌷 Sesuaikan Dengan Usia ðŸŒ·

Bagi saya fungsi mainan tidak sekedar hanya untuk memberikan kesenangan namun juga mendukung untuk proses pembelajaran. Maka dari itu saya selalu membeli mainan sesuai rentang usia anak saya. Tak mungkin kan saya belikan sepeda untuk anak saya yang masih usia 7 bulan. Atau membelikan puzzle ketika anak saya masih merangkak.

Hal ini tak lantas pula menjadi patokan untuk saya bahwa proses pembelajaran yang Neyna dapatkan hanya dari mainan yang saya belikan. Selain membeli mainan juga saya mencoba untuk memanfaatkan peralatan yang ada dirumah jadi tak semuanya mesti baru bisa menggunakan apapun yang tersedia untuk dijadikan stimulasi dalam proses bermain Neyna.


Sejak masih bayi Neyna sudah saya berikan stimulasi untuk mengenal barang-barang yang ada disekitarnya. Seiring dengan bertambah usianya Neyna sudah bisa memilih permainan apapun yang ingin ia mainkan. Sebagai ibu saya hanya sebagai fasilitator dan mentor untuk proses bermainnya.



🌷 Bahan & Bentuk Mainan Aman🌷

Membeli mainan anak jangan hanya berpatokan pada desainnya yang lucu namun ternyata memiliki bahan yang tidak aman. Tergoda kan yah kalau ditempat jualan mainan bertebaran mainan-mainan yang aduhai bikin laper mata. Cung sapa yang suka laper mata?*saya*. Namun saya selalu mengerem hal tersebut dengan memikirkan kembali kira-kira kalau anak saya main yang beginian aman ga yah?

Pertimbangan aman bagi saya yakni aman untuk digunakan anak seperti tidak mudah patah jika dibanting. Anak-anak seusia anak saya sedang gencarnya bereksplorasi untuk menjawab rasa ingin tahunya. Bayangkan saja boneka Barbie yang saya belikan untuk anak potek semua kaki dan tangannya untunglah bagian patahannya tidak bikin khawatir sehingga masih bisa digunakan untuk bermain.

Definisi Aman bagi saya juga tak hanya untuk sisi anak saya sendiri tapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Nah sebagai ibu yang dulunya senang banget mewarnai bahkan pernah menjuarai lomba mewarnai saat kecil saya pun terdorong untuk membelikan juga Crayon untuk Neyna. Namun ternyata seusia Neyna masih belum bisa mengontrol untuk tidak mewarnai pada buku saja akan tetapi dinding kamarnya habis ia warnai. Ketika saya tanyakan kenapa mewarnai di tembok?lalu dia bercerita jika coretan yang hampir memenuhi dinding kamar adalah kebon binatang *alamak mendadak pusing*.

Selain itu aman menurut saya adalah mainan yang bersih karena anak-anak seusia Neyna sedang aktifnya untuk memuaskan rasa ingin tahunya sehingga perlu sekali diperhatikan soal kebersihan yang bisa menyebabkan penyakit.


🌷Sesuai Dengan Gender & Minat ðŸŒ· 

Berbagai jenis mainan yang ada selalu menyesuaikan dengan gender sebagai ibu saya memang dominan memberikan mainan yang khas untuk perempuan seperti boneka maupun main masak-masakan tapi dalam proses tumbuh kembang Neyna, saya sendiri membelikan jenis permainan yang biasa dilakukan anak laki-laki seperti bola. Hal ini saya maksudkan agar Neyna bisa tahu semua jenis permainan. Dan paling utamanya fungsi dari permainan tersebut untuk Neyna sendiri.

Kesesuaian minat Neyna juga menjadi pertimbangan saya dalam menyediakan mainan. Misalnya karena dia pernah berobat ke dokter lalu akhirnya dia bermain peran menjadi dokter karenanya saya membelikan mainan dokter-dokteran. Saat Neyna suka dengan ibu peri maka saya membelikan tongkat dan sayap ibu peri. 

Yah meskipun ternyata Neyna mudah bosan dengan satu mainan yang akhirnya mainan tersebut rusak atau didiamkan saja. Namun bagi saya pesan dari mainan tersebut bisa Neyna dapatkan. 

🌷 Ada Fungsi Edukatif ðŸŒ· 

Mainan yang biasa saya beli atau saya pilihkan untuk Neyna haruslah mainan yang memiliki fungsi Edukatif. Harapannya kegiatan bermain yang dilakukan bisa membantu Neyna untuk merangsang daya berfikirnya, daya imajinasinya, merangsang perkembangan motorik dan juga kemampuan komunikasinya.

Terkadang meskipun tanpa mainan Neyna bisa memanfaatkan botol-botol parfum atau bedak untuk ia jadikan role play ibu-ibuan artinya disini saya melihat perkembangan cara berfikir dan imajinasinya sudah mulai terlihat bahkan saya berdecak kagum dengan cerita-cerita yang ia sajikan jika ia bermain sendiri.

So yang terpenting bagi saya mainan yang Neyna pilih bisa bermanfaat terlepas mainannya itu hanya sebuat botol atau keranjang bekas yang ada di rumah. 

🌷 Sesuai dengan Kebutuhan🌷 

Apapun yang berlebihan selalu tidak baik. Saya adalah tipe orang tua yang tidak ingin mengajarkan anak untuk konsumtif. Dimana ketika ada permainan yang sedang kekinian, saya tidak selalu untuk membelikan mainan tersebut kepada Neyna. Masa-masa usia Neyna selalu menginginkan barang yang dimiliki orang lain. Tak heran jika sedang bermain dengan sepupunya ia selalu merebut atau pulang ke rumah lalu menceritakan kepada saya seperti "bun bolehkah Neyna punya sepeda kupu-kupu seperti punya Ceceu?"

Akan selalu ada keinginan yang datang dari anak setelah melihat atau mendengar langsung dari temannya mengenai satu mainan. Sebagai ortu tentunya moment seperti ini adalah moment tepat untuk mengajarkan bahwasanya "kita memiliki suatu barang karena kebutuhan" bukan karena tak ingin merasa kalah tidak punya seperti yang orang lain miliki.

***
Dengan melihat berbagai pertimbangan tersebut, maka saya sebagai orangtua harus paham hal-hal sebagai berikut :

1. Tahapan perkembangan anak hal ini tentunya untuk menyesuaikan mainan mana yang cocok atau tidak dengan kebutuhan anak.
2. Fungsi dari mainan yang mampu menghindari saya membeli mainan tidak sesuai kebutuhan
3. Mengajarkan awareness kepada anak hal ini tentu dimaksudkan agar anak mampu bertanggungjawab dengan mainannya. Tak hanya menuntut anak untuk bisa membereskan mainan setelah bermain namun juga mengajarkan untuk bisa menjaga mainannya tidak merusaknya. 



4. Pentingnya bermain bersama merupakan point utamanya karena melibatkan fungsi saya sebagai orangtua untuk menambah kedekatan dengan anak

Jadi bagaimana temans?sudahkah memperhatikan hal-hal tersebut?jika teman-teman ada yang ingin membelikan mainan untuk anak, sodara atau keponakan atau siapapun silahkan diperhatikan hal tersebut agar mainan tersebut benar-benar support untuk kebutuhan anak.

Sebagaimana memilih mainan yang tepat saya juga sebagai ortu selalu berupaya memberikan pilihan obat yang tepat untuk anak. Seusia Neyna yang selalu aktif dan punya rasa ingin tahu besar tentunya saya tak mampu membatasi hal tersebut sehingga seringkali Neyna demam. Sebagai mekanisme tubuhnya untuk memerangi benda asing yang masuk ke tubuh bisa virus atau bakteri dan memicu timbulnya Demam. 


Bagaimana cara mengatasi demam pada Neyna?

💗Saya harus mengetahui dahulu sumbernya darimana. Dahulu Neyna demam karena tumbuh gigi, karena radang paru-paru nah demam ini akan timbul tenggelam seiring dengan pemicu sakitnya. 

💗 Memberikan obat penurun demam yang paling Aman dan terpercaya sejak dahulu yakni Tempra Syrup. Mengapa saya memilih Tempra?karena sepengetahuan saya Tempra itu :

>> Obat Penurun demam PALING AMAN
>> tiap 0,8 cc mengandung 80 mg parasetamol
>> berbentuk syrup dengan rasa buah yang disukai anak
>> Harganya murah
>> Dapat dibeli di minimarket maupun Apotek terdekat

💗 Barulah ke dokter jika demam selama 3 hari tak kunjung reda agar dipastikan penyebab utamanya terjadi demam

Menjadi ibu memang dituntut untuk cerdas tak hanya cerdas mengurusi keuangan keluarga namun cerdas dalam memberikan pilihan terbaik untuk anak. Temans punya cerita apa tentang mainan untuk anak?yuk share disini.

semoga bermanfaat yah 💋

 Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
106 komentar on "Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Untuk Anak?"
  1. aku ngikik lihat Neyna pakai lipstick. Anakku cowo aja ikutan kayak emaknya. Huhu... simpen kotak make-up rapat-rapat

    BalasHapus
    Balasan
    1. simpan mba hahaha krn mereka sering melihat jd penisirin pgn cobain 🤣😂

      Hapus
  2. Ah neyna, kamu mengingatkan aku pd msa kecil dlu yg suka motekin barbie bwt njajal bajunya jd sarung tangan. Hahayyy,
    Sehat selalu ya neyna. Tambah pinter, pokoknya yg baik2 deh, amiinnn,

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah sama kek Mak ken wkwkwk
      aamiin makasi mak ken doa yg sama bwt ken 🙏🏻

      Hapus
  3. Aku juga ketawa lihat foto Neyna yang pakai lipstik. Daaannn ... Itu moment yang nggemesin. Udah banyak korban lipstik dah. Makanya emaknya nggak beli lipstik yang bermerk. Selain mahal, sayang juga kalo pas ketahuan si kecil trus dibuat mainan dan dipatahin *huaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba potek lipstick potek hati mamak hahaha

      Hapus
  4. Anak saya yang 6 tahun juga masih suka motekin kakai barbie, Mbak. Duh ... Tapi kalau lipstik dah aman. Aman dari dipotek, tapi semakin sering dipakai. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha segera disimpan baik2 mba 😂

      Hapus
  5. nah itu...mainan kekinian ga selalu cocok buat anak2. pernah dibeliin squishy cumi2, baru berapa hari udah buntung kepalanya karna diuleng2 mulu. tau gitu squishy cuminya digulai aja dari awal hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha aku jg baru tau apaan itu mba squishy 😂😂

      Hapus
  6. Klo saya bisa jarang banget beli mainan bahkan bisa dihitung jari,,mainan anak2 biasanya dari hadiah-hadiah aja 😂😂.
    Btw Tempra bagus tuh cepat nurunin demam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah rezeki y mba ga perlu keluarin uang 🤣😂

      Hapus
  7. Jadi ingat dulu pas Marwah seusia Neyna haha, kalau dibeliin barbie pasti buntung kwkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah kan ternyata sama y teh gejala potek barbie dilalui 🤣😂

      Hapus
  8. Hahah Neyna kreatif banget baju barbie dijadiins epatu. Ini pasti gara-gara Bunda nggak beliin sih. Hahaha. Lengkap tulisannya mba. Gudlak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha iya ni ummi pas kejadian si shock bgt tp klo diinget2 malah skrg pgn ketawa duh ada2 aja emang kelakuannya

      Hapus
  9. Neynaaa barbienya kasihan dipatahin gtu eheheh, neyna pasti kreatif bangeet kalau udah gede mbaaak :D gak ckup tembok di kertas, dia maunya mah mural di tembook. kereen keren :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya ninmba lucy kamarnya habis sama crayon tak biarin aja katanya kebon binatang 🤣😂

      Hapus
  10. Tempra memang efektif mengatasi demam. Good luck mbak :*

    BalasHapus
  11. Wah...dulu saya seneng main Barbie berdua anak. Malah ceritanya modeshow. Bikinin baju macem2 model...Ini yg mau main kayaknya saya deh...hihi. Sehat selalu ya Neyna...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha mamaknya yg niat bgt ya mba 😂 aamiin makasi mba

      Hapus
  12. Hahhaaa..ngakak banget liat kelakuan si cantik niy, kadang ya Bun huhuuu bikin gemes , ngeselin kalo sudah coret2 tembok (mana baru di cat) rasanya ingin garuk2 tembok deh hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba skrg dibiarin dlu biar puas tembok kamarnya dipenuhi dg coretan 😂

      Hapus
  13. Waaaah samaan tuh temboknya sama yabg di rumahku , mb... Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat mba kita termasuk mamak sabar liat coretan tangan ditembok hahaha

      Hapus
  14. Hahaha... aku ngakak mulu jadinya. Tapi emang ya Mbak, ekspektasi kita sama realita di kepala anak emang kadang suka beda. Kita mikir dan maunya anak main apa, eh, dianya bisa punya kreativitas lain a la dia 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu mba aku selalu bayangin a yg terjadi malah b hahaha

      Hapus
  15. Huahahahahahaha... Nayna lucu ya. Kreatif lho, baju barbie dipake jadi kaos kaki. Hahahahahha...... Mamanya yang puyeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba itu barbie uda brp kali dibeliin bahkan dikasih ga pd awet sll begitu kesian barbienya hahhaah

      Hapus
  16. Aduh lucu banget neyna waktu lagi pake lipstick ngikutin emaknya yang tsantik y mba... yang penting semuanya yang terbaik untuk anak apapun y mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba aamiin aku sbg fasilitator aja 😁

      Hapus
  17. Memiliki balita memang luar biasa tantangannya ya Teh. :) Harus cerdas di segala sisi ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya teh Mita n utamanya sabar 😂🤣

      Hapus
  18. Temboknya jadi lebih bernilai seni Tinggi ... heeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah bermodal tinggi pula kang buat bersiinnya hahaha

      Hapus
  19. Ya Allah kreatif pisan ya Neyna.. untung yang dicoret ke tembok mah crayon ya, coba lipstik bundanya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bisa teriak2 mamaknya klo lipstick yg dipake hahaha

      Hapus
  20. Iyes, sepakat banget Mbak Herva, harus ada sisi edukatifnya ya

    BalasHapus
  21. aku termasuk jarang beliin raya maenan, kebanyakan kado ultah dan paling kl aku beli yg rada mahal biar awet. Pernah aku beliin boneka elsa & anna, waktu umur 2 thn, bhay di pretelin, tangan, kaki & kepalanya hahahah.. jadi udah we lah ngga usah beli gitu2an lagi, nunggu kado aja #eh XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah rezeki anak solehah y mih hahaha

      Hapus
  22. Liat Neyna pake lipstick jadi inget pas kecil aku suka mainin lipstick ibu sampe rata dan suka nyoretin tembok hahaha. Barbienya ya ampun, dipretelin :D Foto Neyna yang megang tempra gemesh deh :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah kan ternyata pada sama kejadiannya hahhaa

      Hapus
  23. Hihihi komiknya lucu-lucu. Jangan sampai lipen mamanya juga dipake buat ngelukis tembok ya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan sampe teh efi owe lugi bandar hahaha

      Hapus
  24. Aku dulu beliin mainan anak pokoknya kudu empuk aja ahahaha. Lagian jaman dulu mainan edukatif memang nggak banyak & emaknya kurang kreatif :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dulu cmn gitu2 aja y mba skrg bnyk bgt dan variatif tgl dr sisi kita aja milih yg sesuai kebutuhan

      Hapus
  25. Hahahaha lucu. Iya banget, anak-anak itu memang gak bisa diprediksi. Anakku kan banyak cowok. Nah suamiku beli banyak mobil-mobilan buat mereka. Selain buat mainan, niatnya buat koleksi. Eh ternyata boro-boro dikoleksi. Yang ada malah dipake di lumpur, dinaekin beneran, dll. Jadinya banyak yang kotor dan patah-patah. :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha ekspektasi sll jauh de realita y teh 😂

      Hapus
  26. Waaah neina juga suka corat coret tembok yak 😂. Rumahku penuh dengan spidol mbaaak. Sekarang pd jarang minta beli2 mainan gt. Prefer mainan henpon :(((

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya mba ga aman kalau dikasih alat tulis hahaha..untungnya Neyna belom kepengen HP :p

      Hapus
  27. Nah yg sesuai gender nih... Anak2ku agak random. Paksi ikutan main rumah2n dan mainin boneka jg...so far aku biarain aja sih. Perannya tetep sbg laki sih tp kadang ada ibunya jg disitu hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama si mba tapi memang aku dominan sesuai gender Neyna hehehe makasi sharingnya mba

      Hapus
  28. wkwk, lucu amat itu yang kepalanya dikasih keranjang.
    trus itu lho mbak yang boneka barbienya dipatahin trus dipenyokin, hihi ada-ada aja deeehhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba akunya yang pusing wkwkwk

      Hapus
  29. Hahaha barbienya itu loh kasian, tapi dulu juga sama ketang aku juga suka patah-patahin barbie hahaha
    Ini kayaknya dek Neyna bakatnya banyak kalo udah besar, anaknya segala dimainin. Asal jangan mainin perasaanku aja ya dek..
    #emaap :))

    BalasHapus
  30. sha umur segini masi beli boneka. ga sesuai umur ya teh? hehe

    neyna lucu amat main lipstik sama main teriguu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. gpp mba Sha yg ptg ga regresi mau beli boneka juga hahaha

      Hapus
  31. Neyna kamu lucu banget sich baju barbie bisa jadi kaos kaki sama kaos tangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba pas kejadian melihat itu aku juga ketawa sambil menangis liat potekannya wkwkwk

      Hapus
  32. kalau aku seringnya beli mainan karena trend kekinian, mba! Kuatir anaknya dibilang ngga gaul, jadi deh dibeliin yang sama kayak punya temannya hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ituh aku ga mba hehehe sesuaikan dengan kebutuhan n keuangan :p

      Hapus
  33. Neyna kreatif amat sih. Adek barbie-nya dipretelin bajunya buat sarung tangan, haha... Anak2 kalau sehat2, mainnya juga semangat ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ni miss bener2 dah tangannya kreatif pisan :D

      Hapus
  34. Aku juga dulu suka main berbie-berbie-an sama Epa hehe

    BalasHapus
  35. Mmm nyimak aja, soalnya belum jadi orang tua hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. bole dicatat kalau2 mau beli mainan buat ponakan atau adiknya pacar eaaa

      Hapus
  36. Aduh eta meni bodor ekspektasi vs realita emang emesh deh pengen beli mainan buat baby, gudlak lombanya ya teh

    BalasHapus
  37. Aktif banget ya mbak dede Neyna, mainan untuk anak memang perlu diperhatikan mbak agar anak aman saat bermain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba aktif dan cerewet padahal aku pendiam hahaha *klo percaya :p

      Hapus
  38. hahaha ekspektasi sama kenyataan jauh berbeda ya, namanya juga anak-anak, tembok rumah ku juga udah habis dengan coretan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba begitulah klo punya anak cimit nan kreatif wkwkwk toss mba Ev :)

      Hapus
  39. Mainan anak itu memang paling penting ada nilai edukasinya
    Jadi buka sekedar buat main doang
    Dan yang pasti kebersihannya harus terjaga ya, biar anak tetap sehat dan aktif

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba betl sekalih bernilai edukasi dan aman tentu jadi pertimbangan :)

      Hapus
  40. Bermanfaat nih, lihat ekpresi fotonya lucu teh..hehe
    Sebenarnya gak cuma buat anak, bisa aku gunain misal beli untuk saudara atau keponakan :)

    Itu baju barbienya buat kaos kaki teh, ya ampun. Kasian gak pake baju tuh boneka..hehe

    Oh,ya baru kali ini lihat boneka barbie lagi, setelah sekiran lama gk lihat..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kang :) sok diterapin yak hahaha

      Hapus
  41. Neyna kok mirip bapake banget ya mb hahhaha
    Sama toast mb, aku juga berniat klo dah punya anak tar, ga mau yang terlalu nurutin maunya anak misal liat temennya dikit punya apa, dilatih dibiasakn dari kecil supaya lebih bertanggung jawab kan ya, ga cuma abis minta mainanya ditinggal heula #kesenangan sesaat heuheuu #edisi bebymbulmulaisoktua

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes mba embul adalah orang kesekian yg bilang Neyna mirip bapaknya hahaha
      nah itu edukasi biar anak aware yang jadi PR mba

      Hapus
  42. Yang sesuai gender ini susah aku terapin anak ke 2 mb. Niat hati tak belikan boneka..anak cewek kan. Eh..nggak suka. Setiap ke toko mainan, sukanya mobil2an.. Mungkin karena kakaknya cowok mb...

    BalasHapus
    Balasan
    1. gpp mba yg penting kita kenalin juga yang sesuai gender anakn :)

      Hapus
  43. Mumut baru dua tahun ini ngerti lipstik dan tahu banget momen saya sholat adalah momen eksplorasi, setelah itu dia keluar kamar dan pamer: antik..antik. Antara mau ketawa dan nyesek liat lipstik patah2. Iki piye sholatnya ya hahaha

    Kalau sesuai gender dan minat, rasanya sih sudah. Nah, sama...saya juga nggak main beli aja buat mumut, yang ada aja di rumah, yang penting kitanya bisa ngejelasin ke anak, atau rangsang imajinasinya mau gimana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk untung abis solat y mba langsung dzikir istigfar :D
      makasi sharingnya mba

      Hapus
  44. Sudah puluhan barnie dipotekin sama Dhia

    BalasHapus
    Balasan
    1. tosss kita senasip dan termasuk mamak sabar :D

      Hapus
  45. anakku gak suka coret-coret di dinding Mbaa, tapi suka coret-coret di lantai, huhuhu :(

    Dik Neyna, menggemaskan banget pake lipstik :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. lantai masih bisa dipel mba klo tembok blasss wkwkwk

      Hapus
  46. ekspresi emaknya pas ya sesuai perasaan yg sebenarnya hehe, tapi bahagia bukan main klo tau betapa main di masa kecil itu berdampak sama besarnya nanti. Alhamdulillah anak didukung main ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba Dame hahaha bener2 shock liatnya soalnya :)

      Hapus
  47. Alfi juga suka coret2 tembok pake crayon. Apslagi kalau tahu crayonnya murahan (8ribuan) makin rajin aja coret2nya. Tapi sejak usia 4 tahun temboknya jadi lebih indah karena bukan hanya gambar benanng kusut aja tapi udah bisa gambar orang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya klo Neyna katanya kebon binatang padahal yak gitu benang kusut mba :D

      Hapus
  48. Kata bu Elly Risman, mainan aak itu genderless...
    Jadilaah....
    anak kedua aku hobinya main mobil, truk dan robot.

    Tokoh idolanya McQueen sama optimus Prime.
    Hadeeuu~~

    Untunglah aku emak pelit. Yang gak akan beliin mainan kalau anak ingin aja.
    Aku mau beli mainan kalau edukatif, yang jelas-jelas melatih motorik kasar dan halus.

    Kaya playdough (bisa bikin sendiri...hahhaa) dan permainan pretend-play.

    **antara pelit sama gak punya duit emang beda tippiis..heu~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes mba Len hahaha makasi sharingnya

      Hapus
  49. Bundanya kreatif anaknya jd ikutan,,. Anakku dulu jg dpt itu,. Tapi senang lah yg penting kreatif positif tgl kita yg mengarahkan

    BalasHapus
  50. Rasi sering demam. Belum pernah nyobain tempra.
    Makasih rekomendasinya :)

    BalasHapus
  51. banyak banget ya pertimbangan memilih mainan anak mbak,

    www.borusiallagan.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba namanya kan sayang anak give the best ☺️

      Hapus
  52. Luar biasaaa... aku setuju teh. Bukan yg penting punya, nggak semua harus anak2ku punya karena orang lain juga punya hihii..kreatif selaluuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes mba pointnya ituh hahaha makasi y mba

      Hapus
  53. Usia seperti itu biasanya si anak akan selalu memainkan imajinasinya, jadi selama mainannya tidak membahayakan dirinya, sah-sah saja sih, toh nanti beliau-beliau juga akan menggunakan otaknya untuk "menghidupkan" suasana bermainnya..

    Contohnya kayak dikasih krayon, bukannya nulis di buku, eh malah corat coret tembok, biasanya sih kayak gini, hehehe...

    BalasHapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

Auto Post Signature

Auto Post  Signature