Melahirkan di Klinik Bersalin Atau Rumah Sakit Yah?

Kamis, 01 Februari 2018
Halo temans apakabar?kali ini saya mau membahas kegalauan saya nih melahirkan dimana ya?

Beberapa kali googling, baca-baca blog teman yang lain untuk memantapkan hati, bertanya kesana kemari kepada teman-teman yang tinggal di Cimahi. Alhasil bikin saya ga bisa tidur bahkan kemarin sampe sesak nafas dan tadi pagi mimisan πŸ˜‚ >> padahal beda kasus.

Kenapa kok bisa galau?karena memang banyak masukan tentang penggunaan BPJS, sebagian besar berpendapat "Yuk gunakan BPJS" sayang banget kalau tidak digunakan. Memang saat ini saya hanya memiliki BPJS untuk asuransi lainnya sudah dicabut sejak 2 tahun lalu.

Rutinitas pemeriksaan tiap bulan sih saya memilih ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK) yang ada di Kota Baru Parahyangan. Mengapa kesini?dulu saat hamil pertama punya pengalaman sama Dr. Irnawati Muhadji, SpOG di Hermina Pasteur karena kesabarannya menghadapi proses kelahiran selama 30 jam dengan persalinan normal maka saya pun memilih kembali beliau untuk kehamilan kedua ini.

Kok ga ke Hermina lagi?selain karena faktor lalu lintas yang pernah saya alami lagi mules hebat dan macet daerah Pasteur belum lagi kudu muter aih kebayang kan temans?makanya saya beralih mengejar Dr. Irna di rumkit lain. Dan sssttt konon kata teman yang juga hamil, di Hermina udah mahal banjet πŸ˜‚.

Agak susah memnag mencari dokter kandungan perempuan di Cimahi, saya sempat googling dan tanya kesana kemari. Hampir sebagian besar yang saya tanyai merekomendasikan Dokter Kandungan Cowok. Bahkan ada yang bilang udah sama Dokter X ih udah ganteng enakeun lagi.

Namun sedari dulu saya dan akang suami sudah punya satu kesepakatan jika hamil dan melahirkan "selagi masih ada dokter kandungan cewek maka saya pilih itu kecuali dalam keadaan darurat dan tidak ada lagi dokter cewek".





Alhamdulilah semesta mendukung, saat galau cari dokter kandungan cewek akhirnya saya dituntun menuju ke RSCK kembali lagi ke Dokter Irna.

Masa kehamilan saya alhamdulilah tidak ada keluhan berarti kecuali sering mengalami kaki kram. Dan baru-baru ini agak eungap karena setelah diperiksa timbangan saya selama 2 minggu ini naiknya banyak banget sampe 4 kg lebih.

Memasuki kehamilan 31 week ini membuat saya gelisah, kemana nanti saya akan melahirkan. Di RSCK sebenarnya bisa menggunakan BPJS namun harus ada rujukan dari faskes 1 disertai keluhan medis yang ga bisa ditangani di Faskes 1.

Ceritanya nih, saking pengen dapat rujukan ke RSCK sejak 2 minggu lalu saya mendatangi faskes 1 yakni Bidan. Cukup kaget juga selama ini biasa pemeriksaan ke dokter kandungan dengan fasilitas USG sedangkan ke bidan masih manual.

Cara pemeriksaannya dengan bidan faskes 1 yakni perut saya ditekan-tekan untuk mengetahui posisi kepala bayi apakah sudah di bawah?posisi punggung dimana?kemudian lingkar perut dililit menggunakan meteran (seperti kalau ngukur badan ditukang jait). Terakhir Bidannya menggunakan alat seperti corong gitu diletakkan diatas perut untuk mendengarkan detak jantung bayinya.

Alhamdulilah dari hasil pemeriksaan semua dalam kondisi baik. Meskipun demikian saya masih belum tertarik melahirkan di bidan yang menjadi faskes 1 saya. Pasalnya saya lihat bidannya mandiri tanpa ada asisten, ruang pemeriksaannya berdekatan dengan dapur, ruang persalinan dan perawatannya sempit karena memang bersatu dengan rumahnya.

Makin galau eee saya ini lahiran di RSCK pake BPJS ga akan bisa karena bidan ga akan kasih rujukan, lahiran di bidan faskes 1-nya kurang sreg dengan hati nurani.

Beberapa pertimbangan saya dalam memilih tempat melahirkan :

1. Kondisi Kesehatan

Utamanya kesehatan saya dan jabang bayi menjadi point utama, Alhamdulilah dari hasil pemeriksaan yang sering saya jalani, saya tidak mengalami keluhan serius atau menderita sakit serius.  Lahiran pertama juga alhamdulilah dalam keadaan sehat juga meski 30 jam prosesnya namun semuanya bisa persalinan normal.

Melihat kondisi kesehatan saya yang baik maka beberapa orang menyarankan untuk kelahiran kedua nanti ke klinik bersalin saja yang ditangani dengan bidan. Terlebih BPJS juga hanya bisa menunjang ke faskes 1 yakni bidan.

2. Kondisi Fasilitas

Jika dibandingkan antara fasilitas RSCK dengan bidan faskes 1 memang jauh bangets. Makanya alternatif lain adalah saya mencari klinik bersalin dengan fasilitas yang cukup baik. Dari ruang persalinan hingga ruang perawatan yang bersih, luas dan nyaman.

3. Kondisi Keuangan

Berbicara biaya biasanya banyak orang bilang sudah jangan difikirkan akan ada rezeki si bayinya. Itu betul sekali namun sebagai ibu yang terencana *halah* saya juga perlu memikirkan hal-hal lain kedepannya.

Bisa saja seperti kelahiran anak pertama saya keluarkan kocek yang bikin jebol seluruh tabungan namun tentu saja saat ini saya tak bisa mengambil keputusan yang "gimana nanti saja" akan tetapi harus "nanti gimana" karena saya sudah punya 2 anak.

Dari pertimbangan 3 hal tersebut akhirnya saya melakukan survey biaya persalinan di Cimahi. Ada 2 pilihan tempat yang menjadi incaran saya dalam proses melahirkan nanti. Dimanasajakah itu?

πŸ’™ RS. Cahya Kawaluyan

Berhubung setiap bulan melakukan pemeriksaan disini maka tentu saja harapannya sih bisa juga melahirkan disini. Biaya pemeriksaan disini juga tergolong murce mursidah sekali periksa biaya dokter dan print USG 2D cukup merogoh kocek Rp 152.000 saja belum termasuk obat atau vitamin yang dokter rekomendasikan sesuai keluhan.


Bagaimana dengan biaya melahirkannya?

> Ini dia biaya perkiraan melahirkan tahun 2018 di RSCK, gimana temans?masih terjangkaukan?namun sayangnya kalau untuk persalinan normal mesti dapat rujukan dan itu semua tergantung faskes 1-nya.

biaya-perkiraan-lahiran-rsck-bandung
Pict Fr RSCK

> Untuk ruangan perawatan RSCK bisa cek juga seperti ini :
  • Ruang perawatan kelas 3 Rp 160.000
  • Ruang perawatan kelas 2 Rp 275.000
  • Ruang perawatan kelas 1 Rp 350.000

ruang-perawatan-rsck
Pict fr RSCK
  • Ruang perawatan Utama Rp 500.000
  • Ruang perawatan Deluxe Rp 700.000
Pict Fr RSCK
> Akses Jalan Menuju RSCK?

Kalau dari Cimahi domilisi saya, cukup masuk dari tol Baros keluar Tol Padalarang langsung menuju Kota Baru Parahyangan. Biasanya jika saya kesana pagi hari menempuh waktu hanya sekitar 15-20 menit perjalanan.  No macet kecuali saya tidak lewat tol pasti bisa menghadapi macet.

Baca ini juga ; Pengalaman Melahirkan Cesar di RS Cahya Kawaluyan

πŸ’™ Klinik Bersalin Bidan Purwanti

Alternatif kedua yang menjadi incaran saya sebagai perbandingan jika nanti saya melahirkan yakni di klinik bersalin, saya menetapkan melahirkan di Klinik Bersalin Bidan Purwanti Cimahi. Saya ucapkan terimakasih banyak buat teman-teman semua yang hampir merekomendasikan klinik ini.

Kok ga difaskes 1 yang sudah lakukan pemeriksaan kehamilannya?karena itu tadi kurang sreg aja seperti yang saya sampaikan sebelumnya. Setelah saya survey, di Bidan Purwanti sendiri bisa pake BPJS langsung aja datang jika dirasa sudah mules tanpa perlu siapkan rujukan. (ini mudahin banget).

Untuk biaya pemeriksaan kehamilan disini saya kurang tahu akan tetapi bagi yang Faskes 1-nya di RS Kasih Bunda Cimahi bisa gratis dan rekanan dengan klinik bersalin ini.

> Bagaimana dengan biayanya?

1. Kelas VVIP (paket BPJS) sebesar Rp 1.500.000, katanya sudah sama akte kelahiran asalkan syarat dokumennya semua lengkap dan berdomisili Kota Cimahi.
2. Kelas 1 (paket BPJS) Rp 1.100.000)
3. Kelas Biasa (paket BPJS) Rp 600.000

> Untuk ruangan perawatan Klinik Bersalin Bidan Purwanti seperti ini :
  • Kelas VVIP
klinik-bersalin-bidan-purwanti
Doc. Pribadi
Ada TV, Kamar mandi didalam, Box Bayi
  • Kelas 1
ruang-perawatan-bidan-purwanti
Doc. Pribadi

> Akses Jalan Menuju Klinik Bersalin Bidan Purwanti

Dari rumah saya cukup melewati jalanan Cibeber yang tembus ke kerkof lalu dari bundaran Leuwigajah pas ada pom bensin belok kanan tibalah di sana. Cukup dekat hanya saja ramai lancar kalau siang karena melewati area sekolah.

***
Demikian 2 tempat incaran saya untuk melahirkan nanti, saya sendiri sih insyaAlloh semoga kondisi semuanya sehat pengen melahirkan di Klinik Bersalin saja. Namun kalau dengerin lagi pendapat orang goyah lagi ke RSCK aja gitu?nanti dengerin yang satu lagi mending di Klinik. Begitu aja seterusnya hahaha...

Mungkin buat temans yang membaca post kali ini bisa kasih saya masukan juga?semoga kegalauan saya berakhir dengan kemantapan bulat sebulat tahu bulat yang digoreng dadakan.

Semoga juga buat yang lagi cari-cari info survey biaya melahirkan di Cimahi postingan kali ini bisa bermanfaat πŸ’‹.






77 komentar on "Melahirkan di Klinik Bersalin Atau Rumah Sakit Yah?"
  1. Wah semoga sehat terus ya Bunda, itu Klinik bersalin nya enakeun ya ada tv hehe dimanapun lahiran nya yang penting bisa selamat ya Bunda😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya Alloh makasi mb San :)

      Hapus
    2. Teteh postingannya berguna sekalii..nuhun yaaahh

      Hapus
  2. Dimana saja yang penting sehat yaaa bu, aamiin

    BalasHapus
  3. Wah, ada yang pakai welcome drink segala....
    Di manapun tempatnya, semoga lancar dan selamat, sehat buat ibu, bayi dan bapaknya.
    Aamiin

    BalasHapus
  4. Sehat lancar selalu ya sampai persalinan. Aku juga prefer dengan dokter kandungan perempuan :)

    BalasHapus
  5. Kl gak ada indikasi harus ada tindakan yg memerlukan alat modern, di klinik yg oke aja siy. Apalagi di cover BPJS

    BalasHapus
  6. aku lebih mantep di rumah sakit sih mbak ...selamat ya mbak herva lagi hamil kedua ya...toss mbak...aku juga yg ketiga baru 1.5 bulan

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah selamat juga mama Lala semoga sehat2 :)

      Hapus
  7. Yg di bidan kamarnya 1? Enak kyknya teh bel
    Hmmm klo aku mlh suka ke dokter cowok, sejauh yg kutemui lebih sabar lebih tlaten n jarang yg judes

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya 1 kamar 1 orang mb Nit kalau di Bidan ehhehe..
      aku kamrin sekali ke dokter cowo buat USG 4D dan asa garetek hahaha ga biasa soalnya

      Hapus
  8. Aku dulu pengen banget bisa lahiran di rumah sakit mbak. Alasannya waktu mepet pembukaan udah 8, pun hari raya idul adha juga. Jadi deh melahirkan di klinik dekat rumah. Walau bagus dan pelayanan baik, kdg merasa penasaran melahirkan drmh sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi sharingnya mba :) alhamdulilah selamat dan sehat y mba :)

      Hapus
  9. adek-adekku semuanya pakai dokter, belum tau kalau bidan gimana.
    Tapi dipersulit ga kalau melahirkan pakai bpjs?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau di rumkit normal mesti ada rujukan dan faskes 1 ga bisa kasih rujukan begitu saja mba kalau tidak ada keluhan medis :p

      Hapus
  10. Dimanapun lahirannya semoga lancar jaya dan sehat baik bunda maupun bayinya...Aamiin. Semangat ya Mbak.

    BalasHapus
  11. Kalau saya tetap milih di RS mba dengan pertimbangan bila terjadi "sesuatu" dapat segera ditangani dengan peralatan yg lebih baik dari hanya sekedar di klinik bersalin. Semoga lancar ya mba persalinannya, selamat mama dan debay nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi sharingnya mba Ren :) barusan rekan kerja cerita dy awalnya di bidan selama 16 jam induksi sampe air ketuban pecah mau habis akhirnya dibawa ke rumkit dan SC *aku jadi ngeri hehehe

      Hapus
  12. Waktu hamil, saya periksa ke dua tempat. Ke dokter kandungan & bidan di puskesmas. Alasannya dengan periksa ke dokter kandungan, pemeriksaannya lebih detail karena ada USG 4 dimensi. Kalau periksa ke bidan puskesmas, untuk pencatatan rekam medis saya kalau kondisi kandungan saya aman, saya bisa melahirkan normal di puskesmas saja. Alhamdulillah, kedua anak saya lahir normal di puskesmas. Pelayanannya bagus meski fasilitas kamarnya tidak selengkap di rmh sakit atau klinik pada umumnya. Saya ditangani bidan senior. Kemampuan mereka tidak diragukan. Malah di persalinan anak kedua, plasenta tertinggal dan diambil manual. Subhanallah sakitnya. Saat dijahit pun tidak dibius. Luar biasa jihad saya saat itu.hehe...Biaya persalinannya? Sgt terjangkau. Anak pertama (2004) 300rb + akta kelahiran. Anak kedua (2017) 600rb tanpa akta kelahiran. Selamat menanti kelahiran putra kedua,Teh. Semoga dilancarkan semua proses hingga hasilnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah lancar sadayana ya teh :) nuhun teh sharingnya murce ya teh 600rb aja ^^ mudah2an aku juga gitu lancar selamat aamiin :)

      Hapus
  13. Kmr bersalin di bidannya keren ya mbk. Ada yg vvip gt. Kalau disini masih rombongan *hahay.
    Sehay selalu buat teh bella dan calon adek neyna. Amiinn

    BalasHapus
  14. Selalu gemmess klo liat box bayi. btw rs nya bersih yah

    BalasHapus
  15. Sehat terus bumil, lancar dan dimudahkan yaaaa. Dulu pernah keukeuh pas aank pertama, pinginnya ke dokter obgyn cewe, ada, tapi jauh banget dan butuh usaha dan dana. Ya wes, akhirnya ke bidan dan pas lahiran dapat dokter laki karena tindakan.

    BalasHapus
  16. Tapi memang baiknya gitu ya, Teh. Jadi selama hamil udah mempersiapkan mau dimana nanti saat melahirkan. Atau nggak dipikirkan dari sebelum punya anak ya jadi kan pernuh persiapan gitu..he

    Keuangan memang harus diperhatikan ya, Teh. Tapi bukan berarti uang sedikit dapet yang biasa dalam artian kurang juga dalam segi fasilitasnya, kalau bisa yang bagus juga.

    Saya kok jadi memikirkan persiapan istri lahiran ya..wkwk
    Padahal masih belum punya istri. Lah iya, nikah aja belum.
    Nampaknya persiapanku biar matang ya..wkwk

    BalasHapus
  17. Wah pasti galau banget ya, Bun. 2 tahun yg lalu waktu hamil Erysha saya juga juga suka galau. Dari wkt hamil smp 6 bulan, saya perksanya k hermina arcamanik. Tpi karna biaya lahiran di sana mahal. Akhirnya saya pustukan lahiran di rumah bersalin dkt rumah. Tp dokternya dokter hermina juga hihihi. Pas trnyta saya hrus sesar, allhamdulillahnya rumah brsalinnya lengkap. Jdi ga di rujuk n wkt itu ga pk bpjs. Mehongggg bayarnya klo ga pk bpjs hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Hermina mehong mba hahaha...
      alhamdulilah lancar y mba semoga kupun melahirkan dengan lancar

      Hapus
  18. pilihan seorang ibu yang akan melahirkan yang paling makjleb adalah di rumah saja, karena akan banyak keluarga dan tetangga menemani dan memberikan suport, pilihan kedua adalah klinik yang pastinya berada di sekitaran tempat tinggal, rumah sakit hanyalah sebagai pilihan alternatif jika proses kelahiran tidak lancar....gituh sih kalau saya ketika melahirkan mah

    BalasHapus
  19. Jadi inget waktu lahiran anak pertama aku sama suami juga pengennya sama dokter perempuan. Kalau ngga ada ya ke bidan. Alhamdulillah dikasih jalan lahiran normal jadi lahirannya di puskesmas pakai BPJS

    BalasHapus
  20. lengkap bangettt infonya.. aku dulu lahiran di klinik ibu dan anak dekat rumah dng alasan gampang bolak-iknya dan kualitas kliniknya juga bagus.

    BalasHapus
  21. kau dulu keluar dari ibu juga di bidan
    kata ibu lebih enak sih sepi dan tenang
    tapi tergantung dari masing2 yang penting ibu selamat dan bayi sehat ya mbak

    BalasHapus
  22. Boleh tau ga di RSCK sama dokter siapa? Terus dokter anaknya rencananya siapa^_^ nuhun

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama Dokter Irnawati Muhadji :)
      kalau dokter anaknya sepertinya ke Dokter Niken di Klinik Handayani atau Rs. Mitra kAsih karena anak pertama cocok dengan Dokter Niken :)

      Hapus
    2. Terima kasih jawabannya mba^_^

      Hapus
  23. Dulu, saya pilih Hermina karena pengen yang khusus untuk ibu dan anak aja. Maklum lah kehamilan pertama. Lagipula dulu ke Hermina cuma 15 menitan. Beda banget ma sekarang, jalanan makin ramai dan pembangunan jalan di mana-mana. Ke Hermina kayaknya bisa 2 jam kalau lagi jam sibuk hehehe

    Deket rumah juga gak ada klinik yang bagus. Tapi pernah menjenguk teman melahirkan di klinik dan bagus tempatnya. Harganya juga lebih murah dari Hermina

    BalasHapus
  24. Aku dulu slalu pake pribadi utk usg di rs, udah sreg sm dokternya n rs nya, tp pas mau lahiran, terpaksa pake bpjs. Pas pertama ke klinik ga sreg sm sekali. Apalagi sm bidannya jg. Dlm hati slalu bilang maunya lahiran di rs yg biasa preksa. Ternyta takdirny emang kudu lhir d rs, dikasi rujukan dr klinik faskes 1. Dan lahiran sm dokter yg sblmny biasa preksa itu hihi. Kalo udh yakin trnyta jalannya ada aja. Aku sc bpjs gratis dan debaynya jg gratis krn lgsung bikin bpjs bayi jg. Cm bayar obat yg gak dicover bpjs sekitar 200 ribu

    BalasHapus
  25. Aku 22nya pakai BPJS lahirnya di puskesmas kircon teh. Enak disana bidan dan suster jaganya byk. Pro ASI bgt disana. Dan enaknya lg 100% di cover BPJS. Jd gak kluar uang sama sekali. Beda waktu anak pertama di rs uber, byk dicuekinnya.

    BalasHapus
  26. dukun beranak masih musim gak? :D

    BalasHapus
  27. waaah pilihannya lumayan oke ya mba. AKu ngga punya pengalaman melahirkan di Indonesia..tapi yakin banyak RS dan dokter bagus yang bisa bantu kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bisa ceritain tuh mba pengalaman melahirkan di US

      Hapus
  28. pilih yang sudah teruji dengan baik, baik perlayanan atau perlengkapannya.

    BalasHapus
  29. aku tadinya mau di klinik bersalin karena lebih dekat rumah, eh malah ke RS karena harus cesar, sehat terus ya mbak

    BalasHapus
  30. kalo lebih murah di Klinik Bersalin tetapi kalo alat yang lengkap di Rumah Sakit

    BalasHapus
  31. Anaknya udah 2 mbak? berarti ini hamil ke-3? Rasanya ini kan hamil kedua?
    Dulu saya hamil periksanya selalu ke pustu (puskesmas pembantu) di dekat rumah, kalau USG beda lagi harus ke obgyn. Melahirkan kedua anak saya pun sama-ama di klinik pribadi bidan yang selalu memeriksa saya di Pustu tersebut jadi enak karena udah kenal dan udah biasa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru mau ke-2 mb Intan :)

      makasi sharingnya mba ^^

      Hapus
  32. mbak, untuk yg keputusan seperti ini sebaiknya dipertimbangkan sejak usia kehamilan berapa bulan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kehamilan sekarang sejak masuk usia 7 ke 8 bulan kang..

      tapi kalau dulu anak pertama dari awal sudah direncanakan karena saya ikutan tabungan di rumah sakitnya untuk kelahiran kang

      Hapus
  33. waktu mbrojol almarhum aisya (kakaknya mada), aku pilih di klinik bersalin paling kondang se-depok raya, pertimbangannya karena di situ praktek juga dokter nel yg nanganin mamahku pas lahiran adik nomor 5 ... dokter nel praktek juga di hermina depok tapi dari rumahku kejauhan

    nah pas mau lahiran mada, pengin di klinik bersalin lagi tapi gak bisa karena bobot janin jumbo, trus nyari2 ke rumah sakit yg pro lahiran normal juga ditolak karena faktor bayi jumbo hiks

    karena aku ini takut banget didedel duwel via caesar dan kekeuh mau lahiran normal, akhirnya nemu puskesmas tingkat 1(sekarang berubah jadi rsud jakarta) yg bersedia membantu lahiran normal ... alhamdulillah lahiran lancar, tapi aku dirujuk ke rumah sakit gede untuk opname beberapa hari (pendarahan soale) dan biaya opnamenya sama kayak lahiran caesar di rumah sakit hermina wkwkwkwk

    mau lahiran dimana sih tergantung nyamannya si ibu, klopun lahiran di klinik bersalin pilih yg vvip biar teteup nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bu Ayya makasi sharingnya, iya yah yang penting kenyamanannya :)

      Hapus
  34. Iya tentunya semua kembali ke rasa nyaman Mba Herva dan juga dukungan suami ya, termasuk juga masalah lokasi dan keuangan ya. Bicara yang paling bagus, ya tentu akan memilih lebih baik di RS aja. Apalagi ini kehamilan kedua, yang sebelumnya udah punya pengalaman. Jadi lebih mudah rasanya untuk menentukan. Moga sehat2 terus ya sampai lahiran adiknya Neyna nanti :)

    BalasHapus
  35. Kalo anak pertama, biasanya buibu lebih pengen di RS ya, biar lebih aman aja. Aku kalo anak pertama kedua juga di RS, ntar kalo punya anak ketiga mau di RB aja. Weheheheheheee. Kalo liat perbandingan diatas, masalah biaya emang jauh banget, fasilitasnya juga beda sih yaaaa.. ehehehee

    BalasHapus
  36. Aku juga lagi galau nih mau lahiran dimana. Tapi suami keukeuh lahiran di RS aja karena fasilitas dsb lebih lengkap. Semoga lahiran kita sama-sama dilancarkan Allah SWT yaa..

    BalasHapus
  37. Makasih mbak tulisannya sangat membantu buat saya yg tinggal menghitung hari ud masuk 39 weeks, sampai sekarang masih galau mau lahiran dmn. Kalo profil bidan purwantinya sendiri gmn mbak? Terus asisten tenaga medisnya gmn? Hehhe maaf yaa nanya borongan. Saya dl lahiran di daerah parongpong bd. Nur hadijah rb hidup berkah, dsna juga bagus mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu mba pas saya survey bidan dan asistennya ga ada sedang di ruang bersalin dan aku juga lupa nanya juga hehehe

      Hapus
  38. Bu mau tanya d klinik ini d cover bpjs full apa 50% saja

    BalasHapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

Auto Post Signature

Auto Post  Signature