Search

Pengalaman Tes Kerja Menjadi Guru TK di Cimahi

Udah lama banget yah ga nulis seputaran tes kerja atau tulisan isinya curhat tentang kerjaan hahaha..

Jadi pengen menuliskan kembali pengalaman-pengalaman seputar tes masuk kerja yang pernah saya ikuti.

Temans, kapan terakhir apply lamaran lalu mengikuti tes kerja? saya sendiri 2 tahun lalu terakhir ikut tes dan ujungnya gagal :D


Kali ini saya mau cerita pengalaman waktu ikut tes buat jadi GURU TK di Cimahi.

Dulu saya mikir jadi Guru TK ya gampang modal sabar dan pandai nyanyi hahaha..Palingan ga ada tes masuknya, ternyata itu SALAH gaes!

Jadi sekolah TK yang saya lamar punya prosedur tes untuk merekrut gurunya.

Apa jadi guru TK pake tes juga? IYASS...nah berikut pengalaman membahagiakan saya saat melamar menjadi Guru TK Tridaya Tunas Bangsa Cimahi.


tahapan tes menjadi guru TK Tridaya Cimahi, pengalaman tes kerja, cara menjadi guru TK





Awal Mula Tertarik Menjadi Guru TK


Tahun 2014, kala itu Neyna masih beberapa bulan usianya. Namun harus saya titipkan di Daycare "Ya Ibna" yang beralamatkan depan RS. Mitra Kasih Cibabat ( orang Cimahi kalau butuh jasa Daycare bisa ke sini ). 

Saya masih aktif bekerja di perusahaan ritel sebagai recruitment spesialist yang fisiknya di kantor cabang Cimahi sementara statusnya head office Cileungsi.

Hal ini tentu saja membuat saya terkadang harus datang ke Cileungsi, sementara daycare hanya menerima hari dan jam tertentu. 

Keadaan seperti ini jelas membuat saya kerepotan, pada akhirnya juga ada keputusan untuk diminta kembali ke kantor pusat namun saya memilih untuk resign.



Sebelum memikirkan resign, terlebih dahulu saya cari alternatif pekerjaan agar tidak menganggur. Apalagi waktu itu kondisinya kami sedang membangun rumah.

Waktu itu saya berfikir, sebaiknya mencari pekerjaan yang tidak menyita waktu bisa menitipkan Neyna hanya sebentar saja. Kalau bisa dapat pekerjaan yang juga tidak perlu MOBILE karena sebagai recruiter saya dituntut mobile terus.

Saya mencoba search lowongan kerja pada situs penyedia loker dan mata ini tertarik dengan iklan loker bertuliskan "Dibutuhkan Guru TK Tridaya Tunas Bangsa Cimahi".


Sepertinya saya beruntung apa yang saya harapkan langsung muncul. Fikir saya jika jadi Guru TK maka waktu kerjanya sebentar paling jam 12 siang sudah pulang. Begitu sih kata kerabat yang profesinya Guru TK.

Makin semangatlah saya untuk mengirimkan lamaran. Saya langsung melamar kalau tidak salah saya kirimkan CV melalui email. Dan alhamdulilah saya langsung dihubungi untuk mengikuti PSIKOTES.


Alur Tes Menjadi Guru TK


1. Mengikuti Psikotes Dan Interview Kerja




Kaget dan bahagia ketika menerima undangan psikotes oleh Biro Psikologi yang bekerja sama dengan Yayasan Tidaya Tunas Bangsa ini.

Saya mengikuti psikotes bukan di gedung TK Tridaya-nya akan tetapi saya wajib datang ke Biro Psikologi yang letaknya di Bandung.

Perjuangan mengikuti psikotes ini juga penuh drama, saya yang baru kehilangan sepeda motor akhirnya harus pinjam motor orang lain demi memburu waktu.

Alhamdulilah hari itu, kantor lama saya sedang merayakan hari kemerdekaan jadi ada acara kantor dan karyawan dibebaskan dari rutinitas bekerja. Maka pergilah saya mencuri waktu setengah hari ke Bandung.

Sesampainya di Biro Psikologi, saya mengikuti serangkaian tes dari tes kecerdasan hingga tes deret angka yang bikin pegel.

Dan setelah selesai psikotes saya mengikuti interview dengan Psikolog. Seputar motivasi kerja, interpersonal, pengalaman bekerja hingga ditanyakan tahu darimana info loker menjadi Guru TK. Pasalnya adik kelas saya di kampus ternyata sudah menjadi Guru TK di sana.

Padahal jelas saya tahu infonya dari situs penyedia loker. 

2. Interview Dengan Pihak Guru 

Tak lama dari psikotes, saya dihubungi kembali kalau saya dinyatakan LOLOS Psikotes dan bisa melanjutkan interview dengan Miss. XXX.

Saya lupa kepala sekolah atau gurunya Miss. XX waktu itu, proses interviewnya hanya sebentar.

Saya ditanya beberapa pertanyaan dan diminta kembali lagi untuk mengikuti tes lanjutan yakni membuat modul planning alur mengajar. Dan kembali mengirimkan via email. Saya lupa kirim email atau datang lagi.

3. Praktek Mengajar Langsung


Tahapan selanjutnya dalam tes kerja kali ini yaitu saya diminta untuk terjun langsung dalam kelas. Memberikan cerita dan berinteraksi langsung dengan siswa-siswa TK.

Masih ingat dalam ingatan saya, saya praktek langsung bersama adik-adik kecil yang berkebutuhan khusus.

MasyaAlloh butuh ekstra perjuangan untuk bisa menyampaikan pesan dan cerita yang akan saya sampaikan.

Bagaimana perasaan saya? jelas deg-degan terlebih lagi direkam dong oleh yang berkepentingan saya lupa siapa pokoknya 2 orang yang merekam serta melihat program mengajar yang saya buat sebelumna.

Bagi saya ini tes kerja paling menantang, biasanya saya yang memberikan intruksi buat kandidat yang usianya dewasa kini harus mengajarkan anak-anak.

Salut banget buat Guru-guru TK yang penuh kesabaran :)




4. Interview Terakhir Dengan Pemilik Yayasan


Tahapan terakhir dalam tes kerja menjadi guru TK Tridaya Tunas Bangsa ini adalah saya diundang mengikuti interview dengan pemilik yayasan.

Interview juga hampir sama dengan interview yang sebelumnya, pertanyaan yang diajukan hanya seputar pengalaman bekerja dan motivasi bekerja.

Saya sangat yakin jika saya bisa memenuhi kriteria guru di TK Tridaya ini *ampun PD tingkat RW.

Namun yang membedakan adalah adanya pertanyaan seputar GAJI. User menanyakan gaji saya sebelumnya lalu bagaimana jika gajinya tidak sebesar dari yang sebelumnya?

Waktu itu saya sempat mengobrol dengan salah satu kandidat yang sama-sama melamar menjadi guru di TK Tridaya ini. Sebut saja Mba Mawar, dia bilang kepada saya gaji dia di sekolah sebelumnya menjadi guru TK itu xxxxxxxxx..pokoknya bikin saya melambung dan mengharapkan juga gaji di TK Tridaya segitu :D

Maka saat ditanya gaji ya sudah saya percaya diri sekali bilang GPP gajinya ga sebesar di perusahaan sebelumnya ( fikir saya juga jam kerjanya setengah hari *kekeuh pengen kerja setengah hari hahaha )

Siang itu saya menyelesaikan interview terakhir dengan hati berbunga-bunga, siap menjadi guru TK.

5. Tanda Tangan Kontrak


Dari seluruh rangkaian tes tersebut akhirnya tibalah keputusan akhir. Saya kembali dihubungi oleh pihak sekolah dan dinyatakan LOLOS. *kan bener saya lolos hahaha..

Saya diminta kembali datang ke sekolah untuk mengikuti tanda tangan kontrak. Datanglah saya sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Ketika nama saya dipanggil ke ruangan, pihak sekolah meminta saya untuk membaca surat kontraknya.

Biasanya saya itu jarang baca kontrak namun hari itu spesial karena dalam surat kontraknya tertulis point-point dan Upah yang akan saya terima.

Result :

SAYA MEMBATALKAN SURAT KONTRAK tersebut dan tidak jadi GURU TK.

Beberapa point yang menjadi pertimbangan saya kala itu adalah :


  • Jam kerja, masuk dari jam 7 sampe pukul 16.00 wib
  • Upah alias gaji, melihat point jam kerja saja sudah tidak masuk dengan gaji karena pertimbangannya saya harus titip Neyna ke Daycare gaji saya ga akan cukup buat membayar daycare hahaha
  • Kalau tidak salah ingat ada point penalti jika resign sebelum kontrak berakhir
Dengan berat hati, akhirnya saya melepaskan pekerjaan Guru TK ini. Mohon maaf nih temans jangan bully saya yah karena jujur dulu kebutuhan ekonomi keluarga sedang masa kritis, baru saja kehilangan sepeda motor, sedang membangun rumah serta belum menemukan ART yang cocok pilihan daycare menjadi solusi. 


***

Well, temans demikian sharing saya kali ini pengalaman mengikuti tes menjadi Guru TK. Tugasnya berat namun kompensasi upahnya masih sedikit hehehe *emak matre :p sedih juga semoga guru-guru bisa mendapatkan kesejahteraan yang layak.


Adakah yang juga pernah mengikuti tes menjadi guru? yuk kita sharing..




1 komentar

  1. Pagi.. saya ada kirim pertanyaan di email ya mbak.. mohon d respon.. hehe

    BalasHapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun