Jumat, 16 Maret 2018

Dahsyatnya Berdoa...

Tahun 2016 silam, iya saat saya memenangkan lomba menulis review buku dan berhadiah jalan-jalan ke Kuala Lumpur mau tak mau saya yang emang belum pernah ke luar negeri jadi mengharuskan saya untuk membuat paspor. 

Mengurus paspor bagi saya memberikan moment yang membuat saya mengerti tentang kekuatan doa. Kok bisa?begini ceritanya...

Pagi itu di minggu ke-3 bulan November 2016, saya menuju kantor imigrasi. Saya memilih berangkat habis solat subuh karena saya ingin menyelesaikan urusan pembuatan paspor yang sebelumnya ditolak mentah-mentah karena E-KTP saya ga ada. Dan pagi itu adalah kali kedua saya kembali ke kantor imigrasi.

Sambil menunggu kantor buka, saya berdiri persis depan pintu masuk. Sebelah saya berdiri seorang perempuan paruh baya dengan penampilan yang sederhana. Rambutnya pendek menggunakan blazer kuning dengan tas selempang yang ia gantungkan dilehernya.

Tak lama kemudian ia menyapa saya "adik mau kemana membuat paspor?" (duh GR banget dipanggil adik) Saya tersenyum dan menjawab "hendak ke Kuala Lumpur ibu, kalau ibu mau kerja kemanakah?" (sungguh saya mengira ia calon TKW) >> ga sopan 😂.

Ia tersenyum dengan pertanyaan saya dan menjawab "saya hendak perpanjang paspor dik" belum lengkap ia menjelaskan perihal perpanjangan paspornya, Petugas keamanan kantor imigrasi menyuruh kami untuk menunggu di dalam dan akhirnya kami berdua masuk sesuai perintah.

Kami pun duduk di kursi tunggu, lalu melanjutkan kembali percakapan yang tertunda sebelumnya. Ia mulai memperkenalkan dirinya. Tante Lince begitu ia mengenalkan dirinya. Mulailah ia menceritakan mengapa ia harus perpanjang paspor.



Tak lain karena ia hendak ke Amerika untuk menengok anaknya yang memang tinggal disana. Speechless-lah saya dibuatnya.

Dibalik penampilannya yang sungguh sangat sederhana, menyimpan cerita inspiratif untuk saya pribadi. Tahukah temans?ia mampu menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri meskipun suaminya hanya berprofesi sebagai supir angkot.

Banyak orang yang mencibirnya bahkan keluarganya pun menjadi salah satu dari mereka yang merendahkan keluarganya. Penampilan dan profesi suaminya menjadi tolok ukur sebagian orang untuk melabelkan bahwa ia dan suaminya hanya PEMIMPI yang hendak sekolahkan anak-anaknya ke luar negeri.

Hingga ia pernah menanyakan pertanyaan ini kepada anaknya "Nak, muka mamak seperti pembantukah?hingga orang lain tak berhenti tanya ketika mamak hendak mengurus keberangkatan sekolahmu ke luar negeri".

Saya sontak tersindir juga dan merasa malu karena sebelumnya terbesit pula di awal pertemuan menganggap Tante Lince ini TKW hehehe. Piss ya Tante

Yang saya salut dari ceritanya, dengan perjuangan keras tak ada satupun dari ketiga anaknya yang gagal. Semua mengenyam pendidikan tinggi dan saat ini sudah sukses semua yang mana salah satunya tinggal di Amerika.

Dibalik ceritanya saya suka dengan pesan yang ia berikan untuk saya, berulang kali ia mengingatkan saya agar selalu ingat Tuhan, banyaklah meminta kepada Tuhan untuk semua urusan.

"Dik, sesulit apapun keadaanmu ingatlah pada Tuhan. Berdoalah karena akan selalu ada pertolongan dari Tuhan dan semuanya sudah diatur bahkan sehelai rambut kita yang jatuh pun diatu oleh Tuhan" Ujar Tante Lince sambil memegang tangan saya dengan mata yang berembun.

Demikian sepotong nasehat sederhananya, meskipun saya muslim dan ia non muslim tapi menurut saya kita sama-sama mempercayai Tuhan hanya saja cara memujaNya yang berbeda.

Pesan itu menancap dan tergiang-ngiang selalu, apakah selama ini saya selalu ingat kepada Alloh?bahkan saya dulu pernah marah takkala cobaan selalu menghampiri. Astagfirullah..

Percakapan bersama Tante Lince harus berakhir, karena Tante Lince sudah dipanggil untuk periksa berkasnya serta mendapatkan nomer antrian wawancara. FYI temans, selama isi formulir ia mengandalkan saya untuk mengisinya karena ia tidak bisa menulis dan membaca!yang meyakini saya bahwa Tante Lince memang pasrah dan yakin pasti ada pertolongan dari Tuhan.

Tinggallah saya sendiri menanti nomer antrian, ketika nomer urut saya dipanggila, petugas memeriksa dokumen yang saya bawa. Lagi-lagi saya gugup, karena memang saya bermasalah dengan dokumen e-ktp maupun kartu keluarganya.

Memandangi berkas-berkas yang saya bawa, petugas mulai bimbang hingga lama sekali bertanya mengapa berbeda karena memang e-ktp saat itu belum ada dan kartu keluarga yang baru masih dalam proses.

Dalam hati saya berdoa smeoga bisa karena jika tidak bisa gagalah saya menikmati award yang saya peroleh ke KL. Dan dengan keajaiban doa, akhirnya petugas meloloskan namun dengan catatan. Lega rasanya akhirnya saya bisa melanjutkan proses selanjutnya untuk interview.

Namun sebelumnya saya harus konfirmasi ke bagian informasi jika kartu keluarga yang saya miliki masih proses begitupun ek-ktp yang ada ktp lama dan juga kartu keluarga lama. Apa yang terjadi?petugas informasi menghardik saya hingga meminta saya pulang.

ekspresi ketika dimarahin
Kadung kecewa dengan pernyataan dan sikap petugas itu saya langsung pergi menuju parkiran. Pengen nangis rasanya padahal saya sudah dapat nomer antrian untuk wawancara. Disaat itulah saya teringat kembali akan kata-kata Tante Lince "BERDOALAH".

Saya tak jadi pulang akan tetapi kembali lagi menuju ruang tunggu, petugas yang sudah memarahi saya pun heran mengapa saya masih ada didalam. Selama menunggu saya tak henti berdoa semoga bisa dan berhasil melewati sesi interviewnya.

Hingga 1 jam kemudian, nomer antri saya dipanggil, kembali petugas interview memeriksa berkas dan menemukan catatan pada berkas yang saya bawa karena masalah e-ktp dan kartu keluarga yang masih dalam proses.

Pak Kiky namanya begitu yang tertera dalam papan namanya, memutuskan bertanya kepada atasan atau entahlah siapapun itu. Ia meninggalkan saya di meja karena hendak menanyakan perihal case yang saya bawa. Saya pun tak henti berdoa kembali semoga diloloskan.

Lama sekali menunggu hingga akhirnya pak Kiky kembali ke meja, saya menanyakan dan ternyata saya diperbolehkan. Alhamdulilah senang banget setelahnya saya langsung foto dan diminta kembali lagi 3 hari kemudian setelah melakukan pembayaran di BNI.

Sepulangnya dari kantor imigrasi, saya benar-benar menangis dan merenung bahwa saat itu benar adanya kekuatan doa dan keyakinan yang membuat semuanya akhirnya bisa, saya merasakan betul pertolongan Alloh saat itu.

Kejadian ini membuat saya menyadari jangan menyerah dahulu, yakini lewat doa pasti akan ada jalan keluar untuk setiap masalah yang dihadapi.

Temans punya kejadian apa?atau masalah apa?yuk yakini dengan berdoa insyaAlloh ada jalan keluar yang Alloh berikan. Setiap kejadian ataupun masalah yakini akan ada pertolongan dariNya!jadi berdoalah kapanpun dan dimanapun.

Demikian yang dapat saya bagi kali ini semoga bermanfaat yah💋.


57 komentar:

  1. Sangat bermanfaat sekali, mbak
    Kupingin juga bisa sampe ke LN 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi mba smeoga someday bisa ke LN y mba aamiin

      Hapus
  2. Subhanallah, terharu bacanya Teh huhu makasih ya

    BalasHapus
  3. memang sich, doa adalah solusi terbaik untuk menghadapi segala masalah dalam kehidupan ini

    BalasHapus
  4. Masya Allah... saya selalu kagum dan menangis loh, Teh kalau ada yang cerita tentang kekuatan doa. Karena saya juga merasakan sendiri, berkali-kali kekuatan doa itu benar ada. Ada yang Allah langsung kabulkan sesuai permintaan saya, ada juga yang dikabulkan tapi caranya beda.

    Btw, saya juga suka menjudge org dari wajah dan penampilan. xixixi.. nggak nyangka ya dari supir angkot bisa nyekolahin anak ke US. Duh, saya juga mau berdoa aah buat Duo Fi

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya ummi akupun menilai salah dulu hehhee

      Hapus
  5. Doa memang obat mujarab kala mendapat kesulitan. Tapi, berhubung saya manusia belum sempurna seringnya human error dulu ketika dapat masalah. Baru setelah itu berdoa. Hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. seringnya begitu y mba semoga apapun keadaanya kita sll meminta y

      Hapus
  6. Alhamdulillah moga Om dan Tante itu sehat2 selalu ya, biar bisa nengok dan menyekolahkan anak2 dengan lancar di Amrik sana. Moga Teteh Bella dan suami pun juga bisa kayak gitu, siapa tau rezeki anak2 jauh lebih meluas.

    Makanya kalau berdoa nggak usah yang tanggung2 lah, haha... Kita kan ibarat ngajuin proposal ke Allah. Siapa tau di-approved :D

    BalasHapus
  7. Samaaa aja mb herv klo ke kantor imigrasi bawaane deg degan gitu, takut kurang berkas
    Mah loh knapa e ktp blom beres deui

    Ah, yang jln2 di kl itu ya, duh kapaaan aku bisa nyampe ke sana...pingin pose di tempat wisata yg ada patung budha nya

    Yup kekuatan doa emang dasyat mb herv, aku juga pas hamidun bawaane kepikiran mulu, maklum kebanyakan baca google jadi takut ini itu hahai...tapi pas niat doa tiap malem alhamdulilah ati jadi tenang terus lahir sehat selamat tanpa kurang suatu apapun

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah mb nit akhirnya bisa lega juga y

      Hapus
  8. boleh juga nih buat aku kalo pengen urus paspor, sekalian tulis tutorial step by step bkin paspor teh. hehe
    keajaiban berdoa. yg berarti tuhan selalu ada untuk kita. di tambah ikhtiar dan ke yakinan. aku juga berniat sekolahin akhdan ke tmpt yg lebih baik tapi mahal. in sha allah bisa. ceritanya sangat menginspirasi 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi mb Bell 🙏🏻😁

      Hapus
  9. Teeeeh, aku terharuuuu.. :') Kekuatan doa begitu dahsyatnya ya.. Dan kita bisa diingatkan bahkan dengan yang berbeda iman.. Aku salut banget sama Tante Lince dan suaminya.. Semoga sehat-sehat selalu beliau dimanapun berada.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin iya bubu Dita kisahnya dia inspiratif banget :)

      Hapus
  10. hiks bener banget mbak, apapun keinginan, impian, kesusahan, pastinya harus berdoa dibandingkan harus marah-marah gak jelas. Doa yg tulus memang hasilnya dahsyat ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba makanya ini juga yang sedang saya ajarin ke Neyna mau minta apa yuk DOA

      Hapus
  11. Ya Allah mba, subhanallah banget yah si tante bisa sekolahin anaknya sampe keluar negeri begitu padahal mereka dari golongan kurang mampu. Hebaaaaat. Saya jadi merinding lho mba bacanya :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba salut banget yah :) jadi malu aku mba

      Hapus
  12. Kisah yang sangat luar biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups jadi pembalajaran buat kita smeua ya

      Hapus
  13. Kekuatan doa terbukti hebat.
    Sama seperti yang beberapakali kualami ... dengan tekun dan percaya kuat doa mampu mengatasi permasalahan banyak hal.

    Sukses terus,kak ☺

    BalasHapus
  14. Mantap kak... Seumur-umur belum pernah keluar negeri... Ikutan berdoa semiga nanti terkabul... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin yuk doa yang kenceng sedekahnya yang banyak insyaAlloh :)

      Hapus
  15. terharu bacanya, doa memang sesuatu yang dapat memudahkan, aq percaya banget mbak, tiap kali ada masalah aq selalu minta di kasih kekuatan dan kesabaran buat melaluinya, atau kl kerjaan dikantor lagi banyak banget numpuk mikirnya duh kapan selesainya ini, aq berdoa aja dan yakin pasti bisa nyelesein, dan baru aja kemarin pas dateng ke bcc anniversary pas grand prize aq ngarep bgt pgn dpt hadiahnya dan bisik doa "ya allah pingin banget dpt" dan beneran mbak nama aq yang di panggil... duh senangnya..

    oiya mbak herva dpt juga awarding dari bcc, selamat yah mbak herva, sukses dan semoga selalu menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah selamat juga mba Maya :)

      Hapus
  16. Berati bener itu ya teh istilah don't judge the book by the cover.
    Nggak semua sampul luar kita nunjukkin siapa diri kita sebenarnya. Ya contohnya ibu-ibu yang ditemui di kantor imigrasi ini. Ternyata beliau sudah berhasil untuk menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, meskipun (maaf) tampilannya biasa-biasa saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener banget kang :) inspiratif untuk dia

      Hapus
  17. Bunda memang doa itu satu langkah utama yang harus kita tetap kan diam hidup ya Bun... Walau terkadang setiap kita berdoa, belum tentu langsung terjawab. Insha Allah, apabila kita memulai segala sesuatu dengan mengingat Allah, Insha Allah lancar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul mba harus sabar dan tetep usaha jalan terus :)

      Hapus
  18. duh teh terharu
    salut sama tantenya
    saya juga pingin ke LN semoga niatan jadi warga negara PH terlaksana, aminn

    BalasHapus
  19. Mantep mba, amiin semoga doa nya terkabul :D

    BalasHapus
  20. Ya Allah... teteh Bella kalo ketemu aku jigana bakal mengira aku TKW mau ke Arab juga nih wakakaka

    Doa itu sebenarnya hanya soal waktu... ada yang cepat dikabulkan, atau lambat. Yang penting kita tetap berusaha dan tetap istiqomah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk teh orin meni kitu :D

      ah setuju teh :)

      Hapus
  21. Suka banget sama orang yang kayak ibu itu. Banyak yang mencibir, tapi tetap berjuang untuk masa depan. Cibiran dianggap sebagai motivasi di masa depan yang lebih baik tentunya.

    BalasHapus
  22. Ah, merinding bacanya.
    Saya baru sekali sih keluar negeri, itupun cuma ke Papua New Guinea, wkwkwkw :D
    Soalnya kalo diajak ke luar negeri seperti Singapore dan Malaysia, saya lebih milih berlibur di Indonesia saja.
    Soalnya lebih suka alam ketimbang hal berbau gedung bertingkat :D

    BalasHapus
  23. Kekuatan doa itu sungguh luar biasa. Aku pun bisa bilang seperti ini karena tau ooohh ternyata doaku yang telah sekian tahun kupanjatkan ternyata baru diberikan Allah tahun ini dll. Jadi memang ada waktu yang menurut-Nya sesuai untu umatnya.

    BalasHapus
  24. bener banget ini, Mbak. Berdoalah, mumpung doa itu gratis!

    BalasHapus
  25. Wah Bunda emang nggak sopan, nanyain orang kerja dimana. Hahhahaa (dari tadi komennya nyinyir melulu. HAHAHAHHAHA). Dahsyatnya doa memang luar biasa ya Bun. Dulu aku berharap bisa kuliah S2 di UI dengan beasiswa. Allah mengambulkan doaku. Banyak doa2 yang aku panjatkan, termasuk berdoa punya sahabat seperti Bunda. Aseekkkk abis di hina trus dipuji. HAHHAHHAA

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah inspiratif banget Ummi :) kereeennnnn

      Hapus
  26. the power of doa, senjata kita orang mukmin, aamiin

    BalasHapus
  27. Benar...sering banget ini. Saya termasuk yang kalau enggak pakai kacamata dan pakai kerudung seadanya pun sering disapa, "Mbak, Ibunya ada di rumah?" *kemudian daku jawab ibunya lagi kerja* #uhuk

    BalasHapus
  28. subhanallah benar benar menginspirasi sekali..terima kasih de eva ...

    BalasHapus
  29. Keren tuh Tante Lince. Semoga kita bs banyak belajar ya mba. Aku juga tercerahkan nih, kadang lupa berdoa minta segala sesuatu sama Allah, sang pemilik segala sesuatu di dunia. Huhuhu

    BalasHapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design