Hati-Hati SOSMEDMU Kena Stalking HRD

mengintip osmed Pelamar,Stalking pihak HRD, Sortir Karyawan melalui sosmed,Hati-hati dengan sosmedmu, mengintip sosial media pelamar

Hati-Hati SOSMEDMU Kena Stalking HRD

Wah tak terasa sudah memasuki bulan ke-3 lagi di tahun 2018 ini, temans gimana pencapaian targetnya?semoga sedikit demi sedikit targetnya bisa tercapai.

Salah satunya buat temans yang sampai hari ini masih menjadi jobseeker harap selalu bersabar karena rezeki tak akan kemana, yakinlah jika rezeki yang sudah diatur sedemikian rupa datang sesuai dengan yang kita butuhkan.

Hari gini masih putus asa?jangan dong..semuanya akan selalu indah pada waktunya *aseeek*. Ngomongin tentang jobseeker, saya jadi teringat akan salah satu jobdesc saya yakni mensortir setiap lamaran yang masuk.

Sedikit cerita saja sebagai salah seorang recruiter dimana saya menjadi penyeleksi awal dari mulai CV yang masuk hingga dengan seleksi hasil tes yang sudah dilakukan oleh calon karyawan.

Ada hal menarik yang ingin saya bagikan kali ini, sehubungan dengan permintaan salah satu teman yang menanyakan kepada saya tentang "Apakah sosial media pelamar menjadi bagian penilaian di awal seleksi?"

Saya pernah membaca jika ada recruiter yang men-sortir lamaran lewat sosial media si pelamar. Alasannya karena saking banyak lamaran yang masuk maka menjadi salah satu pertimbangan lain dengan mengintip sejenak sosial media pelamarnya.

mengintip osmed Pelamar,Stalking pihak HRD, Sortir Karyawan melalui sosmed,Hati-hati dengan sosmedmu, mengintip sosial media pelamar


Lalu bagaimana dengan saya?

Jujur selama bekerja dibagian ini, dalam proses seleksi pelamar meski ratusan lamaran yang masuk saya nyaris tidak pernah kepoin dulu sosial medianya pelamar. *catat itu 😂

Seriusan?serius dong..setiap kali perusahaan membutuhkan karyawan baru maka saya posting iklan di beberapa situs pencari kerja dengan menyertakan REQUIREMENT yang dibutuhkan untuk posisi tersebut.

Oleh karena itu, biasanya sebelum saya posting iklan lowongan kerjanya saya akan mereview dan meng-konfirmasi terlebih dahulu kepada User yang membutuhkannya. Harapannya saya bisa menjaring pelamar yang benar-benar sesuai dengan kualifikasi yang memang dibutuhkan.

Terlepas dari sosmednya?bagi saya sosmed pelamar belum menjadi bahan pertimbangan yang utama. Yang masih saya utamakan adalah Kompetensi maupun Pengalaman yang ia miliki.

Saya ga tahu apakah recruiter zaman now memang menjadikan sosmed si pelamar salah satu pertimbangan apakah mereka layak lanjut ke tahapan berikutnya atau tidak.

Mungkin saat ini, banyak orang yang teracuni dengan sosmed sehingga dengan mudah memberikan Label jika si A orangnya provokatif isi sosmednya cuman ngomporin doang, si B alim banget isi sosmednya cuman share status yang mengingatkan, si C tukang pamer isi sosmednya cuman foto selfie lagi makan atau travelling.

Bagi saya sih sosmed ga sepenuhnya menggambarkan karakter dan kepribadian seseorang. Bisa jadi sosmed hanya sebuah pencitraan.




So, apa saja yang menjadi penilaian saya ketika sortir lamaran dan CV?


Berhubung saya bekerja di perusahaan manufaktur yang punya kriteria khusus maka beberapa hal berikut menjadi pertimbangan dalam sortir lamaran :

🔍 Jurusan Pendidikan

Hal pertama yang biasa saya lakukan adalah melihat jurusan pendidikannya. Spesifikasi posisi di tempat saya bekerja membutuhkan seseorang dengan lulusan tertentu seperti dari jurusan Tehnik Elektro, Mesin, Mekatronika atau kimia. Jadi awal mula saya sortir lamaran saya ceklis jurusan yang tidak sesuai. 

🔍 Pengalaman

Apabila sudah mendapatkan beberapa kandidat sesuai jurusan, saya akan mensortir kembali pengalaman bekerja maupun pengalaman saat magang ini menjadi pertimbangan penting. Biasanya untuk posisi level supervisor keatas sangat dibutuhkan pelamar dengan pengalaman min. 1 - 2 tahun di posisi yang sama.

🔍 Sallary 

Mengapa ini menjadi pertimbangan?hal ini dimaksudkan dengan kesesuain budget yang diberikan perusahaan. Cukup beresiko apabila saya memanggil kandidat yang punya sallary cukup tinggi tidak sesuai dengan standar perusahaan. 

Daripada capek saya tes lalu berujung mengundurkan diri karena ga cocok sallary maka hal ini saya jadikan pertimbangan dalam sortir lamaran.


Sebenarnya jenis kelamin juga utama menjadi pertimbangan dalam sortir lamaran untuk posisi-posisi tertentu. Namun tak menutup kemungkinan biasanya saya welcome dengan lamaran yang masuk dari pelamar karena memang dalam posting iklan sudah tidak boleh menyebutkan jenis kelamin yang dibutuhkan. 

Biasanya point-point tersebut menjadi modal saya dalam sortir lamaran. So, buat yang nanya apakah saya mengintip sosmed pelamar ketika mencari kandidat karyawan?jawabannya sudah saya jabarkan ya temans.
***
Membahas sosmed kembali, apakah selama saya menjadi HRD pernah stalking sosmed karyawan?nah ini lain ceritanya dari sortir lamaran ya temans.

mengintip osmed Pelamar,Stalking pihak HRD, Sortir Karyawan melalui sosmed,Hati-hati dengan sosmedmu, mengintip sosial media pelamar

Sebagai recruiter yakni orang pertama yang dikenal pelamar, memang biasanya sosmed saya banyak di add bahkan di follow oleh karyawan baru. Sebenarnya sih saya agak risih jika karyawan baru masuk sudah ingin tahu sosmed saya alasannya ya ga kepengen aja so femes wkwkwk *naon sih*.

Ternyata dari sosmed juga saya bisa tahu kegalauan, permasalahan karyawan. Dari yang ngedumel punya atasan yang ga enak, ngedumel aturan biasanya saya temukan dari sosmed mereka.

Saya jadi inget waktu itu ada permasalahan internal bawahan dengan atasan, dari satu pihak (atasannya) mengatakan versi A dan dari pihak bawahan mengatakan versi B. Akhirnya dulu itu saya dan tim HRD lainnya stalking sosmed keduanya.

Untuk kasus-kasus tertentu sosmed karyawan bisa berguna banget melihat masalah kekinian yang sedang terjadi. Karena biasanya ada saja karyawan yang bikin status di sosmednya untuk menggambarkan permasalahan yang sedang ia hadapi. Apalgi kalau udah bacain komentar-komentar dari rekan-rekannya meski jadi silent reader tetap saja ini kasih Clue buat kami.

Lantas bagaimana selanjutnya?


Ya sudah ga kenapa-kenapa lagi, orang cuman kepo doang kok 😂. Ga ngaruh gitu ke penilaian perfomancenya? ga juga-lah kan biasanya penilaian appraisal dilakukan pure oleh atasannya maupun rekan kerjanya di masing-masing bagian. Yang benar-benar melihat kinerja mereka sendiri.

Setiap keputusan yang diambil kan ga cuman karena kepoin sosmed tapi ada kriteria penilaian yang objektif untuk diputuskan. 

Namun ada juga kasus fatal loh karena Sosmed ini berujung PHK. The power of sosmed, ingatlah temans ga semua teman kerja kita itu TULUS dan MANIS depan belakang ada aja yang belok. Ya begitulah yah yang penting saya sarankan Bijaklah bersosmed dan Berhati-hati dalam bersosmed.

Demikian yang bisa saya ulas semoga bisa bermanfaat buat temans yang mampir keisni 💋, ada yang mau sharing pengalamannya?atau punya pengalaman baik dengan mengandalkan sosmed dalam men-sortir lamaran karyawan?boleh banget loh kita diskusi dini.


115 komentar

Avatar
Anggar Nur Herman Syah Kamis, 01 Maret, 2018

untung aja gak kepo kepo sosmed saya ya wkwkwkwk. kepoin sosmednya bunda aja gimana hehehe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 01 Maret, 2018

wkwkwk kalau kepo tak black list yes :D

Reply Delete
Avatar
Firda Winandini Kamis, 01 Maret, 2018

wih rekrutmen jaman now udah smpe stalking sosmed ya hehe.. setuju sama Teh Herva, kalo dalam seleksi karyawan kayanya ga perlu nyortir dari sosmed, krna kebanyakan sih dunia maya berbeda jauh sama dunia nyatanya hahahaha

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 02 Maret, 2018

iya teh kalau aku sih belum sampe sortir lewat sosmed :p

Reply Delete
Avatar
Evrinasp Kamis, 01 Maret, 2018

Neng, kalau socmed saya dikepoin sama rekan-rekan kantor, petani yg melek IT kadang juga kepo, mudah2an mah pas nyari kerja gak usah dikepoin ya akun medsosnya haha

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 02 Maret, 2018

hahaha da mb Ev mah ga akan cari2 lagi kerjaan atuh :p

Reply Delete
Avatar
Sandra Hamidah Kamis, 01 Maret, 2018

Nah betul banget mba saya juga risih kalo dulu temen kantor tahu sosmed saya walau saya engga pernah. Bawa2 urusan kantor ke sosmed, suka bingung sama yg ngeluh, resign aja. Sik drpd ngehina yg ngasih gaji hehe sekarang malah temenan di sosmed setelah resign oia di buku Austin Kleon dia bilang kalau nanti orang bakal liat kita dari sosmed atau blog, kalo blogger HRD nya para brand ya mereka suka cek sosmed kita juga followers nya brp? Hhe tp rezeki gakan ketuker ya kata Diana Rikasari content is the King 😘

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 02 Maret, 2018

iya mba San rezeki mah ga akan ketuker yang ketuker cuman sendal jepit :D

Reply Delete
Avatar
Qudsi Falkhi Kamis, 01 Maret, 2018

Recruitment jaman now ya mbak, pakai stalking medsos, hehhehe. Tapi saya pernah punya pengalaman ditanya bos gara-gara status medsos yang galau, 😄

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 02 Maret, 2018

kalau udah jadi karyawan sih wajar mereun y mba atasan atau rekan kerja pada kepo tapi tetep aja be wise pake sosmed :)

Reply Delete
Avatar
maya rumi Kamis, 01 Maret, 2018

jadi ingat teman kantor dulu pas dia masuk kekantor dia bilang, sosmednya di kepoin sama calon bosnya bukan sama hrd, untung dia blg gak pernah update status macam2, makanya bisa keterima kerja,, hahaha

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 02 Maret, 2018

hahaha untung pisan y mba May :)

Reply Delete
Avatar
Rhoshandhayani KT Kamis, 01 Maret, 2018

Menurutku penting juga sih medsos, sebagai branding diri. Juga kalau aku jadi HRD, mungkin aku juga mempertimbangkan akun medsosnya. Kali aja si calon karyawan suka nyinyir, suka fitnah, dsb. Hahaha.

Btw, dulu pas aku jadi ketua organisasi, butuh banget pengurus yang kompeten dan bisa jaga nama baik. Kalau urusan kompeten, anak kuliahan pengalamannya masih dikit banget. Nggak keliatab soal urusan bagaimana menjaga nama baik atau branding diri. Justru kalau profil lamarannya nggak lengkap atau saya dan tim belum puas, maka kami akan cari ke akun medsosnya. Yaa meski terkadang medsos agak fake, tapi cukup membantu siih, hehehe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 02 Maret, 2018

Aku masih mengandalkan hasil psikotes dan interview mba, belum sampe medsos jadi pertimbangan. Yang aku nilai masi potensi n kompetensinya..

profil lamaran ga lengkap kan masih bisa diundang saat tes mba disitulah kita gali, malahan lewat tatap muka kita bisa baca gesture orang dibandingkan aku sortir dari medsosnya :)

Reply Delete
Avatar
Ida Tahmidah Jumat, 02 Maret, 2018

Tapi emang sih dari sosmednya bisa keliatan dia itu tipe orang seperti apa.. Jadi wajar juga kalau ia sampai dikepoin hehe...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 02 Maret, 2018

kalau dikepoin sih kalau ybs udah masuk biasanya mba kalau sebelum masuk aku prefer lebih ke hasil interview n psikotesnya

Reply Delete
Avatar
Ida Tahmidah Sabtu, 03 Maret, 2018

iya ya...betul jg, karena butuh waktu tambahan juga ngepoin akun2 nya xixixi

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

iya sedangkan pelamar yang lamar buanyak :D bisa jereng mata :p

Reply Delete
Avatar
umi Jumat, 02 Maret, 2018

Kasih tau sepupu dan keponakan yg belum kerja ah, biar gak pada lebay di medsos hehhe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

wkwkwk boleh Umi :p tapi so far aku masih ga mantengin sosmed buat cari kandidat siy mungkin beda perusahaan kali y beda kebijakan :)

Reply Delete
Avatar
Gilang Maulani Jumat, 02 Maret, 2018

Makasih teteh, aku akan selalu bersabar hehehe *merujuk paragraf kedua

Alah mangkaning sosmed aku mah isinya pabalatak, alay deuih *tutupin muka.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

semoga dimudahkan teh GIe :)

Reply Delete
Avatar
fajar herlambang Jumat, 02 Maret, 2018

pengen banget dikepoin oleh mbak , socmed ku :(

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

jangan berat biar mantannya aja yang kepoin :D

Reply Delete
Avatar
fajar herlambang Selasa, 13 Maret, 2018

aahh, tidak. janganmantan . heheheh

Reply Delete
Avatar
Annisa Rizki Sakih Jumat, 02 Maret, 2018

Alhamdulillah ga pernah curhat di sosmed. Bingung juga sih sama yang ngakunya sudah dewasa tapi tiap ada masalah dikit dengan teman atau keluarga bahkan atasan langsung curhat di sosmednya. Salah-salah malah ada orang lain (yang bukan alasan nyetatus tadi) yang malah baper, dikirain nyindir.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

makanya selain HRD terkadang ada rekan kerja yang PENJI yang ga demen sama kita baper lalu lapor *tsaah dunia kerja ohhh

Reply Delete
Avatar
Tian lustiana Jumat, 02 Maret, 2018

haha aku ga temenan sama HRD kantor wkwkwkw

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

gpp teh salah ngomong dikit suka digosipin wkwkwkwk

Reply Delete
Avatar
Nita Lana Faera Jumat, 02 Maret, 2018

Kurang kerjaan gua bilang mah kalo HRD sampe kepo2in calon pelamar di socmed. Emangnya kalo si calon update status, "Bangun pagi, demi semangat kerja yang membumbung tinggi." trus dijamin gituh dia beneran anak rajin bekerja? Bisa aja pemalas tingkat dewa, haha...

Cuma memang, jangan pernah lah nulis kalo kerjaan ini begini begonoh, kerja sama si anu begini begonoh. Masalah kerjaan, selesaikan di tempat kerja. Mari gunakan socmed untuk pamer, hahahah...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

sepakat miss, karena yang kulihat masih kompetensi dan potensi yang dimilikin :p

Reply Delete
Avatar
vika hamidah Jumat, 02 Maret, 2018

Dih serem juga ya kalau ampe d kepoin hrd sebelum keterima kerj.. ntar kalau ada foto alay jadi malu y mba ehhehe... terbyata oh ternyata emang harus hati2 ya mba jaman sekarang tidak semanis yang dibayangkan. Harus bener2 menilai karakter seseorang dengan baik.. kalau ampe salah lmyan y mbak pertanggung jawabannya😇😀

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

nah kan ini yang aku maksud kalau aku salah bagaimana jangan2 perusahaan bisa false hire :)

Reply Delete
Avatar
zata Jumat, 02 Maret, 2018

bener banget nih.. aku pun dulu pas masih kerja, pertimbangan nyari karyawan juga lewat sosmednya :)

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

wah aku belum sampe lewat sosmed mb Zata diatas kusebutkan apa saja yang aku pertimbangkan hehehe

Reply Delete
Avatar
Noniq Jumat, 02 Maret, 2018

Eh iya lho di beberapa perusahaan memang pake stalking akun hahaha...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

untung di perusahaan ku ga nambah2 kerjaan aja hahaha

Reply Delete
Avatar
Rudi Chandra Sambas Jumat, 02 Maret, 2018

Harus hati-hati upload sesuatu di sosmed nih.
Tapi selama ini sih sosmed cuma buat share artikel dan foto doang.
Biar yang ngepoin pengen traveling. :D

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

gpp yang penting ga mengandung umpan *halah :D

Reply Delete
Avatar
Maria Soraya Sabtu, 03 Maret, 2018

urusan ini aku jadi inget jaman ngantor (nostalgia muluk hahahahaha), kantor terakhir itu kan brand activation, banyak ngurusin sosmed brand, otomatis 50 pegawainya termasuk bosku punya sosmed ... beneran kepala HRD sering stalking sosmed pegawai2 kantor, yg kebanyakan tsyurhat di sosmed biasanya diajakkin ngobrol sama kepala HRD-nya, kali2 pengin tsyurhat ke suami ndak bisa jadinya tsyurhat di sosmed

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

hahaha kadang ada aja pegawai yang emang ga punya temen curhat alhasil nulis disosmed duh inilah penyebab hal2 yang ga diinginkan :p

Reply Delete
Avatar
Armita Fibriyanti Sabtu, 03 Maret, 2018

Kalau buat blogger kayak kita sosmed kan penting banget ya Teh, di stalkingin sama HRD gak papa juga sih 😉 baca-baca tulisan ini jadi kangen pengen kerja kantoran lagi 😊

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

wah teh Mita mah udah enak atuh punya usaha sendiri hahaha doakan aku biar jadi pengusaha aamiin

Reply Delete
Avatar
CatatanRia Sabtu, 03 Maret, 2018

Betul itu teh, sosmed gak bisa menggambarkan pribadi seseorang. Kadang ada orang yg menjadi orang yg berbeda disosmed

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

makanya aku belum prioritas milih kandidat lewat sosmednya :p

Reply Delete
Avatar
Murtiyarini . Sabtu, 03 Maret, 2018

Hahaha..jadi malu.
Saya gak privat sih postingan-postingan narsis. Beberapa friendlist adalah rekan kantor dan atasan, tapi cuek aja hehhe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

kupun cuek aja bu yang penting emang ga neko2 hahaha

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres Sabtu, 03 Maret, 2018

Untung aja HRD aku bukan Bunda Herva. Kalau iya, wah ketahuan banget kalau aku tuh hobi galau dan mmh bisa nggak naik gaji nih :p

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

yang lebih prarahnya bisa2 di PHK ummi wkwkwk

Reply Delete
Avatar
wuri nugraeni Sabtu, 03 Maret, 2018

hahaha bener banget, tp aku dari rutin ngeblog malah direkrut sebuah kantor hehehe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

alhamdulilah yah mungkin beda perusahaan juga y mba ada beberapa kebijakan mengharuskan melihat sosmed kandidat

Reply Delete
Avatar
Sara Neyrhiza Sabtu, 03 Maret, 2018

bener banget nih...waktu saya menyelski karyawan, sosmed menjadi salah satu penilaian yang penting

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

mungkin beberapa perusahaan ada yang mempertimbangkan ttg sosmed kalau aku pribadi belum jadi prioritas penilaian mba :)

Reply Delete
Avatar
angkisland Sabtu, 03 Maret, 2018

yg penting jng kena PHK aj mbak

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

makanya tahan jempolnya hahhaa

Reply Delete
Avatar
Lendy Kurnia Reny Minggu, 04 Maret, 2018

Aku jadi inget teh...beberapa hari yang lalu, teman ada yang share lowker di grup kampus.
Lalu sudahlah terlewat 1 syarat, yakni USIA.

Teman yang sharing tersbut menyarankan "Coba aja dulu...siapa tau rejeki."

Baca tulisan teh Herva, mentaati syarat yang diminta klien itu harus dijunjung tinggi yaa..hehhe...jadi ga ada istilahnya "Siapa tahu, beruntung..." - padahal sudah jelas syarat tersebut disebutkan.


(( aku jadi dapet insight baru setelah baca tulisan teh Bella. Syukron... ))

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

hehehe aku pernah nulis spesifik tentang ini teh "Baca INfo Lokernya Please"

alhamdulilah jadi kasih insight :)

Reply Delete
Avatar
Eri Udiyawati Minggu, 04 Maret, 2018

Hehehe.. iya, betul banget, Mbak. Temen saya juga kena masalah gegara dia share sesuatu di FBnya, terus ketahuan sama HRD.
Ya gitulah, memang kita bebas menggunakan sosmed, tapi kita juga mesti bijak, apa yang perlu dishare dan apa yang enggak perlu, apalagi yang berbau-bau tentang tempat kerja, itu kan sangat sensitif kalau dishare ke media sosial.
Mending kita share info-info yang baik seperti makanan dan tempat wisata, itu kadang malah ditanyakan secara langsung, itu di mana, harganya berapa, enak apa enggak, hiihihhi

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

nah mendingan share yang begitu hahaha..

Reply Delete
Avatar
Zulaeha Minggu, 04 Maret, 2018

Untung dulu pas melamar kerja bos gak tau sosmedku. Siapa tau belio kategori yang suka kepo. Hahaha

Reply Delete
Avatar
Hujan Bulan Juni Minggu, 04 Maret, 2018

ampun bunda HRD..
rekrut saya dong bu..^^

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

hahaha..ga ada kebutuhan monmaap yak :p

Reply Delete
Avatar
Hujan Bulan Juni Senin, 05 Maret, 2018

dikantorq.. yg pertama diliat dr CV saat rekrut itu fotonya dulu.. ^^ ahaha..

Reply Delete
Avatar
Nurul Sufitri Minggu, 04 Maret, 2018

Wah, rasanya kurang fair kalau HRD stalking socmed calon karyawan. Dunia maya itu kan dinamis ga statis. Bisa aja status seseorang memang bukan riil kepribadiannya kan..hehehe wah rempong juga kalo gini wkwkwkwkkw....

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Maret, 2018

yes aku setuju mba Nurul :)

Reply Delete
Avatar
Kanianingsih Senin, 05 Maret, 2018

setuju nih untuk bijak bersosmed, reminder jg buat saya

Reply Delete
Avatar
Kurnia amelia Senin, 05 Maret, 2018

Sekarang kalo kerja ga cuma liat CV ya tapi sosmed juga hehe. Jadi kita kudu tiati posting sesuai jangan sampe mengujar kebencian sama tebar hoax.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

ada yang begitu mba kalau aku masih belum hehehe

Reply Delete
Avatar
Intan Rastini Senin, 05 Maret, 2018

Saya nggak masalah sih kalo sosmed saya dikepoin oleh recruiter. Malah saya cantumkan alamat blog di CV hehehe.
Ceritanya saya ngelamar jadi perangkat desa, dan dibutuhkan kemampuan menggunakan komputer, ya udah saya sebutkan saja kualifikasi saya aktif menulis blog dan saya terakan alamat blog. Tadi pagi baru aja ikut seleksi tes tulis dan tes komputer, doakan lolos ya mbak.... makasih :)

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

semoga lolos mb Intan :) aamiin

Reply Delete
Avatar
Indira Senin, 05 Maret, 2018

Syukurlah Mbak Herva gak suka stalking hehehe. Paling fatal yang ngedumel ngalor ngidul di sosmed soal kerjaan, bos, sampai deadline dikeluarin semua. Lah kalo atasan langsung yang baca, bisa berabe khan ya hhehehe.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

nah ada yang bikin status begitu akhirnya kena PHK mba :p itupun karena ada yang ngaduin sih hahaha *jahara emang

Reply Delete
Avatar
Dian Restu Agustina Senin, 05 Maret, 2018

Makanya suwamiku enggak aktif sosmed-an, Mbak Herva..Males kena stalking HRD juga katanya hahaha..pernah ada teman kerja kena teguran. Habisnya nyari makan masih di perusahaan tempat bekerja, sang teman nulis-nulis perushaaan yang enggak karuan ...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

nah iya masih cari makan disitu jelek2in kurang minum keknya y mba hahaha

Reply Delete
Avatar
Untari Selasa, 06 Maret, 2018

Recruter intip sosmed bukan cuma pegawai kantoran. Bahkan buat kerja di event yang sehari dua hari aja jg intip sosmed

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

makasi sharingnya mba :)

Reply Delete
Avatar
NiaNastiti Selasa, 06 Maret, 2018

Aku human resources analyst Mba, aku kepoin sosmed pegawai untuk yang mau masuk ke ranah tertentu. Misalnya ke tempatku,karena akan sangat dibutuhkan orang yang bisa pegang rahasia. Seru y kepoin sosmed untuk tujuan profesional, haha :p

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

kalau untuk hal2 tertentu sih bisa jadi tapi untuk saat ini no time buatku mb kepoin sosmed pelamar wkwkwk

Reply Delete
Avatar
Djangkaru Bumi Selasa, 06 Maret, 2018

Salary itu apa ya? saya kok masih kurang mengerti. Ya ya, berhati hatilah dalam bermedia sosial. Karena ya itu, bisa menjadi penilaian spontan terhadap diri kita.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

sallary itu gaji kang :)

Reply Delete
Avatar
Anggun Josie Pasemawati Selasa, 06 Maret, 2018

Jadi kalau postingan2nya ga terlalu diperhitungkan ya mbak. Hanya data pribadi aja
Saya kira kebiasaan apa yg dia posting di sosmed jd pertimbangan jg 😀

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

iya bisa jadi itu mba Anggun makasi sudah mampir :)

Reply Delete
Avatar
Hujan Bulan Juni Kamis, 08 Maret, 2018

harusnya postingan juga diperhitungkan.. postingan mencerminkan pribadi seseorang solnya....

Reply Delete
Avatar
Keke Naima Selasa, 06 Maret, 2018

Beberapa kali sih saya denger/baca kalau HRD zaman now bakal kepoin socmed. Entah bener atau enggak karena waktu saya masih kerja kan belum zaman socmed. Tapi paling saya rutin ngewanti-wanti anak-anak supaya hati-hati saat bersocmed. Gak tau siapa yang bakal dihadapi dan siapa yang kepoin di dunia maya :D

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

betul mba untuk saat ini sih di kantor aku ga terlalu pertimbangin sosmed si pelamar hehehe

Reply Delete
Avatar
Ursula Meta Rosarini Selasa, 06 Maret, 2018

Aku udah pernah dengar hal ini mbak, temanku ada yg kerjaannya ngrekrut karyawan baru, dia selalu kepoin sosmednya sebagai bahan pertimbangan hahahah

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

wah rajin bener temennya mba aku mah masih males :D

Reply Delete
Avatar
Nathalia DP Selasa, 06 Maret, 2018

Waktu msh kerja, saya ga berani temenan sm pak bos, setelah berhenti baru deh berani hihihi...

Reply Delete
Avatar
nur rochma Selasa, 06 Maret, 2018

Berhati-hatilah main sosmed. Termasuk jika suka curhat. Tapi kalau curhat berfaedah nggak ya?

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

curhat boleh mba asal ga jelek2in siapapun wkkwwkk

Reply Delete
Avatar
Fanny Fristhika Nila Selasa, 06 Maret, 2018

Ga tau ya kalo HRD di HSBC pada ngecekin begini juga ato ga. Tp yg pasti, di HSBC kita ada team yg memang memantau isi sosmed karyawan. Tujuannya sih supaya karyawan ga bablas nyebari hal2 bersifat confidential ke sosmednya :p. Makanya aku males aja nulis2 kerjaan di sosmed hahaha..

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

hahaha serem juga ya kalau data confidential tersebar y mba :p

Reply Delete
Avatar
Wian Rabu, 07 Maret, 2018

Sering banget nih denger mengenai ini. Tapi menurut aku kok agak krg pas ya klo sosmed dijadikan salah satu parameter kelulusan seseorg dlm tahap rekrutmen.
Eh tapi ya, bos aku bikin akun sosmed tujuannya ya cuma utk stalking anak buahnya aja loh. Krn semua sosmed dia gak pernah ada isinya. Cuma follow2 aja. Hahaha

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

iyes akupun masih kurang sreg mba jika dijadikan parameter hehehe...
untung pak boss ku ga pernah kepo :D

Reply Delete
Avatar
dudukpalingdepan Rabu, 07 Maret, 2018

Saya pernah lihat juga status teman fb yang punya toko oleh oleh. Katanya dia kalau mau rekrut pegawai pasti minta username medsosnya untuk melihat kepribadian calon pegawai tokonya. Harus hati hati banget ya bun, kalau saya sih penganut "you are what you post on your social media" 😀

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 07 Maret, 2018

tapi ga selamanya mba hahaha

Reply Delete
Avatar
YSalma Kamis, 08 Maret, 2018

Kalau yg rajin update status, sosmed sepertinya memang bisa memberikan sedikit gambaran diri si pelamar kayaknya ya.
Tapi, kayaknya kepoin sosmed perlu kalau sudah akan diputuskan akan dipilih jd kandidat. Yg penting ga boleh lupa kalau pa yg di share di sosmed adalah konsumsi publik, harusnya pd bijak sendiri, kecuali statusnya pesanan yak :D

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 27 Maret, 2018

iya kalau udah masuk mah sok dikepoin mba :D

Reply Delete
Avatar
evylia h Kamis, 08 Maret, 2018

Di-stalking atau tidak, sebenernya gak masalah yaa selama statusnya gak mayoritas nyinyir-judes- apalagi suka nyampah konten hoax

Reply Delete
Avatar
Kemana-lagi Jumat, 09 Maret, 2018

Kalo aku kebalikannya teh, aku yang stalking sosmed HRD :p

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 27 Maret, 2018

cie jangan2 menaruh hati sama HRD :D

Reply Delete
Avatar
Amanda Ratih Sabtu, 10 Maret, 2018

wkwkwk... sadis nih, untung saya udah nggak kerja kantoran lagi, tapi masih temenan sih sama temen2 yang dulu kerja. Nggak kebayang saya yang hobbi curhat ini temenan sama bos :D eh suamiku loh nggak mau temenan sama bosnya, padahal dia jarang bikin status

Reply Delete
Avatar
Bunda Erysha Sabtu, 10 Maret, 2018

Hahaha kalau dulu saya malah takut media sosialnya di kepoin ama murit dan orangtua murit. Hihihi

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 27 Maret, 2018

sekarang mah bebas y mba :)

Reply Delete
Avatar
Blogadogadoo Selasa, 13 Maret, 2018

Kalo di luar negeri emang ada yang stalking medsos calon karyawannya mbak, aku baca dari forum reddit sih, hiring managernya sendiri yang komen kalo mau main aman sih bikin akun anon buat curhat2 sampah, follow akun gosip, dan kegiatan unfaedah lain. Akun yang real ya buat jaga image dan branding Hihihi :)

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 27 Maret, 2018

iya sih tapi kalau pengalaman aku sih ora :p

Reply Delete
Avatar
Ilham sadli Sabtu, 24 Maret, 2018

Untungnya sampai sekarang masih aman.aman saja dalam penggunaan media sosial... Postingan alay dulu sudah di delete 😂😂

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 27 Maret, 2018

syukurlah uda kembali lurus :D

Reply Delete
Avatar
Frisca Sutanto Senin, 26 Maret, 2018

kalau pengalamanku, orang yang rekrutku emang cerita kalau dia kepoin sosmedku buat tau aku orangnya aktif sosmed apa engga hahaha...trus sempet parno karna dikepoin..untungnya aku bukan orang yang suka curhat masalah berat di sosmed..hihi

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 27 Maret, 2018

untung y mba masih aman terkendali :D

Reply Delete
Avatar
Frisca Sutanto Rabu, 28 Maret, 2018

iya untung sekali ya. Hahaha. Emang harus bijak ya dalam bersosmed. Salah-salah nanti malah kena kasus.

Reply Delete