Selasa, 02 Januari 2018

Caraku Agar Tetap Dekat Dengan Anak Meski Sibuk Bekerja...

"Kamu tahu Nak, jika kamu sedih maka ibu jauh lebih sedih darimu"
Penggalan kalimat itu terekam jelas dalam otak saya, kalimat yang dilontarkan oleh seorang ibu kepada anaknya. Saya yang sudah lama ditinggal oleh almh.ibu menangis haru menonton film Korea "My Mom" takkala melihat dialog dan adegan yang ada di film tersebut.

Film itu saya tonton sekitar tahun 2011, jauh sebelum saya menyandang status ibu namun tetap saya bisa merasakan banget bagaimana kisah perjuangan seorang ibu dengan kondisi yang sederhana dan kekurangan namun ia bersikeras melakukan apapun demi anaknya bahagia.

Bergulirnya waktu, kini saya telah dikaruniai anak dan saya pun memahami akan sepenggal kalimat yang pernah saya dapatkan lewat film tersebut. Tidak ada yang bisa membuat saya galau, saya nekad , saya berani semuanya cuma karena anak.

Memutuskan menjadi ibu yang bekerja diluar rumah memang suatu keputusan yang berat akan selalu timbul konflik baik dalam diri maupun dengan orang lain. Ada yang dukung menjadi bahan bakar penyemangat pribadi untuk fokus bekerja.

Namun ada pula yang menyinyir didepan atau dibelakang begitulah mereka yang maha tau men-judge kehidupan orang lain. Adalah pilihan  bagi saya sendiri menerima setiap konsekuensi yang harus dijalani sebagai ibu bekerja.

Mungkin jika menyambung kisah film yang saya bahas sebelumnya, saya saat ini merasakan sama seperti ibu itu bagaimana berjuang memang untuk kebahagiaan anak meski istilah lebaynya harus  menguras air mata dan darah.



Bekerja menguras waktu selama 9 jam dalam 5 hari setiap minggunya, menuntut saya untuk mampu memutar ide agar saya bisa selalu dekat dengan anak.

Saya ga ingin dari 24 jam yang Tuhan berikan saya hilangkan begitu saja tak berarti untuk anak saya. Saya cukup tahu bahkan seringkali mendengar bagaimana kisah-kisah anak yang tersisihkan oleh sibuknya dunia orang tuanya.

Anak adalah harta yang memang tak tergantikan bahkan cukup menusuk hati saya ketika beredar MEME yang berisikan : "Mama pasti gak rela menitipkan perhiasan mahalnya ke pembantu tapi mengapa aku yang tak ternilai mama titipkan ke pembantu".

Oh...please sebagai ibu bekerja sungguh meme itu sangat berpotensi menusuk hati saya. Pemikiran saya bahwa meme tersebut menafsirkan jika anak merasa tidak cukup berharga sehingga sang ibu memilih bekerja. Padahal issue utama pilihan ibu bekerja tidak sesederhana itu.

Tantangan menjadi ibu bekerja kerapkali saya rasakan tak hanya di dunia nyata namun di dunia maya pun hampir berbanding yang bisa menggoyahkan fikiran. Salah satunya seperti beredarnya meme tersebut.

Terlepas dari itu semua saya mencoba untuk tetap fokus dan memikirkan bagaimana caranya bahwa sebagai ibu bekerja tetap berimbang dalam mengurus keluarga maupun pekerjaan. Dan utamanya mengkondisikan agar anak tidak merasa tersisihkan oleh pekerjaan.

Adapun yang saya fikirkan untuk selalu dekat dengan anak meski saya bekerja diantaranya adalah :

💖 Supervisi Semua Kebutuhan Anak

Setiap harinya saya memastikan kebutuhan Neyna terpenuhi sehingga saya bisa dengan nyaman bekerja. Untuk itu sebelum bekerja saya melakukan hal berikut :

       👌 Memasak untuk sarapan, makan siang hingga sore 
       👌 Menyuapi sarapan dan memastikan sarapannya habis
       👌 Mengawasi Neyna mandi dan mengenakan seragam sekolah
       👌 Memastikan TV kabel di acara anak dan menghindari channel youtube
       👌 Mengontrol tas sekolah maupun tas mengaji berisi buku pelajaran

Tak peduli saya bangun lebih pagi namun dengan melakukan semua kegiatan tersebut setidaknya saya lega bahwa Neyna bisa berangkat sekolah dengan perut kenyang dan kondisi ke sekolah dengan rapi. 

Dan ternyata memastikan kondisi Neyna rapi bersih membuat Neyna mendapatkan "Piagam Prestasi" dari sekolah sebagai yang paling Rapi dan Tekun 😍. Sebagai ibu tentunya saya bahagia dengan apresiasi tersebut.


💖 Support Semua Kegiatan Anak

Waktu luang saya bisa dikatakan hanya malam hari disetiap 5 hari kerja dan pada weekend saja. Maka dari itu saya berkomitmen sedikit waktu yang saya punya untuk sebisa mungkin support semua kegiatan Neyna dan sebisa mungkin melibatkan Neyna dalam beraktifitas bersama saya. Beberapa rutinitas yang saya lakukan diantaranya :

 👌 Melaksanakan sholat magrib & isya berjamaah
 👌 Mengaji bersama
 👌 Mengulang kembali pelajaran di sekolah
 👌 Menceritakan salah satu buku sebelum tidur
 👌 Menemani bermain
 👌 Mengajaknya belanja ke Pasar
 👌 Berjalan-jalan saat weekend

Weekend berlibur bersama

💖 Selalu Keep In Touch

Menjalin komunikasi merupakan hal utama untuk saya merasa lebih dekat dengan Neyna. Bisa dikatakan setiap siang menjelang makan siang saya akan selalu menyempatkan menelepon Neyna memastikan bahwa ia sudah berganti baju rumah, makan siang dan solat dzuhur sepulang sekolahnya.

Apabila saya lupa telepon di jam siang maka sore hari ketika ashar saya menelepon kembali ke rumah memastikan Neyna untuk berangkat mengaji.

Begitulah ritme komunikasi saya dengan Neyna, dilain waktu kantor selalu memberikan saya pekerjaan untuk DLK (dinas luar kota) maka intensitas berkomunikasi jauh lebih sering. Saya beruntung dengan perkembangan teknologi yang bisa membuat saya bisa selalu merasa dekat dengan Neyna meski berbeda pulau sekalipun.

Jika saya hendak DLK, saya akan selalu komunikasikan jauh-jauh hari kepada Neyna kapan saya pergi dan kapan saya kembali sedetail mungkin hingga kegiata apa yang akan saya lakukan di tempat DLK agar Neyna tidak merasa ditinggalkan banget oleh saya.

Ngomongin DLK saya pernah nih mendapatkan tugas ke salah satu cabang di Cikarang. Karena urusannya cukup menyita waktu maka dari itu meski Cimahi - Cikarang lumayan dekat namun pihak kantor meminta agar saya menginap saja di hotel. Jauh hari sebelum DLK sudah ter-booking salah satu room di hotel namun saat hari H saya cancel menginap di hotel. Apa alasannya?

Pagi hari itu, sebelum saya berangkat DLK saya dapati Neyna demam 😭. Keadaan yang bikin saya  dilema banget. Mendapati anak sakit itu bikin saya ga tenang. Yang pada akhirnya saya memutuskan untuk cancel menginap dan memilih pulang - pergi saja. Syukurnya driver kantor juga support dan ga keberatan antar jemput saya.

Jangan ditanya bagaimana galaunya kerja jauh sementara Neyna sakit Demam. Namun semuanya bisa berkurang karena saya selalu sedia Tempra Syrup dirumah. Mengapa saya memilih Tempra?karena yang saya tahu Tempra itu :

👌 Obat Penurun demam PALING AMAN, Aman di Lambung
👌 Tiap 0,8 cc mengandung 80 mg parasetamol dengan Dosis tepat 
👌 Berbentuk syrup dengan rasa buah yang disukai anak, tidak perlu dikocok larut 100%
👌 Harganya terjangkau saya beli Rp 23.200
👌 Dapat dibeli di minimarket maupun Apotek terdekat loh




Jika Neyna sakit maka saya pun merasa lebih sakit terlebih ditambah dengan komentar orang lain yang mengatakan saya lebih fokus DLK dibandingkan dengan masalah kesehatan anak. Padahal mereka ga tahu dibalik ceritanya saya mesti pulang larut dan berangkat subuh karena kondisi Neyna demam.

Begitulah cerita saya saat anak sakit namun saya masih harus menjalankan tanggungjawab saya sebagai ibu bekerja.

***

Segala sesuatu pasti ada pilihan dan konsekuensi yang harus saya terima dengan pilihan yang saya jatuhkan. Buat temans yang juga sama seperti saya jangan takut anak menjauh hanya karena kita bekerja karena saya selalu yakin setiap ibu punya cara tersendiri untuk "Merasa Dekat" dengan anak meskipun sibuk bekerja.

Dengan 3S ala saya, alhamdulilah Neyna selalu nempel kayak perangko jikalau saya ada dirumah. Saya berhasil menjadi "Ibu Yang Selalu Dirindukan" oleh Neyna.

Temans punya cara yang berbeda dengan saya?yuk sharing disini. Semoga kisah saya ini bisa bermanfaat yah 💋.

Dan saya mau ingetin juga buat temans jangan panik jika anak demam yah, kenali gejala penyakitnya jangan lupa upaya pencegahan pertama selalu sedia obat penurun Demam "TEMPRA".


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra

98 komentar:

  1. Walau bekerja kita tetap bisa memberi perhatian terbaik ya mbak buat anak kita. Duh saya kayaknya masih harus banyak berusaha nih biar lebih telaten

    BalasHapus
  2. Salah satu dilema ibu bekerja itu kalo musti ninggalin anak ya. Aku aja yg kerjanya ninggalin anak sesekali berasa bersalah. Tapi kembalilagi, kita bekerja juga demi anak-anak kan. Semoga anak-anak kita selalu sehat, ya Teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin iya mba semoga kita semua sehat :)

      Hapus
  3. Aku sih nggak kaget ya kalau Neyna dapat penghargaan sebagai siswa yang paling rajin dan tekun. Bundanya saja tekun dan rajin banget. Alhamdulillah ya selalu ada cara agar depat dengan anak. Apalagi bagi kita ibu bekerja yang sebetulnya pengen banget selalu nempel ama anak. Salut dengan cara Bunda Herva untuk berupaya selalu dekat dengan anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah y ummi sesuatu ahhaha...

      Hapus
  4. semangaaat, banyak kok wanita karir tapi keluarga juga sukses semua... kuncinya mah fokeus, yg nyinyir tajong ajah

    BalasHapus
  5. Bener mbak kalo anak sedih, sakit, kita sebagai emak dua kali lipat sedihnya 😣

    BalasHapus
  6. Teh, film Korea yang My Mom alias Long Visit? Saya juga suka nangis nonton itu huhu iya bener banget perjuangan Ibu mah apapun akan dilakukan untuk anak, duh palagi pas anak sakit kasian banget, btw saya belum tau Tempra ini ternyata bagus ya, semangat terus Bundaaa semangat buat Neyna dan debay hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh aku lupa mba pokoknya yg my mom aku nangis bombay yang anaknya meninggal kena kanker pankreas duh cirambay pokoknya :(

      Hapus
  7. Saya selalu terkesima, salut dan hormat kepada ibu yang bekerja. Tapi keluarga dan anak tetap terjaga. Saya percaya Bunda Herva, Bunda yang luar biasa. Bunda sekian yang beruntung selain suami, ortu dan anggota keluarga lain turut mendukung/ dari keluarga dapat memahami pilihan Bunda bekerja. Sebab di luar sn ada yg tidak dapat kesempatan ini(contohnya saya,*curcol nih ye,😄). Jangan perdulikan yang nyinyir Bun. Saya yakin anak2 Bunda Allah yang akan membantu melindungi dan menjaga. Orang nyinyir mungkin tidak bisa melihat, kl Bunda berhasil di karir & keluarga. Tetap semangat ya cantikkuh. Btw Tempra juga andalanku ketika kesayangan sakit.

    BalasHapus
  8. Awal tahun yang bagus, udah ikut lomba aja nih, Teh..he
    Btw, bermanfaat nih, tapi nanti di praktekan jikalau sudah nikah dan punya anak. Suka dapet wejangan tentang keluarga disni nih..he

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ni setelah lama ga ikutan wkwkwk biar kang Andi juga ikuta :p

      Hapus
  9. drama working mom tiap kali mulai kerja seperti sekarang, hihihi.. apalagi kalo banyak kerjaan terus anak sakit, bingung mo kerja apa mo jagain anak.. untung ada tempra yang menenangkan, menghilangkan kepanikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba selalu ada dramanya maka pandai2 kita biar bisa atur semuanya :)

      Hapus
  10. Suka sedih kalau ada yang nyinyirin ibu bekerja, mereka ga tau ya bagaimana perasaan kita huhuhuh, tapi yang penting kita ibu bekerja tetep deket sama anak ya teh Herva

    BalasHapus
  11. Mba Herva ini kalau menulis luar biasa banget. Dari pengalaman pribadi disampaikannya dengan apik.

    Btw, tentang meme yang menggambarkan kalau ibu bekerja itu mengisyaratkan anaknya enggak berharga kadang gimana gitu. Working mom itu juga cinta sama anak-anaknya lah ya.. dan mengapa bekerja, karena ada satu dan lain hal yang harus menjadikannya bekerja.

    *Kok aku jadi rada panas ya akan meme itu, wkwkwkwkwk

    Good Luck ya Mba Herva..

    BalasHapus
  12. Jadi ibu bekerja memang tidak mudah ya mbak, semangaaattt!!!

    BalasHapus
  13. Semoga bisa segera merasakan rasanya jadi ibu hehehe aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin semoga Alloh ijabah y mba tetep semangat :)

      Hapus
  14. Wonder Mom banget... ^_^

    Tips nya sangat bermanfaat. Salam kenal~ :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. thx u mba salam kenal juga makasi uda mampir :)

      Hapus
  15. sehat sehat sellau bumil cantik :)

    BalasHapus
  16. Selalu salut dengan working mom yang tetap dekat dengan anak-anaknya. Semangaaaat Mbak.. Semoga Mbak Herva dan Neyna sehat selalu yaa..😊😊

    BalasHapus
  17. Saya juga ibu bekerja tapi bekerjanya nggak full time, sih cuma 3 jam per hari dan 4 hari dalam seminggu. Selama saya kerja, anak-anak dijaga oleh papanya :)
    Hebat lho, mbak yang kerja full time bisa membuat Neyna selalu rapi ke sekolah sampai dpaat penghargaan murid yang rapi dan tekun. Selamat ya!

    BalasHapus
  18. Suka banget kalimatny yang ini "setiap ibu punya cara tersendiri untuk "Merasa Dekat" dengan anak meskipun sibuk bekerja."
    Semangat trus ya mbak . Semoga selalu diberi kesehatan

    Salam kenal
    Diah
    www.diahestika.com

    BalasHapus
  19. Bunda nya hebat Neyna pun juga hebat...Dibalik meme tentang working mom itu juga menusuk saya, sedih rasanya ada Meme begitu,,Yang membuat Meme ga ngerti kalih gimana kalau posisinya single mom yang mana mau ga mau mencari nafkah buat anak-anaknya,nkalau ga kerja ga punya duit 😣

    BalasHapus
    Balasan
    1. mb Amel juga inpirasi banget i feel u mba :) semoga kita selalu sehat dan ttp smeangat buat anak2 kita y mba

      Hapus
  20. Katanya yg penting quality time-nya, Bund. Walau bekerja asal kita bs mengoptimalkan waktu saat bersama anak bonding tetap kuat kok. Apalagi kalau anak lg sakit, saatnya kita beri perhatian lebih jd anak merasa disayang. Dan, untung ada tempra yg rekomended utk menurunkan demam

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes quality time y teh :) makasi uda mampir teh

      Hapus
  21. Baca ini bikin aku berdoa semoga kalau dah punya anak bisa bangun lebih pagi lagi buat nyiapin makanannya ya paling nggak, huhu.. Haru deh kalau baca cerita buibu gini :')

    BalasHapus
  22. tempra emang sahabat banget buat demam anak yaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba sedia tempra selalu ya dirumah :)

      Hapus
  23. Aku tuh salut sama ibu bekerja yang tetep bisa mengurus anak dengan baik

    BalasHapus
  24. Berat, tapi Mba pasti bisa melewatinya dengan sangat nyaman dan indah, tetap optimis dan gembira, yaaaaa.. :*

    BalasHapus
  25. Dilema banget ya?
    Tapi ngga lah, kita mana mungkin nitipin anak spt nitipin perhiasan 😀😀😀😀

    BalasHapus
  26. Aku jadi kangen Neyna. Baru sekali ketemu pas event di Festlink itu,ya.Neyna lucu dan manis. Ini mah mamanya yang jago ngajarin. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga next event bisa ketemu lagi ya teh hehehe

      Hapus
  27. ASiik ..senengnya jadi Ibu yang selalu dirindukan oleh Anak.
    Yang penting mah si Ibunya kudu sehat selalu juga ya, biar seterong, ngurus anak, keluarga dan bekerja, tak lupa nongki2 cantik bareng sahabat. Hahaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe nongki cantik mah tetep nyak teh :p

      Hapus
  28. Diriku banyak unfriend orang yg suka share2 macam itu. Ga demen bacanya. Tiap ibu tau cara menjaga anak2nya. Kalau pas lagi sakit, memang para ibu jadi lebih rempong ya. Moga Neyna sehat2 terus ya :)

    BalasHapus
  29. Setiap ibu pasti ingin membahagiakan anak-anaknya. Baik ibu yg bekerja atau tidak. Mereka membahagiakan dengan cara masing-masing. Menurut saya ibu bekerja gak ada yg bermaksud menelantarkan. Keluarganya. Kalau ada yg suka nyinyir gitu, emang kudu diselotip mulutnya.
    Good luck dengan lombanya, semoga menang

    BalasHapus
  30. Ini salah satu keinginan saya nanti kalau di masa depan punya anak, teh, makasih kisahnya yaaa, disimpan buat hari esok hehe..

    BalasHapus
  31. Ibu bekerja lelahnya pasti dobel tapi pahalanya dalam mengasuh anak insya Allah guede. Semangat ya mbak!

    BalasHapus
  32. Selalu kagum dengan Ibu Bekerja..Di sela rutinitas kerja tetap mengutamakan keluarga. Semangat Mbak Herva dan sehat selalu ya Neyna :)

    BalasHapus
  33. Selalu baper tiap baca postingan tentang ibu dan anak 😭

    BalasHapus
  34. Anak memang selalu menjadi prioritas utama orangtua.
    Semoga Neyna sehat selalu yaa, nak...

    BalasHapus
  35. Aku salut sama mb Herva, working mom plus blogger kece yang tetap dekat dengan anak dengan caranya tersendiri. Mantap bangeeed...Tempra memang sudah lama dikenal untuk mengatasi dan menyemb uhkan demam/panas anak2 ya dan anaka2ku pun cocok minum Tempra.

    BalasHapus
  36. Thanks sharingnya bun, jd bekal ilmu untuk saya klau dia seumuran nameera nnti hihi. Kalau skrg sih masih bayi, kantor pun dekat rumah jd bisa bolak balik. Btw mukhlas jug pakai tempra (yg drop) kalau demam alhamdulillah cocok

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mba :) iya tempra cocok banget y

      Hapus
  37. Saya gak pernah mau ikut pro kontra tentang bu rumah tangga vs bekerja, Mbak. Bahkan saya sempat agak sakit hati juga ketika membaca salah satu komentar di socmed kalau anak-anak yang ibunya bekerja itu anak-anak yang gagal.

    Alasannya, mamah saya juga ibu bekerja. Jadi walaupun saya ibu rumah tangga, tapi saya gak mau membandingkan. Saya tau apa yang mamah lakukan sudah maksimal. Begitupun dengan saya. Semua ibu pasti punya cara masing-masing. Apalagi kalau kemudian sampe ada yang komen tentang anak yang gagal itu. Sebagai anak, saya gak pernah merasa gagal. Mamah udah membimbing dan dekat dengan anak-anaknya.

    BalasHapus
  38. Baca tulisan yang diawal teringat kata kata bundaku selalu di rumah. "Kamu tahu Nak, jika kamu sedih maka ibu jauh lebih sedih darimu"

    BalasHapus
  39. Mantap kakak, meski sibuk masih bisa fokus ngurus anak... Tulisan ini jelas bisa jadi bekal buat saya kalau sudah berkeluarga nanti :)

    BalasHapus
  40. Kece deh neng herva, aku habis waktu untuk bekerja juga, paling enggak pas sudah pulang langsung merapat ke anak buat mengganti waktu yg hilanh

    BalasHapus
  41. Wah, blognya menarik nih. Headernya juga lucu.

    BalasHapus
  42. tempra juga wajib ada, dan wajib kubawa kalo traveling sama anak

    BalasHapus
  43. gini ya kira-kira kalau aku sudah punya anak nanti hehe

    BalasHapus
  44. Ibu dan anak akan tumbuh saling pengertian ya 😍

    BalasHapus
  45. kayak anak saya, kalau ibunya pulang langsung lari memeluk ibu. Ibu selalu perhatian sama anak apapun yang terjadi

    BalasHapus
  46. aku salut banget teh cara cara nya bisa aku jadiin pelajaran buat bekal aku nanti

    BalasHapus
  47. Aku juga pernah dari 'sana', suka duka menjadi working mom yaa...

    Namun, aku percaya, kitalah yang paling tahu apa yang terbaik bagi diri kita dan keluarga.

    Aku juga dibesarkan oleh "working mom" juga... dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

    Tetap semangat ya :).

    BalasHapus
  48. Perdebatan yg gak kelar2... Lbh baik ibu melahirkan normal daripada caesar, lebih baik ibu yg di rumah membesarkan anak daripada ibu kerja... Please deh... Masing2 pasti punya cerita sendiri dan buat saya sbg lajang, saya gagal paham knp keributan ini gak kelar2 juga... Every woman is awesome because we all have our own struggle, sadness, happiness... Setujuh? setuju aja deh :) Tetap cemungud ya macan ^_^ salam buat anak kecehnya

    BalasHapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design