Kamis, 11 Januari 2018

Pengalaman Rawat Inap Kucing di Puskeswan Cimahi

Halo semuanya apa kabar?kali ini saya mau cerita tentang si Shasa kucing gendad nan lucu yang sakit.

Bermula dari kepulangan si Shasa subuh hari, iya jadi saya ga tau si Shasa kapan keluar rumah padahal semua ruang tertutup rapat dan hingga kini masih misteri buat saya dan akang suami gimana cara si Shasa keluar rumah.

Sejak kepulangannya pagi itu terlihat perubahan tingkah lakunya, yang tadinya ceria happy banget bahkan kalau saya buka stoples makanannya dia langsung berlari dengan kecepatan melebihi Cheetah si hewan yang memiliki kecepatan berlari TERCEPAT 113/jam *berle* (ngalahin saya kalau bawa motor/mobil yang cuman 40km/jam) 😂.

Namun sejak hari itu, Shasa ogah makan, ogah main, senangnya menyendiri di kesunyian hingga waktu weekend pas banget tuh saya dan akang suami lagi libur mendapati ceceran darah segar di lantai. Setelah ditelusuri ternyata ceceran darah itu berasal dari bagian belakang tubuh Shasa. Saya shock liatnya pantes aja doi ga mau makan, ga berdaya ternyata ada yang luka dibagian ekornya.

Setelah berunding dengan akang suami akhirnya keesokan hari tepatnya Senin tanggal 11 Desember 2017 saya membawa Shasa ke Puskeswan. Harapannya Shasa bisa tertangani luka yang menganga dibagia ekor sebelah pantatnya.

Ini adalah kedua kalinya saya membawa Shasa ke PUSKESWAN Cimahi setelah sebelumnya di awal tahun 2017 membawa Shasa karena penyakit Gastritisnya. Karena merasa sudah pernah ke Puskeswan tentunya saya sudah memahami betul apa saja yang perlu dipersiapkan termasuk dana hehehe.



Dugaan saya tidak seperti awal saya ke Puskeswan, sesampainya disana pukul 07.30 wib antrian sudah ada dan saya termasuk pasien ke-5. Ada yang berbeda nih temans jika dulu datang cukup melakukan pendaftaran tanpa dipungut biaya maka hari itu saya baru tau ada peraturan baru jadi saat mendaftar saya harus merogoh uang Rp 20.000.


Setelah mendapat antrian ke-5 maka selanjutnya saya menunggu cantik giliran dipanggil oleh dokter hewannya. Cukup lama saya menunggu karena kucing-kucing di antrian pertama punya case penyakit yang cukup serius. 

Waktu menunjukkan pukul 09.00 wib, tibalah nama Shasa dipanggil. Ternyata dokter yang menanganinya berbeda dengan yang sebelumnya. Saya lupa namanya siapa, dilakukan pemeriksaan sebentar dilihat lukanya dan dokternya menyebutkan "jika lukanya cukup dalam dan sudah terinfeksi untuk penangannya cukup lama dibutuhkan waktu dan sepertinya harus dijahit".

Diagnosa dan tindakan yang ditulis dikartu berobat
Mendengar pernyataan dokter tersebut, mau tak mau saya pun akhirnya menyetujui jika Shasa harus dirawat. Sebelumnya saya harus membeli sejumlah obat yang dokternya resepkan. Ada obat luar dan obat dalam dimana total harga tersebut merogoh kocek Rp 110.000, cukup banyak memang obatnya.

Selesai membelikan obat, karena saya menyetujui si Gendad menginap ternyata saya harus menandatangani surat pernyataan yang isinya identitas kucing yang dirawat serta penyakitnya. Tak hanya mengisi surat pernyataan saja akan tetapi saya harus merogoh kocek kembali Rp 75.000 untuk biaya operasi dkk.

Demi si kucing kesayangan mau tak mau hari itu saya berpisah dengannya semalaman. Dan dokter yang menanganinya memberikan keterangan jika Shasa bisa diambil esok harinya. 
***
Esok hari 12 Desember 2017, kali ini saya diantar oleh akang suami menjemput sang pujaan hati Shasa. Setibanya disana puskeswan penuh sekali banyak banget hewan piaraan yang hendak berobat maupun vaksin.

Saya langsung menuju ke meja pendaftaran untuk konfirmasi apakah Shasa sudah selesai ditangani atau tidak?bapaknya lalu mengarahkan saya untuk menuju ke salah satu ruangan dimana dokternya sedang menangani hewan-hewan rawat inap.

Saya mendapati Shasa sudah di keranjang, dan keterangan dokter bilang "saya ga jadi kasih tindakan jahit cuman lukanya sudah di kasi obat". Padahal di kartu berobat dokternya menulis tindakan curetase abses namun tidak dilakukan *tsaaaah*.

Sebelum pulang saya dimintai lagi uang rawat inap semalam Rp 20.000. Sebelum pulang saya sempatkan pergi ke toko hewan membeli COLLAR agar Shasa tidak menjilati obat dan lukanya yang basah. Alamak keluar duit maning 😝.

Sebelumnya saya mikir, harapan dirawat bisa kali dijahit oleh dokternya tapi sayangnya semua itu tidak terjadi, lukanya masih nganga lebar dan Shasa masih terlihat muyung tak bersemangat terlebih saya kenakan Collar.

Be like rasanya liat Shasa sakit

Berhubung tidak kunjung sembuh tadinya saya mau bawa ke dokter yang sebelumnya menangani Shasa kebetulan praktek di toko hewan Contong. Namun akang suami bilang udahlah mending diobatin sendiri. 

Dengan ketelatenan dan keuletan suami alhamdulilah akhirnya Shasa sekarang sembuh lukanya mengering. Dan sekarang udah ceria dan ditandai dengan kegesitannya kalau denger stoples makanannya dibuka.

So, untuk perawatan rawat inap di PUSKESWAN Cimahi dengan case yang terjadi pada Shasa kali ini, berat hati saya bilang "Kurang Memuaskan" ga seperti rawat jalan sebelumnya. Bahkan waktu itu Dokter Wieke ada follow up namun dokter yang sekarang tidak ada bahkan tindakan medisnya saya katakan tidak recomended-lah.


Dengan total biaya yang saya keluarkan mayan yah dengan biaya segitu mendingan saya langsung ke praktek dokter hewannya langsung di toko hewan. Saya kira dengan membawa ke Puskeswan biayanya bisa terjangkau gituh tapi sayang kali ini tidak sesuai ekspektasi saya.

Oh iya temans, jika temans nanti memutuskan rawat inap kucing mungkin baiknya :

1. Kenali Dahulu Penyakitnya

Untuk case Shasa sendiri penyakitnya luka infeksi dengan kondisi basah begitu. Noted : maaf saya tidak publish foto lukanya khawatir geli 😁. Penyebabnya tak lain waktu Shasa minggat malam hari memang beberapa kali saya mendengar kericuhan suara kucing berantem. So, saya pastikan luka tersebut akibat perkelahian gengster dengan kucing lain.

Jika dirasakan parah sakitnya maka mau tak mau mesti kuat berpisah dengan kucing kesayangan demi kesembuhan sang kucing juga.

2. Membawa Perlengkapan Sendiri

Jadi pas saya bawa ke puskeswan kan ga tahu harus nginap so ga punya persiapan apa-apa. Makananpun akhirnya beli yang tidak biasa di makan Shasa.

Ada baiknya setelah tahu kondisi kucing kita parah atau tidaknya biar jaga-jaga aja nih takut di rawat inap mendingan bawa perlengkapan sendiri kayak makanan gitu. Ini pun supaya kita ga keluar uang lagi diluar uang pengobatan untuk pembelian makanannya.

3. Siapkan Dana

Merawat kucing memang perlu komitmen ga hanya waktu yang harus kita sisihkan namun juga Dana yang bisa dibilang ga sedikit dari mulai pakan, perawatan bulu dan badan hingga kasus-kasus seperti Shasa yang gastritis sampe luka karena berantem begini. 

Baca Lagi : Pertimbangan Sebelum Memutuskan Memlihara Kucing

So sebagai pecinta kucing mau tak mau temans perlu menyisihkan budget sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sama kucingnya. 

***

Demikian cerita saya tentang si Gendad Shasa yang harus jalani rawat inap karena luka yang infeksi. Semoga bermanfaat yah, Temans punya cerita serupa?yuk share disini.💋.











67 komentar:

  1. Namanya emesh bangettt.. Shasa 😍😍
    Sedih juga ya kalau piaraan kita sakit dan ternyata pas dirawat tempatnya kurang recommended. Sun sayang untuk Shasa, sehat terus ya muaah muaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi teh Mita se-emesh nyang punya hahaha

      Hapus
  2. Bundaa sedihnya kalau Puskeswannya tidak mampu menangani kucing Sasha dengan baik. DUh kasian sasha semalam berarti tindakan apa yang diberikan ya. Namanya hewan kan nggak bisa ngomong. Sasha sehat2 yaa. Aku sih nggak ada kucing tapi kalau ikan ikanku mati aku juga sedih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ummi sedih banget deh untung sekarang udah ceria dan emeshin lagi :D

      Hapus
  3. Pengalaman ya... Yg penting skrg udah sembuh :)

    BalasHapus
  4. Walah, kalau perawatannya begitu, siapa pun pasti kecewa, apalagi sampai merogoh kocek nyari 200rb an..

    Semoga si Gendad Shasa segera pulih dan bisa berlucu-lucuan lagi.

    BalasHapus
  5. Semoga Shasa cepet sembuh ya, btw kucingnya mirip ama Manies tapi Manies warna gold gitu heheu

    BalasHapus
  6. Emang ya, Mba, jika peliharaan kesayangan kita sakit, hati pun tak tenang, serasa ikut sakit juga jadinya. Aku dulu juga punya kucing, namanya Petina. Baik banget, eh saat aku dinas luar kota, si Petina hilang, entah kemana, ga pulang-pulang sampe anakku Intan nangis2. Kita cariin dari gang ke gang, ga nemu, hingga akhirnya kami benar2 kehilangan. Rasanya hampa, miris, sedih. Hiks.... *lho, kok malah aku yang curhat. Hihi.

    Moga Sasha kini membaik ya, Mba. Ayo Sasha, sehat2 yaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Al sedih banget kalau kabur aja uda sedih apalagi ilang kek mb Al :) makasi mba Al

      Hapus
  7. Alhamdulillah shasa udah ceria lg, ah jd inget si lucky :(

    BalasHapus
  8. Duh.. Kucing pun harus diberi pelayanan yg nyaman ya, lekas sembuh sha

    BalasHapus
  9. Hihiiii..namanya Shasa, lucuuk..

    Aku ga suka kucing, atau binatang peliharaaan yg lain, geli. Lebih seneng melihat aja. Ternyata ngurus Shasa kauak punya anak sendiri ya, diutuhkan budget pulaa

    BalasHapus
  10. Wah, baru tahu kalau puskesmas juga menerima pasie hewan peliharaan, mungkin karena puskesmas dokternya ganti-ganti yah, jadi penanganannya tergantung dokternya, biayanya juga lumayan mahal juga ya, sehat terus ya shasa

    BalasHapus
  11. Kulangsung salfok sama tindakannya. Kuretase? Kuret? Keguguran? *mesotoy

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang sotoy mba Fely :p jitak neeeh hahaha

      Hapus
  12. Semoga kucingnya bisa cepat sembuh :) Btw, baru tahu kalau di pukesmas bisa nemrima pasien hewan? Pukesmas di sini belum ada, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini PUSKESWAN mba kheseus hewan kalau puskesmas mah ga bisa hehehe

      Hapus
  13. aduh.. baca postingannya bunda nameera, tiba2 pingin jd dokter hewan.. lumayan mahal juga biaya obat utk kucing :D

    Shasa.... cepat sembuh ya, unyu bgt si..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha bole mba ntar klo Shasa sakit ke Mba ya gratis :p

      Hapus
  14. waaaaw infonya berat.... anak2ku baru aja ngangkat kucing kecil nemu di pos satpam depan. banyak banget yg harus dipelajari tentang melihara kucing ya. sehat terus ya sasha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin semoga juga pada sehat ya teh kucing2nya :)

      Hapus
  15. Syukur shasa sudah sembuh. Aku jg pecinta kucing tapi jarang bawa ke dokter hewan klo sakit diobati sendiri. Karena jauh dan mahal klo ke dokter hehe

    Salam kenal mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mb Anggun makasi uda mampir :)

      Hapus
  16. Saya nggak punya kucing, sih. Cuman suka lihat kakak saya kasih perawatan sama kucingnya. Eh, dari situ saya baru tahu ternyata keperluannya banyak juga ya si mpus ini.

    BalasHapus
  17. Alhamdulillah sudah sembuh ya..kirain yang namanya puskesmas mah murah ya..Mudah2an jangan sakit lagi. Itu anusnya sampai berdarah gitu..apa ada kucing yang suka sodomi gitu..deuh..engga kali ya..hehe maaf kepo aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya waktu awal berobat mah murah teh eh yang kedua mahil :D

      bukan anusnya teh tapi bagian ekornya deket anus :p

      Hapus
  18. Kadang kalau nggak sesuai perawatannya memang bikin nggak puas ya, Teh. Terlebih kucing kesayangan. Semoga sehat-sehat ya..
    Baca ini jadi teringat kucing peliharaanku yang udah lama mati. Masih ingat, Siro namanya. Dulu matinya karena masuk ke sumur tanpa diketahui :(

    Setuju sih, harus kenali dulu penyakitnya, jadi jangan asal obati.
    Btw, lihat foto orang sabar diatas, jadi kasian lihatnya..haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah kasian amat Siro :/ iya nih biar kita tahu apa mesti dirawat apa ganya juga yah :)

      Hapus
  19. Yampun kacian, ya, syukurlah udh sembuh.

    "Makanya, Sha.. jangan keluyuran malem-malem. Gak baik buat cewek." Kata mamah Herva.

    BalasHapus
  20. Teh..kucing saya juga kena abses..teh dokternya perempuan juga bukan?memang bukan dokter wieke..tapi perempuan juga bukan?

    BalasHapus
  21. Teh..kucing saya kena abses juga..teh,dokternya bukan dokter wieke..tp perempuan juga bukan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener teh yang cewe tapi bukan dokter wieke :/

      Hapus
    2. Kayanya kita dapet dokter yang sama.saya tau dokter wieke mah baik.dokter yang ini.kita sebut saja dokter mawar.aq juga sama dy ditanganinya.ih judes tau teh.udah gitu pas kucing aq marah teh dy ikut marah.nya wajar atuh kucing aq marah.orang luka dibanjur alkohol.nya peureus atuh.trus sembari ngegerutu tea kerjanya..makanya kemarin pas terahir kesana nganter temen ku aq temen aq suruh pada ngadoa..ngadoa biar kucingnya ga ditangani dokter itu.alhamdulillah ditangani ama dokter wike 🙏🙏🙏

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. iya teh lain kali mah kalau ke puskeswan tanya dulu siapa dokternya hehehe

      Hapus
  22. Nah ini akibat keluyuran tengah malam tanpa juntrungan. Jadi terlibat perkelahian kan, luka2 pula. Untuklah diasuh sama Teteh Bella ye, yang sayang banget sama kucing. Duit maning tapi demi kucing sembuh ya, haha... Moga neng kucing cepet sembuh dan Teteh Bella serta suami rezekinya dilebihkan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin iya nih keluyuran mulu hahaha

      Hapus
  23. Saya baru tahu kalau kucing bisa rawat inap, penyayang sekli sepertinya adik ini. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bisa kang kalau perlu rawat inap tergantung penyakitnya :)

      Hapus
  24. Berarti si Shasa gak diapa-apain sama dokternya kali, lah wong gak ada perubahan. Udah pake BPJS belum teh, hehehe...

    Kalo kita sayang sama hewan, insha Allah rezekinya juga lancar mengalir kayak air sungai, aamiin.

    Saya juga ada kucing dibuang ke lingkungan rumah dengan 4 anaknya yang masih nyusuin. Sayang 1 anak kucingnya hilang entah kemana, gak ada kabar beritanya. Jadi sekarang tinggal si ibu kucing dengan 3 anaknya aja. Saya rutin kasih makan nasi sama ikan, biar gak kelaparan. Air minumnya pun pakai aqua, biar sama-sama air matang seperti kita.... kasian kalo ngeliatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah kang ga ada bpjs kucing wkwkwk...aamiin semoga mengalir deras :D

      Hapus
  25. Aku sering denger luka-luka kucing gini karena di kantorku hampir semua punya kucing, malah atasanku punya 21 kucing. Ya ekornya lepas lah, ya perutnya luka terus nganga kebuka lagi gara-gara dijilatin haaha, sama ada yang anusnya juga berdarah kayak Shasa.

    Terus dikantor sekarang kehilangan anak kucing namanya Luis, udah dari tahun baru nggak keliatan sisa ibunya doang si Stephanie, aku curiga dia ketabrak mobil dong teh :(

    Sing sehat ya Sha, sholehah jangan baong :D

    BalasHapus
  26. Hi shasa kamu lucu sekali :3
    Lha harusnya biaya operasi dibalikin atuh ya kan nggak jadi di operasi dan di jahit 😫
    Alhamdulillah ya Shasa nya udah sembuh sekarang. Kuturut berbahagia
    Hei Shasa kamu jangan keluyuran malem2 lagi yaa. Apalagi ajaib gitu bisa keluar tanpa ketahuan ehehe

    BalasHapus
  27. biasanya aku sedia minyak tawon... hahaha, gaya bener tuh kucing... Soalnya gak ada dokter hewan deket rumah jd pertolongan pertama biasanya pake itu sih... Syukur deh Shasa udah baik ya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. minyak tawon aku ga setock mba hahhaa :p

      Hapus
  28. hmm,, info bermanfaat ini buat pecinta kucing. nanti tak kasih tau istri ah,, haha :D

    BalasHapus
  29. Eh.. Aku baru tau loh ada puskeswan. Soalnya kalau aku piaranya kucing kampung. Berbagi makanan sama kucing2 tak bertuan di belakang rumah. Ga ngerti kalau ada puskeswan gitu. Tapi puskeswan sama dokter hewan biayanya ternyata 11 12 ya? Aku pikir yg namanya puske... Itu biaya murah. Layaknya puskesmas. Baca tulisan ini jadi mau searching deh puskeswan depok dimana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya murce entah kenapa kemarin aku mahal banget mba :p

      Hapus
  30. shasa kok jadi berasa manggil diri sendiri hahahaha di banjaran mah kayaknya gaada puskeswan teh. kayaknya sha jarang banget denger puskeswan

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk sama ya mba Sha panggilannya :p

      Hapus
  31. untuk inapnya murah ya, aku pernah baca ada yg 50k/malam :O tapi harga sama pelayanan emang ga bisa bohong ya mba

    BalasHapus
  32. Mbak, kucingnya lucu banget. Saya gak punya pengalaman tentang kucing karena takut kalau dekat kucing. Tapi suka lihat kucing dari agak jauh. Abis kucing memang lucu wajahnya :)

    BalasHapus
  33. minta infonya dong mba
    mba waktu itu beli obat2nya dimana ya ?
    aku juga ada rencana mau bawa kucing aku ke puskeswan cimahi, terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada disekitar daerah puskeswan nya mba mendingan bawa kendaraan sendiri minimal motor jadi bulak baliknya enak dari toko obat ke puskeswan nya kalau jalan lumayan cape hehehe

      Hapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design