Thursday, January 18, 2018

Mencari ESAI yang enak dibaca?Baca Yuk "Berbagi Ruang"

Hello temans, sudah targetkan berapa buku tahun 2018 ini?semoga yang sudah menargetkan mampu mencapainya dan yang masih galau target membaca bukunya bisa coba dulu lihat-lihat review buku-buku kece dan keren sapa tahu minat membacanya muncul kembali.

Salah satunya baca dulu review buku "Berbagi Ruang" yang akan saya kupas setajam silet 😝. Mungkin bagi yang senang berkunjung ke blog ini sudah beberapa kali saya menuliskan review buku, yang ketinggalan bisa search aja pada label Buku Keren maka akan ada beberapa review buku pilihan saya yang bisa dibaca *asiik.

Ada yang pernah baca ESAI?pasti pernah tapi kalau baca kumpulan esai dalam satu buku?saya baru kali ini membacanya. Kumpulan esai yang menurut saya ini mewakili banget dengan kehidupan sehari-hari. 

Ternyata ide tulisan itu kaya yah temans, sesuatu yang mungkin dipandang remahan ternyata bisa menjadi ide cantik sehingga tertuanglah dalam sebuah buku. 

Tentunya sebagaimana yang kita ketahui esai merupakan suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya. Berbicara opini maka sifatnya bisa subyektif namun tentunya dibarengi dengan pandangan yang logis dan didukung dengan fakta. 

Saya sendiri sering beropini namun jelas lebih ke pandangan subyektif saya sendiri karena saya punya persepsi yang berbeda namun untuk menuangkan dalam bentuk esai jujur saya belum berani 😝.

 Baiklah saya akan mencoba untuk mulai membahas buku "Berbagi Ruang" ini.

Isi Buku Berbagi ruang 

Buku ini terbagi-bagi menjadi 4 bagian, jujur saja saya kagum dengan penulis yang memberikan label setiap bagiannya unik menggunakan istilah dalam pembagian ruang di rumah. Hal ini terkesan unik karena bagian dalam rumah merupakan bagian yang tentu saja sering kita lalui. Maka dari itu saya bilang kepikiran banget penulisnya membagi menjadi bagian ini. Apa sajakah itu?

1. Beranda

"Persepsi itu semacam selera, yang tidak bisa diperdebatkan meski hanya tentang segelas teh atau secangkir kopi. Di ruang ini kita tahu bahwa kita berbeda"
2. Ruang Tamu

"Jika di ruang ini yang tersaji adalah keresahan, masihkah kau ingin bertamu dan bertemu?"
3. Kamar 

"Ruang ini ada di dalam kepala, sebuah tempat paling riuh di dunia"
4. Dapur

"Di sinilah segalanya diolah. Ruang ini menjadi lebih sibuk dari sebuah kantor berita"

Dari 4 bagian tersebut total esai adalah 49. Masing-masing ruang memiliki esai yang disuguhkan dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Baik itu keseharian penulis maupun pengalaman yang penulis dapatkan dimana saja. 

Saya yakin bagi temans yang membacanya akan terinspirasi ya saya sendiri terinspirasi dengan setiap makna esai yang tersaji didalamnya. Bagaimana tidak semuanya diambil dari kejadian yang memang selalu terjadi di sekitar kita.

Apa Yang Saya Suka?

Setiap esai yang tersaji di masing-masing ruang tak hanya sekedar mengisahkan pengalaman penulis pribadi namun selalu tersisipkan REFERENSI ini yang membuat saya wuih baru tahu nih tentang ini, tentang itu. Hal ini menjadi point plus bahwasanya penulis berkisah tidak sekedar asal nulis.

"Kita menciptakan gambaran bagaimana kita ingin dilihat atau dikenang oleh orang lain. Tentunya, citra yang kita bangun adalah sesuatu yang positif. Sangat kecil kemungkinannya, kita dengan sadar membangun citra negatif. Dalam buku Branding For Dummies, Bill Chiaravalle dan Barbara Schenck mengatakan bahwa melalui citra diri kita secara positif memengaruhi gambaran mengenai diri kita yang muncul di pikiran orang lain ketika mereka memandang kita atau mendengar nama kita. Kita membantu mereka memahami kesan yang ingin kita sampaikan mengenai diri kita. Bahkan, begitu efektifnya pencitraan ini,orang lain akan punya kesan khusus begitu mereka mendengar atau membaca segala tentang diri kita."  ( Dapur, Hal.155)

Banyak istilah yang bisa saya dapatkan dari buku ini dan menambah knowledge bagi saya pribadi. Ini yang membuat saya suka tak hanya sekedar hiburan namun ada something yang bisa saya tangkap dengan membaca buku ini. 

Sebagai seorang Dosen, penulis mampu mengemas setiap esai-nya bermakna dan alur dalam menyisipkan setiap referensinya itu enak banget dibacanya. Saya rasa ini menjadi ciri khas dari kepenulisan beliau. 

Esai-nya beraneka ragam tak hanya sejenis karena memang mengambil dari berbagai setting yang ditemui penulis, bagi kita mungkin sesuatu yang remahan akan terbaikan namun buku ini membuktikan sesuatu yang remahan belum tentu tidak memiliki makna yang syarat pembelajaran untuk kita.

So, sepakat dengan komen Kang Maman S. Mahayana (kritikus sastra) tentang buku ini yang menyebutkan "layaknya makanan, berbagai tulisan dalam buku ini ibarat kudapan sore hari menemani minum teh hangat atau kopi pahit di beranda belakang rumah.Tak perlu tergesa-gesa menikmatinya. Santai saja "

Meski semacam remah kehidupan keseharian namun remahan ini mampu diolah oleh penulis menjadi sesuatu yang berkesan. Penyajiannya unik namun tidak menutup akan pesan yang hendak di deliver kepada siapapun yang membaca buku ini.

Kesimpulan

Karya esai yang memang kali pertama saya baca ini terbilang menarik, sekali lagi saya mengulangnya, meskipun diangkat dari sesuatu yang sederhana namun memberikan makna. Bagi pembaca seperti saya, tak sulit untuk memaknai setiap esai-nya dan tentu saja ada yang bisa saya ambil setelah membaca keseluruhan esai dalam setiap ruang. 

Tak seperti novel dengan alur cerita, bisa jadi bagi kalian yang tidak suka dengan esai buku ini akan membosankan karena hanya menyajikan seputar opini penulis dengan referensi didalamnya. 

Bila sudah menemukan kejenuhan dalam membacanya, temans bisa membaca secara acak esai mana yang hendak dipilih. Namun tentunya saya harapkan bisa membaca secara keseluruhan. 

Over all semua judul esai-nya menarik bagi saya pribadi yang kali pertama membaca esai, tidak ada yang buat saya tidak berhenti untuk menuntaskan setiap esai-nya hingga 214 halaman.

Yang saya rasakan setiap kali membaca esai-nya selain manggut-manggut juga merasakan "Benar nih emang begitu" semacam insight ditengah kebuntuan 😂.

"Kurang piknik" untuk mengomentari mereka yang reaktif dan gampang salah paham itu perlu dipertimbangkan lagi. Bisa jadi memang informasi yang mereka baca tidak cukup, sehingga mereka bereaksi dengan cara yang tidak diharapkan. Bisa jadi juga, pemberi informasi (penulis) itulah yang kurang piknik. Nah!. Baiklah mari kita piknik ( Kamar, Hal. 100)" 


Oke temans mungkin itu review saya tentang buku ini, penasaran kan?kalau penasaran monggo dicari bukunya dan segera bawa pulang ke rumah. 

Judul Buku : Berbagi Ruang
Penulis        : Nur Utami S.K
Penerbit      : Frasa Media 
ISBN          : 978-602-73481-5-8
Cetakan Pertama, Oktober 2017
214 Halaman
 

59 comments:

  1. Saya juga lagi baca buku ini, tapi belum selesai sih. Mudah2an dalam minggu ini selesai, aamiin. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeay semangat Teh Tian selesaiinnya :)

      Delete
  2. Seru yaa bukunya, ngasih motivasi juga biar ngga males baca

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya teh seru kejadian sehari-hari tapi bisa dikemas dengan apik :)

      Delete
  3. Baca potongan2 tulisannya aja udh bikin aku tertarik. Siiip mba, bakal aku cari utk referensi bacaan baru :) .. Slama ini aku jg menghindari bacaan essay krn kebanyakan bosan. Tp kalo mba bilang yg ini menarik, berarti hrs coba aku baca :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe bosan karena memang alurnya seperti itu y mba Fan, monggo mba bisa dibaca ini :)

      Delete
  4. Asyik dapat info buku bergizi lagi. Save dulu teh Herva

    ReplyDelete
  5. Nah soal piknik itu seru ya,Va. Padahal kebahagiaan ga selalu berkorelasi dengan piknik. Banyak cara buat bahagia selain dengan piknik.

    ReplyDelete
  6. saya baru tau ada buku ini. Bisa jadi referensi bagus untuk bacaan baru.

    ReplyDelete
  7. nice review mbak
    eh seru juga dibagi dalam ruang2 kayak rumah gitu
    aku paling penasaran sama bagian kamar

    ReplyDelete
  8. "Kita menciptakan gambaran bagaimana kita ingin dilihat atau dikenang oleh orang lain." Ini banget, peernya penulis ^^

    ReplyDelete
  9. belum pernah nih aku baca buku ini, susah banget ngumpulin niatnya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo teh Rara niatnya dikumpulin di wadah hehehe

      Delete
  10. Saya jujur masih agak bingung dengan tema buku ini, haha... Memang sih harus baca langsung biar paham ye. Kalau dari opini penulis, apalagi seorang dosen, bisa dibilang keren lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga ada tema khusus sih miss karena bentuknya esai dengan esai yang beda2 semuanya terinspirasi dengan sesuatu yang dilihat oleh penulis maupun pengalaman penulis itu sendiri :)

      Delete
  11. Saya jujur masih agak bingung dg tema buku ini. Memang harus dibaca langsung sih ya biar paham. Cuma intinya ini esai dari sudut pandang penulisnya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes miss namun disertai dengan referensi yang jelas miss :)

      Delete
  12. Wah, udah mulai baca-baca buku. Esai lagi, huhuhu, jadi pengen baca juga meski novel.

    Untuk buku Esai ini nampaknya menarik ya, sampai-sampai Kang Maman ikut berkomentar positif, tentunya buku ini mampu memberikan inspirasi dan tak keluar dari jalur si penulisnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo baca lagi mba Er sapa tau pengen hal baru buku kumpulan esai bisa jadi jawabannya aseeek

      Delete
  13. Kayake bikin agak berkerut yah, jadi malah penasaran, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe yuk segera buru dan baca mba :p

      Delete
  14. Udah lama nih Bun, aku nggak baca buku. Duhh, mau bacaan yang ringan aja. Novel ini bisa dinikmati sambil minun susu coklat panas kan?

    ReplyDelete
  15. Kamu kalo baca 1 buku biasanya butuh berapa waktu Mbak? Aku tahun ini mau nggeber bacaanku dan kayaknya esai ini bisa masuk wish list deh. Menarik dan memiliki value yg berbeda

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau suka ceritanya novel 500 halaman bisa sehari doank kalau non fiksi paling lama 3 hari mba hahhaaha

      Delete
  16. Saya suka karya essai...apalagi kumpulan essai kaya gini. Jadi kepengen baca juga.

    ReplyDelete
  17. Baca kumpulan esai, pikiranku langsung ngira kalau ini semacam kumpulan karya tulis ilmiah atau jurnal pengetahuan gitu. Eh baca kutipan-kutipannya kok jadi penasaran kumpulan esai apa yang dimaksud.

    ReplyDelete
  18. jujur baru tau ada esai semenarik ini, sepertinya opini si penulis bisa menyasar ke setiap kalangan.

    perlu di catet untuk bahan bacaan, sepertinya buku tentang esai bisa menjadi pilihan kalau isi nya seperti buku ini kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi uda mampir semoga bisa membacanya :)

      Delete
  19. Pengen bacaaaa...liat list isi bukunya emang keseharian kita bgd ya mbk. Mdh2an ada disini. Pgn belilaahhh. Makasih reviewnya ya teh bella 😘😘😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mak ken mayan hiburan dikala penat sekulah mak Ken :)

      Delete
  20. Saya nih Mbaa, udah target pengen baca setidaknya 5 buku tahun ini makanya kemarin semangat banget beli buku di Gramedia saat harbolnas, sayangnya sampe sekarang bukunya baru satu yang tiba, huhuhu 😥

    Btw sama seperti Mba Meriska, saya kalo dengar kata essay di pikiranku itu adalah karya ilmiah tapi ternyata bukan yaa, jadi penasaran pengen baca bukunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo baca mba ira biar terjawab penasarannya :)

      Delete
  21. Aku udah lama ga baca baca buku.. lebih baca via e book. Btw sudut ruang tamu nya bikin #eeaaa banget mba hehehe.. masihkah engkau ingin bertamu dan bertemu? ^^

    ReplyDelete
  22. Tulisan yang menarik..salam kenal dan sukses selalu

    ReplyDelete
  23. kayaknya menarik nih bukunya, makasih infonya ya mbak

    ReplyDelete
  24. Bun harga bukunya berapa? Jadi tertarik juga pengen bacanya hihihi. Kalau sekarang saya lagi baca bukunya tere liye. Berharap akhir bulan ini tamat n bisa baca buku yang lain 😃

    ReplyDelete
  25. Aku belum baca buku yang ini.. sounds interesting..

    ReplyDelete
  26. Saya belum pernah baca buku ini, sepertinya akan banyak ilmu di sana

    ReplyDelete
  27. sha juga masih gak berani beropini di depan publik. hehe ngeri2 jaman sekarang :| bentar2 viral ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener mba Sha salah dikit opininya langsung dihujat rame2 hehehe

      Delete
  28. Wah aku malah jadi penasaran nih, isi buku Esai ini apa aja ya? sepertinya asik buat teman nge-teh di sore hari

    ReplyDelete
  29. Bagian buku yg nomor 2 pasti langsung aku jawab "tidakkk" pengennya sih kita duduk di ruang tamu yg menyenangkan jika dipandang ya haha. 214 halaman, dan dengan judul buku yg gampang diingat. Cucok buat penggemar buku apik nih

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design