Friday, November 4, 2016

Pertimbangan Sebelum Memutuskan Memelihara Kucing

Siapa yang suka kucing?adakah yang sama seperti saya dan keluarga?. Sebetulnya udah dari gadis belia saya yang dulu masih unyu-unyu suka sama kucing, awal mulanya saya kenalan sama salah satu kucing Angora yang badannya gendut maka dari itu saya bertekad kelak pengen miara kucing. Keinginan pun menjadi nyata sekarang, Akang suami yang ganteng mirip Legolas *siapin kresek hideung* akhirnya mengadopsi Kucing Persia berusia 3 bulan.

Jauh sebelumnya memang kami suka kedatangan gerombolan kucing kampung yang mengeong setiap pagi bahkan sampai tak tahu diuntung si kucing menggondol ikan sekresek besar plus telor buat makan siang kita. Ga perlu sewa Sherlock Holmes atau mendatangkan Conan pasalnya jejak kakinya terpampang jelas di setiap deretan jalan lalu saya keluar tanduk sambil lari-lari menenteng sapu lidi ngejar kucing-kucing nakal itu.

Namanya juga kucing kampung tak tau untung malah bikin kami buntung beruntung tak saya laporkan ke RT setempat karena belas kasih saya kepada mereka. Ditambah diantara gerombolan kucing kampung tersebut ada betina yang sedang hamil tak tega rasanya. Selama kami disini, kucing kampung betina itu sudah beberapa kali hamil (inilah akibat pergaulan bebas) hingga terakhir minggu kemarin saya melihatnya. Kondisinya lemah ia menumpang neduh di teras depan rumah.

Padahal kalau lagi sehat setiap saya buka pintu dia udah menyambut saya pake karpet merah namun sayang hari itu dia terlihat lelah tak berdaya, saya lemparkan tulang ikan namun tak jua dia ambil. Malah diambil oleh kedua anaknya si hitam dan si belang yang setia menemani ibu kucing itu. Magrib menjelang si ibu Kucing masih diam saja tak beranjak dari teras rumah ditambah kondisi hujan cukup deras dan tak berhenti sehingga cukup dingin diluar. Akang suami yang baik hati lalu inisiatif membuatkan kandang dengan kardus dilapisi kain bekas dipindahkannya ibu kucing tersebut.

pixabay.com




Moment menariknya adalah si belang anaknya setia dampingi ibu kucing, ia masuk juga ke dalam dus dan memeluk ibu kucing hingga pagi menjelang *meleleh saya lihatnya*. Mau saya masukin ke dalam rumah takut membawa penyakit pasalnya di dalam ada si Toby kucing kami yang masih kinyis-kinyis. Paginya ketika saya mau berangkat kantor, si belang mendampingi ibu betina yang sudah mampu berjalan namun masih terseok-seok seperti lelah membawa beban hidup ini.

Itulah kiranya terakhir saya melihat ibu kucing yang selalu melahirkan lalu anaknya ditinggalin dimana saja. Meski demikian ia masih mau menyusui anak-anaknya meskipun badannya tak sekencang gadis-gadis kucing lainnya. Selamat jalan ibu Kucing semoga bahagia diSana. Dan di rumah tak lagi sepi kami punya seekor Persia Jantan yang kami beri nama Toby. Hobinya makan dan tidur memang jenis kucing ini termasuk kucing yang enak banget hidupnya yah ga mikirin cicilan hutang dan makanan tapi dia bisa enak tidur dan bobo :D

Hari-hari kami tambah ceria setelah kehadiran si Toby. Kadang lagi main sama saya atau Neyna atau akang suami tau-tau dia ngegelepak tidur yup pelor banget. Ditinggal kedapur sebentar dipangil-panggil udah ngegelepak di kursi atau kasur. Ga banyak mengeong tapi kalau udah dikandangin pasti jerit-jeritan. Setiap malam kalau kami hendak tidur, kami akan memasukan Toby ke kandang alesannya biar paginya saya tahu keberadaan dia dimana. Bulunya yang abu-abu hitam kalau gelap bikin ga keliatan. Jadi kami memutuskan untuk memasukan ke kandang.

Nah saya mau kasih tips buat teman-teman yang kedepannya pengen memelihara kucing. Jadi jangan sampai kucingnya udah dirumah tahu-tahu mesti di adopsi ke orang lain sayang banget. Berikut beberapa pertimbangannya sebelum adopsi kucing :

1. Komunikasikan Dengan Keluarga

Memelihara binatang di rumah berarti juga melibatkan semua penghuni rumah maka dari itu keputusan untuk adopsi kucing harus di sepakati bersama. Keputusan ini tidak hanya memutuskan "memperbolehkan" si kucing tinggal tetapi juga keputusan untuk bersama-sama saling merawat kucingnya. Beberapa hari yang lalu saya melihat promosi untuk adopsi kucing yang baru dibeli oleh seseorang dikarenakan dimarahi oleh istrinya. Nah agar kejadian seperti itu tidak terjadi lebih baik komunikasikan dengan semua penghuni yang ada dirumah. Juga hal ini untuk melihat siapa saja penghuni rumah yang alergi kucing kan ga seru kalau ternyata salah satu anggota keluarga ada yang benci kehadiran kucing.

2. Menetapkan Jenis Kucing Yang Akan di Adopsi

Jika semua anggota keluarga sudah setuju maka langkah berikutnya memutuskan untuk menetapkan jenis kucing apa yang hendak kita pelihara. Saya sendiri memilih Kucing Persia jenis Flat karena tipe Persia ada PeakNose, Flatnose dan Medium. Mengapa jenis kucing menjadi pertimbangan?karena akan membedakan karakter masing-masing kucing, perawatannya, jenis makanannya. Tentu berbeda antara kucing persia dengan kucing kampung. Seperti yang diawal saya ceritakan jika kucing kampung segala dimakan tetapi kucing persia yang saya pelihara hanya makan makanan yang kami sediakan selain itu ia tidak mau. 

Jenis kucing ada banyak dan harga adopsinya pun beraneka ragam dari ratusan ribu hingga puluhan juta. Ada jenis Persia, Persia Himalaya, Angora, Sphynx (yang ga ada bulunya tapi luar biasah mahal), Scotish Fold, Bengal, kucing kampung dan lain sebagainya. Saya cuman tahu beberapa saja hahaha. Selain itu pertimbangan Jenis kelamin dan umurnya pula ketika hendak mengadopsi kucing.

3. Budget  

Pertimbangan lain dalam memelihara kucing tentunya budget. Budget ini tentunya digunakan untuk :
* Makanan, jika pola makannya tidak diatur bisa-bisa jebol pengeluaran seperti si Toby dirumah saya luar biasa makan terus hahaha.
* Peralatan Mandi : Shampo
* Sisir
* Gunting Kuku
* Obat-obatan
* Kandang
* Peralatan makan
* Peralatan BAK & BAB

Menurut saya itu 3 hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengadopsi kucing. Adapun manfaat memelihara kucing sudah banyak dijelaskan hingga dengkurannya yang 50 Hz pun bermanfaat untuk jantung kita. Mereka bisa jadi teman baik dan penghilang stress juga dengan mengelus kucing serta melihat tingkah mereka yang menggemaskan. Banyak mitos-mitos tentang kucing namun silahkan mencari penelitian yang memberikan fakta lain. Gimana tertarik untuk memelihara kucing?yukss.

My Toby

49 comments:

  1. halo mbak! seneng ada yang bahas soal pelihara kucing hihihi.
    kalo pelihara kudu rajin vaksin teratur mbak, sama obat cacing. soalnya biaya vaksin sama biaya kalo kucingnya sakit jauh lebih murah vaksinnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya lupa itu y vaksin hehehe..semoga kucingku sehat selalu aamiin

      Delete
  2. Wuaah.. pengen melihara kucing Mbak, tapi ya itu.. waktu untuk merawatnya yang meragukan, takut malah menelantarkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe aku pun kerja mba untunglah ada ART dan anakku *digetok* selama aku kerja aku titip ke mereka

      Delete
  3. Pernah dulu jaman smp melihara kucing, tp malah merasa aniaya. Kucingnya ngeong mulu kalo ada yg makan. Masa lapar mulu sih cing? Jd ga nyaman, walhasil akhirnya dibuang, heu.,

    ReplyDelete
  4. Puluhan tahun saya phobia kucing mba. Gegara pas kecil dicakar sama kucing simbah yang dijadikan "kambing hitam"atas kesalahan yang saya lakukan..Hahaha...

    Alhamdulillah sejak setahun terakhir ini phobia itu hilang dan sekarang kebalikannya, jadi suka banget sama kucing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha klo trauma suka bikin phobia y mba Alhamdulilah y sekarang uda berdamai mba :p

      Delete
  5. Yang paling penting tub budget. HEHE

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang bener banget ni si Toby abis jajan salep jamur salahnya kami jarang dijemur :(

      Delete
  6. Marwah suka banget sama kucing, tapi saya geli. heheeh jadi belum diperbolehkan memelihara kucing di rumah hehe

    ReplyDelete
  7. Waaah kamu suka kucing jg ya mbak.. samaaaa kitaaa ^o^. Makanya nama blogku dcatqueen :D. Buatku kucing mah bener2 bisa ngilangin stress ama tingkahnya yg suka songong itu :p. Kucing yg aku pliara kucing kampung sbnrnya, tp disteril dan kerjaannya makan tidur mulu. Trs makannya milih2 lagi. Ga semua makanan kucing dia suka.. kadang2 suka licik.. dia ngeong2 minta makan, trs dimakan dikit, abis itu dia ngundang temennya kucing liar lain utk nyicipin makanannya -_-. Sring tuh aku ngeliat dia biarin kucing lain utk ngabisin makanan dia :D. Tapi namanya sayang kucing, aku ya ga bisa marah ;p. Anak2 ku dr bayi aku ajarin hrs sayang ama Maxy, kucingku itu. Anggab sebagai sodara sendiri, krn buatku maxy udh kayak anak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba ni rencananya hari ini kedatangan temannya si Toby uda punya 1 jadi pengen nambah lagi dan lagi hahhaha...
      lucu emang y mba gemes suka pgn jitak emang :p

      Delete
  8. Uuhhh Toby.... imut banget kamu.... pengin gendongggg :*
    Tapi kalo di rumah saya, kayanya belum memungkinkan (lagi) buat melihara kucing, Mbak. Soalnya beberapa kali pelihara kucing kampung, kasian kucingnya, sering jadi rebutan anak-anak. Maklum masih anak balita. Diseret-seret dan sebagainya lah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba anakku juga gemesan kadang si Toby dikekewuk mulu hahahaha

      Delete
  9. Saya berencana melihara pupus juga, tapi nunggu anak2 besaran hehe

    ReplyDelete
  10. Kalau bener2 ngurus kucing, saya masih malas. Selain rumah kami juga nggak luas. Bau kencingnya ke-mana2 ntar. Ngurus diri sendiri aja saya malas, haha... Tapi hampir tiap hari ada kucing yg celingak-celinguk nyari saya, krn suka bagi2 ikan sisa, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan pake pasir Miss yang ada aromanya jadi ga bau :)

      Delete
  11. dulu anakku mau pelihara kucing tapi aku tolak soalnya kalau kita pergi keluar kota siapa nanti yang bakal ngurus

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa mandiri mba hahahaha cukup kasi makan sama sediain tempat pup'nya :p

      Delete
  12. Lucuuunyaa..
    Karena rumah kami belum memungkinkan memelihara hewan, jadi saya dan anak-anak kalau mau main kucing ke rumah tetangga, teh..

    Maybe someday yaa...
    Pingiiin punya hewan peliharaan yg bs diajak bermanja-manja.
    Hiihhii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixi semoga kesampean y mba :) menyenangkan banget punya piaraan

      Delete
  13. Anakku minta pelihara kucing, tapi kayaknya aku belum bisa menginjinkan karena berbagai pertimbangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe lucu loh mba klo dah ada mah :)

      Delete
  14. Tentang kucing jadi keinget kemaren dikirimin kucing sama driver gojek, awalnya aku gak nyangka sih bakal dapet Kucing, pertama itu kan dibungkus kado gede gitu, aku pikir tipi yang ngirim in, karena ya belum ada tipi di kost tapi parabolanya udah ada haha.. gapapa. Dan setelah kubuka 'kucing' watdefak... ini yang ngirim siapa dan kenapa dikirim ke saya? Mungkin salah kirim, jadi aku kasih ke cewek depan kostan ku , orang saya ga mesen kucing e haha mantappp, sori curhat wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha padahal balikin lagi kang ke gojeknya :)

      Delete
  15. Aku mauuuu lagi melihara kucing!!! Tapi belum bisa karena Raya masih piyik, ntar kl dah agak gedean mo ngadopsi lagi biar Raya belajar bersihin pupinya juga... Permasalahannya adalah, kl kucing cewe rentan dihamili, kl kucing cowo rentan menghamili (ntar ada yg minta pertanggunjawaban ke aku gimanaaah) ada ngga ya kucing gay #eh XD

    ReplyDelete
  16. apreciate and thumb 4 u girls
    sebagai seorang pecinta kucing juga
    saya sangat setuju dengan tulisan ini
    ndak tau deh tadi abis blogwalking dari mana eh ndak taunya bisa sampai ke blog bunda meera :)
    oh ya, di facebook ikut group komunitas kucing ndak?
    kalau iya, pasti udah ndak asing dengan blog saya dong
    emmmm, kemungkinan udah banyak yang share tips2 pemeliharaan kucing dari blog saya ini
    ditunggu kunjungan baliknya ya girls :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga ikut komunitasnya hehehhe okey nuhun sudah mampir :)

      Delete
  17. Kucing itu lucu, tapi rasanya kok geli gimana gitu ya. sementara belum kepingin melihara kucing deh.. :-D

    ReplyDelete
  18. Huaaaaa... aku juga pecinta kucing, mba! Di rumah ngga pernah absen pelihara. Malahan sejak masih gadis dulu. Hehehe. Aku sukanya kucing kampung biasa aja mba, soalnya lebih mudah perawatannya dan lebih aktif. Sekarang di rumahku ada 9 kucing, jangan ditanya gimana rempongnya. Tapi syukaaaaa :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeayyy toss mba, wuah aqu baru punya 2 hahaha tapi iya ada kucing bikin rame y mba dirumah

      Delete
  19. kucingnya lucu2 mbk, di sini ada kucing tetangga, yg kyk punya dikau gt deh mbk, sering main ke sini. tidur2an, :)

    ReplyDelete
  20. Sekarang di rumah ada tiga kucing :) kewalahan juga jaga kebersihan mereka
    Tapi aku dan anak-anak sukaaa banget ama kucing

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba aku punya 2 aja uda rempong hahaha tp mereka gemesin :p

      Delete
  21. Aku ga suka kucing Mbaak, geli2 gimana gitu kalo didekatin. Tapi ga tau kenapa, ada aja kucing numpang lairan di rumah. Entah kucing siap ihicks. Dan yaa gitu, aku selalu jaga jarak biar ga diusel2 hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha dulu jg aku ga suka sekarang mah suka malah sennag melukin kayak boneka soalnya hahaha

      Delete
  22. Kucingku ada sebelas mbak. Mudah-mudahan aja anak-anak kita sehat terus ya, aamiin.

    Salam,
    Syanu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow keren banyak amaaaaat :) salam kenal makasi uda mampir

      Delete
  23. wah, aku gak pernah bawa kucing ke salon. maklum deh kucing kampung yg induknya adl kucing liar yg pinter merayu supaya boleh masuk ke dalam rumah :))))

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design