Minggu, 27 November 2016

Resensi Buku : Sukses Bekerja Dari Rumah

Judul buku    : Sukses Bekerja Dari Rumah
Penulis : Brilyantini
Editor : Herlina P. Dewi
Penerbit        : Stiletto Book
ISBN           : 978-602-7572-35-5
Cetakan pertama,  2015
241 Halaman



Blurb :
Berkutat dengan rasa bersalah karena harus membagi waktu antara anak dan pekerjaan, akhirnya banyak perempuan memutuskan berhenti bekerja setelah menikah dan punya anak. Namun, masalah lain pun muncul. Setelah berhenti bekerja, lalu ngapain?banyak sekali perempuan yang ingin bisa terus berkarya dari rumah, tetapi tak tahu bagaimana cara memulainya. 

Buku ini membeberkan pengetahuan serta trik yang bisa dilakukan perempuan untuk terus berkarya dari rumah, seperti :
  • Berbagai macam pekerjaan untuk freelancer
  • Bagaimana cara memulainya
  • Keahlian yang dibutuhkan
  • Strategi marketing yang harus dilakukan
  • Trik membangun jejaring
  • Manajemen waktu dan keuangan untuk pekerja lepas
  • Sampai, profil para perempuan inspiratif
Buku ini memang didedikasikan untuk anda, perempuan yang ingin tetap berkarya dari rumah, baik bagi yang masih lajang, terlebih untuk yang sudah menikah dan punya anak.
*** 
Kebiasaan saya untuk mengawali dalam menyelami sebuah buku adalah dengan melihat profil penulisnya. Buku dengan berjudul Sukses Bekerja Dari Rumah ini ditulis oleh Brilyantini. Dari namanya tentu mengindetikan dengan personal yang selalu inovatif bukan?yup bagi saya pribadi buku ini merupakan ide briliannya dalam menuangkan tips dan pengalamannya sebagai perempuan yang memiliki tekad bulat meninggalkan kariernya yang sudah ia selami selama 20 tahun dan memilih sebagai penulis dan editor lepas yang berkarya dari rumah. Tentu bagi penulis keputusan tersebut sudah difikirkan dengan matang hingga ia mau berbagi apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum resign dari kantor dan memutuskan bekerja sebagai freelancer di rumah.


Buku setebal 241 halaman ini terdiri atas 9 bab, namun diawali pengantar yang menurut saya ini merupakan referensi bagi si pembaca fenomena apakah yang marak terjadi sehingga akhirnya memutuskan resign dari kantor kemudian penulis dengan adil membandingkan antara keuntungan maupun kendala yang akan dihadapi ketika seseorang memutuskan untuk bekerja dari rumah. Bahkan di pengantar ini penulis menjabarkan salah satu konsekuensi yang akan diterima bila kita memulai bekerja dari rumah yakni kesan negatif yang dilayangkan orang lain terhadap pekerja freelance ataupun pekerja lepas.


Membaca pengantarnya saja sudah membuat saya tertarik dan menambah rasa ingin tahu memang apa sajakah persiapan maupun planning yang harus kita lakukan sebagai freelance di rumah. Karena berulang kali penulis mengatakan di awal bahwasanya "Bekerja dari rumah itu juga ternyata perlu usaha tersendiri. Mungkin dua atau tiga kali lebih keras dibandingkan saat bekerja kantoran" -Membuka Pintu, x-.

Memasuki Bab 1, menurut saya inilah bagian paling terpenting dalam mempersiapkan segala sesuatunya sebelum kita memilih ingin menggeluti bidang apa selepas resign bekerja. Menariknya adalah suguhan awal di bab ini dijabarkan melalui kalimat tanya, hal ini seolah-olah saya rasakan sebagai sesi tanya jawab antara saya dengan narasumber. Hal-hal yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya dikupas tuntas pada bab 1 ini.


 Bab 2, bercerita mengenai jenis-jenis pekerjaan yang bisa kita lakukan di rumah. Ternyata ada beragam loh jenis kerjaan yang bisa ditekuni dirumah. Membaca bab ini menginspirasi saya untuk mulai memikirkan salah satu jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan saya. Bab 3, penulis mengingatkan bahwa selain persiapan dan menetapkan jenis pekerjaan ternyata bekerja dirumah pun butuh modal. Pembahasan tentang modal juga bagian yang saya rasa penting untuk diingat bagi kita bahkan penulis mengingatkan "Jangan jadikan modal sebagai kendala. Yang diperlukan justru kreativitas untuk mengakali keterbatasan menjadi sebuah peluang yang mendukung suksesnya bisnis yang dirintis"-hal 64.

Baca Lagi : Resensi Buku Laris Manis Wisata Halal 

Bab 4, dengan judul "Yuk segera mulai" didalamnya membahas bagaimana mengawali pekerjaan dari rumah ada 7 hal yang perlu diperhatikan serta tak kalah penting penulis menambahkan pembahasan mengenai strategi marketing. Selanjutnya di bab 5, berisi mengenai menjalin dan memanfaatkan jejaring yang kita miliki. Di Bab 6, menurut saya penjabaran dari poin pertama yang ada di Bab 1 yakni menyiapkan ruang kerja. Penulis begitu detail dalam menjabarkan apa saja yang perlu dipersiapkan dalam ruang kerja yang kita pilih dirumah dari lemari kebinet hingga penjabaran biaya telekomunikasi yang dibutuhkan. 

Bab 7, disini penulis mengajak kita untuk mulai juga memikirkan membangun citra positif, membangun slogan sampai dengan mengikuti kompetensi bisnis untuk meningkatkan reputasi bisnis yang kita bangun. Bab 8, membahas tentang cara dalam mengatur keuangan ada beberapa langkah yang harus kita lakukan serta komitmen diri untuk taat aturan. Bab 9, adalah waktunya untuk bersenang-senang bahas perencanaan liburan bersama keluarga hingga tips ketika mood bekerja menghilang. Demikian secara garis besar 9 bab yang ada pada buku ini.

Bagi saya ini buku dengan menu komplit tak hanya sekedar mengupas kulit akan tetapi detail hingga mencantumkan beberapa sosok yang sukses dengan bisnisnya dari rumah. Yup akhir buku ini ditutup dengan serangkaian kisah para wanita yang sukses membangun usaha tanpa bekerja di kantor. Hal ini menurut saya menambah value isi buku ini. Saya yakin penulis menyusun buku ini sesuai dengan pengalaman maupun riset yang ia lakukan demi terbentuknya buku ini. Yang saya suka juga buku ini punya quote-quote keren mengiringi setiap bab yang hendak dibahas.
 

Dari segi cover bukunya sendiri, saya pribadi sangat suka terlebih ada nuansa pink yang identik dengan sosok perempuan. Seperti yang ada dalam blurb buku ini memang ditujukan bagi perempuan yang ingin tetap produktif meski ada dirumah. Sayangnya pada beberapa gambar khususnya bagian epilog maupun profil penulis fotonya tidak berwarna padahal jika berwarna akan menjadi lebih menarik lagi. Dan juga saya menemukan typo di hal 52. Terlepas dari sedikit kekurangannya dibandingkan dengan manfaatnya yang banyak maka dari itu saya sangat merekomendasikan buku ini dibaca bagi siapa saja baik perempuan lajang maupun ibu bekerja seperti saya yang sudah punya niatan untuk berkarya, bekerja dan produktif dirumah.



Baca Lagi : Resensi Buku Kebahagiaan Yang Kutahu

Demikian ulasan saya untuk buku super keren ini dan saya ingatkan pula bagi para pembaca agar selalu optimis dan yakin seperti ulasan yang ada dibuku ini karena bekerja dari rumah sangat membutuhkan effort dari diri sendiri serta komitmen yang tinggi. Jangan lantas menyalahkan penulis atau buku ini ketika alur usaha yang kita jalani tidak sesuai harapan. Ingatlah bahwa rezeki setiap orang berbeda-beda, usaha serta doa kita yang harus kita kencangkan dan buku ini bisa memandu kita kepada goals sebagai freelance atau pekerja lepas yang sukses di rumah.

"Resensi ini diikutsertakan pada campaign #AkuCintaBuku bersama Stiletto Book
dan Riawani Elyta

70 komentar:

  1. Bukunya keren, jadi pengen beli. Enknya emang bekerja dirumah sih, apalagi saya sebagai mahasiswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sok mangga dibeli hehehe sapa tahu butuh referensi buat berkarier dirumah:)

      Hapus
    2. Tapi sayang aku berjenggot ,malu kalau beli buku yang khusus untuk mak-mak. Tapi kalau dipinjamin bolehlah.

      Hapus
  2. Buku yang wajib dimiliki sebelum seseorang memutuskan resign ya Mba. Biar ga salah langkah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba ternyata banyak persiapan yang mesti dilakukan sebelum memutuskan resign dan memilih kerja dirumah :) mangga dibeli mba ^^

      Hapus
    2. Monggo kalau mau minjamin aku. Dengan senang hati menerimanya.

      Hapus
  3. Saya kok akhir-akhir ni jadi malas baca buka yak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo semangat lagi kang banyak buku keren terlahir dari penulis kreatif salah satunya buku ini :)

      Hapus
    2. Aku banyak koleksi bukunya, sampai bingung mana yang mau jadi bahan review. Numpuk, dan berjamur.

      Hapus
  4. Wah seru juga ya berkarya dari rumah, makasih reviewnya Mbak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba semoga menambah referensi jika ingin fokus dirumah :) percayalah mba Sandra udah sukses produktif dirumah dengan skill kerennya yeayy semangat bumil :)

      Hapus
  5. Bukunya inspiring untuk yang ingin bekerja di rumah. Bekerja di rumah menurut aku lebih sulit karena harus membagi waktu benar2, fokus & disiplin dengan komitmen. Aku blm bisa komit kl kerja dirumah, kecuali kalau udah punya 1 ART, 1 BS, 1 supir, 1 tukang pijet hahahaha #ngarep XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mamih Raya, aku libur 2 hari buat nulis blog aja susahnya minta ampun kalau ga anakku tidur ada saja kerjaan lain :)
      aku aminin y Mamih smeoga aku pun demikian hahaa

      Hapus
    2. Aku juga terasa berat untuk menulis. Terlalu sibuk dengan urusan dunia nyata. Tapi tawaran untuk ini dan itu bikin gimana, terpaksa buka komputer juga.

      Hapus
  6. Iya ketika menjadi ibu seringnya bekerja dari rumah menjadi salah satu pilihan agar tetap bisa memantau tumbuh kembang anak. Bukunya pas banget nih kayaknya kapan2 harus nyari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba segera ke tobuk bukunya keren pisan :)

      Hapus
  7. Pingin banget bukunya. Isinya keren ya Mbak, tetep sukses walo kerja di rumah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba segera berburu bukunya di tobuk asli keren bingits menginspirasi :)

      Hapus
  8. Karena saya perempuan yg mungkin nantinya saya akan dikondisikan untuk di rumah aja (only Allah knows kan 😀) makanya dari sekarang perlu belajar banyak untuk bisa produktif dari rumah. Buku ini emang banyak ngasih info ya. Mba Bril itu kalau ga salah, ex Pemred nya Majalah Sekar deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya miss aku pun demikian pengen banget bisa sukses meski sbg freelance di rumah :)

      Hapus
  9. sampai saat ini saya belum berani mengambil langkah untuk resign dari pekerjaan dan memutuskan untuk bekerja di rumah Mba, rasanya jiwa saya belum siap, hihiihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi sama mba tp klo aku someday pasti resign :)

      Hapus
  10. Aku mah sellau salut ama ibu2 yang mampu manajemen waktu saat bekerja dari rumah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul Mba Lid aku mah maish syusah banjet hehehe mesti belajar terus dan terus :)

      Hapus
  11. tantangan bekerja dari rumah itu susah konsisten waktu...rengekan dan rajukan anak gak bisa menolak heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul mba aku juga merasakan tapi mungkin seiring jalannya wkatu akan terbiasa :) semangattttt ^^

      Hapus
  12. Aku juga berkerja freelen, kendalanya memang banyak dan harus bekerja keras. Menobrak pintunya tujuh kali terasa lebih berat, modal hanya sedikit tapi tenaga dan pikiran lebih ekstra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat Kang semoga tercapai selalu sesuai harapan :)

      Hapus
    2. Sudah menghasilkan uang tapi belum besar, belum memenuhi standar UMP Jakarta :D

      Hapus
  13. Wah pas banget ni, bisa buat bekel kalo pengen nyari tambahan jajan dg jadi freelancer rumahan gini,
    E kok jadi pengen ikut tantangannya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo Mba Nit dibaca bukunya hahaha banyak resep keren nambah knowledge biar lbh matang kerja dirumah :p *kompor*

      Hapus
  14. Kalau mom di rumah rasanya banyak ya yang bisa diperbuat apalagi saat ini zaman digital, bisa bekerja dari belakang laptop aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba :) dan saya sendiri masih memupuk kesiapan, mental n upgrade diri biar bener2 bisa produktif dirumah ^^

      Hapus
  15. Layak dijadikan panduan nih bagi yg udah berencana untuk bekerja dari rumah. Kadang ya memutuskan untuk resign aja udah berat banget loh rasanya, pasti kepikiran ntar gimana mau kerja lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba yang mau resign coba baca dulu ini supaya lebih matang lg dlm ambil keputusan akhir :)

      Hapus
  16. Mantaff dehh mbaa..pengenn bacaaa..hhhehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan Kang beli bukunya di tobuk terdekat y :)

      Hapus
  17. Ada di Gramed kah, mba? Butuh referensi buat mendalami dunia freelancer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada mba di gramedia online juga ada :) selamat berburu dan membaca ^^

      Hapus
  18. Pengen beli bukunya, buat dipelajari dan dipraktekin, karena aku ada rencana resign setelah menikah

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mba Ery beli dan baca bukunya dirasakan manfaatnya hehehe :)

      Hapus
  19. Saya sudah memulai sejak 2-3 tahun lalu mbak...he..he..he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. keren Mba Yuni siy hehehe selalu menang lagi, makasi mba uda mampir ^^

      Hapus
  20. Saya sejak dua tahun lalu menjadi freelance. Itu semacam belajar sambil jalan sih. Intinya, pasang target apa yang mau dicapai dan mencari cara untuk mendapatkannya. Salam kenal ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sudah mampir ke blog-nya mba mengisnpirasi banget dan bener y mba jadi freelancer usahanya itu 500x lipet dari sekedar jadi karyawan :) makasi uda mampir mba ^^

      Hapus
  21. saya salah perempuan yg pengen sukses dr rumah ni Mba :)

    BalasHapus
  22. nggk bisa komentar apa2, mampir aja dulu boleh kan mbak?
    salam kenal mbk herva yulyanti,, :)

    BalasHapus
  23. waaa aku udah baca buku ini, bagusss... abis baca postingan ini jadi pengen baca2 buku ini lagi.., makasih artikelnya yaaa ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga uda baca review mba xixixi makasi mba udah mau mampir

      Hapus
  24. Memang pas banget kerja dari rumah buat ibu rumah tangga, biar tetap bisa deket dengan anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba semoga bisa kesampean aku sukses kerja dirumah :)

      Hapus
  25. hanya saja kesuksesan itu bukan hanya mindah dari kantor ke rumah.
    sedangkan waktunya tetap sama atau lebih banyak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kang tergantung pada usaha dan doa yang dipanjatkan hehhee makasi uda mampir kang :)

      Hapus
  26. Jadii pengen belii bukunyaa mbaak. Menarik untuk diselami oleh para blogger 😁😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba beli bnyk ide segar yang bisa diaplikasikan buat bikin usaha dirumah :)

      Hapus
  27. Bukunya memang bagus, Mbak. Lengkap dan memotivasi ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa mba Eva sangat inspiratif sekali ^^ makasi sudah mampir mba

      Hapus
  28. Menyiapkan ruang khusus di buat bekerja itu yang belum aku realisasikan nih. Bingung mau bikin space khusus di kamar yang khusus buat kerja. Selama ini mau nulis atau ngetik ya di mana aja senyamannya aku hehe. Walhasil kamarku jadinya lebih sering berantakan daripada rapinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya Mba Ef aku juga masih nyaman nulis di kasur sambil nemenin anak tidur. Maybe someday aku pun mesti fokus punya ruang kerja :) makasi mba Efi uda mampir

      Hapus
  29. Yuhuu, Mbak Herva. Wah, jadi tertarik pingin beli buku ini. Soalnya aku barusan resign. Alhamdulillah dah ada profesi pengganti, yaitu penulis, yang selama ini nulis hanya dijalani sebagai hobi. Ruang kerja dah ada walo kecil dan sederhana, tapi jarang dipake, soalnya aku bosenan. Jadi nulisnya bisa ke sana ke mari ganti2 tempat dan posisi, hehe. Btw buku hadiah GA dah nyampe blom, Mbak? Happy reading, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah uda dikirim sayang aku lagi DLK seminggu mba mungkin selasa baru aku terima :) makasi mba

      Hapus
  30. cocok ni untuk para emak emak, bisa manfaatkan waktu di rumah

    BalasHapus
  31. Aku suka qoute-quotenyaaa <3 bukunya keren ya kayanyaaa. Ntar cari aaaah. Makasi reviewnya maaak

    BalasHapus
  32. Reviewnya ❤️❤️ Aku mau baca jadinya.. Kerja dan berkarya di rumah bener bgt butuh komitmen tinggi. . Semangat utk semua perempuan Indonesiaaaa yg mau jadi WAHM :D

    BalasHapus
  33. Aku pernah nyoba bikin kue trus bawa ke kantor. kata teman2 enak. Langsung deh berpikir buat jualin aja. Tapi pas mau niat jual eh nggak tega liat temanku yang makan banyak. Akhirnya nggak jadi jualan. hahahhaa

    BalasHapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design