Thursday, November 17, 2016

Antara DLK dan Keluarga

Dalam kehidupan sehari-hari tak akan terlepas dengan namanya dilema. Hal-hal kecil pun tentu akan memberikan dilema tersendiri karenanya akan ada suatu hasil keputusan dari pilihan tersebut dan jelas ada konsekuensinya juga. Saya termasuk pribadi yang lamban dalam memutuskan karena mempunyai pertimbangan tertentu dalam memilih. Pertimbangan A-Z merupakan hal yang harus saya fikirkan karena saya tidak ingin ada salah satu pihak yang merasa tidak nyaman atas keputusan saya.

Dilema sendiri menurut KBBI adalah situasi sulit yang mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan/situasi yang sulit dan membingungkan. Dilema dalam hidup saya yang paling lumayan menyita fikiran saya adalah saat harus memilih Resign atau jadi IRT, Pengasuh vs Daycare, LDM vs Serumah. Namun akhirnya untuk ketiga masalah tersebut saya dapat mengambil satu pilihan dan menerima setiap konsekuensi yang saya pilih.

Hasilnya saya memilih menjadi ibu bekerja, memutuskan untuk menggunakan jasa pengasuh setelah akhirnya 6 bulan masuk daycare dan keputusan terakhir yang terpenting adalah saya, suami dan anak selalu bersama-sama meski bila kita berbicara kuantitas pendapatan lebih kecil dibandingkan jika suami melanglang buana namun semua itu kami putuskan secara matang. Bagi saya permasalahan ini tentu dirasakan pula oleh semua orang dan saya yakin hasil akhirnya berbeda-beda karena kita punya cara pandang yang berbeda.

Menjalani rutinitas sebagai ibu bekerja sudah mulus saya hadapi, tidak ada lagi keluh kesah capek dan sebagainya, tidak ada lagi drama pertengkaran dalam rumah karena pilihan saya sebagai ibu bekerja. Akang suami tersayang selalu mensupport saya dan inilah modal saya bisa percaya diri dalam bekerja. Tantangan saat ini yang bikin saya dilema dan berakhir galau adalah Ketika Pak Boss menugaskan saya untuk dinas luar kota. Selalu saya pengen pura-pura pingsan kalau ada penugasan keluar kota. Alasannya tentu keluarga yang saya fikirkan.




Sebenarnya dinas luar kota atau biasa saya singkat DLK, sudah sering saya lakukan. Hanya saja untuk waktunya yang berbeda, biasanya DLK terlama saya adalah 4 hari 3 malam itupun selalu di hari ke-4 kepulangan saya pasti milih waktu pulang pagi-pagi sekali. Rindu kepada keluarga sudah membukit jika saya DLK. Kenapa sih ga nolak aja Va kalau disuruh DLK?wah tentu saja hati kecil saya ini pengennya nolak akan tetapi kita ga bisa seenak-enaknya memutuskan secara sepihak terlebih lagi ini tugas dari atasan sama aja saya minta di SP atau blakclist atasan maupun manajemen jika disuruh DLK selalu menolak.

Dan alasan saya dilema jika disuruh DLK  karena :

1. Menentang Aturan

Diawal saya sudah memilih sebagai ibu bekerja maka saya pun harus legowo, ikhlas, lapang dada dengan segala aturan yang ada di perusahaan serta menerima setiap konsekuensinya jika saya melanggar. Mungkin 1 atau 2 kali bisa saja saya tolak dengan alasan KELUARGA namun seterusnya tidak mungkin saya menolak itu sama saja saya mencoret nama sendiri dari list employee perusahaan hahaha. 

2. Berat Dengan Keluarga

Sebagai ibu tentunya sangat memberatkan adalah pisah sama anak, kalau akang suami siy uda biasa pas awal nikah kami sempat LDM kalau sama anak beuratnya melebihi satu ton beton. Jika sudah dapat penugasan DLK fikiran saya melanglang buana gimana nanti jika anak sakit, menu makannya anak dan suami, 2 kucing yang masih kinyis-kinyis, apa kabar ke-4 kesayangan saya itu kalau ditinggal. Meskipun pada akhirnya ga ada apa-apa tetapi perasaan anxiety di awal selalu menyerang saya takkala pak boss memberikan email syantiek schedule DLK.

***
Saya bingung sendiri jika sudah dihadapkan dengan ini, memilih DLK maka akan meninggalkan keluarga, memilih keluarga maka akan dapat surat peringatan. Pusing kepala bayanginnya, namun tidak akan ada masalah tanpa solusinya. Bagi saya ini adalah tantangan yang mesti saya hadapi atas resiko awal yang sudah saya pilih. Berkali-kali saya mengikuti training tentang prinsip "Hidup ini adalah Pilihan Kita Sendiri" jadi jangan pernah salahkan orang lain atas apapun yang terjadi pada kita. 

Cakep banget dengerin prinsip ini sesuai dengan kondisi yang saya alami, ga mungkin saya salahin pak boss yang suka nyuruh DLK, ga mungkin pula saya nyalahin keluarga karena ga ngebolehin DLK. Tarik napas semuanya pasti bisa dijalanin oleh saya. Dan saya mau menceritakan DLK terlama saya yang melebihi biasanya dari 4 hari 3 malam menjadi 7 hari 6 malam. Bayangkan saja pasti sudah bikin baper apalagi saya yang menjalaninya hehehe. 


Adalah minggu kemarin tepatnya tanggal 06 November hingga 12 November 2016 saya ditugaskan untuk dinas luar kota ke Manado lanjut Surabaya. Ada kepentingan training yang harus dideliverkan kepada semua supervisor di cabang mengingat deadline waktunya hingga akhir tahun ini maka saya dan pak boss kejar tayang macam sinetron stripping hahaha. 

Dari perjalanan dinas yang sudah saya lalui, saya ingin memberikan tips agar teman-teman yang mungkin nanti berada di posisi saya bisa mengatasi dilemanya dan ga galau lagi jika disuruh DLK.

Tips anti galau selama DLK ala saya :

1. Ikhlas 

Ini saya masukkan pada point pertama, kenapa? karena konon katanya apapun masalahnya IKHLAS itu obat paling baik untuk mengatasi dilema dan galau berkepanjangan. Dan itu sudah saya aplikasikan ketika kemarin saya beneran galau disuruh DLK selama 7 hari. Lalu saya melakukan "Self Talk" yes saya pasti bisa, saya bisa ninggalin keluarga dengan tenang selama dinas, saya bisa segera menyelesaikan tugas kantor dengan maksimal. Meskipun seminggu sebelum saya berangkat saya mengalami gangguan tidur karena kegelisahan namun setelah saya mencoba menerima semuanya so far semua baik-baik saja.

2. Positif 

Ikhlas sudah maka giliran mindset saya yang coba saya arahkan untuk selalu berfikiran positif. Kenapa ini saya lakukan?agar memberikan motivasi untuk diri pribadi biar saya enjoy dalam bekerja serta ninggalin keluarga. Jika saya mikirin terus dengan keadaan toh tidak akan mengubah semuanya saya tetap harus ninggalin keluarga dan tetap dinas luar kota. Karenanya biar bahagia menjalaninya saya bebaskan fikiran yang bikin saya malah sakit fisik. Sing penting enjoy saya senang anak dan suami pun senang. 

Mempositifkan bahwa DLK ini adalah hadiah untuk saya agar bebas selama seminggu tidak masak tiap subuh dan malam hari, pulang kerja langsung buka leptop sambil leyeh-leyeh tanpa ada krucil yang teriak-teriak minta bacain buku atau benerin mainannya itu sangat membantu saya menjadi rileks dan enjoy selama berada di luar kota. Ah semuanya terasa jadi menyenangkan bukan?jika kita positif dan enjoy?xixixi.

Pas DLK ke Bangka

3. Komunikasi

Penghilang dilema dan galau bagi saya selama DLK adalah tetap menjalani komunikasi dengan keluarga. Saya sangat beruntung adanya Skype, Line Video membantu saya untuk bisa merasakan kedekatan dengan keluarga. Sebisa mungkin terus melakukan komunikasi dengan baik kepada keluarga. Saya sendiri akan selalu menelepon tiap pagi, siang, sore dan malam. Pokoknya saya usahakan untuk selalu monitoring kegiatan anak saya dan suami. 

Pada saat saya dinas di Manado kebetulan letak pabriknya 1 jam dari kotanya, dan saya kehilangan komunikasi selama 9 jam dengan anak saya selama 2 hari. Pasalnya letak pabrik yang jauh dan sinyal Hp hanya ada untuk kartu Simpati sedangkan saya pengguna provider lain tidak ada sama sekali dan bacaan di Hp "No Service" mati gayalah saya ga bisa contact rumah selama kerja memastikan anak saya baik-baik saja. 

Karena kondisi seperti ini, maka saya tidak kehilangan akal untuk email akang suami minta blio monitoring anak saya. Dan kami skype-an untuk bertukar kabar bagaimana makan, tidurnya hingga kegiatan ngaji anak saya. Rempong banget saya?iyah karena saya ingin memastikan kondisi Neyna aman.

bentuk komunikasi saya via email


4. Menyiapkan Makanan

Meninggalkan keluarga dirumah tentunya saya harus memikirkan bekal makanan selama saya pergi. Ini pun menjadi biang galau saya. Kalau saya pergi gimana ni anak dan akang suami makannya?ga mungkin makan mie doang hahaha. Maka dari itu saya biasa penuhi kulkas dari buah-buahan hingga lauk yang tinggal suami goreng. Sehari sebelumnya saya menyiapkan ayam lengkuas dan ikan goreng serta menyetock nugget maupun telur sebagai bahan makanan selama saya pergi. 

Ealah rencana memang hanya rencana, setibanya di Manado dapet laporan kalau itu semua jadi gagal karena ternyata gas abis wkwk, akang suami pun saya suruh mencari gas supaya tetap bisa menikmati makanan siap saji yang udah saya siapin.



5. Jangan Panik


Dari semua tips diatas yang paling utama adalah please jangan panik. Pas hari ke-4 saya DLK malamnya akang suami laporan kalau Neyna badannya anget plus si Toby dan Shasa dua kucing kami juga pada sakit yang satu kena jamur kepalanya dan yang satu mencret. Pusing pala betmen dengernya tapi semuanya tidak ingin menjadi beban untuk saya, saya mencoba menarik nafas dalam lalu inisaitif memberikan intruksi kepada akang suami untuk segera melakukan pencegahan agar Neyna tidak parah sakitnya, dan untuk si Shasa kucing kami yang mencret sementara di karantina dulu dikandang dan untuk si Toby langsung oleskan salepnya.

Esok harinya saya kroscek keadaaan masing-masing, alhamdulilah Neyna sehat dan tetap ceria. Sementara Toby dan Shasa masih dalam keadaan sakit maka planning saya setibanya di Bandung hari sabtu langsung ke dokter hewan. Alhamdulilah sepulangnya saya ke Bandung, Toby dan Shasa masih bisa bertahan untuk ke dokter hewan setelah disuntik akhrinya mereka langsung lincah kembali. 

 ***
Demikian sekelumit kisah saya selama dinas luar kota yang membuat saya selalu dilema berujung galau. Galaunya udah melebihi para Jones nungguin kata terima dari gebetannya hahaha. Pekerjaan saya saat ini memang menuntut saya harus selalu mobile maka saya harus selalu menyiapkan mental dan support dari keluarga agar selalu lancar dalam mengerjakannya. Semoga kisah ini bisa bermanfaat y, dilema bagi ibu bekerja akan selalu muncul tetapi akan selalu ada obat dan solusi untuk mengatasinya. Semangat buat kita semua ^^.

67 comments:

  1. Ha ha ha..pala batmannya pie maak? masih pusing? ha ha ha...duh itu kucing juga sampe jamuran ..main ke tong sampah kali ya?
    Ember sih ya ibu ibu banyak dilemanya..duuh nggak bisa bebas kayak masih single dl..yang penting itu tadi..iklhas ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah ga mba hahaha bukan mba lembab kan belakangan hujan terus jadi ga pernah dijemur deh makanya jamuran :p
      betul mba IKHLAS dan legowo haha

      Delete
  2. aku nggak sanggup kayak e mbk, kebayang2, pdhal mah ye, si ken biasa2 aja ditinggal eikeh, #EikehMemangMelow

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya y ini aja dikuat2in :P tp semua org pasti pny pilihan masing2 y mak Ken :)

      Delete
  3. dulu.. mama juga seorang ibu pekerja, aku diasuh sama tante dan ART, eh ternyata Bapak sering DLK juga, meskipun hanya surabaya - malang, tapi memang kangen banget sama bapak. duh berat memang LDK, pernah juga lihat mama sedih gitu, karena kumpul keluarga hanya hari sabtu atau minggu doang :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba konsekuensi atas pilihan yang diambil y mau ga mau ada pihak yang harus menerimanya dan berbesar hati untuk terus support :)

      Delete
  4. Ini komentar dari yang gak ngerasain ---> wuih,enak banget DLK. Bisa sekalian jalan-jalan gratis. Dibayar pulak.
    hehehe...piiis
    tapi ternyata pada kenyataannya selalu kangen kangen kangen dan rindu rumah yaa. proud of you, Teh.

    ReplyDelete
  5. Kok aku bayanginnya nyesek ya Mbak. Haha. #Maklum2 emak2 24 jam bareng anak#

    etapi udah beberapa Kali sich ninggalin Alfi tidur di rumah baru, anaknya belum mau. Tapi jam 4 pagi udah harus pulang takut pas bangun nyariin. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya mba tp mau tidak mau mesti legowo dan ikhlas jalaninnya :)

      Delete
  6. Hihihihi, aku kalo disuruh DLK, malah happynya ga ketulungan :D. Tapi memang dilema masing2 org beda sih ya mbak.. aku kmrn juga sempet bimbang ama pilihan mw trima offering dr kantor memegang branch baru tapi jauh, ato resign sekalian.. tapi kalo resign aku bakal ga bisa sering2 traveling lagi... cuma akhirnya suami ygngerti bgt kalo aku ga bakal betah di rumah lgs melarang utk resign.. drpd stress dan berimbas ke anak2 yg aku omelin, mendingan ngantor katanya.. dan akhirnya memang aku ga bisa nginggalin dunia kerja.. krn secapek apapun di kantor, ttp aja ini sesuatu yg memang aku suka kerjakan, drpd hanya di rumah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya mba beda mindset tp yang jelas mesti ttp semangat ^^

      Delete
  7. wah itu juga aku alami untungnya suamiku bsia amsak yang sederhana juga , jadi terbantukan. hanya setelah pulang harus ikhlas lihat dapur berantakan karena habis masak gak dibereskan lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk iya mba pas pulang ke rumah kebetulan ART libur taraa rumah ga karu2an :p

      Delete
  8. Wah kalo saya jadi mbak mah ini DLK tingkat dewa hehehe tapi as long suami izinin, just go with it! Itu sih dari saya :D
    Eh eh ke Manado ya kemarin, saya suka hepi kalau ada teman blogger yang mengunjungi kota kelahiran saya :D hehehe
    Alhamdulilah ya mbak, DLK nya ini berjalan lancar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba untungnya suami support jadi masi lega :)
      wah ternyata kota kelahirannya mba hehehe

      Delete
  9. Aku selalu boyong keluarga kalau dinas keluar, apalagi dulu pas Raya masih kecil. Alhamdulillah suami berprofiesi dosen & konsultan jadi jadwalnya lbh fleksible, berat di ongkos sih, tapi gimana dong hahahah dan alhamdulillah juga punya kantor yg sangat pro sama Ibu bekerja jd ga masalah kl boyong keluarga, toh bayar ndiri hihi. Skrg kl pergi2 ngga bawa anak, suka ditanyain temen2 kantor Raya ngga ikut? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maunya begitu Mamih Raya tapi misua jg gawe so yang nungguin anakku moso receptionist hotel hahaha

      Delete
  10. Nah ini yang menjadi kegalauanku pas masi kerja dulu mb, tp bukan karena anak #wong blum punyak, hihi, melainkan suka takut ato segan bersosialisasi dg orang baru soalnya tipe profesiku waktu itu selalu mengharuskan ketemu orang baru, palagi pas dlk , rasanya pengen cepet2 pulang #faktor melankolis akut

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha klo ketemu org baru aku mah gpp justru ga kuatnya nginepnya mba :p

      Delete
  11. Nah itu repotnya kalo DLK teh harus siap2 stok makanan, DLK saya mah padahal cuma ke ibukota doang kalau ada acara blogger sehari tapi persiapannya tetep asa riweuh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya Mba stock makanan kudu biar asupan nutrisinya ttp mengalir :p

      Delete
  12. DLK? Dulu sih sering maklum suami tugasnya sering di tempat-tempat terpencil. Untuk menerima semua itu yang utama adalah ikhlas. Kalau menjalani semua dengan ikhlas, insya Allah semua terasa lebih ringan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba kudu ikhlas biar enjoy jalaninnya, suamiku jg klo DLK bikin baper hahaha eh skrg malah aku yg DLK tambah baper :p

      Delete
  13. Selama akang suami mengizinkan, itu cukup melegakan di antara tumpukan mulut nyinyir yang berkoar, "Kok ninggalin anak dan laki siiihhh..." haha... Iya namanya juga udah komitmen dari awal ya dg perusahaan. Seneng deh lihat dirimu, mba. Udah ngurus anak, plus dua kucing pula, haha... Saya ngurus diri sendiri aja kadang ga sempet. Mba itu lomba apaan? Mau klik kanan ga bisa, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah betul Miss biarkan yg nyinyir sing ptg dpt tiket emas dari suami :)
      langsung klik aja mba ^^ jgn klik kanan hehehe lomba blognya mba murti ttg dilema :p

      Delete
  14. Aku ga tau kalau ada diposisi dirimu mba, secara dirumah aja berat ninggalin anak. Apalagi kalau harus kerja, be strong mom! hebaaaat

    ReplyDelete
  15. Berhubung belum punya anak jadi kalau suami DLK saya suka ikut. Hehehe... Tapi minggu depan suami mau DLK nih dan saya ga bisa ikut karena cuma sehari semalam dan kemungkinan sekamar sama rekan kantornya. Hehehe.. Dulu2 dia satu kamar sendirian dan waktunya lama. Jadi istrinya bisa ngintilin, lumayan buat liburan walau banyak di kamar hotel doang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. enaknya mba bisa ngintil suami hehehe...

      Delete
  16. Waa iya mba. Ninggalin anak waktu dlk itu beneran dilema ya. Apalagi kalau masih bayi. Dulu setelah bintang lahir saya akhirnya skip semua DLK. Tapi sedih juga ga bisa halan2.. oiya setuju. Kalau kita dlk emang bikin nyaman ya kalau udah ninggalin bekal camilan di rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba dulu pas Neyna masi bayi juga aku ke Cilacap sampe Pulang Pergi jadi beres tugas langsung caw :p

      Delete
  17. Wah, sungguh berat ya Mbak. Salut padamu dengan pilihan yang juga berat namun bisa legowo dan sabar. DLK bisa bikin semangat dan bagiku itu salah satu cara kita biar anak bisa mandiri juga. Pokoknya siapin dulu apa2nya sehingga bundanya nyaman, yang ditinggal juga hepi :) eh salam kenal ya Mbak, kufollow blognya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba mau tidak mau harus mau dengan konsekuensi yang ada :) makasi mba uda aku folbek ^^

      Delete
  18. Temen-temen kantor juga kebanyakan gitu, kalau yang ditinggal sudah pada dewasa dan bisa mengurus diri sendiri mungkin kekhawatiran sudah akan berkurang ya? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba kalau uda pada besar mah uda tenang sih hehhee

      Delete
  19. Memang Susah juga yah kalo jadi Orang Penting seperti Mbak Yanti,,, hehehe. Saya juga sering mengalamai hal kayak gitu kok, sudah paham lah,,Pas waktu libur, waktu saya gunakan bersama keluarga dan anak-anak,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul waktu libur digunakan untuk liburan sama keluarga :) makasi sudah mampir

      Delete
  20. Paham banget kegalauanmu, Mbak. Aku dulu pas kerja juga gitu dilema kalau DLK padahal belum punya anak apalagi reporter kan sering DLK. Alhasil, aku sering nolak DLK. Banyak alasan dilontarkan, kalau kepepet ujung-ujungnya merekomendasikan teman buat DLK atau bilang nggak dapat izin suami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba pengennya menolak tapi apa daya hahaha...

      Delete
  21. mbak, aku udah ninggalin anak buat diklat selama 3 minggu waktu dia masih ngasi, duh rasanya sedih amaaat, tapi mau gimana lagi harus berangkat untuk menjalankan tugas, dilema sih, tapi semoga anak mengerti ketika dia sudah lebih dewasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba semoga anak2 kita sehat dan memahami kondisi ibunya..luar biasa 3 minggu mba Ev memang hebat :)

      Delete
  22. Hai mbaaa
    Aku pernah mengalami dilema DLK pas anakku masih kecil. Sebulan, setiap sabtu dan mingu pergi. Pas ketemu, anakku sempat nggak mau aku pangku. Jadi sedihnya mbaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konsekuensi yang mesti kita hadapi y mba :) *puk..puk smg nti anak2 kita mngerti y mba :) semangat

      Delete
  23. OOh DLK Dinas Luar Kota, bingung tadi nyari artinya heheh...iya ya dilema mah kalau jauhan ama keluarga, aku aja LDR ini suseeeh euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba LDR salut banget bwt mba yang masih bisa handle dan produktif terus :) makasi mba uda mampir ^^

      Delete
  24. Aku jadi inget jaman ninggal suami sama anak-anak ke bali.. Sedih dan galau banget.. Gmana kalo aku kerja dan mesti dines luar kota ya.. Nggak kebayang galaunyaaa.. Huhuhuuu. Aku selalu salut sama para working mom makanyaa. Semangat terus ya Maaaaak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Mba xixixi iya galau dan sedih banget kalau dah disuruh DLK

      Delete
  25. walah, saya kira DLK itu apa hihihi sempat penasaran, ya lah dinas luar kota itu banyak yang harus dipertimbangkan. salam kenal mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iya mba salam kenal juga makasi uda mampir :)

      Delete
  26. kalau sudah berkaitan dengan keluarga pasti galau lah, tapi tetep harus tanggung jawab sama kerjaan karena itu pilihan ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kang konsekuensinya mesti harus dihadapi :) makasih uda berkunjung

      Delete
  27. I feel you mbaaaaakkkk...
    Padahal belum punya anak, tapi ninggal rumah dan suami lama ke luar kota itu kok kerasa sedih ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Ella makasi uda mampir :) smg sehat sampe melahirkan y mba

      Delete
  28. Kalo DLK udah berkeluarga berat banget ya teh rasanya.. disini aja baru LDR rasanya udah berat gitu #ehgimana #curcol hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kaka sellau curcol :p smg ntar mah ga nyesek lagi y kakah ;p

      Delete
  29. Pastinya berat banget lah yaa, namanya ninggalin keluarga. Mau dibilang sebentar juga, mesti deh pikiranmu melayang-layang ke rumah yaa Mba, tapi memang bener, penting banget poin-poin di atas tadi.

    Btw, selamat yaaa, masuk ke page one :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba selalu kefikiran namanya juga jauhan, makasi mb Ipeh :p

      Delete
  30. Iya sih paling berat kalau ninggalin anak-anak. Bikin galau. Apalagi jika anak-anak masih kecil..

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu aku ngalamin mba anak masih ngAsi dan aku emsti ke Cilacap akhirnya selesai tugas aku langsung cabut balik :)

      Delete
  31. Kalau aku sekarang udah resign. Ganti dilema, yaitu kalo ditugasi Ibu nemenin jalan. Seneng sih jalan sama ibu sendiri, tapi yaa itu, harus ninggalin anak dan suami kira2 semingguan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi dilemanya beda-beda y mba :) semoga akan ada solusinya ^^

      Delete
  32. Selamaaaat mbaaa....ihh, emang hoki banget ya bunda satu ini. Menang dan menang lagi. Uhuuuy! *Peluuuuk 😍😍😍💖💖

    ReplyDelete
  33. yang ikhlas aja mbak ... semua itu pasti ada hikmahnya ...

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design