Tuesday, March 28, 2017

Tentang Sebuah Pilihan

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan di dunia maya dengan berita seorang pria bunuh diri secara live, banyak yang menyayangkan bahkan banyak yang pula menertawakan. Kemudian muncul kembali berita perselingkuhan atau pemberitaan lainnya yang sungguh bagi saya pribadi beristigfar. Semua orang memiliki permasalahan masing-masing dan menurut saya mereka sendiri yang memiliki cara sendiri untuk menyelesaikannya.

Tentunya beragam cara maupun solusi untuk dapat menyelesaikan permasalahannya tergantung pribadi kita untuk memilih mana solusi yang tepat. Lantas apakah masih ada yang menyalahkan orang lain?atas semua pilihan yang sudah ditentukan?ah kemon gaes pola fikirmu terlalu sempit sesempit toilet pesawat, mengkotakkan segalanya hingga lupa cara cerdas untuk menghasilkan satu keputusan penting untuk hidupmu.

Dilema tentunya menghadapi setiap persoalan hidup dengan beragam solusi, salah-salah ambil keputusan bisa bikin menyesal. Itulah kenapa menurut saya siapapun harus selalu update mengasah kemampuannya terlebih seorang ibu. Salah memilih diaper saja bisa jadi masalah berkesinambungan apalagi salah mendidik anak.

Semuanya adalah pilihan masing-masing, jika saat ini saya memilih "BAHAGIA"di tengah konflik artinya saya sukses menerima setiap konsekuensi yang saya pilih. Sama seperti saya memilih untuk menjadi "Teteh Bella" KW super *LOL* sebagai branding diri itu tentunya didasarkan atas satu keputusan matang, kenapa kok ga teteh Zaskia atau Teteh Shireen?yah suka-suka saya dong kok jadi ribut sih gegara pilihan orang?hahaha kira-kira begitulah ilustrasinya. 

Disetiap pilihan yang sudah kita tentukan akan selalu ada orang entah usil, julid atau apapun itu namanya yang bikin goyah pendirian. Memang sangatlah mudah melemparkan kesalahan kepada orang lain saat keputusan dan pilihan yang sudah kita buat ternyata malah bikin susah sendiri dengan mudah berkata "Ini semua gara-gara DIA"... Jadi weh saya begini, saya begitu bla..bla..

Kita yang sudah milih sendiri orang lain yang disalahin?Situ sehat sist?. Kita yang milih jadi ibu bekerja namun saat anak sakit gegara makan sembarangan lalu salahin tukang cilok, tukang cendol, tukang cincau, ART dirumah?situ waras mba?

Kita yang milih jadi ibu rumah tangga namun saat liat sodara bisa beli sendal jepit Swallow lalu salahin sodara yang ga peduli, salahin suami yang gajinya pas, salahin ceu Edoh yang jualan sendalnya. Hellow situ Julid sist?

Pernah nemuin hal yang kek gitu dalam sehari-hari?keputusannya sudah dibuat oleh masing-masing namun saat sudah memilih dan terjadi resiko dibelakang lalu menyalahkan orang lain. Ah sempit kali cara berfikirnya hingga setiap orang kena imbas ke-Julid-annya.

Lalu bagaimana caranya agar kita ga kek yang ada dicerita diatas?begini caranya :

1. Punya Jangkar Pemikiran

Sewaktu saya mendapatkan training tentang Leadership membahas materi tentang Mindset, saya tertarik pada pembahasan Jangkar Pemikiran. Hal ini berguna agar kita tak selalu mengikuti arus pemikiran orang lain. Sesuai dengan namanya Jangkar artinya kita bisa menghentikan pemikiran kita untuk terombang ambing menuruti arus pemikiran orang lain.

So, menghadapi suatu pilihan dalam hidup bulatkan tekad sesuaikan dengan cara pemikiran kita bagi saya ini ampuh untuk tidak melakukan "Taichi Master alias lempar kesalahan kepada Orang lain" saat nantinya keputusan atas pilihan yang kita buat GAGAL.


2. Menerima Dengan Lapang Dada

Bukanlah hal mudah untuk bisa menerima dengan ikhlas setiap pilihan yang sudah kita ambil. Tapi setidaknya kita belajar mendewasakan diri untuk menerima resiko dari setiap pilihan yang kita jalankan. Sebagai ibu bekerja, saya harus terima ketika anak tiba-tiba sakit padahal sebelum saya pergi ngantor anak baik-baik saja.

Setelah ditelusuri ternyata ART memberikan jajanan yang sembarangan sehingga anak saya demam malamnya. Apakah saya lantas marah membabi buta (kesian udah babi buta lagi) kepada ART?tentu tidak. Itu sudah menjadi bagian dari konsekuensi yang saya buat. Pilihan beserta konsekuensi yang terjadi seharusnya tidak akan menjadi hal yang harus saya risaukan karena keduanya satu paket. Cukup dengan Ikhlas maka akan berjalan sesuai standarnya.


3. Develop & Update Diri Sendiri

Pernah mendengar ungkapan "Jangan Berhenti Belajar" ?menurut saya ungkapan ini memang relevan dengan kondisi saat ini. Semakin revolusi dimana-mana semakin dituntut kita cerdas untuk bisa menghadapi segala rintangan yang ada di hadapan kita.

Semakin tinggi sekolah harusnya diiringi dengan cara berfikir yang berbeda, lelah hayati menghadapi orang-orang dengan cara berfikir tak sesuai dengan pendidikan yang ia capai. Untuk itulah perlunya develop & update diri sendiri agar tidak tergerus dengan kekunoan pola fikir.

Saya lebih suka membaca kisah-kisah inspirasi, buku-buku motivasi, berbincang Sok Kenal dengan mereka yang sakses kenapa?karena lewat cara ini saya jadi tahu oh ternyata orang sakses selevel dia saja memilih untuk berani melakukan tindakannya lewat berbagai macam pertimbangan. 

Mencari role model yang pas akan memudahkan kita untuk membuat satu pilihan yang saya yakin tak akan ada kata sesal apalagi terus menyalahkan orang lain. 

**** 
Dari ketiga hal tersebut saya mencoba menganalisa sendiri "Apakah Kebahagiaan itu Pilihan?" i say "YES". Menurut Psikolog ternama, William James, setuju untuk fakta ini bahwa kebahagiaan kita terletak pada tangan kita sendiri. Dia mengatakan, “Penemuan terbesar dari generasi manapun adalah manusia hanya dapat mengubah hidupnya dengan mengubah sikapnya.” Ya, sikap kita yang menentukan kita. Kebanyakan dari kita berpikir bahwa hidup bahagia itu adalah hidup yang terbebas dari rasa khawatir, dimana semuanya serba sempurna, semuanya diselesaikan dan ditangani. Kehidupan itu seperti roda berputar, akan selalu ada semacam tanggung jawab, masalah, beban, komitmen, tenggat waktu, dll, yang akan mengelilingi kita, kita tidak bisa mengubah itu. Namun, kita dapat mengubah sikap dan persepsi kita terhadap kehidupan, yaitu bagaimana kita dapat memilih untuk menjadi bahagia dalam hidup.

Kembali ke kasus bunuh diri diawal atau issue perselingkuhan itu semua pilihan mereka masing-masing, mungkin itu pilihan mereka untuk bisa bahagia meskipun menurut saya itu SALAH. Nah gimana gaes?itulah sebuah pilihan kamu mau bahagia atau tidak itu tergantung dari diri kamu sendiri dan jangan menyalahkan orang lain atas pilihan yang sudah kamu pilih.



Akhirul kalam, semoga bermanfaat yah 💋

58 comments:

  1. Apk banget nih postingannya Mbak. Bener deh, anak diare yg disalahin jajanannya, entar merembet ke tukang jualannya. Terus salahin sini situ dwehhh...
    Aduh Mbak, ini bener2 mengingatkanku untuk lebih baik lagi bahwa pilihan memang susyah ya. Ada resiko yg wajib kita hadapi nantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mba Wahyu :) reminder juga buat aku pribadi mba makasi mba sdh mampir

      Delete
  2. Menyalahkan apapun kecuali diri sendiri atas apa yang terjadi pada dirinya, contohnya jleb banget. Saya mendapati orang seperti ini, dan saya cuman bisa geleng-geleng kepala sendiri. Berusaha untuk tidak menyangkal bahwa itu pilihan kita yang buat, entah itu kepengaruh orang lain, atau karena dapet masukan orang lain, intinya itu pilihan kita ya kudu kita yang tanggung konsekuensinya... Thx for share mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba pilihan uda kita buat ya kita sendiri yg mesti terima konsekuensinya knp harus orang lain yg kena?sama2 mba smg bermanfaat :)

      Delete
  3. Aah...saya pun ingin mengubah mindset perihal kebahagiaan.
    Dan semua itu bermuara dari kedekatan hubungan kita dengan sang Maha Pencipta.

    Idealnya,
    Manusia tidak merasa paling sengsara apabila sedang tertimpa musibah. Dan tidak berlebihan dalam kebahagiaan.

    Hihii...sekian tausiyah dari mbae lendyagasshi.
    Ada banyak pikiran saat membaca postingan teh Herva.

    ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. mkasi mba Lendi tausiyahnya mantappp :)

      Delete
  4. Mba ini kayak status yg aku buat di pesbuk barusan. Cuma kite menuliskannya dlm pandangan yg berbeda

    ReplyDelete
  5. Mertuaku kalau tak titipin Alfi terus jatuh, berdarah2 pasti ketakutan. Takut aku marah mungkin, kebanyakan orang khan emang suka menyalahkan ya.

    makanya kadang over protective begini ga boleh begitu ga boleh. Padahal emaknya santai aja, udah mau dititipin aja udah syukur kok, masa mau marah2 :)

    ReplyDelete
  6. Mbak Herva... Aduuh... Saya mau peluuuuk. Ini postingan kok pas banget dengan kondisi saya. Huhuhu... Thanks ya, Mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sini mba yanti peluk hahhaa
      sama-sama mba :)

      Delete
  7. Embrace the choices. Akupun berusaha tau diri dengan beragam konsekuensi krn memilih sesuatu, hehehe.

    ReplyDelete
  8. saya juga mau pilih bahagia, syukur kalau pilihan tersebut bisa membawa orang lain bahagia juga, pernah sih nyalahin orang karena gak pede dengan keputusan sendiri dan malah ikut orang, eh ternyata malah salah

    ReplyDelete
  9. Kita adalah apa yang kita pikirkan :D

    ReplyDelete
  10. Hellow, tulisannya menginspirasi sis. Hahhaa
    Setuju banget dengan pemikiran mba Herva. Mba, aku pun membahas panjang lebar tentang suamiku. Menurutku satu sisi kita juga butuh dukungan keluarga agar kita tetap bahagia. Semangat, teteh Bella :*

    ReplyDelete
  11. teteh bella ciamik! setuju banget kalo bahagia itu ga disana, tapi disini

    ReplyDelete
  12. sip. oke banget deh tipsnya!

    ReplyDelete
  13. Kira-kira apa sih yang mereka pikirkan saat bunuh diri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. orang stress berlebihan hormon kortisolnya jadi akhirnya cara berfikirnya dangkal dan kusut kang :) karena itu mereka butuh orang bahagia untuk bisa menyemangati mereka yang stress :D CMIIW IMHO

      Delete
  14. Peristiwa itu sebenarnya bikin aku pengin nulis tentang betapa kebutuhan orang untuk diperhatikan akhirnya mencapai klimaks di media sosial. Tapi selalu disela oleh topik lain. Ketika kemarin pada ribut aron nashab, jadi ingat ttg kebutuhan utk diperhatikan tsb. Orang mulai terbiasa, mungkin juga desperate, melakukan segala cara agar diperhatikan. Menyedihkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah mba :) karena itu pilihan mereka cenderung salah

      Delete
  15. Benerr mbaaaak. . Bahagiaa itu pilihan, banyak org yg belum menyadari bahwa yg bsa membuat bahagia adalah diri mereka sendiri. Kebanyakan masih terpaku dengan subjek atau objek lain, jd ketika mereka tdak mendapatkannya labgsung stres, sedih atau bahkan sampai mengakhiri kehidupannya. Hmmm

    Tfs mbaaak, semoga kita bisa selalu bersyukur atas bahagia yg ada. Aamiin. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mba Lucky makasi uda mampir :)

      Delete
  16. ketika kita memutuskan sesuatu, maka kita harusnya sudah siap dengan konsekuensinya yaa Mbaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mba Ira :) makasi uda mampir

      Delete
  17. nice sharing mba...
    it depends on me to behappy or not to be yaa

    ReplyDelete
  18. Setiap pilihan, memiliki konsekuensi logis

    ReplyDelete
  19. Ketika saya pengen jalan2 tapi duit didompet ternyata ngga ada, apakah saya menyalahkan suami?? YES!! Kenapa sih duit didompet aku diembat sama abah juga hahahahaha.

    Menurut aku dalam hidup kita harus memilih, dan ketika menentukan suatu pilihan pasti ada baik & buruknya. Bahagia kita yg punya, jadi kalau kita ngga bahagia atas keadaan yg ada jg itu salah kita... #eh #iningomongapasih #kokjadibingung hahahhah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah abah diem2 kek tuyul dong :p
      thats right mamih :) kectup

      Delete
  20. Hidup adalah pilihan dan dipilihkan oleh Tuhan. :)

    ReplyDelete
  21. Berlapang dada dan menerima memang ini yang bikin hidup jadi makin happy dan susah kurusnya, haha... Love this writing, mba :D

    ReplyDelete
  22. kita berhak bahagia dengan cara kita sendiri. Bahagia meskipun tidak bisa dimengerti oleh orang lain. Nah, yang jadi boomerang itu kalau kita berbahagia menurut cara kita tapi itu menyakitkan bagi orang lain.. oleh karenanya kita butuh yang namanya menghargai orang lain. Apakah cara kita berbahagia tidak menyakitkan orang lain mungkin seperti itu... #just sharing mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin orangnya julid kali mba hahaha ga suka liat orang lain berbahagia :D
      thx for sharing mba ^^

      Delete
  23. Keren kali quote terakhir itu!

    "Be Happy NOT because everything is GOOD... but, because you can SEE the GOOD in everything"

    Seperti ... selalu ada hikmah dalam setiap kejadian, ya mbak,
    Iya, selalu ada hikmah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mba :) quotenya menag keren yak

      Delete
  24. Ketika saya sedih ada orang yang nekat bunuh diri, saya bertambah sedih memikirkan lingkungan sosial yang dia hadapi. Apakah kita tidak bisa lagi peduli? Apakah kita hidup sendiri2? ....
    Begitulah Teh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru itu mba kadang kita egois yah cuman mikirin hidup snediri sementara dilingkungan sekitar kita ga peka ada orang yang butuh pertolongan. Noted

      Delete
  25. inspiratif banget mbak...i choose to be happy too

    ReplyDelete
  26. Bahagia itu kita yang milih.. Bukan oranglain.. Betul ndak mbak? Heheheh.. Ayokkk hidup bahagia dengan selalu berpikir postifffff

    ReplyDelete
    Replies
    1. desrait mba Vika berfikir positif menjadikan kita bahagia lahir n batin hahaa

      Delete
  27. waaah, ini bagusss banget... betul, kita harus menghilangkan pemikiran tp si A begini menghadapinya si B begitu. Cara kita ya cocok utk kita, blm tentu bisa buat orang lain dan begitu jg sebaliknya... Be happy always yak dek... krn semuanya kamu putuskan sendiri ^_^

    ReplyDelete
  28. Iyes, mau bahagia atau ga itu pilihan. Diri sendiri yang nentuin ya Teh. Ngomongin masalah jangkar pemikiran saya jadi pengen latihan punya jangkar juga biar ga konformis

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang konformis juga perlu mba sesuai lingkungan dimana kita ada :D
      tapi emang baiknya kita mesti punya jangkar caranya pasti mba Ipeh sudah khatam lah :)

      Delete
  29. Kalo aku bahagia karena orang2 yang aku sayangi juga bahagia. Tapi kadang aneh ya ada temen yang ga suka berbagi rasa happy ini. Introvert gitu senengnya sendiri, jadi lihat apa2 dari sisi negatifnya duluan, capek kalo gini hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu yg perlu kita hindari mba hahaha drpd ketularan :p

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design