Menjadi "Mata Air" Jernih Lewat Kisah "RUDY"

review buku Rudy, kisah muda sang visioner BJ. Habibie

Menjadi "Mata Air" Jernih Lewat Kisah "RUDY"

 Blurb :
Ini adalah perjalanan Rudy Menjadi B.J. Habibie.
Rudy adalah kisah yang disusun dari cerita-cerita B.J. Habibie yang belum diceritakan sebelumnya. Ini adalah kisah tentang perjalanan tumbuh dewasa seorang anak laki-laki dan Indonesia yang masih belia.
Tak banyak yang tahu bahwa cita-cita membangun industri pesawat terbang untuk Indonesia justru berawal dari ketakutan Rudy akan pesawat pada masa perang Dunia kedua. Tak banyak juga yang tahu kisah cinta tersembunyi Rudy sebelum akhirnya ia bertemu Ainun, cinta sejatinya, dan fakta bahwa Rudy tak terlalu suka kata "mimpi" sebagai kata ganti apa yang sangat ia inginkan. Baginya, "cita-cita" adalah kata yang lebih menjejak dan nyata.
Dalam buku ini kita akan temukan alasan kenapa Rudy jengah bila dipanggil jenius, tapi lebih senang bila disebut sebagai pekerja keras yang setia. Setia pada cita-citanya. Setia pada cintanya. Kita akan mengikuti perjalanan bagaimana B.J Habibie yang kita kenal datang dari bentukan visi besar orangtuanya, pengorbanan keluarganya, dukungan para sahabatnya, dan inspirasi terbesarnya : Indonesia.


Sudah lama sekali saya ingin membuat ulasan buku ini, Buku Rudy ini saya dapatkan sebagai hadiah pemenang blog ke-3 selain uang tunai pada tahun 2016. Kini setelah Eyang B.J. Habibie tiada rasanya saya ingin menuliskan sekelumit perasaan saya mengenai buku tentangnya.

Buku Rudy ini bercerita sisi muda sang visioner dalam menggapai CITA-CITAnya untuk membuat pesawat terbang di Negeri Tercinta Indonesia.

review buku Rudy, kisah muda sang visioner BJ. Habibie



Diawali dengan cover bukunya dibuat dengan foto alm. Rudy sendiri yang sedang memegang pesawat terbang. Foto tersebut diambil ketika Rudy masih berusia 19 tahun dan pesawat yang ia pegang adalah pesawat kecil yang bisa terbang dan dibuat oleh dirinya sendiri di Jerman selama ia mengikuti magang kerja.

Bagi saya ini memberikan daya tarik tersendiri, entah bagi para pembaca lain yang hendak memilih buku ini sebagai bacaan? apakah sama jua tertarik?

Btw usia 19 tahun temans sudah buat apa? pesawatkah seperti alm. Rudy? atau seperti saya masih jadi mahasiswa galau sekarang makan besok kagak :D.

Paragraf pembukanya sudah mulai menggetarkan semangat saya, disitu dikatakan jika kesuksesan tidak terlahir begitu saja akan tetapi dimulai dengan kesulitan bercampur derai tangis dan air mata *ini kata-kata saya sendiri* biar agak lebay 😂.
"Masa kini adalah bagian hidup yang menunjukkan bahwa orang besar tak serta merta besar karena dia memang genius sejak kecil, melainkan harus dibentuk oleh luka, kegagalan, serta kesalahan" Pengantar Penerbit-xi,xii

Sebetulnya film Habibie-Ainun sudah mewakili isi bukunya hanya saja memang versi buku lebih membuat saya berfantasi membayangkan bagaimana kehidupan sang visioner ini.

Masa kecil yang penuh rasa ingin tahu bahkan yang tentang balon tiup alias k*nd*m yang ditemukan temukan teman-temannya. Mereka menanyakan kepada Rudy mengapa balon yang ia temukan bentuknya memanjang tidak bulat seperti yang Rudy terangkan.


Jujur saya ngakak baca part ini, bagaimana Mami yang panik hingga menyuruh Rudy kumur-kumur setelah meniup balon panjang itu 😂😂.


Part lain yang saya suka dalam buku ini, saat Rudy bersama Papinya berjalan-jalan menyusuri hutan (tahun 1944 bulan november kondisinya saat itu mereka sedang mengungsi ke desa kecil Lanrae karena pengeboman yang dilakukan oleh pihak sekutu Amerika dengan sasaran Pelabuhan Parepare).


"Menurut kamu, kenapa semua tanaman di sini bisa tumbuh subur?"
"Karena dekat dengan air" jawab Rudy polos
"Benar, karena itu kamu harus jadi mata air". Kalau kamu baik semua yang di sekelilingmu juga akan baik, kalau kamu kotor semua yang di sekitarmu akan mati. Coba lihat, tanaman di sini tidak cuma sejenis, kan? "itu artinya mata air memberikan kebaikan tanpa pilih-pilih"
"Papi, apa Rudy bisa menjadi mata air?"
"Nanti akan Rudy temukan sendiri jawabannya".
Kedua orang tua Rudy percaya bahwa kesuksesan adalah BUAH DARI PENDIDIKAN. Mereka menyekolahkan semua anaknya di sekolah terbaik. Ini juga yang memotivasi saya pribadi untuk bisa menyekolahkan yang terbaik buat Neyna dan Rayi *insyaAlloh saya mampu aamiin.


Sejak kecil Rudy lebih dikenal sebagai anak yang lebih senang membaca buku dibandingkan main dengan anak sebayanya. Jadi wajar saja ya temans jika beliau pada akhirnya menjadi pandai dengan keahliannya.


Part Haru Dalam Buku Rudy



Ada beberapa part yang membuat saya berlinang air mata, yakni saat Rudy kehilangan Papi yang ia cintai sewaktu solat berjamaah.


Rasanya sesak membaca part ini terlebih juga di film-nya Donny Damara memerankan Papi dengan baik tak beda antara buku dan film menceritakan part ini sukses membuat saya sesenggukan.


Part lain yang mengharu biru adalah saat Rudy menderita TBC tulang, bahkan sudah dibawa ke kamar jenazah namun Rudy terbangun lagi. Yang bikin saya sesak sekaligus merinding, dalam kondisi parah dan kritis seperti itu Rudy mengambil pulpen dan menuliskan sebuah sumpah.


"Sumpahku!
Terlentang!!!
Djatuh!Perih!KEsal!
Ibu Pertiwi
Engkau Pegangan
Dlam perdjalanan
Djanji pusaka dan sakti
Tanah tumpah darahku
Makmur dan sutji!
Hantjur badan
Tetap berdjalan
Djiwa besar dan sutji
Membawa aku, padamu!!!

Dalam keadaan sakit saja masih mikirin ibu pertiwi, rasanya kok saya sendiri ga sampe mikirin yang berat hahaha...

Kisah Cinta Rudy


Dan tak lupa juga dalam buku ini dikemas cerita kisah cinta Rudy, jujur saya baru tahu sebelum akhirnya Rudy memilih Ainun dan jatuh hati pada dokter cantik Ainun ternyata Rudy pernah bersama dengan Ilona gadis Jerman yang mampu mengisi hari-hari Rudy.

review buku Rudy, kisah muda sang visioner BJ. Habibie


Namun sayangnya harus kandas karena Mami mendatangi Ilona saat Rudy sakit TBC Tulang xixixi..Pas baca ini saya kasihan juga sama Ilona hahaha..

Dan pada akhirnya Ainun-lah yang Rudy pilih hingga menjadi kasih abadinya. Ah sweet banget baca part ini.


review buku Rudy, kisah muda sang visioner BJ. Habibie

***

Kepergian Eyang B.J Habibie membuat semua berduka termasuk saya yang ngefans kepada beliau. Anak-anak era 90an pastilah mengidolakan beliau. Dan selalu jadi tokoh pemicu untuk anak-anak giat belajar.

"Ayo rajin belajar biar kayak Habibie bikin pesawat" bukankah demikian emak-emak zaman dulu kalau nyuruh anaknya? ah Eyang *al-fatihah* terima kasih atas inspirasinya dan dedikasinya hingga akhir hayatmu untuk ibu pertiwi.

Apabila saya jawab pertanyaan Rudy kecil "apakah aku bisa menjadi mata air"? yass Eyang Engkau sudah menjadi mata air untuk ibu pertiwi Indonesia!

Demikian review singkat buku Rudy, saya sedang merindukan bapak bangsa ini melihat kondisi ibu pertiwi sekarang :) Jadilah saya menuliskan review singkat tentang buku Rudy.

Temans sudah baca buku Rudy? atau memilih menonton filmnya?
 

Posting Komentar