Review Film "The Ant Bully"

review film the ant bully

Review Film "The Ant Bully"

Weekend lalu saya dan Neyna memutar berulang film The Ant Bully, film yang dirilis dari tahun 2006 namun baru sempat kami tonton tahun 2016 xixixi.

Film ini sengaja bunda pilihkan untuk Neyna tonton agar bisa sama-sama belajar meskipun saat ini Neyna belum paham betul yang ia tahu hanya itu tidak baik dilakukan hehehe.

Film ini menceritakan seorang anak bernama Lucas, diawal film dia di bully oleh temannya yang berbadan besar dan berulang-ulang anak besar itu berkata "Saya Besar dan Kamu Kecil, kamu ga bisa melakukan apapun".

Lucas yang malang tak punya teman dibully oleh teman-temannya hingga celana dalamnya sering robek karena ditarik dan ia dijatuhkan ke rumput.

Setelah itu apa yang dilakukan Lucas?ia melampiaskan kekesalannya kepada semut, ia menembakkan air menggunakan pistol air hingga koloni semut hancur, Lucas pun berkata kepada semut sama dengan ucapan temannya yang telah membully "saya besar dan kalian kecil, kalian ga kan bisa lakukan apa-apa" ekspresi Lucas begitu dendam saat mencoba melampiaskan amarahnya kepada semut.

Koloni semut yang tak bersalah menjadi korban atas kekesalan Lucas.

Dalam cerita film ini dimana ayah dan ibunya akan pergi liburan sedangkan Lucas ditinggal bersama neneknya Mommo dan Kakaknya Tiffany.

Lucas yang di bully dan membully balik semut memang diceritakan adalah sosok anak pendiam ditambah dengan penampilannya menggunakan kacamata menjadikan ia sebagai sasaran bully temannya.

Ia sendiri tak mau cerita kepada ibunya perihal celana dalam yang hilang padahal celana dalamnya rusak ditarik oleh temannya. Ibunya berfikir jika Lucas masih mengompol namun Lucas justru marah tetapi ia juga tak berani cerita.

Di rumah ia hanya bermain games pukul memukul sebagai bagian katarsisnya melepaskan emosi dengan games tersebut sedangkan untuk curhat ke orangtuanya sungkan.

Disisi lain koloni semut akhirnya sepakat untuk membuat Lucas jera dengan mengubah bentuk tubuh Lucas menjadi kecil seperti semut.

Dalam koloni semut ada penyihir bernama Zoc yang membuat ramuan untuk mengecilkan badan Lucas.

Dimalam hari setelah siangnya sudah menghancurkan, sekelompok semut masuk ke dalam kamar dan meneteskan ramuan ke telinganya sampe akhirnya Lucas mengecil seukuran semut. Lucas diadili oleh dewan semut dan keputusan ibu ratu semut, Lucas akan berubah menjadi manusia lagi jika ia sudah belajar menjadi semut. 

Film itu mengajarkan saya sebagai orang tua untuk bisa memberikan perhatian sehingga kelak Neyna bisa membentuk konsep diri karena menurut buku yang saya baca pelaku maupun korban bullying memiliki konsep diri yang rendah.

Sementara konsep diri diawali dengan cara penerimaan ortu kepada anaknya. Selain konsep diri tentunya saya sebagai orang tua perlu untuk mengajarkan kendali diri dalam emosi serta mengajarkan problem solving.

Ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah akan menjadikan anak menjadi emosi. Seperti kasus si Lucas, ia tidak tahu apa yang mesti ia lakukan untuk menghadapi temannya itu akhirnya ia bertindak tanpa berfikir untuk membully semut yang tidak bersalah. 

Kadang orang dewasa pun masih suka melampiaskan kekesalannya pada objek yang salah.

Misal dikantor ia di marahin boss-nya sampe rumah ia marah-marah ga jelas. Saya pun pernah melakukannya kepada Neyna karena kesyel sama pihak lain xixixi maafkeun yes anakku. Ga kan terulang lagi, jika terulang maka saya ga belajar yah hehehe.

Ada banyak hal yang membuat kita emosi namun intinya adalah pengendalian diri. J

Jika saat ini suara saya masih meninggi itu untuk mengajarkan kemandirian wkwkwk padahal mah ga, hal ini bertujuan karena saya ga ingin melumpuhkan kemampuan Neyna sendiri.

Hal lain yang membuat Neyna masih ketergantungan dengan saya sementara Neyna sudah mampu melakukannya sendiri. Mari kita saling belajar y nak.

Kembali ke film ini, sebagai anak tentunya Neyna akan bercermin dari Lucas untuk belajar menyadari bahwa apa yang dilakukan itu salah dan berani untuk menghadapi teman yang membullynya. D

iakhir cerita film ini, Lucas kembali menjadi manusia karena berhasil menyelamatkan koloni semut dan ia sudah mengerti mengenai kehidupan menjadi semut.

Setelah berubah menjadi manusia ia kembali berhadapan dengan anak besar itu, namun kali ini Lucas berani dan mempengaruhi teman-temannya yang berbadan kecil untuk membully si anak besar itu.
review film the ant bully
Sumber Google

Sekian review dari film The Ant Bully, semoga bermanfaat y :)

11 komentar

Avatar
angkisland Senin, 25 April, 2016

wah kayaknya film kartun yang menarik buat anak" y mbak...

Reply Delete
Avatar
angkisland Senin, 25 April, 2016

wah kayaknya film kartun yang menarik buat anak" y mbak...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 25 April, 2016

Iya bagus buat anak dan jg ortu biar dampingin jg saat ntn bhw jd ortu jg hrs aware biar tdk ada bullying pd anak maupun dilinkungan :)hehhe

Reply Delete
Avatar
Rusydina Tamimi Senin, 25 April, 2016

aku udah pernah liat ini, filmnya baguss buat ditonton emang. jempol jempol

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 25 April, 2016

hehehe..iya bagus ceritanya mereflesikan diri jika menjadi kaum lemah maka sbg kaum yg kuat tdk perlu melakukan hal yg semena-mena :)

Reply Delete
Avatar
Gustyanita Pratiwi Selasa, 26 April, 2016

Dulu tiap minggu siang suka diputar ulang di rcti ini mb herva
Cuma sekkarang ga pernah nongol lagi keganti acara dahsyat yang ga jelas juntrungannya durasinya huhu
Tokoh di ant built ini pas jadi manusia cakep juga ni
Tapi bukannya lucas tinggal bareng nenek kakeknya ya mb

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 26 April, 2016

wah qu malah ga tau mba taunya film ini durasi 1 jam lebih langsung beres gitu :p mungkin ada versi serialnya y hehehe. Thx infonya loh mba :)

Reply Delete
Avatar
Uwien Budi Selasa, 26 April, 2016

Sudah nonton ini bareng anak-anak berkali-kali. Memang bagus filmnya. Anak dan orang tua bisa belajar dari film ini.

Yang selalu saya bilang ke anak-anak pas nonton film ini adalah "jangan malu cerita apapun sama bunda."

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 26 April, 2016

Makasi Mba Uwien sudah berkunjung, hehehe iya kadang karena sbg ortu jg jarang untuk membangun komunikasi yg baik akibatnya niat anak untuk cerita jd sungkan :)

Reply Delete
Avatar
turiscantik.com Rabu, 27 April, 2016

Sepertinya filmnya bagus, coco ditonton bersama keluara. Makasih reviewnya mbak

Reply Delete