Belajar Chin Chai

4/11/2016
Kali ini bahasan yang ingin saya ulas tentang "Chin Chai", dalam percakapan sehari-hari sering mendengar kalau orang menyanggupi sesuatu ia akan bilang cincai lah itu, apa hubungannya ?Nah Chin Chai sendiri adalah tidak terlalu banyak perhitungan kalau bahasa kerennya mah easy going ga pengen cari masalah hidupnya Enjoy.

Istilahnya orang Chin Chai ga kan rudet hate, riweh pemikirannya. Makanya suka ada yang bilang itu mah cincai lah kalau menanggapi suatu permasalahan. Dalam kehidupan kerja masih ada aza yang belum Chin Chai, ditegor dikit nangis penuh drama, di ajak kerjasama sulit gabung, ada yang susah rekan kerjanya malah diketawain.

Fenomena persaingan di kantor memang berasa banget padahal belum tentu juga mereka yang dirasa menyaingi ingin unggul. Kalau sudah begini maka sangatlah tidak mungkin jika orang tersebut ngeselin dalam lingkungan kerjanya. Bukannya jadi chin chai tapi cing atulah rada bageur saeutik hehehe.



Di tempat kerja tentunya pasti menemukan orang yang belum chin chai. Yang segalanya dibuat ribet sendiri padahal tidak melulu kerja harus banget sesuai dengan aturan maupun prosedur yang berlaku. Mestinya bisa lebih fleksibel, sesuaikan saja dengan kondisi saat itu. Alih-alih ingin mendapatkan bantuan eh malah dapet siraman rohani ketika menghadapi orang yang belum bisa chin chai untuk menyelesaikan tugas.

Agak menyebalkan bukan menghadapi rekan kerja yang ga chin chai, susah banget diajak kerjasama semuanya dianggap ruwet sesuai prosedur. Padahal jika kita memudahkan orang lain tentunya Alloh akan memudahkan kita. Tapi memang kadang di kehidupan nyata saya bisa kemasuk ga chin chai tergantung menghadapi orangnya juga. Menghadapi orang dengan tipe "talk too much but can't do anything" malah bikin kesel hahaha.

Dengan Chin chai kita ga akan gelisah apalagi resah. Karena fikiran kita selalu positif, tenang semuanya serba menyenangkan. Biar bisa belajar chin chai, saya berusaha merumuskan hal berikut :

1. Memposisikan Diri Sebagai Orang lain 

Ketika kita berfikir ada di posisi orang lain tentu kita dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Namun tentunya ini semua tergantung dari kadar penerimaan kita masing-masing yang berbeda. Kadang kita akan jauh lebih baik kepada orang yang peduli dengan kita namun sebaliknya kita akan malas membantu ketika orang lain tidak pernah peduli dengan keadaan kita.

2. Positif Thinking

Takkala kita sudah berpositif thinking namun ternyata orang lain tak sesuai fikiran kita tentunya membuat kita kecewa. Yang seperti ini meruntuhkan benteng positif kita kepada orang lain. Memang sulit untuk menjadi pribadi yang berpositif terlebih di belakang sana banyak yang bergosip ria. Tapi percayalah dengan berfikiran positif hidup terasa menyenangkan. Menurut saya positif thinking ini sebagai pondasi untuk terus belajar Chin chai.

3. Apa Adanya

Susah memang jika sudah bawaan bermuka dua, depan bilang A belakang bilang B. Depan bermanis-manis belakang menginjak-injak. Lebih baik apa adanya sehingga semuanya akan terasa sejalan dan seirama ga perlu keruwetan hati.

***

Jika sudah menerapkan itu maka kita bisa mengambil manfaat dengan berlaku Chin chai. Manfaat menjadi orang chin chai ga hanya di lingkungan kerja tetapi dimanapun kita berada ada banyak. Kita akan memiliki banyak sahabat, hidup menjadi santai, rezeki berjalan lancar, keluarga pun menjadi harmonis.

Dengan belajar menjadi orang Chin Chai kita bisa selalu mengalah dan memberi di kondisi yang tepat. Selalu easy going bila masalah bertubi-tubi datang. Mari belajar Chin Chai di manapun berada dan setiap kondisi apapun yang menimpa kita.