Sekilas Mengenai Stroop Effect Test

tes warna, psikotes stroop effect test, psikologi

Sekilas Mengenai Stroop Effect Test

Terinspirasi dengan kegagalan anak saya dalam membedakan warna xixixi dimaklum usianya belum genap 3 tahun meskipun baru mengenal warna pink, coklat, ungu, hijau dan hitam itu membuat saya senang selain 5 warna itu tentunya ia belum bisa paling dijawab warna pink sebagai warna favoritnya.

Karena berkaitan dengan warna saya jadi teringat dengan 'Stroop Effect Test' kalau tidak salah waktu kuliah psikologi kognitif bunda bersama rekan kelompok membuat praktikum Stroop Effect Test ini. Latar belakang kelompok akhirnya membuat simulasi tes ini untuk melihat keseimbangan fungsi otak kanan-otak kiri tapi sebenarnya stroop effect tes ini lebih mengukur atensi atau perhatian individu.

Tesnya sendiri seperti ini :

tes warna, psikotes stroop effect test, psikologi
sumber : http://scistarter.com
1. MERAH    2. HITAM     3. UNGU     4. PUTIH

Intruksinya :  Diminta untuk menyebutkan warna tinta pada kata-kata warna tersebut. 

Jadi nomer 1 jawabannya BIRU
nomer 2 jawabannya MERAH
nomer 3 jawabannya HIJAU
nomer 4 jawabannya HITAM

sekilas memang terlihat sederhana bukan?tapi bagaimana jika tesnya diwaktu dengan banyak persoalannya?hahaha pusing-pusing deh. 


Jadi dalam stroop effect ini berkaitan dengan kemampuan dimana kebanyakan orang akan lebih cepat untuk membaca kata-katanya dibandingkan dengan melihat tinta warna dari kata-kata tersebut. Penemunya adalah John Ridley Stroop, dimana pertama kali diterbitkan tesnya dalam bahasa Inggris pada tahun 1935. Namun tes ini sebelumnya telah diterbitkan di Jerman pada tahun 1929.

Untuk efek Stroop ini melibatkan dan mengaktifkan area otak yang terlibat dalam persepsi warna nama bagian otaknya agak sulit dibicarakan hahaha (bilang aza lupa bun hehe). 

ah tes ini dianggap untuk mengukur perhatian selektif, fleksibilitas kognitif dan kecepatan pemrosesan untuk mengambil keputusan dan dapat membantu dalam diagnosis dan karakterisasi gangguan psikiatri dan neurologi. 

Wuih keren juga yah padahal sederhana loh bunda ga kepikiran sampe sono wkwkwk. *angkat jempol buat Abang John Ridley Stroop.

Para peneliti juga menggunakan efek Stroop selama studi pencitraan otak untuk menyelidiki daerah otak yang terlibat dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan cara mengelola gangguan di dunia nyata (misalnya SMS dan mengemudi). Kalau lebih jelasnya bisa searching di mbah google banyak berseliweran tentang stroop effect test ini. 



semoga bisa menginspirasi y dan bermanfaat. 




 

2 komentar

Avatar
Rach Alida Bahaweres Minggu, 25 Desember, 2016

Mba Herva, kayaknya ini pas buat aku yang sukanya multitasking. Beda ama Bunda Neyna nih yang kalau fokus pada satu bisa. Ya seperti kisah fokus ke Shuha. Hahhahahaa

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 26 Desember, 2016

hahaha iyes mba aduh Suha mengingatkan sajah :P

Reply Delete