Segenggam Rindu Untuk Ayah Nan Jauh di Sana..

pencapaian kementerian perhubungan 5 tahun terakhir, konektivitas untuk pemerataan pembangunan

Segenggam Rindu Untuk Ayah Nan Jauh di Sana..

Tahun 1997..

"Bu, minggu ini apakah Bapak pulang? tak sabar ingin menunjukkan neraca kertas buatanku ini!"
"Berdoa saja semoga Bapak kebagian Bus" 

Kenangan itu tak lekang dari ingatan, takkala menjalani kehidupan jarak jauh antara saya dan Bapak. Bapak sebagai pencari nafkah tumpuan keluarga, harus terpisahkan jarak demi membawa pulang beberapa lembar uang untuk kami yang menunggunya dengan setia.

Apabila dahulu rindu itu menjadi susah dibayarkan, kini hanya dalam hitungan jam saja saya bisa menuntaskan rindu untuk bertemu Bapak dengan mudah.

Bapak meniti karirnya sebagai pegawai negeri sipil, dahulu sekali beliau dinas di Ibu Kota Jakarta lalu berpindah-pindah hingga memutuskan untuk menapaki karirnya di kota Majalengka.



Di kota kecil ini, sama sekali tak memberikan banyak perubahan untuk tingkat kesejahteraan kami. Dengan berat hati, Bapak merantau kembali ke kota besar tanpa keluarga. Dan memutuskan untuk selalu pulang setiap minggunya.

Seringkali saya menahan kecewa karena Bapak tak kunjung pulang ke rumah. Padahal banyak cerita dan hal yang ingin saya tunjukkan pada Bapak perihal sekolah, keterampilan yang sudah bisa saya capai, perihal kerinduan yang seringkali datang tak menentu.

Begitulah kondisinya, menahan rindu untuk sang Ayah yang bekerja nan jauh di sana. Barangkali tak hanya saya yang mengalaminya, ada banyak anak menaruh harap bertemu dengan Ayahnya untuk pulang karena jauh merantau.


pencapaian kementerian perhubungan 5 tahun terakhir, konektivitas untuk pemerataan pembangunan


Dahulu Konektivitas Antar Daerah Menjadi Masalah


Sebelum pindah ke Majalengka, saya dan keluarga menetap di Bekasi. Majalengka adalah kampung halaman mendiang ibu. Di sana banyak sanak saudara sehingga jika waktu lebaran tiba maka kami akan mudik ke Majalengka.

Perjalanan menuju Majalengka dahulu harus ditempuh dalam waktu cukup lama. Saya masih merasakan sensasi rebutan bus hingga saya harus masuk lewat jendela bus agar bisa mendapatkan kursi.

Bapak yang tergopoh-gopoh berlari sambil memangku saya dan menggandeng koper rela berdesakkan dengan pemudik lainnya untuk bisa mendapatkan bus menuju Majalengka.

Maka saat Bapak harus meninggalkan kami semua di Majalengka, saya tahu bagaimana perjuangan untuk mendapatkan Bus menuju Majalengka.

Tak hanya Majalengka, di beberapa daerah urusan infrastruktur dan transportasi pun menjadi masalah. 

Ya..Masalah bagi para pejuang Long Distance Marriage...

Komunikasi yang sulit masih terasa sekali oleh siapapun karena keterbatasan infrastruktur di daerah masing-masing. 

Waktu tempuh untuk pulang ke rumah bisa berhari-hari lamanya, belum lagi mahalnya biaya transportasi maka para pencari nafkah memilih menabung rindunya.

Pulang boros tak pulang perih..

Komunikasi zaman dahulu pula masih terbatas, Bapak sempat membeli handphone dan berlama-lama dalam antrian mengular demi sebuah kartu provider.

Apalah gunanya, jaringan HP di desa masih belum seramai sekarang. Maka Handphone itu dijual kembali untuk biaya hidup kami.

Bapak pernah kirimkan sepucuk surat dengan uang puluhan ribu, berharap kirimannya bisa kami nikmati sayangnya hanya amplop kosong yang kami terima. Karena ada oknum yang telah mengambil hak kami di tengah perjalanan. Saking lamanya sampai ke rumah maka hanya amplop putih tak berisi yang ada.

Saya masih tinggal di pulau Jawa meski berbeda kota dengan Bapak, bagaimana dengan kawan yang berada di luar pulau Jawa?

Banyak diantaranya para pencari nafkah yang berjodoh dengan pekerjaan di luar pulau, meninggalkan keluarga dalam waktu yang lama.

Perjuangan ini mengisyaratkan pula bagi pemerintah untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan konektivitas antar daerah agar tiada lagi kesulitan yang pernah saya alami teralami pulak oleh anak-anak yang berpisah jarak dengan sang Ayah.

Pembangunan Infrastruktur Demi Konektivitas Antar Daerah

Temans, tahu mengenai ulasan tentang Konektivitas? salah satu program yang merupakan ketersediaan transportasi yang memungkinkan orang dan barang bisa mencapai berbagai tujuan dengan biaya umum yang wajar dan masuk akal.

Melihat kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas banyak pulau tersebut, maka hal yang perlu dilakukan adalah mempermudah akses antara satu dengan yang lainnya.

Oleh karena itu, pemerataaan infrastruktur dan transportasi menjadi solusi manis untuk meningkatkan konektivitas antar daerah. Pembangunan infrastruktur dianggap akan meningkatkan konektivitas dan merangsang daya saing antar daerah di seluruh Indonesia.

Pembangunan infrastruktur ini, tentu saja dimaksudkan oleh Pemerintah untuk memperkuat konektivitas, menyambungkan berbagai potensi ekonomi di seluruh Indonesia tanpa berat sebelah, memeratakan pembangunan hingga ke pelosok, menumbuhkan kegiatan ekonomi yang baru dan segar, serta meningkatkan distribusi barang dan jasa tanpa ongkos mahal.

Larinya kemana itu semua? kalau bukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran yang ada.

Tanpa akses transportasi yang mumpuni sudah pasti tidak akan pernah ada perubahan baik dari segi ekonomi dan juga keadilan sosial sebagaimana yang ada dalam pancasila.

Memang masih adakah ketidakmerataan? baiklah kawan ada sedikit cerita yang pernah saya dapatkan dari saudara yang tinggal di Papua.

Menurut penuturannya, harga BBM sangatlah mahal. Berkali-kali lipat harganya dibandingkan ketika ia pulang ke kampungnya di Jawa. Tak hanya BBM, harga beras, bumbu dapur dibandrol dengan harga selangit maka solusi yang ia lakukan bekal dari kampung untuk dibawa ke Papua.

Sejujurnya saya sedih mendengar kondisi yang demikian mencekik, saudara saya mungkin beruntung karena finansialnya dan bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Papua namun tetap saja baginya kebutuhan pokok di Papua MAHAL.  

Lalu bagaimana?

Sejak 4 tahun kebelakang, segala bentuk infrastruktur konektivitas telah dibangun mulai dari jalan tol, bandar udara hingga pelabuhan.

Infrastruktur yang telah dibangun, diantaranya :

👉  Jalan Tol : 

🚙 Jalan Tol Balikpapan - Samarinda (99,35km)
🚙 Jalan Tol Manado - Bitung (39km)
🚙 Jalan Tol Panimbang - Serang (83,6km)
🚙 15 Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (304km)
🚙 Jalan Tol Probolinggo  - Banyuwangi (170,36km)
🚙 Jalan Tol Yogyakarta - Bawen (71km)

👉  Bandar Udara : 

Edited by bundanameera.com

✈ Bandar Udara Kertajati - Jawa Barat
✈ Bandar Udara Internasional Yogayakarta

 👉  Pengembangan 5 Bandar Udara :

 ✈ Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang
 ✈ Bandar Udara . Babullah, Ternate
 ✈ Bandar Udara Raden Inten II, Lampung
 ✈ Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya
 ✈ Bandar Udara Sebatik, Nunukan


👉  Pelabuhan : 

🚢 Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung
🚢 Pelabuhan Hub Internasional Bitung
🚢 Pelabuhan Patimban
🚢 Inland Waterways (Cikarang-Bekasi-Laut Jawa)


credit by indonesiabaik

👉  Kereta Api :

🚆 Peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 413,6 km'sp
🚆 Light Rail Transit di Sumatera Selatan selesai dibangun
🚆 Light Rail Transit di Jakarta selesai dibangun
🚆 Mass Rapid Transit yang rampung pada tahun 2019



KEMENHUB melakukan pembangunan infrastruktur transportasi tersebut dengan pendekatan Indonesia Sentris untuk membuka keterisolasian, yaitu dengan memberikan dukungan aksesibilitas terhadap Daerah 3TP (Terluar, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan). 

Hal ini dilakukan dengan menyediakan prasarana yaitu 18 rute tol laut untuk menekan disparitas harga. 891 angkutan perintis di darat, kereta api, laut dan udara. 

Ada pula program Jembatan Udara untuk meningkatkan konektivitas logistik dengan menyediakan 39 rute yang dilayani sampai ke daerah 3TP untuk pemerataan serta kesenjangan ekonomi.


credit by indonesiabaik


Untuk menunjang produktivitas dalam konektivitas transportasi, pemerintah juga mengupayakan pengembangan konektivitas komunikasi yakni people to people connectivity untuk bisa menghubungkan seluruh ibu kota di Indonesia menggunakan jaringan broadband (internet berkecepatan tinggi).

Pencapaian infrastruktur di Indonesia dalam kurun waktu 2014-2019, menurut data The Global Competitiveness Report 2018 yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) Indonesia menunjukkan peningkatan dengan mencapai peringkat 71 dari 140 negara! Bravo...

pencapaian kementerian perhubungan 5 tahun terakhir, konektivitas untuk pemerataan pembangunan

Dan juga mulai terlihat manfaat konektivitas dari sisi pertumbuhan penumpang meningkat. Dari penumpang udara naik 6,5%, kereta api naik 8,9%, penyeberangan naik 1,3%. Tak hanya itu pertumbuhan angkutan barang juga mulai ada peningkatan. Dari tahun 2014 hingga 2017 jalur darat naik 3%, jalur laut naik 3%, angkutan udara naik 2,7% dan melalui jalur kereta api meningkat hingga 7,8%.

Secercah Harap Menuntaskan Rindu

Berdampakkah untuk keluarga pejuang Long Distance Marriage (LDM) yang mana kepala keluarganya bermil-mil jauhnya dari rumah? Tentu saja.

Perubahan serta pengembangan yang dilakukan oleh kementrian perhubungan menjadi harap untuk semua rakyat Indonesia salah satunya para pejuang LDM. Mereka pencari nafkah yang harus dinas atau mengais rezeki ke daerah-daerah kini bisa merasakan manfaatnya. Memilih berbagai moda transportasi baik darat, laut maupun udara menyesuaikan dengan kondisi.

Dalam kurun 4 tahun, infrastruktur berjalan dengan masif dan merata di pelosok tanah air, konektivitas yang makin tersambung akibat pembangunan infrastruktur bukan hanya memberikan kemudahan bagi mereka yang berjauhan dengan keluarga namun juga membuat ekonomi lebih EFISIEN.

Rindu itu bisa dituntaskan takkala transportasi unggul menjadi mudah diakses di daerah. Maka jarak tak jadi masalah untuk para pencari nafkah.

Beberapa rekan saya yang masih menjadi pejuang LDM, hingga saat ini menuturkan infrastruktur sudah makin membaik. Namun trendnya untuk harga layanan cenderung naik. Tentu saja menjadi tantangan bagi KEMENHUB membenahi prioritas.

What Next KEMENHUB? tak ada program yang berjalan sempurna tentunya masih perlu terus evaluasi dalam pengelolaan dan program selanjutnya demi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih maju.

Saya dan seluruh Rakyat Indonesia akan pantau terus progress KEMENHUB melalui : web KEMENHUB , instagram @kemenhub151 ,Twitter @kemenhub151 dan Facebook Kemenhub151!


***
Well, temans demikian yang bisa saya share kali ini. Menurut temans bagaimana? apa dampak yang temans rasakan dengan Konektivitas Untuk Pemerataan Pembangunan? yuk kita sharing 💋


pencapaian kementerian perhubungan 5 tahun terakhir, konektivitas untuk pemerataan pembangunan

 source : 
http://indonesiabaik.id/infografis/pemerataan-pembangunan-infrastruktur-konektivitas-1
https://www.obsessionnews.com/budi-karya-sumadi-meningkatkan-pelayanan-perhubungan-yang-andal/ 
https://nasional.kompas.com/read/2018/10/20/14144381/4-tahun-jokowi-jk-dan-catatan-pembangunan-infrastruktur?page=all
http://supplychainindonesia.com/new/penting-konektivitas-infrastruktur-untuk-efisiensi-transportasi/
https://news.detik.com/kolom/d-3211133/review-program-konektivitas-indonesia

127 komentar

Avatar
Alfa Kurnia Selasa, 12 November, 2019

Bagi sebagian orang, pembangunan infrastruktur tidak lebih penting dari aspek lain. Tapi bagi pejuang LDM dan orang-orang yang tinggal di daerah terdampak, pembangunan konektivitas bermanfaat sekali untuk memperlancar perjalanan dan meningkatkan kegiatan ekonomi ya.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Selasa, 12 November, 2019

yass mba sangat bermanfaat semoga 5 tahun selanjutnya bisa terus lebih baik lagi

Reply Delete
Avatar
Aldila Kun Condroweni Selasa, 12 November, 2019

Alhamdulillah berkat kemajuan teknologi skrg komunikasi tak terhalang jarak ya mbak.. Untuk transportasi pun gitu.. Yg kerasa banget nih kereta api.. Skrg kereta api udah nyaman betul dijadiin sarana transportasi jarak jauh sekalipun..

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Selasa, 12 November, 2019

konektifitas transportasi dan komunikasi saling support jadi semuanya mudah :) yass banget aku baca kisah pak Jonan sbg transformer KAI bravo Pak Jonan

Reply Delete
Avatar
dianisekaring Selasa, 12 November, 2019

Berkat kemajuan infrastruktur jadi mempermudah orang-orang yang harus terpisah jauh dari keluarga yah Mbak. Apalagi kalau LDM, pasti rindu sekali rasanya berkumpul dengan keluarga. Semoga sektor transportasi Indonesia bisa lebih baik lagi.

Reply Delete
Avatar
Keke Naima Selasa, 12 November, 2019

Bertepatan dengan Hari Ayah juga, saya lagi mikir kalau perjuangan para ayah pun sebetulnya sama luar biasanya dengan ibu. Jangankan yang LDR, setiap hari ke kantor untuk mencari nafkah tentu bukan hal mudah. Setiap hari kena macet juga perjuangan. Apalagi yang LDR, ya. Tentunya akan sangat terbantu kalau akses transportasinya bagus

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Selasa, 12 November, 2019

yas banget mba, peranan ayah dan ibu ya sama pentingnya yah :)

Reply Delete
Avatar
Afin Yulia Selasa, 12 November, 2019

Dulu semasa kuliah, paling mules kalau mau pulang. Naik bis mabuk, naik kereta yang lebih enak jalurnya rasanya nggak nyaman, kotor, dan crowded. Sekarang enak. Naik kereta tuh luar biasa enak, meski ekonomi sekalipun.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Selasa, 12 November, 2019

yass bravo perbaikannya mantab ya mba, akupun merasakan

Reply Delete
Avatar
Agustina Purwantini Selasa, 12 November, 2019

Ironisnya, trayek bis dari kota kabupaten ke kampungku sudah lama mati. Sejak orang2 punya kendaraan pribadi.

Reply Delete
Avatar
nurul rahma Rabu, 13 November, 2019

Iya banget nih Mak! Indonesia-sentris adalah keyword yg dipakai pemerintah dalam mewujudkan pembangunan. Keren banget yaa, sekarang konektivitas memudahkan kita semua
--bukanbocahbiasa(dot)com--

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

iya smeoga tetap menciptkan fasilitas yang ramah untuk rakyat aamiin

Reply Delete
Avatar
Sri Al Hidayati Rabu, 13 November, 2019

Kebayang deh nunggu suami 1 minggu sekali pulang ke rumah, kadang kalau sehari pulang telat ja suka sedih. Hiks. Alhamdulillah transportasi skrg udh makin maju ya teh jadi ga perlu risau lagi 🤗

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

iya teh alhamdulilah semua ada yah sekarang makin terkonek

Reply Delete
Avatar
Shireishou Rabu, 13 November, 2019

Ortuku di bekasi. Jd mudah ke sana dr depok.cm ibu keduaku di banyuwangi. Ke sana rumit. Seandainya ada kereta lgsg ke sana ga hrs ke surabaya trus ngebis ke sana, sku bakal sering balik. Naik bis sutabaya -banyuwangi itu HOROR. Traumatis sekali pas lewat alas kumitir
Good luck dg lombanya

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

makasih sharingnya mba semoga terus bertumbuh yah transportasi Indonesia

Reply Delete
Avatar
Okti Li Rabu, 13 November, 2019

Sejak pulang dari merantau di luar negeri saya sering ke Majalengka. Biasanya saya naik bus langsung Cirebon/Kuningan turun di Kadipaten. Lalu naik elf. Sekarang, kalau ke Majalengka biasa naik bus DAMRI. Tapi sama ke sananya angkot atau elf.

Dengan adanya pembangunan merata, semoga para perantau bisa pulang dengan mudah ya.

Yang ayahnya masih kerja di luar kota, semoga segera bisa dan mudah berkumpul di rumah

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

iya teh dan juga tarifnya ramah kantong hehehe

Reply Delete
Avatar
Rosanna Simanjuntak Rabu, 13 November, 2019

Sama dengan mba Agustina, kini sebagai anak perantau, naik pesawat untuk silaturahmi dengan ibunda, seperti kembali ke zaman 80-an. Hanya kaum high-end yang bisa merasakan.

Dahulu dengan 1,2jt sudah bisa sampai dari Balikpapan ke Medan. Bahkan kalau beruntung ada promo dengan 800rb sudah bisa berbagi kehangatan dengan handai taulan.

Kini 1,5jt hanya Balikpapan ke Jakarta, hiksss
Kembalikan, pesawatku!

Maaf mba, jadi curcol di sini :)

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

semoga jadi bahan PR untuk kemenhub ya mba pasti akan ada pembenahan dan evaluasi yang baik

Reply Delete
Avatar
Ria Andika Rabu, 13 November, 2019

Aku jadi ingat kenangan masa kecil, dulu aku juga terpisah jarak sama papaku, kami di palembang sedangkan beliau di Jakarta mencari rezeki. Pulang pergi naik bus jadi nunggunya bisa 2-3 harian

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

lama banget ya mba :) semoga zaman now makin dimudahkan

Reply Delete
Avatar
Jiah Al Jafara Rabu, 13 November, 2019

Bapakku dulu perantau, tapu pas aku kecil udah gak lagi. Bayangin zaman dulu, tinggal jauh dari keluarga, transportasi jarang dan lama, kudu banget nahan rindu. Alhamdulillah transportasi sekarang lebih baik

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

iya nahan rindu belum ada kecanggihan video call, surat-suratan ga mewakili kerinduan ya mba

Reply Delete
Avatar
Okti Li Rabu, 13 November, 2019

Membandingkan terbiasa menggunakan transportasi yang nyaman dan aman di luar negeri saat kerja di sana, pas pulang ke tanah air mendapati kondisi transportasi yang acak-acakan itu serasa makan hati. Tapi sekarang sudah lebih baik ya. Transportasi jalan dan kendaraan umum ke kampung saya pun sudah banyak mengalami perubahan

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

iyaya teh dulu pasti banding2in sekarang bolehlah disetarakan hahaha

Reply Delete
Avatar
nur rochma Rabu, 13 November, 2019

Aku masih LDM dan berdoa semoga suami nggak jauh-jauh mutasinya. Banyak teman dan tetanggaku yang suaminya tinggal di luar kota, luar pulau hingga luar negeri. Yang kami inginkan adalah transportasi yang unggul sehingga memudahkan perjalanan. Juga ongkos transportasi yang murah. Karena LDM itu butuh modal untuk menuntaskan rindu. Hiks...

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

semoga bisa menjadi bahan evaluasi KEMENHUB untuk menurunkan ongkos yang murah ya mba, sabarrrr

Reply Delete
Avatar
Niwanda Rabu, 13 November, 2019

Rekan di kantorku juga banyak yang LDM. Dengan semakin banyaknya sarana infrastruktur, semoga keterhubungan juga kian baik, ya, jadi lebih banyak pilihan yang terjangkau dan nyaman bagi yang masih belum bisa membawa keluarga ataupun juga untuk mengunjungi orang tua yang tinggal berjauhan karena penugasan.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

aamiin semoga next konektivitas terus menjangkau sampe ke pelosok dan memudahkan ya mba

Reply Delete
Avatar
Finaira Kara Rabu, 13 November, 2019

Kenapa hanya amplop kosong, Mbak, yang diterima? Wkwk, penasaran.
Karena dampak sarana infrastruktur saat ini, sih, aku memang nggak terlalu merasakan bagaimana perubahannya yang secara jelas terlihat. Tapi, masih ingat waktu kecil itu punya saudara jauh di luar pulau, karena nggak mampu beli tiket pesawat yang harganya seawang-awang, akhirnya harus naik kapal laut berhari-hari dengan fasilitas yang demikian itu dulu.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

karena diambil sama oknum kayaknya mba kan lama nyampenya huhuhu kusedih

Reply Delete
Avatar
mardanurdin.com Rabu, 13 November, 2019

Semoga pemerintah, khususnya Kemenhub makin memperbikin layanan transportasi yah mbak.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

aamiin terus berkesinambungan yah programnya juga tak lupa evaluasi berkala

Reply Delete
Avatar
Nunung Yuni Anggraeni Rabu, 13 November, 2019

Salut ya mbak buat kemenhub yang membangun sarana transportasi di segala sektor darat , laut dan udara. Jadi konektivitas antar daerah menjadi lebih mudah. Tidak ada lagi anak yang kangen papanya karena susah pulang seperti jaman dulu ya mbak..

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

betul mba semoga makin memudahkan yah

Reply Delete
Avatar
Winda - dajourneys.com Rabu, 13 November, 2019

buat yang nggak punya sanak saudara di rantau pasti ga akan berasa pembangunan infrastruktur kita ya teh, padahal aslinya kalau main lebih jauh pasti ngerasain gimana pesatnya

Reply Delete
Avatar
Helena Magdalena Rabu, 13 November, 2019

Salut sama kemenhub, ckp banyak upaya yang dilakukan utk menciptakan konektivitas menyeluruh..saya sih berharap warganya ikt bisa menjaga infrastruktur yg diberikan..dari kita untuk kita oleh kita

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

nah point pentingnya ini ya mba :)

Reply Delete
Avatar
Rini Novita Sari Rabu, 13 November, 2019

aku juga pengguna transportasi tol trans jawa yang terbantu bgt ,, bisa pulang kampung njenguk orang tua di desaaa huhu

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

alhamdulilah makin terkoneksi ya mba dengan orang tercinta

Reply Delete
Avatar
Lidya Fitrian Kamis, 14 November, 2019

Aku belum pernah lihat langsung bandara kertajati nih, paling lihat penunjuk jalannya di tol CIpali aja hihihi. Bisa gak ya nanti naik pesawat dari Halim ke Kertajati

Reply Delete
Avatar
Fenni Bungsu Kamis, 14 November, 2019

Infrastruktur yang memang perlahan berubah ke arah yang lebih baik sudah kita rasakan. Semoga kedepannya pun makin memudahkan masyarakat ya

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

semoga ya mba lebih baik lagi

Reply Delete
Avatar
Izza Kamis, 14 November, 2019

Jalan tol sih memang yg paling terasa progressnya. Sayang, kok ya, malah jalur udara yang tidak bersahabat dg kantong. Harapannya sih semua jalur transportasi nyaman dan ramah di kantong masyarakat, jadi banyak pilihan untuk digunakan. Bukan bagus di satu jalur, terus keok di jalur yg lain.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

aamiin semoga semua jalur transportasi ramah kantong

Reply Delete
Avatar
Siska Dwyta Kamis, 14 November, 2019

Yah semoga ke depannya di daerah seperti Papua juga mendapat bantuan pembangunan infastruktur transportasi, biar ketinggalan juga dengan daerah2 d luarnya. Soalnya saya pun merasakan betapa harga bahan pokok yang ada di sana selangit.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

aamiin semga jadi bahan evaluasi next untuk KEMENHUB

Reply Delete
Avatar
Ida Kamis, 14 November, 2019

Banyak kemajuannya ya semoga semakin lebih baik lagi ya ke depannya...

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

aamiin semoga ya teh lebih baik lagi

Reply Delete
Avatar
Nia K. Haryanto Kamis, 14 November, 2019

Iya ya, sistem transportasi, baik jalan maupun moda transportasinya, di zaman sekarang semakin memudahkan bagi yang berjauhan untuk melepas rindu. Semoga semakin hari semakin nyaman.

Reply Delete
Avatar
Eka Rahmawati Kamis, 14 November, 2019

Sekarang makin senang melihat kemajuan Transportasi di Indonesia makin beragam dan sangat bisa diandalkan. Mau berpergian ke suatu daerah juga gak ada lagi istilahnya 'mager' atau susah transportasinya hehehe

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

alhamdulilah yah tinggal siapin dananya yang kenceng

Reply Delete
Avatar
Wiwin | pratiwanggini.net Kamis, 14 November, 2019

Saya pernah LDR dengan Bapak juga, mba. Lamaaaaa banget. Dari saya kelas 1 SD hingga kelas 2 SMA. Dulu transportasi belum semudah sekarang. Jadi kami hanya nungguin Bapak pulang setahun sekali kalo pas libur kenaikan kelas (bapak saya guru SMP). Andai konektivitas itu dulu semudah sekarang, mungkin kami ga perlu menahan rindu bertahun-tahun..

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

sesak ya mba rasanya menahan rindu pada orang terkasih :)

Reply Delete
Avatar
Rizka Edmanda Kamis, 14 November, 2019

untung sekarang transportasi udah maju ya jadi banyak kemudahan yang kita rasakan semoga akan semakin baik kedepannya

Reply Delete
Avatar
Afifah Haq Kamis, 14 November, 2019

Bikin haru baca cerita awalnya teh. Peluk untuk semua anggota keluarga yang ditinggalkan kepala keluarganya untuk mencari nafkah. Alhamdulillah sekarang transportasi sudah semakin maju. Mudik ke Majalengka juga jadi makin nyaman ya teh.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

alhamdulilah makin mudah teh

Reply Delete
Avatar
Indah Nuria Savitri Kamis, 14 November, 2019

buatku ini salah satu kemajuan dan pembangunan nyata yang luar biasa dampak baiknya. And I salut our president and his Cabinet for realizing so many development goals. Kalau dulu - dulu hanya wacana aja..sekarang tol dan trans Sumatera serta Trans Jawa sudah jadiii..I Love it!

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

semoga terus ya mba Ind peningkatannya

Reply Delete
Avatar
Lina W. Sasmita Kamis, 14 November, 2019

Sekarang malah di Majalengka ada bandara ya Mbak. Infrastruktur di sana malah jadi tambah membaik. Jakarta - Majalengka bisa ditempuh dengan naik berbagai moda transportasi.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

iya ada bandara aksesnya banyak ada Cipali juga

Reply Delete
Avatar
Hidayah Sulistyowati Kamis, 14 November, 2019

Ah jadi ingat waktu diajak bapakku ke Banyumas, enggak ganti bis sih. Tapi jalannya lambat karena sering ada lobang di jalan. SEkarang mah seneng, jalan tol aja bisa konesi kemana-mana.

Reply Delete
Avatar
Visya Al Biruni Kamis, 14 November, 2019

Aku terharu membaca kisah LDM keluarga mba Herva dengan ayahnya. Alhamdulillah Kemenhub membantu menjembatani perjalanan ayahanda yah. Ternyata sudah pesat banget pembangunannya

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

makasih mba iya itu pengalaman dulu banget :p
alhamdulilah sekarang sudah konekksi kemana-mana

Reply Delete
Avatar
Qoty Intan Zulnida Kamis, 14 November, 2019

Aku ngerasain emang pembangunan di sektor transportasi emang makin memudahkan masyarakat berpindah tempat dengan mudah dan cepat... Meskipun adakalanya untuk itu masyarakat harus merogoh kocek lebih mahal seperti masuk tol dll.... Namun di sektor lain pun memudahkan dengan biaya yang terjangkau.... Namun apapun itu, tetap perlu apresiasi sih kerja kemenhub dalam periode ini

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

yah masih perlu dievaluasi ya mbaa

Reply Delete
Avatar
TIAN LUSTIANA Kamis, 14 November, 2019

Transportasi sekarang memang jauh lebih maju dibandingkan dulu yah teh, dulu mah susah mau kemana2 tuh, berhari - hari, sekarang mah banyak bandar udara pake pesawat lebih cepet.

Reply Delete
Avatar
TIAN LUSTIANA Kamis, 14 November, 2019

Mau ke luar pulau aja sekarang mah dalam hitungan jam yah gak berhari - hari lagi. Senengnya.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

iya teh, surat oge lama sampena hahaha

Reply Delete
Avatar
Uniek Kaswarganti Kamis, 14 November, 2019

Iya, jarak tempuh dan cara menempuh perjalanan makin membaik seiring dengan keberhasilan pemerintah menyediakan berbagai sarana transportasi yang memadai. Terutama ya kalau untuk orang Jawa tuh ada tol Trans Jawa yang kian memudahkan perjalanan dari ujung barat hingga ke ujung timur Pulau Jawa. Semoga di pulau-pulau yang lain pun akan terus bertambah baik.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 14 November, 2019

aamiin terus berharap konektivitasnya berjalan

Reply Delete
Avatar
Renayku Kamis, 14 November, 2019

Aku terenyuh sama tulisan ini. Emang ya kemenhub harus banyak bebenah. Alhamdulillah skrg udah lebih baik kondisi transportasi di Indonesia cuma harganya yang masih mahal.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

terima kasih banyak mba sudah membacanya :) semoga next bisa ada evaluasi namun jgn sampe lupa untuk mengapresiasi pencapaian yg sudah dibuat :)

Reply Delete
Avatar
Enny Ratnawati Kamis, 14 November, 2019

Memang benar, pencapaian kemenhub dan pembangunan lima thn terakhir luar biasa. Semoga merata ya sampai pelosok Indonesia dan daerah perbatasan. Aamiin

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

aamiin semuanya bisa merasakan

Reply Delete
Avatar
PuputFebriina Kamis, 14 November, 2019

Insfastruktur yang semakin berkembang jadi sangat memudahkan kita ya mbak

Reply Delete
Avatar
Fazirotul Firdaus Kamis, 14 November, 2019

Bersyukur banget pembangunan macam ini lebih banyak. Yg paling aku seneng sih tol Probolinggo-Banyuwangi, kalo pas mudik jadi lebih cepet nyampai. Alhasil rindu cepat terobati

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

alhamdulilah rindu itu terobati ya mba

Reply Delete
Avatar
Fazirotul Firdaus Kamis, 14 November, 2019

Bersyukur banget pembangunan macam ini lebih banyak. Yg paling aku seneng sih tol Probolinggo-Banyuwangi, kalo pas mudik jadi lebih cepet nyampai. Alhasil rindu cepat terobati

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

alhamdulilah semuanya terobati ya mba

Reply Delete
Avatar
Andiyani Kamis, 14 November, 2019

akibat jarak, waktu, dan akses yang tidak bersahabat bikin kesulitan untuk bertemu keluarga, tapi sejauh ini akses jalan mulai nyaman ya

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

iya semuanya terlampaui mba

Reply Delete
Avatar
Diah Woro Susanti Kamis, 14 November, 2019

Bener ya kata jokowi suatu hari. Dia ingin menyatukan sabang sampai merauke melalui perbaikan insfrastruktur dan transportasi buat memudahkan yang LDR salah satunya ya mba hehe

Reply Delete
Avatar
Melissa Olivia Kamis, 14 November, 2019

Semoga kemenhub terus berupaya membangun infrastruktur yg baik terutam untuk daerah2 terpencil ya. Menyatukan Indonesia kalo perlu hehehe

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

aamiin semoga merata konektivitasnya yah

Reply Delete
Avatar
Rani Yulianty Kamis, 14 November, 2019

Jadi ingat waktu kecil mudik ke Bungbulang Garut dengan transportasi yang sulit, untuk daerah pelosok kayaknya jalur transportasi tidak sepesat perkembangannya jika dibandingkan dengan kota ya

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

nah iya ya teh dulu susah banget :(

Reply Delete
Avatar
Monica Anggen Kamis, 14 November, 2019

Aku setuju banget tuh tentang betapa susahnya dulu mau ke mana-mana. Konektivitas antar daerah masih susah banget dan kalaupun ada biasanya mesti merogoh kocek dalam-dalam. Sekarang dengan pesatnya pembangunan infrastruktur ditambah tersedianya beragam transportasi yang bisa dipilih, mau ke mana pun jadi lebih mudah ya, Mbak. Semoga pembangunan di negara kita terus berlanjut biar dari Sabang sampai Merauke semuanya terhubung

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

aamiin semoga terus kontinue yah konektivitasnya jadi merata

Reply Delete
Avatar
Siti Hairul Dayah/ catatansiemak Kamis, 14 November, 2019

Pembangunan infrastruktur sekarang memang masive banget ya mbak. Menghubungkan antar pulau dan Kota. Semoga semakin banyak tempat terhubung

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

aamiin semoga merata ya mba

Reply Delete
Avatar
siska Pariska Kamis, 14 November, 2019

Dulu bapakku juga kerja diluar kota, beliau pulang seminggu sekali dan lumayan jauh perjalanannya tapi sekarang bersyukur setelah ada tol jd ga begitu lama d jalannya

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

alhamdulilah ya mba jadi ga lama

Reply Delete
Avatar
Cilya Jumat, 15 November, 2019

Memang tidak mudah ya mba membangun sebuah infrastruktur di bidang transportasi. Karena menyangkut banyak pihak terkait yang dilibatkan. Tapi alhamdulillah Kemenhub sudah mulai memperbaiki beberapa lini akomidasi transportasi di Indonesia.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

iya mba smeoga terus lakukan perbaikan :)

Reply Delete
Avatar
Artha Amalia Jumat, 15 November, 2019

terpisah dg orang tersayang itu perih banget kak. sejak ada tol jd terbantu. pasuruan - sidoarjo jadi cm se jam loh. waaah jadi lebih sering bertemu mama saya

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

alhamdulilah bisa tengokin mama terus ya mba

Reply Delete
Avatar
Lily Kanaya - www.Glowlicious.Me Jumat, 15 November, 2019

Keren ya program pemerintah sekarang, kalo dulu kayaknya kita males dengerin yg hanya tentang korupsi klo skrg ada kerja nyatanya

Reply Delete
Avatar
Ola Ayu Puspasari Jumat, 15 November, 2019

Aku tersentuh banget baca tulisan ini, jadi rindu sama ayahku juga huhu

Reply Delete
Avatar
Julia.K Jumat, 15 November, 2019

Semoga konektivitas ke pelosok negeri semakin terwujud. Memyambung rindu rindu bapak yg berjuang jauh Dr keluarga.

Reply Delete
Avatar
Nyi Penengah Dewanti Jumat, 15 November, 2019

Alhamdulillah ya Mba dengan transportasi yang sekarang sudah semakin membaik. Rindunya dapat tersampaikan dengan baik.
Bangga sama Indonesia

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

betul rindu itu bisa tertuntaskan dengan mudah

Reply Delete
Avatar
Aprillia Ekasari Jumat, 15 November, 2019

LDR emang berat di ongkir haha tapi kalau ada transportasi yang bagus dan murah tentunya sangat membantu sekali ya mbak. Masih menunggu gebrakan kemenhub terutama soal pesawat soalnya bagaimanapun negara kita negara kepulaauan jd utk efisiensi moga bisa pesawat dibikin murah lg kyk dulu. Kalau tol dan 'laut rasanya udah bagus banget.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 15 November, 2019

semoga bisa dievaluasi kembali ya mba masalah tiket pesawat :)

Reply Delete
Avatar
Tira Soekardi Jumat, 15 November, 2019

memang jarak dengan infrastruktur yang baik menjadi gak masalah ya

Reply Delete
Avatar
lendyagasshi Sabtu, 16 November, 2019

Bandung punya Kertajati, bandara baru yang indah.
Semoga transportasi menuju bandara juga dimudahkan dan dengan harga terjangkau.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Minggu, 17 November, 2019

Kertajati di Majalengka teh, aamiin semoga dievaluasi

Reply Delete
Avatar
Fanny F Nila Minggu, 17 November, 2019

aku ngerasain sendiri makin kesini transportasindi Indonesia semakin baik. Dan nyaman. Publik transport yang trus ditambah, tapi juga fasilitas tol pun dibuat semakin panjang, bandara dipercantik dan diperbesar. Banggaaa sih tiap kali melihat bandara kita semakin lama semakin bagus. ga kalah kayak bandara luar negri. MRT dan LRT sudah mulai ada. optimis banget indonesia bisa akan semaju negara2 yang sudah lebih dulu bagus transportasinya...

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Minggu, 17 November, 2019

semoga ya mba Fan lebih baik lagi dan konektivitasnya merata

Reply Delete
Avatar
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie) Minggu, 17 November, 2019

Sekarang gak perih lagi ya mbak, semenjak transportasi udara, darat dan laut bisa menjadi salah satu pilihan untuk kita. Apalagi semakin kesini transportasi kita semakin baik.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 18 November, 2019

iya mba :) semoga makin baik demi Indonesia maju

Reply Delete
Avatar
tempatulas.web.id Selasa, 19 November, 2019

Yaa allah sedih banget bacanya. Perjuangan orang jaman dulu itu emang benar-benar terasa banget. Dari mulai komunikasi yang terbatas sampai jarak yang rasanya dulu tuh jauhhh banget dan kaya nggak terjangkau. sekarang allhamdulillah udah banyak pilihan transportasi yang terjangkau harganya

Reply Delete
Avatar
Zilqiah Angraini Senin, 25 November, 2019

alhamdulillah ya infrastruktur dan pemereataan pembangunan di seluruh indonesia berjalan stabil dan memuaskan , smeoga seterusnya gak ada lagi transportasi terhambat karena jalanan dan lahan parkir yang minim

Reply Delete