Search

Evolusi Kereta Api Indonesia

Wah rasanya saya sudah lama tidak menuliskan tentang buku yang sudah saya baca diblog. Kali ini saya akan mengupas mengenai pembahasan yang ada dalam buku Jonan & Evolusi Kereta Api Indonesia.
  
Mengapa bisa saya membaca buku ini?karena pak Boss yang seperti biasa meminjamkan buku-buku manajemennya kepada saya. Sejujurnya saya tidak terlalu suka dengan buku berat macam ini membahas manejemen leadership. Jika novel setebal 500-an halaman bisa saya selesaikan dalam 1 hari namun buku bergenre manajemen leadership butuh waktu lama untuk menyelesaikannya 😓.

Akan tetapi buku mengenai kisah Pak Ignasius Jonan dalam merubah PT. KAI ini menarik bagi saya, sehingga saya hanya membutuhkan 3 hari saja mencerna isi bukunya dan menyimpulkan Pak Jonan WARBIYASAH 👍.

Seseorang yang bukan background Trasnportasi melainkan Bank mampu mengubah PT. KAI dalam kurun waktu 4 tahun sebagai BUMN Luar Biasa di Indonesia. Merubah BUMN yang terus merugi setiap tahunnya menjadi untung. Karenanya saya tak heran jika beliau meraih berbagai penghargaan  sebagai pencerahan bagi keruwetan PT. KAI yang dialami sudah bertahun-tahun. Cara kepemimpinannya mendapatkan apresiasi dari siapapun.

Review buku Jonan dan Evolusi Kereta Api Indonesia, Revolusi Perubahan PT. KAI, Mengupas perubahan sistem kerja KAI

Dalam buku dikupas bagaimana warisan masalah yang ada dalam PT. KAI yang sudah mengakar tentunya hal ini berimbas dengan budaya yang ada disana. Saya masih ingat saat kuliah dulu naik kereta ekonomi yang keadaanya jorok, banyak pengemis bahkan satu moment naik kereta bisnis mendapati toiletnya yang masyaAlloh ga ketahan baunya.
Penjualan tiket yang dilakukan Calo bahkan ada yang naik kereta tanpa beli tiket lalu membayar sejumlah uang ke petugasnya itu saya saksikan sendiri ketika satu kali saya menggunakan kereta sebagai sarana transportasi. Sepenggal pengalaman tak enak membuat saya patah hati dengan pelayanan yang diberikan, padahal sejujurnya naik kereta merupakan tranportasi darat yang bebas dari kemacetan. 

Membaca buku ini, sungguh saya kagum dengan cara Pak Jonan untuk menyembuhkan semua borok yang melekat di PT. KAI. Bahkan semangatnya yang tertulis mengalir kepada saya sebagai pembaca. Salah satu cara pak Jonan membangkitkan kesadaran dan semangat karyawan PT. KAI seperti ini :

"Senin, 31 Desember 2012 Jonan mengirimkan broadcast message evaluasi dan pencapaian tahun 2012 serta target tahun 2013 kepada seluruh jajaran PT. KAI. Ia mengakhiri suratnya dengan berkata tegas : Saya ingin menjadi BUMN terbaik lagi di tahun 2013. Kita harus bisa!" (Bab 1,hal 39)

Kata-kata sederhana namun bermakna semangat untuk terus mencapai target. Dari keseluruhan isi buku dalam 336 halaman ini, saya sangat fokus pada Pembenahan Pelayanan di PT. KAI. Kita tentu sudah merasakan bagaimana tertibnya dan mudahnya untuk mendapatkan tiket kereta tanpa harus melalui Calo.

Melalui layanan internet tinggal klik langsung naik (bab IV), kita akan banyak temukan situs resmi yang Jual Tiket Kereta. Menurut saya langkah perbaikan ini menjadi sorotan utama, bayangkan saja tiket kereta secara online dengan identitas penumpang akan mematikan usaha Calo yang berkeliaran. Seperti perintah pak Jonan keseluruh karyawan Sikat terus calo tiket! (hal 100). Hasilnya tak hanya bisa kita nikmati selaku konsumen namun di PT. KAI sendiri menumbuhkan budaya Integritas. 

Mengambil istilah dalam buku "Tidak Ada lagi Paijo di Loko" (Bab V, 113). Siapa Paijo? Seorang Wartawan yang bertugas sebagai koresponden di Yogayakarta namun pindah tahun 1998 ke Jakarta sehingga setiap weekend ia mesti bulak balik menggunakan kereta namun Paijo ternyata mendapatkan privilege naik kabin masinis dengan cara tidak pernah membeli tiket resmi dan memberikan salam tempel pada masinis. 

Sekarang adakah karyawan PT. KAI yang menerima salam tempel?tidak ada karena pak Jonan mengatur hak gaji sedemikian rupa sehingga harapannya budaya Integritas mampu tertanam.Masih adakah juga penumpang seperti PAIJO?saya yakin tidak ada karena pembenahan dalam prosedur tiket tentu menutup kesempatan Paijo-paijo lain berlaku seperti itu.

Pembenahan toilet setiap gerbong, pembenahan stasiun bahkan terjadi drama dalam penggusuran kios-kios tidak beraturan merupakan pergerakan yang Pak Jonan lakukan dalam hal membenahi kusutnya kereta api Indonesia. Pembenahan sistem didalamnya dengan penerapan IT mampu mengantarkan PT. KAI menyabet berbagai penghargaan.

Review buku Jonan dan Evolusi Kereta Api Indonesia, Revolusi Perubahan PT. KAI, Mengupas perubahan sistem kerja KAI


Majunya peradaban Indonesia bisa terlihat menjelang Idul Fitri, jika sekitar 4 atau 5 tahun lalu (buku ini dicetak kali pertama tahun 2013) maka semua kamera akan melihat ribuan orang mudik dengan berdesak-desakan, berebut masuk melalui pintu dan jendela, rintihan manula, kegelisahan para pemudik semua terpancar karena kacaunya sistem.

Semua headline news berlomba menampilkan suasana mudik menggunakan kereta dengan situasi yang bikin ngeri. Namun sejak 2012 kita akan menyaksikan pemandangan yang berbeda. Antrian menjelang hari raya menjadi tertata.

Cara kepemimpinan yang berani dan tegas memang sangat dibutuhkan untuk organisasi yang kacau. Membaca buku ini saya menjadi tahu sosok pak Jonan dikenal dengan perubahannya. Buku ini tak hanya sekedar cerita keberhasilan serta starategi yang pak Jonan lakukan namun juga dilengkapi dengan gambar-gambar serta tabel yang menampilkan data-data mengenai PT. KAI. Bagaimana teman apakah berniat membaca buku ini?saya sarankan untuk dibaca, saya berikan 5 bintang untuk buku ini.

Setelah menyelesaikan buku ini, saya penasaran untuk menggunakan Kereta Api sebagai transportasi Mudik ke Bekasi liburan weekend ini. Saya segera membuka leptop mencari situs penjual tiket kereta dan ternyata saya merasakan perubahannya meski belum merasakan kenyamanan dalam Kereta Api.

Aku Mudik Pakai KA, Anda luar biasa - transformer!
begitulah pesan Sarwoto Atmosutarno mantan Dirut PT. Telkomsel 
 Bab IV, 93

Semoga bermanfaat yah 💋

Judul buku    :Jonan & Evolusi Kereta Api Indonesia
Penulis          : Hadi M Djuraid
Penerbit        : Sarana Kata Grafika
ISBN             : 978-602-14116-0-5
Cetakan Pertama,  Juli 2013 
Cetakan Kedua, September 2013
Cetakan Ketiga, November 2013
336 Halaman

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun