Evolusi Kereta Api Indonesia

Review buku Jonan dan Evolusi Kereta Api Indonesia, Revolusi Perubahan PT. KAI, Mengupas perubahan sistem kerja KAI

Evolusi Kereta Api Indonesia

Wah rasanya saya sudah lama tidak menuliskan tentang buku yang sudah saya baca diblog. Kali ini saya akan mengupas mengenai pembahasan yang ada dalam buku Jonan & Evolusi Kereta Api Indonesia.
  
Mengapa bisa saya membaca buku ini?karena pak Boss yang seperti biasa meminjamkan buku-buku manajemennya kepada saya. Sejujurnya saya tidak terlalu suka dengan buku berat macam ini membahas manejemen leadership. Jika novel setebal 500-an halaman bisa saya selesaikan dalam 1 hari namun buku bergenre manajemen leadership butuh waktu lama untuk menyelesaikannya 😓.

Akan tetapi buku mengenai kisah Pak Ignasius Jonan dalam merubah PT. KAI ini menarik bagi saya, sehingga saya hanya membutuhkan 3 hari saja mencerna isi bukunya dan menyimpulkan Pak Jonan WARBIYASAH 👍.

Seseorang yang bukan background Trasnportasi melainkan Bank mampu mengubah PT. KAI dalam kurun waktu 4 tahun sebagai BUMN Luar Biasa di Indonesia. Merubah BUMN yang terus merugi setiap tahunnya menjadi untung. Karenanya saya tak heran jika beliau meraih berbagai penghargaan  sebagai pencerahan bagi keruwetan PT. KAI yang dialami sudah bertahun-tahun. Cara kepemimpinannya mendapatkan apresiasi dari siapapun.

Review buku Jonan dan Evolusi Kereta Api Indonesia, Revolusi Perubahan PT. KAI, Mengupas perubahan sistem kerja KAI

Dalam buku dikupas bagaimana warisan masalah yang ada dalam PT. KAI yang sudah mengakar tentunya hal ini berimbas dengan budaya yang ada disana. Saya masih ingat saat kuliah dulu naik kereta ekonomi yang keadaanya jorok, banyak pengemis bahkan satu moment naik kereta bisnis mendapati toiletnya yang masyaAlloh ga ketahan baunya.
Penjualan tiket yang dilakukan Calo bahkan ada yang naik kereta tanpa beli tiket lalu membayar sejumlah uang ke petugasnya itu saya saksikan sendiri ketika satu kali saya menggunakan kereta sebagai sarana transportasi. Sepenggal pengalaman tak enak membuat saya patah hati dengan pelayanan yang diberikan, padahal sejujurnya naik kereta merupakan tranportasi darat yang bebas dari kemacetan. 

Membaca buku ini, sungguh saya kagum dengan cara Pak Jonan untuk menyembuhkan semua borok yang melekat di PT. KAI. Bahkan semangatnya yang tertulis mengalir kepada saya sebagai pembaca. Salah satu cara pak Jonan membangkitkan kesadaran dan semangat karyawan PT. KAI seperti ini :

"Senin, 31 Desember 2012 Jonan mengirimkan broadcast message evaluasi dan pencapaian tahun 2012 serta target tahun 2013 kepada seluruh jajaran PT. KAI. Ia mengakhiri suratnya dengan berkata tegas : Saya ingin menjadi BUMN terbaik lagi di tahun 2013. Kita harus bisa!" (Bab 1,hal 39)

Kata-kata sederhana namun bermakna semangat untuk terus mencapai target. Dari keseluruhan isi buku dalam 336 halaman ini, saya sangat fokus pada Pembenahan Pelayanan di PT. KAI. Kita tentu sudah merasakan bagaimana tertibnya dan mudahnya untuk mendapatkan tiket kereta tanpa harus melalui Calo.

Melalui layanan internet tinggal klik langsung naik (bab IV), kita akan banyak temukan situs resmi yang Jual Tiket Kereta. Menurut saya langkah perbaikan ini menjadi sorotan utama, bayangkan saja tiket kereta secara online dengan identitas penumpang akan mematikan usaha Calo yang berkeliaran. Seperti perintah pak Jonan keseluruh karyawan Sikat terus calo tiket! (hal 100). Hasilnya tak hanya bisa kita nikmati selaku konsumen namun di PT. KAI sendiri menumbuhkan budaya Integritas. 

Mengambil istilah dalam buku "Tidak Ada lagi Paijo di Loko" (Bab V, 113). Siapa Paijo? Seorang Wartawan yang bertugas sebagai koresponden di Yogayakarta namun pindah tahun 1998 ke Jakarta sehingga setiap weekend ia mesti bulak balik menggunakan kereta namun Paijo ternyata mendapatkan privilege naik kabin masinis dengan cara tidak pernah membeli tiket resmi dan memberikan salam tempel pada masinis. 

Sekarang adakah karyawan PT. KAI yang menerima salam tempel?tidak ada karena pak Jonan mengatur hak gaji sedemikian rupa sehingga harapannya budaya Integritas mampu tertanam.Masih adakah juga penumpang seperti PAIJO?saya yakin tidak ada karena pembenahan dalam prosedur tiket tentu menutup kesempatan Paijo-paijo lain berlaku seperti itu.

Pembenahan toilet setiap gerbong, pembenahan stasiun bahkan terjadi drama dalam penggusuran kios-kios tidak beraturan merupakan pergerakan yang Pak Jonan lakukan dalam hal membenahi kusutnya kereta api Indonesia. Pembenahan sistem didalamnya dengan penerapan IT mampu mengantarkan PT. KAI menyabet berbagai penghargaan.

Review buku Jonan dan Evolusi Kereta Api Indonesia, Revolusi Perubahan PT. KAI, Mengupas perubahan sistem kerja KAI


Majunya peradaban Indonesia bisa terlihat menjelang Idul Fitri, jika sekitar 4 atau 5 tahun lalu (buku ini dicetak kali pertama tahun 2013) maka semua kamera akan melihat ribuan orang mudik dengan berdesak-desakan, berebut masuk melalui pintu dan jendela, rintihan manula, kegelisahan para pemudik semua terpancar karena kacaunya sistem.

Semua headline news berlomba menampilkan suasana mudik menggunakan kereta dengan situasi yang bikin ngeri. Namun sejak 2012 kita akan menyaksikan pemandangan yang berbeda. Antrian menjelang hari raya menjadi tertata.

Cara kepemimpinan yang berani dan tegas memang sangat dibutuhkan untuk organisasi yang kacau. Membaca buku ini saya menjadi tahu sosok pak Jonan dikenal dengan perubahannya. Buku ini tak hanya sekedar cerita keberhasilan serta starategi yang pak Jonan lakukan namun juga dilengkapi dengan gambar-gambar serta tabel yang menampilkan data-data mengenai PT. KAI. Bagaimana teman apakah berniat membaca buku ini?saya sarankan untuk dibaca, saya berikan 5 bintang untuk buku ini.

Setelah menyelesaikan buku ini, saya penasaran untuk menggunakan Kereta Api sebagai transportasi Mudik ke Bekasi liburan weekend ini. Saya segera membuka leptop mencari situs penjual tiket kereta dan ternyata saya merasakan perubahannya meski belum merasakan kenyamanan dalam Kereta Api.

Aku Mudik Pakai KA, Anda luar biasa - transformer!
begitulah pesan Sarwoto Atmosutarno mantan Dirut PT. Telkomsel 
 Bab IV, 93

Semoga bermanfaat yah 💋

Judul buku    :Jonan & Evolusi Kereta Api Indonesia
Penulis          : Hadi M Djuraid
Penerbit        : Sarana Kata Grafika
ISBN             : 978-602-14116-0-5
Cetakan Pertama,  Juli 2013 
Cetakan Kedua, September 2013
Cetakan Ketiga, November 2013
336 Halaman

78 komentar

Avatar
fajar herlambang Kamis, 13 April, 2017

hemm, coba pak jonan masih jadi meneteri perhubungan, mungkin akan jadi lebih baik daripada sekarang.:(

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 14 April, 2017

hemm mungkin sdh jalannya hahaha

Reply Delete
Avatar
Wisnu Tri Kamis, 13 April, 2017

Salut sama usaha beliau buat ngrubah image kereta api dari transportasi yg "amburadul" menjadi transportasi idola saat ini. bebas calo, nyaman, beli tiket mudah...

semoga semakin baik biar kereta api tetep jadi transportasi favorit masyarakat indonesia

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 14 April, 2017

aamiin keren bgt yah perubahannya terasa lbh rapi

Reply Delete
Avatar
Ade UFi Kamis, 13 April, 2017

Suka dengan perubahan yg beliau lakukan dengan pt kai. Saya termasuk pencinta transportasi ini sejak jaman kereta masih lalu lalang pengamen, pedagang dan pengemis. Skrg saya malah makin cinta dgn transportasi ini. Btw, in8 bukunya ada di toko buku kah? Atau jual online?

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 14 April, 2017

buku ini terbit 2013 mb ga tau de klo skrg masi ada apa ga hehehe best seller

Reply Delete
Avatar
Ghea & Hanif Jumat, 14 April, 2017

Iya mbak, kerasa banget perubahan kereta api dulu dan sekarang. Bahkan buat bepergian jauh juga rasanya ga ragu buat memilih naik kereta, karena emang nyaman sih yah...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 14 April, 2017

semoga ttp konsisten memberikan pelayanan yg terbaiky mba

Reply Delete
Avatar
Eri Udiyawati Jumat, 14 April, 2017

Pak Jonan memang luar biasa banget. Dengan perubahan besar yg dilakukan, KAI mampu menjadi layanan transportasi terbaik. Dulu, aku pun malas naik kereta api, tapi semenjak ada perubahan, ketika ke luar kota aku nyaman naik KAI.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 14 April, 2017

iya mba keren bgt hari ini aku buktiin perubahannya

Reply Delete
Avatar
Santo Ahmad Jumat, 14 April, 2017

aku jarang pergi naik kereta api mbk, dan gak tahu kalau bisa beli tiket online, terakhir naik kereta api pas SD dulu hehe.

Semoga perkeretaapian di INdonesia semakin bagus pelayanannya, katanya di dalam kereta udah nyaman mbk, udah gak ada pedagang asongan lagi.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Sabtu, 15 April, 2017

aamiin iya lbh tertib dan bersih kereeen

Reply Delete
Avatar
Mama Keizha Jumat, 14 April, 2017

Dan sekarang pak Jonan dipasang duet bareng pak Archandra untuk ngeberesin lahan basah ESDM hihi.. smoga figur2 profesional ini mampu melakukan reformasi besar2an di ESDM ya :D

Reply Delete
Avatar
Nefertite Fatriyanti Sabtu, 15 April, 2017

Bener banget perkeretaapian sudah jauh lebih bagus sekarang, keretanya, stasiun, pelayanan sudha jauh lebih baik

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 16 April, 2017

iyes mba aku uda merasakannya kemarin :) bravo KAI warbiyasah

Reply Delete
Avatar
ibu bahagia Sabtu, 15 April, 2017

Penting juga dibaca sama seorang HRD ya jenk..

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 16 April, 2017

semua kisah inspirasi penting buat dibaca jenk bikin kite nambah wawasan :D

Reply Delete
Avatar
Andi Nugraha Minggu, 16 April, 2017

Salut sama beliau, semoga kereta api menjadi transportasi yang menyenangkan, mengasikan dan bikin betah para penumpang :)
Aku penasaran pengen baca bukunya..hehe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 16 April, 2017

aamiin terus bisa mempertahankan KAI yang lebih keren :)

Reply Delete
Avatar
Mirwan Choky Senin, 17 April, 2017

Kira-kira buku ini ada gak ya di Gramedia?

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 17 April, 2017

waduh ga tau deh haha buku lama kang coba di online aja :)

Reply Delete
Avatar
iJeverson Senin, 17 April, 2017

pak Ignasius Jonan memang sosok yang inspiratif. Dari mentri perhub sekarang jadi mentri ESDM dan selalu memberi kontribusi nyata untuk Indonesia disetiap bidang yang beliau pimpin. beliau memang mantap!

Reply Delete
Avatar
Sandra Nova Senin, 17 April, 2017

Kenapa kamuh rajin banget baca buku2 ginian.. #salfok coba tularkan virus membacanya ke akuh, da sekarang aku pegang buku serius dikit langsung bobok -_-'

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 17 April, 2017

hahhaha tularkan fuhhh ditiup dugi ka mamih :p

Reply Delete
Avatar
Wuri Wulandari Senin, 17 April, 2017

Wah buku tentang Pak Jonan ya, sepertinya bagus :D

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 17 April, 2017

bagus mba mangga dibaca :)

Reply Delete
Avatar
Dewi Rieka Senin, 17 April, 2017

Memang kece banget KAI sekarang, saluut..berasa banget perubahannya, bikin ketagihan naik kereta..

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 18 April, 2017

iya mba kita butuh transformer kek Pak Jonan y :)

Reply Delete
Avatar
Lucky Caesar Senin, 17 April, 2017

KAI sekarang makiiin buaguss mbak sistemnyaa. . 😊😊😊 makasihh sharingnyaaa. . Pak jonan emang TOP yaak. Saluut. .

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 18 April, 2017

sama2 mba Lucky, iya KAI semakin mantap dan aku membuktikannya kemarin pas liburan ehhe

Reply Delete
Avatar
Leyla Hana Menulis Selasa, 18 April, 2017

Sekarang memang sudah bagus KAI, tapi karena gak ada pedagang asongan di stasiun jadi susah mau jajan euy. Pengennya sih ke depannya dikasih lapak-lapak yang tertata rapi biar tetap ada jajanan dan gak dikuasai pemodal besar saja (minimarket)

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 18 April, 2017

kemarin sih aku bekel mba jadi ga jajan deh hahaha

Reply Delete
Avatar
Syuna Mom Selasa, 18 April, 2017

Padahal backgroundnya bukan dibidang itu tapi pencapaiannya luar biasa yaa. Tinggal kita sebagai masyarakat yang makai KA nih ya juga mesti merawat hasilnya :D

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 18 April, 2017

yes betul mba kita sebagai customernya yg mesti menjaga :)

Reply Delete
Avatar
Uwien Budi Selasa, 18 April, 2017

Pak Jonan Keren sekaliiii!!! Aku tiap tahun mudik pake Kereta Api.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 18 April, 2017

yeay alhamdulilah semuanya suka dg perubahan KAI y mb

Reply Delete
Avatar
Lusi Selasa, 18 April, 2017

Malming kmrn hunting tiket tambahan. Alhamdulillah dapat. Kakekku dulu pegawai pjka. Keluhan suami & teman2nya di group senja (pegawai2 di jkt yg pulang jogja tiap weekend pake kereta) jarak bangku ekonomi skrg makin dipersempit dg depannya. Capek duduk tegak berjam-jam.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 18 April, 2017

aku kmrin pake yg eksekutif mba jd ga tau klo yg ekonomi sempit :)

Reply Delete
Avatar
widya ningsih Selasa, 18 April, 2017

Setuju banget kalau kereta api sekarang memang sangat berkembang baik, tidak ada lagi kerusuhan dan pengamen jadi semakin nyaman naik kereta api. BTW, keren ya Pak Jonan hehe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 18 April, 2017

iya mba terasa sx perubahannya yah aku baru kmrin nek kereta mantappp

Reply Delete
Avatar
Brian Prasetyawan Selasa, 18 April, 2017

Saya ingat, dulu naik Kereta ekonomi duduknya mesti nyari sendiri bangku yang kosong. Alhasil saya dan keluarga duduknya pisah-pisah. Suasananya sumpek, lantainya bertebaran sampah.

Setelah Pak Jonan megang PT KAI, kita bisa rasakan sendiri enaknya naik kereta

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 19 April, 2017

iya terasa sekali perubahannya y kang :)

Reply Delete
Avatar
Diah Kusumastuti Selasa, 18 April, 2017

Ingat dulu waktu masih kecil, naik kereta api ngenes banget. Mana sempat delay bbrp jam entah krn apa.. Hiks.
Sekarang sih udah beda banget. Hampir semua orang pasti akan bilang, enak naik kereta api! :)

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 19 April, 2017

terasa sekali bedanya y mba :) smg makin baik lagi KAI :)

Reply Delete
Avatar
Wahyu Widyaningrum Rabu, 19 April, 2017

Aku kaget banget saat naik KA kmr mbak. Semua serba teratur. Sak jam2me, nggak ada molor. Dan bersihhhh...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 19 April, 2017

iya mba aku juga kagum sama semua perubahannya :)

Reply Delete
Avatar
Nita Lana Faera Kamis, 20 April, 2017

Rasanya pas ke Jogja di 2013 baru ngerasain kalau naik KA Ekonomi itu jauh lebih nyaman dari kelas bisnis yg saya coba beberapa tahun sebelumnya. Apalagi pas naik kelas bisnis, jauh lebih nyaman sekarang.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 25 April, 2017

iya miss nyaman bangetlah pokoknya puas :)

Reply Delete
Avatar
Nusantara Adhiyaksa Jumat, 21 April, 2017

Setiap Bulan 2 kali pasti saya menggunakan Tranportasi Umum KAI, saat ini udah nyaman dan tepat waktu. jadi udah gak ada alasan buat tidak menggunakan Transportasi Publik Ini.
Harga sangat Cocok di Kantong, Bersih, AC, ...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 25 April, 2017

iyes sekarang pembenahannya terasa sekali tertib dan nyaman ya :)

Reply Delete
Avatar
Keke Naima Sabtu, 22 April, 2017

Pastinya sekarang kereta api termasuk stasiunnya semakin nyaman. Termasuk untuk kereta api kelas ekonomi

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 25 April, 2017

iya betul mba kelas ekonomi pun nyaman :)

Reply Delete
Avatar
Lidha Maul Minggu, 23 April, 2017

Iya lho, KAI sekarang keren dan patut dibanggakan. Saya nggak pernah naik kereta di masa lalu yang dari ceritanya bisa bikin hapus airmata, tahunya sekarang ini, pas sudah enak aja.
Nah, sekarang punya harapan besar di Kalimantan ada kereta kayak di Jawa gitu.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 25 April, 2017

hahahaha semoga y mba di sana bisa ada :)

Reply Delete
Avatar
Handdriati Senin, 24 April, 2017

Aku suka sm pak jonan... Soalnya sbg penumpang setia KAI kreta sekarang ma dl jauuuuuuuuuuh bgt bedanya...sekarang lebih enak pakek banget hehe...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 25 April, 2017

iya betul gebrakannya terbukti dengan pelayanan yang ditampilkan KAI :)

Reply Delete
Avatar
Maria Soraya Selasa, 25 April, 2017

kira2 pak jonan bisa kembali lagi jadi menhub gak yak ? aku ngefans sama pak jonan dari sebelum dia jadi menhub, maklum aku pengguna setia transpportasi umum

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 25 April, 2017

hehhee ga tau mba :) smg siapapun penerusnya mampu lebih berinovasi minimal mempertahankan yang sudah dibangun :)

Reply Delete
Avatar
Maya Rabu, 26 April, 2017

memang kita nggk tahu kenapa harus diganti sedang menurut kita sudah bagus , semoga saja penggantinya bisa lebih baik lagi ya
selamat pagi

Reply Delete
Avatar
evrinasp Kamis, 27 April, 2017

sayang ya sudah gak jadi menteri padahal kinerja sudah keliatan, aku suka dengan sistem kereta api yang sekarang, lebih clean

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 27 April, 2017

iya mba aku juga baru merasakan aroma perubahan KAI :)

Reply Delete
Avatar
Amanda ratih Kamis, 27 April, 2017

Syukur ada perubahan ya di moda transportasi kereta, inget dulu pulang dari senen, keretanya bauk, sumpek panas, bertahun kemudian eh udah pake AC :D

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Jumat, 28 April, 2017

iyes mba perubahan yang baik y :)

Reply Delete
Avatar
Wian Selasa, 02 Mei, 2017

Aku hanya beberapa kali aja naik kereta. Dulu jaman kuliah, aku sempet kapok pok naik kereta karena ya ampuunnn gak layak banget buat dinaikin. Kotor, banyak tukang jualan mondar mandir (eh itu kereta apa ya. Dati depok ke bekasi). Tapi terakhir aku naik kereta, suasananya udah beda banget. Jauhhhh lbh bersih.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 07 Mei, 2017

ya mba terasa banget perbedaannya y pak Jonan mmg warbiyasah sbg transformer

Reply Delete
Avatar
jalanjalankitadotcom Minggu, 07 Mei, 2017

pengen banget sebenarnya sebagai warga yang tinggal di Provinsi Bengkulu untuk juga menikmati hasil revolusi PT KAI mb, sayangnya Kota Bengkulu (ibukota Provinsi Bengkulu), yang ada baru sisa bangunan stasiun kereta api, tapi tanpa ada rel, dan blm pernah difungsikan, kereta api di wilayah sumatera, sepertinya memang masih menjadi transportasi sangat mahal dan sangat langka dijumpai kecuali beberapa wilayah yang sudah dibangun sejak masa penjajahan seperti Sumatera Barat, Palembang dan sejumlah Kota Besar di Sumatera lainnya. Di Bengkulu sebenarnya ada satu kecamatan yang menjadi titik pemberhentian kereta api penumpang dari Palembang, tapi lokasinya jauh di pelosok dan justru jauh dari akses jalan lintas, Saya juga heran knpa itu stasiun kereta api dibangun justru jauh dari lokasi akses masyarakat, mungkin peninggalan juga kali ya heheh, salam kenal mb. Btw suka sekali dengan resume Buku nya, kalo kato orang Bengkulu itu, Camkohaaaaa (sambil mengacungkan 2 jempol ke depan).

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Minggu, 07 Mei, 2017

ah iya kereta masi langka y di pulau lainnya smg kedepannya KaI makin merambah semakin menjangkau selurih daerah.
makasi uda mampir 👍😁

Reply Delete
Avatar
Ratna Dewi Rabu, 30 Agustus, 2017

Aku dari kecil hidupnya di stasiun dan tahu banget gimana kereta api zaman dulu. Soale ibuku jualan di kios stasiun dan rumah mepet banget stasiun. Dulu kereta identik sama kumuh. Di peron-peron sering banyak *maaf* tinja buangan dari WC kereta. Belum lagi asongan, orang gila, pengamen, copet, dan gelandangan di kereta n stasiun. Trus sering banget di stasiun ada orang jatuh kegilas kereta gegara turun pas kereta masih jalan dan biasanya mereka adalah pengantar. Kalau Lebaran, itu WC, loko, tempat duduk jatah petugas, sampai atap kereta semua ada penumpangnya. Bahkan ibuku sampe nyewain kursi plastik buat diangkut dan disewain petugas Reska di atas kereta. Kalau sekarang beda jauh. Semuanya bersih dan disiplin. Kata ibu, sejak Jonan semua kebijakan tegas banget.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 31 Agustus, 2017

makasi sharingnya mba Ratna :) bener2 evolusi y mba makanya butuh sosok leader yang berani

Reply Delete
Avatar
Afifah Haq Sabtu, 15 Juni, 2019

Oh ini ya teh artikel nya. Keren, salut nih sama pak Jonan. Coba semua pemimpin BUMN kaya beliau. Turut menyaksikan perubahan kereta api juga nih, dari yg dulu amburadul sekarang jd keren banget, bahkan kereta jadi transportasi umum favorit aku sekarang.

Reply Delete