Semua Karena "Nyaris"

Selasa, 27 Desember 2016
Nyaris Bunuh Diri

Saya baru ingat peristiwa di Bank West Tower berbulan-bulan lalu. Ada orang yang melompat bunuh diri karena tragedi besar dalam hidup mereka. Nah, kisah ini serupa. Ada seorang pelukis dan karena kecelakaan motor dokter harus mengamputasi lengan kanannya-lengan yang ia pakai untuk melukis. Akibatnya ia tidak bisa melakukan hal yang paling ia cintai di dunia.
Segera seyelah ia keluar dari rumah sakit, ia memanjat gedung tinggi, berdiri di pinggir puncak gedung itu. Ketika hendak melompat, ia melihat ada orang berjalan di bawah, pria tanpa lengan sama sekali, sedang menari di teras depan gedung itu. Ia ternganga melihat pemandangan yang tak disangka-sangka itu. Ia berfikir, "Ya Tuhan?aku baru kehilangan satu lengan saja sedangkan ada orang tanpa lengan sama sekali dan ia menari penuh sukacita!Apaan sih yang kulakukan sampai ingin bunuh diri segala ?".
Ia membatalkan niatnya, memutuskan untuk tetap hidup. Namun ia ingin tahu rahasia orang yang tak punya lengan ini, bagaimana ia masih bisa menari-nari sebegitu bahagiannya!Lalu ia lari turun hingga ke teras, berhasil menyusul pria itu, "Pak, Anda telah menyelamatkan nyawa saya?saya baru kehilangan lengan dan hampir saja bunuh diri. Anda selamatkan saya ketika saya melihat Anda, tak punya lengan, menari gembira di jalan. Kok Anda bisa begitu?Beritahu saya!".
Pria tanpa lengan itu berkata "Pak! Saya tidak menari gembira. Saya Cuma ingin menggaruk pantat saya." (dikutip dari Buku Cacing dan Kotoran 2- Hal 20).
****

Sengaja saya mengawali cerita ini yang saya kutip dari sebuah buku. Menarik isinya bukan?sering terjadi dalam kehidupan kita juga terutama berkaitan dengan keputusasaan lalu akhirnya kita mendapatkan satu moment yang menjadi titik balik perubahan diri kita. Saya juga pernah nyaris gagal wisuda karena ibu meninggal, nyaris gagal bikin paspor cuman gara-gara Kartu Keluarga, nyaris saja ketabrak mobil ketika hendak nyebrang. Dan peristiwa paling parah adalah nyaris saja jatuh ke jurang sewaktu saya duduk di kelas 4SD karena mobil bapak tetiba bannya gelosor sehingga mobil terguling ada di mulut jurang dan kami berasa main enjot-enjotan.


Jalan-Jalan Gratis Ke Kuala Lumpur Bersama Stellavingze (Part 1)

Jumat, 23 Desember 2016
Siapa sih yang ga senang dapat hadiah liburan jalan-jalan ke Luar Negeri?saya adalah salah satu yang beruntung menikmati jalan-jalan gratis ke Kuala Lumpur Malaysia selama 3 hari 2 malam. Kok bisa?iya bisa karena saya yakin bisa menang hahaha *dilemparin mouse*. Jadi sebelumnya saya mengikuti lomba menulis review buku yang ditulis oleh Datuk Stella yang berjudul "Kebahagiaan Yang Kutahu". Penasaran sama review yang saya tulis?mangga mampir kesini Review Kebahagaiaan Yang Kutahu.

Awal mula ada lomba review ini saya lihat ditimeline FB, Miss Nita sebarin banner tentang lombanya. Tanpa fikir panjang ditambah penasaran sama isi bukunya, kala itu akhir bulan september gajian belum muncul tanda-tandanya namun dengan kekerasan hati bobol juga tabungan saya demi membeli buku ini yang harganya fantastis, bombastis Rp 125.000 beli di toko buku online, belum termasuk ongkir makin gedelah saya mencongkel isi tabungan. Siang itu saya selesaikan transaksi pembelian lalu 2 hari kemudian buku ini mendarat syantiek di kantor. 

Kebiasaan saya jika punya buku adalah membubuhi TTD lalu sedikit kasih quote ala-ala gitu. Dan khusus buku ini saya tulis dengan penuh keyakinan "Bismillah tiket ke KL" *PD banget bukan?hahaha. Alhamdulilah keyakinan saya berbuah manis pada tanggal 15 november 2016 pengumuman melalui Line dan FB membuat saya gemeteran dan meleleh saking terharu ternyata cita-cita saya pengen ke KL terkabul persis seperti yang saya tuliskan. Saya bersama 5 orang lainnya berhasil memenangkan hadiah jalan-jalan ke KL pada tanggal 16-18 Desember 2016.

liburan-gratis-ke-kuala-lumpur

JNE Partner Terbaik Untuk Ibu Bekerja

Selasa, 20 Desember 2016
Sejak menikah saya memutuskan mengikuti akang suami ke Cimahi, tidak ada alasan lain yang mampu mengubah keputusan saya untuk selalu ada dalam suka dan duka bersama suami meskipun saya mesti tinggal di sebrang samudera *eciee. Sebagai Rakyat Republik Cimahi a.ka. RRC tentunya saya mesti adaptasi untuk berada dalam lingkungan seputar Cimahi terutama adaptasi jika saya ingin belanja kebutuhan saya pribadi sebagai Mamah Muda yang kepengen fashionable bak selebritis.

Sayangnya kebutuhan belanja pribadi saya tidak terpenuhi karena di Cimahi jarang toko baju bahkan untuk Mall pun hanya ada satu yakni Cimahi Mall (CIMOL). Meskipun cukup 10 menit menempuh perjalanan ke Cimol sayangnya saya cukup malas untuk belanja kebutuhan pribadi kesana. Selain sudah capek dengan rutinitas sebagai ibu bekerja, saya pun kurang cocok dengan aneka model yang tersedia di Cimol. Lantas pilihan saya hanya cukup membuka leptop dan memilih berbagai e-commerce yang menawarkan barang-barang kebutuhan yang saya sukai. Tinggal Klik lalu tiba deh di kantor, hemat tenaga dan waktu pastinya.

Sebagai pengguna jasa toko-toko online biasanya saya menggunakan satu jasa pengantaran terpercaya. Saya biasa menggunakan JNE Express sebagai pilihan jasa yang bisa mengantarkan barang saya sekaligus mengirimkan barang-barang yang hendak saya kirim kepada keluarga yang jauh dari Cimahi. Kebetulan Kakak saya tinggal di Bekasi dan orangtua ada yang tinggal di Serang. Tak hanya itu, kantor tempat saya bekerja juga hanya mempercayakan JNE untuk jasa pengiriman surat maupun barang-barang kecil ke customer atau ke cabang kantor saya yang ada di luar pulau Jawa. Jadinya pas banget saya ga perlu antar paket kiriman saya tapi dijemput oleh kurir JNE-nya. Makin males kan saya keluar kantor dan rumah xixixi.


Menyiapkan Masa Depan Lewat Investasi Rumah

Rabu, 14 Desember 2016
Berbicara tentang masa depan sebagai orangtua, saya dan akang suami sudah memiliki banyak planning bahkan ada yang sudah terealisasi namun mengalami kegagalan. Tak berarti kegagalan menyurutkan niat kami untuk terus berinovasi demi mewujudkan masa depan yang gemilang justru menambah motivasi kami berdua untuk terus memutar ide demi masa depan gemilang bagi keluarga kecil kami.

Salah satu cara yang kami lakukan demi masa depan adalah membuka usaha "WARNET" atau yang lebih dikenal dengan warung internet. Usaha ini adalah usaha pertama suami sejak tahun 2010 karena baginya perlu usaha sampingan selain bekerja untuk menjamin masa depan keluarga. Awal kemunculan bisnis ini meraup banyak keuntungan bahkan tahun pertama meraup untung beberapa kali lipat dari modal yang dikeluarkan. Tentu saja hal ini memberikan angin segar bagi langkah selanjutnya. Sayangnya kami tidak mengestimasi jika dikemudian hari akan terjadi revolusi media.

Sebagian orang dengan mudah mendapatkan koneksi internet melalui modem bahkan saat ini provider kartu HP memberikan layanan yang sangat memudahkan setiap orang untuk melakukan kegiatan yang menggunakan akses internet. Perlahan tapi pasti usaha Warnet kami, sudah tidak lagi menunjukkan taringnya, pelanggan berguguran hingga akhirnya pertengahan tahun 2016 ini resmi Warnet kami gulung tikar. Pemasukan tak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan dari sewa tempat, bayar pegawai hingga bayar listrik.



Delay 5 Jam Bersama Wings Air di bandara Adi Soemarmo Solo

Senin, 12 Desember 2016
Pagi itu pukul 06.00 wib saya sudah check out dari Hotel Syariah Solo, bergegas untuk breakfast namun perut rasanya udah ga bisa kompromi karena saking senangnya hari itu adalah hari kepulangan saya setelah 6 hari melanglang buana menjalankan tugas kantor di 2 cabang sekaligus cabang Bali dan Solo semacam roadshow kek artis-artis saja mengejar deadline. 

Setelah breakfast sekedarnya, saya langsung menuju mobil yang sudah disiapkan oleh pihak hotel Syariah Solo mengantarkan saya menuju Bandara Adi Soemarmo Solo. Jam menunjukkan pukul 06.20 wib dan tiba di Bandara 06.35 wib tidak terlalu jauh juga jaraknya antara hotel dan bandara sehingga saya sudah tiba tanpa kebut-kebutan pula tanpa menghadapi kemacetan lalu lintas juga. 

Rasa rindu sudah semakin membesar sehingga saya yang sudah berada di waiting room tak sabar menunggu panggilan untuk segera ke pesawat. Penerbangan Solo-Bandung hanya ada maskapai Wings Air yang ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam. Karena saya memilih penerbangan 07.25 wib maka estimasi saya tiba di rumah sekitar pukul 09.30 wib. 

Hari itu pula, Neyna akan check up ke dokter sehingga planningnya dari Bandara saya segera menuju rumah sakit menjemput Neyna. Koordinasi dengan suami bahkan dengan tukang taksi langganan sudah dilakukan. Benar-benar rasanya saya ingin segera sampai Bandung coret a.k.a Cimahi. Sambil menunggu panggilan, saya memainkan HP dan menjadi narasumber buat salah satu survey yang dilakukan oleh restoran siap saji. Dengan mendapatkan 2 gantungan sebagai balasan informasi yang digali dari saya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 wib namun belum juga ada panggilan penumpang segera bersiap menuju pesawat. Akhirnya pukul 08.00 wib diumumkan bahwa penerbangan ke Bandung mengalami penundaan untuk waktu yang tidak dapat ditentukan silahkan mengambil snack sebagai kompensasinya di gate tersebut. Lemas Hayati dengernya, udah gagal semua planning yang tersusun rapih, begitulah memang manusia hanya bisa berencana. 


Review Film : Sully

Minggu, 11 Desember 2016
Longweekend begini saya mau review film keren dari pemeran aktor ternama "Tom Hanks" film yang baru dirilis bulan september 2016 ini cocok banget buat mengisi liburan seru di rumah aja seperti saya. 
Film ini diangkat dari "kisah Nyata" sang pilot bernama Chesley "Sully" Sullenberger yang melakukan pendaratan di sungai Hudson Amerika Serikat pada tahun 2009 dengan sukses, selamat semua penumpangnya.

Alur cerita dalam film ini maju-mundur sehingga butuh pemahaman dan fokus yang cukup terlebih semua percakapan yang menggunakan bahasa inggris *macam orang pandai saja* hahahaha jadi saya butuh effort buat nerjemahinnya :D karena belum ada yang bahasa Indonesianya. Sebenernya genre film ini drama namun bagi saya yang nonton bikin merinding, bikin jantung berdebar dengan cepat. Seolah saya berada di posisi penumpang pesawat tersebut. Ya saya jadi inget penerbangan saya ketika bulan kemarin dari Manado - Surabaya dimana cuaca lagi hujan bikin pesawat goyang-goyang hebat. Saya cuman bisa pasrah dan berdoa buat keselamatan kami semua yang ada di pesawat waktu itu, baru bisa lega pas kapten pesawat info kita akan segera mendarat. Plong bener rasanya.

Nah film "Sully" ini juga bercerita tentang kisah bagaimana kapten Pilot "Sully" berhasil mendaratkan di atas sungai dengan selamat. Bermula dari ditabraknya pesawat oleh sekawanan burung yang menyebabkan langsung mesinnya mati. Pas bagian ini sumpah saya merinding nontonnya apalagi semua penumpang udah panik semua. Ada yang nekad nyalain HP kasih kabar keluarganya, ada yang terus-terusan bilang "I Love you Mom" dan yang bikin saya meleleh ada bayi yang juga ikut disana. Saya membayangkan pasti mereka semua ketakutan sekali. 


Membaca Bagi Saya Lebih Dari Sekedar Hobi

Rabu, 07 Desember 2016
Bercerita hobi bagi saya merupakan suatu kegiatan yang saya sukai bahkan saya sengaja pula sisihkan budgetnya untuk menyalurkan hobi saya tersebut. Apabila ditanyakan hobi maka pasti tegas saya menjawab : "Membaca". Setiap resume tentang saya entah itu yang ada di Curiculum Vitae, Portofolio maupun jenis isian yang mengharuskan saya menulis tentang hobi maka dengan mantap saya tuliskan "Membaca".

Namun tak semua buku saya sukai, sebagian besar saya memilih jenis novel sebagai buku yang disukai. Sempat saya tuangkan disini bagaimana cara saya dalam memupuk dan memelihara minat buku saya. Dengan begitu hobi saya yang satu ini secara khusus saya tanam terus agar tidak pudar. Masing-masing individu tentu memiliki kegemaran dan kesukaan yang berbeda, semuanya yang dipilih sebagai hobi memiliki manfaat dan keuntungan tersendiri layaknya sebuah fungsi benda.

Adapun bagi saya, informasi penting dalam hidup tak hanya saya dapatkan dari bangku sekolah maupun media elektronik akan tetapi dengan membaca buku saya mampu menyerap informasi penting. "Ah baca novel emang apa yang bisa diserap informasinya?" menurut saya pribadi novel ga hanya seputar fantasi atau imajinasi penulis yang dituangkan dalam rangkaian kalimat apik menjadi satu kesatuan cerita yang utuh. Namun selalu dibalik cerita meskipun tergolong fiksi ada makna yang bisa kita ambil, ada hikmah yang bisa kita petik, ada manfaat yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan real.


@Monumen Bom Bali Legian

Perubahan Hidupku : Si Pemalu Menjadi Trainer

Senin, 05 Desember 2016
Sepanjang kehidupan saya, hampir 17 tahun saya terkungkung dalam kotak bernama "MINDER". Krisis kepercayaan diri baik karena fisik maupun strata sosial dalam lingkungan membuat saya menjadi sosok yang pemalu dan pendiam. Tak mampu sedikitpun bisa menjadi asertif ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak saya sukai meskipun itu menyakiti diri saya pribadi. Pudar sepudar-pudarnya keinginan untuk bisa tampil secara mandiri. Saya lebih menyukai untuk dibalik panggung karena merasa kurang dan perasaan tak nyaman menjadi konsumsi indera penglihatan orang lain.

Bertahun-tahun saya menerapkan konsep diri yang salah menjadikan perilaku yang saya tampilkan salah pula. Hingga akhirnya saya menemukan satu titik untuk memulai berubah. Memasuki bangku kuliah, mulai menyadarkan saya yang selama ini tersesat dalam kotak "MINDER" sehingga membatasi ruang gerak saya sebagai seorang insan di dunia *uhuk berat*. Biasanya jika berada dalam kerja kelompok, tipe saya adalah biarlah saya yang meng-konsep, biarlah saya yang mengerjakan asalkan jangan saya yang mem-presentasikan kedepan. Satu kali, saya sudah mengerjakan semuanya namun ternyata rekan satu kelompok meminta saya juga yang maju menjelaskan. Apa yang terjadi?saya langsung keluar kelas tidak mengikuti mata kuliah tersebut dan menangis pulang ke kosan. Kalau sekarang saya ingat kejadian itu rasanya saya pengen banget narik tangan sendiri dan ga perlu pake insiden nangis pulang ke kosan.


Resensi Buku : Sukses Bekerja Dari Rumah

Minggu, 27 November 2016
Judul buku    : Sukses Bekerja Dari Rumah
Penulis : Brilyantini
Editor : Herlina P. Dewi
Penerbit        : Stiletto Book
ISBN           : 978-602-7572-35-5
Cetakan pertama,  2015
241 Halaman



Blurb :
Berkutat dengan rasa bersalah karena harus membagi waktu antara anak dan pekerjaan, akhirnya banyak perempuan memutuskan berhenti bekerja setelah menikah dan punya anak. Namun, masalah lain pun muncul. Setelah berhenti bekerja, lalu ngapain?banyak sekali perempuan yang ingin bisa terus berkarya dari rumah, tetapi tak tahu bagaimana cara memulainya. 

Buku ini membeberkan pengetahuan serta trik yang bisa dilakukan perempuan untuk terus berkarya dari rumah, seperti :
  • Berbagai macam pekerjaan untuk freelancer
  • Bagaimana cara memulainya
  • Keahlian yang dibutuhkan
  • Strategi marketing yang harus dilakukan
  • Trik membangun jejaring
  • Manajemen waktu dan keuangan untuk pekerja lepas
  • Sampai, profil para perempuan inspiratif
Buku ini memang didedikasikan untuk anda, perempuan yang ingin tetap berkarya dari rumah, baik bagi yang masih lajang, terlebih untuk yang sudah menikah dan punya anak.
*** 

Masalah Akan Menjadi Guru Bagi Kita

Sabtu, 26 November 2016
Berbicara guru maka mindset kita tentu akan mengingat kembali sosok-sosok bapak/ibu yang ada di sekolah. Selama 13 tahun saya menikmati proses belajar di bangku sekolah mulai TK, SD, SMP hingga SMA. Bahkan kemudian setelahnya saya mengenal dosen yang menemani selama ada di bangku kuliah. Begitulah siklus pendidikan pada umumnya. Namun entah kenapa saat dahulu saya masih cilik bahkan saya belum pernah memahami tujuan saya sekolah dalam arti yang mendalam bukan sekedar mendapatkan rapot, naik kelas, lulus UAN dapet NEM bagus. 

Yang saya tahu hanya itu, orangtua menyekolahkan agar mereka seolah membanggakan anaknya sekolah di Negeri dapet rangking 1 bahkan pernah menyabet juara umum dan gratis SPP. Lalu saya sendiri usaha jungkir balik karena diporsir dengan tujuan itu, goal saya hanya rangking, rapot ga kebakaran, masuk Negeri. Apakah saya belajar?ya saya belajar semuanya namun saya belajar teori saja. Jika kubus dengan tinggi sekian bla..bla maka luasnya adalah?nama latin tumbuhan padi adalah?bagaimana reaksi kimianya bila bla..bla. Ya sedemikian rupa saya menelan semua teori bahkan penuh drama tangisan untuk bisa menghafal semua teori dan rumus di luar kepala.

Dan saat menghadapi soal ulangan ada pula tatacaranya untuk meruntut persoalan yang diberikan guru, masih ingat dengan penjabaran seperti ini :

Soal > Ditanyakan > Jawab > Langkah-langkah penyelesaiannya > Hasil

Masih melekat dalam ingatan saya tata cara menjawab soal ini karena kali pertama saya masuk SMP kelas 1 saya mendapatkan pelajaran Fisika tak berapa lama kemudian ulangan dan hasilnya saya ga dapet nilai 10 padahal saya hafal banget rumusnya dan hitungannya pun benar sekali tanpa perlu saya menggunakan kalkulator. Saya kecewa lalu saya tanyakan pada gurunya, "Ibu hasil ulanganku mengapa tidak 10?padahal aku sudah menjawab dengan benar?" ibu guru pun tersenyum lalu menjawab "Herva meski kamu tahu rumus dan benar hasilnya tetapi cara kamu belum sempurna, kamu harus jabarin langkah-langkahnya seperti yang saya tuliskan diatas, hal ini ditujukan supaya ibu tahu sebenarnya kamu paham ga soalnya, yang ditanyakannya, langkah penyelesaiannya hingga ke hasil, semoga ulangan selanjutnya seperti itu". Jawab guru saya dengan senyumannya.
 

Antara DLK dan Keluarga

Kamis, 17 November 2016
Dalam kehidupan sehari-hari tak akan terlepas dengan namanya dilema. Hal-hal kecil pun tentu akan memberikan dilema tersendiri karenanya akan ada suatu hasil keputusan dari pilihan tersebut dan jelas ada konsekuensinya juga. Saya termasuk pribadi yang lamban dalam memutuskan karena mempunyai pertimbangan tertentu dalam memilih. Pertimbangan A-Z merupakan hal yang harus saya fikirkan karena saya tidak ingin ada salah satu pihak yang merasa tidak nyaman atas keputusan saya.

Dilema sendiri menurut KBBI adalah situasi sulit yang mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan/situasi yang sulit dan membingungkan. Dilema dalam hidup saya yang paling lumayan menyita fikiran saya adalah saat harus memilih Resign atau jadi IRT, Pengasuh vs Daycare, LDM vs Serumah. Namun akhirnya untuk ketiga masalah tersebut saya dapat mengambil satu pilihan dan menerima setiap konsekuensi yang saya pilih.

Hasilnya saya memilih menjadi ibu bekerja, memutuskan untuk menggunakan jasa pengasuh setelah akhirnya 6 bulan masuk daycare dan keputusan terakhir yang terpenting adalah saya, suami dan anak selalu bersama-sama meski bila kita berbicara kuantitas pendapatan lebih kecil dibandingkan jika suami melanglang buana namun semua itu kami putuskan secara matang. Bagi saya permasalahan ini tentu dirasakan pula oleh semua orang dan saya yakin hasil akhirnya berbeda-beda karena kita punya cara pandang yang berbeda.

Menjalani rutinitas sebagai ibu bekerja sudah mulus saya hadapi, tidak ada lagi keluh kesah capek dan sebagainya, tidak ada lagi drama pertengkaran dalam rumah karena pilihan saya sebagai ibu bekerja. Akang suami tersayang selalu mensupport saya dan inilah modal saya bisa percaya diri dalam bekerja. Tantangan saat ini yang bikin saya dilema dan berakhir galau adalah Ketika Pak Boss menugaskan saya untuk dinas luar kota. Selalu saya pengen pura-pura pingsan kalau ada penugasan keluar kota. Alasannya tentu keluarga yang saya fikirkan.



Bermalam di Aston Manado

Rabu, 16 November 2016
Gembira rasanya bisa menginjakkan kaki ini di tanah Sulawesi, saya tak pernah menyangka bisa mendapatkan perjalanan dinas sampai ke kota ini. Saya bersyukur bisa menjejakan langkah kaki tanpa merogoh kocek sendiri yup karena semuanya dibiayai oleh kantor. Perjalanan ke Sulawesi Utara dari pulau Jawa saya tempuh dengan jalur udara.

Keberangkatan dimulai pada hari minggu yang cerah, saya memutuskan untuk memilih perjalanan ke Manado dari Bandung pasalnya penerbangan dari Jakarta schedule penerbangannya waktunya hanya di jam subuh pagi kisaran jam 3 - 5 pagi onde mande ga kebayang dari Bandung jam piro kalau saya ambil penerbangan ini. Maka dari itu saya memutuskan penerbangan melalui bandara Husein Bandung meskipun transit dulu di Balikpapan.

Dari rumah saya sudah siap sekitar pukul 06.00 wib menunggu armada taksi yang tak kunjung datang bahkan ada drama kejar jemput segala maklum Contong masih belum dikenal luas oleh sebagian armada taksi *sedihnya*. Selama perjalanan menuju bandara lagi-lagi saya dilanda kecemasan yup macet di Contong dan di Pasteur, duduk sudah gelisah bahkan saya sudah bikin drivernya juga panik karena Pak Boss sudah check in dari pukul 07.30 wib sementara penerbangan pukul 09.25 wib.

Tiba di Bandara pukul 08.15 wib saya bergegas memasuki kawasan bandara dan langsung menemukan pak boss yang sudah menunggu syantiek di ruang check in. Btw saya baru lagi ke Bandara Husein tampilannya sudah ciamik deh. Menunggu sekitar 1 jam akhirnya ada suara merdu memanggil kami yang hendak melakukan perjalanan ke Manado.

Baru kali ini saya menggunakan Lion Air dan bersyukur tidak ada drama delay seperti yang selalu jadi kisahnya itu. Tak terasa waktu sudah pukul 11.45 wib namun di jam HP menunjukan pukul 12.45 wita baru sampe di Balikpapan hanya numpang pipis pesawat melanjutkan kembali perjalanan hingga ke Bandara Sam Ratulangi pukul 15.00 wita. Disambut dengan guyuran gerimis mengundang membuat Manado terasa adem.

Caraku Pelihara Minat Membaca Buku

Selasa, 08 November 2016
Bagi saya buku sudah menjadi kebutuhan pribadi meskipun kini saya sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri. Akan saya bagikan kisah saya mengenai kecintaan saya kepada buku. Saya dikenalkan kali pertama budaya membaca melalui almh. mamah, selagi kecil saya sudah diberikan asupan nutrisi otak dari majalah ringan untuk anak hingga buku-buku bacaan anak. Namun seusia saya SD saya lebih menyukai cerita bergambar karenanya saya menyukai majalah Bobo.

Beranjak remaja, saya pun meninggalkan majalah bobo rasanya sudah tak pantas membaca seri cerita Bobo, Bona ataupun Nirmala. Saat itu saya sudah mengenakan seragam putih biru, ketertarikan untuk mencari dunia lain dalam membaca saya temukan di perpustakaan SMP dulu. Dan paling menyenangkan kala itu saya diangkat menjadi siswa penjaga perpustakaan yang ditunjuk langsung oleh Ibu guru pengajar bahasa Indonesia. Riang gembira mengemban amanah ini, tak hanya tahu buku-buku apa saja yang ada diperpustakaan tapi saya tahu juga siapa saja siswa tak bertanggung jawab yang menghilangkan buku perpustakaan.

Sangat disayangkan perpustakaan selalu sepi, hanya ada segelintir orang yang mampir teman-teman kelas pun lebih memilih nongkrong di kantin. Seiring berjalannya waktu saya sudah tidak lagi menjaga perpustakaan. Saya lupa alasannya ah memorinya udah mulai kehapus maklum sudah tua hehehe. Untuk minat membaca buku sendiri ketika SMP dulu saya memutuskan membaca komik yang dikenalkan teman. Namun sayangnya diperpustakaan tidak ada.

Hingga saya dikenalkan taman bacaan yang menyediakan beragam buku komik oleh teman SD saya. Letak taman bacaannya cukup jauh dari rumah namun saya dan Shanti nama teman SD saya memberanikan diri demi mengejar komik impian kami. Kali pertama mengunjungi taman bacaan tersebut kami langsung memilih komik sebagai buku yang hendak kami baca. Hingga akhirnya saya berniat meminjam sejumlah buku komik untuk di bawa pulang. Sore itu saya pulang dengan hati riang membawa setumpukan komik ke rumah. 

Pertimbangan Sebelum Memutuskan Memelihara Kucing

Jumat, 04 November 2016
Siapa yang suka kucing?adakah yang sama seperti saya dan keluarga?. Sebetulnya udah dari gadis belia saya yang dulu masih unyu-unyu suka sama kucing, awal mulanya saya kenalan sama salah satu kucing Angora yang badannya gendut maka dari itu saya bertekad kelak pengen miara kucing. Keinginan pun menjadi nyata sekarang, Akang suami yang ganteng mirip Legolas *siapin kresek hideung* akhirnya mengadopsi Kucing Persia berusia 3 bulan.

Jauh sebelumnya memang kami suka kedatangan gerombolan kucing kampung yang mengeong setiap pagi bahkan sampai tak tahu diuntung si kucing menggondol ikan sekresek besar plus telor buat makan siang kita. Ga perlu sewa Sherlock Holmes atau mendatangkan Conan pasalnya jejak kakinya terpampang jelas di setiap deretan jalan lalu saya keluar tanduk sambil lari-lari menenteng sapu lidi ngejar kucing-kucing nakal itu.

Namanya juga kucing kampung tak tau untung malah bikin kami buntung beruntung tak saya laporkan ke RT setempat karena belas kasih saya kepada mereka. Ditambah diantara gerombolan kucing kampung tersebut ada betina yang sedang hamil tak tega rasanya. Selama kami disini, kucing kampung betina itu sudah beberapa kali hamil (inilah akibat pergaulan bebas) hingga terakhir minggu kemarin saya melihatnya. Kondisinya lemah ia menumpang neduh di teras depan rumah.

Padahal kalau lagi sehat setiap saya buka pintu dia udah menyambut saya pake karpet merah namun sayang hari itu dia terlihat lelah tak berdaya, saya lemparkan tulang ikan namun tak jua dia ambil. Malah diambil oleh kedua anaknya si hitam dan si belang yang setia menemani ibu kucing itu. Magrib menjelang si ibu Kucing masih diam saja tak beranjak dari teras rumah ditambah kondisi hujan cukup deras dan tak berhenti sehingga cukup dingin diluar. Akang suami yang baik hati lalu inisiatif membuatkan kandang dengan kardus dilapisi kain bekas dipindahkannya ibu kucing tersebut.

pixabay.com


Menyikapi Pembicaraan Rahasia

Senin, 31 Oktober 2016
Tak bisa dipungkiri dalam kehidupan tentu kita pernah membicarakan orang lain entah rahasianya, keburukannya, kejelekannya namun sangat jarang untuk membicarakan kebaikan orang lain dengan rekan terdekat, saudara, rekan kerja atau teman main kita. Dan ternyata kita juga pernah menjadi objek yang dibicarakan mereka dalam pembicaraan tersebut.

Saya tak memungkiri masih suka untuk membicarakan orang lain *istigfar* lalu tetap melakukannya lagi..lagi..lagi...dan lagi. Apalagi membicarakan artis-artis entah kenapa diri ini termotivasi untuk sekedar mencari tahu, mengomentari saja beritanya. Berita di TV, medsos banyak sekali mengumbar kehidupan seseorang bahkan privasinya sampe dikorek abis demi apah?demi mereka yang kepo. *ngacung sayah* padahal beritanya kebanyakan ga penting. *gubrakk*

Tapi bagaimana jika posisi kita dibalik ternyata kita ini termasuk objek yang sering dibicarakan oleh orang lain?bagaimana rasanya?saya mengalaminya, rasanya kecewa, ga keruan, langsung berfikir jauh padahal ga ada artinya juga mikirin omongan orang. Yang menjadi kecewa bagi saya justru orang yang saya nilai tak mungkin ngomongin di belakang malah ternyata ruar biasa jauh dari ekspektasi saya. Yang saya kenal personanya begitu baik, nyatanya jauh di belakang punggung saya mereka asik mencibir, menyinyir bahkan menjadi fitnah.

Kenapa kita bisa tahu ada yang ngomongin?menurut saya pribadi sesungguhnya orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan yang menurut mereka rahasia ada saja orang yang tak mampu menjaga rahasianya dan menyampaikan kembali kepada orang yang menjadi objek pembicaraan rahasia mereka. Akhirnya tidak perlu ditanyakan pasti ada keributan dan permusuhan jika kita ga slow menyikapinya.


Berusaha lapang dada dan ikhlas menerimanya namun tak semudah seperti melarutkan gula dalam kopi, saya sendiri pun butuh waktu untuk menetralisir kembali keadaan dan saya sulit untuk memakai persona atau topeng manis jika kembali berhadapan dengan mereka. Rasanya kok ya aneh saja saya sudah berpositif thinking tetapi ternyata dalamnya hati orang lain tak akan pernah bisa saya selami.

Bebas Anyang-Anyangan Pada Ibu Bekerja

Selasa, 25 Oktober 2016
Sebagai ibu bekerja di kantoran, menuntut saya untuk bisa bekerja dalam ruangan ber-AC. Terlebih kantor saya bekerja saat ini menggunakan sistem AC central sehingga mengharuskan saya menerima dengan legowo suhu ruangan yang kadang dinginnya minta ampun atau kadang panasnya ga ketulungan bikin gerah bila tiba-tiba mati. Padahal kondisi daerah tempat tinggal saya Cimahi ini termasuk dingin. Kebayangkan di luar sudah dingin masuk kantor tambah dingin berasa ada di kulkas.

Jika hujan turun terus seperti kondisi saat ini, sungguh bikin saya malas pergi ke kantor yang AC-nya dingin banget. Bahkan rekan kerja saya yang mengalami kondisi sakit akhirnya merelakan pindah ruangan karena AC di gedung corporate ini dingin banget. Dampak bagi saya sendiri karena dinginnya suhu ruangan di kantor adalah bulak balik ke toilet untuk buang air kecil (anyang-anyangan).

Kondisi kayak gini bikin ga nyaman pasalnya saya duduk dekat dengan atasan yang secara langsung memonitor saya. Kalau terus-terusan bulak balik toilet kesannya saya ninggalin meja kerja dan ga fokus sama kerjaan sementara kerjaan menanti untuk diselesaikan dan di report ke atasan. Untuk meminimalisir fikiran yang tidak menyenangkan pada atasan akhirnya saya memutuskan untuk "JARANG MINUM AIR PUTIH".

Namun pilihan untuk jarang minum air bukan langkah yang tepat pasalnya tenggorokan suka kering juga. Karenanya untuk mengatasi minimalisir bulak balik ke toilet saya selalu menahan buang air kecil. Hingga akhirnya ini menjadi habit untuk saya, ga di kantor, ga di rumah apalagi kalau sedang di jalan saya sering menahan-nahan buang air kecil.  



On Job Training di Toko, Siapa Takut?

Jumat, 21 Oktober 2016
Tepatnya tahun 2010, setelah saya memutuskan resign dari tempat kerja sebelumnya akhirnya saya lolos mengikuti serangkaian tes dan interview user yang mengubah status saya menjadi Karyawan. Sungguh tak terduga dari bayangan karena saya bisa diterima menjadi bagian di tim recruitment & selection salah satu ritel terkemuka di Indonesia dengan icon Lebah unyu tersebut.

Menjadi karyawan baru tentunya ada tradisi yang harus saya lewati disana agar memahami sekali jobdesc sebagai recruitment. Tradisi tersebut adalah training, selain mendapatkan training seputar knowledge mengenai human capital khususnya mengenai Planning and Development. Ternyata manajemen memutuskan saya dan rekan-rekan dalam batch training tersebut harus mengikuti training tentang Toko setelah pembelajaran Planning and Development selesai. Karena core business kantor saya dahulu ya ada di Toko Minimarket tersebut.

Training pengenalan seputar toko saya ikuti dengan menggunakan atribut pakaian hitam putih lengkap dengan sepatu dan kaos kaki hitam. Bagi saya menggunakan pakaian hitam putih ke kantor tidak seperti biasa itu adalah tantangan, terlebih memasuki area kantor seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak enak sama security kantor. Mereka selalu galak bagi mereka yang berpakaian hitam putih dikarenakan mereka yang berpakaian hitam putih adalah para pramuniaga dan kasir.

Review "Kebahagiaan Yang KuTahu" -Datuk Stella Chin-

Kamis, 20 Oktober 2016


Judul buku    : Kebahagiaan Yang Kutahu
Penulis : Datuk Stella Chin
Penyelaras Akhir : Leo Paramadita
Penyunting    : Saptono Raharjo
Penerbit        : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
ISBN           : 978-602-394-231-2
Cetakan pertama,  2016
208 halaman


  Blurb :
"Kisah seorang wanita yang ditulis secara tulus untuk menunjukan bahwa semua wanita berhak untuk bahagia. 
Stella Chin adalah pendiri StarLadies, organisasi pengembangan diri kaum wanita. Pada 2012, dia mendapat penganugerahan gelar Datuk di negara Malaysia, sebuah gelar kehormatan yang ditujukan kepada individu yang dianggap berkontribusi besar bagi bangsa dan negara. Uniknya, gelar ini biasa diberikan kepada kaum pria. Hanya sedikit wanita yang pernah memperolehnya.  
Lahir dari keluarga miskin, Stella Chin telah menikah di usia muda dan memiliki anak ketika berumur 21 tahun. Diusia yang masih belia, Stella sempat dua kali menghadapi ujian berat saat membangun bisnisnya. Semuanya dapat dilalui dengan gemilang berkat pola pengelolaan diri yang hebat.
Prestasi ini mengantar Stella memenangkan penghargaan Hua Guan sebagai Top Ten Outstanding World Chinese Business Women, America Stevie Award-Women in Business dan banyak penghargaan lainnya. Kini, Stella dipandang sebagai ikon wanita bisnis yang sukses di Asia.  
Tanpa bimbingan siapapun, Stella berjuang menemukan sendiri pola untuk menyeimbangkan antara pengelolaan diri, karier, hubungan pribadi dan keluarga. Stella mengamati  banyak permasalahan sosial didalangi oleh kondisi yang ada dalam keluarga. Atas dasar pengamatan ini, dia memutuskan untuk membangun organisasi pengembangan diri khusus wanita, yaitu StarLAdies. Stella mendorong para wanita muda menemukan empat kunci utama untuk mencapai kehidupan yang bahagia. Keempat kunci tersebut adalah Success (Kesuksesan), Transformation (Transformasi), Achievement (Pencapaian), dan Recognition (Penghargaan). Keempatnya akan membawa kita menuju pemahaman atas makna hidup yang sebenarnya. 
Kebahagiaan Yang Kutahu merupakan saripati dari pengalaman hidup Stella Chin. Semoga melalui buku ini, semakin banyak wanita yang terinspirasi untuk dapat mengelola hidup dengan cara yang lebih mudah, menemukan konsep kebahagiaan yang hakiki, dan melakukan transformasi diri menuju masa depan yang cerah. Karena Anda pasti bisa menjadi wanita hebat tanpa kehilangan pesona kewanitaan Anda!"

*** 
Buku ini saya dapatkan sengaja membeli karena penasaran dengan gelar "Datuk" yang diperoleh Stella Chin. Selain tentunya hadiah yang menggiurkan dengan menuliskan review buku ini xixixi. Apabila melihat secara fisik cover buku yang ditampilkan dengan foto Stella dan sedikit warna pink, tanpa harus membaca blurb saya yakin pembaca akan mengetahui bagaimana isi buku ini.  

Bicara Tentang Reward

Selasa, 18 Oktober 2016
Rasanya sebuah kompetisi dimanapun akan terasa hambar jika tidak ada reward yang bisa diberikan bagi peserta yang turut meramaikan kompetisi tersebut. Sebab reward sendiri merupakan salah satu motivasi bagi pesertanya untuk menampilkan maupun mengerahkan segala kemampuannya sebaik mungkin. Pada dasarnya memang kita akan selalu menyukai reward terlepas sedang mengikuti kompetisi atau bukan. Dan tentunya saya pribadi termasuk salah satu penggemar atas reward apapun yang dilimpahkan karena achievement yang saya capai. 

 Tidak ada yang membanggakan ketika sebuah reward kita dapatkan karena usaha yang telah kita lakukan. Namun tentunya usaha yang positif ya karena akan hadir kepuasaan berbeda dengan usaha yang menghalalkan cara-cara ga sesuai dan selaras sama koridor aturan tentunya penyesalan yang hadir bukan kepuasaan. Tapi itu semua tergantung dari pribadi masing-masing, indikator puas dan tidak puas akan memiliki kadar yang berbeda-beda.

Saya yakin kita semua mendambakan satu reward dari usaha yang maksimal. Beda gitu rasanya bener-bener puas. Bicara melulu reward saya teringat akan satu film yang menurut saya bagus sekali isi ceritanya. Sebuah film kartun berjudul "Wreck It Ralph". Berkisah tentang kehidupan dalam game. Ralph yang berperan sebagai penjahat dalam game "Fix It- Felix" memiliki tubuh dan tangan besar yang bertugas menghancurkan gedung begitu seterusnya permainan akan terhenti jika Felix bisa memperbaiki semua kehancurannya lalu diakhir games Felix mendapatkan medali. Sedangkan Ralph di buang dari atas gedung. Ralph merasa ia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil oleh teman-temannya di games tersebut dan Ralph merasa jenuh untuk menjadi penjahat. Ia menginginkan sebuah medali seperti yang selalu Felix dapatkan agar semua teman-temannya bisa menghargainya.

Terlebih ketika perayaan ultah games tersebut Ralph sama sekali tidak diundang padahal ia menjadi core personal dalam games tersebut. Salah seorang temannya melabelinya jika Ralph hanya seorang Penjahat. Perkataan tersebut sontak membuat Ralph tersinggung hingga akhirnya memutuskan pergi dari games tersebut. Dan ia akhirnya menyelinap ke games peperangan setelah ia melihat sebuah Medali pada salah seorang prajurit yang ia temui. 


Menghadapi Si "Pengeluh"

Rabu, 12 Oktober 2016

Kapan sebaiknya ngeluh?menurut saya pribadi itu adalah saat anda bulak balik toilet tak henti, saat anda demam ga turun-turun, saat kepala meriang dan badan pusing, saat perut tak bisa kompromi, saat gigi berdering nyut-nyutan maka silahkan datang ke dokter mangga aduin keluhan penyakit anda sesuka hati. 

Keluhan anda pasti ditanggapi oleh dokter dan diberikan obat yang manjur. Kalau sudah minum obat dan atas izin Alloh selesailah sudah penyakitnya. Coba keluhan anda diatas anda keluhkan ke tukang bangunan bukannya sembuh malah di semen bikin tambah drop bukan?harapannya sembuh malah sakit berkelanjutan jika kita salah mengadukan keluhan.

Itu adalah analogi yang saya fikirkan terkait dengan keluhan. Sama dengan hidup pasti ga akan selancar tol Cipali ada aja yang bergerinjul, maka dari itu ya sudah jalanin yang sudah anda pilih tinggal usahain saja biar jalan menuju kebaikannya mulus semulus pahanya Anya Geraldine *Eh nyambung aja kesini :p

Jujur saya pribadi paling ga suka dengerin orang yang ngeluh all day long. Nambahin sampah fikiran kalau didengerin apalagi kalau sampai dibaperin. Makanya saya lebih suka diam saja lalu hempaskan segala macam keluhan orang ke Benua lain. Alasannya sederhana saja meski tak sesederhana rumah makan di depan kantor, karena saya ga mau puyeng gegara mikirin hal yang ga penting doank.

Hindari Proses Recruitment Berbayar

Kamis, 06 Oktober 2016
Bekerja tentunya menjadi tujuan utama bagi sebagian orang yang memang menginginkan karier meningkat ketika bergabung dalam suatu perusahaan.

Mereka para pencari kerja tentunya akan berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai harapan mereka di perusahaan. Ada yang berusaha setengah mati ingin lolos tes dengan gigih terus menerus melamar dan ikut psikotes walau hasilnya belum bisa bergabung.

Saat ini banyak sekali beredar di toko buku soal-soal psikotes bahkan sempat saya melihat di salah satu web menjual alat tes dengan harga semurce-murcenya lengkap dengan kunci jawaban (pliz jangan di searching).

Untuk menguasai alat tes dan penggunaannya saja saya harus menempuh dan bersusah payah prakteknya di kampus dulu. Tetapi sekarang dengan kelincahan jari, sudah bisa menemukan kemudahan mengenai alat tes tersebut.

Saya tahu mencari kerja itu tak semudah membalikan tempe di wajan. Ada saja kendala yang dihadapi atau dilema tertentu tapi kalau kitanya mau berusaha dan bisa menciptakan peluang saya rasa kendala itu bisa terhempas dengan mudah.

Jangan mengecilkan diri sebelum memaksimalkan usaha apalagi menyepelekan takdir Alloh saking berputus asa karena kegagalan yang dialami.

Baca Lagi : Susahkah Mendapatkan Pekerjaan?

hindari pns berbayar

Selalu ada jalan menuju target yang ingin kita capai. Akan tetapi balik ke diri kita sendiri jalan itu bisa jadi boomerang bagi kita.

Seperti membeli alat tes yang beredar di Internet okelah itu bagian usaha kita tapi saya rasa sama saja membohongi kemampuan kita sendiri.

Saya pernah ditawari untuk masuk bisa gabung berstatuskan pegawai negeri oleh seseorang cukup dengan membayar sejumlah uang yang funtastis bombastis bagi saya.

Apakah saya lantas menyetujuinya?tentu tidak, hati nurani bicara bahwa itu cara yang salah.

Tips Agar Tetap Sehat Sebagai Ibu Bekerja

Minggu, 02 Oktober 2016
Terlahir sebagai seorang perempuan pastilah akan menghadapi dilema dalam hidupnya antara pekerjaan atau keluarga. Sudah menjadi alasan umum dimanapun tempat bekerja ketika seorang perempuan resign dengan alasan fokus berkeluarga. Saya sebagai ibu bekerja yang berada dalam ranah HRD tentunya sangat memaklumi kondisi mereka para ibu yang resign mendadak tidak sesuai aturan, yang izin masuknya melebihi hari kerjanya, yang cutinya minus tiap tahunnya, yang memohon maaf menyerahkan pekerjaannya kepada orang lain karena anaknya sakit, yang setiap hari mengeluh karena pekerjaan rumah tangga tak terselesaikan, yang akhirnya menangis di kantor karena kehilangan pengasuh.

Kondisi ini sudah sering bahkan menjadi makanan utama bagi seorang HRD menyikapi ibu bekerja. Tak munafik saya pun ternyata termasuk golongan emak-emak galau di kantor kalau kondisi di rumah tidak sesuai harapan dan rencana. Saya sangat merasakan kondisi menjadi ibu bekerja tidaklah mudah. Tapi please jangan memberikan solusi "ya sudah resign aja" disertai dengan segudang opini yang memojokkan bahkan menusuk kalbu kami seorang ibu bekerja.


Ada banyak alasan yang tidak perlu di sharing ke media mengapa masih ada ibu bekerja. Semuanya sudah menjadi pilihan masing-masing dan siap menangung setiap konsekuensinya tersebut. War opini di medsos mengenai Ibu Bekerja Vs Ibu Yang Memilih full time di rumah masih saja beredar. Tak ayal ada yang baper hingga memutuskan tali kasih pertemanan hanya karena berbeda mindset, beda cara berfikir, beda keputusan mengenai hal ini. 

Kerja Pake Seragam Kantor, Kenapa Enggak?

Kamis, 29 September 2016
Buat para wanita yang memilih bekerja pastinya selalu menyisihkan uang tiap bulannya untuk membeli pakaian kerja. Sebagai perempuan tentunya sangat memperhatikan style pakaiannya terlebih bagi mereka yang menduduki posisi yang berhubungan dengan banyak orang pasti sangat concern buat nampilin style pakaian yang keliatan wow. Terlebih perempuan nalurinya suka ga pengen kalah sama rekan lainnya maka dari itu saya yakin uang bulanan dialokasikan untuk BELI BAJU.

Kalau dilarang pasangannya pasti alasannya "ituh model bajunya sudah kekunoan baju zamannya Betty Lafea masih pake behel dan kacamata masa iya siy aku pake lagi?" padahal bajunya baru dipake sekali. Dan bilangnya "Aku ga punya baju lagi" padahal tuh isi lemari didominasi oleh sang istri. *masih bilang ga punya baju?* eaaaa

nyomot dari google

Bagi saya pribadi memang memilih pakaian ke kantor menjadi beban tersendiri. Dulu masih gadis belia saya ini mesti mencocokkan dari jilbab sampe ke tas musti senada warnanya. Belum lagi mikirin aksesorisnya ya gelang-gelangan, jam tangan sampe kalungnya. Rasanya dulu ga percaya diri kalau ga pake aksesoris, warnanya ga nyambung pokonya kepikiran banget. 

Agak lebay memang tapi beneran itu dulu saya sangat memperhatikan busana kerja. Ditambah saya sebagai recruiter tentunya mesti rapih dan memberikan kesan kepada pelamar. Karena kamilah yang dipandang duluan kalau baju kami ngasal gimana pelamar mau kepincut gabung ke perusahaan kalau dari awal lihat karyawan yang ngerekrutnya cuman pake sendal, kaos dikeluarin sama pake celana jeans. *yaelah situ mau ke pasar apa mau rekrut* wong pelamarnya aja pake kemeja atau blazer rapih kenapa recruiternya ga? jadilah tiap pagi suka pusing make baju yang mana.

Liburan Di Rumah Tetap Ceria

Sabtu, 24 September 2016
Berhubung saya dan suami bekerja maka setiap kali weekend kami merencanakan untuk menyenangkan hati anak kami dengan merencanakan liburan bersama meskipun jarang keluar kota namun yang kami prioritaskan adalah waktu kebersamaan kami serta kepuasaan yang anak kami rasakan selama berlibur. Meski hanya jalan ke sebuah taman, kami fikir itu sudah merupakan liburan bagi keluarga kami. Sederhana bukan?terlebih jika melihat definisi liburan menurut KBBI sendiri yakni pergi bersenang-senang, bersantai-santai terlepas dimana tempat liburannya. *pembenaran pribadi :p

Seharusnya minggu ini, kami pergi ke AWC ( Alam Wisata Cimahi ) salah satu tempat wisata yang cukup dekat dengan domisili tempat tinggal kami. Selain karena letaknya dekat, di AWC sendiri tersedia berbagai pilihan arena bermain untuk anak. Jadi saya rasa pas sekali untuk mengajak putri kecil saya yang berusia 3 tahun ini menikmati indahnya AWC.


Salah satu tujuan kami adalah merealisasikan keinginan Neyna untuk naik Kuda beneran. Neyna sendiri sudah cukup mempersiapkan kemampuannya menaiki kuda dengan latihan naik boneka beruangnya selepas makan malam. Bikin ga sabar untuk segera weekend ambil dokumentasi pas Neyna naik kuda di AWC.

Antara Threenager Dan Peter Pan Syndrom

Selasa, 20 September 2016
Sepanjang kehidupan kita tentunya akan mengalami perkembangan, tidak hanya fisik tetapi perkembangan intelektual, perkembangan emosi hingga perkembangan motorik. Hal ini saya pelajari selama kuliah beberapa semester dan kenyang sekali dengan teori "Life Span Development". Sebagai seorang ibu saat ini saya tidak terfokus pada teori yang pernah saya pelajari, sesekali mungkin saya membandingkan tetapi tidak melulu membandingkan teori dan real sehari-hari.

Terlebih dalam teori Life Span Development pun disampaikan bahwa salah satu perspektif perkembangan bersifat plastik atau lentur yang berarti bahwa perkembangan bisa terjadi melalui banyak cara yang berbeda bergantung pada kondisi kehidupan individu sehingga manusia yang satu dengan yang lainnya belum tentu memiliki proses perkembangan yang sama.

Maka dari itu, saya secara pribadi ga mematok anak saya mesti begini dan begitu secara stimulasi yang saya berikan mungkin berbeda dengan ibu lainnya. Dan saya lebih Mengenal kemampuan dan karakter anak saya so saya ga bisa paksain untuk bisa menuntutnya sesuai dengan teori perkembangan yang ada. Pernah dong kalau ketemu orang di jalan pasti nanyain : "anakmu umur berapa?sudah bisa apa?", saya akan menjawab "anak saya umur 8 bulan uda bisa cuci piring, salto, ngepel" konteksnya becanda agar tidak berkepanjangan dan berakhir membandingkan kemampuan anaknya dan anak saya. Ujung-ujungnya kalau saya ga woles bakalan manyun hehehe. 

"Bristol"

Senin, 19 September 2016


Judul buku   : Bristol
Penulis        : Vinca Callista
Editor         : Septi Ws
Penerbit     : Grasindo
ISBN         : 978-602-375-593-6
Cetakan pertama, Juli 2016
216 halaman
" El-Visnu Ansara mengajak Kaendra Salasika ke Bristol, Inggris, untuk memilih jurusan kuliah yang akan diambilnya. Sebenarnya, hal itu bisa dilakukan dari Indonesia. Tapi, Kae enggak menolak tawaran jalan-jalan gratis ke kota impiannya. Apalagi, dia bisa pergi jauh dari adik kembar yang tidak diinginkannya.

Namun ternyata, perjalanan ke sisi lain dunia menyeret Kae ke banyak pertanyaan membingungkan. Tentang Elvis dan beasiswa yang diberikan untuknya. Tentang masa lalu Elvis yang belum usai dengan Alita, cewek paling keren yang jadi idola Kae, sekaligus pemilik flat mewah tempat mereka tinggal di Bristol.

Kae berada di ambang krisis kepercayaan diri, sementara mimpi-mimpinya yang tinggi terus mendesak minta diwujudkan. Bristol pun tanpa diduga mempertemukannya dengan Greg, cowok Inggris yang mendambakan perempuan Indonesia dalam hidupnya

Kae tak punya banyak waktu. Ia harus segera menentukan pilihan. Dan, Bristol menjadi saksi kepada siapa hati Kae dijatuhkan"
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Ga menyangka saya bisa mendapatkan buku ini, hasil berburu giveaway *emak-emak penyuka gretonk-an*. Salah satu buku seri A Love Story terbitan Grasindo, dengan judul sebuah kota di Inggris yak Bristol. Cover sampul bukunya kece glossy gitu plus warnanya kuning mentereng. Bikin saya pengen langsung melahap isi buku karya Neng Vinca Callista.

Indahnya Menikmati Proses Dalam Setiap Perkembangan

Kamis, 15 September 2016
Revolusi media membuat kita sebagai konsumennya dimanjakan dengan berbagai info yang bisa dengan mudah diakses hanya dengan menggunakan jari jemari syantik kita. Mulai belanja sampe dengan kursus bisa juga dengan online. Penawaran berbagai produk dengan mudah kita dapatkan melalui jejaring sosial atau muncul ke email kita. 

Dari penawaran barang hingga jasa untuk menjadikan seseorang kaya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya itu sekarang semua tersedia. Saya yang membacanya terkagum-kagum dengan berbagai testimoni yang diberikan dan ditampilkan di setiap seliweran iklannya.

Siapa sih yang ga mau kepengen anaknya menjadi STAR, siapa sih yang ga kepengen kariernya melesat seperti ROKET, siapa sih yang ga kepengen punya DUIT banyak tapi cuman kerja ngedipin mata doank, siapa sih yang ga kepengen blognya selalu ada di PAGE ONE *saya ngacung sendiri*, siapa sih yang ga kepengen jadi FAMOUS karena karya kita y bukan karena sensasi seperti ah itu loh yang itu ga ah ga jadi sebutin nanti ditabok batman karena GHIBAH xixixi.

Setiap orang pasti punya goal sendiri, punya harapan selalu menjadi yang terbaik. Tetapi jangan sampai menjadikan itu beban di atas kepala yang akhirnya mengubur dalam-dalam ga hanya impian kita tetapi diri kita sendiri. Saya rasa tidak ada yang salah sebagai ortu menginginkan anaknya cerdas, multitalent dan segala rupi keinginan namun akhirnya justru "Membatasi" kebebasan anak kita.

Coaching with Pak Josef Bataona Sesi 2

Selasa, 13 September 2016
Mengapa saya memutuskan untuk melakukan coaching?di tulisan sesi 1 sudah diulas, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Dan jiwa saya tergerak untuk menguak "WHO AM I?" saya merenung dan berfikir apakah hidup saya hanya seperti ini?apa yang bisa saya lakukan dengan potensi yang saya miliki?

Alasan saya memilih untuk coaching karena melalui coaching saya bisa memperbaiki diri, mampu meningkatkan kemampuan diri melalui target yang saya buat sendiri dengan berkomitmen agar konsisten sehingga target tersebut bisa saya capai. 

Mengapa harus dengan Bapak Josef Bataona?karena sebelumnya saya tertarik membaca bukunya Kisah Rp 10.000 yang telah mengubah hidupnya. Yang merupakan sekumpulan tulisan beliau dari blognya. Background beliau sebagar HR Profesional tentu memiliki kemampuan yang luar biasa dalam memotivasi dan menginspirasi semua orang.

Dengan segunung kegiatannya saya salut Bapak Josef masih selalu menyempatkan untuk sekedar membalas email, membalas komen di blognya bahkan untuk menyediakan waktu bagi saya yang sebatas fans agar bisa meng-coaching saya. Memang semakin banyak pengalaman justru semakin ingin menularkan virus positifnya kepada orang lain dan saya belajar dari beliau.

Coaching sesi 2 merupakan review dari progress pencapaian yang saya buat di sesi 1. Saya sendiri terkagum-kagum dengan perubahan diri saya *maaf bukan narsis* :D dari perubahan sikap hingga perubahan untuk berkomitmen dalam menulis. Pada kesempatan sesi 1 memang saya memilih untuk komitmen menulis karena itu terciptalah blog ini.

Baca Lagi : Coaching with Bapak Josef Bataona sesi 1

Keinginan saya untuk menggali potensi, jauh sebelumnya saya pernah mengikuti konseling bahkan saya meluangkan waktu hanya untuk sekedar bertemu dengan psikolog. Dan justru dengan coaching sebagai pilihan akhir saya merupakan titik awal saya menemukan inilah jalan saya. Dalam akhir coaching sesi 1, saya diminta Pak Josef untuk menuliskan apa saja yang ingin saya lakukan dan apa saja yang ingin saya rubah jika saya berada di tahun sebelumnya. 

Goloso Geloso

Minggu, 11 September 2016
pict : google
Milan, Italia, sebuah kota paling metropolis didunia. Tempat orang-orang sibuk berlalu lalang, tempat para model mengarahkan kiblatnya. Tempat di mana orang berharap juga punya kisah cinta yang indah. Begitulah Larasati, pelajar sederhana penerima beasiswa dari Indonesia, beranggapan tentang kota itu.

Petualangan hidup Larasati Si gadis lugu di Kota Mode Dunia pun dimulai. Ia berkelana dan jatuh cinta kepada laki-laki Italia yang baik hati. Bersama Chicco, Larasati menikmati sudut demi sudut kota Italia yang menawan.

Namun ternyata, Milan tak hanya berisi mode dan kisah cinta nan romantis. Larasati baru menyadari hal itu ketika bertemu keluarga Chicco yang memuja AC Milan. Mendadak, kisah cinta mereka berubah menjadi perseteruan dan terancam berakhir tragis atas nama budaya.

Goloso Geloso menjawab rasa penasaran kita tentang sudut kota Milan, makanannya yang terkenal lezat, serta budaya, dan karakter penduduk yang memukau. Lebih dari itu, kisah ini membuat kita sadar, mendapatkan apa yang kita inginkan, berarti juga harus merelakan apa yang kita miliki berlalu.

Che Bella....
------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Kali pertama baca karyanya Tanti Susilawati. Awal mula saya fikir judulnya diambil dari bahasa Jawa eh ternyata adalah bahasa Italia. Lah iya di sinopsis bukunya aza udah dijelasin diawal tentang Milan, Italia. Saya begitu saja ingin menyelesaikan buku ini, ketertarikan saya mulai meningkat karena di dalamnya tidak hanya berisi kisah percintaan tetapi banyak poin-poin  penting yang memang terjadi di realita.

Mewujudkan Liburan Ke Yogyakarta Bersama Tixton Travel Wish

"Yah sudah pernah ke Keraton Yogya belum?" tanyaku kepada suami
"Belum pernah Bun" jawab suami
"Dulu ke Yogya cuman kerja udah gitu ga tau deh daerah apa itu namanya" 
"Kesian...kesian...kesian" ledekku
"Pengen deh kesana"
"Gimana kalau awal tahun yah?" 
"Emang ada event apa bun?ko mesti awal tahun?"
"Kalau akhir tahun gini kan banyak yang liburan yah takutnya penuh lagian kan kalau awal tahun ada yang kenaikan gaji gituh yah" jawabku sambil kedip-kedip mata *kecolok kacamata*
"Mmmm...yang begitu inget mulu deh bun" sambil manyun
"hahaha Bunda geto loh kalau urusan gaji selalu numero uno" aku terkekeh
"Tapi disana kita entar gimana bun?kan buta banget daerah Yogya?nginep dimana?" 
"Ih Ayah itu mah hal mudah, sekarang nih ada Tixton Travel Wish"
"O gitu baru denger tuh Bun, kayaknya keren tuh?"
"So pasti yah jadi kita beneran niy mau liburan?"
"Iyah Sayang *jawaban yang diharapkan* Realnya : "Iyak" datar 

Sepenggal percakapan saya menjelang tidur bersama suami. Yak kami memang kurang piknik dalam arti denotatif yah, sejak menikah belum pernah kami bersama liburan jauh kalaupun liburan itu karena mudik lebaran saja. Alasan pekerjaan dan kesehatan selalu menjadi penghalang utama kami untuk pergi liburan *sok sibuk bilang saja ga ada budget lebih :p*

Berhubung suami lebih suka menyerahkan urusan perencanaan kepada saya maka untuk Liburan Impian kali ini mesti perencanaan yang matang karena suami ga suka yang ketidakjelasan. Dan saya sudah membuat Itinerary liburan ke Yogya. Bagi saya ini sangat penting agar liburan berjalan sesuai harapan.

1. Destinasi Kota Yogya

Berhubung mau ke Yogya, diantaranya saya mau ajak suami dan anak ke :

Keraton Yogya

Hari pertama sampai di Yogya saya mau ajak ke Keraton Yogya dulu. Disini sekalian kenalin budaya kepada anak. Terlebih bisa nguyek-nguyek sekeliling keraton yang luas. Saya juga mau ajakin ke alun-alunnya yang ada pohon Kembar Beringin itu dulu saya sempat cobain jalan sambil merem tapi gagal yang konon mitosnya kalau berhasil maka permintaannya akan terkabul. *Emak-emak percaya mitos*.

Biaya Masuknya Rp 7.000 dan Rp 1.000 untuk kamera. Jadi budget kesini cuman ngabisin Rp 22.000 sampe ngelotok dah buat kelilingin Keraton.

Susahkah Mendapatkan Pekerjaan?

Rabu, 07 September 2016
Seringkali pekerjaan bagi saya diibaratkan dengan jodoh. Kalau sudah berjodoh sekalipun banyak pesaing yang melamar maka pekerjaan tersebut akan tetap menjadi milik kita. Namun layaknya jodoh kita tidak akan pernah puas jika kita tidak mensyukuri apa yang sudah menjadi milik kita. Melihat yang gajinya besar lalu dengan mudah kita tanggalkan komitmen di satu perusahaan dan dengan cepat move on ke perusahaan lain.

Tak sanggup dengan lokasi kerja yang jauh dengan cepat kita tinggalkan pekerjaan yang sudah jatuh bangun kita dapatkan. Tak mampu menerima lingkungan kerja yang kurang menyenangkan akhirnya baper dan menjadi fikiran. Lagi-lagi resign menjadi solusi.


Jika kita selalu mencari yang sempurna sampai kapanpun tidak akan pernah kita temukan dan hal ini membuat kita kurang mensyukuri yang ada. Karena selalu kesempurnaan hanya milik Alloh. Mencari pekerjaan pun sama seperti mencari jodoh. Umumnya mengharapkan pekerjaan yang gajinya besar, lokasinya cuman 5 menit dari rumah, atasannya baik, rekan kerjanya enak tapi sayang jika kita tidak berjodoh maka tidak akan pernah kita temukan. Mesti ada saja yang menjadi plus dan minus dari setiap pekerjaan yang kita butuhkan.

Pangkal Pinang, Tak Kenal Maka Tak Sayang

Sabtu, 03 September 2016
Apa yang terlintas pertama kali di fikiran saat mendengar Pangkal Pinang?

Kota yang merupakan salah satu dari kota yang ada di kepulauan Bangka Belitung (BaBel) sekaligus merupakan ibu kota provinsi Bangka Belitung. Mengingat Bangka Belitung maka reflek fikiran kita akan mengasosiasikan dengan Timah. Ya karena Bangka Belitung merupakan penghasil Timah terbesar di Dunia. Pangkal Pinang sendiri sebagai pusat pemerintahan, kegiatan ekonomi serta menjadi jalur masuk bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pulau Bangka Belitung.

Mengenal Bangka Belitung sendiri saya ketahui melalui buku maupun film "Laskar Pelangi" Bang Andre Hirata dengan apik mendeskripsikan keadaan maupun budaya yang ada di Belitong. Awalnya saya berfikir jika Belitong itu sama dengan Bangka Belitung nyatanya dari Kota Pangkal Pinang mesti menempuh beberapa jam untuk sampai kesana. Tak hanya Belitong yang menyimpan surgannya dunia tetapi pesona Pangkal Pinang juga tak kalah menarik dari Belitong.


copy : inditourist.com

Rupa-rupa tempat wisata di Pangkal Pinang

Selama ini Pangkal Pinang familiar dengan keelokan pantainya. Salah satunya Pantai Pasir Padi yang memiliki struktur pantai landai sehingga bisa dinikmati dengan bersepeda atau berjalan kaki. Banyak fasilitas yang mendukung di Pantai Pasir Padi ini sehingga bila kita berkunjung kesana jangan khawatir kehabisan aktivitas karena disana tersedia dari area outbond hingga restoran dengan menu khas sana. 
      
Padahal masih banyak pantai serta pulau yang dapat dikunjungi jika kita wisata ke Pangkal Pinang seperti Pantai Tanjung Bunga yang terletak 2,5 km dari pantai Pasir Padi kemudian ada Pantai Telapak Kaki Dewa, Pantai Sampur, Pantai Batu Berlubang, Pantai Teluk Uber, Pantai Matras dan Pantai Tikus Emas yang berada di kecamatan Sungailiat.

Akhir bulan juli lalu saya berkesempatan mengunjungi Pulau Bangka Belitung tepatnya ke kecamatan Sungailiat dari Bandara Pangkal Pinang ke Sungailiat menempuh sekitar 60 menit perjalanannya. Dan saya berkesempatan mengunjungi Pagoda Vihara Puri Agung dilanjutkan ke Pantai Matras dan keesokan harinya mengunjungi Pantai Tikus.

Dari Lovers Jadi Haters

Selasa, 30 Agustus 2016
Membuka diri di sosial media tentunya sudah siap dengan segala resikonya baik pujian maupun hinaan, dari sanjungan hingga nyinyiran, dari menyukai hingga membenci. Jangan salahkan bunda mengandung orang lain atau siapapun ketika orang lain yang tadinya menyukai menjadi membenci. Mungkin saja ada hal yang kita lakukan tidak sesuai dengan norma yang ada.

Melihat maraknya saat ini kelompok pembenci lebih ekstrim mengibarkan sayapnya di media sosial. Liat postingan dan komennya masyaAlloh bikin merinding. Sebegitukah membenci seseorang?. Berbeda pandangan dan pendapat menurut saya itu wajar, tetapi jika sudah ekstrim sekali kayaknya udah ga wajar deh. 

Saya contohkan kasus selebriti, ada yang memiliki haters terbanyak se-Indonesia raya, kalau saya kasian iya sama seleb itu karena apapun pasti dinyinyirin, sebel siy iya lihat perilakunya. Ya saya siy ga munafik untuk tidak menyukai seseorang karena perilakunya yang abnormal di lingkungan masyarakat. Tetapi juga saya ga berlebihan untuk membenci hingga menghina atau apapun. Sayang sekali respon yang seringkali saya temukan berbeda.

Ternyata lovers & haters ini tidak hanya di dunia maya saja. Di kehidupan nyata pun seringkali saya temukan. Jika ditanya apakah saya pernah masuk kategori haters?tentu saja pernah tetapi bagi saya yang akhirnya sadar setelah sekian lama pingsan termakan segala omongan maupun postingan yang disebarkan membuat saya berfikir aih ngapain juga siy saya benci ke dia. Bodo nanan si A mau ngapain juga tentunya dia punya alasan sendiri untuk lakuin itu semua. Akhirnya berubah deh jadi netral lagi.

Pertimbangan Dalam Memilih Tempat Kerja Yang Sesuai

Kamis, 25 Agustus 2016
Banyak dari “Jobseeker” yang “asal-asalan” bahkan kesulitan dalam memilih perusahaan yang hendak dilamar. Sama halnya ketika siswa yang baru lulus sekolah kemudian memilih jurusan dan perguruan tingginya. Biasanya mereka akan mengikuti teman-teman satu kelompoknya dalam memilih perguruan tinggi dan jurusan. Lalu apakah sama dengan para “jobseeker” yang akan mengikuti teman kelompoknya?dunia kerja akan berbeda dengan dunia ketika kuliah, disini akan terjadi persaingan dan belum tentu teman kelompok kita akan mudah berbagi informasi untuk memberikan pekerjaan kepada temannya meskipun adalah sahabatnya sendiri.

Memasuki gerbang baru ketika sudah lulus kuliah, tentunya ada banyak tuntutan-tuntutan yang diajukan baik dari keluarga bahkan pacar atau siapapun yang dekat. Karena itu biasanya “jobseeker” akan memilih perusahaan yang cepat menerima ia sebagai karyawan. Tidak peduli dengan background perusahaan, jenis perusahaan dan lain-lain. Hal ini terkait pula dengan gengsi serta gelar pengangguran yang tidak ingin lama-lama dimiliki oleh para “jobseeker”. 

Jika menjadi seorang Fresh Graduated maka hal yang perlu difikirkan pertama kali tentang melamar kepada suatu perusahaan adalah prioritas yang ingin dicapai ketika bekerja, apakah memang ingin bekerja karena tidak ingin disebut sebagai seorang pengganguran, atau karena hanya ingin mengisi waktu luang, atau ingin mengejar karier, atau  ingin prioritas salary yang besar.  

Mengapa Harus Berambisi?

Sabtu, 20 Agustus 2016
Dalam KBBI, berambisi memiliki pengertian berkeinginan keras dalam mencapai sesuatu. Saya yakin semua orang pasti berambisi tidak mungkin tidak memiliki satu goals dalam hidupnya. Adakalanya dengan menetapkan goals itu bisa memotivasi diri untuk terus stabil dalam berusaha. Jika sudah kendor semangatnya maka cukup mengingat goals lantas kita mampu bangkit. 

Namun yang saya ingin bahas kali ini adalah mereka yang berambisi tetapi akhirnya meresahkan dan memberikan tekanan kepada orang lain. Saya ga berani nyebut mereka berambisi negatif tetapi mungkin cara mereka yang salah dalam menyertakan orang lain untuk turut serta dalam mencapai goalnya.

Based on true sory maka saya coba untuk share disini, fenomenanya masih berbau dunia kerja bukan dunia lain atau dunia anak. Kenapa?jawabannya karena memang saya ada dalam lingkup dunia kerja terlebih kecemplung di "People" hehehe. Berbicara people maka ada saja yang berbeda karena teori yang selalu saya pelajari saat kuliah berulang kali menyebutkan jika individu itu unik.

Bisa Karena Biasa

Kamis, 18 Agustus 2016
Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita di hadapkan dengan sebuah tugas yang baru, tantangan yang baru, rutinitas yang baru membutuhkan keahlian, kecakapan dan utamanya kemampuan dalam menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik. Namun sayangnya reflek kita akan menyerah terlebih dahulu, belum dicoba sudah berkata itu susah, belum di kerjakan sudah bilang ga bisa. Mindset kita sendiri, reflek kita sendiri yang akhirnya mematahkan usaha kita sendiri.

Salah satu contoh misalnya Anda di minta untuk menuliskan nama dengan menggunakan tangan yang tidak biasa menulis. Bagi mereka yang selalu menggunakan tangan kanan maka tangan kiri yang menuliskan dan sebaliknya. Bagaimana respon dari pengerjaan tugas sederhana tersebut?rata-rata ketika ditanyakan maka rangkuman jawabannya sebagai berikut :
1.  Ada yang menjawab Susah
2.  Bisa tapi jelek
3. Ga rapih
4. Rumit
5. De El El

Rata-rata memberikan respon negatif bukan?seperti kata susah, rumit, jelek. Padahal yang di minta adalah bisakah kita menulis dengan menggunakan tangan yang tidak biasa untuk menulis. Maka seharusnya jawabannya adalah BISA. Kalaupun di akhir jawaban bisa ada embel-embel juga. Sebenarnya kita bisa untuk mengerjakan sayangnya selalu terpatahkan oleh reflek kita dengan bilang susah, ga bisa dan lain sebagainya.

Sebuah Teguran

Sabtu, 13 Agustus 2016
Adakalanya ketika kita membuat satu kesalahan barangkali ada orang lain yang peduli untuk menegur sebagai reminder untuk kita jangan sampai melakukan kesalahan lagi. Tapi sayangnya teguran tak pernah berujung manis jika yang menegur salah dalam pendekatan cara menegurnya. Yang terjadi justru konflik yang meruncing bukan memperbaiki kesalahan yang ada.

Kebanyakan dari kita lebih banyak menegur dengan fokus pada kesalahannya tanpa mengetahui terlebih dahulu sebab musabab mengapa orang lain berbuat seperti itu melakukan suatu kesalahan. Kadang pula kita melupakan situasi dan kondisi orang yang kita tegur. Balik lagi pasti bukannya menyelesaikan masalah tetapi memperburuk keadaan.
Ada yang bisa menyadari kesalahannya dan banyak pula yang tidak menyadarinya. Ego masing-masing yang mengendalikan rasa bersalah. Tidak mudah memang ketika ingin mengakui satu kesalahan. Lidah terasa kelu dan begitu sulit untuk mengakui kesalahan. Saya pun sama seperti itu, kadang saya merasa paling benar sehingga kena teguran menjadikan saya bukan merasa bersalah namun menganggap orang lain yang menegur itu sok tau. xixixi

Atas Nama Silaturahmi

Selasa, 09 Agustus 2016
Silaturahmi memang di anjurkan sebagai upaya dalam menjaga dan membina hubungan baik dengan orang lain. Namun tidak di anjurkan berdalih silaturahmi untuk hubungan seorang pria dan wanita terlebih keduanya sudah berkeluarga. Tidak ada yang mengharapkan pasangannya mampu berbelok hati hanya demi hubungan semu dan nafsu sesaat.

Media sosial memang menjadikan salah satu wadah bagi mereka yang sedang di landa asmara. Saya dan suami pun dulu kenalan lewat facebook namun berujung menikah *alhamdulilah. Namanya juga jomblowati dan jomblowan kala itu jadi ga masalah mau chat di messenger dari pagi sampe tengah malam. Tapi beda kasus jika mereka sudah punya pasangan lalu ber-chat ria di messenger tengah malam. Dalih silaturahmi di berikan rasanya ga make sense. 

Apa sih yang di harapkan dari chat tengah malam dengan pasangan yang bukan muhrim?bahas kerjaan?hellow emangnya ga ada waktu pagi?bahas anak?hellow emangnya ga punya sahabat atau saudara yang bisa menampung pertanyaan dan memberikan solusi atas permasalahannya? Kenapa mesti menjadikan hal-hal sepele untuk di kambing merahkan (karena hitam udah biasa).

Rasanya sangat di sayangkan ketika pasangan mencari teman ngobrol dengan orang lain di waktu yang harusnya tercurahkan untuk keluarga. Ini adalah bibit dari perselingkuhan, keretakan biduk rumah tangga mulai tercium dari pesan singkat berujung zina.

Pentingnya Untuk Mendengarkan..

Jumat, 05 Agustus 2016
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita tidak terlepas dengan adanya masalah maupun konflik yang timbul entah itu dengan keluarga, teman bahkan dengan atasan di lingkungan kerja. Setelah mendapatkan bekal training leadership dan membaca beberapa buku ternyata konflik berkepanjangan bisa disebabkan salah satunya kita tidak mampu mendengarkan dengan baik. 

Konteks mendengarkan disini adalah bagaimana kita memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memberikan penjelasan mengenai hal yang memicu terjadinya konflik tersebut. Adalah hal paling menyebalkan ketika kita sudah tersulut emosi untuk dengan tenang duduk manis mendengarkan penjelasan orang lain. Tak perlu tunjuk orang lain tetapi saya pastikan kita semua pernah untuk memilih pergi begitu saja ketika orang lain sedang berusaha menjelaskan duduk persoalan.

Memang tak mudah ketika amarah sedang melanda diri untuk tetap diam mendengarkan yang terjadi adalah kita terus memberendeng dan mengcounter setiap pernyataan yang keluar dari mulut orang lain sebagai upaya kita untuk defence. Hal lumrah kali y karena biasanya kita tidak mau kalah, tidak mau disalahkan.

Tidak hanya ketika konflik tetapi menurut saya mendengarkan orang lain ketika kita sedang berbicara kepada orang lain tentunya akan menumbuhkan trust untuk orang lain. Siapa siy yang kepengen curhat sama orang yang pas diajak ngomong malah sibuk sendiri, malah main HP, malah main games, malah cari pokemon ngeselin bukan?

Auto Post Signature

Auto Post  Signature