Mengenal Speech Delay Pada Anak Dan Cara Penanganannya!

mengenal speech delay yakni keterlambatan bicara pada anak, gangguan speech delay pada anak, cara menangani speech delay pada anak, klinik penanganan speech delay, stimulasi bicara anak, milestones bicara pada anak

Mengenal Speech Delay Pada Anak Dan Cara Penanganannya!

Apa yang temans fikirkan saat mendengar kata "Speech Delay"? tentu saja mendengar kata speech delay akan mengarahkan kepada kondisi keterlambatan bicara pada anak.

Nah loh kalau sudah menyangkut anak biasanya bikin hati berdebar-debar bahkan sebagai ibu masalah perkembangan anak itu menjadi satu hal SENSITIF dan berdampak ke-baperan. Betul tidak?

Suka senewen berujung baper ga sih kalau ada orang lain yang bertanya perihal tahapan perkembangan anak? hayo ngaku pastinya ada sedikitlah yah ketidakenakan hati saat dibanding-bandingkan antara kemampuan anak orang lain dengan anak sendiri.

Memang ga bisa santai menanggapi kejulidan orang lain saat merespon jika anak sendiri mengalami keterlambatan.

Tapi justru dengan pertanyaan sensitif seperti itu membuat saya akhirnya berfikir dan mencari tahu tentang apa yang terjadi dengan perkembangan anak sendiri serta melakukan treatment penanganannya.

Biasanya saya langsung googling Tahapan Perkembangan Anak usia sekian ke sekian. Nanti saya bandingkan oh masih dalam batas normal kok. Lega deh kalau begitu.

Kejadiannya itu waktu Neyna telat jalan, duh saya sampai dag dig dug jangan-jangan ada yang salah sama kemampuan motoriknya. Hingga akhirnya saya kasih treatment yang membuatnya tidak takut berdiri sendiri dan alhamdulilah akhirnya bisa jalan dan sehat hingga kini.


mengenal speech delay yakni keterlambatan bicara pada anak, gangguan speech delay pada anak, cara menangani speech delay pada anak, klinik penanganan speech delay, stimulasi bicara anak, milestones bicara pada anak


Mengenal Speech Delay Pada Anak


Well, saat ini saya mau bahas mengenai masalah perkembangan milestones bicara pada anak yang memang selalu dikorelasikan dengan kemampuan kognitifnya.

Membicarakan keterlambatan pada anak seringkali saya dapati orang tua yang anggap sepele seperti "ah kan anaknya bisa jalan duluan jadi  bicaranya suka telat" atau respon lainnya " emang belum waktunya aja ntar juga gede dikit bisa". 

Saya speechless kalau udah denger respon macam begitu...

Sepertinya mereka masih menganut mitos kepercayaan jika perkembangan bicara pada anak terlambat karena perkembangan kemampuan lain yang lebih cepat.

Padahal perkembangan bicara dan bahasa itu merupakan tolok ukur perkembangan koginitif anak. Sebagaimana yang dituturkan oleh dr. Anggia Hapsari SpKJ (K) :
"Perkembangan berbicara pada anak memiliki tolak ukur, misal saat usi 12 -13 bulan anak seharusnya bisa memiliki satu kosa kata selain 'mama' dan 'dada'. Mereka yang mengalami speech delay akan memiliki resiko terkena gangguan jiwa, depresi dan kecemasan"

Faktor Penyebab Speech Delay

Apa sih yang menyebabkan anak Speech Delay? yang saya baca faktor penyebabnya adalah LINGKUNGAN.

Dari kurangnya stimulus yang orang tua berikan, ga pernah ajak interaksi sama anak terlalu pasif dan membiarkan anaknya main sendiri.

Bahkan saya sempat baca kasus anaknya Zee zee Shahab yakni Khaleev mengalami speech delay karena perbedaan bahasa yang digunakan saat di rumah dan di sekolah.

Di rumah, Khaleev dibiasakan berbahasa inggris oleh Zee zee dan suaminya yang berprofesi sebagai news anchor ganteng pada masanya *halah :D sementara di sekolah Khaleev harus berbahasa Indonesia. Dan akhirnya mengalami speech delay.

Atau kasus lain dimana ada anak baru umur 3 tahun udah pakai 3 bahasa: Indonesia, Mandarin, Inggris. Kalau anak yang nggak ada gangguan itu nggak masalah, tapi anak dengan gangguan itu akan kacau balau. 
 
Apabila dipaksakan kepada anak yang tidak mampu, itu akan mempengaruhi kemampuan kognitif mereka. Dampak lain yang mungkin terjadi yaitu prestasi akademik akan berkurang, anak menjadi pencemas tinggi, interaksi sosial anak juga akan memburuk.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan maupun penanggulangan kepada anak yang terdeteksi speech delay. Demikian yang disampaikan kembali oleh dr. Anggia.

Ya ampun..peranan orang tua memang sangat besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yah. Ini jadi cambukan juga buat saya terlebih Rayi dalam usia 17 bulan yang membutuhkan stimulus dari saya.

Cara Pencegahan Dan Penanganan Speech Delay

Lalu bagaimana pencegahan serta penanganan speech delay pada anak?

🌟  Sering mengajak anak bermain

Orang tua tidak hanya sekedar memberikan banyak mainan akan tetapi juga turur serta bermain sehingga terjadi interaksi dua arah antara orang tua dan anak. 

Hal ini tentu saja bisa meningkatkan kemampuan kosa katanya maupun kemampuan emosinya. Bisa juga lewat cerita, bernyanyi maupun bermain peran.

🌟  Melatih anak mengucapkan kata-kata konsonan

Hal ini bisa dilatih menggunakan flash card atau mengajak anak bercerita sehingga anak bisa mengulang-ngulang kata-kata yang sudah diucapkan.

Saya pun untuk memberikan stimulus pada Rayi, setiap malam sambil menyusui Rayi saya membacakan buku atau saat sedang main saya tunjuk gambar ini harimau dan lain sebagainya.

🌟  Mengurangi gadget dan televisi

Zaman now siapa sih anak kecil yang ga kenal gadget dan televisi? terkadang saya juga menjadi orang tua yang sibuk sendiri dan biarkan anak-anak anteng lihat gadget atau televisi. 

Atau paling banyak fenomena anak nangis dikit kasihin gadget padahal ini hal yang salah bukan? hayo siapa yang begini?

Padahal jelas yah untuk mencegah terjadinya speech delay, sebagai orang tua harusnya banyak berkomunikasi, berinteraksi sehingga itu yang membantu perkembangan kosa kata dan emosinya.

🌟  Memberikan stimulasi dan intervensi melalui Dini.id

Bukanlah hal mudah memberikan stimulus pada anak secara konsisten terlebih lagi jika ternyata anak sudah terdeteksi speech delay.

Pasti rasanya sudah berat dan pendek fikiran bukan? mengkhawatirkan buah hati yang terdeteksi terlambat bicara.

Tenang temans, kini hadir Dini.id yang merupakan startup khusus yang dirancang untuk memberikan stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak dengan memadukan antara teknologi, ilmu psikologi, orang tua dan tim ahli.

mengenal speech delay yakni keterlambatan bicara pada anak, gangguan speech delay pada anak, cara menangani speech delay pada anak, klinik penanganan speech delay, stimulasi bicara anak, milestones bicara pada anak

Program Dini.id yang bisa membantu penanganan Speech Delay, diantaranya :

  • Adanya sistem assessment online gratis di website Dini.id yang dapat mengidentifikasi keterlambatan dan potensi dalam perkembangan anak
  • Adanya kelas stimulasi dan intervensi sambil bermain yang dilakukan di playgrund-playgrund mitra yang dirancang untuk mengaktifkan neuron dalam otak sehingga meningkatkan perkembangan kognitif dan menjadi dasar perkembangan tahap selanjutnya terutama untuk belajar
  • Program Assessment, observasi dan investigasi berkala yang disupervisi oleh psikiater dan psikolog klinis untuk mengoptimalkan perkembangan anak yang berbeda-beda dan unik

Dengan adanya stimulasi dan intervensi dari para ahli di Dini.id maka diharapkan speech delay pada anak akan menghilang.

Alhamdulilah ya temans, kini hadir Dini.id jadi buat yang anaknya terdeteksi speech delay atau mau tahu apakah speech delay atau tidak bisa kepoin Dini.Id :


Website : http://dini.id/
Instagram : https://www.instagram.com/dini.indo

***


Nah temans gimana? sudah mulai mengenal ya speech delay? jangan dianggap sepele yah mari lebih aware untuk deteksi dini perkembangan bicara anak.

Oh ya satu lagi nih temans, saran saya jika mengetahui anaknya terdeteksi speech delay please jangan malu dan enggan mengikuti terapi bahkan ayah dan ibunya harus turut andil dan kompak agar speech delay teratasi!

Semoga sharing kali ini bermanfaat :) ada yang mau sharing juga perihal speech delay? yuk komen..

89 komentar

Avatar
HM Zwan Kamis, 05 September, 2019

Anakku speech delay mbk, bingung bahasa, sunda, Jawa, Indonesia.. sudah pernah terapi wicara. Alhamdulillah sekarang sudah mulai ada perkembangan. Jadi sebisa mungkin pakai satu bahasa dengan anak. Makasih mbk sharingnyq

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Kamis, 05 September, 2019

alhamdulilah ya mba deteksi sedini mungkin dan tepat treatmentnya bisa memulihkan speech delay :)

Reply Delete
Avatar
Dapur Ngebut Kamis, 05 September, 2019

wah senengnya skr ada dini.id untuk menangani speech delay. jaman anak pertamaku kecil, aa kena speech delay juga. alhamdulillah bisa sembuh setelah masuk playgrup dan punya banyak teman sebaya yg diajak ngomong

Reply Delete
Avatar
Lidya Fitrian Kamis, 05 September, 2019

Ternyata dengan interaksi teman sebaya bisa bantu mengatasi speec delay anak juga ya. Allhamdulillah

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

alhamdulilah ya mba dengan masuk PG jadi terstimulasi :)

Reply Delete
Avatar
khairiah Kamis, 05 September, 2019

Wah pas banget anakku speech delay karena mikrosefali mudah2an bisa terbantu yaa dengan ini

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

aamiin semoga lekas teratasi y mba

Reply Delete
Avatar
Lidya Fitrian Kamis, 05 September, 2019

Aku kok fokus sama kalimat achor news ganteng hihihi, Zee zeenya juga cakep banget. Kalau kasus dari teman-teman deket aku di sini kebanyakan karena jarang distimulasi & sering main gadget sendiri. Allhamdulillah sekarang setelah diterapi banyak kemajuan & aku salut sama temenku ini dia gak malu dan mau mengakui gak disembunyikan anaknya

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

nah iya semoga yah mba ga malu dan terus dampingi buat terapinya

Reply Delete
Avatar
nurul rahma Kamis, 05 September, 2019

kasus speech delay sepertinya makin sering ditemukan pada anak2 jaman now ya Mak.
Pengaruh gadget juga sih.
Thanks GOD ada solusi dari dini.id
--bukanbocahbiasa(dot)com--

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

iya betul tapi peranan ortu juga sih mba

Reply Delete
Avatar
Diar Ronayu Kamis, 05 September, 2019

Anak2 saya juga ngomongnya pada telat semua, umur 3 tahun baru pada bisa ngomong agak lancar.. pertama kirain speech delay, tapi ternyata nggak sih.. jadi biarpun kayaknya terlambat bicara dibanding anak2 lain belum tentu speech delay ya..

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

tapi tetep waspada mba jadi motivasi juga buat ortu biar ga lengah dan tetap berikan stimulasi baik

Reply Delete
Avatar
Inda Chakim Kamis, 05 September, 2019

Alhdmulillah ada dini.id. jd kalau pgn cari cara mengatasi terlambat bicara bisa cus ke dini.id.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

betul Mak Ken programnnya kekinian ditangani para ahli juga

Reply Delete
Avatar
Reyne Raea (Rey) Kamis, 05 September, 2019

Waahh si bundanya teteh selalu update masalah anaknya anchor news GANTENG [[GANTENG!]] hahahahaha

eh btw anaknya anchor news ganteng itu ada 3 ya ?
(TERUUUUSSSS BEGOSIP!!!) hahaha

Saya baru tahu nih ada nya Dini.id ini.
Sejujurnya saya juga kadang kepikiran ama si bayi yang cerewet tapi masih pakai bahasa alien, tidu dudi ciju.

Apalagi dia sering berteman gejet dan tivi, kalau mamak lagi ngurus kakaknya terpaksa dia diaush gejet wakakakakak

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

wkwkwk ya i feel you Mak Rey abis mau gimana ya kadang suka sibuk juga sama kerjaan rumah yah

Reply Delete
Avatar
Tetty Hermawati Jumat, 06 September, 2019

dulu aku pernah baca kalau anak lebih baik dikenalkan bahasa ibu dulu, karena takut malah speech delay kalau banyak dikenali bahasa lain. karena nnti ada masanya mereka pun belajar bahasa lain dengan baik

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

betul itu mba :) kecuali anaknya punya gift ya jadi bisa kuasai bahasa lain dengan mudah

Reply Delete
Avatar
Nanik Nara Jumat, 06 September, 2019

saya baru tahu tentang dini.id ini, ntar mau saya kasih tau teman yang kebetulan memiliki anak yang speech delay. Sampai harus ikut terapi juga, seminggu dua kali

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

iya mba semoga bisa membantu

Reply Delete
Avatar
Mechta Jumat, 06 September, 2019

Lingkungan memang berperan sangat besar dalam perkembangan anak-anak ya.. termasuk dalam keterlambatan bicara ini. TFS mba..insya Allah sangat membantu tips nya

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

sama-sama mba alhamdulilah bermanfaat yah

Reply Delete
Avatar
juliapasca Jumat, 06 September, 2019

Ketakutan saya terhadap anak k2 ( umur 2th), tapi dulu itu mbak, (semenjak lahir anak k3), ya mungkin interaksi saya gak maksimal seperti sebelum adiknya lahir. Dari eyangnya disuruh untuk terapi. Saya kekeuh untuk gak menerapikan anak saya, karena saya yakin memang belum. Terus pada akhirnya saya bawa pulang ke Jawa (pulang kampung) beberapa bulan, eee darisana malah semakin nrocos aja ngomongnya setelah kembalinya darisana😄

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

alhamdulilah karena ibu feelingnya pasti tahu kebutuhan anaknya ya mba

Reply Delete
Avatar
Jiah Jumat, 06 September, 2019

Waaa speech delay bisa bikin anak kaya gitu ya. Aku ya mikir mungkin terlambat dikit gak masalah tapi tetap diawasi. Tapi kalau betulan gak mau ngomong, ini yang gawat. Ada tuh anak temenku, sudah 3 tahun dan gak mau ngomong. Kalau minta sesuatu ya jerit, nangis. Kasian

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

duh kasian itu mba smeoga segera diatasi yah

Reply Delete
Avatar
Keke Naima Jumat, 06 September, 2019

Apa yang dialami anak Zee Zee, jadi mengingatkan saya dengan kejadian sekian tahun lalu. Saat Nai ikut psikotes masuk SD. Harusnya tes di sekolah tujuan, tetapi karena berhalangan hadir, jadinya dia ikut psikotes di salah satu kantor psikolog.

Saat Nai lagi dites, saya ngobrol dengan salah seorang ibu yang anaknya sedang diterapi. Kejadiannya mirip seperti itu. Di rumahnya selalu pakai bahasa Inggris. Dimasukin ke sekolah yang berbahasa Indonesia.

Anaknya jadi speech delay, malah efeknya kayak frustasi. Setiap kali ke sekolah nangis. Di sekolah ngamuk-ngamuk gak jelas. Untungnya orang tuanya segera bawa ke psikolog. Jadi segera tau penyebabnya apa.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

betul mba frustrasi karena ga bisa kan yah sampein :)

Reply Delete
Avatar
Andiyani Jumat, 06 September, 2019

tapi memang speech delay ini harus segera diketahui oleh orang tua supaya tau bagaimana penanganan yang tepat dan bisa segera diatasi ya

Reply Delete
Avatar
Bibi Titi Teliti Jumat, 06 September, 2019

Wah, Alhamdulillah ternyata sekarang ada dini.id yang bisa membantu anak yang speech delay yah. Ternyata banyak juga yah faktor yang menyebabkan speech delay.

Zaman Kayla dan Fathir masih kecil belon zaman gadget sih, mereka terbiasa main bareng anak2 komplek, sementara ibu-ibunya nongkrong di warung ngemil bala-bala hahaha

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

iya teh alhamdulilah dulu mah ya seringnya main sama anak di luar yah hehehe

Reply Delete
Avatar
Arina Mabruroh Jumat, 06 September, 2019

Ada beberapa anak teman yang mengalami speech delay dan harus terapi rutin. Saya jadi agak worry urusan ini dan lebih hati-hati, berusaha selalu ngasih stimulus :)

Reply Delete
Avatar
Dewi Sulistiawaty Jumat, 06 September, 2019

Iya nih. Speech delay, tumbuh gigi, dan bisa berjalan selalu jadi pikiran orang tua terhadap anaknya. Ada stimulasi juga ya agar semua bisa tumbuh dan berkembang dengan baik

Reply Delete
Avatar
diane Jumat, 06 September, 2019

Bener banget sih klo speech delay jangan diremehin.. Apalagi klo penyebab utama adalah lingkungan ya.. Boleh juga nih ada startup yang peduli dg speech delay ini.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

betul mba alhamdulilah kini hadir Dini.id

Reply Delete
Avatar
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie) Jumat, 06 September, 2019

Aku dulu sempat khawatir kalau anakku speech delay, akhirnya waktu itu ikutan kelas dan alhamdulillah jadi cerewet setelah sering komunikasi dengan banyak orang. Kebetulan waktu itu aku kerja dan anakku dirumah sama eyangnya. Makanya dia aku suka ikutin kelas-kelas gitu setiap weekend.

Reply Delete
Avatar
Fillyawie Sabtu, 07 September, 2019

Ada banyak orang yang saya kenal memiliki anak dengan speech delay dan saya lihat perjuangan mereka untuk anak2 nya agar bisa menjadi anak yang bisa berkembang sesuai usianya. Dan saya sangat salut dan menaruh respect pada mereka semua, *peluksatusatu. bagus mbak infonya, sangat menginspirasi 👍.

Reply Delete
Avatar
(sulis) bunda raka-alya Sabtu, 07 September, 2019

Dulu anakku yang pertama, pas kecil ngomongnya juga telat mba. Ketika yang lain dah ceriwis..anakku klo ngomong masih sekata, nggak jelas lagi. Dulu mmng tak tinggal kerja, dia banyak diputerin vcd sama yang momong. Jd mungkin jarang diajak ngobrol.. trus meningkat pesat saat tak masukin PAUD, banyak tmn...akhirnya lbh terstimulasi

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

alhamdulilah yah terstimulasi dengan cara masukin pAUD

Reply Delete
Avatar
Helena Sabtu, 07 September, 2019

Oh, jadi anak yang potensi speech delay semakin banyak belajar bahasa maka semakin bingunglah dia. Duh, kudu selektif milih sekolah anak soalnya ada kan TK yang 3 bahasa gitu, makin puyeng lah anak (plus emaknya)

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

iya mba makanya pilihlah sekolah yang sesuai dengan kemampuan emak dan anaknya wkwk

Reply Delete
Avatar
Neti Suriana Sabtu, 07 September, 2019

Konsep 3B dalam pendidikan anak usia dini mungkin bisa menjadi salah satu upaya pencegahan dan penanganan kasus speech delay ini, yaitu Bermain, Bernyanyi dan Bercerita.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

nah iya 3B ini emang efektif mba buat anak

Reply Delete
Avatar
Ainhy Edelweiss Sabtu, 07 September, 2019

Wah ternyata itu yah penyebab delay speech pada anak, alhamdulillah dapat lagi pengetahuan parenting di sini, pdhl kmrn aq bru berencana bakal ngajak anak bhs inggris di rumah, thanks mba infonya

Reply Delete
Avatar
Natara Sabtu, 07 September, 2019

Jadi baiknya gunakan satu bahasa dulu gitu kah kak? kira-kira umur berapa anak boleh dikenalkan dengan bahasa lain kak...? dulu aku pikir, mengajarkan anak bahasa lain sedini mungkin malah bagus buat dia belajar...

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

aku juga mikirnya sedari dulu tapi baiknya masih kecil bahasa ibu sih mba

Reply Delete
Avatar
Monica Anggen Sabtu, 07 September, 2019

Maxi, ponakanku yang di Surabaya juga mengalami speech delay juga. Kebanyakan penyebab keterlambatan bicara ini katanya karena kurang diajak main dan berkomunikasi, lalu anak dibiarkan terlalu sering nonton televisi tanpa pendampingan, atau dikasih gadget terlalu dini.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

Nah ini pR banget semoga ortu bisa berperan aktif y mba dan batasi penggunaan gadget

Reply Delete
Avatar
Kurnia amelia Sabtu, 07 September, 2019

Makasih kak infonya dan baru tau kalau perbedaan penggunaaan bahasa di Sekolah bisa menyebabkan speech delay juga ya. Dan bener banget sering mengajak ngobrol atau interaksi ini mencegah speech delay.

Reply Delete
Avatar
Khoirur Rohmah Sabtu, 07 September, 2019

Kalau liat pengalaman dari kakak aku, selalu ngajak omong keponakan saat bayi, tapi alhamduulillah antara bicara sama jalannya beriiringan bisanya mbak. Tapi emang penting banget sih kalau pas masih kecil dibiasakan untuk mengajak anak berkomunikasi, sama jangan kasih gadget terlalu hehe, karena ada juga pengalaman dari saudara yg speech delay juga mbak
TFS yahh mbak Herva

Reply Delete
Avatar
Arda Sitepu Sabtu, 07 September, 2019

Oh ternyata berbeda bahasa juga buat speech delay ya mbak. Wah pantesan ponakan aku speech delay, di rumah pakai bahasa Inggris dan di sekolah pakai bahasa Indonesia bahkan daerah jadi dia bingung sendiri.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

betul mba bisa jadi penyebab speech delay

Reply Delete
Avatar
Widyanti Yuliandari Sabtu, 07 September, 2019

Haha...jadi inget ponakanku. Speech delay gara-gara nonton kartunnya bahasa asing. Jadi bingung dia. begitu bisa ngomong, cadel. Cadelnya ngingris, mboke kagak ngarti. Makanya jadi puyeng. Ya gara-gara gadgetnya itu emang kebanyakan.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

nah iya wkwkk makanya agak susah juga sih ya ekpektasi ortu lebih anaknya ga bisa

Reply Delete
Avatar
April Hamsa Sabtu, 07 September, 2019

Betul banget mbak, kurangnya interaksi ortu dan anak bisa tu. Keinget dokterku pernah marahin aku supaya sering ajak anakku ngobrol haha. Skrng sih anaknya ceriwis gak bisa direm.
Tetep kudu dipantau juga sih ya, kalau msh agak susah bicara jg ya gak ada salahnya cek di klinik tumbang.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

alhamdulilah ya masa-masa itu terlewati mba

Reply Delete
Avatar
Uniek Kaswarganti Sabtu, 07 September, 2019

Aku nih termasuk generasi yang menganggap soal speech delay itu terkait dengan perkembangan anak yang beda-beda, bisa jalan dulu berarti ntar bicaranya lambat hehehe... Yaa maklum angkatan jaman old. Padahal ya sulungku itu jalan dan bicaranya cepet banget, belum setahun udah bisa bicara. Sedangkan si nomor dua, bisa jalan lebih cepet lagi, tapi setelah usia 2.5 tahun baru bisa bicara. Saat itu ya nganggepnya bukan speech delay :D

Semakin maju teknologi dan paparan informasi, semoga makin banyak ya yang aware soal speech delay ini dan tidak menganggap enteng permasalahan tersebut seperti yang pernah terjadi padaku di masa lalu.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

alhamdulilah semoga makin aware ya mba

Reply Delete
Avatar
lendyagasshi Sabtu, 07 September, 2019

Kalau sudah banyak kosa katanya, tapi kurang jelas pelafalannya, namanya bukan Speech Delay kah...teh?

Nuhun penjelasannya, teteh Bebel.
Jadi tahu kalau perbedaan bahasa bisa bikin si anak bingung dan berakhir pada speech delay.

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres Sabtu, 07 September, 2019

Yah aku pun sempat deg2an bun pas anak speech delay gitu. Kuatir kenapa napa. Tapi aku stimulus terus :)

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

alhamdulilah peka ya ummi :)

Reply Delete
Avatar
Kartika Nugmalia Sabtu, 07 September, 2019

Alhamdulillah udah ada alat deteksi dini semacam ini ya. Jadi inget jaman Shoji speech delay dulu. Dan benar karena kita menggunakan banyak bahasa yang tidak bisa diterima oleh anak dengan tipikal Shoji ini. Makasih berbaginya mbak.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

sama-sama mba alhamdulilh sudah teratasi ya

Reply Delete
Avatar
Erin Herlina Sabtu, 07 September, 2019

Kalau aku mnegatasi anak speech delay itu mba selain berkomunikasi, mengucapakan kata yang benar. Seperti menawarkan susu, aku pasti bilangnya susu, walau anak akan bilangnya cucu. Namun, aku selalu berusaha agar mengucapkan kosakata yang tepat.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

betul mba jangan dicadel2in juga hahaha

Reply Delete
Avatar
Nova Violita Sabtu, 07 September, 2019

Wah recommended..nih. soalnya temenku anaknya 4 tahun..belum bisa ngomong..

Suaranya gak ada arti.., tapi dia paham..
Jika diminta sesuatu.

Ntar aku share...ke dia..

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

yuk mba share semoga bisa teratasi segera

Reply Delete
Avatar
Uniek Kaswarganti Sabtu, 07 September, 2019

Memang harus terus distimulasi ya dari bayi, diajak bicara terus entah mengerti entah tidak. Dari kebiasaan mendengarkan orang tuanya bicara terus, bisa jadi terapi terbaik untuk kemampuan berbicara anak.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

betul mba emang butuh peranan ortu banget

Reply Delete
Avatar
Sera Wicaksono Minggu, 08 September, 2019

Waktu anak kedua umur hampir 2 thnan kmaren, dan dia blm bisa ngomong, sedangkan temennya udah bisa, sy jg agak galo. Alhamdulillah sih skr udah bisa dan crewet skali.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

pasti mba galau :) milestones anak suka bikin deg2an

Reply Delete
Avatar
dudukpalingdepan Minggu, 08 September, 2019

Iya, bahasa yang campur-campur pada saat anak belajar bicara pasti bikin bingung si anak. Dulu saya minta baik2 sama mertua untuk nggak ngajarin dulu bahasa Jawa, bukannya nggak mau dia belajar bahasa daerah takutnya malah bingung dengan bahasa Indonesiam Support system keluarga penting bangey sih.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Senin, 09 September, 2019

betul karena nanti bisa jadi speech delay ya mba kecuali anaknya emang talent

Reply Delete
Avatar
Leyla Hana Minggu, 08 September, 2019

Yup, speech delay jangan dianggap sepele ya. Harus segera distimulasi oleh orangtua.

Reply Delete
Avatar
Damar Aisyah Senin, 09 September, 2019

Najib itu pernah diduga speech delay, Mbak. Aku juga lumayan khawatir karena mertuaku ndesak trus untuk terapi. Tapi karena aku melihat kemampuan menangkap pesannya bagus, makanya aku tunda dulu sambil stimulasi sendiri di rumah. Alhamdulillah, lepas usia 2 tahun mulai ada perkembangan sampai sekarang. Jadi memang speech delay itu harus diperhatikan banget ya, gejalanya. Dan demi rasa nyaman memang sebaiknya periksa pada ahli medis untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Selasa, 10 September, 2019

alhamdulilah ya mba stimulasi terus

Reply Delete
Avatar
Ipeh Alena Selasa, 10 September, 2019

Nah ini nih informasi yang perlu banget diketahui banyak mommy. Soalnya, kadang kemampuan anak kan berbeda, ya. Terus, seringnya mommy muda pun gak tau apa penyebabnya. Soalnya, keponakanku juga gini, ngalamin speech delay. Ternyata, ibunya sering kecepetan kalau ngomong. Terapinya itu dia, diajak ngobrol tapi pelan-pelan. Sampai artikulasinya jelas terdengar sama anak.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Selasa, 10 September, 2019

betul mba semoga bisa bermanfaat

Reply Delete
Avatar
Wenny Kumala Tendean Jumat, 13 September, 2019

Anak di bawah 3 tahun kudu sering2 di ajak berinteraksi ya mbak. Kalau anak ku gak speech delay, tapi pelafalan nya masih kurang. Wajar gak y mbak?

Reply Delete