Search

Jadi Karyawan Sambil Usaha Itu Tidaklah Mudah!

Halo temans, saya mau sharing nih pengalaman pribadi. Sesuai judulnya kali ini mau sharing tentang menjadi karyawan sambil punya usaha itu ternyata melelahkan!begini pengalaman saya.

Usaha saya dan suami membuka kedai Joeragan Ice Cream sudah mulai sejak tahun lalu namun harus tutup selama 1 bulan kemarin. Penyebabnya adalah pegawai yang kurang cakap dalam mengemban tanggung jawab. Padahal kami sudah berusaha controlling sesering mungkin.




Bahkan di kedai juga telah kami pasang CCTV sebagai alat bantu kami untuk memonitor pegawai. Memang selama ini kami melihat kinerja pegawainya jauh dari ekspektasi kami sebagai owner.

Awalnya suami resign demi membangun usaha impiannya ini, bulan-bulan pertama usaha buka masih dibawah pengawasan suami dan kedai begitu ramai sekali hingga malam hari masih saja ada yang beli. Sekalipun daerah Cimahi kata orang Bekasi mah dingin tapi alhamdulilah banyak yang suka es krim racikan kami.

Akhir tahun kemarin suami memutuskan untuk kembali menjadi karyawan karena atasannya masih tidak rela kehilangan karyawan potensial di kantornya. Saya sendiri ya masih tetap menjadi karyawan aktif dan juga repot mengurusi kedua buah hati kami.

Kesibukan saya dan suami menjadi karyawan membuat kami kurang fokus untuk mengurusi usaha kami sendiri. Kami sangat percaya dengan kedua pegawai yang kami hire. Monitoring mereka hanya lewat cctv dan report di Whats app Group saja.

Tugas saya sendiri dalam mengurusi kedai adalah mencatat arus kas usaha, dari pendapatan hingga pengeluaran saya rinci secara manual. Saya sendiri sering keteteran untuk lakukan pencatatan karena pekerjaan di kantor juga banyak yang menanti.

Memiliki usaha sendiri memang terdengar keren tapi nyatanya susah sekali untuk mengatur waktunya. Beberapa kali juga saya harus merelakan cuti melayang untuk mengurusi masalah-masalah yang terjadi pada usaha Joeragan Ice Cream ini.  

Salah satu masalah yang terjadi adalah pegawai yang keluar.

Jadi Karyawan Sambil Usaha Itu Tidak Mudah!, drama gonta ganti pegawai, cari pegawai itu susah




Drama Gonta-Ganti Pegawai 


Zaman sekarang banyak yang mengatakan CARI KERJA SUSAH, padahal saya sendiri cari pegawai untuk kedai juga susahnya minta ampun. 

Sebagaimana yang saya ceritakan diawal, semenjak suami bekerja kembali kami memutuskan untuk menghire 1 pegawai karena saking ramainya butuh minimal 2 pegawai. 

Tiada angin tiada hujan, salah satu pegawai andalan kami sebut saja "A" tiba-tiba keluar begitu saja setelah beberapa fasilitas dari handphone dan sepeda kami berikan. 

Usut punya usut ternyata dia tidak suka dengan pegawai baru karena seolah-olah pegawai baru akan membuat ruang geraknya terbatas.

Sepeninggalan "A" maka tersisa pegawai kami "B" yang baru lulus sekolah. Karena kedai ramai maka saya bertugas mencari pegawai baru lagi. 

Tak butuh waktu lama untuk saya mendapatkan pegawai baru kedai, dari beberapa yang melamar cocoklah kami dengan "C". 

Bersyukur sekali "B" dan "C" bisa bekerja sama tanpa butuh waktu lama. Keduanya terlihat saling support satu sama lain. 

Namun tragedi itu muncul, satu hari "B" diminta datang ke rumah oelh suami untuk mengambil stock bahan es krim. Entah bagaimana kronologisnya "B" tiba-tiba pamit dari grup WA dan menyatakan KELUAR.

Setelah suami menceritakan detailnya ternyata hanya salah paham namun "B" tetap keluar begitu saja. Hari itu "C" sedang libur sehingga kedai tutup begitu saja dan sepulang suami kerja, ia memutuskan untuk memeriksa kedai. 

Malam itu barulah suami tahu kondisi kedai tak lagi beres, ruangan dan peralatan kotor bahkan bahan es terbuang hingga 1 kg lebih. Sedih sekali ketika saya menerima foto-foto yang suami kirimkan.

Keesokan harinya, mau tidak mau saya kembali cuti untuk meluruskan masalah yang terjadi di kedai. Sayapun memanggil "C", untuk mendapatkan penjelasan mengapa kedai seperti tidak diurus padahal selama ini kami kira mereka mengerjakan jobdesk sebaik mungkin.

Dari hasil interogasi "C", didapatkan fakta tidak mengenakkan diantaranya adalah :
  • "B" tidak pernah mau membantu "C" jika membersihkan kedai sehingga "C" pun akhirnya malas karena melihat perilaku "B" yang asyik main HP 
  • "B" pulak yang menyuruh "C" untuk tidak perlu membersihkan kedai
  • Sebagai pegawai yang diberikan amanah lebih untuk belanja keperluan toko terkadang "B" selalu lupa
Salah satunya lupa membelikan "plastik" untuk packaging jika ada yang order melalui ojek online. Sebagai salah satu bentuk pelayanan kami, biasanya kami memberikan double plastik agar tidak tumpah apalagi kalau order pake ojek online yang sering diburu waktu sering membuat minumannya tumpah.

Oleh sebab itu, saya memilih plastik yang pas dengan tinggi kemasannya. Dan saya selalu wanti-wanti ke semua pegawai hanya menggunakan plastik PP Wayang.


review plastik wayang, Jadi Karyawan Sambil Usaha Itu Tidak Mudah!, drama gonta ganti pegawai, cari pegawai itu susah, review plastik wayang


Mengapa saya memilih hanya kantong plastik PP Wayang?beberapa alasan berikut yang menjadi pertimbangan saya menggunakan plastik PP Wayang di Joeragan Ice Cream :




✔ Produk plastik Wayang memiliki banyak ukuran yang lengkap dan utamanya ketebalannya itu pas untuk mewadahi minuman menu milkshake yang ada di Joeragan Ice Cream
✔ Merupakan produk kantong plastik jenis PP (polypropylene)
✔ Warnanya bening dan berkualitas karena bahan plastiknya grade A sehingga tidak merubah tampilan produk yang dikemasnya

review plastik wayang, Jadi Karyawan Sambil Usaha Itu Tidak Mudah!, drama gonta ganti pegawai, cari pegawai itu susah, review plastik wayang


✔ Menggunakan bahan standar Food Grade ini utama ya temans sehingga sangat aman jika bersentuhan langsung dengan makanan maupun minuman
✔ Mudah didapat karena saya maupun pegawai bisa beli di pasar atau toko terdekat lainnnya. Apalagi kini kemasan plastik wayang sudah berganti dengan kemasan baru yang lebih elegan dari sisi desainnya membuat plastik wayang lebih mudah dikenali.


Jadi Karyawan Sambil Usaha Itu Tidak Mudah!, drama gonta ganti pegawai, cari pegawai itu susah, review plastik wayang

✔ Selain itu sudah bersertifikasi ISO 9001, bersertifikat halal dari MUI, dan sudah mendapatkan Indonesian Best Brand Award (2011-2018). Sebagai karyawan di perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang packaging plastic dan sangat tahu perjuangan untuk bisa punya sertifikasi tersebut, maka hal ini tentu saja menjadi nilai plus untuk plastik wayang di mata saya selaku user.

Sejauh ini tidak ada lagi komplain dari customer ketika kami memutuskan packaging yang double dan aman selama di perjalanan. 

Dan penggunaan plastik sendiri bukanlah karena tidak cinta lingkungan namun memang saat ini kami masih mengandalkan palstik sebagai wadah untuk pembelian es krim yang tidak langsung makan di kedai.

Jadi Karyawan Sambil Usaha Itu Tidak Mudah!, drama gonta ganti pegawai, cari pegawai itu susah, review plastik wayang


Pesan saya sih selalu bijak untuk menggunakan plastiknya, salah satunya dengan bisa tetap menggunakan berkali-kali plastiknya atau dimanfaatkan buat kebutuhan lain.

Dan paling utamanya bekas plastiknya tidak dibuang sembarangan yah temans!

Back to drama pegawai, akhirnya saya memutuskan menghire "D" untuk menemani "C" sayangnya mereka berdua juga tidak mampu untuk mengemban tugas dan kami memutuskan hubungan kerja bersama mereka.

Setelah 1 bulan tutup, akhirnya saya menemukan pegawai baru kini sudah bekerja kembali dan alhamdulilah sepenuhnya sesuai ekspektasi namun saya dan suami tidak ingin lagi terjadi hal-hal yang sebelumnya terjadi maka kini kami lebih intens memonitornya.

***

Well, Temans ternyata menjadi karyawan sekaligus buka usaha itu tidaklah mudah. Utamanya bisa membagi waktu untuk tetap mengurusi keduanya dengan baik antara pekerjaan di kantor maupun usaha yang dijalankan.

Baca lagi : Tetap Bekerja Sambil Usaha

Demikian yang bisa saya sharing kali ini, semoga bisa bermanfaat yah. Punya pengalaman seputar bekerja sambil usaha?yuk sharing temans.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun