Bijak Menggunakan Kartu Kredit Yuk, Kasihanilah HRD!

bijak menggunakan kartu kredit, curhatan HRD , terjerat hutang kartu kredit, jangan bermegah-megahan

Bijak Menggunakan Kartu Kredit Yuk, Kasihanilah HRD!

Siapa pengguna kartu kredit? pasti diantara temans pembaca ((setia)) blog ini ada yang pengguna aktif kartu kredit. It's okay temans saya tidak akan men-judgement apapun tentang hal itu. Karena saya yakin temans semua punya tujuan dan pilihan masing-masing. 

Tapi satu hal yang ingin saya tekankan adalah "Bijak Menggunakan Kartu Kredit serta Bertanggung jawablah atas penggunaannya!"

Sifat manusia si yah lumrah terlena dengan meningkatnya gaya hidup kekinian, terpukau dengan indahnya rumput tetangga, terbakar nafsu melihat kemewahan dunia (berat coy). 

Namun pada akhirnya itu semua tidak ada harganya saat apa yang mati-matian dipenuhi terganjal dengan namanya lari dari tanggung jawab.

Postingan kali ini semoga bisa diambil pelajarannya, karena saya selalu menekankan pada beberapa tulisan di blog ini untuk mengambil sesuatu yang bermanfaat dan syukur-syukur bisa kasih insight buat temans sekalian.

Mudahnya Pengajuan Kartu Kredit





Banyak pihak bank yang sering menelepon saya meminta konfirmasi data karyawan. Apakah si X bekerja di sini?berapa lama si A bekerja di sini?sudah jadi karyawan tetap atau belum?

Pertanyaan-pertanyaan meyakinkan untuk menyamakan apa yang dituliskan si karyawan sesuai dengan data yang dimiliki oleh HRD.

Apabila saya tanyakan untuk kebutuhan apa bertanya-tanya seperti itu?jawaban yang paling sering saya dapatkan adalah PENGAJUAN KARTU KREDIT.

Saya sendiri punya atau tidak kartu kredit?tentu TIDAK punya. Jujur saya juga ga tahu persis bagaimana prosedur dalam pengajuan kartu kredit sehingga banyak sekali pihak bank yang menanyakan perihal data karyawan ke HRD.

Iyes inilah side job saya sebagai HRD memberikan informasi tentang data karyawan yang hendak pengajuan kartu kredit, pinjaman hingga KPR. 

bijak menggunakan kartu kredit, curhatan HRD , terjerat hutang kartu kredit, jangan bermegah-megahan


Agak risih juga sih ngabisin beberapa menit buat angkat telepon hahaha apalagi berakhir bertanya "gajinya si anu emang segini mba?" karena bla..bla..bla..

Urusan payroll sendiri bukan saya yang pegang makanya agak bingung jawabnya. Tapi konon katanya kalau udah konfirmasi ke pihak HRD kartu kredit bisa mudah cair. 

Tinggal menunggu syantiek kartu tersebut datang ke rumah. Selebihnya HRD tidak tau menahu digunakan untuk apa.

Ya kali saya sekepo itu mengetahui urusan printilan karyawan, mau gajinya buat bayar ini itu I DON'T CARE!

Terjerat Hutang Kartu Kredit


Memang ya kemudahan banget menggunakan kartu kredit untuk bisa mendapatkan sesuatu dalam waktu singkat. Mau punya leptop baru bayar pake kartu kredit, mau punya hp baru uang ga cukup untung ada kartu kredit.

Uang gaji habis tinggal gesek tunai, mau sepatu baru tabungan belum cukup cring pake kartu kredit. Segalanya terbantu dengan kartu kredit apalagi kalau limitnya udah buanyak banget.

Dikit-dikit pake kartu kredit sampai akhirnya ga terasa sudah membukit tagihannya. Dan pada akhirnya bingung membayarkannya.

Tahu-tahu menumpuk baik bunga maupun angsuran pokoknya. 

Maraknya kemudahan pengajuan kartu kredit ternyata tidak dimbangi dengan kemudahan membayar hutang kartu kredit. 

Apa yang kemudian terjadi, yes kalian jadi DPO collector bank!


Kasihanilah HRD, Please Bayar Hutang Kartu Kreditmu


Singkat cerita, inilah klimaks yang hendak saya bagikan. Selama 10 tahun jadi HRD baru akhir-akhir ini saya diteror pihak bank.

Dari bank abc sampe bank bink bunk benk bonk menghubungi pihak HRD. 

👾 : Selamat siangDengan bagian HRD?saya fgh dari Bank cari ribut
❤ : betul bisa dibanting?

👾 : kapan si x masuk?

 : sebentar saya cek dulu yah,,oh maaf tidak tahu

 👾: ANDA ITU HRD MASA TIDAK TAHU *nyolot

❤ : Anda kalau mau nanya ya baik-baik dong orang saya ga tahu karena ybs itu bla..bla punya kasus sendiri. lalu kututup teleponnya daripada berantem 
Kemudian hari pihak bank yang sama namun berbeda orang yang meneleponnya. Diawali dengan percakapan basa basi yang busuk lalu akhirnya ga enak.

👾 : Dengan bagian HRD?saya fgh dari Bank cari ribut
❤ : betul bisa dibanting?
👾 : kalau si x itu kemana?
 : sebentar saya cek dulu yah,,oh ada perlu apa?
👾 : penagihan bu jadi ybs menunggak, saya teleponin terus ga angkat2 dan ybs hanya beri no telepon kantor saja. tolonglah bu bantuin bilangin angkat telepon dari saya tolong ya bu hub ybs. kalau ga diangkat sama ybs terus maka saya akan teleponin ibu terus
Disclamer : percakapan ini pernah saya buat di facebook saya. 


Akhirnya bagaimana dengan kasus ini?Karena merasa tidak puas dengan jawaban saya, akhirnya pihak bank ini menghubungi rekan kerja saya yang lain. Dan menanyakan hal yang sami mawon. 

Ujung-ujungnya saya mengeluhkan dan merumpi deh *astagfirullah ghibah si teteh Bella LOL*.

Dan akhirnya pihak bank ini berhenti telepon setelah rekan kerja yang punya hutang ini mengangkat teleponnya dan akhirnya bak tertelan bumi tidak ada lagi teror telepon dari pihak bank tersebut mencari keberadaan si X.

Teror Menyeramkan Muncul Lagi..




Sempat tenang karena beberapa waktu tidak ada lagi pihak bank menanyakan tentang keberadaan karyawan yang tidak membayar hutangnya. Paling telepon hanya untuk memastikan data karyawan saja. 

Namun tiada hujan tiada angin, hari itu muncul teror paling menyebalkan sepanjang sejarah saya sebagai HRD.

Pagi itu, saya menerima sambungan telepon dari receptionist ada pihak bank abc ingin konfirmasi data begitulah tujuan yang receptionist sampaikan.

Saya menerima telepon seperti biasa, menanyakan keperluan apa?si penelepon bercerita panjang lebar.

Adalah Bapak A yang berada di cabang kantor lain menunggak kartu kredit semenjak ia masih bekerja di perusahaan lamanya.

Si pihak bank ini sudah putus asa menghubungi telepon bapak A bahkan whatsaapp sama sekali tidak direspon olehnya.

Jalan keluar yang ia tempuh adalah menghubungi kantor tempatnya bekerja. Si pihak bank ini sepertinya yah sudah sering menghubungi kantor cabang. Entah bagaimana urusannya akhirnya si pihak bank diarahkan menelepon ke HRD kantor pusat dong!cemana begini huftt..

Maka pada hari itu sayalah HRD malang yang harus menghabiskan waktu selama 12 menit mendengarkan ceramahnya, memohon pertolongan saya agar saya membantu untuk bisa menghubungi bapak A dan segera membayarkan cicilan 2 ((Dua)) kartu kreditnya sejumlah sekian juta.

Yang tidak mengenakkan adalah pihak bank tersebut menggunakan intimidasi, mengancam yang kurang pantas dengan kasus kartu kredit sekian juta saja. Karena saya hanya bisa membantu mengingatkan saja tanpa punya pilihan lain apa yang harus saya lakukan terkait kasus ini.

Setelah menutup telepon, saya adukan permasalahan ini kepada rekan kerja saya yang memang terkait dengan industrial. Saya menceritakan detail apa yang disampaikan pihak bank dengan itikad kurang baik karena adanya ancaman. Rekan kerja saya langsung menelepon bapak A.

Siang itu selepas saya pumping, kembali si pihak bank yang tadi pagi ceramah meminta bantuan menayakan bagaimana selanjutnya.

👾 : Siang bu bagaimana tentang bapak A?
: Sudah saya sampaikan menurut bapak A tagihannya ke rumah saja
👾 : Alamat rumahnya tidak jelas yah saya sudah coba dan tidak ada *mulai emosi Ferguso
: Ya saya ga tau yah karena ybs meminta tagihannya ke rumahnya saja
👾 : Tidak ada rumahnya, tidak jelas si A itu *mulai membentak Ferguso
: Ya terus harus bagaimana?saya ini di Bandung, bapak A di kota XXX *masih kalem
👾: Saya juga di Jakarta ga mungkin saya kesana, ANDA ITU HRD G*BLOG *sudah nada soprano Ferguso
: Anda sudah ga minta baik-baik yah malah bilang saya g*blog. Anda yang g*blog nagih ke saya, yang punya utangnya siapa?  *tutup telepon

Astagfirullah jadi aja saya emosi juga...berasa pengen banting tuh orang!belum tahu saya ini mamak Hulk!LOL






FYI, pas percakapan itu ruangan lagi sepi hingga suara marah saya membahana terdengar sampe ke ruangan lain. Dan hari itu saya naik daun karena pada kaget saya marah dengan nada sopran LOL.

Beberapa orang japri rekan kerja sebelah saya, menanyakan ada apa gerangan saya yang lemah lembut penuh keramahan *ini dusta wkwk* marah sejadi-jadinya.

Karena kemarahan ini akhirnya sampailah ke atasan saya. Mau tak mau saya ceritakan kejadian ga enak ini. Finally, my boss telepon bapak A untuk segera menyelesaikan permasalahannya.

Bahkan keesokan harinya ada atasan departemen lain bilang siapa yang berani mengancam saya seperti itu ayo kita tuntut pihak banknya juga karena pencemaran nama baik *ngakak gaes*

Bagaimana akhirnya?

Setelah saya tutup telepon si rese itu, saya langsung hubungi pihak receptionis untuk tidak menyambungkan teleponnya ke saya karena saya ga terima dibilang kasar seperti itu.


SEJAK KAPAN HRD NGURUSIN HUTANG KARYAWANNYA?





Sebagai HRD, saya hanya bisa memberikan informasi yang memang tercatat. Saya ga ngurusin si karyawan mau gajinya dipake apa sampe ga bisa bayar utang atau ga.

Yang jelas HRD melaksanakan kewajibannya, mengatur haknya yakni gaji tanpa perlu tahu itu gaji buat apa, buat main, buat beli apa NO sekali lagi don't care. 

Tapi penting saya ingatkan buat temans please bijak menggunakan kartu kredit!mulai memperhitungkan bisakah dengan pemasukan sekian menutupi pengeluaran sekian.

Jangan pada akhirnya ditagih hingga ke kantor, itu MEMALUKAN gaes!ga tau deh kalau yang punya utangnya malu apa ga?

Saya aja yang ditagih-tagih kok ya malu sampe segitunya ga bisa bayar kartu kredit.

***

Well, pada akhirnya semua balik pada pilihan masing-masing. Tapi saya mau berpesan kasihanilah saya sebagai HRD yang kena omel apalagi dikatain begitu wkwkwk..

Hiduplah berkecukupan, cukup makan di restoran mahal, cukup 5 mobil, cukup 4 rumah, cukup 25 kg emas, CUKUP BERMIMPINYA WOY!!

Cukup sekian curhatan saya, semoga ini bisa jadi pelajaran buat siapapun. 

Kalau mulai terlena dengan kartu kredit dan kemudahanya langsung ya buka Al-Qurannya jangan buka OL SHOP terusss *ini nyindir diri sendiri*. LOL

jangan bermegah-megahan, qs.at-takasur
pic fr ayobelajar.com







98 komentar

Avatar
Fanny Fristhika Nila Jumat, 01 Februari, 2019

aku pernah ngalamin kok mba. walo aku bukan hrd, tp kbetulan sial aja kantor si karyawan yg ngutang ini pernah kerja di cabang yg aku pegang. lah aku diteror.padaaaahl kenah juga ga ama si staff krn udh resign lama sebelum aku pegang itu kantor. duuuh sampe aku males angkat telp. bingung juga ama org yg ngitang tp ga bisa bayar ini. staff di kantorku pun ada yg kena blacklist krn masah utang. apalagi kantorku kan bank. utk tau daftar blacklist gini tinggal masuk ke sistemnya. malu sih aku kalo sampe namaku ada di situ

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

iya apes banget dah aku mba Fan wkwkwk

Reply Delete
Avatar
Nova Violita Jumat, 01 Februari, 2019

Bener tuh..yg utang siapa yg ditagih siapa? Kesel sih...

Terus Hulk sekarang main kemana Mak? 😁

Reply Delete
Avatar
Sri Al Hidayati Jumat, 01 Februari, 2019

Saya bacanya juga jadi ikut esmosi.
teh.. astaghfirullah.. bener banget mending ga punya kartu kredit.. hidup tanpa hutang.. hati damai sentosa..

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

iya teh aku yang di g*blok2 aja emosi banget wkwkwk

Reply Delete
Avatar
Helenamantra Sabtu, 02 Februari, 2019

aku pernah dicurhatin petugas penagihan dari kartu kredit sebuah bank.
dia nagih ke pegawai bank yang sama (sekantor), cuma beda lantai aja.
weleh, pegawai bank juga bisa nunggak :))
godaan oh godaan...

Reply Delete
Avatar
Rani R Tyas Sabtu, 02 Februari, 2019

Tapi aneh atuhlah ya, kenapa karyawan X yang hutang kok HRDnya yang diteleponin? Ngeselin juga tuh debt colector berseragam! Wkwkwkk

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

Nah makanya aku ga habis fikir yang suka cantumin no tlp kantor :D

Reply Delete
Avatar
Merisa Putri Sabtu, 02 Februari, 2019

Wow baru tau asli! Amit amit punya hutang kartu kredit ya Allah ... kocak mba baca tulisan mu
.. ikutan nyeri hate dibuatnya 😅😂😂😂😂

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

wkwkwk pas hari H-nya mukaku merah padam mba :D

Reply Delete
Avatar
Ika Maya Susanti Sabtu, 02 Februari, 2019

Ya ampun Mbak, saya tu antara mau ketawa sama kok ya kasihan. Awalnya sempat bingung juga sih pas baca judul. Emang ada hubungan apa kartu kredit sama HRD. Eh ternyata kalau nasabah kartu kredit kenapa-kenapa, yang diteror HRD ya.

Reply Delete
Avatar
Sandra Hamidah Sabtu, 02 Februari, 2019

Astagfirulloh sabar mba say, itulah napa saya ngga mau pake cc, minta uang aja yg banyak ah sama Allah

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

iya setuju minta uang sama yang Maha Kaya ya mba San

Reply Delete
Avatar
Inka Amalia Sabtu, 02 Februari, 2019

Setahun pake kartu kredit udah nggak kuat, karena bener2 terlena banget sampai pernah kok kita gajian tapi gak tersisa ternyata hanya utk bayar cicilan kartu kredit. Memang awalnya sangat terasa membantu sekali penggunaan kartu kredit tapi sejujurnya kayak lagi dijerat pakai rantai gitu tersiksa jadi lebih baik kita harus bijak bahkan jika tidak perlu dab penting tidak perlu digunakan. Iya gak sih kak?

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

duh makasih sharingnya mba Inka :)

Reply Delete
Avatar
CatatanRia Sabtu, 02 Februari, 2019

i feel youuuu hihi aku bukan HRD tapi pernah ngalamin yang sama teh, bedanya depcollector yang nyolotnya nyari tetanggaku. jadi tetanggaku kasih nomer telpon rumahku, dan itu bikin kesel banget. Setuju teh untuk yang punya kartu kredit sebaiknya secara bijak memakainya sesuai dengan kemampuan.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

nahkan kesel bingits ya teh :(

Reply Delete
Avatar
Aminnatul Widyana Sabtu, 02 Februari, 2019

Hahaa... Lucu2 percakapannya... Aq juga gak punya kartu kredit mom. Juga gak tau prosedur perolehannya. Jd ya gak tau apa2. Eh ternyata kalo nunggak nagihnya ke HRD perusahaan juga ya?

Reply Delete
Avatar
B E P E Sabtu, 02 Februari, 2019

Wahhh ak belum punya kartu kredit, apakah ada minimal saldo gitu ya, anakkost gini gakuat minimalnya itu :(

Reply Delete
Avatar
B E P E Selasa, 05 Februari, 2019

Wahhhh padahal penting banget itu, tapi untuk saat ini gak terlalu penting sih hmm

Reply Delete
Avatar
Dian Restu Agustina Sabtu, 02 Februari, 2019

Mbak..ini HRD yang ditelpon ya...Parahnya, kini kalau utang via fintech, yang diteror adalah nomor yang ada di kontaknya. Teman, saudara, orang tua, tetangga...random bisa dikasih tahu tantang hutang itu.
Pesan moralnya, berhutang pun harus bijak ya..apalagi kalau untuk nurutin gaya hidup. Duh, lebih baik jangan. Kayak gitu giliran bayar..enggan. Lah, HRD atau semua kontak dikasih tahu apa enggak mau?
Atau mungkin sudah putus urat malunya? Entahlah...

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

iya mba ga tau kenapa malah minta smabungin itu ke HRD cemana HRD ngurusin orang ngutang :(

Reply Delete
Avatar
Nia Haryanto Sabtu, 02 Februari, 2019

Wah, baru tahu kalo ada yang begini. Serius Herva ini nyata? Beuh... kok bisa ya. IYa banget sih ya, mudahnya pengajuan kartu kredit bikin gelap mata. Jadinya belanja seenaknya. Lupa dan reuwas akhirnya saat jatuh tempo. Aku mah gak kabita da sama kartu kredit. Mending juga pake kartu debit aja. Puguh pan kalo lagi bokek teh gak bisa belanja. :))

Reply Delete
Avatar
Nia Haryanto Senin, 04 Februari, 2019

Kalo aku, pernah juga ditelponin pihak bank. Di minta ngingetin sodaraku yang juga nunggak kartu kredit. Gak kasar kayak Herva sih, tapi tetep weh nyebelin.

Reply Delete
Avatar
Bety Kristianto Sabtu, 02 Februari, 2019

Hihihi ini dulu makananku sehari-hari mba pas masih ngantor di bank xyz. Maklum marketing dituntut penjualan oke akhirnya banyak orang yang jadi korban. Tapi kalo gak salah sekarang udah lebih sulit bikin CC ya. Semoga makin ketat peraturannya bikin makin oke kualitas nasabahnya

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

iya yah makin ketat ga membiarkan begitu aja hahaha

Reply Delete
Avatar
Susie Ncuss Minggu, 03 Februari, 2019

kartu kredit itu disalahartikan sebagai u(t)ang cadangan, padahak kartu kredit hanyalah alat pembayaran.
suka kzl ya sama yang diperbudak dengan dunia dan akhirnya malah menjerat leher sendiri --"

Reply Delete
Avatar
Ainhy Edelweiss Minggu, 03 Februari, 2019

bahahaha lucuu ii animasinya itu dapat dimna mba? mau dong sebagai referensi hehe.
Btw ternyata kalau karyawan kredit kartu, HRDnya yang pusing yah, baru tw mba hehe, nti deh taxain ke tmn2 jgn sering kredi krtu melulu

Reply Delete
Avatar
Afifah Haq Minggu, 03 Februari, 2019

Indahnya hidup tanpa punya kartu kredit hihi. Kalau aku di posisi bapak A aku udah malu da teh, masalah hutang nya udah banyak yg tau sampe orang pusat.

Kabayang pas ngambek na teh, langsung gempar sigana se ruangan ��

Reply Delete
Avatar
Nefertite Fatriyanti Minggu, 03 Februari, 2019

Kartu kredit sebenarnya fasilitas untuk memudahkan ya mba.
Masalahnya ada yang kalap kalau udah pegang kartu kredit

Reply Delete
Avatar
Hidayah Sulistyowati Minggu, 03 Februari, 2019

Iya, odoj aja... jangan buka olshop dan bayar dengan kartu kredit. Kalo bayar cash sih boleh ya *eh

Reply Delete
Avatar
Hidayah Sulistyowati Senin, 04 Februari, 2019

Aku jadi gemes juga nih, yang utang siapa yang ditagih siapa. Misal kejadian gitu aku yang ngalamin, pasti udah marah juga

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

iya mba kesel banget hahaha

Reply Delete
Avatar
Mechta Minggu, 03 Februari, 2019

Maaf mbaaa...tak ketawa dulu yaaa...
🤣🤣🤣
Tapi asli memang ngeselin sih..dan semoga itu kasus terakhir y mba..
Ah, syukurlah aku juga tak punya KK, jadi tak berpotensi menyakitkan HRD..hehe..

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

iya emang ngeselin banget mba :(

Reply Delete
Avatar
Allaely Hardhiani Minggu, 03 Februari, 2019

Ya ampun, ternyata sampai segitunya ya. Dulu pernah mau ngajuin kartu kredit tp ditolak. Alhamdulillah dan bersyukur bgt krn dulu ditolak. Krn kalau dipikir2 lbh banyak ruginya pny kartu kredit kalau nggak bijak pakai.. Lagian orang kaya itu kalau beli barang harusnya nggak pakai kartu kredit, tapi langsung tunai aja hehehe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

tergantung juga mba ada orkayyg senengnya pake CC tpi seengaknya mereka ga lari dari tanggungjawab hahhaa

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 04 Februari, 2019

iya mending tunai mba sabar ngumpulin :)

Reply Delete
Avatar
fenni bungsu Minggu, 03 Februari, 2019

HRD bukan hanya ngurusin rekrut, gaji, dan masa pensiun karyawan aja yah,pas tetiba ada yang mengajukan kredit eh diurusin juga

Reply Delete
Avatar
Nurul Fitri Fatkhani Minggu, 03 Februari, 2019

Saya termasuk yang gak mau berurusan dengan kartu kredit. Takut gak bisa ngontrolnya.
Memang gak enak ya, kalau jadi HRD terus jadi bagian yang ditagihin. Ampun, deh.
Sabar ya, Mbak :))

Reply Delete
Avatar
Diyanika Minggu, 03 Februari, 2019

No hutang2 deh mbak pokoknya. Aku pernah ngalamin kredit motor. Belum jatuh tempo sudah ditelponin mulu. Nomornya ganti2 mulu pula. Ih, ngeri banget. Alhamdulillah ini sudah lunas dan amit2 lah kalau bisa jangan utang.

Reply Delete
Avatar
Visya Al Biruni Minggu, 03 Februari, 2019

Akubserius baca ini, terutama oercakaoan2 itu.. ya amoun ternyata segitu kerasnya tugas HRD ya mom... so enting buat kita utk pikir beribu kali sblm membuat kartu kredit. Jgn smapai menyusahkan org lain juga, hiks.

Reply Delete
Avatar
Ludyah Annisah Minggu, 03 Februari, 2019

Pengen ngakak mbaaa, maafkan ya mbaa. Aku pribadi pake CC pun cuma akhir bulan mba, itupun kalau memang lagi bokek banget, tapi pas baca ini jadi ngeh ternyata dibalik hutang CC kita ada HRD yang diteror

Reply Delete
Avatar
Kurnia amelia Minggu, 03 Februari, 2019

Lucu deh sama semua gift nya hehe. Btw saya sendiri ga punya kartu kredit dan memang ga mau aja soale takut ga bisa bayarnya hehe. Kalau punya kartu kredit pasti akan tergoda belanja mulu pasti soale banyak promonya juga.

Reply Delete
Avatar
Siti hairul Senin, 04 Februari, 2019

Aku dan suami sepakat untuk ga pakai kartu kredit. Padahal kalo beli tiket kw ln mau ga mau harus bayar pake cc untuk beberapa tiket promo. Tapi sampai saat ini tekad bulat ga pakai cc.

Reply Delete
Avatar
Indah Nuria Senin, 04 Februari, 2019

Kasiaaan banget HRD kita iniii hehehe.. btw mba, kartu kredit memang melenakan. Harus pandai-pandai menggunakannya supaya tidak terjerat hutang

Reply Delete
Avatar
Lendy Kurnia Reny Senin, 04 Februari, 2019

Barakallahu fiik...
Ditutup dengan manis sama kakaq HRD yang sabar (tapi masih bisa marah).
Hihii~

Teteh ih...
Keren banget kalo lagi KZL.

Marahnya elekhan~

Reply Delete
Avatar
Yoanna Fayza Senin, 04 Februari, 2019

Waaa ya jelas emosi banget kalo sampe begini yaa mba.. mending kalo masih saudaraan. Di kantorku dulu sampai ada larangan gak boleh mengajukan kartu kredit pakai telepon kantor. Jadi kalau ada pihak bank konfirmasi ke kantor bakalan dibilang gak ada karyawan dg nama itu. Hahahaa..

Reply Delete
Avatar
Leyla Hana Senin, 04 Februari, 2019

Wkwkw seru juga ceritanya. Kasian HRD ga tau apa2. Dua2nya salah sih. Pihak Bank koq teledor gak tau alamat jelas kreditur. Kalo pengalaman ortu saya dulu, rumah ortu didatangi dulu sebelum pengajuan CC nya diterima. Suamiku pakai CC tapi hanya utk yg benar2 urgent, krn ada beberapa transaksi harus pake CC. Intinya, jangan suka ngutang yaa.

Reply Delete
Avatar
Eka Senin, 04 Februari, 2019

Ya Allah menayang kesemuanya. Soalnya pernah ngerasain walau aku bukan hrd. Karena telpon bersama dekat di mejaku. Kasihan yg harus jawabin terus :(

Reply Delete
Avatar
Diah Woro Susanti Senin, 04 Februari, 2019

Petugas Debt Collector dr pihak ke tiga (bukan dr Bank asli) memang dilatih utk manasin emosi org dan mempermalukanmya.

Kata kata kebon binatang sudah lumrah keluar dr mulut mereka.

Biasanya debt collector pihak ketiga ini memeras lagi dr jumlah hutang si penunggak jd aku bs mengerti kalau si penunggak enggan berhubunhan dgn Debt Collector kaya gini krn udh stress sm hutang masih diaduk aduk terus emosinya. Ga nyelesain masalah hehe

Reply Delete
Avatar
Kurnia amelia Senin, 04 Februari, 2019

Lucu banget sih giftnya hehe. Btw aku ga punya kartu kredit nih dan memegang teguh banget supaya ga punya kartu kredit takut khilaf sama ga bisa bayarnya hehe.

Reply Delete
Avatar
Anne Senin, 04 Februari, 2019

Saya gak punya kartu kredit. suami ada pegang 1 CC yang dipake untuk keperluan-keperluan yang hanya bisa pakai CC aja, misalnya langganan software, booking hotel, beli aplikasi. Selebihnya gak dipake konsumtif. Karena terjerat hutang, apalagi riba, bikin hidup nggak tenang. Alhamdulillah, nggak membebani mbak HRD juga :)

Reply Delete
Avatar
Reni Dwi Astuti Senin, 04 Februari, 2019

Alhamdulillah aku bukan pemakai kartu kredit, dan berusaha untuk tidak tergoda memilikinya meski tawaran untuk itu datang terus :)

Reply Delete
Avatar
April Hamsa Senin, 04 Februari, 2019

Lha nggemesin gtu yaaaa :P
Alhamdulillah aku dah gunting CC sejak lama. Skrng kalau butuh apa2 pakai CC virtual aja atau minjem CC temen kalau kepepet banget, tapi bayar cash ke temen.
Yg sabar ya ibu HRD menghadapi perilaku karyawan yg ajaib2 suka gak bayar utang :D

Reply Delete
Avatar
Diah Woro Susanti Senin, 04 Februari, 2019

yg bs bertugas di HRD adl org org yg hebat.

Reply Delete
Avatar
Elly Nurul Senin, 04 Februari, 2019

Haha I feel you mba.. jangankan sebagai HRD, jadi sekretaris juga sering di teror, apalagi kalo dah nunggak ye kan.. memang bener deh, kalo orang dah punya kartu kredit ya harus bijak, jangan pakai jika tidak ada kemampuan untuk mengembalikan.

Reply Delete
Avatar
April Hamsa Senin, 04 Februari, 2019

Iya mengajukan kartu kredit saat ini gampang banget. Bahkan kita tu suka ditawar2in kalau belanja di bbrp departemen store. Menggiurkan tapi ya tanpa nyadar itu kan tetep aja ngutang.

Reply Delete
Avatar
Lubnah Lukman Senin, 04 Februari, 2019

Tentang Cc memang banyak banget ceritanya yah mba hehehe, aku juga punya pengalaman buruk tentang cc ini, tapi semenjak tau tentang ilmu agama tentang cc ini, alhamdulillah sudah lama gak pake cc...

Reply Delete
Avatar
Nyi Penengah Dewanti Senin, 04 Februari, 2019

Sering mendengar kisah teman-teman yang menggunakan kartu kredit, ya Allah semoga kami terlindungi dari yang namanya kartu kredit. Takut, juga ya Mba.

Reply Delete
Avatar
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie) Senin, 04 Februari, 2019

Aku biasanya pakai kartu kredit cuma buat darurat dan kadang diskonan gitu karena emang lumayan banget.

Reply Delete
Avatar
Noorma Senin, 04 Februari, 2019

Aku belum pernah ounya cc mba. Jadi enggak tahu kalo misal yang ga bayar hutang itu akan bagaimana bagaimana

Reply Delete
Avatar
Uniek Kaswarganti Senin, 04 Februari, 2019

Sebagai orang yang pernah dipinjam nomor telpon rumah oleh teman saat dia mau hutang, aku pun pernah merasakan hal yang sama mba. Diteror telpon mulu. Jadi ga cuma HRD nih yang mengalami derita ini meskipun diri kita sendiri tak punya tanggungan hutang. Oalalaa.... ketiban apes doang ya kita.

Reply Delete
Avatar
Rosanna Simanjuntak Senin, 04 Februari, 2019

Aku termasuk pengguna kartu kredit namun untuk transaksi terbatas misalnya pas beli tiket online di OTA.

Baidewei, pas jadi HRD, aku juga pernah lho ditelepon debt collector begini, tapi untung masih dapat yang ramah.

Reply Delete
Avatar
Ajenghimme Senin, 04 Februari, 2019

Mbak, maafkan aku maafkan aku sekali. Aku tahu kalau ini sesungguhnya cerita sedih, tapi aku enggak tahan buat ngakak. Buahahahahahak, segitu amat ya rasanya jadi HRd. Dan segitu sulitnya berhutang. Makannya dari dulu enggak pernah minat sama yang namanya kartu kredit. Dibilang missquen juga enggak apa2 deh, daripada tampak kaya tapi banyak utang

Reply Delete
Avatar
winda - www.dajourneys.com Senin, 04 Februari, 2019

samaaaaa, aku pernah beberapa kali di gitukan, sampe rasis bawa2 ras segala, dna berakhir dengan ancaman mau saya tampar? saking khekinya aku jawabin sini saya tunggu di kantor ya pak kl mau nampar saya, jangan omdo ya *banting telp*

Dan yang bikin emosi? waktu aku sampaikan sama rekan sekerja yang di cari sama bank, dia malah bilang ooo itu mah nawarin kartu kredit kok bukan masalah kredit macet. Emosi donk, saya yang diancam mau di tampar dia bilang nawarin kartu kredit????? Kalau nawarin aja udah kasar begitu, apalagi kl kredit macet ya? ga pake ancam lagi langsung bunuh kali ya *xyzxyz* kesel setengah mati jadinya :(

Reply Delete
Avatar
ewafebri Senin, 04 Februari, 2019

Sayapun mbak.. kena teroor orang yang bahkan bukan teman kerja atau orang dekat. Mungkin itu orang ngasih nomor telpon tempat saya ngasal. Walhasillah diteror suruh bayar utang, padahal nama yang disebutkan aja gak tahu.. 🤭🤭🤭🤭🤭 . Ingin ku berkata Kasaar 🤣🤣🤣

Reply Delete
Avatar
Rahmah 'Suka Nulis' Chemist Senin, 04 Februari, 2019

Suamiku pake CC karena untuk bayar domain dan keperluan blog. Plugin dan lain-lain juga masih pakai CC bayarnya.

Reply Delete
Avatar
Rahma Balci Senin, 04 Februari, 2019

kalau gitu bilang aja mba sama resepsionist kalau mau nagih ga usah disambungin ke HRD nya,datang aja langsung ke kantor, mau cuap2 ngomelin krediturnya monggo, biad dia malu sendiri. dr zaman kerja saya ga tertarik punya CC, meski temen2 pada punya, krn mikirnya kan utang, pake atm saja, kalau abis ya sudah, tapi ga terbebani kudu bayar utang bulan berikutnya. skrg suami punya cc untuk urgent aja ya kyk bayar domain:D

Reply Delete
Avatar
Tira Soekardi Selasa, 05 Februari, 2019

makasih sharingnya, memang lebih baik gak berhutang ya , punya kartu kredit srasa punya uang pdhl ngutang

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres Selasa, 05 Februari, 2019

Siapaa yang ngancam bundaaa? Siapaaahh?
Aku ga pakai kartu kredit karena ga mampu kalo bayar cicilannya 😀 Semangat ya bu

Reply Delete
Avatar
Dita Indrihapsari Selasa, 05 Februari, 2019

Sabar teteeeeh.. Eh, tapi mah Aku kalo ada di posisi teh Bella juga bakal jadi Hulk, deh.. Esmosi ya digituin.. Yang ngutang sapa, yang kena imbas juga sapa.. Hadeeuuh.. Teh, kalo ada karyawan kayak gitu kebijakan perusahaan gimana? Aku penasaran, apa karyawannya bakal kena SP atau gimana?

Reply Delete
Avatar
Bella agmia Selasa, 05 Februari, 2019

Aku gak punya kartu kredit, oh ternyata begitu ya dampaknya kalo gak bertanggung jawab. Serem juga apalagi sekarang makin gampang buat kartu kredit. Aku jadi tahu penderitaan di balik HRD hehehe

Reply Delete
Avatar
Jane Reggievia Rabu, 06 Februari, 2019

Hahaha seru banget nih cerita tentang hutang kartu kredit dari perspektif seorang HRD. Beberapa waktu lalu entah gimana ada debt collector neror ke telp rumah nyari seseorang yg namanya nggak dikenal, ngoto banget katanya yg punya utang kasih nomor telp ini, padahal seumur2 tinggal di rumah kagak pernah ada nama itu. Bijak2 aja deh ya pake kartu kredit itu, mau berhutang pun dipikir-pikir lagi. Bukan diri sendiri susah, org lain juga bisa dibikin repot ):

Reply Delete
Avatar
zilqiah angraini Rabu, 06 Februari, 2019

lucu lucu banget gif nya mbak hahah sesuai ya
memang ya tiap orang punya resiko profesinya masing-masing
keren mbak udah ulas ttg ini di blog :)

Reply Delete
Avatar
Evrinasp Kamis, 07 Februari, 2019

Kok bisa ya HRD Yang kena, Aku Gak pakai kartu kredit sih, mendingan debit, ya gitu takut kalap aja Dan jatuhnya Kan hutang. Waktu pengajuan kredit untuk rumah, yg ttd mah atasan da, dan Gak Ada nomor teleponnya, ini HRD kena getahnya juga ya, sing sabar ya, semoga selesai masalahnya

Reply Delete
Avatar
dudukpalingdepan Kamis, 07 Februari, 2019

Saya sempat tergoda kartu kredit, tapi pas browsing pengalaman pakai kartu kredit malah banyak nggak enaknya. Untung nggak jadi, ngandalin gaji aja deh dengan rasa syukur. Btw saya juga emosi kalau digoblokin gitu. Sabar ya bun. Emang riweh orang yang ngutang kita yang susah. Udah nenggak panadol kan bun? wwkwkw.

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 07 Februari, 2019

belum nenggak nih jadi ga lupa2 wkwkwkwk

Reply Delete
Avatar
inez Kamis, 07 Februari, 2019

kartu kredit kalau dimanfaatkan dgn baik, menguntungkan. karena bisa memudahkan pembayaran.
kalau dipakai utk gesek tunai, kegiatan konsumtif, lebih besar pasak drpd tiang ya begitu deh.
yg sabar ya mba

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Kamis, 07 Februari, 2019

insyaAlloh selalu sabar wkwkwk

Reply Delete
Avatar
Jhon simpel Jumat, 08 Februari, 2019

Kalau saya gak punya kartu kredit mbak. Maklum wong deso tinggal di kampung...

Reply Delete
Avatar
Ata Jumat, 08 Februari, 2019

I feel you, Mba. Bukan HRD sih tapi ketiban sial gara-gara angkat telpon, yang ternyata debt collectornya CC. Ganggu abis. Pake dituduh nyembunyiin temen lah, apa lah. T______T Padahal bukan kita yang salah.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 08 Februari, 2019

wkwkwk pengen nonjok yes :D

Reply Delete
Avatar
Nurul Sufitri Jumat, 08 Februari, 2019

Halooo MBak Herva, apa kabar? Ngomongin soal kartu kredit, aku alhamdulillaah udah 2 tahunan ga pernah pakai lagi. Lebih tenang hati ini, bayar belanjaan in sya allah cash..cash...cash aja hihihihi. Happy ga ada pembayaran tertunda uhuyy! :D

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 22 Februari, 2019

kabar baik mba :) alhamdulilah sudah kembali ke jalan yang benar hahahha

Reply Delete
Avatar
Seftina Qurniawati Sabtu, 09 Februari, 2019

Sampe meneror HRD ya, serem sekali CC itu, saya baca malah kasian sama mba yang make duit sapa yang harus repot sapa

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti Jumat, 22 Februari, 2019

iya mba kasihanilah aku wkkwkwkw

Reply Delete