Monday, June 20, 2016

Kecurangan Dalam Mengerjakan Tes Kepribadian?Yes Or No?

Ada yang pernah tes kepribadian?itu loh yang soalnya kalau kata recruiternya pas intruksi silahkan dipilih mana yang sesuai dengan pribadi masing-masing dan menekankan bahwa jawabannya tidak ada yang salah. Tentu bagi yang pernah wara wiri melamar kerja bakalan tahu dan pernah mengikuti tes kepribadian. Meskipun saya sebagai lulusan psikologi kalau ngelamar kerja ya tetep di tes dulu, psikotes dulu walau sudah tahu ini tes untuk apa hahaha. 

Kali ini saya mau bahas mengenai kecurangan dalam mengerjakan tes kepribadian. Loh kok emang bisa y curang?UN aza bisa bocor apalagi tes kepribadian kayak gini *halah. Kalau dalam dunia kerja justru kebalikannya sama UN pas UN mungkin bisa contek-contekan sama teman (pengalaman pribadi hahaha) nah kalau ngelamar kerja emang bisa nyontek?apalagi kalau recruiternya kayak saya yang lirik kanan kiri, tengok depan-belakang langsung saya coret tidak bisa melanjutkan proses selanjutnya. (kejam nian wkwkwk)

Dibilang galak ya gapapa, pasalnya budaya perusahaan selalu menjunjung tinggi yang namanya INTEGRITAS kalau pas tes aza uda ga jujur gimana nanti?ceilah idealis banget sayah kala itu. Tapi memang itu prinsip yang selalu saya jalani dalam melakukan proses recruitment pasalnya saya sebagai tim recruitment merupakan pintu gerbang seseorang masuk ke perusahaan. Kalau sampe terjadi hal yang tidak diinginkan jangan tanya siapa yang akan disalahkan sudah jelas 5 bahkan 10 jari akan menunjuk ke tim recruitment *elap keringet*.


Back to topik, nah ternyata kalau pas lagi ngelamar yang dicurangin bukan tes kemampuan tapi justru tes kepribadian yang notabene tidak ada jawaban salah. Mengapa demikian?kita tanya galileo (kalau angkatan dulu pasti tau slogan ini hahaha).
Karena pertanyaannya mudah ditebak seperti mengarahkan sesuatu ini bagi yang mengamati sih karena waktunya juga kan tidak terbatas diharuskan diselesaikan maka lebih banyak yang mikir terlalu dalam. Yang pada akhirnya"tidak sesuai dengan gambaran diri tetapi sesuai dengan gambaran pekerjaan"

Maksudnya gimana?y misalnya ni melamar untuk posisi yang berhubungan dengan banyak orang maka dibutuhkan seseorang yang dapat bekerja fleksibel dan dibawah tekanan. Lalu pilihan dalam tes kepribadiannya :
a. Saya dikenal sebagai seorang yang hangat, pendukung dan perhatian kepada orang lain
b. Saya merasa dapat mengatur semua aktifitas kehidupan saya
Maka jawaban yang dipilih adalah yang A. merespon sesuai dengan pekerjaan yang dibutuhkan.

Hal sepele namun berdampak kedepannya. Tips dari saya "Lebih baik jujur akan keadaan kita sendiri jangan memaksakan sesuatu yang bukan diri kita sendiri" Be Your Self. Kita bisa berbohong kepada perusahaan sekalipun namun tetap dampaknya akan terasa untuk kita sendiri nanti. Misalnya setelah diterima ternyata di lapangan begitu sulit beradaptasi padahal berdasarkan tes kita termasuk tipe yang fleksibel. Hayoh kedodoran kan, suasana kerja yang ga nyaman ya kita sendiri yang ciptain jadi saya ga heran kalau tiba-tiba resign dengan alasan ga cocok dengan kerjaan. Kena batunya sendiri hehehe.

Pengalaman lain ketika saya selesai mengikuti workshop untuk alat tes yang mendeteksi kejujuran ketika saya terapkan di kantor sebelumnya alamak ga valid wkwkwk. Padahal menurut trainernya tes ini sangat manjur di lakukan di Barat untuk deteksi kebohongan. Sayang seribu sayang entah mengapa pas saya berikan di kantor sebelumnya ga valid. Mungkin karena tidak ada yang mau jujur, kita lebih takut akan penilaian orang lain. 

Jadi teringat bukunya Mochtar Lubis "Manusia Indonesia" yang menyebutkan ciri manusia Indonesia pertama Munafik. Memiliki penampilan beda, didepan dan belakang. Katanya ini disebabkan lamanya penindasan sehingga tidak mampu mengungkapkan yang sebenarnya. Mungkin karena kita selalu mengedepankan rasa ga enakan. Ga enakan untuk menegur, ga enakan untuk menolak sehingga lain dihati lain di mulut. Mungkin bener ya katanya kejahatan ada disini karena orang baik lebih banyak diam. *mulai ngawur* xixixi

Akhirul tulisan ini, suka atau tidak suka dengan tes kepribadiannya mangga diisi sesuai dengan kondisi kita yang sebenarnya. Say NO to Curang karena masa depan ditentukan kita sendiri, kebahagian dan kesedihan kita sendiri yang nentuin. Jangan sampe menyesal dikemudian hari karena kesalahan dalam mengisi tes kepribadian. 


34 comments:

  1. setujuuu.. kadang merasa enek, sudah ikut test dengan sejujur-jujurnya, tapi ada yang curang :(
    ya begitulah.. ada beberapa oknum yang suka memanipulasi dan curang.

    ReplyDelete
  2. jujur emang lebih baik mbak, eh tapi saya gak pernah tes kalo kerja, langsung disuruh kerja aja gitu :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak amir hidupmu bang ahahaha uda rezeki y :)

      Delete
  3. eh ada yg gt ya mbk, curang wktu dites kepribadian, ketahuan gk ya klok mereka curang, bs dilihat dr hasil tes nggak mbk ?,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada beberapa point pertanyaan yang melihat konsistensi dalam menjawab pertanyaan. Disitulah bisa diliat orang ini ngisinya bener apa ngawur gtu mba :)

      Delete
  4. Kalau yang B itu tipekal orang yang individualis kah, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mba lebih ke arah ybs mampu untuk bekerja sendiri, tidak senang bekerja dalam kelompok.

      Delete
  5. Haha I know what you mean in this post Hehe.

    Dunia kerja Oh dunia kerja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...dunia ini panggung sandiwara *malah nyanyi*

      Delete
  6. saya juga pernah ikut tes kepribadian waktu ngelamar ke perusahaan.. emang ada aja yang curang sih mba. salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Demi kelulusan y Kang hehhe..salam kenal jg terimakasih sudah berkunjung

      Delete
  7. Kalau saya emang nggak pernah sih test kepribadian karena emang lebih ke test ngajar dan akademik. Kalau interview kadang saya ada ngibulnya juga sih, haha... Kalau tipe orang ga enakan, bukan saya banget, haha... Saya tegas untuk bilang yay or nay

    ReplyDelete
  8. Wah, saya ini paling nggak bisa milih jawaban yang nggak sesuai pribadi saya. Mungkin ini kali ya yang jadi sebab dulu pas ngelamar jadi cpns, nggak keterima. :D Hihihi, pede. Padahal tes pengetahuan umum saja banyak salahnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya mba pertanyaannya menjebak, PD itu penting mba yg penting uda usaha y mba :) Makasi uda berkunjung

      Delete
  9. Kadang kadang suami romantis kadang kadang ngeselin huaaa. Itulah sisi romantisnya dalam berumah tangga

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha :D kadang2 manjah kadang2 bikin sakit kepala y mba

      Delete
  10. Iya.. Jadi inget jaman psikotest dulu. Perasaan pernah juga ngadepin soal yang soalnya (sama) diulang bbrp kali. Bnrkah itu untuk ngetes konsistensi jawaban kita mb?

    Klo yang disuruh gambar..dari titik melanjutkan ke bntuk..itu untuk apa ya mb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba bwt liat konsistensi kita :)
      klo itu bisa untuk kepribadian juga IQ klo ga salah ya benar hahaha

      Delete
  11. Lebih baik jujur, sesuai dengan hati nurani.

    ReplyDelete
  12. Kalo aku sih ngisi dengan jujur, walaupun nanti hasilnya seperti apa.
    Karena kan buat kebaikan kita juga hasilnya. Misal kita ini agak tertutup ternyata perusahaan yang sedang menginterview kita adalah bidang usaha kreatif. Jadi mungkin bisa buat catatan juga oleh tim SDM untuk menggali potensi kita dari hasil test kepribadian tersebut. Kalo ngisinya aja sudah munafik ya rugi sendiri sih kalo menurut aku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah betul itu mba krn biasanya akan ada catatan dari HRD makanya mending isi dengan jujur sesuai dengan karakter kita

      Delete
  13. Nggak enak. Sering banget itu Mbak. Kadang menyebalkan memang...

    ReplyDelete
  14. oh, aku pernah baca katanya ada pertanyaan yg diulang berkali2 tanpa kita sadari. Jd misalnya awal kl bohong, lama2 pas diulang utk kesekian kali jawabanya akhirnya jujur....
    Mungkin itu kebiasaan ketika pelajaran Pendidikan Moral Pancasila jaman dulu (ketauan deh umurnya). Jawabannya mesti yg baik2... akhirnya kebawa2 pas tes masuk kerja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu termasuk item yang mendeteksi kejujuran testee mbak

      Delete
    2. bisa mba :) cuman sayangnya ga valid dipake disini aku pernah ikutan workshop untuk alat tes deteksi kejujuran :D

      Delete
  15. tes psikologi sekarang sudah banyak yang bocor, kalau cara di google sudah bertebaran sehingga tes psikologi bisa "dimanipulasi". makanya sekarang utk rekruitmen karyawan maupun promosi pegawai sudah mulai meninggalkan tes psikologi dan lebih memilih ke asessmen center. disitu saya merasa sedih sebagai lulusan fak. psikologi

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design