Thursday, June 9, 2016

Jangan Minder Dengan Kerjaan

Sebelumnya saya pernah posting tentang seorang istri yang menjadi kuli bangunan menemani suaminya dengan alasan keterbatasan ekonomi disini. Itu gambaran mengenai pekerjaan yang mungkin oleh kebanyakan orang tak biasa dilakukan seorang istri. Namun Ibu Hawiyah tetap menjalaninya dengan suka cita. Masih bisa tertawa, masih tetap bersemangat dan yang terpenting ia masih percaya diri saat dirinya mengakui sebagai seorang kuli bangunan.

Kepercayaan diri atau dulu saat saya kuliah sering disebut dengan self confidence merupakan keyakinan dalam diri seseorang terhadap kemampuannya sehingga ia tidak merasa cemas, bebas dalam melakukan hal-hal yang disukai dirinya. Balik ke ibu Hawiyah tadi ketika dia percaya diri baik mengakui pekerjaannya otomatis seperti yang saya lihat ia benar-benar mampu untuk mengangkat batu, membawa bata dan lain sebagainya yang biasanya menurut pandangan kita tak yakin perempuan bisa jadi kuli.

Jika biasanya ditanya oleh orang lain mengenai "kerjaan kamu apa?" jawabannya : "oh malu ah kerjaan saya mah memalukan pokonya abiz mau gimana lagi cuman lulusan SMP y cuman jadi OB (office Boy). Hayo pernah menemukan jawaban seperti ini?ya saya sering menemukan jawaban yang kurang PD ketika ditanya tentang pekerjaan.



Bagi saya tidak ada pekerjaan yang memalukan kecuali yang berbau negatif y seperti copet, kurir narkoba de..el..el..karena justru pekerjaan yang menurut sebagian orang memalukan, rendahan malahan adalah pekerjaan yang secara tidak disadari sangat mempengaruhi kepada pekerjaan di posisi yang lebih tinggi.

Saya akan ilustrasikan yang ada di pabrik saya. Posisi dengan grade paling rendah ada di level operator dan helper. Menurut saya jika tidak ada mereka saya mau digaji pake apa?ucapan nuhun doank?hahaha. Karena merekalah saya bisa ditransfer tiap bulan. Pasalnya mereka adalah kuncian yang ada di ruang produksi, yang memastikan produk dihasilkan sesuai standar, mereka yang rela kerja shift, mereka yang loading barang dari warehouse ke logistik pengiriman.

Sungguh saya salut dengan mereka namun sayang masih saja ada yang minder dengan lingkungan sekitar, dengan rekan sesama yang kuliah sementara mereka mesti jadi operator pabrik. Hal-hal demikian yang akhirnya bikin performa kerja menjadi kurang optimal. Bekerja tidak menggunakan hati, datang dan pulang kerja hanya demi rekening bertambah tiap bulan.

Agar kita tetap PD dengan pekerjaan coba deh lakukan ini :

1. Mempersepsikan bahwa job yang kita miliki adalah PENTING. Jika saat ini masih menjadi OB tetap PD karena jika tidak ada OB kebayang kan kantor kotornya kayak gimana. Jika saat ini masih menjadi collector tetaplah PD karena anda menjadi Duta dari perusahaan. Jika saat ini masih menjadi operator tetaplah PD karena jika tidak ada operator siapa yang mau packing dan ngangkut produk.

Jika saat ini masih menjadi supir angkot tetaplah PD karena masih banyak orang yang tidak punya kendaraan pribadi. Jika saat ini hanya sebagai buruh bangunan tetaplah PD karena jika tidak ada kuli rumah maupun kantor ga akan berderet seperti saat ini. Jika saat ini hanya menjadi tukang sampah tetaplah PD karena jika tidak ada tak terbayangkan kotornya dunia ini.

Jika saat ini masih menjadi tukang sol sepatu tetaplah PD karena masih banyak orang yang belum mampu membeli sepatu baru. Jika saat ini masih menjadi tukang gorengan tetaplah PD karena masih ada ibu yang males bikin cemilan termasuk saya hehehe. Jika saat ini hanya menjadi ART tetaplah PD karena masih ada yang kerepotan tanpa jasamu termasuk saya lagi hohoho.

2. Bersyukur dengan pencapaian saat ini, jangan sering melihat keatas (capek juga kali hehehe) karena hal itu yang menjadikan diri kita inferior.

3. Semangati diri bahwa apapun pekerjaannya adalah anugerah yang Alloh berikan dengan porsi yang pas sesuai kemampuan kita.

4. Selalu optimis dan terus berusaha bahwa roda akan berputar seiring berjalannya waktu. Ada kisah dimana dia dulunya OB dan saat ini sudah menjadi officer dikantor. Tentu karena keyakinan yang ia miliki dan terus berusaha sehingga ia yang mampu merubah sendiri keadaannya.

5. Dari semua itu yang terpenting adalah Ikhlas dalam menjalaninya dan terus berdoa

Penilaian orang lain tentu berbeda-beda tetapi disini saya ingin tekankan jangan pernah merasa minder, kita semuanya saling bergantungan kalau kata biologi mah simbiosis mutualisme hehehe. Sebagai mahluk sosial saya masih butuh mereka dengan posisi dan jenis pekerjaannya mereka.

Kalau kita memiliki orang tua atau saudara atau orang terdekat yang tidak memiliki pekerjaan dengan seragam rapih didepan leptop tetaplah PD, berbanggalah karena tidak ada pekerjaan yang sia-sia. Apapun pekerjaannya jangan jadikan beban, enjoy your life. Banyak kisah sukses berawal dari 0.


sumber : m.ask.fm

39 comments:

  1. Bener banget mbak, PD dan bersyukur merupakan hal yang paling utama banget tentang pekerjaan kita. Pernah juga saya dulu merasa minder waktu baru-baru kerja, nah sekarang, mah, cuek aja, terserah orang bilang :D yang penting halal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Y mba yang penting halal dan kita enjoy jalaninnya :)

      Delete
  2. Sepakat, Mbak. Kalau kita tidak menghargai diri sendiri, bagaimana dengan orang lain? ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu poinnya :) thx u mba Hana sudah berkunjung ^^

      Delete
  3. Setuju jadi ketika kita di tanya tentang pekerjaan jawab dengan lantang apa yang menjadi pekerjaan kita. Jangan pernah malu dengan apapun pekerjaan kita kecuali yang tidak baik seperti yang mba sebutkan tadi yaitu copet, rampok, narkoba de el el :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang kalau dijawab jadi copet yang ada digebukin massa hehehe

      Delete
  4. yap betul mbak..inspiring mbak..aku ibu rumah tangga juga tidak malu kok..meski dulu sekolah tinggi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba tugas mba sbg FTM juga penting salut bagi FTM :)

      Delete
  5. Setuju kenapa harus minder dg pekerjaaan kita, apapun itu pekerjaan kita, yg penting bermanfaat bagii org lain

    ReplyDelete
  6. Setuju sekali mba, apapun perkerjaan kita yang terpenting adalah halal dan berkah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba Nur yang penting itu halal dan berkah serta bermanfaat :)

      Delete
  7. bener bgt mba, yg penting halal dan gak usah pake minder ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimz mba Fitri semoga kita sll bersyukur dg apa yg kita miliki :)

      Delete
  8. Baca ini sentak tersadar, bener ga ada yg patut diminderin yang penting kerjaan itu halal
    Tiap entry sejatinya saling menopang entry yg laen ya mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba nita betul sx saling menopang jgn ada yg minder atau sombong :)

      Delete
  9. Apapun pekerjaannya asalkan halal dan nggak merugikan orang lain sepertinya nggak patut buat diremehkan. Itu jauh lebih baik dari sekedar pemalas, orang yang ngambil hak orang lain, atau dapat banyak uang dari kerjaan nggak halal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba sayangnya ga semua orang bisa menerima kerjaan yang ga sesuai standar kebanyakan orang :)

      Delete
  10. Yoi Mbak..harus pede. Kudu eta mah. Penting. Hiks, tapi terkadang memang suka menyerang pada kondisi tertentu. Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pd saat kita sensitif yg ada baper y mba hehehe trimz sdh berkunjung mba :)

      Delete
  11. proses selalu membahagiakan mbak, meskipun gak seperti yg diharapakan :)

    ReplyDelete
  12. Apapun pekerjaannya (asal halal) kalau diniatkan untuk mencari nafkah untuk menghidupi keluarga (atau even diri sendiripun) tetap berharga ya mbak :)

    ReplyDelete
  13. Setuju banget nih sama tips-tipsnyaaa. Eh betewe aku suka sama tampilan baru blognya maaaak, Cakeup euy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mba semoga secakeup hatiqyu *halah :p

      Delete
  14. aah tulisan ini pas bener. kadang2 aku msh suka minder sm kerjaan karena terlihat enteng dibanding yang lain. apalagi ada yang pernah bilang, kerjaannya kayak gitu doang gaji n bonusnya samaan. hiks sedihnyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi bakalan terasa sulit bagi orang yang blg saat mbanya ga masuk hehehe...tetap semangat y mba

      Delete
  15. Ya betul. Gak usah minder soal profesi. Tapi akan lebih bijak lagi kalo kita gak nanya2 apa profesi orang lain. (menurut saya). Biarkan mereka yang bertanya duluan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Kang, tapi sebagai profesi recruiter dan mesti melakukan interview saya yang biasanya bertanya duluan tentang profesi seseorang :p

      Delete
  16. Apapun pekerjaan kita, yang pwnting halal, ikhlas dijalankan, demi menafkahi keluarga...
    Nice contents...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, terimakasih atas kunjungannya :)

      Delete
  17. Intinya, selama pekerjaan kita Untuk memudahkan urusan sesama, di situlah kita menemukan makna menjadi manusia seutuhnya. 😍😍

    ReplyDelete
  18. saya enjoy baca tulisan teteh yg begini, emang kualitasnya yang begini nih si Teteh mah. Emang bener, kalau sukses ada proses bangkitnya, dimulai dari o, kalau di rate 10 mulu, belum sukses namanya. Kecuali dia bisa sampai 100

    ReplyDelete
  19. saya mah gak sanggup DLK mbak. Alhamdulilah di kerjaan yg skr setelah beranak dua, gak pernah DLK samasekali. Biarin deh suami aja yg bolak balik DLK, sayanya yg nemenin anak-anak, hehehe.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha mba di tulisan yang satunya salah kamar :p

      Delete
  20. Setuju mba. Pekerjaan yang halal yuk dilakukan dengan penuh berkah. Hanya saja masyarakat yang sering menstigma saja mana yang pekerjaan yang bonafit, mana yang biasa aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mba Lid :) pdhl apapun pekerjaannya semuanya saling ketergantungan satu sama lain

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design