Search

Petenis Indonesia Siap Berkompetisi Dalam Ajang Combiphar Tennis Open 2018

Siapa tak mengenal olahraga yang menggunakan raket besar serta bola pantulnya yang dulu zamannya saya kecil sering digunakan untuk bermain lempar-lemparan.

Perkenalan tenis bagi saya dimulai waktu saya masih duduk di kelas 4 SD. Kala itu tiada angin tiada hujan bapak memutuskan cabang olahraga ini sebagai salah satu rutinitas yang akan dijalankan bersama temannya.

Saya pun heran melihat bapak yang pindah haluan dengan memilih tenis sebagai hobi barunya. Padahal sedari dulu bapak dikenal sebagai atlet catur. Turnamen catur sering diikutinya bahkan sudah menjuarai beberapa kejuaraan.

Tahun 90-an saya mengenal Yayuk Basuki sebagai petenis Indonesia yang handal. Fikir saya dulu bapak terinspirasi juga dari Yayuk Basuki sehingga menggeluti olahraga ini.

Meskipun demikian akhirnya saya pun jadi tau betapa beratnya raket tenis dan betapa susahnya memukulkan bola tenis melambung dan memantul sedemikian rupa. 

Sempat satu waktu bapak latihan didalam rumah, dulu rumah kami cukup luas. Bapak latihan di ruang makan dengan memantulkan bola tenis ke tembok. Sayangnya pukulannya tak terarah sehingga memecahkan bingkai foto dan itu foto saya ketika masih kecil.

Kejadian itu membuat almh.ibu ngomel dan bapak tak lagi latian di rumah. Tak berapa lama juga akhirnya bapak gantung raket alias berhenti main tenis. Tak jelas alasannya namun yang pasti bapak tidak berbakat di dunia tenis.

Begitulah kenangan tenis dalam ingatan saya. Darah olahraga tak setetespun menurun pada saya padahal kalau ditekuni bisa jadi saya ini penerus Yayuk Basuki hahaha.

combiphar-tennis-open-2018


Bagaimana dengan keadaan tenis saat ini?hayo pada kenal ga sama petenis Indonesia zaman now ga?

Kini sudah bukan lagi zamannya Yayuk Basuki ya temans banyak bermunculan petenis muda Indonesia yang berbakat bahkan telah menjuarai berbagai kejuaran. 

Sebut saja Christopher Rungkat 28 tahun, David Agung Susanto 26 tahun, Anthony Susanto 21 tahun, Rifqi Fitriadi 19 tahun dan Justin Barki yang masih menginjak usia 18 tahun. 

Christopher rungkat-justin barki-rifqi-anthony-david
sumber foto : Aprilia hamsa

Mereka inilah nanti akan bersaing dengan para petenis putra profesional dari 23 negara dalam ajang "Combiphar Tennis Open 2018". 

Berkenalan Dengan Combiphar Tennis Open 2018


Familiar bukan dengan Combiphar siapa tidak mengenal dengan perusahaan lokal Consumer Healtcare terdepan di Indonesia yang pertumbuhannya bisa dikatakan cepat.

Produksi lebih dari 80 produk berkualitas dengan beberapa produk terjangkau seperti OBH Combi, Prive Uri Cran, Joint Fit, Insto, Apta+ maupun Hezandra.

Lalu apa kaitannya antara Combiphar dengan turnamen Tenis?

Pada hari kamis 19 juli 2018, Bapak Michael Wanandi selaku Presdir Combiphar mengatakan jika turnamen internasional ini merupakan langkah kongkret dalam melaksanakan komitmen perusahaan yaitu 'Championing a Healthy Tomorrow'. Sebagai moementum yang tepat untuk mendukung para atlet Indonesia yang akan berjuang di ajang Asian Games 2018.

Jadi temans turnamen ini sudah memasuki tahun ke-3 setelah sukses di tahun-tahun sebelumnya. Tentu saja dalam penyelenggaraannya Combiphar dibantu oleh Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesi (PP PELTI).

"Kami bersyukur pada tahun ketiga ini Combiphar dapat secara konsisten menggelar Comiphar Tennis Open yang diikuti para atlet tidak hanya tingkat nasional namun juga internasional. Kegiatan ini juga wujud nyata Combiphar dalam mendukung Pemerintah untuk mengembangkan olahraga tanah air" Michael Wanandi dalam pers conference 19 juli 2018 

Michael-wanandi-Rildo-anwar
sumber foto : Aprilia

Adapun turnamennya akan berlangsung sejak 23 Juli hingga 12 Agustus 2018 di lapangan Tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta.

Combiphar Tennis Open merupakan bagian dari CSR perusahaan dimana combiphar berperan aktif utnuk teru mengedukasi masyarakat akan gaya hidup sehat dan aktif.

Selain turnamen tenis ternyata combiphar juga menyelengarakan aktivitas olahraga lainnya seperti :
Combi Run dan Combiphar Golf Player Championship.

Dan sejak 2013, combiphar juga melakukan rangkaian edukasi bagi generasi muda yang bertajuk Healthy Living education kepada lebih dari 13.000 anak sma usia 16 - 18 tahun. Demikian ibu Dewinta Hutagaol selaku head of corporate communications and community development combiphar menjelaskan perihal adanya turnamen combiphar ini.

Peserta Combiphar Tennis Open 2018

Sebagai turnamen bertaraf internasional sebagaimana sudah saya paparkan sebelumnya jika ada 23 negara yang turut serta.

Negara-negara mana sajakah itu?dari Asia Tenggara yang akan berpartisipasi dalam turnamen ini yakni Indonesia, Singapura dan Thailand. Sedangkan dari Eropa sendiri ada Inggris Raya, Slovenia, Swiss, Cyprus, Polandia dan Perancis. Serta dari negara Australia dan Selandia Baru juga akan turut serta dalam ajang ini.

Gimana temans?keren yah?

Semoga para atlet Indonesia mampu bersaing secara sehat serta mampu mengembangkan kemampuannya untuk bisa terus melaju prestasinya hingga mancanegara dan mengharumkan selalu nama Indonesia.

Seperti Lalu Muhammaz Zohri yang menggebrak dunia olahraga lewat prestasinya tersebut mengharumkan nama Indonesia.

Kita doakan teman-teman atlet tenis mampu memenangkan kompetisi ini. aamiinkan yah!

Paling menarik dari acara turnamen ini adalah hadiahnya yang cukup banyak sekali.

Bayangkan hadiah yang diberikan adalah US$ 55.000 atau sekitar Rp 790 jutaan. Hadiah ini dipersembhakan Combiphar bagi mereka yang telah berkompetisi secara sportif dan maksimal di lapangan.

Saya antusias banget dengan adanya kegiatan ini bahkan Ketua Umum PP PELTI Bapak Rildo Ananda Anwar mengapresiasi langkah Combiphar yang menggelar turnamen tenis bertaraf internasional selama 3 tahun terakhir ini.

Bahkan Combiphar Tennis Open 2018 ini masuk ke dalam kalender tahunan International Tennis Federation (ITF). Harapannya dengan ada turnamen seperti ini bisa mengembangkan kemampuan dan prestasi para atlet untuk siap bersaing di level yang lebih tinggi lagi.

***

Mari kita dukung, doakan dan support terus acara seperti yang Combiphar lakukan semoga nanti juga terlahir Yayuk Basuki lain yang mampu mengukir prestasi dan namanya terus terngiang meski beda masanya.

Temans demikian yang bisa saya share kali ini, semoga banyak atlet yang terus mengharumkan nama Indonesia dengan prestasinya.

Dukung terus mereka jika bukan kita siapa lagi yang akan mendukung lahirnya atlet-atlet Indonesia tak hanya atlet tenis saja :)



Tidak ada komentar

Posting Komentar

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun