.......... --> Pengalaman Sakit DBD Dan Tipes Rawat Jalan di Rumah | Bunda Nameera's Blog - Lifestyle Blogger

Pengalaman Sakit DBD Dan Tipes Rawat Jalan di Rumah

Selain pandemi kini penyakit DBD dan tipes sedang naik juga. Rawat jalan dan infus di rumah menjadi pilihan daripada harus ke rumah sakit

Apa kabar temans semuanya semoga dalam keadaan sehat selalu yah..ditengah hantaman covid jenis baru tentu saja makin ekstra buat jaga kesehatan.

Qadarullah Wa Maa Syaa a Fa'ala, 4 minggu kebelakang saya mengalami sakit yang baru dan semoga yang terakhir kalinya saya derita sakit ini. Dokter mendiagnosa sakit DBD plus Tipes. Penyakit ini memang katanya lagi tren juga ditengah pendemi yang belum berakhir.

Dan akhirnya saya kena juga.

Kok bisa?

Entah dimana dan kapan saya digigit oleh si nyamuk namun memang belakangan sebelum saya sakit, load pekerjaan saya sedang ekstra sibuk sampe saya sering telat makan plus makan sembarangan terus.

Saya ga menyadari jika tubuh saya sebenarnya sudah letih dengan semua kesibukan tersebut, memang ritme pekerjaaan saya lagi cantik banget sampe saya ke sana kemari tanpa jeda.

Allah maha baik...

Diberikanlah sakit ini hingga saya benar-benar bed rest..

pengalaman-db-dan-tipes-rawat-di-rumah

Cerita Awal Mula Sakit 

Selasa, 18 Januari selepas melaksanakan Tahajud saya tertidur kembali padahal biasanya saya lanjut untuk menantikan adzan subuh.

Namun pagi itu saya merasa lelah karena memang sebelumnya saya begadang menulis blog hehehe. Maklum sudah ga bisa lagi ngerjain tulisan di kantor karena pekerjaan saya menuntut saya ga diam aja di meja selalu ada aja yang mengharuskan saya pergi ke sana kemari.

Habis menunaikan solat subuh, tubuh saya sudah mengirimkan sinyal saya merasakan linu dan ga enak badan banget. Akan tetapi saya mengabaikan dan tetap melanjutkan masak.

Sebelum Akang suami pergi kerja, beliau sudah wanti-wanti saya agar istirahat di rumah saja dan tidak perlu bekerja hari itu. 

Sayangnya hari itu saya sudah atur jadwal untuk pergi bersama dept. purchasing ke Bandung. Jadi dengan memaksakan diri pergi ke kantor.

Setibanya di kantor, badan saya semakin linu dan kedinginan, kepala semakin sakit dan berputar-putar. Saat bertemu dengan atasan juga bilang "mau izin sakit ya Bu?" melihat kondisi saya yang mengkhawatirkan. Namun saya bersikeras melaksanakan tugas dulu hari itu.

Dalam perjalanan rasa sakit semakin menjadi, sepanjang perjalanan saya tidur. Berangkat dari pukul 10.00 - 13.30 wib tubuh saya semakin lemah dan akhirnya saya tumbang.

Saya meminta driver untuk langsung mengantarkan saya ke rumah karena saya sudah tidak kuat. Sementara itu saya minta bawahan lain membawakan mobil, tas serta leptop yang saya tinggal di kantor.

Siang itu, saya banyak merepotkan orang lain dikarenakan saya terlalu memaksakan diri. 

Pengalaman Sakit DBD & Tipes Rawat di Rumah

Keesokan harinya, akang suami akhirnya bolos kerja demi mengantarkan saya ke dokter. Saya menceritakan kronologinya namun diagnosa awal itu saya terkena infeksi virus. 

Padahal hari itu saya sudah demam, semua sendi linu, kepala sakit banget. Dan dokter menyarakan cek darah di hari ke-3. Saya sudah tidak bisa bangun dari kasur, bahkan solatpun selama 2 hari hanya duduk di kasur.

Tanggal 20 januari 2022, saya merasakan kondisi lebih baik. Saya sudah bisa jalan ke dapur dan makan di meja makan.

Bahkan saya mandi siang itu lalu saya bisa melaksanakan solat tanpa duduk di kasur. Gembira hati saya hingga saya kabarkan kondisi saya ke akang suami bahkan saya meminta untuk makan steak wwkwkwk.

Kegembiraan saya sirna, selepas isya kami order steak online. Saya kembali merasakan nyeri di pinggang hingga demam itu muncul kembali tepat pukul 22.00 wib.

Hingga pagi hari demam saya tak kunjung reda, pagi itu saya bergegas ke Lab Pramita Cimahi. Karena saya sudah mendapat rujukan sebelumnya jadi bisa langsung tes darah.

Saya meminta hasilnya dikirimkan ke email dan WA karena kondisi saya sudah tidak kuat duduk menunggu lama di Lab Pramita. Dan hasilnya Leukosit plus Trombosit saya dibawah batas normal. 

Diagnosa dokter melihat hasil lab adalah DBD dan Tipes..

Subhanallah..diborong sekaligus. Lemas rasanya saat tahu diagnosa tersebut.

Kondisi yang saya alami pasca hasil lab dan diganosa dokter yakni :

😢 Deman tak kunjung reda 39.8 derajat

😢 Semua sendi sakit terutama kaki yang akhirnya sakit sekali sehingga susah jalan

😢 Muntah, saya sudah tidak bisa menerima makanan karena pasti muntah

😢 Mual

😢 Sakit kepala tidak tertahankan

😢 Setiap sore menjelang malam, tubuh saya menggigil kedinginan 

😢 Lemas

Kondisi saya yang sudah demikian akhirnya memutuskan memanggil perawat ke rumah untuk infus karena saya sudah tidak bisa masuk makanan.

Mengapa tidak ke rumah sakit? karena tidak ada yang bisa menjaga saya selama di rumah sakit. Akang suami juga ga bisa terus-terusan bolos kerja.

Dan lagi saya takut, saya milih di rumah biar bisa melihat Rayi dan Neyna yang selalu menghibur bahkan mereka sigap melapisi selimut ketika saya sudah menggigil parah.

Qadarullah, di hari ke-6 saya sakit, Neyna dan Rayi juga demam. Subhanallah...saya sampe nangis karena merasa mereka tertular mungkin karena saya.

Beruntungnya saat cek lab, hasilnya semua normal tinggal saya yang masih terus berjuang menaikkan trombosit.

Di hari ke-7 saya kembali cek lab dan trombosit menurun tajam di angka 60ribu dari awalnya 100ribu. Bercak merah di tangan dan badan muncul. 

Selama 3 minggu lebih, saya terus cek lab dan ke dokter. Mungkin karena ini juga pemulihan saya jadi lama. 

Untuk obat-obatan sendiri bagaimana?

Saya minum obat dari dokter yang terdiri atas antibiotik, pereda demam, pereda mual. Selain itu saya membeli obat Cina yang ampuh menaikkan trombosit yakni Fufang Ejiao Jiang serta Teh Angkak.

Sebenarnya tidak disarankan minum ini oleh Nakes yang ke rumah namun keluarga saya tetap bersikukuh saya harus konsumsi obat tersebut.

Hasilnya di hari ke-19 trombosit saya naik dan melebihi batas normal di angka 550ribu hahaha. Saya mikir mungkin karena konsumsi Fufang terus namun dokter mewajarkan hal tersebut. Meski kondisinya badan saya masih lemah karena saat tes Widal saya masih dinyatakan positif Tipes.

Untuk makanannya bagaimana?

Usahakan yang lembut, saya banyak konsumssi bubur dan sari kurma. Untuk madu tubuh saya menolak sata terus-terusan muntah. 

Jus jambu? yes sayangnya tubuh saya juga nolak makanya selama sakit ga konsumsi jus jambu.

Baca yang ini juga : Pengalaman Positif Covid-19

Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Jika Rawat di Rumah

Sebenarnya akan jauh lebih efektif dirawat di rumah sakit, karena menurut dokter pemeriksaan darah dilakukan setiap hari untuk pengecekan trombosit dan leukosit.

Oleh karena itu jika temans memutuskan seperti saya rawat di rumah maka ada beberapa yang perlu temans perhatikan :

  • 3 hari sekali kontrol ke dokter, karena biasanya dokter hanya memberikan resep 3 hari maka dari itu wajib kontrol terus
  • Pemeriksaan rutin darah, saya sendiri lakukan tes darah ga hanya dari rujukan dokter tapi terus cek takut kelolosan apalagi kondisinya trombosit saya turun sekali
  • Perbanyak minum, di kamar akhirnya akang suami menaruh galon air biar memudahkan saya untuk terus minum. Ingat sehari 2 liter.
  • Paksakan masuk makanan meski mual muntah, saya sendiri ga sanggup masuk akhirnya diinfus
  • Untuk infus sendiri di rumah biasanya menggunakan jasa perawat home care. Baiknya ambil jasa paket agar biaya lebih murah
  • Harus ada yang menjaga minimal ada orang yang bisa diminta bantuan untuk ini dan itu.

Sujud Yang Dirindukan

Selama sakit, saya hanya bisa di kasur, untuk pergi bulak balik ke dokter maupun lab hingga akang suami yang gendong dan memapah.

Apalagi waktu diinfus, akang suami yang rela mengelap dan mengantarkan saya ke toilet. Sedih rasanya baru kali ini saya sakit payah banget. 

Saya benar-benar merindukan sujud dan berbisik di sajadah. Selama 3 minggu lebih ibadah hanya di kasur dengan tayamum.

Sungguh hal yang luar biasa saya rindukan selama sakit adalah bersujud kepadaNya.

Semoga sakit yang saya rasakan menjadi penggugur dosa-dosa saya aamiin.

***

Terima kasih banyak untuk orang-orang baik Jazakumullah Khairan Katsira atas hantaran doa, makanan, buah-buahan hingga obat-obatan yang dikirimka ke rumah untuk saya.

Dari sakit ini, ada hikmahnya juga karena Bapak dan kakak saya bisa berkumpul di Cimahi. Ya karena di hari ulang tahun Bapak, saya malah terbaring lemah tak berdaya. Alhamdulilah saya juga bisa sembuh dan pulih dengan total waktu 4 minggu.

Temans, semoga cerita saya ini bisa diambil hikmahnya untuk tetap menjaga pola hidup sehat, jangan terlalu porsir badan untuk kerja. Lebih aware saat tubuh minta untuk rehat.

Adakah temans punya cerita tentang ini? yuk bisa share!

COMMENTS

BLOGGER: 2
  1. Subhanalloh...sedih banget pasti ya, mbak. Anakku juga kena DB bulan lalu. Pertolongan terbaiknya memang cuma makan dan minum yg banyak. Minum manis terutama krn air rasanya pun jadi pahit.

    Sekarang adik-adiknya gantian demam tinggi. Yg satu sembuh, satunya lg sakit. Besok baru mau cek darah.

    Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan. Aaamiiin.

    BalasHapus
  2. Hiks sedih banget bun pas tahu kamu sakit. Ingin rasanya nengok kesana tapi apalah dayaku :( Senang akhirnya udah sehat dan bugar serta bisa beraktifitas lagi. Aamiin. Sehat selalu bunda

    BalasHapus
Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

Nama

#Minion (Mommy Opinion),2,Advertorial,35,Assessment Center,3,Beauty,22,Blog Competition,70,Book Review,28,BPNChallenge,75,Breastfeeding,17,Featured,5,Food And Beverages,24,Giveaway,9,Healthy,46,Life Story,8,Lifestyle,89,Movie Review,16,My Experience,115,My Job,35,My Opini,48,Parenting,52,Pengetahuanku,10,PostTematik,41,Pribadiku,18,Product Review,92,Reportase,33,Seputar Psikologi,16,Travelling,34,Wifi Cepat & Internet Menyatukan Indonesia,1,
ltr
item
Bunda Nameera's Blog - Lifestyle Blogger: Pengalaman Sakit DBD Dan Tipes Rawat Jalan di Rumah
Pengalaman Sakit DBD Dan Tipes Rawat Jalan di Rumah
Selain pandemi kini penyakit DBD dan tipes sedang naik juga. Rawat jalan dan infus di rumah menjadi pilihan daripada harus ke rumah sakit
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgkkyDsNSJjwHKM70hq2zlNZMtX6Mg3IvGR13EcJiBsJCu8hHZQDQjkZne-nudYBX_6xcqiFBAYkIi_3hxfWXu6_0wiot6R88RpYlwbBR9X4lLmAWYcG9ao1yiVUMggkGGbOWjIfKRWTYsMo4WNaVbvoJg6t0AZIEwWYRtac8SB3avJ9r9Dmq6TNAFP=w640-h454
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgkkyDsNSJjwHKM70hq2zlNZMtX6Mg3IvGR13EcJiBsJCu8hHZQDQjkZne-nudYBX_6xcqiFBAYkIi_3hxfWXu6_0wiot6R88RpYlwbBR9X4lLmAWYcG9ao1yiVUMggkGGbOWjIfKRWTYsMo4WNaVbvoJg6t0AZIEwWYRtac8SB3avJ9r9Dmq6TNAFP=s72-w640-c-h454
Bunda Nameera's Blog - Lifestyle Blogger
https://www.bundanameera.com/2022/02/pengalaman-sakit-dbd-dan-tipes-rawat-di-rumah.html
https://www.bundanameera.com/
https://www.bundanameera.com/
https://www.bundanameera.com/2022/02/pengalaman-sakit-dbd-dan-tipes-rawat-di-rumah.html
true
8935268786364384205
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content