Monday, December 5, 2016

Perubahan Hidupku : Si Pemalu Menjadi Trainer

Sepanjang kehidupan saya, hampir 17 tahun saya terkungkung dalam kotak bernama "MINDER". Krisis kepercayaan diri baik karena fisik maupun strata sosial dalam lingkungan membuat saya menjadi sosok yang pemalu dan pendiam. Tak mampu sedikitpun bisa menjadi asertif ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak saya sukai meskipun itu menyakiti diri saya pribadi. Pudar sepudar-pudarnya keinginan untuk bisa tampil secara mandiri. Saya lebih menyukai untuk dibalik panggung karena merasa kurang dan perasaan tak nyaman menjadi konsumsi indera penglihatan orang lain.

Bertahun-tahun saya menerapkan konsep diri yang salah menjadikan perilaku yang saya tampilkan salah pula. Hingga akhirnya saya menemukan satu titik untuk memulai berubah. Memasuki bangku kuliah, mulai menyadarkan saya yang selama ini tersesat dalam kotak "MINDER" sehingga membatasi ruang gerak saya sebagai seorang insan di dunia *uhuk berat*. Biasanya jika berada dalam kerja kelompok, tipe saya adalah biarlah saya yang meng-konsep, biarlah saya yang mengerjakan asalkan jangan saya yang mem-presentasikan kedepan. Satu kali, saya sudah mengerjakan semuanya namun ternyata rekan satu kelompok meminta saya juga yang maju menjelaskan. Apa yang terjadi?saya langsung keluar kelas tidak mengikuti mata kuliah tersebut dan menangis pulang ke kosan. Kalau sekarang saya ingat kejadian itu rasanya saya pengen banget narik tangan sendiri dan ga perlu pake insiden nangis pulang ke kosan.



Memasuki dunia kuliah yang tak seperti bangku sekolah dimana kita yang diminta aktif maka menuntut saya untuk bisa meyakinkan diri bahwa saya harus mampu melawan kelemahan saya dalam berbicara di depan kelas. Semester itu saya belajar Teori Kepribadian, lalu saya menjadi perwakilan kelompok untuk menjelaskan tipe kepribadian manusia dari beberapa teori. Zaman saya kuliah belum ada in focus masih menggunakan OHP dan kertas bening kemudian ditulis tangan agar materi yang ingin disampaikan terlihat oleh semua orang. Siang itu adalah perdana saya tampil didepan setelah semalam suntuk saya latihan depan kaca demi perfoma pertama saya. 

Hasilnya?saya mendapatkan pujian dari dosen bermata biru dengan rambut peraknya "Pak Victor" namanya. Saya berada diatas angin, pujian yang terlontar menyejukkan hati saya. Dan sejarah dalam hidup saya tergores di hari itu, dimulailah secara perlahan saya membuka kotak "MINDER" saya yang selama ini membatasi. Saya mulai membangun percaya diri saya terlebih kuliah psikologi selanjutnya menuntut saya untuk bisa menjadi seorang "TESTER" yakni orang yang memandu, memberikan intruksi serangkaian alat tes psikologi. Saya latihan cukup keras menggunakan media cermin. Melalui cermin saya bisa melihat pantulan diri saya, ekspresi yang saya tampilkan, kecemasan yang tergurat sambil mendengarkan intonasi juga belajar untuk mengucapkan kalimat dengan baik ketika blocking menyerang.

Latihan bertubi-tubi bicara depan cermin membuat saya semakin fasih berbicara tidak hanya depan kelas tetapi juga orang lain. Saya semakin lancar menjadi Tester, hingga akhirnya saya terpilih dari fakultas untuk mengetes anak SMU sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tak cukup sampai disana, fakultas memilih saya sebagai tester untuk pemeriksaan psikologis anggota DPRD partai demokrat yang selanjutnya mengantarkan saya ke jenjang DPR-RI meskipun saya hanya menjadi sebagai seorang observer.


Kepercayaan diri bagi saya pribadi adalah kemampuan saya dalam melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang saya harapkan. Seiring berjalannya waktu tentunya saya mencoba untuk terus berupaya agar saya bisa melepaskan kotak minder dalam diri saya. Tentunya tak semudah dalam membalikkan telapak tangan, inilah beberapa hal yang saya lakukan demi membebaskan diri dari belenggu kotak minder.

1. Mencoba Mengenali Kemampuan Diri Sendiri

Sebagai individu yang inginkan perubahan tentunya saya mengukur diri saya pribadi, mengenali siapa saya ini. Hal ini berguna untuk membongkar krisis kepercayaan dalam diri saya mengetahui kelebihan dan kekurangan saya pribadi. Berhubung berkecimpung didunia psikologi yang mengenalkan beragam alat tes maka saya mencoba sendiri mencari tahu bagaimana saya ini. Pada tahun 2009 dan 2012, saya mengikuti tes kepribadian yang hasilnya adalah sbb :


Dari hasil tes tersebut bisa melihat kelebihan dan kekurangan saya. Hal ini menjadi modal untuk saya mengubah kelemahan yang saya miliki menjadi peluang untuk mendongkrak rasa percaya diri saya. Setelah lulus kuliah, saya bekerja dan berkecimpung didunia recruitment yang fokus pada perekrutan orang. Berbicara didepan untuk membawakan tes psikologi sudah menjadi makanan utama sehingga tak lagi saya gugup memandang pelamar yang hadir, tak lagi saya malu berdiri didepan mengarahkan pelamar mengisi tes.

Sebagai seorang yang tidak suka konflik maka saya memang tidak mampu untuk asertif dalam menyampaikan keinginan saya pribadi. Tentunya ini akan menjadi boomerang bagi saya di dunia kerja, saya tidak mau menganut aliran kebatinan karenannya sedikit demi sedikit saya belajar menyampaikan, mengungkapkan pendapat saya. Dan volia tak hanya sekedar berbicara depan pelamar saya sudah tidak gugup bahkan akhirnya saya mampu untuk berbicara depan atasan yang posisinya jauh lebih tinggi. Meyakinkan pelamar yang saya seleksi untuk bisa gabung di perusahaan itu butuh Effort yang keras dan terutama butuh kepercayaan diri dari seorang recruiternya.

2. Upgrade Diri Sendiri 

Keberhasilan saya untuk bisa berbicara depan orang lain tak menutup keinginan saya untuk terus belajar. Hal ini saya lakukan demi mengasah selalu kemampuan saya tak hanya menjadi seorang recruiter tetapi ingin mencoba hal baru. Karenanya untuk upgrade diri sendiri saya mencoba untuk :
* Mengikuti berbagai training
* Melakukan Coaching & Konseling  Baca Lagi : Coaching With Bapak Josef Bataona
* Memperbanyak membaca buku
* Bergabung dengan komunitas maupun kelompok yang memiliki satu tujuan dengan saya
* Berpartisipasi aktif dalam kegiatan salah satunya saya pernah mengikuti Inspirator Dalam Kelas Inpirasi Bandung
 Bagi saya belajar itu harus terus continue karena seiring revolusi dalam kehidupan maka menuntut diri yang lebih maju. Dengan cara-cara tersebut saya bisa menemukan sisi lain dari diri saya, semakin mengupgrade diri semakin jauh saya dengan kotak "minder" maupun krisis kepercayaan diri.

3. Komitmen Diri 

Segala sesuatu yang saya mulai maka akan saya tekuni sehingga saya bisa belajar sendiri memaknai mana yang sesuai dengan kemampuan yang saya miliki dan mana yang ga sesuai. Saya pernah menceritakan dalam blog ini bagaimana upaya saya mencari jati diri mengenai kemampuan diri. Akhirnya setelah mengikuti berbagai cara saya menemukan blog ini sebagai wadah lain dalam mengasah kemampuan saya untuk bisa bermanfaat untuk orang lain. Tentunya hal ini membutuhkan komitmen dalam diri sebagai upaya mendongkrak kembali rasa percaya diri saya.

4. Memotivasi Diri

Apabila melihat kebelakang, saya termasuk tipe individu yang lebih banyak berubah karena adanya motivasi eksternal. Seperti yang saya ceritakan diawal, kotak "minder" saya terbuka karena salah satu pujian yang mengatakan saya ini mampu melakukannya dengan baik. Namun hal tersebut tidak akan berlaku lagi karena dengan bertambahnya knowledge yang saya dapatkan tak lantas saya maju hanya karena orang lain. Sedikit demi sedikit saya yakin komitmen pada diri sendiri dan menyemangati diri untuk terus konsisten melakukan hal-hal yang bisa saya lakukan sendiri. Cara ini bagi saya ampuh meningkatkan kembali rasa percaya diri saya. Jangan pula menyerah ketika mendapatkan cibiran jadikan cibiran orang lain untuk memotivasi diri membuktikan bahwa kita bisa.

Doc. Pribadi



5. Mencoba Hal Yang Baru

Hampir 5 tahun saya berkutat didunia perekrutan, bagi saya sudah tidak ada tantangannya karena saya sudah hafal diluar kepala intruksi yang harus saya berikan. Saya bersyukur saat ini, di tempat kerja sekarang saya mencoba dunia yang baru berkecimpung dalam People Development. Bila berhadapan dengan pelamar baru sudah biasa saya lakukan maka sekarang saya diminta untuk berhadapan dengan karyawan eksis yang sudah saya kenal. Menjadi Trainer, bukanlah hal yang mudah bagi saya yang pemalu. Mungkin hampir sama seperti recruiter akan tetapi bagi saya menjadi trainer justru lebih berat karena ada beban knowlegde yang harus saya deliver kepada peserta training sehingga peserta trainingnya bisa memahami bahkan bisa merubah perilakunya.

Mencoba sesuatu yang baru bagi saya selain mengukur kemampuan diri juga bisa meningkatkan kepercayaan diri saat kita berhasil menyelesaikannya dengan baik.
 


Saat memberikan games dalam training

Begitulah roda kehidupan saya, saya yang dulu pendiam dan pemalu saat ini mampu berdiri di depan menjadi seorang Trainer. Saya yang dulu begitu gugup bahkan melarikan diri untuk sekedar menjelaskan pendapat sekarang saya bisa percaya diri tak hanya menyampaikan pendapat akan tetapi memberikan bekal informasi bagi orang lain. Bahkan ketika saya mengikuti tes disini www.serioxyl-confidence.com hasilnya adalah sebagai berikut :

www.serioxyl-confidence.com
Karena Perubahan itu selalu dimulai dari diri sendiri, jika saya yang pemalu bisa menjadi Trainer yang penuh percaya diri. Bagaimana dengan kamu?semoga kita juga bisa lebih percaya diri untuk menghadapi tantangan yang ada serta terus belajar menjadi lebih baik lagi. Semangat kita pasti bisa!!
“post ini diikutsertakan dalam Blog Competition Serioxyl X IHB“

Juara Ke-2

78 comments:

  1. Pengen coba juga tes kemampuan diri sama anak-anak juga..😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mba mengenali diri sendiri termasuk ciri individu memiliki kepribadian sehat *katanya* ahahha tapi emang iya siy trust me it's work :)

      Delete
  2. Aku suka quote-nya. Aku sendiri masih suka gelagapan ngomong di depan umum. Semoga makin sukses ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mba :) aamiin doa yang sama juga buat mba makasi uda mampir y mba ^^

      Delete
  3. Mbaa, udah lama ngga mampir ksni. Jadi dulu pemalu yaa tapi skrg malah di depan layar. Aku masih seneng di blkg layar, tapi udah ngga sepemalu dulu
    Good luck mba hervaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba dulu paling anti klo didepan bnyk orang :) sampe pernah ditunjuk buat jadi dirigen pas upacara saya langsung keringet dingin dan ga jadi :D
      Makasi uda mampir mba ^^

      Delete
  4. Ciyeee, yang pemalu... Uhuk2 :D Aku juga pemalu, Mbak. Lebih tepatnya minderan. Tapi alhamdulillah, dengan mengenali potensi diri rasa minder itu sedikit demi sedikit bisa terkendali. Dengan terus menggali dan menonjolkan potensi, saya jadi lebih percaya diri dan berani. Jadi semacam ada alasan untuk support diri, "Ngapain malu? Harus berani. Harus percaya diri. Toh saya juga punya kelebihan yang nggak semua orang punya."

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixi tutup muka. Iya mba mengenali potensi justru titik awal kita y mba mendongkrak potensi. Sepakat mba harus PD karena ga semua orang punya kelebihan kayak kita :)
      Makasi uda mampir ^^

      Delete
  5. Hehe..jadi inget pertama kali presentasi. Di kuliahan sama tempat kerja beda juga ternyata ya tantangannya. Tapi makin sering tampil makin percaya diri sih...alah bisa karena biasa ya kayaknya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba betul alah biasa jd bisa :) makasi mb uda mampir ^^

      Delete
  6. Replies
    1. Aamiin makasi mba Dian sukses jg bwt mba ^^

      Delete
  7. Dari segi fisik minder, hellauuu, mb herva kan meuni geulis pisan gitu ah ahhhahaha
    Hmmm patut dicoba ni tips n triknya
    Terutama yang memperkaya wawasan dg upgrade potensi diri

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha minder dlu mba :p
      Semoga bermanfaat mba Nit makasi uda mampir ^^

      Delete
  8. Go go mba herva go.... Beda ma saya ya, klo saya malah banci tampil bgt dlu jaman kuliah. Hihihi. Skrg sih ud rada berkurang sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeay ala bisa karena biasa mba, butuh waktu untuk bisa spt skrg hehehe makasi uda mampir y mba ^^

      Delete
  9. Aih mba Herva bisa nih membantu membangkitkan semangat dalam hidupku #eaaa
    Mba, tak mudah untuk upgrade diri, alhamdulillah ya bisa, MAju terussss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Lidyg ptg komitmen kita ingin berubah ^^ semangat y mba :)

      Delete
  10. Replies
    1. Makasi mba semoga bisa bermanfaat :) makasi jg uda mampir mb ^^

      Delete
  11. Orang cantik juga bisa minder ya? Hahaha...kirain daku seorang yang awalnya minder. Artikelnya sukaaa bangeet! 😍😍😍

    Sukseeees selalu mamah Namera...❤❤❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mba :) aamiin doa yang sama buat mba :*

      Delete
  12. Keren banget Mbak Herva. Dl aku juga pemalu (sekarang masih sih hehehe) tapi bisa juga jadi trainer di perusahaan. Uhukss.., berat banget tugasnya, tapi semua ketakutan akan hilang dengan dilawan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mba :) semua karena keinginan ingin berubah ^^ semangat mb

      Delete
  13. Aduuuuh dije.. Udah Segede ini juga saya masih kagok ngomong di depan umum huhuhu. Ajarin dong mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belajar sendiri depan cermin mba sambil ucapin mantra "AKU PASTI BISA" selamat mencoba :)

      Delete
  14. wah mbak cantik gini pemalu wkwkwkw tapi itu dulu ya,klo aku malu2in alias suka kepedean

    ReplyDelete
  15. keren ya mbak herva...aku dulu juga pemalu dan malu maluin he3...aku juga suka grogi mbak di depan umum.kyknya aku harus diajari juga nih mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. AYo mba belajar sendiri mulanya pake cermin lalu minta orang terdekat untuk kasi komen serta terapin mantra AKU PASTI BISA itu cara aku :) gugup pasti diawal tapi selanjutnya akan nemuin ritme sendiri

      Delete
  16. Wuihhh keren mbakkkk...
    Saya juga pemalu... pemalu banget apalagi klu masuk ke lingkungan baru dengan orang2 baru saya akan menjadi pendiem banget.
    Gimana caranya ya biar bisa jadi orang yang assyik gitu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Caranya upgrade diri sendiri mba hehehe klo aqu spt yang aku sebutin diatas ^^ selamat mencoba

      Delete
  17. Replies
    1. Alhamdulilah karena komit dan niat mba :)

      Delete
  18. Cobain ah tes kepribadian. Aku sampe sekarang masih rada pemalu teh. Minder juga sih T_T kalau disuruh jelasin sesuatu di depan orang banyak suka belibet sendiri. Muter-muter kayak gasing huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesuatu diawal yang ga biasa dilakukan pasti sulit mba lama2 klo sudah biasa akan lancar :)

      Delete
  19. semangat kita bisa, semoga terus bisa menginspirasi ya

    ReplyDelete
  20. "Orang lain boleh mematahkan mimpi saya, tetapi sayalah yang jadi pilot untuk merealisasikan mimpi saya sendiri" -Herva

    suka sama ceritanya mbak Hervaa yang bisa semangat menghadapi ketakutannya..sama banget aku suka minder apalagi sama karya yang aku hasilkan..beberapa omongan orang juga sempet bikin aku patah semangat dan ketakutan tersendiri..thanks untuk cerita inspiratifnya mbak Herva :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mba semoga cara yang aku bagi bisa berguna xixi makasi y mba uda mampir ^^

      Delete
  21. Keren yah bisa jadi trainer sekarang...

    ReplyDelete
  22. sama kayak ni mbak ... aku juga seorang yg pemalu,... malu-maluin tapi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe semoga bisa berubah :) makasi uda mampir

      Delete
  23. Kerenn nihh mbaa herva.....saya juga pemaluu nihh mbaaa..hehh
    sukses buat mba hervaa

    ReplyDelete
  24. Thanks banget mba udah sharing soal ini, jadi inget waktu dulu sama sikapku yang pemalu. Pemaluuu banget. Tapi alhamdulillah sekarang lagi terus belajar ditambah ada masukan lagi dari mba ^^

    ReplyDelete
  25. Kerennn Mba,, memang penting untuk upgrade diri sendiri, namun syaa sedang mencari jati diri akan mengupgrade ke arah mana. Terimakasih sharingnya Mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mba Dessy :) saya mencoba menemukan jati diri ikutan konseling, coaching, kursus xixixi semoga bisa segera y mba menemukan potensi dirinya. Makasi uda mampir

      Delete
  26. Kalau saya minder itu efek kekejaman nenek sih, jadi saya ngerasa beda dg anak2 lain ☺ asyik juga ya tes ini, bisa jadi tau kepribadian kita 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Miss mau coba tesnya sok ke biro psikologi terdekat hehehe

      Delete
  27. Nice share Mbaak
    kalo penyakitku itu pendiam. Ga bisa ngjaka ngobrol orang yg baru dikenal atau sekedar basa basi. Sampe2 dulu ada temen yg bilang aku misterius hahahaha!
    Alhamdulillah seiring berjalannya waktu dan karena tuntutan kerja aku bisa juga sdkt berubah. Ga jd cerewet sih, tp paling tidak skrg bisa mengawali pembicaraan dg orang baru hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba makasi uda mampir :)
      sama siy mba kadang aku pendiam kadang gemesin ahahha

      Delete
  28. aku dulunya juga sosok pemalu dan pendiam mbak ;’) Aku juga pas awal kuliah udah mencoba ngerubah diri mbak. Thanks for sharing mbak. Aku juga akan semakin semangat untuk upgrade diri ;)

    ReplyDelete
  29. *uhuk* training aku kaaak, training akuuu.. aku pemalu akut, males lah jadi pembicara2 gitu hihihi XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha yg penting eksis kefoto Mamih :p

      Delete
  30. ihh... aku banget terkait "Minder" ini mbak.
    Kalau udah di depan orang banyak, rasanya langsung blank. Tpi, begitu dibalik layar, mah enteng2 aja, huhuuu
    Mbak Herva keren bangett

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixi makasi mba :) ayo komit untuk bisa berubah

      Delete
  31. Mantap mbak herva, aku pernah ngalami seperti mba herva, tapi jujur sampe sekarang belum bisa aku ngomong di hadapan orang2 banyak,
    Pas di suruh senior tampil kedepan ngasi nateri ajj, kadang lupa gara2 gugup dan gak percaya diri,
    Minta sarannya mba?
    Dan bilang suka sama cewek ajj susahnya minta ampun,
    Dah di rencana in, ntar ngomongnya ini dan ini, eh.. Malah nggak sanggup aku nyampein perasaanku ke dia, huh.. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mangga sering latihan depan kaca kang klu udah mulai latian didengerin minimal sama 1 org yg terdekat biar enak kasi feedbacknya ke kita klo sdh mulai ke group kecil sampe dengan group besar org2 yang ga kita kenal.
      selamat mencoba, krn dlu saya juga begitu :) makasi uda mampir

      Delete
  32. Pernah mengalami hal yang sama, gak mau untuk berada di depan layar. Minder puol. Walaupun sekarang jadi guru yang harus terus menerus berada di depan layar, tetapi minder kadang masih suka muncul. Smeoga tipsnya bisa bikin saya lebih pede lagi.hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat bu guru :) makasi uda mampir dan smg bisa bermanfaat

      Delete
  33. Perubahan yang sangat positif kak Inspiratif buat kita kita. Dulu juga aku pemalu tapi sekarang aku


    malu maluin hahha.

    ReplyDelete
  34. Saya juga termasuk orang yang "telat" nyadar akan kemampuan diri sendiri mba. Sekarang disaat saya sadar tentang passion public speaking yang saya punya malah terjebak di pekerjaan yang jarang menggunakan skill tersebut huhu. *datang2 curhat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum ada kata terlambat loh yuk mulai kenali potensi dan percaya diri untuk berubah sesuai dengan cita-cita :) semangat pasti bisa ^^
      Makasi uda mampir

      Delete
  35. waw, pengen nyontek tipsnya karena saya juga termasuk pemalu ..:D

    ReplyDelete
  36. wahhh....selamat mbak, saya juga kategori pemalu dan baru belajar ngeblog

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi kang sigit sudah mampir..
      yeay semoga makin semangat nge-blognya ya

      Delete
  37. Suka baca tulisan mbak Herva ini! :D sukses ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mb cindra aamiin doa yang sama untuk mba :)

      Delete
  38. keren mba acaranya..memang seoarng tutor harus siap segala nya..hehehe....selamat yah mba..sukses buat mba herva

    ReplyDelete
  39. semoga sukses acaranya mbak

    ReplyDelete
  40. Teteh Bellaaaaa, aku baru baca tulisan yang ini, gilak keren abizzzz, aku langsung ngepens nih 😍😍😍

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design