Tuesday, September 20, 2016

Antara Threenager Dan Peter Pan Syndrom

Sepanjang kehidupan kita tentunya akan mengalami perkembangan, tidak hanya fisik tetapi perkembangan intelektual, perkembangan emosi hingga perkembangan motorik. Hal ini saya pelajari selama kuliah beberapa semester dan kenyang sekali dengan teori "Life Span Development". Sebagai seorang ibu saat ini saya tidak terfokus pada teori yang pernah saya pelajari, sesekali mungkin saya membandingkan tetapi tidak melulu membandingkan teori dan real sehari-hari.

Terlebih dalam teori Life Span Development pun disampaikan bahwa salah satu perspektif perkembangan bersifat plastik atau lentur yang berarti bahwa perkembangan bisa terjadi melalui banyak cara yang berbeda bergantung pada kondisi kehidupan individu sehingga manusia yang satu dengan yang lainnya belum tentu memiliki proses perkembangan yang sama.

Maka dari itu, saya secara pribadi ga mematok anak saya mesti begini dan begitu secara stimulasi yang saya berikan mungkin berbeda dengan ibu lainnya. Dan saya lebih Mengenal kemampuan dan karakter anak saya so saya ga bisa paksain untuk bisa menuntutnya sesuai dengan teori perkembangan yang ada. Pernah dong kalau ketemu orang di jalan pasti nanyain : "anakmu umur berapa?sudah bisa apa?", saya akan menjawab "anak saya umur 8 bulan uda bisa cuci piring, salto, ngepel" konteksnya becanda agar tidak berkepanjangan dan berakhir membandingkan kemampuan anaknya dan anak saya. Ujung-ujungnya kalau saya ga woles bakalan manyun hehehe. 

Dan sekarang usia anak saya 3y1m, ga kerasa banget semakin bertambah usianya semakin bertambah pula kecerdasannya. Hal yang menarik adalah anak saya yang bicaranya banyak alias cerewet seperti orang tua. Bahkan tak jarang ia selalu menasehati saya atau ayahnya bahkan nenek atau kakeknya. Kami selalu tertawa melihatnya jika ia sudah mulai sok tua. Waktu saya sakit misalnya : "Bun panas y?" tangannya memegang dahi saya lalu ia menasehati makanya bunda jangan mam encim y (red : ice cream) cepet sembuh y bun, ayo obatnya di mam" dengan mimik wajah yang gemesin suka bikin saya yang lemah terbaring pengen cepet sembuh biar ajakin dia main lagi.

Tingkahnya yang terlihat tua juga kerapkali ia tunjukan dengan kemauannya untuk memilih dari pakaian yang hendak dipake, makanan yang mau dimakan sampe dengan susu yang hendak ia minum. Kadang disini juga saya diuji kesabarannya, misalnya uda di gorengin ayam sesuai permintaanya pas udah siap malah pengen makan telor kan gemes banget bikin darting xixixi. Bisa berubah dengan cepat sampe kalau waktu nonton dia akan milih judul film yang mau ditonton, misalnya pengen nonton si kelinci udah di setelin kelinci pengen nonton Princes. Onde mande, bundanya suka pengen nyemplung ke ember kalau dah begitu.

Semuanya pengen serba sendiri, kalau ga suka ngedumel OMG padahal masih piyik iki cah ayu hahaha. Disuruh tidur susahnya minta ampun giliran dibangunin banyak alasan. Ah melihat tingkahnya seperti ini, saya yakin anak saya sedang mengalami Fase Threenager.

Threenager adalah istilah untuk menggambarkan anak usia tiga tahun yang bertingkah seperti seorang remaja 13 tahun. Mereka punya sikap yang cepat berubah, keras kepala, dan menginginkan segala sesuatu saat itu juga. Cocok banget sama kondisi anak saya. Ketika orang dewasa menolak bertambah tua anak saya justru kepengen jadi tua. 


 Menjadi tua itu pasti tapi sayangnya kita ga seperti anak-anak yang justru ingin terlihat dewasa sebelum waktunya. Kebalikan dengan orang dewasa yang justru secara fisik matang tapi malah kekanak-kanakan. Saya sempat membaca mengenai "Peter Pan Syndrom". Yang merupakan penyakit psikologis yang ditujukan untuk orang dewasa yang secara sosial tidak menunjukkan kematangan, biasanya diderita sama laki-laki yang menolak dewasa dikarenakan tak mau kehilangan masa kanak-kanaknya.

Penyebab sindorm ini karena pola asuh yang salah di masa kanak-kanak. Makanya saya juga berhati-hati agar jangan sampe saya salah dalam mendidik. Karena rasa sayang kepada anak saya sehingga membutakan saya untuk "Memanjakan" anak yang ujungnya menjadi celaka bagi anak saya sendiri. Memang pola asuh sangat menentukan masa depan anak *berat euy* tapi kerasa banget sama saya pola asuh ortu saya yang serba melarang alhasil saya menjadi anak yang "Tidak Kreatif" dan betul saya lebih bisa membuat tulisan non-fiksi dibandingkan fiksi. Saya lebih mampu menulis laporan yang sesuai koridor daripada menulis yang tidak ada aturannya. *jadi curhat* :p

 
Nah back to Peter Pan Syndrom, pernah nemuin mereka?saya belum pernah y tapi agaknya beda tipis sama yang mengalami regresi perkembangan. Yang pernah saya temui adalah Alm. Uyut yang mengalami regresi perkembangan menjadi seperti anak-anak. Saya sempat nonton video yang seorang kakek-kakek bertanya berulang-ulang kepada anaknya. Lalu anaknya kesel dan memarahinya, pesan moral dari video tersebut bahwa kita lupa kita juga pernah menjadi seperti itu. Dan kejadian tersebut saya alami sendiri. 

Sepulang kerja suami, anak saya selalu menanyakan : "Ayah kerja dimana?" jawaban suami "Jauh di Bandung". "Oh jauh yah?"cape y yah? demikian tiap hari sampe akhirnya suami yang juga lelah kala itu males menjawab. Saya bilang ayah jawab itu lagi ditanya sama Neyna, dan suami bilang "bosen ah nanya itu mulu". Saya bilang "ayah juga dulu sama kayak Neyna nanyain hal yang sama padahal udah dijawab ratusan kali". Dan saya pun menambahkan "Nanti kalau ayah sudah tua ayah sama kayak Neyna nanyain hal yang sama, ayah mau didiemin kayak gitu?". Suami hanya diam mengangguk. 

Saya ceritakan pula bahwa Bapaknya suami (mertua) sekarang sudah mengalami hal yang sama seperti anak saya. Pasalnya setiap pagi jika saya bertemu dengannya ia akan bertanya "Neng, ai Aa uih tabuh sabaraha?" (Neng kalau Aa pulang jam berapa?), "tabuh 7 wengi" (jam 7 malam). Besoknya bertanya seperti ini dan terus bertanya padahal sudah saya jawab. Bahkan beliau sampe datang ke rumah saya bertanya lagi ke ART saya kapan suami saya pulang kerja. 

Contoh real tersebut meyakinkan saya bahwa semuanya akan terjadi, saya akan bertambah tua dan mesti memantaskan diri selama saya berada dalam tahapan perkembangan semsetinya. Kadang menjadi tua memang menakutkan tapi itu sudah mutlak akan kita alami hingga akhirnya kita kembali kepada yang Memiliki kita. Lahir - Anak2 - Remaja - Dewasa - Tua begitulah siklusnya. 

Demikian cerita saya, semoga kita termasuk individu yang berkembang dan optimalkan masa usia kita dengan sesuatu yang bermanfaat. Menjadi tua bagi perempuan lebih ditakutkan karena fisik tapi bagi laki-laki menurut saya takut secara psikologis, pernah denger juga kan adanya Puber ke-2 nah berhati-hatilah wahai lelaki kalau ga mau nanti jadi "Tua-tua Keladi" mengaku Bujangan ternyata cucunya segudang *yeah mari nyanyi*.

Tulisan ini terinspirasi dari blogpostnya Mba Tian, untuk program #PINKEBANDUNG.

31 comments:

  1. Iya yaa teh..
    Pertanyaan anak yang berulang kadang membuat kita (eh..saya, maksudnya) jadi senewen.


    Jadi,
    Mungkin karena saya kurang mindfulness dlm membersamai anak.

    Huhhuu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lagi ga sabar langsung puyeng pala betmen y mba hahaha...

      Delete
  2. Cerita yang bisa jadi pelajaran menarik nih.

    Bagaimana caranya agar anak tetap akrab dengan Bapaknya yang pulangnya gak mesti, kadang sebulan, dua bulan atau bahkan bisa satu tahun ya ?

    terima kasih dan salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk menjaga bonding antara ayah dan anak yang berpisah saya rasa sekarang teknologi makin canggih Kang, bisa video call atau skype kita masih bisa bertukar cerita dan pengalaman meskipun raganya yang tidak ada disamping. Dan ketika nanti bertemu optimalkan untuk quality time semoga bisa menjaga bonding tersebut. CMIIW

      Makasi udah berkunjung

      Delete
  3. wah jangan jangan aku kena peter pan syndrom ni...huhu
    kadang pemikiran masi belom mateng
    kadang malah bertingkah kek anak bayi, ya Alloh, ampuni hamba uhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkkw kan biasanya cowo mba yang kena sindrom peter pan :p

      Delete
  4. Sehat selalau deh mba buat si buah hati hehe..

    ReplyDelete
  5. neyna mah perhatian bgd, *lalu ngelirik si ken yg cueknya minta ampun,

    tengkiu loh mbk herva sharenya, langsung aku catet nih, kali aja nanti si ken bakal perhatian begitu sm aku, :)

    ReplyDelete
  6. Jadi yang seperti itu namanya Peter Pan Syndrom. Nambah ilmu lagi nih.

    ReplyDelete
  7. pernah dengar yang peter pan syndrome nya, yang satunya baru tahu.
    Kalau saya mah peter pan movie syndrome :P *maksa*

    ReplyDelete
  8. Sering denger ttg peter pan syndrome tapi berharap nggak nemu sosok kayak gini. Hihiii. Cowok itu kan dituntun buat lebih dewasa, itu kalau menurut saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba setuju cowok emang harus dewasa :)

      Delete
  9. betul sekali perekembangan tiap individu pasti beda karena lingkungan dan stimulasinya juga berbeda, mengenai peterpan syndrom aku belum ketemu kalau di sosok laki2 yg memang umurnya belum tua, kalo yg sudah tua beberapa kali tuh melihat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba maka jangan pernah menyamakan selalu :) aku pun belum sempat nemuin di usia muda dengan gejala peterpan syndrom ^^

      Delete
  10. Waduh sudah ada kumisnya teh anaknya keren keren saya jadi melongo melihatnya ternyata masih gemes sudah ada kumisnya, gkgkgk tapi menang gemes sih anaknya tapi memang seru mbak kalau punya anak yang seperti itu seru untuk diheureuyan, gkgkgk.

    ReplyDelete
  11. wahh baru tahu ada sindrom ini setelah baca tulisan ini, terimakasih infonya Mba Herva :)

    ReplyDelete
  12. Raya juga 3thn & lagi lucu2nya (menguji kesabaran) heheheh makasih infonya Mba, bermanfaat banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mba makasi loh uda mampir. Raya meni lucu salam y mba bwt Raya ^^

      Delete
  13. Kita semua akan bertambah tua ya Mbak. Membayangkan masa tua agak gimana gitu ya. Sekarang saja, menjelang 30 tahun rada dag dig dug ser, :). Yang pasti dan mulai rewel perawatan #mulai mikirin anti aging.

    ReplyDelete
  14. Peterpan sindrom itu jadi orang dewasa yang punya sifat kekanak-kanakan kah Mbak? Baru tahu sih. Tapi semakin tua emang kadang kembali ke kanak-kanak ya Mbak. Kita pun semua akan begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin tua malah regresi y mba jadinya kekanakan ^^

      Delete
  15. Lucu yaaa anak2 sekarang ini, suka kasih nasehat orang tua nya hahaha. Kehidupan anak2 mmg sudah berubah hahahahha #Ngakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya om Cumi masanya sedang menjadi tuwir :p

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design