Thursday, September 15, 2016

Indahnya Menikmati Proses Dalam Setiap Perkembangan

Revolusi media membuat kita sebagai konsumennya dimanjakan dengan berbagai info yang bisa dengan mudah diakses hanya dengan menggunakan jari jemari syantik kita. Mulai belanja sampe dengan kursus bisa juga dengan online. Penawaran berbagai produk dengan mudah kita dapatkan melalui jejaring sosial atau muncul ke email kita. 

Dari penawaran barang hingga jasa untuk menjadikan seseorang kaya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya itu sekarang semua tersedia. Saya yang membacanya terkagum-kagum dengan berbagai testimoni yang diberikan dan ditampilkan di setiap seliweran iklannya.

Siapa sih yang ga mau kepengen anaknya menjadi STAR, siapa sih yang ga kepengen kariernya melesat seperti ROKET, siapa sih yang ga kepengen punya DUIT banyak tapi cuman kerja ngedipin mata doank, siapa sih yang ga kepengen blognya selalu ada di PAGE ONE *saya ngacung sendiri*, siapa sih yang ga kepengen jadi FAMOUS karena karya kita y bukan karena sensasi seperti ah itu loh yang itu ga ah ga jadi sebutin nanti ditabok batman karena GHIBAH xixixi.

Setiap orang pasti punya goal sendiri, punya harapan selalu menjadi yang terbaik. Tetapi jangan sampai menjadikan itu beban di atas kepala yang akhirnya mengubur dalam-dalam ga hanya impian kita tetapi diri kita sendiri. Saya rasa tidak ada yang salah sebagai ortu menginginkan anaknya cerdas, multitalent dan segala rupi keinginan namun akhirnya justru "Membatasi" kebebasan anak kita.

Pernah ditawari jasa agar anak bisa berkembang baik otaknya menggunakan satu alat yang harganya lumayan mihil?atau pernah ditawari untuk  melakukan assesment guna melihat bakat anak dan akhirnya terlalu percaya sama hasil assessmentnya sampe akhirnya kita melupakan BAKAT ALAMI anak hingga menjuruskan anak ke jalan yang belok lalu masuk jurang. Karena siapa?karena orangtuanya sendiri. Naudzubillah..
Yang saya lihat beberapa penawaran produk tersebut seperti PSEUDOSCIENCE. Apaan tuh pseudoscience? ini pengertian yang saya dapat dari wikipedia, Ilmu semu atau pseudosains (Inggris: pseudoscience) adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tapi tidak mengikuti metode ilmiah. Ilmu semu mungkin kelihatan ilmiah, tapi tidak memenuhi persyaratan metode ilmiah yang dapat diuji dan seringkali berbenturan dengan kesepakatan/konsensus ilmiah yang umum. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_semu).

Dan saya bilang kita masih saja percaya dengan pseudoscience tersebut. Apalagi pihak tertentu sampe bikin sesuatu yang wow gicu padahal siy menurut saya itu mah strategi marketingnya ya kalau kita ga melek informasi dan males nyari tahu kemakanlah sama bujuk rayunya si marketing tersebut. Ujung-ujungnya menyesal kemudian. Tetapi saya ga mau ambil kesimpulan dini. Semuanya balik pada masing-masing pribadi yang membutuhkannya.

Saya ga mau nyebutin produk atau jasanya yang jelas melalui tulisan ini saya cuman ingin berbagi bahwa sesuatu itu TIDAK ADA YANG INSTANT berulang kali saya menggunakan analogi Mie Instan saja untuk dinikmati lebih enak di rebus dulu menggunakan berbagai toping dan butuh beberapa menit waktunya. Sama halnya dengan perkembangan Anak kita, Karier kita tidak ada satupun yang langsung secepat kilat menjadi sukses sesuai impian masing-masing.

Satu kali saya di tawari produk sebut saja produk X, konon katanya mampu membuat anak saya seperti bla-bla-bla-bla. Jika saya tidak punya jangkar mindset sendiri saya sudah mengikuti arus. Tetapi saya lebih memilih untuk bertanya kepada yang ahlinya dulu, apakah benar produk ini seperti ini itu. Dan setiap apa yang saya tanyakan kepada ahlinya, jawabannya mencengangkan bikin saya tambah mikir dan mencoba menggali lebih dalam lagi.

Tumbuh dan berkembang itu membutuhkan satu proses dan stimulasi yang sangat tepat. Dan itu yang saya harapkan baik untuk anak saya maupun karier saya yang mentok gini-gini aza. Di kantor pasti ada aja yang kepengen banget diangkat jadi posisi lebih tinggi lagi tetapi sayang caranya salah. Pengennya cara singkat dengan menjilat atasan berakhirlah sepakat alias di pecat. Kalau mau berkembang y mbo tingkatin dulu kompetensinya, tingkatin dulu skill-nya dengan upgrade melalui training atau assignment yang dikasih atasan. 

Sama halnya anak, seperti yang sebelumnya saya katakan kita pengen anak kita secerdas Uyut Einstein namanya juga usaha ya beli ini itu sesuai dengan iklan menjanjikan akan membuat anak bisa ini dan itu kalau stimulasi ga tepat bukan malah membantu tapi kita malah merusak secara pelan-pelan. Contoh dalam menanam pohon saja, jika kita nanam pohon ingin pohonnya berbuah maka yang kita lakukan bukan dengan tiap jam terus-terusan di siram, tiap hari di pupuk yang terjadi pohonnya ga berkembang malah menjadi busuk.

Bagi saya pribadi setiap proses perkembangan ga hanya pada anak tapi bagi saya sendiri saya mencoba menikmatinya dan menjadikannya pembelajaran. So untuk bisa menikmati setiap prosesnya, saya punya cara sendiri :

1. Menguatkan Jangkar Pikiran

Tujuannya agar saya tidak melulu mengikuti arus. Ibaratnya satu kapal jika ingin berlabuh kapal akan melemparkan jangkar agar kapan tersebut tidak terbawa derasnya arus air. Pun sama saya mencoba menguatkan jangkar pikiran dengan melek informasi, banyak membaca, mencari tahu kepada yang ahli. Seperti keinginan saya yang ingin bermanfaat untuk orang lain maka saya memutuskan untuk coaching dengan yang ahli.


Baca Lagi : Coaching Bersama Bapak Josef Bataona

2. Percaya Diri 

Jika self confidence kita ada maka kita selalu mudah untuk melakukan segala sesuatu yang penting untuk perkembangan diri. Akan selalu ada komentar dan nyinyiran dalam hidup tetapi saya harus percaya diri akan setiap proses yang saya jalani. Misalnya : anak saya dulu baru bisa berjalan mandiri usia 16 bulan. Saya tidak lantas malu dan berkecil hati dengan nyinyiran orang yang mengatakan "ko belom bisa jalan?". Saya tetap percaya diri akan kemampuan anak saya dan keunikan anak saya. Sehingga saya ga jadikan semuanya beban yang sebabin saya menuntut terlalu lebih bagi anak saya, sementara kapasitas kemampuannya ya segitu. Percaya diri bahwa kita mampu untuk melakukan sebisa dan sebaik mungkin sesuai kemampuan kita. Dan yakinlah selalu semua yang terjadi adalah terbaik sesuai kapasitas kita dan akan indah pada waktunya.

3. Tetap Teguh Berusaha

Setiap proses menuju sukses ada langkah atau anak tangga yang mesti kita lalui, saya yakin jika kita tidak teguh berusaha maka kita tidak akan mampu menaiki setiap level anak tangga dengan baik. Proses menuju sukses memang membutuhkan waktu yang panjang tetapi itulah seni yang Alloh kasih agar mengetahui kegigihan kita sebagai hambanya untuk meraih apa yang kita mau. Seringkali saya membaca biografi orang-orang sukses versi saya, mereka menjadi saat ini karena membangun dari nol barulah sampai pada titik ini.


4. Komitmen Diri

Seperti yang saya singgung di ulasan ketika saya mengikuti coaching adalah keinginan saya untuk berubah maka saya membutuhkan komitmen diri. Karena yang menentukan ya diri sendiri, pun sama setiap proses tumbuh dan berkembang akan menghadapi segala rintangan-rintangan yang bikin kita diuji apakah kita mampu berkomitmen atau tidak.

5. Bersyukur, Sabar dan Ikhlas
Dari semua cara yang sudah dilakukan maka sebagai penutup adalah saya mensyukurinya setiap proses yang saya terima dan mengikhlaskan bahwa segalanya merupakan skenario yang terbaik untuk saya. Jika saya sudah usaha namun gagal maka obat paling baik adalah Syukur, Sabar dan Ikhlas itu semua yang akan merecovery hati saya yang kecewa dan luka *eciee dah kayak lirik lagu.

Ya bagi saya 5 cara tersebut paling ampuh untuk saya ga ngoyo pengen sesuatu yang instant. Pernah dengar perkataan ini :

“Kullu maa ya’ti bisur’atin, yadzhabu bisur’atin…
Sesuatu yang datang dengan cepat, akan pergi dengan cepat pula”

Saya sepakat dengan istilah tersebut. Karena semuanya butuh proses, semuanya butuh usaha tidak ada yang jlep langsung ada kecuali kuasa Alloh "Kun Faa Yakun". Maka nikmati saja setiap prosesnya dengan baik. Demikian cerita saya, semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf tidak ingin menyudutkan produk atau siapapun. Kembalikan ke masing-maisng individu saja.



Doc. Pribadi

51 comments:

  1. Replies
    1. Iya mba Psikologi Unjani pengen nerusin belum saatnya xixixi masih menikmati proses menjadi karyawan *haiyah alesan* :p

      Delete
  2. Kalau baca artikelnya mba Herva, rasanya hidup ini penuh semangat. Dan bener banget, menikmati proses itu sangat luar biasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah makasih mba Eri senangnya semoga saya pun penuh semangat dan selalu ceria :)

      Delete
  3. yup, gk ada yginstan,smua ada prosesnya, dan biasanya sih, klok yg berproses hasil yg diraih akn terasa uwow sekali, tengkiu sharenya ya mbk hervaaa, selaku, tulisannya kece badai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Mak Ken, betul mak ken result dg usaha keras jauh lebih mantap dibdgkan yg instan maka kita perlu bwt nikmatin setiap prosesnya dg baik :) krn disetiap proses sll ada pelajaran didalamnya ^^

      Delete
  4. memang benar apa yang dikatakan. semua melalui tahap yang panjang, Step by step, terjatuh bangkit lagi. kecuali dilahirkan dikalangan keluarga cendana, kita tiggal melakukan berbagai bisnis yang diinginkan. prihal modal usaha kan sudah tersedia hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi klo terlahir dengan kondisi enak itu anugerah Kang sekaligus ujian apakah kita mampu optimalkan potensi sendiri tanpa bergantung pada sesuatu yang dimiliki ortu :)

      Delete
    2. Kalau bagi saya sih minimal persen keberhasilan itu 70% karena modalnya sudah tersedia hihi

      Delete
  5. Produk apa sich Mbak? *kepo*

    Kalau soal anak saya selalu menikmati prosesnya ga terlalu maksa harus begini begitu. Tapi kadang dibikin baper sama ibu2 yang (sok) perfect.

    Jangkarnya kurang kuat kali ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah banyak mba produknya :) mangga searching klo ga banyak Tabayun kita pasti akan terus ikutin. CMIIW
      Sesuaikan mba sama kapasitas anaknya kesian, ibaratnya masak sayur banyak dipanci kecil terus2an dimasukin sayurannya yang ada meleber kemana-mana :)

      Delete
  6. tak ada hasil yang mengkhianati proses, katanya begitu ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba setiap proses justru ada pelajaran yang bisa kita pelajari :)

      Delete
  7. Iya bener..banyak banget sekarang metode yg ditawarkan mulai dari hypnotherapi agat anak rajin belajar, patuh pada orang tua, dan sebagainya. Duh
    .. Anak kayak bukan manusia sih menurutku jadinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi kasian y mba jangan sampe berambisi juga :)

      Delete
  8. Wah mbaknya psikologi ya, *mepet2* pengen belajar banyak sama mba Herva, pantesan artikelnya berbobot terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk yang berbobot berat badanku mba :))
      ayo mba kita belajar sama-sama

      Delete
  9. Replies
    1. Thx u mba san :) Makasi sdh berkunjung :*

      Delete
  10. Sepakat...yang instan tumbuhnya biasanya instan juga redupnya. Yang matang tumbuhnya lebih matang pula daya tahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba :) Terimakasih sudah mampir Mba^^

      Delete
  11. Memetik hasil dari sebuah proses justru lebih pol ya rasanya. yang instan2 malah qt khawatir kalau nanti ada efeknya..tfs mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup betul mba ^^ Makasi mba uda berkunjung :)

      Delete
  12. Allah juga mengajari kita untuk menikmati proses, ya. Kalau orientasinya cuma hasil aja, podium juara 1 bakalan heurin. Ga ngajarin kita juga untuk berbesar hati dan belajar memperbaiki kekurangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah betul mba Efi sepakat pisan :)
      makasi mba uda mampir ^^

      Delete
  13. Yai Mbak...ngga ada yang instant yang abadi lah di dunia ini. Yang enak ada...kopi instant. Wkwkwk. Jaka sembung deh. Iya Mbak...harus melalui serangkaian proses. Setujuuuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk iya juga y kopi instan siap minum ada :p

      Delete
  14. saya suka ini mbak.
    Berani menikmati proses. Seringkali yang saya rindukan adalah tiap detil perjuangannya, bukan hasilnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepakat mba ^^ bener bgt prosesnya yang justru bikin cerita y mba

      Delete
  15. tidak ada sesuatu yang instan,,,
    kecuali mi instan yang udah siap makan #ehh

    ReplyDelete
  16. selalu suka dgn topik psikologi yg mba Herva tuliskan, smoga kian melesat ya mba, di karir n dunia blogger aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin makasi bnyk mba Desi doa yang sama u/ mba ^^

      Delete
  17. iyadong, kita belajar kan karena ingin merasakan proses nya bagaimana untuk mencapai suatu tujuan kita bukan hasilnya sebanyak apa .. Super sekali..

    ReplyDelete
  18. quotenya jleb banget mba. sesuatu yg dilakukan dg cepat juga biasanya hasilnya kuang maksimal ya. contohnya saya kalo nulis ingin cepat publish gak diedit ya jadi nggak enak liat dan bacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba langsung kena y mba, saya pun sama jika tergesa2 dan ingin cepat beres hasilnya y ga kan maksimal.

      Delete
  19. produknya kayaknya saya tahu satu deh mbak. yang di ujung jari itu...

    saya sepakat yang pseudo-pseudo gitu biasanya dikemas dalam rangka jualan. pernah anak saya ditawari tapi saya ga mau. bagi saya itu kayak menjudge anak sebelum lihat minatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixiixi seratus mba ^^
      kita sepakat mba kalau begitu :p

      Delete
  20. Setuju banget mbak.
    Semua itu punya tahapan.
    Dan setiap tahapan itu yang membuat kita berkembang.

    ReplyDelete
  21. Menikmati proses, apapun itu, akan membuat jiwa jadi matang

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita juga jadi sabar y mba dan memahami semua proses :)

      Delete
  22. Nah bener setiap apa yang kita lewati itu adalah skenario Allah ya, dan jangan sampai kita dikenal juga karena sensasi tapi karena karya dan juga prestasi yang paling tidak juga bisa menginspirasi orang lain di luar sana. "Indomie aja direbus dulu, masa kamu maunya langsung xixixi". Btw galfok sama foto OOTD nya dirikuuuhhh udah mirip model papan atas ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya mba butuh proses didalamnua 😁 haahha model papan penggilesan mb

      Delete
  23. Datang dengan perlahan namun pasti, dan beranjak kalau sudah waktunya untuk pergi :') intinya nikmati setiap proses yg ada ya mbaak, ndak perlu terburu-buru karena semua akan indah pada waktunya dan Allah always on time :') selalu manfaatkan waktu yg ada untuk berbuat kebaikan dan berbagi kebahagiaan pada yg lain.

    Mbak bell, mau po o bagi resep awet langsing gtu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul ada waktunyang tepat buat kita terima ojo rusuh y kannmba ahaha
      resepnya apa ya aku makan sebakul jg ttp segini mb 🤣😁

      Delete
  24. inspratif banget mbak herva...yap percaya diri itu penting, tidak usah dengerin omongan orang yg suka nyinyir ma kita ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi bnyk mba 👌 klo sering dengerin omongan orang emang bikin baper si mba 😁

      Delete
  25. Aku suka banget baca tulisan ini. Memang benar kok...aku aja nulis sejak SD mulai diary, pas remaja suka ikut2 lomba tapi ga pernah berhasil. Jadi ibu udah punya buntut malah makin produktif dan mulai terlihat hasilnya. Alhamdulillaah aja aku mah, proses itu penting dan rasanya ruarrr biasa ya:)

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design