Search

Akhirnya 1 Windu Usia Pernikahan Kami...

Bulan oktober ga hanya diperingati Bulan Peduli Kanker Payudara maupun Bulannya Blogger akan tetapi menjadi bulan bersejarah untuk saya dan akang suami.

Tahun ini, ternyata usia pernikahan kami mencapai 1 windu alias 8 tahun. Beneran ga nyangka sudah sewindu bersama-sama arungi bahtera rumah tangga ini.

Adem ayemkah? tentu saja tidak. Ada banyak bumbu-bumbu yang menyertai kami berdua. Ada kemarahan, ada tangisan, ada ke-egoisan, adapula tawa dan senyuman. Dari badai hingga pelangi muncul begitulah cerita yang kerap menyertai kami.

Tak jarang ada keputus-asaan, ada kejenuhan begitulah godaannya bisa datang dari dalam atau dari lingkar luarnya.

Yang jelas butuh namanya kesabaran dan memaklumi karena tidak ada yang sempurna dari kami berdua.  

wedding anniversary

Fase Pernikahan Dari Tahun ke Tahun

Dulu waktu masih belum menikah, fikiranku menikah itu bisa so sweet sepanjang waktu apalagi ada temen tidur bareng πŸ˜‚πŸ˜‚. Fikiran macam apa ini hey! Tapi ternyata...ahhh "Kumenangis membayangkan" πŸ˜‚πŸ˜‚. 

Nyatanya? begini ceritanya...

Waktu memutuskan menikah, saya fikir saya telah mengenal akang suami seluruhnya luar dalam poko'e i know him so well tapi ternyata itu salah sodara setanah air sebangsa...Barulah saya tahu semuanya ketika kami tinggal 24 jam basamo-samo.

Bulan-bulan pertama kami menikah, ini merupakan fase menyesuaikan diri yang membuat saya merasa LOH KOK GINI? hal-hal sepele yang tak sesuai kebiasaan saya sendiri menjadi api pemicu perselisihan. 

Gaes...ini loh gaess..>> Saya belum bisa menerima kebiasaan-kebiasaan dari akang suami yang akhirnya ribut πŸ˜‚.

Maka ketika di sosial media, timeline youtube mengenang perjalanan "nikah muda" antara Taqy dan Salma, sungguh saya bersedih melihat pernikahannya yang baru seumur jagung itu akhirnya kandas. Padahal masalah rumah tangga itu masih akan terus berlanjut dan akan jauh lebih besar.

Saya dan akang suami yang tidak LDR saja, mata bertemu mata bisa konflik, apalagi yang LDR dan baru mengenal. Saya tahu gimana rasanya itu, cukup sedih karena usia pernikahan mereka tak langgeng.

Sejujurnya salut dengan mereka-mereka pasangan yang pada akhirnya memutuskan membangun rumah tangga diusia yang terbilang muda. Saat galau-galaunya, saat senangnya kumpul bareng, saat waktunya habiskan momen bersama soba-sobi di luar rumah. Dan mereka menikah...

Saya saja  menikah diusia 25 tahun terpaut 2 tahun lebih tua dengan usia akang suami. Apakah kami manis manja grup selama ini?

Jawab saya TYDAK Redondo, tidak semulus wajah selebgram, tidak semudah mencaci di sosmed, tidak semudah LESLAR yang terus naik.

Belum selesai fase penyesuaian kebiasaan satu sama lain, Allah karuniakan kepada kami Neyna. Konfliknya makin menjadi rumus matematika = Panjang x Lebar πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

What Next?...

Tahun-tahun sulit dimana saya belum bisa membagi waktu dan peranan yang pada akhirnya pertengkaran hebat hampir terus terjadi hingga melibatkan kedua orang tua kami. Ya...kami pernah berada pada fase mengerikan.

Fase Diujung Tanduk..

Saya dan akang suami pernah merasakan apakah biduk ini harus yo wes BEN ...bubar jalan gerak aja biarkan gelasnya pecah. Isi hati kami tergambar seperti lagu yang dinyanyikan oleh Rio Febrian : Maaf Kujenuh padamu, lama sudah kupendam tertahan dibibirku..mauku tak menyakiti...🎼🎼🎼

Sedih sekali...sedih tak berujung...

Tapi akhirnya fase ini bisa kami lewati kembali..bangkit dan merajut kembali mimpi-mimpi yang tertunda dalam rumah tangga kami. Maka Neyna adalah saksi bagaimana kami dulu sekuat tenaga berusaha menghentikan badai-badai dalam rumah tangga kami.

Keadaan emosi tak matang, pemikiran tak panjang, saling ego, saling merasa benar adalah Qoentji keruntuhan. Terseok-seok kami berdua memperbaiki diri demi menjaga keutuhan rumah tangga.

Sampai akhirnya tahun demi tahun bisa kami lewati bahkan jelang usia pernikahan ke-6, Allah kembali percayakan kami berdua anak lelaki yang tampan *elah emaknya muji sendiri πŸ˜‚* maka menjadi cambukan kembali bagi kami untuk belajar terus sebagai orang tua yang adil bagi kedua buah hati kami.

***

cerita pernikahan

Surprise 1 Windu Pernikahan 

Tak terasa tahun 2020, ternyata usia pernikahan kami sudah memasuki usia 1 windu, saya ga menyangka selama pernikahan ini akang suami jarang memperingati anniversary tapi tahun ini begitu romantisnya karena akang suami memberikan 1 bucket mawar merah dan kue Harvest.

Saya yang sedang main HP di ruang tamu, dikejutkan karena akang suami dari lantai atas tiba-tiba memberikan hadiah buang dan kue disertai dengan kecupan manis πŸ˜‚. dan anak-anak tumben bisa diajak kerjasama bikin surprise ini hahaha. 

Sungguh momen mengharukan, karena selama kenal dengan akang suami, ia tak pernah memberikan bunga πŸ˜‚. Jadi momen langka sekali ini buat saya pribadi πŸ˜‚.

Alhamdulilah..mohon doakan ya temans sekalian semoga pernikahan kami till Jannah aamiin..

Cerita pernikahan kami tidak melulu manisss, akan tetapi ada saja yang pahitnya. Hanya saja saya tidak mau menceritakannya detail. Yang pasti ujian berumah tangga itu buanyakk, terus belajar, terus mendoakan yang terbaik.

Demikian cerita saya kali ini, ada yang mau sharing juga tentang fase pernikahannya? yuk sharing..


5 komentar

  1. Ya ampun bundakuu. InsyaAllah langgeng banget ya kelaaak. Doaku selalu menyertai bundaku pujaan bangssaa

    BalasHapus
  2. Setiap menjalankan biduk rumah tangga pasti akan ada badai tipis2, tetap semangat mbak. Samawa selalu buat rumah tangganya. Aamiin

    BalasHapus
  3. selamat 1 windu teh semoga langgeng selalu hingga menjadi aki dan nini dan hanya maut yang memisahkan, fase di ujung tanduk kayanya kita semua merasakan yah mba dan alhamdullilah kita bisa melalui sama paksu..

    BalasHapus
  4. happy anniversary ya mba.... semoga tetep langgeng selamanya ;). eh aku jujurnya td google dulu 1 windu berapa tahun wkwkwkwkkw. Lupaaaaaa ;p. ternyata 8 yaaa... Kalo aku dan suami thn depan akan 10 thn.

    tapi memang kok pernikahan ini sama aja kayak belajar trus2an. ga ada brentinya.. krn yg kita hadapi sifat manusia, yg bisa aja berubah. harus mau mengalah, saling ngerti dan trima, demi bisa bertahan sampe maut memisahkan :). akupun sama suami msh sering ribut, walo pak suami banyak ngalahnya.. tp aku jg ga mau trus2an egois, kalo kepengin pernikahan ini ttp langgeng :)

    BalasHapus
  5. Barakallah mba... kata orang2 tua, kalo bisa melewati badai pada 5 tahun pertama, insya Allah selanjutnya semuanya akan terasa mudah

    BalasHapus

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun