Monday, October 9, 2017

#Curhat Staf - Pemimpin Yang Dirindukan?

Menjadi "Pemimpin Yang Dirindukan" oleh bawahan alias staf di kantor merupakan hal yang mustahil atau tidak?jawabannya ada pada buku yang telah saya baca. Selama sehari saya tuntaskan membaca buku dengan judul #Curhat Staf. Sebagai Buku kedua yang terlahir dari tangan dingin Bapak Josef Bataona yang sebelumnya sukses menginspirasi banyak orang dengan buku pertamanya "Kisah Rp 10.000 yang mengubah hidupKu."

Kali ini saya mau berbagi tentang buku #CurhatStaf. Namun sebelumnya bagi temans yang saat ini menjadi staf alias bawahan pernahkah merasakan gejala-gejala seperti yang pernah saya alami?
  • Nervous bahkan salting ketika melihat pada layar telepon tertulis CEO calling?atau pak bos calling?. Saya pernah merasakannya bagaimana suara saya tiba-tiba hilang tercekat dalam tenggorokan ketika mengangkat telepon. Padahal pak Boss ga kasih tugas hanya bertanya saja namun groginya luar biasa.
  • Ketika diminta ke ruangan pak boss merasa gemetar, gugup, bahkan rasanya pengen suruh orang lain saja menggantikan posisi saya masuk ke ruangan pak boss. Seperti yang hendak di sidang.
  • Saya dan rekan kerja selalu mengamati mood pak boss setiap hari. Biasanya rekan kerja saya berbisik "pak boss lagi hepi ditandai dengan bersenandung terus di mejanya, kalau mau berbincang sekarang" atau di lain hari rekan kerja berkata "pak boss dari pagi cemberut tanda BAHAYA" 
  • Diminta data saat itu juga maka saya langsung nge-blank hingga apa yang diminta tak sesuai pak boss
  • Pak Boss ga masuk yeay bebas mau ngapain aja
  • "Pindah ruangan dan hadap-hadapan sama pak boss?" matilah aku *sakit leher menanti πŸ‘…
Begitulah kira-kira yang saya rasakan selama menjadi bawahan. Tapi tahu ga yah pak boss tentang semuanya yang saya rasakan tersebut?temans sama pernah merasakan juga?nah di buku ini ternyata hal-hal yang saya rasakan juga terjadi pada bawahan yang lain loh. Bahkan membaca buku ini membuat saya tertawa sendiri alamak bener saya juga merasakan seperti itu, alamak iyak banget kalau boss udah begitu dan begini.

Buku ini merangkum berbagai kicauan #curhat Staf yang pak Josef dapatkan melalui akun twitternya. Pak Josef mengajak follower twitternya untuk mengobrol selama sejam melalui tagar #CurhatStaf selama 6 bulan di tahun 2012. Obrolan tersebut berfokus pada keseharian yang mereka rasakan dibawah pimpinan masing-masing.


Segala kicauan curhatan ini bukan merupakan catatan keluh kesah atau tuntutan dari anak buah namun sebaliknya jika disimak dengan cermat justru membukakan mata bagi pemimpin. Karena masih banyak suara yang perlu didengarkan para pemimpin.
"Salah satu elemen yang sangat penting yang perlu diperhatikan oleh pemimpin adalah keterampilan 'Mendengarkan'. Bukan sekedar membuka telinga, tetapi juga fikiran, hati dan seluruh diri untuk memahami semua anggota tim dan juga lingkungan." (Pengantar Penulis -ix)


Buku dengan 232 halaman yang terbagi menjadi 6 bab ini merangkum hampir semua yang terjadi dalam dunia kerja hubungan antara atasan dan bawahan. Berbagai kasus yang disajikan semata-mata merupakan pengalaman yang telah Pak Josef alami inilah yang selalu saya suka dengan buku-buku maupun artikel yang selalu Pak Josef bagikan.



Pengemasan cerita disertai bagaimana konflik didalamnya maupun solusi yang ditawarkan memberikan pemahaman yang berarti untuk saya selaku pembacanya. Terlebih dengan isi lembaran yang berwarna menambah daya pikat saya untuk terus melanjutkan hingga akhir. Dan tak lupa pak Josef juga selalu menyebutkan judul buku dan pengarangnya jika mengawali satu pembahasan tertentu.


Menarik bukan temans?saya jadi nambah knowledge tentang teori yang ada dalam buku-buku yang disajikan dalam buku ini. Bahkan yang saya suka dengan bertaburnya quote keren yang ada dalam beberapa pembahasan sub-bab.

"Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to life forever" -Mahatma Gandhi- (hal.20)

"Your example is far more influential and inspiring than any words of instruction, or threats, or even words of encouragement." -Jonathan Lockwood Huie- (Hal 64)

"We should never pretend to know what we don't know, we should not feel ashamed to ask and learn from people below, and we should listen carefully to the views of the cadres at the lowest levels. Be a pupil before you become a teacher, learn from the cadres at the lower levels before you issue orders." -Mao Zedong- (Hal.90)
Melalui buku ini juga memberikan insight untuk saya kelak jika ingin mengisi kembali sesi training bertemakan leadership maka contoh-contoh dalam buku ini bisa saya jadikan referensi untuk memperkaya materi yang akan disampaikan.

Dari keseluruhan bab, saya suka pembahasan tentang "Meredam emosi bos" ya disini diberikan beberapa cuitan tentang bagaimana agar si bos meredam amarah atau paling tidak menunda marahnya?berbagai saran yang diberikan memang make sense bahkan ada juga saran untuk kita sebagai bawahan meminimalisir bos kumat darah tingginya ketika kita melakukan kesalahan πŸ˜‚. (hal. 125-127)
Agar Bos bisa meredam emosi - saat berhadapan dengan staf :
πŸ’œ Begitu mau marah...ingat untuk tarik napas dalam-dalam, keluarkan perlahan sampai beberapa kali..biasanya jadi reda.
πŸ’œ Di saat ini, bos harus mengedepankan pikiran tentang bagaiman membantu staf yang gagal. Ini mindset positif!
πŸ’œ Diskusikan dengan mengedepankan bahwa ini masalah bersama. Ajukan Pertanyaan apa yang sebaiknya "KITA" lakukan?

Tips Untuk Staf :

πŸ’œ Supaya enggak berulang..pada saat bos kasih tugas harus di-confirm ulang supaya infonya jelas dan lengkap sesuai yang diminta
πŸ’œ Mental siap menerima konsekuensi yang komunikatif pastinya membuat bos "enggak tega" kan?
πŸ’œMenyiapkan jawaban yang rasiona; sesuai fakta sambil ngajak bos untuk fokus nyari solusi.

Saya berikan bintang ***** untuk buku ini, luar biasa mengangkat satu tema yang justru seringkali dianggap remeh namun ternyata berarti untuk membangun tim kerja yang solid antara atasan dan bawahan.

Apakah kita termasuk bos yang baik?bos yang asik?bos yang mau mendengarkan?bagaimana kriteria bos yang mendukung "Balanced Life"?apakah kita termasuk bos yang peduli dengan pengembangan anak buah?temukan semua jawabannya di buku ini.

Tak hanya untuk mereka yang menjadi atasan saja WAJIB membaca buku ini akan tetapi sebagai bawahan juga perlu membaca ini agar bisa memahami juga bahwa tugas atasan itu tak semudah yang dibayangkan. Dan 1 hari membaca buku ini membuat saya tidak puas, saya kembali lagi intip part-part yang ada dalam buku, Sama seperti komentar Pak Tjia Irawan, "saya terus baca dan baca lagi buku ini karena setiap kali membacanya ada insight baru tentang kepemimpinan".

Demikian review buku keren kali ini, temans penasaran dengan buku ini?mangga dicari di toko buku terdekat yah. Semoga dengan membaca buku ini membantu kita menjadi "Pemimpin Yang Dirindukan" bawahan πŸ’‹.

Judul buku   : #Curhat Staf 
Penulis          : Josef Bataona
Penerbit        : Kompas
ISBN             : 978-602-412-291-1
Cetakan pertama, Juni  2017
232 Halaman



62 comments:

  1. Wah recommended buat dibeli Paksu nih , Mbak Herva..Secara dia suka curhat tentang atasannya ..kwkwkw

    Buku Bagus! Makasih sharingnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo bisa dikasih hadiah buku ini atasan suaminya mba hahhaa

      Delete
  2. Teh Bella, aku suka baca buku macem giniii tapi skrg udah jarang hihi
    Terus klo aku aplikasi dgn si mbaa berarti yaa, nggak punya bawahan soalnya 😹😹 nah mendengarkan memang skill...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba mendengarkan memang dibutuhkan :)

      Delete
  3. wah buku bagus
    sering memang antara bos dan staf gak klik
    jadinya kinerja tim gak bisa maksimal

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul kang makanya ini buku dengan tema yang keren :)

      Delete
  4. Semoga dengan membaca buku ini membantu kita menjadi "Pemimpin Yang Dirindukan" bawahan πŸ’‹.like this, aamiin ya Mbaaa, tfs

    ReplyDelete
  5. Sukaaa bngt bacanya,,, dulu waktu msh kerja kpingin aja punya pemimpin muslim trcapai ktk udah pindah kerja 3x itupun orang asing semuanya walaupn baik tp gmn y gk sreg,, alhamdulillah akhirnya dpt jg bos Muslim baik bngts😘

    ReplyDelete
  6. Keren temanya nih, jadi penasaran pengen baca, Teh..
    Pinjem, dong..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe ayo baca kang pinjem lgsg ke tobuk terdekat yah πŸ˜‚

      Delete
  7. Luar biasa review nya. Cari bukunya ahh...buat bagi2 sama tim :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih 😁 semoga timnya berkesan dengan buku ini

      Delete
  8. Mbak, aku bener2 pengen beli ini!
    Soalnya list pertama itu kualami sendiri. Hihih
    me & boss banget.
    Btw itu quotenya ku screenshot lho mbak.hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo beli mba bukunya emang bagus 😁

      Delete
  9. Penasaran pengen beli bukunya, udah dibeli harus dibaca wkwkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibaca sama atasan aja teh mun hoream macana hahahaha

      Delete
  10. Bolehlah buku referensinya jadi koleksi nanti, siip mbak udah berbagi informasi....setiap kita yang pernah jadi bawahan biasanya mengalami seperti yg mbak ceritain

    ReplyDelete
  11. Bukunya bagus banget! Aku jadi teringat gaya kepemimpinan alm kakek aku. Alhamdulillah sih beliau sepertinya sosok pemimpin yang disukai oleh para staff-nya.
    Setelah beliau meninggal, staff-staffnya suka cerita, kalau almarhum setiap datang ke hotel, sebelum ke ruang kerja pasti keliling dulu. Nyapa karyawan, ngobrol.
    Intinya sih mendengarkan karyawan itu penting ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mba mau mendengarkan adalah Qoentji hehehe

      Delete
  12. waktu masih jadi bawahan, selalu happy tiap ketemu bapak2 direksi karena meskipun muka mereka kaku2 tapi ya mereka2 ya baik hati cemuwaah hahahaha

    suka sama cover-nya dan teramat kekinian ya ada hashtag-nya segala

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulilah enak atuh y bu Ayya ga ada nervous diantaranya hahaha

      Delete
  13. Salfok sama "ngisi sesi training".
    Waah mbak Herva sering ngisi training toh?! Keren.
    Btw harga bukunya berapa? Pengen beli.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe masih co-trainer mba :D
      harganya 55ribu mba cocok nih mb buat hadiah ke atasan hahaha

      Delete
  14. Ah, judul buku rupanya. aku kira curhatan emak-emak wanita karir. *blogger haus gosip. wkwkwkwk

    ReplyDelete
  15. Lempaaaar bukunya ke sini Mbaaak...pengen baca. Heeeeu. Masih ada dijual ga yak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku baru tahun ini mba baru keluar jadi masih ada di tokbuk maupun tokbuk online hehehe

      Delete
  16. Keren nih mbak bukunya, maulah minjem :)

    ReplyDelete
  17. Pengen baca... Berlaku juga buat yang punya bisnis keluarga ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba konteksnya atasan-bawahan jadi berlaku juga hehehe :p

      Delete
  18. Replies
    1. iya sok mba Sha beliin buat atasannya :D

      Delete
  19. setuju banget sama contoh curhatan staf di atas mba, hahaha
    beberapa kali ganti atasan baru satu nemu yang benar-benar mau mendengarkan bawahan bahkan nggak segan solusinya berasal dari kantong sendiri kalau uang kantor lama cairnya. Ah semoga dapat yang kayak beliau lagi. Thanks for sharing mba, kapan ke toko buku coba dicari deh bukunya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan mba dicari bukunya :) semoga ketemu y

      Delete
  20. Wah, bisa jadi film sekuelnya yang ono nih. Hehe.. tapi iya, ya, pemimpin itu gak sama. Ada yg dirindukan, ada juga yg dirindukan peureup. *eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk kebetulan yah yang main juga teteh bella :P
      nu dirindukan pereup nu sok bikin nyeri hate :D

      Delete
  21. Mau langsung nih di praktekkan ke bos. Pertama, aku bikin bos marah dulu trus aku kasih dia tips agar nggak marah ya bun. Hhee. Makaish review bukunya lengkap untuk buku yang bagus :)
    Memang tak mudah menjadi bos tapi ya yang djadi bos biasanya sudah kena asam garam ya

    ReplyDelete
  22. Mau nih bukunya, penasaran Mbak. Kayaknya walo aku bukan pekerja kantoran tapi aku butuh juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. monggo mba bisa dibaca siapapun hehehe

      Delete
  23. Ketika meeting juga baiknya jangan cuma mengevaluasi masing2 karyawan atau divisi aja, tapi minta juga saran untuk sebuah inovasi. Karena satu kepala sendiri itu ada batasnya juga untuk berinovasi.

    Anyway, pertama kali kerja, tiap kali boss observasi ngajar, memang ngajarnya jadi grogi banget. Udah gitu, para pasukan bocah jadi ikut2an kaku, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama miss sampe dengkul rasane copot saking gemetaran :D

      Delete
  24. Gejala-gejala di atas pernah aku alami pas handle pekerjaan administrasi man sdm yang lagi cuti. Langsung berhadapan sama kepala kantor. Nervous, kadang panik dan gemeteran kalau dipanggil mendadak. padahal bapaknya baik, sesekali tsadis sih cem dosen penguji πŸ˜₯

    kujadi penasaran sama bukunya. pengen baca sendiri. masih ada di tokbuk apa beli online ya teh? ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ayo beli teh Gie online or tobuk uda ada kok :)

      Delete
  25. keren review bukunya teh Herva..jempol

    ReplyDelete
  26. Alhamdulillah selama kerja dapat bos yang baik, bukan tipe-tipe pms mulu gitu. Hehehehe.

    Bukunya menarik ya karena dekat dengan pengalaman masing-masing pekerja.

    ReplyDelete
  27. hahaha,aku tuh pernah kalau dipanggil Bos bawaannya panas dingin apalagi dia orang asing. Kadang nyambung, kadang gregetan. Cocok banget lah buat bacaan para bos

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba ayo dihadiahkan kepada pak bos :p

      Delete
  28. Wah ulasan pak josef mang selalu jempol klo untuk masalah perhrdan, secara blio dulu langganan jadi narsum media tmpatku bekerja ihiw

    ReplyDelete
  29. muahahaha. aku jadi inget pas bossku yang dulu bikin keki, mba. kalau diinget-inget lagi pengalamannya jadi bikin senyum. tapi dulu boro-oro deh, hehe. yang ada di pikiran, klo pak boss pasti galak dan semena-mena ama bawahannya. xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe jadi senyam senyum ya mba diinget2 :p

      Delete
  30. salah satu yang dirindukan ketika saya kerja dulu adalah ketika anak2 saya (baca: anak buah) curhat kepada kami para bapak ttg kehidupan pribadi mereka. lantai produksi serasa keluarga, hehe

    ReplyDelete
  31. Sebenernya sih kenapa bisa dibilang ada atasan, karena ada bawahan. Maka si atasan tidak akan bisa disebut atasan kalau belum punya bawahan. Jadi baik-baikin deh bawahan, 😁😁😁

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design