Friday, August 5, 2016

Pentingnya Untuk Mendengarkan..

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita tidak terlepas dengan adanya masalah maupun konflik yang timbul entah itu dengan keluarga, teman bahkan dengan atasan di lingkungan kerja. Setelah mendapatkan bekal training leadership dan membaca beberapa buku ternyata konflik berkepanjangan bisa disebabkan salah satunya kita tidak mampu mendengarkan dengan baik. 

Konteks mendengarkan disini adalah bagaimana kita memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memberikan penjelasan mengenai hal yang memicu terjadinya konflik tersebut. Adalah hal paling menyebalkan ketika kita sudah tersulut emosi untuk dengan tenang duduk manis mendengarkan penjelasan orang lain. Tak perlu tunjuk orang lain tetapi saya pastikan kita semua pernah untuk memilih pergi begitu saja ketika orang lain sedang berusaha menjelaskan duduk persoalan.

Memang tak mudah ketika amarah sedang melanda diri untuk tetap diam mendengarkan yang terjadi adalah kita terus memberendeng dan mengcounter setiap pernyataan yang keluar dari mulut orang lain sebagai upaya kita untuk defence. Hal lumrah kali y karena biasanya kita tidak mau kalah, tidak mau disalahkan.

Tidak hanya ketika konflik tetapi menurut saya mendengarkan orang lain ketika kita sedang berbicara kepada orang lain tentunya akan menumbuhkan trust untuk orang lain. Siapa siy yang kepengen curhat sama orang yang pas diajak ngomong malah sibuk sendiri, malah main HP, malah main games, malah cari pokemon ngeselin bukan?
Anak saya usia 3 tahun, jika ia sedang berbicara ia selalu ingin didengarkan, bukan didengarkan sambil saya nyambi ngerjain ini itu tapi ingin saya fokus mendengarkan cerita dia sambil menatap matanya dan berhenti sejenak dari kegiatan yang sedang saya lakukan. Hasilnya?anak saya ceria dan trust kepada saya untuk selalu cerita apapun meskipun yah tahulah cerita anak 3 tahun kebanyakan masih berbumbu fiktif dan imajinasi dia hehehe.

Saya pernah tidak mendengarkan cerita anak saya padahal dia berapi-api memaparkan ulasan cerita mengenai film yang sedang ia tonton. Ketika itu saya sedang beres-beres jadi saya hanya sesekali menengok lalu fokus ke hal lain. Reaksi anak saya?"Ih Bunda mah meni Gituh" lagi cita (red:cerita) ini hmmm sambil manyun dan membalikkan badan. Saya berusaha merayunya namun tetap ia sudah bete hahaha. Itu reaksi anak 3 tahun bagaimana dengan kita?ketika kita tidak didengarkan reaksi kita mungkin lebih dari itu bahkan akan memicu terjadinya konflik.

Sama halnya ketika saya interview, saya bertanya kepada pelamar namun pelamar hanya nunduk atau kemana-mana pandangannya. Saya merasa tidak dihargai, seolah-olah saya ini tidak didengarkan sepertinya pelamar sibuk dengan pikirannya sendiri sehingga kadang juga percakapannya kurang nyambung. Meskipun saya tahu ada individu yang tidak mampu menatap karena gugup atau sebab yang lain.

Adapun manfaat dari mendengarkan menurut saya sebagai berikut : 
1. Mampu membangun kepercayaan orang lain untuk bicara kepada kita
2. Memahami perasaan dan tujuan dari pemikiran mereka sehingga paham isi penjelasan dari orang lain
3. Membantu kita untuk berfikir jernih dalam melabelkan sesuatu dan tidak langsung mengambil penilaian

Tips dalam mendengarkan ala saya:
1. Lakukan kontak mata kepada lawan bicara kita
2. Selalu fokus kepada lawan bicara jangan sok sibuk sendiri
3. Tidak lantas memotong, mengcounter setiap penjelasan yang sedang lawan bicara berikan
4. Membiarkan lawan bicara untuk mengungkapkan segala isi hatinya
5. Menjaga bahasa tubuh, mata boleh menatap lawan bicara tapi ketika bahasa tubuh kita terlihat tidak nyaman saya yakin lawan bicara tidak akan melanjutkan pembicaraannya.

Tulisan ini sebagai reminder pula untuk saya agar tetap stay cool-kas jika sedang berhadapan dengan lawan bicara baik itu dengan suami, anak ataupun di lingkungan kerja saat meeting dll. Hal ini saya bagikan semoga bisa juga bermanfaat untuk yang membaca tulisan saya ini. Demikian sekilas info tentang mendengarkan. 


gambarnya nyomot dari : http://kaskushootthreads.blogspot.co.id


41 comments:

  1. pantas saja banyak yang bilang ketika dia lagi bicara tuh bukan hanya di dengarkan oleh telinga tetapi juga mau di lihat oleh mata mba jadi ketika mendengarkan itu kita harus menatap matanya ya :)

    ReplyDelete
  2. Tapi, saat ini, kadang orang yang diajak biaca malah sibuk dengan gadget-nya :( kadang sedih kalau gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba gadget mengalihkan dunia yang dekat menjadi jauh yang jauh semakin jauh hahaha

      Delete
  3. kontak mata dengan lawan bicara itu yang kadang bikin grogi, Mbak. Wal hasil plungak-plunguk ke arah yang lain, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang iya siy mba karena mata adalah jendela hati hahaha...

      Delete
  4. Pengingat untuk saya nih, Mbak. Kalau anak atau siapapun cerita, insya Allah akan mencoba menjadi pendengar yg baik. Terima kasih... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mb terimakasih sdh berkunjung mb :)

      Delete
  5. Selain berbicara manusia harus pintar mendengarkan pula , karena saat lahir mendengarkan terlebih dulu
    NLP Surabaya

    ReplyDelete
  6. aku juga paling ga suka dengan orang yang suka motong pembicaraan orla.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba coba di sumpel dikit klo nemu yg begitu :)))

      Delete
  7. Mendengarkan itu wajib hukumnya y mba :)

    ReplyDelete
  8. Ahi hi hi kalau masalah yang satu ini saya pernah mengalaminya waktu itu saya masih smk kalau gak salah mah sudah lama tapi masih ingat karena ini pengalaman paling tidak bisa dilupakan dalam hidup saya, waktu itu saya praktek kerja di sebuah perusahaan besar di kota saya dan kebetulan saya barengan dengan sekolahan lain waktu itu ada cewe yang ngajak main gituh dan dia selalu curhat dan saya hanya mendengarkan saja padahal saya belum kenal sama dia tapi dia percaya sama saya dan sampai akhirnya dia jadi terus terusan ngajak main, ahi hi hi jujur senang sih namun sayang waktu itu belum diresmikan juga ku saya dan sampai sekarang penyesalan itu belum hilang mbak dan juga susah untuk mencoba nyari lagi karena masih nempel dianya, ahi hi hi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. y ampun cepatlah move on kang sebelum di sidak satpol PP hahaha :p

      Delete
  9. Tambah puk-puk juga bisa Mbaaak. Etapi sekarang banyak yg milih ketak-ketik hape daripada mendengarkan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya y mba padahal face to face lebih nyaman dan menyingkirkan prasangka. Belum tentu yang disampaikan dalam hp mengena :)

      Delete
  10. Mendengarkan itu tanda dihargai loh mba, makannya walaupun nggak ngerti apa yg diomongin orang lain minimal saya berusaha untuk menjadi pendengar yg baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepakat mba :) meski kita belum memberikan solusi minimal kita mampu memahami dan berempati dg mendengarkan

      Delete
  11. Anak saya juga gitu, mbak. Nggak suka kalo dicuekin pas lagi cerita. Cuman bedanya dia akan terus nodong nanya kalo dia belum dijawab. :D

    ReplyDelete
  12. suka bgd memang kalau didengerin pas aku lg cerita mbk, meksipun nanti ujungnya yg ndengerin gk ngasih solusi, tp seneng, lega aja gitu abis cerita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Y mba tandanya orang lain respect :)setidaknya dy mampu memahami

      Delete
  13. Setuju banget maaaak, paling sebel kalo ngomong sama suami tapi dianya nggak dengerin. Kontak mata nggak, nyaut apalagi. Kayanya ga perhatian banget ya kalo kaya gituuuu *lah curhat* xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kalau suami siy pas di tempat tidur mba pasti langusng dapet perhatian :p

      Delete
  14. Murid saya yg bocah, kalo lagi cerita trus di-cut, bisa langsung monyong mogok belajar, haha... Saya juga pernah jalan sama temen, (maaf) saya traktir lho, pas saya ngomong matanya ke hp. Udah saya terus-terang, "Gue ngomong, tapi lu nyimaknya ke hp ya." Elalah dia malah balas, "Lo ngomong, ya ngomong aja. Walau ngelihat hp tapi gue nyimak kok." Besok2nya saya nggak mau lagi pergi sama dia. Bukan nyesel traktir, tapi udah malas aja, haha... Di fb dia ngetik, "Lagi hang out sama Nita ke..." saya komen, "Lu hang out sama gue? Enggak! Gue hang out sendirian, lu sama hp lu!" Baru deh nyadar minta maaf. Duh orang yeee... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sama mba anakqu juga sudah menunjukan respon kesel kalau saya ga dengerin maka dia coba pegang muka saya sambil bilang bunda dengerin dulu.
      Emang paling ga enak kalau di cuekin katanya nyimak tapi saya yakin atensinya ga sepenuhnya fokus sama yang kita omongin :)

      Delete
  15. mendengarkan itu nggak mudah lho, makanya kadang masih sulit bagi sebagian orang. Makasih tipsnya ya mbaa.. :)

    ReplyDelete
  16. Iya, anak saya yang 2 tahun juga marah kalau saya momongnya sambil main HP.

    ReplyDelete
  17. setuju, banyak dari kita yang pintar bicara tapi kurang terampil mendengarkan, padahal, kuncinya ya keinginan untuk mendengar

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba agar tdk terjadi perselisihan

      Delete
  18. memang tidak sangat cukup hanya mendengarkan perlu dan menjadi penting juga saat dia bicara juga menatap wajahnya dengan kelembutan dan sorot mata cinta tentunya...dong ah

    ReplyDelete
  19. Mendengarkan sekaligus menatap wajah si pembicara itu sama dengan menghargai ya mba :-)

    ReplyDelete
  20. Kalau aku lagi curhat kadang suka sebel dinasihatin hehehe. Lebih butuh telinga yang mendengarkan daripada mulut yang menghakimi, sih. Kalau lagi sedih, trus curhat dan diomeli itu rasanya makin down aja.

    ReplyDelete
  21. Jadi keingetan, banyak banget kasus orang yang depresi hanya karena mereka gak mendapatkan kawan yang mau mendengarkan, sedih rasanya kalau ngebayangin gimana perjuangan mereka buat bertahan. Semoga daku menjadi orang yang baik, yang mau mendengarkan.

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design