Wednesday, August 2, 2017

Pilih Jadi Leader Atau Follower?

Hai temans, bahasannya kali ini saya terinspirasi dari film ‘Power Ranger’ loh?kok bisa?iyah bisa dong, jadi minggu kemarin saya bersama keluarga kecil saya stay dirumah untuk nonton film ini. Bagi saya dengan menonton film ini mengingatkan masa kecil yang tiap minggu pagi udah nongkrong depan TV menanti serial kesayangan anak-anak hingga hadirnya serial Power Ranger.

Menyenangkan banget momen menunggu serial anak-anak di hari minggu namun mood saya bisa berubah bรชte kalau tau-tau ada tayangan live tinju bak nonton layar tancep di luar ruangan namun ternyata gerimis maka bubarlah penonton. 

Menonton Power Ranger versi 2017 ini merecall daya ingat saya karena dalam serial Power Rangers tak luput dari peran Zordon, Alpha, Rita si musuh, dan tentunya para Ranger. Bahkan saya masih mengingat nama Kimberly sebagai Ranger Pink dan Jason Sebagai Ranger Merah. Karena mereka dua ranger favorit saya loh.

Akang suami pun heran mengapa saya hafal?lah jelas wong kecil suka mantengin power ranger kok bahkan logatnya si Alpa aja masih terngiang-ngiang dalam kepala “aya-ya-ya” :D 

Namun saat ini saya bukan ingin menyoroti isi ceritanya karena ceritanya hampir sama intinya melawan monster ciptaan Rita, buat teman-teman yang suka nonton Power Ranger tentu sudah hapal isi cerita power ranger dimana hanya berkisah ranger melawan monster buatan Rita begitu aja seterusnya sampe Dora masuk SMA *LOL.

Kalau ditanya adakah perbedaan yang saya rasakan ketika menonton ini?Bedanya adalah waktu kecil ketika saya nonton serial ini hanya mengharapkan semua Ranger kalahin monster-monster ajaib saja sedangkan sekarang sudah mamak-mamak justru sudut pandang saya berbeda. Iya saya melihat point “Kepemimpinan” didalamnya *tsaah beurat amat.



Bagi saya saat mereka (para ranger) melawan Goldar monster yang tercipta dari emas itu terlihat jelas bagaimana Jason si ranger Merah yang mengarahkan timnya dengan baik, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dan yang pasti ia memberikan semangat buat timnya. 

Pada part ini saya bahkan merinding menyaksikan bagaimana Jason sebagai Leader mengarahkan teman-temannya untuk bisa mengikuti petunjuknya. Bahkan saat mereka sudah mulai lemah Jason berteriak “NO ONE DIES ALONE” dan akhirnya mereka mati semua?tentu tidak karena ujug-ujug Megazord terbentuk disini saya mulai bingung wkwkwk.

Nah saat semua berada dalam satu Megazord (gabungan dari masing-masing Zord yang dikendarai para Ranger) maka tugas Jason menurut saya berat, coba kalau timnya bawel ga ada yang mau dengerin komando sama Jason kebayang tuh Megazord jungkel-jungkelan boro-boro mau ngalahin Goldar tapi melangkah aja uda susah. 

Dan yang salutnya dalam moment urgent seperti itu menurut kacamata saya, Jason berhasil mengkoordinasikan masing-masing timnya untuk menjalani fungsinya masing-masing. Endingnya Power Ranger 2017 gimana?mangga tonton ya teman.

Dari sekelumit adegan tersebut, coba deh kalau di bandingkan dengan kehidupan sehari-hari. Apakah menjadi leader itu gampang?semudah Jason membuat para ranger lainnya manut?jawaban saya “TERGANTUNG”. Tergantung bagaimana cara si Leader mengkomunikasin arahannya dan utamanya kesamaan tujuan yang membuat akhirnya si Follower ngikut.

Sama halnya di film lain, Temans sudah nonton Facing The Giant?saya pernah bahas film ini disini, dan part bagaimana keberhasilan tim itu memang berasal dari Leadernya. Saya masih mengingat bagaimana dalam film tersebut Brock kalau ga salah yang jadi Leadernya saat bertanding dengan THE Giant karena jumlah regu antara the giant dengan timnya tidak seimbang hampir membuat Brock dan tim menyerah.

Bahkan di menit-menit berapa gitu Brock bilang ke Coachnya dia sudah tidak sanggup namun coachnya meyakinkan dirinya sebagai leader. Apa yang terjadi Brock membuat barisan yang kuat menghadang musuhnya hingga the Giant pun kaget melihat kegigihan mereka. Yes endingnya adalah menang group mereka yang selalu dicibir bahkan tidak pernah sekalipun menang akhirnya mengalahkan group football yang menjadi juara berturut-turut. Kisah ini konon adalah based on true Story. 
Disini saya juga melihat sisi kepemimpinanya Brock selain coachnya ya tentu, bagaimana Brock mencoba memberikan semangat buat timnya hingga mampu bertahan dengan keadaan yang saya lihat uceet ini semua ga mungkin bisa menang jika melihat jumlah pemain the Giant.

Temans, dari kedua film ini saya melihat ternyata menjadi sosok Leader itu tanggungjawabnya besar. Leader menyerah tim berantakan, Leader pantang menyerah tim bertahan. Tak hanya sekedar tanggungjawab tapi bagaimana mengantarkan timnya menuju keberhasilan tanpa ada satupun yang tertinggal.

Lalu saya teringat kisah saya sendiri ketika menjadi Ketua Kelompok Seni Tari saat SMP, malang tak dapat ditolak saya mendapatkan anggota kelompok 1 orang yang memang sangat kaku dalam menari dan minim kemauan untuk latihan, 

Kelompok saya terdiri atas 5 orang termasuk “mawar” sebut saja begitu, kelompok seni tari ini merupakan kelompok untuk ujian akhir kesenian sebagai siswa kelas 3. Disini kami harus mengimprovisasi dengan cara mengubah-ubah formasi anggota dalam menarikan tarian daerahnya. 

Dengan waktu yang mefet, saya sebagai leader *biar keren nyak* mencoba mengumpulkan teman-teman kelompok mendiskusikan bagaimana dari 1 ritme ke ritme lainnya kami bisa membentuk formasi yang berubah dan tentu saja demi keindahan performnya masing-masing tim harus sudah hafal di luar kepala setiap gerakannya.

Apa yang terjadi?”mawar” tak mampu mengikuti ritme kelompok yang memang dituntut cepat untuk beradaptasi ah teman bisa dibayangkan bagaimana mumetnya kepala saya dengan hal ini. Beberapa kali latihan belum ada perubahan dan malah mengacaukan anggota yang lainnya.

Apa yang saya lakukan sebagai ketua kelompok saat itu?pinjem istilah sekarang galau yes galau akut yang saya rasakan saat itu. Karena salah satu point penilaian ujian tarian ini adalah kekompakan, keseragaman tak hanya dari kostum akan tetapi utamanya adalah gerakan tarinya masing-masing anggota. Yang tanpa perlu saya sebagai leader kasih aba-aba namun anggota kelompok bisa hafal membentuk formasinya.  

Finally, dengan penuh rasa tega *jahat banget akoh saat itu* saya memutuskan “mawar” out dari kelompok lalu saya menyesal hingga kelulusan mikirin nasipnya piye yak?nari sendirian. Untungnya zaman dulu tidak seekstrim sekarang, tidak suka maka nyegat teman lalu dibully, dijambak. Kala itu Saya masih aman melenggang namun tentunya perasaan bersalah tetap ada dalam diri saya. Saya gagal jadi leader *begitulah pemikiran saya*

Dari pengalaman tersebut saya mencoba meruntut bagaimana kepemimpinan saya ;


pict by google

1. Pemberi Semangat
Saya belum sampe tahap itu bahkan saya sudah menyerah duluan sebelum saya usaha mati-matian buat si “mawar” berhasil menghafal gerakan tarian. Bahkan saya belum seperti Jonas yang sampe berteriak No One Dies Alone atau layaknya Brock berteriak kencang meminta semua anggota bertahan dengan sisa-sisa tenaga. 

2. Mengarahkan
Meski saya gagal mengarahkan satu orang namun setidaknya saya berhasil mengarahkan ke-3 orang lainnya untuk menyelesaikan ujian tersebut. Yah seenggaknya kepemimpinan saya masih kepake dikit hahaha. Bandingkan dengan Jason mengarahkan ke-4 temannya dan tak main-main nyawa mereka yang jadi taruhannya.

3. Mencapai Target
Target saya kala itu membawa semua anggota kelompok mendapatkan nilai A. Apakah saya berhasil?YES berhasil meskipun menghilangkan “mawar” *lalu merasa berdosa lagi* berbahagia diatas penderitaannya. Sedangkan Jason maupun Brock targetnya tentu kemenangan.


4. Tidak Boleh Tegaan
Nah salah satu kriteria keberhasilan pemimpin itu katanya tidak boleh tegaan mungkin kita bisa lihat di film Facing The Giant, semua anggota udah capek tapi Brock masih meminta mereka ayooo ‘GIVE UR BEST”. Bahkan yang power ranger juga timnya udah panik, bahkan Kimberly udah dadah-dadah aja ke Jason tapi tetap Jason bilang ayo kita berusaha bertahan.

Dan melihat hal ini kayaknya keputusan saya untuk menendang syantiek “mawar” mungkin yah berhasil karena jika saya tidak keluarkan dia maka tak mungkin saya dan ke-3 teman lainnya dapat A yang ada kami gagal ujian. Lalu menangis bersama sambil rangkulan ala AADC *tsaah.


5. Pengambil Keputusan
Entah Jason, Brock ataupun saya ketika menjadi leader dituntut selalu untuk memutuskan, menyusun strategi, menyusun cara bagaimana caranya agar tim berhasil mencapai targetnya meski keadaan mendesak. Karenanya jadi leader mesti bisa menganalisa elah gaya bet yak?tapi dulu saat SMP yang saya fikirkan memang bagaimana kami menari bersama dan dapat nilai ujian akhir baik penentu juga bukan buat kelulusan.

***

Apakah sekarang banyak yang ingin jadi leader?banyak yang kepingin jadi leader tapi sulit untuk mengajak followernya berhasil. Tanpa follower kita bukan leader tapi bak winne the pooh liat aja cuman pake atasan doank bawahannya ga ada?dan sebaliknya tanpa atasan kita seperti Patrick Sponge bob yang ah sudahlah kesel kalau liat dia tapi lucu da *tau kan patrick cuman pake bawahan doank :D

Dari sekelumit film dan kisah saya ini saya menyimpulkan jika jadi leader itu sulit itulah mengapa saat ini juga tugas saya dikantor memberikan training leadership untuk karyawan.  Tapi semuanya dikembalikan kepada masing-masing, mau jadi Leader or Follower yang penting bisa berperan sesuai porsinya masing-masing. Dan jangan sampai mendzolimi orang lain.

Sekian update kali ini, Gimana temans?kira-kira enaknya jadi apa dong?leader atau follower?ada yang mau sharing?yuk.



90 comments:

  1. Nice sharing Mba, btw sebelum jadi leader handal biasanya orang harus jadi follower setia orang sukses, mau mendengar nasihat jadi aja lambat laun pasti punya follower tersendiri, semangat kita juga leader bagi anak-anak hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul leader yang berhasil biasanya dia dari follower juga makanya dia sangat mengerti..
      semangat mba ^^

      Delete
  2. saya tipe follower....hehehe, ngaku... saya selalu berpikir apakah ini benar atau gak? Kl salah ditanggung sendiri ya okeh. tp ini jg menyangkut orang lain... Intinya mungkin saya memang blm siap tanggung jawab gede

    ReplyDelete
    Replies
    1. gpp mba yang penting tidak membuat yang lain menderita hahahaha

      Delete
  3. aku kadang jd memimpin, kadang ikut2an.. tergantung mood & situasi hahahaha, kalau di kantor pun gitu. Tapi sekarang aku mau jadi influencer yg dibayar gede tiap posting di sosmed #eh XD #ngarep

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk kumaha situasi nyak mih
      aamiin mugi abi ge kacipratan :D

      Delete
  4. iya teh, yang penting jangan sampai mendzolimi orang lain. kalau ga bisa bermanfaat, jangan sampai merugikan. semangaat! selamat lunch teh herva :)

    ReplyDelete
  5. Banyak pelajaran yang didapat yaaa... seru banget itu nonton filmnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru mba Indah filmnya :) yuk nonton

      Delete
  6. Ng..klo meruuuk pada sifat sih aku cocoknya jadi follower wkwkkw, nah klo paksu nih yang punya sifat2 leader baik di kerjaan lingkup korporasi maupun rumah tangga,
    Patrick itu nyebelinnya kayak madam beby mbul dang kadang hahhhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk pengen jitak klo liat patrick :D

      Delete
  7. Mbak, lama nggak lihat power Ranger. tapi aku langsung noleh lihat poster di akamar nih, power ranger hihihi.. poin2 yg keceh deh. Mbacanya sambil ngikik kalau di akhir kalimatnya ada kata2 lucu wkwkwk ^tsaahhh.. asik deh ngebacanya. Suka...

    ReplyDelete
  8. Leader pantang menyerah tim akan bertahan...Makanya kalau pilih leader harus ati-ati, biar timnya solid, jangan salah pilih biar 5 tahun ke depannya nggak menyesal ^ eh..ini mah komen pilkada yaaak:D. Btw, ulasan yg keren Mbak, sayang waktu power ranger yang lama saya pas sudah besar, jadi nggak mudeng...xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk nyangkut ke Pilkada ae mba :p
      makasi y mba uda mampir

      Delete
  9. Kasian teeeh si Mawar :'( aku nggak tegaaaaa...
    Ada kalanya jadi follower, dan mau nggak mau harus jadi leader. Meski ku tak begitu sukaaa..
    Power ranger udah lama banget nggak nonton... pink favorit aku ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mba aku juga duh ga tega namun apadaya :p
      yes Kimberly emang favorit yak :D

      Delete
  10. Suka kalimat terakhirnya mau jadibleader ataupun follower yang penting bisa berperan sesuai porsinya. Salam kenal teh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga mba makasi udah mampir :)

      Delete
  11. salah satu scene favorit ya pas di bagian megazordnya itu mbak. awal-awal mereka mau jatuh gitu, ee setelah jason ngasih komando, langsung dah tu robot bisa ngalahin si goldar.

    pengennya sih jadi sosok leader, tapi misal pas dikasih tanggung jawab berat dikit, gampang nyerah & ngeluh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya merinding pas part itu aku juga fikirku bakalan mati tapi taunya malah jadi Megazord mantap :)

      belum terbiasa mungkin kang :p

      Delete
  12. Kalo aku apa yah. Ehm... case by case. kadang pengen jadi leader kadang maunya jadi follower. Hihihihi....

    ReplyDelete
  13. Suatu saat dua posisi itu pernah dn akn do alami y mba,,. Yg penting gk ngoyo gitu Aja prinsipny

    ReplyDelete
  14. menjadi leader itu gak gampang, kalau aku sih mulai belajar dari awal dan melihat dan merasakan kepemimpinan orang lain , nah dari sana baru deh bisa jdi leader . Kalau langsung jd leader kayaknya belum ada pengalaman ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. selain belajar mengamati dan merasakan biasanya leader yang baik lahir dari follower yang kece y bu ?makasih sahringnya ibu

      Delete
  15. Suka dengan kata-kata ini mbak 'Leader menyerah tim berantakan, Leader pantang menyerah tim bertahan' :)

    ReplyDelete
  16. Emang ya inspirasi itu bisa datang dari mana aja termasuk pas nonton film. Sama kayak aku. Btw jadi leader tu susah-susah gampang ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebanyakan susahnya daripada gampangnya mba hahhaa

      Delete
  17. Wahh sebut saja mawar, ingatanmu tajam juga mbak. Padahal itu sudah beberapa tahun silam saat duduk di bangku kelas 3 SD wkwkwk. Aku sih pengennya ya jadi leader aja ahahaha *kepedean ya but siapa tahu jadi doa wkwkwk.. ngomong-ngomong ketahuan umurnya kita dong ya, karena dulu setiap hari minggu pagi aku juga ga pernah absen dan ikutin kata-kata power rangers pink atau kuning yang bilang "berubahhhh sambil pose di depan kaca" ahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. 3 SMP mba klo SD siy ga mungkin setega itu cuman untuk nilai wkwkwkk

      Delete
  18. saya jadi follower aja deh, tapi kalo gak mau follow balik ya saya unfollow,, hehehe :D

    ReplyDelete
  19. Urusan tegaan itu susah banget buat saya. Huhu..

    Saya tergantung sikon sih, kalau udah ada yang memimpin saya ngikut sambil ngasih saran ttg kepemimpinannya, tapi kalau emang gak ada ya jadi leader. Demi.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes mba demikian sekilas inpoh hahaha makasi sharingnya mba

      Delete
  20. jadi leadher atau pengikut sama pentingnya,kerjasama dan saling menghargai itu utamanya

    ReplyDelete
  21. kalo tipeku sih cocoknya jadi follower aja, kadang kurang inisiatif dan nggak tegaan klo jadi leader hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena perempuan pake perasaan y mba :)

      Delete
  22. Keduanyaa mbak, karena kadang kita perlu belajar menjadi leader yang bijaksana dengan sebelumnya menjadi follower yg cerdas dan bisa diandalkan. Biar bisa tahu posisinya saat jd leader sebijaksana mungkin untuk memberikan arahan follower, begitupun saat jd follower bisa menurut dan mengikuti arahan leadernya dengan baik :D Tfs mbakk belll, selalu menarik ulasannya :*

    ReplyDelete
  23. Jadi leader itu emang gak gampang, selain mengarahkah juga dibutuhkan komunikasi yang dekat antar rekan se-tim. No leader no winner

    ReplyDelete
  24. Pengalamanmu luar biasa, Mbak pastinya. Sampai-sampai dirimu menulis artikel yg berbobot gini secara rinci.

    Dan ya, kalau mau jadi leader memang harus siap gitu ya.. Aduhh aku baru pengen jadi leader, tapi semua hal itu aku belum sanggup.

    Kadang suka ngefans dan iri lihat leader yg andal, hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mba Ery :) yuk kita belajar jadi follower n leader yang baik

      Delete
  25. Saya tdk srg lht power rangers, pas lihat yg terkesan adalah bgm cepatnya mereka berubah jd sosok hero dengan segala atributnya.

    Dan Mbak Herva justru melihatnya lebih jauh dan mengulasnya dlm perspektif filosofis, leadership.

    Sukak dengan cara Jason memotivasi timnya " No one dies alone", bisa diartikan mari maju dan berkembang menjadi lebih baik secara bersama-sama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes mba coba liat deh movienya :) makasi y mba uda mampir

      Delete
  26. wah, jadi inget kelompok tari saya jaman SMP juga ni.
    walau mungkin bukan yang mendapat nilai terbaik diantara semuanya, tapi kalau melihat modal awal anggota kelompok saya waktu itu saya sudah bangga sekali dgn mereka. mereka sudah menampilkan yg terbaik.
    kami waktu itu memilih koreografi sendiri modern dance. sekelompok ada laki dan perempuan. anggotaku ada cowo super tambun dong yg sama sekali ga kebayang kesehariannya aja susah gerak.
    tapi aku ambil inisiatif utk ngikuti alurnya dia. kita justru jadiin dia penari utamanya. kita cari berbagai gerakan yg sekiranya bisa dia ikuti dg mudah. dan ga disangka, hasilnya justru bisa dia bawakan semua gerakan itu dgn lincah. dia jd bintang di kelompok kami. anggota yg lain pun jd semakin semangat sampai akhir ujian ngeliat yg tambun aja mau belajar dr nol dan berhasil :)

    ReplyDelete
  27. Nice sharing, Mbak.
    Makasih ya...

    Jadi inget, saya juga pernah kaya cerita mbak yang jadi leader tim nari itu. Hiiksss...

    Bismillah, semoga saya juga bisa terus belajar lagi supaya bisa merangkul agar berhasil bersama :)

    ReplyDelete
  28. Nah kalau saya yang paling susah itu mba "harus tegaan" nggak tegaan jadinya kerjaan anggota dikerjain ketua juga hikshiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini dia penyakit yang mesti diberantas mba hehehe keenakan anggotanya klo semuanya dikerjain ketua :p

      Delete
  29. Mbaaaaaa ya ampuunnn seumur kayanya nih. Tiap minggu pagi nongkrongin tv nunggu power ranger/ sailormoon/ ninja hatori. Hahaha

    Aku pilih jadi leader dong. Intinya di komunikasi. Tapi sayangnya sekarang ini kayanya komunikasi jadi kendala besar deh. Kaya atasanku di kantor, komunikasinya ya ampuunnn minim banget. Klo udah gitu, yang di bawah yang kalang kabut jadinya. Jadi gak efektif kerjanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes komunikasi emang penting mba Wian semoga bisa teratasi yah :)

      Delete
  30. Jadi follower maupun leader sih prinsipnya kita mampu belajar dan menempatkan diri sesuai porsinya ya mba

    ReplyDelete
  31. Bicara soal Power Rangers, entah kenapa dari dulu sukanya sama Ranger biru, gara2 pemerannya biasanya ganteng2. :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang sekarang ranger birunya yang main kulit item mba hehehe :p

      Delete
  32. Aku sih, jadi di posisi mana pun, asal nyaman saja. :)

    ReplyDelete
  33. Waah nggak nyangka ya di power ranger ada ilmunya hehee.

    Yak bener mbak jadi leader itu susah susah gampang menurutku. Membutuhkan kerja sama dengan followernya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba klo ga ada team work dieee hehehe

      Delete
  34. Wih Herva, hebat maih inget karakter-karakter Power Ranger. Aku dulu sambil lalu aja ngikutinnya. Soal jadi leader aku juga ga bakat. Ga enakan orangnya, repot kan nanti ga bisa tegas sama follower. Palingan aku nyarinya follower di sosmed aja. Buat lucu-lucuan dan seseruan aja hihi

    ReplyDelete
  35. Wih Herva, hebat maih inget karakter-karakter Power Ranger. Aku dulu sambil lalu aja ngikutinnya. Soal jadi leader aku juga ga bakat. Ga enakan orangnya, repot kan nanti ga bisa tegas sama follower. Palingan aku nyarinya follower di sosmed aja. Buat lucu-lucuan dan seseruan aja hihi

    ReplyDelete
  36. Hehe.. betul nih, Teh, film ini mengingatkanku akan masa kecil. Malahan ada temanku yang sampe sekarang koleksinya film power ranger. Lebih ingat lagi selalu rebutan untuk jadi power ranger merah... :D

    Ketahuan Teh Herva sepertinya tak pernah tertinggal film power ranger ketika kecil..hehe

    Nice share nih, Teh, sebelum jadi leader, biasanya banyak belajar sejak saat jadi follower. Secara tidak langsung jadi leader itu bertahap, jadi follow aktif terlebih dahulu.

    Jadi disaat jadi leader bisa bertanggung jawab, maju bersama dengan para followernya :)

    ReplyDelete
  37. Kalo boleh milih ya mba, aku sbnrnya tipe follower, dan hasil kerjaku jg lbh bgs di saat aku menerima perintah. Tp skr ini aku dipercaya megang team sendiri, 9 orang. Dan jujur itu susah. Aku beruntung, karena teamku udh jadi. Aku hanya tinggal meneruskan. Ga kebayang sih kalo dpt team yg masih mentah, di situ aku harus membentuk mereka, yg jujurnya aku ga bakal semangat ngelakuinnyam

    Tapi yg namanya kerja, aku ngerti kita hrs ngikutin apa yg udah ditetapin kan. Kalo management atas percaya aku bisa, ya sudah aku bakal berusaha sekuat tenaga lead my team. :)

    ReplyDelete
  38. Wanita itu unik, ya mbak, bisa menjadi follower suaminya sekaligus leader anak-anaknya. Multitasker sejati wkwkwk

    ReplyDelete
  39. Klo aku lebih suka jd follower, jd pemimpin berattt hihihi dulu aku jg smp pernah mba jd pemimpin kelompok dan sama kayak mba jd galau berat hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba berat banget bisa bikin galau terus apalagi klo keputusan yang kita buat ga bijak :(

      Delete
  40. Eh ada ya power ranger skrg, jam brp? Dmn channel tv apa mba? filmku jaman dulu bgt :D walau susah jd pemimpin tp hd pemimpin bikin kliatan keren ya hehe

    ReplyDelete
  41. inti dari mau jadi leader atau follower harus menjadi diri sendiri terlebih dahulu. Jika tidak kita hanya akan menjadi follower buta yang mengikuti apa saja kata orang begitu juga jika jadi leader yang hanya nurut kata follower. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali :) makasi sudah sharing dan mampir

      Delete
  42. Tetap kodrat hidup menjadi leader tak terelakan, namun sifat manusia untuk menjadi follower tak akan bisa dihilangkan.

    Untuk merangkak naik menjadi leader, pasti mencari panutan yang tepat untuk di follow sebelum siap bersanding bersama panutannya menjadi leader hehe9

    ReplyDelete
  43. Hadeeu....dibaca serius-serius teh...endingnya beneran bikin KZL!
    Masa ngomongin Winnnie the Pooh...haah? Sama Patrick?

    wkkwkw....

    Engga ddink...
    Karena aku jiwa follower. Jadi aku anaknya nurut apa kata leader sayah.
    Dan ketika sudah punya anak, aku dituntut jadi leader ((ibu)) dan terbukti, aku diktator.

    Jadi harus banyak belajar sama teh Herva inih...
    Pliiss atulaa....oshiete kudasai, sensei.

    ReplyDelete
  44. Ingat power ranger, ingatnya kapten Gordon, tapi aku lupa itu yang mana tokohnya :p
    Kalau aku pribadi sih pecinta ultramen mbak, padahal ya alurnya juga gitu-gitu aja, udah hafal. wkwkwk

    Dikehidupan aku sekarang, personally lebih memilih jadi follower, karena jadi leader itu berat tanggung jawabnya. Beban bathin kalau terjadi sesuatu hehe

    ReplyDelete
  45. Kalau saya tahu banget saya nggak jiwa leader, tapi saya cocok buat jadi asistennya leader. Pengalaman membuktikan demikian. Kalau follower murni, kayaknya nggak juga deh. Eh, iya..pada masanya saya juga suka mantengin power ranger nya kimberly, apalagi pas kemunculan ranger putih

    ReplyDelete
  46. Hafal masih nama2 rangernya ya mbak, kayaknya penggemar berat power ranger ne.

    Tapi keren lo mbak pembuka dari tulisan ini yang awalnya tentang cerita masa kecil yang suka film power ranger dan berlanjut ke kelompok seni tari yang kesimoulannya mengarah pada gaya kepemimpinannya mbak. Alur yang bagus untuk menarik pembaca.

    ReplyDelete
  47. Ada ranger putih ga..heheheheh..dulu ngefans ama diaaa

    ReplyDelete
  48. Saya mencoba jadi leader itu ya terakhir pas buka bimbel. Ketika ada 1 teman (kongsi) yg emang hatinya ga di sana, setengah mampus lah saya ngulang2 omongan (ttg target dll). Yg bikin teman2 lain (tim guru yg saya bayar) jadi eneg dan ga mungkin kami jalan di tempat. Dengan terpaksa tega, saya tendang dia dg resiko saya mesti ganti uang kongsinya. Ga mudah juga jadi leader, boss, apapun namanya itu kalau buat saya.

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design