Thursday, February 9, 2017

Meninggalkan Jejak Di Kota Pahlawan Surabaya

Hai gaes?gimana kabarnya?semoga selalu sehat yah, di Cimahi lagi dingin banget konon katanya setelah Imlek cuacanya bakalan bikin mager. Tapi jangan sampe yah kita mager cuman gegara cuaca, tetap produktif dan jaga kesehatan.

Kali ini saya mau cerita pengalaman DLK (dinas luar kota) ke Surabaya, jadi tahun lalu roadshow abis Manado ke Surabaya. Berhubung baru Manado doank yang saya tulis rasanya jadi berat sebelah kalau Surabaya ga ditulis juga.


Pas tahu disuruh DLK ke Surabaya, jujur langsung girang banget. Ya iyalah secara Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, tapi juga memiliki deretan tempat wisata yang tidak kalah menarik dibanding kota lain. Dan yang ga kalah penting adalah saya bisa menjumpai berbagai pilihan kuliner yang lezat dan menggugah selera di Kota Pahlawan. Langsung bayangin mau makan apa aja pas nyampe. *emang gembulwati*.

Perjalanan dari Manado menuju Surabaya ditempuh menggunakan pesawat Citylink dan mendarat mulus tepat pukul 12.00 wib, berhubung keperluan dinas ya sudah tiba di Bandara saya nunggu syantiek jemputan driver yang nantinya akan mengantarkan saya ke tempat menginap.

Setelah menunggu beberapa menit driver pun menghubungi saya dan saya pun bergegas ke penginapan. Sayangnya tak seperti yang saya kira ternyata bukan hotel tempat menginap saya akan tetapi rumah yang dianggap mess buat para tamu yang datang ke cabang Surabaya letaknya di Taman Dayu. *lemas hayati*

Perasaan saya pas tiba di rumah Taman Dayu emang uda ga enak pasalnya kawasan rumahnya sepi dan ini rumah jarang ditempatin kalau ada tamu doank. Memasuki rumah elit yang tak berpenghuni bikin jantung berdetak ga keruan persis kalau ditegor Bang Zumi Zola *eaaa masih belum move on*. 

Seperti yang sudah saya duga mengenai rumah ini, ternyata rumah ini memang ada cerita miring dari orang-orang yang udah pernah bermalam disini. Pak Bos dengan santai ceritain tentang cerita horor rumahnya. Malam itu dingin apalagi kamar pake AC tapi saya keringet dingin saking takut *LOL*.

Malam pertama saya bisa tidur pas jam 3 pagi karena saking takutnya, Malam kedua pas banget malam jumat ada yang kek lemparin jendelanya. Onde mandeh saya merinding dan pengen banget cepet pagi padahal yang gedar gedor tuh binatang gegara lampu kamar saya nyala *LOL*. Malam terakhir saya pengen tidur nyenyak akhirnya minta Ibu yang suka bersihin rumahnya setiap hari buat temenin. Sampe si ibunya heran katanya ga ada apa-apa kok iya ga ada apa-apa asalkan ibu disamping saya *cieeee.

Bahkan selama menginap di Taman Dayu saya kesulitan mencari makan karena lokasinya jauh masa udah jauh-jauh ke Surabaya makannya ke restoran cepat saji mulu *menyedihkan* bikin mulut sariawan kebanyakan makan makanan siap saji mulu.

Pengalaman mengerikan itu akhirnya buat saya kapok ga mau tidur lagi disana, kalau dinas ke Surabaya saya pengennya nginep di hotel aja. Berhubung urusan tiket atau hotel diurusin sekretaris makanya saya minta cariin dari sekarang hotel di Surabaya yang nyaman yang bisa sekalian wisata kulinernya khas Surabaya. Mba Febby namanya lalu mulai searching hotel-hotel yang sesuai dengan budget posisi saya. 

Tak berapa lama mba Febby pun merekomendasikan Hotel Majapahit Surabaya. Hotel ini dikenal sebagai hotel bintang lima dan menawarkan suasana menginap yang berbeda. Tidak hanya mewah, tapi juga menyuguhkan desain arsitektur bangunan klasik. 

Tentu saja untuk menginap di hotel ini, kita harus merogoh kocek cukup dalam. Untuk pemesanan kamar di Hotel Majapahit Surabaya, Cara memesan kamar lewat layanan booking hotel ini pun cukup mudah dan bisa lewat traveloka. Cukup dengan sekali klik di ponsel pintar, kita sudah bisa memperoleh tempat menginap yang mewah. *ada yang masih belum paham?sini saya ajarin*



Selanjutnya untuk aktivitas wisata kuliner, agar tidak terjadi sariawan tumbuh dimulut maka saya coba searching sendiri buat kuliner khas Surabaya yang bisa saya cicipi, saya coba searching 5 pilihan wisata kuliner terbaik yang bisa saya kunjungi selama di Surabaya, mungkin juga buat teman-teman yang mau ke Surabaya. Ini dia yang saya dapet : 

1      1. Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih



Kuliner pertama yang wajib di coba selama di Surabaya adalah Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih. Di tempat ini, kita bisa mencicipi sajian makanan sate yang ditaburi dengan parutan kelapa. Rasanya khas, berbeda dengan sate-sate di tempat lain. Kita pun bisa memilih sate sesuai selera, mulai dari sate daging sapi, udang, ayam, ataupun sumsum. 

Lokasi dari tempat makan yang satu ini tidak terlalu jauh dari Hotel Majapahit Surabaya. Beralamat di Jalan Walikota Mustajab 36, Surabaya, tentunya bisa menjangkau Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih dengan cepat. Namun, perlu hati-hati. Jangan sampai salah pilih tempat. Karena tidak jauh dari tempat ini juga ada warung serupa yang memajang nama Sate Klopo Ondomohen.

2    2. Rawon Pak Pangat


Belum lengkap ke Surabaya kalau tidak mencicipi masakan rawon. Sup yang memiliki kuah berwarna hitam ini memang bisa menggugah selera siapa pun. Kita pun bisa menemukan banyak tempat yang menyuguhkan menu rawon. Salah satunya yang terkenal adalah Rawon Pak Pangat. 

Tidak begitu sulit untuk menemukan lokasi kuliner Rawon Pak Pangat. Terdapat empat lokasi Rawon Pak Pangat yang bisa disambangi di Surabaya. Lokasi yang paling ramai adalah di Ruko Lotus, Ketintang Baru. Di tempat ini, kita akan bisa menyantap nasi rawon dengan suasana ruangan yang bersih dan nyaman. 

Harga rawon di tempat ini juga tidak terlalu mahal. Kita bisa mendapatkan seporsi nasi rawon dengan harga Rp19.000,00. Pilihan lainnya, juga bisa mendapatkan menu nasi krengseng ataupun nasi campur.

3    3. Tahu Campur Kalasan





Kuliner khas Jawa Timur lainnya, yakni tahu campur. Di Surabaya, lokasi tempat makan tahu campur yang terkenal adalah Tahu Campur Kalasan. Tempat makan ini berada di Jalan Kalasan No 22 Tambak Sari. 

Di tempat ini, tidak hanya akan memperoleh menu tahu campur yang lezat, tapi juga tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak. Cukup dengan uang Rp8.000 kita sudah bisa mendapatkan suguhan tahu campur lezat ini.

4     4. Soto Lamongan Cak Har


Bicara tentang kuliner Soto Lamongan, maka Soto Lamongan Cak Har menjadi pilihan nomor satu di Surabaya. Di tempat ini, kita akan memperoleh suguhan Soto Lamongan yang berbeda. Dengan kuah yang kental dan porsi yang besar. Kuah soto berwarna kuning dengan taburan koya yang banyak semakin membuat Soto Lamongan terasa semakin gurih. 

Lokasi warung Soto Lamongan Cak Har juga nyaman untuk dikunjungi. Berada di alamat Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Surabaya, para pengunjung bisa menggunakan fasilitas tempat parkir yang luas. Tempat ini buka dari pagi pukul 07.00 hingga malam hari pukul 23.00. Mengenai harganya, tidak terlalu mahal. Satu porsi soto Lamongan dihargai sebesar Rp18.000 saja.

5     5.  Bebek Tugu Pahlawan


Pilihan kuliner lezat di Surabaya berikutnya adalah Bebek Tugu Pahlawan. Tempat makan yang satu ini memang sederhana, berupa sebuah warung pinggir jalan biasa. Namun jangan salah, tempat ini selalu ramai oleh para pengunjung. Setiap datang ke tempat ini, dijamin kita harus rela antre terlebih dulu. 

Sesuai dengan namanya, Bebek Tugu Pahlawan ini memang lokasinya berdekatan dengan Tugu Pahlawan. Tepatnya di alamat Jl. Tembaan No. 17, Surabaya. Di tempat ini, kita hanya akan mendapati sajian menu bebek. Harganya bervariasi, mulai dari jeroan bebek yang dihargai Rp9.000,00 ataupun menu bebek goreng dengan harga Rp18.000,00.

***
Gimana gaes?udah pada nyobain semua?kalau yang replikanya siy jujur saya udah cobain semua ada lah di Cimahi cuman kan yang khas sesuai daerahnya lebih enak kalau kita langsung berkunjung ke Surabayanya. 

Demikian curahan hati saya di malam ini, semoga bermanfaat ya. Kalau aku si mau banget suruh DLK ke Surabaya lagi. Sudah terbayangkan kuliner ini semua akan menemani hari-hari selama DLK.
Salam bahagia dan selamat travelling ya teman-teman.





54 comments:

  1. Ya ampun, langsung laar gara2 baca tulisan ini. ba Herva, Surabaya memang surga kuliner. Kapan-kapan kita ke Surabaya bareng yuk ;)

    ReplyDelete
  2. Kangen sate klopo. Ini dekat sekolahku dulu kala. Gurih karena ada parutan kelapa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah blm cobain mba pengen bgt hahaha

      Delete
  3. aduh itu soto lamongannya, kangen sudah lama gak makan nih soto

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba enak y aku juga suka soto Lamongan ni

      Delete
  4. lah, andai kan diriku tau dikau mau ke sby kala itu, pasti...aku cari dimana dirimu berada, eyak..
    jd gombal gombal pacul,
    : )

    ReplyDelete
  5. Yaaah, kemaren nggak sempat ke Sby :(
    Karena sakit, dari Malang langsung pulang
    Duh, enaknya Soto

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah syg amat y mb ga mampir dulu, iya mba enak pisan sotonya :D

      Delete
  6. Enak yah kalau DKL gitu, bisa sekalian wisata kulineran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang sekalian menyelam minum air :D

      Delete
  7. mbak, jadi mupeng lho... ayo tanggungjawab hahaha,,, kirimin makannya dong kalau nggak nanti di stalking terus neh artikel hihihi

    ReplyDelete
  8. Aku penasaran sate klopo nya mbak. kalo makanan yang lain, di Jakarta udah ada yang jual

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mba cicipin langsung ke Surabayanya :p

      Delete
  9. Onde mandeh banget mbak sampai tidur jam 3 pagi. Agak horor ya ada lemparan batu segala? #Onde mandeh apaan mbak Herva?
    Aku suka soto lamongan dong. LAmongan di mana2 ada ya, di desaku juga banyak banget kuliner bertitel lamongan Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ondeh2 mba yg kek difilm dono :p

      Delete
  10. Wah makanannya, bikin ngiler semua hahahahhaha

    ReplyDelete
  11. seru ya kulinernya... dulu waktu ke surabaya, dr pg sampe mlm saya cmn mkn di hotel krn acara konferensinya 3 hari di hotel terus...

    ReplyDelete
  12. aduhh..ituu bikin ngiler nih mba herva makananya..hehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mangga cus ke surabaya y jangan lupa nginepnya di Majapahit jadi bisa mampir ke kulineran ini kang

      Delete
  13. Aku yang sering ke Surabaya malah nggak pernah wisata kuliner..xixi...

    Btw, perumahan elit di Taman Dayu emang sepi mba. Kalau buat jalan-jalan pagi aja keknya asyik. Adem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk bikin ga betah mb mau rumahnya bagus tp horor jd ga nyaman 🤣

      Delete
  14. Wah kalau saya yang harus tidur sendirian di tempat horor gitu pasti nggak bakalan bisa merem mbak dan mending kabur cari tempat lain atau minta ditemanin :)

    Kuliner Surabaya yang paling sering saya makan ya sotonya itu, gurih bikin nagih, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk nah itu mba berhubung cuman dikasi rumah ini yo wes manut :D

      Delete
  15. nyem2 jadi pingin nyobain semua nih mbak ....yg plg kusuka adalah soto.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mba ke surabaya cobain ini semua :p

      Delete
  16. Katanya emang rawon pak pangat ini terkenal banget nih, pak su aja cerita tapi cuma pamer pamer ke aku duang pas ldk mampir sini hahhah
    Aku klo rawon sukae dimam pake telor asin

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk jahatnya pak su yo mba nit cuman ceritain doank :D

      Delete
  17. Rumah yang kelewat besar apalagi hampir nggak pernah ditempati, alamakkk... menyeramkan kalau buat saya. Kulinernya sate klopo itu saya belum pernah coba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya miss bener2 bikin kepala pusing hahaha gegara kurang tidur :p

      Delete
  18. mba, hotel yang itu bukannya rada spooky juga? diceritain temen sih...hehehe
    aku belum pernah ke Surabaya. tapi udah beberapa lewat..waktu mau ke Banyuwangi n Sidoarjo. Kulinernya keknya enak-enak ya...menggodah hayati :D

    ReplyDelete
  19. Bebek Tugu pahlawan. Mau dong mbak. Meleleh lihatny.

    ReplyDelete
  20. Ya ampun liat rentetan makanan gini emang berasa lagi di blognya gembulwati ya maaaak. wahahahahaaaa. Duh surabaya, aku harus cari makanan enak kalo kesanaaaa. Mak Herva pernah ditegor zumi zola? eyaampun, aku juga mau banget kalo ditegor akang zumiiii. Hihihihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk ayok mak Dian kita bikin gebrakan biar ditegor bang Zumi :p

      Delete
  21. Waktu ke Surabaya nggak ngerti kulineran sih, maklum masih kecil jdnya nggak makan makanan diatas. Pokoke ntar klo ke Surabaya lagi tak jajalnya wkwk

    ReplyDelete
  22. jadi semangat kerja kalau tempatnya banyak kuliner enak ya :))))) *modus*

    ReplyDelete
  23. sate klopo ini yang sebelah kiri jalan (dalam toko) kalau dari kantor walikota? dulu tempatnya di kanan jalan, warung kecil gitu depan gang. Aku sering lewat situ kalau pulang sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. weleh ga nemu mba wkwkwk ini aku searching aja tmpt2 kulinernya kmrin ke surabaya makannya yg biasa aja 😂

      Delete
  24. wah jalan - jalan ke Surabaya nih, kalau rumahku di Sidoarjo, tetanggaan lah sama Sidoarjo XD
    coba semanggi mbak, enak banget, sayuran gitu, kayak lalap tapi bukan lalap *halah mbulet XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mantep mb kmrin ke surabaya si nginep di gubeng entah deket ga tuh ke sidoarjo?pgn bgt si bisa keliling2 😂

      Delete
  25. Nah itu dia..kemarin sempat dinas juga ke surabaya dan tidak bisa ke mana mana..bahkan mencicipi wiskul didepan penginapan pun tidak bisa. #edisicurhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha sama aku jg begitu ga sempet cicipin makanan dpn hotel 😂

      Delete
  26. Maafkaaan mbak bell gagal main ke bebek sinjaaay :" hiksss
    kalau ada kesempatan ke Surabaya lagi semoga bisa ketemuaan ya mbaak, aamiin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin next time mb hahahaha kita meet up 😘

      Delete
  27. Semua makanan khas Surabaya itu selalu bikin pengen nambah, semuanya enak-enak. Aku kalau ke Surabaya pasti makan bebek goreng ahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba enak2 aku klo ke surbaya pasti carinya rawon 😂

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design