POSTS SLIDER

I'm writing about...

Hari Pertama Sekolah Tanpa Drama dengan Pendekatan Montessori

Apa kabar temans? siapa nih yang mulai dag dig dug menanti anaknya akan kembali ke sekolah? Hari pertama sekolah menurut saya adalah momen penting yang bisa menjadi campuran antara kegembiraan dan kecemasan, baik bagi anak maupun orang tua. 

Nah, untuk memastikan anak memiliki transisi yang lancar, diperlukan beberapa persiapan khusus loh. Salah satunya adalah pendekatan Montessori yang mana dapat membantu dalam mengatasi tantangan hari pertama sekolah dengan cara yang alami dan mendukung perkembangan anak. 

Mengenal Montessori pastinya teringat dengan metode belajar bukan? nyatanya pendekatan Montessori juga bisa dilakukan guna transisi hari pertama sekolah biar no drama. Anak dan orang tua senang menjalani hari pertama sekolah.

Apa saja sih pendekatan Montessori untuk hari pertama sekolah? Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

hari-pertama-sekolah-dengan-metode montessori


Persiapan Mental dan Emosional Sebelum Hari Pertama Sekolah

Persiapan mental dan emosional menurut saya ini adalah langkah awal bagi kita mempersiapkan anak sekolah hari pertama.
Adapun yang bisa dilakukan adalah:

đź’› Membangun Kepercayaan Diri Anak

Persiapan mental anak dimulai dari rumah. Ceritakan pada anak tentang apa yang akan mereka hadapi di sekolah. Ceritakan hal-hal positif dan menyenangkan tentang sekolah untuk membangun antusiasme mereka. 

Ceritakan juga pengalaman kita saat pertama kali bersekolah, bagaimana merasa dan bagaimana kita mengatasinya. Ini akan memberikan anak gambaran nyata dan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka juga bisa melewati hari pertama sekolah dengan baik.

Dulu saat Neyna sekolah pertama, saya pun menceritakan bagaimana asyiknya berjumpa teman baru, guru baru serta sekolah baru. Makanya saat Neyna pindah sekolah dia sangat senang tidak merasa takut dan cemas.

đź’› Validasi Perasaan Anak

Ajak anak berbicara tentang perasaan mereka mengenai hari pertama sekolah. Berikan dukungan emosional dan yakinkan mereka bahwa merasa gugup atau takut adalah hal yang wajar. Penting untuk mendengarkan anak tanpa menghakimi dan memberi tahu mereka bahwa perasaan mereka adalah valid. Ajak anak berdiskusi bagaimana mengatasi rasa takut, seperti membawa benda kesayangan dari rumah yang bisa memberikan rasa nyaman.

Ini yang masih saya fikirkan, karena tahun pertama Rayi sekolah masih nangis sembari cabut rumput wkwk karena tahu saya tidak ada di area luar sekolah.

Baca lagi: Persiapan Orang Tua di Hari Pertama Sekolah

Mengenal Lingkungan Baru Sebelum Masuk Hari Pertama Sekolah

Selain mempersiapkan mental dan emosi, tak lupa juga saya perlu banget untuk membawa anak-anak mengenal sekolahnya. Tahun ini Rayi sudah beberapa kali ke sekolah barunya sehingga insyaAllah sudah mampu mengenal lingkungan baru sekolahnya.

Temans juga bisa coba nih dimulai dengan langkah berikut:

đź’™Kunjungan Awal ke Sekolah

Sebelum hari pertama sekolah, ajak anak untuk mengunjungi sekolah. Biarkan mereka berkeliling dan melihat-lihat lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas hingga taman bermain. Pengalaman ini akan membuat lingkungan baru terasa lebih akrab. Jangan lupa untuk memperkenalkan mereka kepada staf sekolah seperti penjaga sekolah dan petugas kantin, sehingga anak merasa lebih nyaman dengan semua orang di sekitarnya.

đź’™Kenali Guru dan Teman

Jika memungkinkan, atur pertemuan dengan guru kelas dan beberapa teman sekelas sebelum sekolah dimulai. Ini membantu anak merasa lebih nyaman dengan orang-orang yang akan mereka temui setiap hari. Kita juga bisa mengatur playdate dengan teman sekelas baru sehingga anak kita bisa mulai membangun hubungan pada minggu-minggu pertama sekolah.

Membangun Rutinitas yang Konsisten

Pendekatan Montessori lainnya yang tak kalah penting adalah dengan membangun rutinitas yang konsisten. Berikut rutinitas konsisten yang bisa dilakukan:

đź’šRutinitas Harian

Mulailah membangun rutinitas harian beberapa minggu sebelum sekolah dimulai. Bangunkan anak pada waktu yang sama setiap hari, dan ikuti rutinitas pagi yang konsisten, seperti sarapan, mandi, dan berpakaian. Rutinitas ini membantu anak mengatur ritme biologis mereka sehingga mereka lebih siap secara fisik dan mental untuk memulai hari mereka di sekolah.

đź’šLatihan Kemandirian

Ajarkan anak untuk melakukan beberapa hal secara mandiri seperti makan sendiri dan menggunakan toilet. Latihan ini membantu anak merasa lebih percaya diri saat berada di sekolah. Temans bisa memulai dengan tugas-tugas kecil di rumah, seperti membereskan mainan mereka sendiri atau membantu menyiapkan sarapan. 

Keterampilan ini tidak hanya membantu di sekolah, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan kemandirian.

Penguatan Keterampilan Sosial

đź’—Permainan Peran

Ajak anak bermain peran di rumah dengan boneka atau mainan lain untuk mensimulasikan situasi yang mungkin mereka hadapi di sekolah. Ini bisa membantu mereka belajar cara berinteraksi dengan guru dan teman-teman baru. Temans bisa membuat skenario sederhana, seperti berbicara dengan guru atau meminta tolong kepada teman. Ini membantu anak merasa lebih siap dan percaya diri dalam berinteraksi di lingkungan sekolah.

đź’—Kegiatan Sosialisasi

Libatkan anak dalam kegiatan bermain dengan anak-anak lain di lingkungan sekitar atau dalam kelompok bermain. Ini membantu mereka belajar berbagi, bergiliran, dan bekerja sama. Temans juga bisa mengajak anak ke taman bermain atau ikut serta dalam kegiatan komunitas, sehingga mereka bisa berlatih keterampilan sosial dalam berbagai konteks.

Mempersiapkan Perlengkapan Sekolah

👉Perlengkapan yang Dikenal

Biarkan anak memilih beberapa perlengkapan sekolah mereka sendiri, seperti tas, botol minum, atau kotak bekal. Ketika anak merasa memiliki, mereka cenderung lebih bersemangat untuk menggunakannya. Temans juga bisa mengajak anak untuk menghias perlengkapan sekolah mereka, seperti menempelkan stiker pada tas atau menulis nama mereka di kotak bekal. Ini memberikan sentuhan pribadi dan membuat anak lebih antusias.

👉 Latihan Menggunakan Perlengkapan

Ajarkan anak cara menggunakan perlengkapan sekolah mereka, seperti membuka dan menutup tas, kotak bekal, dan botol minum. Latihan ini membantu mengurangi kecemasan mereka di hari pertama. Temans bisa mengadakan sesi latihan di rumah, di mana anak bisa berlatih membuka kotak bekal atau menyiapkan tas sekolah mereka. Semakin sering mereka berlatih, semakin percaya diri mereka akan merasa.

Pendekatan Positif dari Orang Tua

đź’•Komunikasi Terbuka

Setelah hari pertama sekolah, ajak anak berbicara tentang pengalaman mereka. Tanyakan apa yang mereka sukai dan apa yang membuat mereka khawatir. Dengar dengan penuh perhatian dan berikan dukungan yang mereka butuhkan. Buatlah waktu khusus setiap hari untuk berbicara dengan anak tentang hari mereka. Ini membantu anak merasa didengar dan dihargai.

đź’•Fokus Pada Hal Positif

Fokus pada kemajuan mereka, bukan pada kekurangan. Misalnya, jika anak berhasil melawan rasa takut mereka pada hari pertama sekolah, berikanlah afirmasi positif kepada mereka agar mereka dapat mengingat bahwa mereka mampu mengatasinya.  Pengakuan positif ini juga dapat membangun rasa percaya diri dan motivasi anak untuk terus belajar dan berkembang.

 ***

Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh, transisi hari pertama sekolah dapat menjadi pengalaman yang positif dan membangun bagi anak. 

Pendekatan Montessori, dengan penekanannya pada kemandirian dan pembelajaran melalui pengalaman langsung, memberikan kerangka yang ideal untuk membantu anak mengatasi tantangan awal sekolah dengan percaya diri. 

Pendekatan ini tidak hanya membantu anak merasa lebih siap, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk pembelajaran dan perkembangan mereka di masa depan.