Perlindungan Masa Kini Demi Persiapan Masa Depan

Senin, 30 April 2018
Hari itu saya bertemu dengan seseorang yang telah lama tidak bertemu sebut saja Ibu X. Ibu X bercerita sepeninggal suaminya yang meninggal karena kanker ia harus bekerja keras untuk menghidupi ketiga anaknya.

Selama suaminya sakit semua barang berharga terjual bahkan suaminya tidak memiliki jaminan kesehatan ataupun jaminan pensiun yang bisa dimanfaatkan anak-anaknya. Anak pertamanya harus merelakan berhenti kuliah dan harus bekerja sementara adik-adiknya masih SMA dan SD.

Ibu X sendiri tidak bekerja sebelumnya sehingga ia hanya bisa mengandalkan kemampuannya masak untuk berjualan nasi setiap pagi yang untungnya tidak seberapa.

Malang sekali mendengar cerita Ibu X, dulu ia dan keluarga termasuk keluarga berada tak disangka dengan kepergian suaminya membuat kehidupannya berubah 180 derajat.

Kisah Ibu X atau mungkin ada kisah serupa yang seringkali kita dengar ya temans, sangat disayangkan adalah kurang awarenya terhadap perlindungan diri akan kesehatan maupun pendidikan bagi anak-anaknya. Menurut saya, kejadian ini bisa buat kita belajar agar tidak terjadi seperti keluarga ibu X.

Kembali Hidup Normal Pasca Melahirkan

Pasca melahirkan anak kedua ini, saya merasa sangat useless terlebih proses melahirkan secara sesar membuat kondisi saya tidak bisa aktif padahal saya ini gatel banget kalau melihat barang yang ga berada ditempat seharusnya bertebaran di setiap sudut rumah.

Kondisi yang mengharuskan banyak istirahat juga bikin saya jenuh, ga ngapa-ngapain salah, kecapean dikit body langsung ga enak. Belum lagi saya harus menghadapi baby Rayi yang masih suka begadang. 

Kondisi macam gini bikin saya sering melamun lalu inget hal-hal negatif akhirnya melow sampe bercucuran air mata. Pokoknya bikin kondisi saya drop, sensitif dan ga karuan moodnya. Makanya bagi siapa saja yang menghadapi ibu pasca persalinan "Jaga MULUTnya" jangan sampai kelian berbicara unfaedah yang bisa membuat hati luka yes!

Saat ini yang saya mau hanya bisa beraktifitas seperti sedia kala, iya saya kangen naik motor sambil bawa belanjaan sekarung, kangen nyetir mobil sendiri, kangen masak habis adzan subuh, kangen  beli galon *biar dapat berlian😁* pokoknya kangen dengan aktifitas yang biasa saya lakukan.

Ternyata aktifitas normal saya bisa berubah 180 derajat pasca melahirkan. Saya sedang hangat-hangatnya masuk fase kacau balau, bahkan seminggu kemarin 4 hari demam yang bikin saya tambah merasa useless banget 😭.


Beberapa Hal Yang Saya Temui Ketika Naik Angkot

Rabu, 25 April 2018
Halo temans, siapa yang suka naik angkot?saya rasa semua pernah yah jadi angkoters. Naik angkot sendiri sudah saya lakukan sejak SD kelas 5 kalau tak salah ingat hehehe. Bagi saya naik angkot itu seperti uji nyali, kalau tayangan uji nyali apesnya ketemu setan! kalau naik angkot gimana?banyak yang bisa saya temui loh.

Kali pertama naik angkot sendiri ke SMP itu bikin saya diketawain seisi angkot, pasalnya saya takut dibawa kabur mang angkot makanya saya hanya fokus melihat jendela ke sisi kiri dan berharap segera plank bertuliskan SMPN 3 muncul.

Tak lama setelah saya melihat plank bertuliskan SMPN 3 saya ketukkan duit logaman yang ada digenggaman tangan ke jendela karena saya malu mau bilang kiri 😜. Cepat-cepat saya turun dan lupa memberikan ongkosnya sampe beberapa langkah kemudian saya balik lagi setengah berlari memberikan ongkos kepada mang supir yang hampir copot bola matanya. Dulu seingat saya bayar angkot cuman Rp 150 dengan jarak yang lumayan. *murah yah* kalau sekarang sih udah mahil.

Begitulah kisah pertama naik angkot yang masih terukir dalam ingatan saya, setelah itu jadilah saya #teamAngkoters. Naik angkot tak hanya sekedar memudahkan saya untuk bisa sampai ke satu tujuan tempat yang saya mau akan tetapi lebih dari itu meninggalkan banyak hal yang bisa saya jadikan pengalaman dan ingin saya share kali ini.



Traveling Dan Menyusui?No Worries Gaes!

Jumat, 20 April 2018
Siapa yang sedang menyusui?saya *tunjuk tangan* dan untuk semua temans yang juga menyusui, saya ucapkan selamat yah menjalani masa-masa menyusui yang merupakan masa paling indah (itu menurut saya loh 😁).

Namun tak selamanya indah ya temans, konon katanya ada masa dimana menyusui itu ribet bangets.  Yakni jika kita sedang bepergian entah itu traveling maupun dinas luar kota bagi si working mom. Bener ga temans?untuk saya pribadi sih jelas "NO" karena setiap keribetan pasti ada solusinya.

Sebagai Busui yang komitmen ingin menyusui hingga 2 tahun maka saya pun mesti mencari cara bagaimana bisa jalan kemanapun namun tetap bisa menjaga asupan ASI tanpa harus khawatir dengan kualitas ASI. Beruntung banget nih saya ketemu dengan GabaG, sejak menyusui Neyna tahun 2013, saya sudah mempercayakan GabaG sebagai tas penyimpanan ASI. Hingga kini anak kedua saya  lahir, mindset saya tentang peralatan ASI yang harus saya miliki salah satunya adalah Cooler Bag dari GabaG.

Temans pastinya sudah tahu dong GabaG?yang merupakan merk andalan peralatan menyusui. Saya jadi inget nih, saat ini sedang berlangsung event #GabagJelajahIndonesia terhitung periode Januari s.d Desember 2018. Mau ikutan  keseruan eventnya?Caranya gampil bingits cukup review produk GabaG dan foto bersama produk GabaG. 

Event yang panjang ini sayang banget nih kalau ga dimanfaatin yah, jadi kepengen cari-cari dari sekarang destinasi wisata yang cocok buat liburan. Terlebih sebagai busui dan pasca melahirkan seperti saya ini butuh banget refreshing agar tetap waras. Katanya ibu yang bahagia akan menghasilkan ASI yang buanyak, makanya tidak ada salahnya saya pengen traveling meski masih menyusui.

Biasanya sih kalau saya pergi-pergian yang urus-urus tiket pesawat dan hotel itu sekretaris kantor (gaya bet yah) jadi saya tahu beresnya aja. Nah sekarang kan lagi cuti melahirkan mau tak mau mesti cari sendiri. Bersyukur ada tiket.com yang bisa menjawab kebutuhan saya dari mulai tiket pesawat hingga hotel. Ga perlu repot deh tinggal buka webnya klik-klik yang mana yang saya cari cuss bisa berangkat. #tiketkemanapun saya inginkan ada di tiket.com 😍.

Kapan Sebaiknya Mulai Menyetok ASIP?

Senin, 16 April 2018
Apakabar temans semuanya?semoga sehat-sehat yah..alhamdulilah akhirnya saya bisa kembali menulis lagi setelah pulih pasca melahirkan. yeay 😁 

Biasanya setelah melahirkan maka tugas seorang ibu bertambah yakni meng-ASI-hi alias menyusui. Banyak sekali tantangannya apalagi jika ada yang seperti saya menjadi ibu bekerja, tentunya perlu komitmen dan manajemen dalam mengatur ASI yang hendak diberikan kepada buah hati.

Sehari setelah melahirkan dengan proses SC 2 minggu lalu, saya sempat khawatir banget karena tiba-tiba colostrum kok ga nongol-nongol padahal baby Rayi udah menanti sejak semalaman.  Namun kekhawatiran saya sirna, Alhamdulilah tidak butuh waktu lama akhirnya ASI saya keluar dengan deras. *The power of Doa*

3 hari setelah kelahiran Rayi, saya sudah mulai memompa. Kok bisa?pasalnya ASI saya alhamdulilah deras banget daripada kebuang-buang dan membanjiri baju mending saya perah. Awal memerah masih sekitar 50 ml sekarang sekali perah bisa sampe 180 ml. 

Untuk memerahnya sendiri belum terhitung secara pasti karena jika saya menyusui Rayi disatu payudara maka payudara yang satunya secara otomatis langsung menetes juga. Kalau dibiarkan begitu saja bikin baju basah dan meninggalkan aroma yang hmmm semliwir bau banget bikin saya ga betah.



Auto Post Signature

Auto Post  Signature