Monday, September 25, 2017

Antara Kado Nikah Dengan Peralatan Rumah Tangga...

Hai Temans, memasuki bulan September dengan tagline September Ceria ternyata memang membawa keceriaan tersendiri bagi sebagian orang terlebih yang merencanakan pernikahan pada bulan ini. Imbasnya adalah saya mendapatkan banyak sekali undangan pernikahan *yeay* yang datang dari rekan-rekan kerja saya baik di kantor saat ini maupun mantan rekan kerja di kantor sebelumnya. 

Kabar gembira ini tentunya saya sambut dengan gembira pula. Namun ternyata di balik kegembiraan saya mendapatkan undangan pernikahan terselip kebingungan teramat sangat dengan pertanyaan "Mau ngasih kado apaan yah?" begitulah pertanyaan yang terbesit dalam fikiran saya selepas menerima undangan pernikahan teman.

Adakah temans yang mengalami sama seperti saya?sindrome bingung kasih kado apaan sementara budget terbatas atau dinilai dari kedekatan hubungan. Kalau rekan kerja yang deket sih saya usahakan untuk memberikan something yang senantiasa bisa diingat selalu olehnya kelak. Namun kalau rekan kerja yang ga terlalu dekat bahkan cuman sebatas kenal dalam lingkup kantor biasanya saya ga terlalu memikirkan banget kasih kado apa. Bisa jadi cuman setor muka doank kalau datang 😂.

Justru yang sangat membuat bingung adalah rekan kerja yang mempunyai hubungan dekat. Ada saja pertanyaan dalam diri saya, masa cuman kasih amplop doank sih?ga berkesan nih?masa iya sih mesti nanya dulu apa kebutuhannya pasti ga surprise lagi. Akhirnya sampe menjelang hari H pernikahan saya masih dirundung dilema berujung TELAT memberikan kadonya *LOL.

Akhirnya saya coba merenungkan sendiri, berbekal pengalaman saat nikah 5 tahun lalu saya coba meruntut kado-kado apa saja yang saya terima selain amplop berisikan uang. Ternyata sekian banyak kado yang saya terima, rata-rata kado barang yang saya terima merupakan Peralatan Rumah Tangga.  



Friday, September 22, 2017

Ketika Ibu MelupakanKu...

Hai teman-teman, bagaimana target membacanya?sudah tercapai?kalau belum yuk ah di geber masih ada waktu penuhi target membaca bukunya di tahun 2017 ini. Kali ini saya mau berbagi salah satu buku keren versi saya buat teman-teman.

Tahukah temans, tanggal 21 September yang artinya jatuh pada hari kemarin diperingati sebagai hari Alzheimer Internasional?berkaitan dengan Alzheimer ini saya punya buku yang berjudul "Ketika Ibu MelupakanKu" buku yang dirilis tahun 2014 namun baru bisa saya baca tahun 2017 ini mengisahkan tentang Alzheimer.

Awal ketertarikan saya membaca buku ini karena melihat daftar di goodreads hingga akhirnya saya memutuskan membeli buku ini. Dari judulnya saja sudah bikin saya tertarik apalagi dengan kondisi saya pun mengalami kehilangan ibu dalam arti yang sebenarnya meski alm. ibu pergi bukan karena penyakit ini.

Adalah DY Suharya dan Dian Purnomo yang menuliskan buku ini. Dan tulisan ini mengalir dari sudut pandangnya sebagai anak bungsu dari pasangan Yaya Suharya & Tien Suhertini. Beberapa kali mata ini berembun membaca setiap kisah yang dituliskan dengan apik oleh DY ini. 

Mengawali kisahnya melalui tragedi 11 September 2001 New York yang pada akhirnya menjadi titik balik DY untuk kembali "Pulang" ke Jakarta. Selama bertahun-tahun ia memutuskan pergi jauh dari rumah karena ketidaknyamanan yang ia rasakan di rumah. 

Apa sebab?perang dingin antara mama dan papanya yang acapkali bertengkar tanpa ada penyelesaian. Masalah-masalah sepele menjadi pertengkaran antara kedua orangtuanya.


Wednesday, September 20, 2017

Mengenang Masakan Rumahan di Pepes Jambal Khas Karawang

Hai temans, apa kabar semuanya?semoga senantiasa sehat-sehat yah. Kalau dalam keadaan sehat tentunya kita enak mau makan apa aja bukan?kalau udah sakit jelas menunya itu lagi itu lagi makanya jaga kesehatan ya temans.

Setiap daerah pasti punya tempat makanan yang enak bukan?nah saat ini 5 tahun sudah saya menjadi warga Cimahi. Terkadang kalau teman-teman atau saudara yang ingin mengunjungi saya di Cimahi suka nanya terlebih dahulu. Di Cimahi makan yang enak dimana?tapi ga mau yang fast food atau menu-menu kekinian yah. Rata-rata sih request masakan rumahan alasannya adalah emang ga doyan aja yang kekinian lebih cocok sambelan begitu katanya.

Apabila ada yang request masakan rumahan, saya jadi teringat rumah makan "Pepes Jambal Khas Karawang & Nasi Bakar Hejo". Yah cuman pepes jambal doank sama nasi bakar?Eits jangan salah disini tersedia aneka pepes lainnya loh.

Awal mula saya tahu rumah makan ini seiring dengan berpindahnya saya ke kantor cabang Cimahi. Setiap istirahat makan siang di hari tertentu saya bersama tim suka pergi keluar, hal ini juga di karenakan sekitar kantor tidak ada kantin makan.

Sampailah suatu hari, kami makan di sebuah rumah makan dengan nama "Pepes Jambal Khas Karawang & Nasi Bakar Hejo" kali pertama saya makan disini saya memilih menu nasi bakar dan tumis cumi. Bagaimana rasanya temans?rasanya sungguh enak dan tumis cuminya mengingatkan saya akan masakan almh. ibu.


Tuesday, September 19, 2017

Tak Lagi Pusing, Transpulmin Menjadi Andalan Kehangatan KeluargaKu


Membicarakan tentang kesehatan anak, saya punya cerita pilu dimana Neyna akhirnya dirawat selama 5 hari di Rumah Sakit. Apa gerangan penyakit yang Neyna derita saat itu?awalnya saya hanya menganggap Neyna terkena batuk, pilek dan demam pada umumnya. Namun siapa saya sangka batuknya tak berhenti bahkan disertai dengan muntah yang merupakan cikal menjadi penyakit berat.

Kala itu awal tahun 2016, Neyna baru menginjak usia 2 tahun 5 bulan masih sangat kecil ketika dokter specialis anak bernama Dr. Niken memvonis Neyna terkena Radang Paru-paru atau dikenal dengan Bronchopenumonia. Hal ini didasarkan atas hasil rontgen juga tes mantuk yang sudah dilakukan.

Mendengar hal tersebut sungguh saya lemas sekali sampai akhirnya hari itu juga Neyna mulai dirawat. Pemberian obatnya pun sudah tidak melalui mulut akan tetapi lewat selang infus dikarenakan Neyna sudah tidak sanggup menelan makanan yang masuk.

Selama 5 hari di rumah sakit, dokter juga memberikan treatment kepada Neyna diantaranya :

1. Di Uap 

Menggunakan Nebulizer yang tersedia di rumah sakit. Penguapannya sendiri dilakukan 2-3 kali dalam sehari hal ini berguna untuk mengencerkan dahak. Yah namanya anak-anak saat batuk melanda memang belum bisa mengeluarkan dahaknya sehingga yang bikin nafas Neyna se-senggrokan berasal dari dahaknya yang mengendap.

Diuap sama ayah
2. Di Fisioterapi

Setelah 5 hari dirawat karena demam dan batuknya sudah mendingan hanya tinggal dahaknya yang masih banyak. Dokter Niken pun menyarankan untuk dilakukan Fisioterapi. Saya lupa berapa kali fisioterapinya. Dalam fisioterapi ini Neyna mengikuti serangkaian tahapan. Awalnya diterangi dengan semacam kayak lampu ke punggungnya agar hangat kemudian oleh susternya di Puk-puk dengan tangan bagian punggungnya tujuannya agar dahak tidak lagi menempel di paru-paru.

Friday, September 15, 2017

Memerah ASI Saat Bekerja?Siapa Takut?...

Hai temans, salah satu hal yang menjadi pokok perhatian bagi ibu bekerja setelah melahirkan adalah "Bagaimana bisa memerah ASI di sela-sela rutinitas pekerjaan", terlebih setelah 3 bulan cuti tentunya banyak hal yang mesti di benahi.

Pekerjaan yang terbengkalai selama cuti pastinya menjadi beban fikiran bukan?tentunya jika kita mengalami stress pasti akan berpengaruh terhadap ASI. Ibu menyusui yang bekerja memang rentan dengan kondisi stress seperti itu namun sebaiknya jangan sampe terjadi demikian.

Saya pernah menceritakan bagaimana perjuangan saya selama menyusui ketika bekerja, dari pumping di toilet hingga di gudang bahkan di cibir oleh sesama perempuan yang mengantri di toilet karena menunggu saya memerah dalam waktu yang lama. Semua itu justru memberikan motivasi tersendiri agar saya bisa komitmen menyusui selama 2 tahun.


Mengingat pekerjaan saya yang tak tentu rutinitasnya bisa jadi saya mobile keluar kantor, dinas keluar kota, ada meeting dadakan, ada training tentunya menjadi tantangan bagi saya untuk tetap meluangkan waktu memerah ASI. Tahukah temans faktor yang menjadi hambatan untuk kesuksesan menyusui pada ibu bekerja menurut saya ada beberapa hal, diantaranya :

💔 Terbatasnya waktu cuti melahirkan
💔 Kurang dukungan dari lingkungan tempat kerja, baik dari atasan maupun rekan kerja
💔 Tidak tersedianya ruangan pro ASI di kantor
💔 Kurangnya pengetahuan ibu bekerja dalam memberi ASI
💔 Kurangnya komitmen untuk menyusui

Padahal menurut saya, Menyusui adalah karunia terindah bagi seorang ibu *setuju?* bonding dengan anak tercipta terlebih kita bisa melakukan penghematan keuangan jika kita mampu memberikan ASI. Namun memang saya tak bisa mematok bahwa keadaan masing-masing ibu itu sama, tentunya semua itu kembali kepada prinsip dan pilihan masing-masing.


Tuesday, September 12, 2017

Mau Tahu Pelamar Kerja Seperti Apa Yang Disenangi Perusahaan?

Hai temans apa kabar?senangnya bisa menulis kembali disini setelah beberapa rutinitas maupun restruktur organisasi di kantor yang membuat saya shock sehingga berlumutlah ini blog. Terinspirasi dengan kegagalan saya ikut tes di salah satu BUMN jadi pengen banget nulis tentang pengalamannya disini.

Sebut saja BUMN X disana ada mantan rekan kerja saya di perusahaan terdahulu, sekian lama berchatting via messenger Path akhirnya sang mantan rekan kerja menghubungi saya untuk ikut tes di kantornya.

Sayangnya pengumuman via online terkait dengan penerimaan calon pelamar tersebut baru saya ketahui seminggu setelah pengumumannya ditutup. Saya yang emang orangnya ga mau nyerah duluan tetap mengirimkan lamarannya. Yang saya ingat lamaran di kirim selasa siang esok rabu sore saya di hubungi HRD-nya untuk ikutan Tes Potensi Dasar. 

See temans, tidak ada yang tidak mungkin kalau kitanya mau usaha. Alhamdulilah gembira rasanya ketika saya masih bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti tes di BUMN tersebut. Hari yang telah ditentukan tiba, seperti biasa saya tipu-tipu dikit Pak Boss untuk bisa mengikuti Tes Potensi Dasar yang dilaksanakan hanya 1 jam saja. 

Jadwal tes saya siang pukul 11.00 wib selesai tes saya pun OPTIMIS lolos ke tahapan selanjutnya yakni PSIKOTEST. Begitulah keyakinan beriringan doa, saya kembali di hubungi pihak HRD-nya untuk bisa mengikuti Psikotes. Sayangnya saat dihubungi saya sedang di pesawat. Selepas landing ketika menghidupkan HP, bergetar info panggilan dan salah satunya message di path dari mantan rekan kerja saya yang memberikan jadwal psikotes.


Thursday, August 31, 2017

Jangan Anggap Remeh Cacingan


Temans suka mendengar pernyataan kalau orang yang doyan makan tapi badannya kurus dilabelkan sebagai pengidap Cacingan?ya saya sering banget dibilangin kalau saya kayaknya cacingan makannya banyak, perutnya buncit tapi ga gendat-gendat. Teganya 😢..

Dan labeling itu ternyata terpatahkan juga dengan penyuluhan yang saya ikuti lewat gerakan ABC (aku Bebas Cacingan) dari Konvermex yang diadakan di sekolah Neyna. Penyuluhan dengan waktu 1,5 jam mampu memberikan informasi penting buat saya.

Cacingan biasanya diderita oleh anak-anak namun siapa sangka orang dewasa pun bisa terpapar penyakit ini. Tak hanya orang kampung tapi yang di kota juga bisa terkena. Bahkan penyuluhnya bilang jika ada orang dewasa yang meninggal karena cacingan. Cacingnya menutupi usus sehingga makanan tidak mampu diserap. Naudzubillah serem banget yah gaes..

Sebagai pembukaan dalam penyuluhannya, diawali dengan Siklus Cacingan. Sebenarnya bagaimana sih Cacing bisa masuk ke dalam tubuh?ternyata penularannya bisa melalui :

🙈 Makanan kotor yang tercemar oleh larva cacing yang dibawa terbang oleh angin
🙈 Cacing yang masuk melalui pori-pori kulit lewat kaki yang tidak menggunakan alas kaku dan menginjak larva atau telur cacing 

Untuk itu temans disarankan jangan makanan sembarangan serta tak lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum mengambil makanan. Dan selalu menggunakan alas kaki dimana kamar mandi juga disarankan untuk selalu menggunakan sendal karena bisa jadi telur dan larva cacingnya ada. Bak air mandi juga jangan lupa di bersihkan terbayangkan jika gosok gigi lalu kumur-kumurnya ambil air dari bak mandi yang kotor. Mual saya bayanginnya 😖.

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design