Monday, May 29, 2017

Dahsyatnya Prive Uri Cran Pencegah Anyang-anyangan Selama Dinas Luar Kota

Bagi pembaca setia blog ini tentu sudah pernah membaca pemaparan saya tahun lalu yang terkena Infeksi Saluran Kemih?untuk merefresh kembali mengapa saya sampe didiagnosa oleh dokter terkena Infeksi Saluran Kemih mangga teman-teman bisa membaca kembali ulasan saya berikut ini :


Gimana teman ngeri bukan? saya sendiri masih takut membayangkan kembali jika anyang-anyangan yang merupakan gejala dari ISK kambuh lagi pada saya. Tak mudah untuk berkomitmen hidup sehat akan selalu ada tantangan maupun hambatannya namun selagi saya bertekad untuk tetap hidup sehat saya rasa saya bisa menepisnya.

Namun demikian ada saja nih momen yang bisa membuat gejala anyang-anyangan pada saya menjangkit lagi. Pasalnya pekerjaan saya tak hanya menuntut saya berada di kantor, duduk manis setiap harinya depan leptop. Sejak akhir tahun kemarin hingga pertengahan tahun 2017 ini, agenda pekerjaan saya di kantor adalah memberikan training ke cabang sehingga mau tak mau saya mesti dinas luar kota kembali. Bagi sebagian orang yang melihat saya wara wiri terkesan enak banget jalan-jalan kesana kemari. Padahal dibalik itu semua ada drama yang mesti saya lakoni.

Baca Lagi : Antara DLK dan Keluarga 

Drama dibalik tangisan anak saya yang mesti ditinggali mamaknya kerja ke luar kota. Drama pesawat delay yang membuat saya nahan-nahan Buang Air Kecil karena menunggu pemberitahuan dari pihak maskapai. Tahu sendiri suasana Bandara, kadang ga jelas suaranya yang bikin saya mesti pasang telinga. Ceritanya hari itu saya akan dinas ke Surabaya, seharusnya pukul 13.50 wib pesawat sudah take off entah mengapa hingga pukul 16.00 wib saya baru naik pesawat.

Ketakutan ga denger pemberitahuan saya nahan-nahan Buang Air Kecil (BAK) selama masa menunggu itu, namun akhirnya saya tak bisa lagi menahannya pukul 15.57 wib saya ke toilet berbarengan dengan pemberitahuan jika saya harus segera memasuki pesawat. Duh itu pemberitahuannya bikin saya panik, yang membuat saya terburu-buru membersihkan daerah kewanitaan saya.


Friday, May 26, 2017

Momen Sabar Sebagai Recruiter

Mungkin sudah beberapa ulasan dalam blog ini menceritakan tentang cantikku pengalaman saya sebagai Recruiter, namun semuanya lebih banyak membahas sisi positif sebagai recruiter dan juga sisi kerjaanya sebagai recruiter. Kali ini saya mau bahas pengalaman saya mengalami hal-hal sabar selama menjadi recruiter.

Sebelumnya yang masih belum tahu kek gimana recruiter mangga teman-teman mampir lagi dongs ke postingan saya sebelumnya, berikut ini :



Gimana udah kebayang dong kerjaan dan tanggungjawab saya dulu sebagai recruiter?yups tiada henti cari orang yang tepat buat perusahaan sementara mengabaikan waktu buat cari pasangan yang tepat aja sampe hilap *eeh (ini dulu..dulu..banget masih jamannya gelisah).

Membicarakan kerjaan tentunya banyak banget kenangan buat saya pribadi terlebih kerjaan sebagai recruiter membuat saya sering berhadapan dengan banyak orang, banyak karakter yang jelas bikin saya belajar Sabar. Berikut ini macam sabar yang saya lakukan selama jadi recruiter :

💝 Sabar ketika ada pelamar yang datang telat lalu dia ngomel ke saya bahkan sampe kirim email ke Customer Care perusahaan dan ituh yang bikin seantero jagat perusahaan melirik saya. Karena pelamarnya ngomel-ngomel cerita kalau rumahnya jauh dan mesti keliling dulu sampe menemukan tempat tesnya.

Thursday, May 25, 2017

Terserang ADD Dan Cara Menghindarinya



Siapa mengira terkadang saya bisa kena syndrome ADD. Yah ADD yang merupakan Attention Deficit Disorder (ADD). Yang konon katanya merupakan gangguan konsentrasi. Umumnya terjadi pada anak-anak tetapi ternyata kadang menyerang diriku yang sudah dewasa ini. Penyebabnya sederhana yakni rendahnya tingkat aktivitas bagian otak yang bertugas buat memusatkan perhatian dan konsentrasi. Lazimnya masyarakat menganggap sebagai seorang yang ceroboh dan tidak rapi.

Beberapa kali ADD menimpa saya dalam menjalankan rutinitas sehari-hari. Memang yang saya rasakan karena luputnya perhatian saya untuk beberapa hal dan akhirnya mengabaikan informasi penting yang harusnya saya ingat.

 Kejadian ADD yang fatal adalah kala itu saya masih menjadi mahasiswa tingkat akhir. Yang sedang sibuk mencari referensi untuk skripsi. Kebetulan saya kuliah di Cimahi dan membutuhkan referensi dari perpustakaan kampus negeri di Jatinangor. Pagi sekali saya bertolak ke Jatinangor menggunakan bus dan berjanji dengan teman di terminal bus Jatinangor. 

Setelah duduk di bus dengan nyaman, tibalah kenek bus menghampiri satu persatu penumpang untuk menarik bayaran. Ketika giliran saya yang ditagih, bukan main kepalang sibuknya saking panik saya mencari dompet di tas namun tidak kunjung ada. Ah ternyata tadi sebelum pergi saya hanya fokus dengan kotak pensil padahal sebelahnya ada dompet bertengger. 


Thursday, May 18, 2017

Inilah Cara Kami Menjaga Pola Hidup Sehat Sebagai Pekerja Kantoran

Sebagai pekerja kantoran baik saya dan akang suami dituntut untuk selalu tetap sehat dan bugar menjalani aktifitas rutin di kantor setiap harinya. Hal ini tentunya membutuhkan effort ekstra agar kami senantiasa tetap sehat terlebih kami berdua adalah pengguna sepeda motor untuk sampai ke kantor masing-masing.

Akang suami menempuh jarak 21 Km ke tempat kerjanya sehingga jika dihitung jarak tempuh pulang pergi dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya dalam sehari akang suami menempuh jarak 42 Km dengan memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan jika lancar namun bila sedang macet bisa menambah waktu hingga tak terprediksi. Sungguh jarak yang fantastis demi mengais rezeki untuk keluarga kecil kami bukan?

Sementara saya sendiri juga menggunakan sepeda motor ke kantor namun berbeda dengan akang suami yang begitu jauh, saya hanya cukup menempuh 10 Km tiap harinya menaklukan jalanan yang kadang macet juga namun tak separah yang dialami akang suami.

Dengan keadaan yang seperti itu, tentunya membuat kami mesti bisa mensiasati bagaimana caranya agar kami bisa menjaga kesehatan tubuh kami sendiri. Tak luput menimbulkan stress yang berujung sakit fisik. Di kantor dihadapkan dengan berbagai rutinitas pekerjaan belum lagi dijalan menghadapi kemacetan ataupun hujan yang melanda.

Terlebih pekerjaan kami menuntut kami untuk duduk lama di balik layar leptop selama 8 jam. Kelamaan duduk hingga hanya berkutat dengan gadget tentunya gaya hidup seperti ini sangatlah rentan dengan penyakit bahkan tak jarang  alarm tubuh  seolah berbunyi terus menghadapi kondisi seperti itu. Jika tak pandai mengelola kesehatan terutama akang suami pastinya akan mudah sakit.

Wednesday, May 17, 2017

Perlukah Merayakan Ulang Tahun Anak?

Yeay Rabu Tanpa Kelabu bersama #Minion, Mohon maaf yah gaes sebelumnya karena telat dari batas waktu yang ditentukan ada sedikit kesibukan masing-masing antara teteh Bella dan Mamih Sandra *halah. Okey biar ga pada bermuram durja, yuk baca tulisan #Minion kali ini tentang "Perayaan Ulang Tahun Anak".

Membahas ulang tahun bagi saya sih bukan sesuatu yang spesial dan kebiasaan dalam keluarga juga tidak ada yang selalu mengapresiasi sedemikian rupa untuk hari kelahiran kami. Jadi merayakan ulang tahun dengan pesta menjadi hal tidak biasa. *kesian kau teteh Bella 😁

Baca Lagi : #Minion Edisi 1 

Bagi sebagian orang merayakan Ulang tahun itu Penting pake bangets, ya itu tadi sebagai bagian apresiasi atas kelahiran seseorang. Meski keluarga bukanlah penganut pesta ulangtahun akan tetapi saya pun ternyata pernah sekali merayakan ulang tahun.



Yang Mau Baca Punya Mamih Tengok Dimari
↓↓↓ 
Hal-hal positif dibalik merayakan ultah

Pesta perayaan ulang tahun yang saya rasakan ketika masih duduk dikelas 4 SD itupun terbilang sederhana dan dadakan. Sebenarnya saya tuh ingin merayakan bersama teman-teman sekolah tapi itu tidak memungkinkan pasalnya saya terlahir pada bulan dimana kurikulum tahun-tahun saya sekolah selalu Libur 😢. *ngenes

Hingga akhirnya yang saya undang waktu pesta itu diadakan adalah anak-anak yang tinggal disekitar rumah nenek. Sedih siy pengennya dulu teman-teman sekolah yang memeriahkan, dan ini kagak ada satupun hadirin yang saya kenal *lah pegimana? 😂. 

Kue ulangtahun berhiaskan coklat block dipenuhi dengan buah ceri tertata rapih diatas meja, lilin angka 8 tertancap pada bolu yang bikin saya ngiler coklatnya. Dan kue ini pun hasil karya kakaknya alm.ibu yang memang punya usaha kue. 

Tuesday, May 16, 2017

Quality Time Bersama Anak Melalui Role Play Jadi Princess

Menjadi ibu bekerja, waktu merupakan hal yang perlu saya manage sedemikian rupa sehingga peranan saya sebagai istri, ibu maupun karyawan bisa sesuai porsinya. Bukan hal mudah akan tetapi kembali pada komitmen saya. Keluarga tetap merajai segala pertimbangan yang saya lakukan terutama putri kesayangan saya "Neyna".

Konsekuensi yang saya tanggung tentunya adalah waktu yang sedikit di 5 hari kerja saya untuk bermain bersama anak saya. 18-21 demikian saya menyebutnya adalah waktu yang saya optimalkan pada 5 hari kerja dan full day di sabtu dan minggu bagi anak saya.

Bagi saya 18-21 menjadi "Quality Time" yang saya curahkan untuk Neyna. Apa saja yang saya lakukan di rentang waktu 18-21?dari membaca buku, mengajak ngaji, menonton TV, bermain salon-salonan dan yang paling mengesankan adalah "Role Play Menjadi Princess-princessan".

Berawal dari kisah "Elsa Frozen" yang saya kenalkan akhirnya Neyna menyukai semua tokoh Princess Disney dari Cinderella, Snow White, Ariel hingga Rapunzel. Saya kenalkan lewat dongeng visual yang dikemas dengan cerita dan bahasa yang sederhana serta kaya akan pesan moral. 

Karena saya percaya proses belajar itu memiliki variasi dan untuk mengajarkan anak tidak hanya satu arah dari saya saja sebagai ibunya tapi saya sangat suka untuk mencoba semua metode belajar yang lainnya. Cara lain yang saya pilih salah satunya memberikan tontonan segar bagi anak serta mendampinginya selama menyaksikan film seperti film Princess Disney.

Dari sekedar mengamati akhirnya Neyna mulai mengcopy, bagaimana cara Princess berpakaian, gaya rambut hingga cara berbicaranya. Nah keseruan kami berdua bermain Princess-Princessan itu dimulai saat pembagian peran dimana saya berperan sebagai Nenek Sihir dan tentunya yang jadi Princess of course only Neyna 👸.

 

Wednesday, May 10, 2017

TV Sharp Sebagai Sarana Belajar Anak

Hampir semua orang memiliki TV dirumah, rasanya memang TV merupakan hiburan setelah melepas penat dari berbagai aktifitas. Bagi saya sendiri TV selain sebagai hiburan semata namun bisa dijadikan sarana untuk belajar anak saya loh. Kok bisa Va?tentu saja bisa.

Katanya kebanyakan nonton TV bisa berdampak buruk buat anak, jika kita terus memiliki pandangan, paradigma yang negatif jatuhnya akan selalu Devil's Effect. Segalanya terbatas dengan terlabeli virus Negatif. Yakin ga makan hati jika semuanya dipandang negatif?kalau saya si justru punya prinsip kenapa siy ga mencari sudut pandang yang positifnya.

Kembali ke TV, menurut saya TV bernilai positif loh buat anak dinataranya sebagai berikut :

1. Sarana Untuk Belajar 

Dengan memilihkan film maupun tontonan yanag pas anak saya bisa belajar dari tontonan tersebut. Maka tugas kita sebagai ortu mendampingi anak saat menonton apa saja adegan yang DO & DONT bisa ia tiru dan lakukan di kehidupan real.

Selain itu saya melihat banyak kosakata dari Neyna bertambah karena disuguhi tayangan-tayangan inspiratif. Saya memang membatasi untuk nonton tayangan sinetron sehingga dirumah sengaja saya pasang TV Kabel dan jika saya bekerja saya wanti ART untuk tidak menonton selain channel anak.

Biasanya saya monitoring menelepon disiang hari apa yang sedang anak tonton. Satu kali ketika saya telepon Neyna bilang bun, nenek (sebutan kepada ART) nonton India 😂 nah dengan cara memonitoring saya jadi tahu apapun tayangan yang Neyna lihat.


 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design