Alasan Perusahaan Menggunakan Payroll Outsourcing

Senin, 22 Oktober 2018
Temans, bagaimana dengan hari seninnya?semoga lancar jaya yah. Kali ini saya mau berbagi sekilas info seputar dunia kerja. Udah lama juga saya ga share tentang kerjaan dan knowledge di dunia HR *asyique*.

Pernah dengar ga temans?kalau ada perusahaan yang meng-hire karyawan lewat outsourcing?belakangan memang jadi trend loh, fungsi HRD di perusahaannya jadi berkurang untuk proses perekrutan yang memang memakan waktu lama.

Hal ini tentu saja bisa dijadikan buat HRD perusahaannya fokus terhadap fungsi HRD lainnya. Oh iya temans sudah pada tahu belum sih HRD itu ga cuman yang kelola gaji doang?akan tetapi fungsi HRD ada banyak lagi.

Salah satunya saya yang fokus dalam dunia perekrutan maupun assessment, selebihnya kalau ada yang demo ada rekan kerja saya yang menghadapi, urusan absensi sakit, cuti, izin ada lagi rekan saya yang tangani. 

Namun ada perusahaan yang memang memberdayakan 1 orang untuk semua fungsi HRD. Sungguh kusalut kalau ada yang bisa megang semuanya. Padahal saya aja suka sakit kepala ngurusin satu kerjaan HRD.

Paling riskan adalah saat HRD bagian Payroll yang sudah tidak mampu melakukan fungsi dan tugasnya dengan baik. 

BTW sudah tahu kan yah payroll itu apa?iya payroll itu salah satu bagian di fungsi HRD yang tugasnya untuk penggajian.

Di kantor saya dulu payroll itu banyak banget orangnya karena memang pekerjaan yang beresiko kalau gaji kurang di demo karyawan, kalau gaji lebih karyawan diam-diam saja dan disalahin adalah orang payrollnya.

Masalah payroll pada suatu perusahaan memang sangat beresiko. Karena dampak payroll tidak hanya untuk perusahaan saja namun akan berpengaruh pada seluruh karyawan loh. 

Beberapa perusahaan sendiri bahkan kerap kali merasa kerepotan waktu mengurus payroll serta mencari jasa payroll outsourcing. Lantas kenapa sih harus menggunakan jasa payroll outsourcing ?

payroll-outsourcing-linovHR


Natural Comfort Electric Breast Pump Mooimom Andalan Buat Ibu Bekerja!

Minggu, 21 Oktober 2018
Temans, sebagai ibu bekerja yang berkomitmen meng-ASI-hi hingga 2 tahun ternyata saya sering dilanda kegalauan tersendiri loh.

Astaga ananda Herva ini kebanyakan galaunya yes?milih tempat melahirkan waktu itu galau, anaknya sudah lahir datang lagi kegalauan kasih dot yang begimana?, milih cooler bag galau, milih botol asi apa kantong asi sukses bikin galau juga.

Selain itu semua ternyata saya juga menderita kegalauan akut waktu memutuskan pengen pake breast pump yang bagaimana?LOL

Semakin saya banyak searching review breast pump semakin pula saya menderita sakit kepala saking bingungnya milih yang mana.

Kok repot banget sih memerah ASI dan milih breast pump?


Sebagai ibu bekerja full time tentu saja saya perlu memerah asi karena saya tidak menyusui langsung Rayi dan dengan memerah ASI bertujuan untuk menjaga persediaan ASI. Oleh karena itu saya butuh breast pump untuk mensupport saya dalam stock ASIP. Gitu loh temans :)

Sedari anak pertama hingga kini memiliki anak kedua saya bersikukuh untuk tetap meng-ASI-hi. Saya jadi ingat suatu kisah yang mana ia menjadi ibu adopsi namun punya keinginan untuk bisa menyusui anak angkatnya *masyaAlloh*. 

Memang bisa ibu menyusui anak adopsi?

Saya beneran meleleh membaca kisah perjuangannya demi bisa menyusui dengan cara "Induksi Laktasi". Apakah ASI keluar?dengan izin Alloh lewat ilmu kedokteran yang masya Alloh "kun Fa Ya Kun" mengalirlah ASI dari seorang ibu angkat.

Apabila mengingat kisah tersebut memberikan motivasi bagi saya untuk terus berjuang memberikan ASI kepada anak saya no excuse!


Menu MPASI Praktis Buat Working Mom

Kamis, 18 Oktober 2018
Tak terasa Rayi sudah memasuki usia 6 bulan sejak 2 minggu lalu, artinya adalah ekstra time buat saya yang bekerja agar menyiapkan MPASI di pagi hari sebelum kerja.

Nambah lagi deh serentetan tugas saya sebagai mamak-mamak yang bekerja. Remvong ga sih?oh tentu saja!jangan ditanya betapa ribetnya hidup ananda Herva kalau sudah memasuki waktu subuh bagian Contong.

Tapi saya selalu memberikan sugesti positif bahwa saya mampu melewati serangkaian drama kumbara yang akan terjadi dipagi hari walau pada kenyataannya saya lalui selalu dengan suara nada tinggi, teriak-teriak kalahin toa mesjid, lari-lari bulak balik dapur - kamar kayaknya kalau balap sama Dik Zohri ya sebelas lima belaslah :D

menu-mpasi-praktis


Selain masak untuk bekal akang suami, buat bekal saya, (ciyeh sekarang mah bekel euy #2018 anak 2 mamak harus irits!), makan siang Neyna. Nambah lagi jobdesc saya sebagai mamak super buatin MPASI Rayi.

Waktu mau memasuki masa 6 bulan, saya sempat gelisah gimana ya nanti bisa apa ga komit untuk homemade MPASI dan mengulang kembali kesuksesan ((sukses bo!)) dalam menyediakan homemade MPASI buat Neyna.

Bersyukur banget sekarang informasi bertebaran dan sudah banyak juga yang aware dengan homemade MPASI meski jadi ibu bekerja.

Tapi ga semua info yang saya terima langsung saya praktekin yah, milih-milih juga sesuai kemampuan dan ketersediaan bahan serta alat yang ada dirumah.

Cara Mudah Merawat Kulit Bayi Dengan Aveeno Baby

Senin, 15 Oktober 2018
Kehadiran baby Rayi dalam hidup saya ternyata membuat saya semakin terus belajar. Ada saja hal baru yang saya temui dari baby Rayi dan mengharuskan untuk terus mencari tahu mengapa begini dan begitu.

Terlebih si sulung adalah anak perempuan dan kini si bungsu adalah anak lelaki. Siapa bilang adik kakak bisa ditreatment dengan cara yang sama?Tentu saja berbeda temans, nah inilah yang membuat saya harus bisa upgrade tak hanya menguasai merawat dan mendidik bagi anak perempuan saja.

Sebut saja khitanan yang akhirnya saya lakukan beberapa minggu lalu, hal yang baru bagi saya untuk menghadapi khitanan Rayi. Dan tentu saja ini merupakan pengalaman yang bikin nano-nano. 

Namun tenang saja setiap fase yang anak-anak alami akan menjadi sesuatu yang membuat saya terus mencari tahu bagaimana langkah solusi yang harus saya lakukan. 

Salah satu hal yang sempat bikin saya HERI ((heboh sendiri)) adalah ketika saya mendapati kulit Rayi yang semula halus, lembut, kenyal tiba-tiba menjadi kering dan mengelupas serta kemerahan. So Sad.

Apa mungkin karena alergi atau sensitif?Nah temans jika mendapati si kecil kemerahan dan mengelupas seperti yang dialami Rayi belum tentu loh itu adalah penyakit serius. Bisa jadi karena cuaca.

Merasa ga sih kalau belakangan memang ekstrim cuacanya kadang panas banget, kadang hujan . Kulit saya aja sampe ga karuan apalagi sama kulit Rayi yang notabene masih berusia 6 bulan ini.

Bayi dilahirkan dengan kulit yang sangat sensitif, bersifat unik dan secara alami jauh lebih kering dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Pada dasarnya, struktur kulit bayi mencapai 30% lebih tipis dari kulit orang dewasa dan dapat kehilangan kelembapan lebih cepat sehingga rentan terhadap kekeringan dan iritasi 



Pengalaman Khitan Bayi 6 bulan

Rabu, 10 Oktober 2018
Halo temans apa kabar semuanya?punya kabar gembira apa temans?kalau saya Alhamdulilah punya kabar gembira, akhirnya saya telah meng-khitan baby Rayi pada tanggal 05 oktober 2018 silam. 

Keputusan saya untuk meng-khitan itu sudah tercetus sejak baby Rayi lahir, jika saya ingin Rayi sudah dikhitan sedari bayi. Namun saat itu ternyata kondisi fisik saya pasca melahirkan secara sesar tak memungkinkan dan juga tidak diperbolehkan oleh beberapa orang terdekat dengan alasan KASIHAN MASIH BAYI. 

Padahal pertimbangan saya sendiri juga didukung dari beberapa informasi yang pernah saya terima dan diperkuat saat saya melihat video ceramah Ustd Khalid Basalamah. Beliau meng-khitan anak lelakinya sedari bayi.

Pun di zaman Rasulullah SAW, bayi lelaki baru lahir segera dikhitan. Karena itu jauh lebih baik ia tidak akan merasa lebih sakit dibandingkan ketika sudah besar dikhitan. Dan juga menurut survey pertumbuhan fisik, mental apabila dikhitan dari bayi akan lebih baik. (demikian petikan ceramahnya).

Namun masalah ini juga menuai kontra katanya masalah trauma sakit ada yang mengatakan jika bayi juga bisa merekam di alam bawah sadarnya. Wallahualam karena kalau saya pribadi sih masa-masa bayi saya blank ga ingat sama sekali. 

Nah karenanya saya bersikukuh ingin sekali meng-khitan Rayi sedari bayi. Sebenarnya hal ini sempat ditunda-tunda juga karena beberapa alasan padahal saya sudah survey tempat khitan bayi di Cimahi.

pengalaman-khiitan-bayi-6 bulan


Funday With FUNTOPIA, Cocok Bagi Si Kinestetik!

Senin, 01 Oktober 2018
"Anaknya ga mau diam yah?sukanya lari-lari ih, kok ga betahan sih belajar sambil diam dasar nih anak NAKAL?"
Pernah mendengar pernyataan seperti itu terlontar dari seseorang yang mudahnya melabelkan anak-anak yang ga mau diam dengan sebutan NAKAL?

Sangat disayangkan sekali acapkali saya dengar label NAKAL begitu mudah diberikan padahal belum tentu anaknya yang tidak mau diam itu nakal loh!.

Masih ingatkah temans dengan multiple intelegensi dari Howard Gardner?iya ada 9 tipe kecerdasan yang dimiliki masing-masing individu. Diantaranya adalah :

  1. Kecerdasan Visual
  2. Kecerdasan Naturalis
  3. Kecerdasan Musikal
  4. Kecerdasan Logika Matematika
  5. Kecerdasan Eksistensial
  6. Kecerdasan Interpersonal
  7. Kecerdasan Kinestetik
  8. Kecerdasan Linguistil
  9. Kecerdasan Intrapersonal

Diantara 9 kecerdasan tersebut ada isitilah kecerdasan kinestetik. Pernah mendengar tentang kecerdasan kinestetik?

Kecerdasan kinestetik merupakan kemampuan dalam menggunakan tubuh secara terampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran, dan perasaan. 

Kecerdasan ini juga meliputi keterampilan  fisik dalam bidang koordinasi, keseimbangan, daya tahan kecepatan, kelenturan dan kekuatan.

Adapun ciri-ciri seorang anak merupakan anak kinestetik adalah :

  • Suka melakukan kegiatan fisik
  • Senang berlari 
  • Senangnya memegang dan mencoba sesuatu untuk benar-benar mengerti
  • Menyukai permainan yang melibatkan fisik seperti berguling-guling, lompat-lompat
  • Lebih suka mempelajari hal baru dengan mencobanya langsung
  • Tidak akan bertahan lama duduk diam
  • Mempunyai rentang perhatian yang pendek
  • Akan sulit mengingat jika belum pernah melakukannya


Hal ini erat kaitannya dengan gaya belajarnya yang cenderung tak mau diam, umumnya entah karena minim info atau memang mudah melabelkan sehingga masih banyak dari kita dengan mudahnya menyebut si anak NAKAL atau HIPERAKTIF.

funtopia-traveloka-track


Lahirnya Joeragan Ice Cream!

Sabtu, 29 September 2018
Bun, ayah mau resign yah. Pengen jadi pengusaha!
Apa reaksi temans jika mendapati keinginan suami seperti itu?pengen resign dan buka usaha?kaget ga sih?galau ga sih?

Jujur saya kaget, saya resah banyak kecemasan yang saya rasakan apalagi terkait finansial dengan anak dua *astagfirullah* padahal Alloh sudah menjamin rezeki tiap mahkluknya tapi tetap bikin saya baper.

Demikian pernyataan yang sering akang suami lontarkan kepada saya. Akang suami merasa sudah lelah sekali menjadi karyawan. Belum lagi letak kantornya yang jauh dari Cimahi membuat motivasi kerjanya semakin menurun. 

Melihat fenomena yang dialami akang suami tentu bisa berdampak hal yang tidak baik dikemudian hari. Lebih baik tidak memaksakan kehendak saya sebagai istri untuk tetap mempertahankannya bekerja.

Sebagai istri, yang saya lakukan adalah terus mendukungnya dengan memberikan beberapa alternatif solusi baginya. Keputusan resign memang bukan suatu hal yang perlu ditakutkan bagi kami. Hanya saja perlu pertimbangan matang dalam ambil keputusan resign tersebut.

Sejak menikah bisa terhitung akang suami pernah menjadi pengangguran lalu kembali bekerja tak lama kemudian resign kembali. Hingga akhirnya bulan agustus 2018 akang suami meminta saya buatkan surat resign.

Sebenarnya cukup berat bagi saya membiarkan akang suami resign, pasalnya kami dikaruniakan kembali seorang putra pada bulan april 2018 lalu. Gelisah memikirkan bagaimana nanti usahanya begitu?bagaimana nanti jika ini dan itu. 

Hal yang lumrah bukan sebagai mamak zaman now memikirkan kondisi anak-anak kedepannya seperti apa jika akang suami hanya mengandalkan usahanya yang belum kelihatan hilalnya progressnya seperti apa.



Auto Post Signature

Auto Post  Signature