Wednesday, April 26, 2017

Menambah Anak Atau Tidak?Ini Yang Saya Fikirkan.

Akhirnya tiba juga saatnya yang ditunggu-tunggu, postingan kali ini kheseus berlabel #Minion. Whaaaaat?iya gini gaes jadi Minion ini "Mommy Opinion" yang merupakan postingan kolaborasi antara saya a.k.a Teteh Bella dan Mamih Sandra. *yeay tepuk tangan*. 


Created by Mamih, abaikan kepalsuan foto saya 😝



FYI yah gaes : Postingan #Minion ini insyaAlloh akan tayang 2 minggu sekali, jadi jangan sampe melewatkan yah dicatet tanggal mainnya bunderin dikalender, bikin alarm note supaya ga ketinggalan updatenya #Minion kami. *aseek. Apabila ada yang mau kasih request temanya, mau kasih job review apalagi itu boleh banget tinggal email kepada kami. Kami menerima dengan tangan terbuka dan terimaGajih 😜.


Baca Juga Punya Mamih :
Tambah Anak Tambah Rezeki, Yey Or Nay 

Oke cukup intronya, Nah untuk mengawali postingan #Minion kali ini, kami berdua sepakat membahas tentang "Nambah Anak". Kenapa kok ambil tema ini?antara kami berdua sebenarnya banyak banget ide yang tercetus namun akhirnya kami memilih tema ini. *jadi alasannya naon teteh Bella? pokoknya itulah, meuni want to know aih 😂.

Thursday, April 13, 2017

Evolusi Kereta Api Indonesia

Wah rasanya saya sudah lama tidak menuliskan tentang buku yang sudah saya baca diblog. Kali ini saya akan mengupas mengenai pembahasan yang ada dalam buku Jonan & Evolusi Kereta Api Indonesia.
  
Mengapa bisa saya membaca buku ini?karena pak Boss yang seperti biasa meminjamkan buku-buku manajemennya kepada saya. Sejujurnya saya tidak terlalu suka dengan buku berat macam ini membahas manejemen leadership. Jika novel setebal 500-an halaman bisa saya selesaikan dalam 1 hari namun buku bergenre manajemen leadership butuh waktu lama untuk menyelesaikannya 😓.

Akan tetapi buku mengenai kisah Pak Ignasius Jonan dalam merubah PT. KAI ini menarik bagi saya, sehingga saya hanya membutuhkan 3 hari saja mencerna isi bukunya dan menyimpulkan Pak Jonan WARBIYASAH 👍.

Seseorang yang bukan background Trasnportasi melainkan Bank mampu mengubah PT. KAI dalam kurun waktu 4 tahun sebagai BUMN Luar Biasa di Indonesia. Merubah BUMN yang terus merugi setiap tahunnya menjadi untung. Karenanya saya tak heran jika beliau meraih berbagai penghargaan  sebagai pencerahan bagi keruwetan PT. KAI yang dialami sudah bertahun-tahun. Cara kepemimpinannya mendapatkan apresiasi dari siapapun.


Bagaimana Cara Menjaga Hubungan Pertemanan Yang Awet?

Seminggu yang lalu saya memposting foto untel-untelan with genks di Instagram saya, oh iya yang belum follow yuk follow sist 😁. Saya kangen karena tiba-tiba group di WA group Genjrink begitulah nama genks kami, sepi banget padahal biasanya epriday selalu ada hal yang dishare dari hal serius sampe konyol dan berakhir tiada ujungnya obrolan kami.

Awal kami gabung karena memang 4 diantara 6 anggota group ikutan paduan suara. Just infoh saya termasuk Sopran *terus kenapa?* LOL. Namun waktu semakin berlalu kebersamaan kami semakin erat karena kami memang ditakdirkan untuk saling melengkapi Ke-absurd-an dan ke-lasut-an masing-masing.

Jika dulu sebelum kami lulus dan sibuk dengan kesibukan masing-masing. Kami selalu bertemu, nongkrong dari Mall buka sampe mau tutup, cuman buat beli satu tusuk stroberi cokelat sisanya window shopping sampe betis kondean.

Setelah lulus dan memasuki tahapan perkembangan masa Dewasa, satu per satu diantara kami mulai menikah. Yang tadinya di Bandung semua akhirnya ada yang ke Indramayu, Serang, Bogor dan Jakarta.
usia pertemanan kami jika dihitung dari masuk kuliah sudah 13 tahun lamanya namun mengukuhkan dalam ikatan group masih terbilang baru menginjak usia 9 tahun.

Dalam menjalin pertemenan tidak selamanya mulus, ada saja kerikil kecil yang menjadi bumbu pertemanan kami. Perbedaan karakter, perbedaan cara pandang tentu tak mudah meski kita satu bendera jurusan PSIKOLOGI.


Bukan hal mudah untuk bisa terus bersama hingga saat ini, adapun cara yang saya lihat dari hubungan pertemanan kami sehingga kami tetap bersama yaitu :

Monday, April 10, 2017

#Memesona Itu Membangun Personal Branding Lewat Prestasi

Jika ada yang bertanya arti memesona maka saya memiliki pandangan bahwa seseorang akan memancarkan pesonanya saat ia mampu mengejar targetnya mencapai prestasi sepanjang hidupnya. Alasannya adalah ketika seseorang memiliki target maka ia memiliki KOMITMEN dalam hidupnya untuk tidak berhenti BERUSAHA.

Saya seringkali membaca buku-buku yang dituliskan dari mereka yang telah sukses dalam hidupnya. Satu kunci yang selalu saya garis bawahi adalah mereka selalu "Tahan Banting dan terus berkomitmen" mengusahakan apa yang mereka inginkan.
Hal ini pula yang saya terapkan sedari kecil, terlepas dari keinginan Orangtua namun bagi saya berprestasi merupakan hal kecil yang bisa saya persembahkan kepada kedua orang tua saya yang telah jatuh bangun membesarkan saya. 

Orangtua mana yang tidak bangga saat melihat rapot anaknya bertengger angka 1, Kakak mana yang tidak bangga saat tahu adiknya menjadi Juara Umum disekolahnya, Nenek mana yang tidak terharu saat tahu cucunya menyabet IPK tertinggi diangkatannya, Teman mana yang tidak ingin dekat dengan temannya yang menyabet juara kelas.

Secara fisik saya tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka yang memiliki fisik menawan, ribuan pujian membanjiri bagi si Cantik namun ternyata predikat berprestasi jauh lebih abadi dibandingkan dengan predikat si cantik menurut saya.

Beberapa orang yang bertanya perihal saya maka yang diingat adalah "Oh teteh yang IPK-nya tinggi itu yah" *uhuk batuk* atau Ow Herva dari dulu memang Pintar *uhuk batuk lagi* atau ish kamu ih resepnya apa sih bagi-bagi dong bisa juara? *uhuk batuk lalu minum obat* begitulah kira-kira komen yang terlontar dari teman-teman. Bahagia bukan?jelas bagi saya ini mahal banget, Membangun Personal Branding Lewat Prestasi Yang Saya Capai. 

Hewan Peliharaan Sakit?ke Puskeswan Saja

Beberapa minggu lalu saya dikagetkan dengan kondisi Shasa kucing gembul saya yang muyung. Sore itu sepulang saya pergi dari TJ (tukang Jait) saya melihat Shasa tiba-tiba batuk dengan perutnya kembang kempis lalu akhirnya memuntahkan semua isi perutnya. 

Seharian itu udah 11x dia muntah-muntah sampe akhirnya lemas tak berdaya dan tidak mau makan. Dini hari saya dan akang suami terbangun, mendengar rintihan meong-an Shasa berujung muntah dengan warna kekuningan. Nangis saya liat Shasa yang biasanya lari-lari, makan paling banyak, namun kala itu murung, minumpun ga mau.

Keesokan harinya akang suami langsung membelikan makanan basah sapa tahu karena ada yang nyangkut ditenggorokannya klo kami kasih makanan kering. Biasanya kalau lagi sehat dikasih makanan basah itungan detik langsung habis. Namun kini berbeda, Shasa tetap ga nafsu makan malah si Thoby yang menghabiskan jatah makanan Shasa.

Ditunggu sampai 4 hari gejala sembuh tak tampak, akang suami sudah pasrah dengan mengatakan "Udah deh keknya Mati nih"😭 ah rasanya sakit melihat kesayangan kami begitu. Akang suami yang tiap hari suka kesel kalau Shasa uda ngacak-ngacak tempat sampah belakangan menjadi iba melihat Shasa tak berdaya.

Tepat di hari ke-5, saya posting foto Shasa yang ga berdaya di Instagram. Betullah The Power Of Medsos, dari postingan foto tersebut saya langsung dapat Insight yang datang dari teman kuliah untuk dibawa ke Puskeswan. Sebenarnya juga akang suami sudah berencana membawa ke dokter hewan langganan cuman waktunya tak kunjung pas.


Friday, April 7, 2017

Cari Perpustakaan Ideal Ingat Perpustakaan UNSYIAH

Membicarakan perpustakaan, saya teringat akan kisah perjuangan selama menempuh pendidikan  di kampus. Bercucur keringat dan air mata begitulah kesan saya dalam menyelesaikan kuliah. Kampus tempat saya kuliah tidak mampu memberikan fasilitas yang memadai dalam menunjang pendidikan mahasiswanya pada zaman saya kuliah.

Baik pengerjaan tugas dan skiripsi mengharuskan saya keluar dari zona kampus. Memaksakan diri berkeliling perpustakaan kampus-kampus lain dari ujung ke ujung saya lakukan. Tak heran jika melihat foto saya saat kuliah begitu kurus saking capeknya berkelana hanya untuk mencari buku maupun bahan-bahan informasi yang dibutuhkan khususnya untuk tugas akhir saya alias Skripsi.

Menyesakkan dada memang saat berkunjung ke perpustakaan kampus sendiri, yang tersedia hanya buku-buku keluaran lama. Pengunjung perpus pun bisa terhitung jari dan bisa ditandai mana yang berniat membaca atau sekedar numpang ngadem kabur dari kelas. 

Aturan yang ketat membuat saya dan beberapa teman malas mengunjungi perpus kampus. Dari mulai tas harus dimasukkan ke loker, alas kaki harus dicopot dan ini yang paling menyiksa aroma-aroma kaki mahasiswa sering bertebaran meski pengharum ruangan tersedia bikin mood baca langsung terkikis. Dan memang yang sangat disayangkan adalah keterbatasan ketersediaan buku-buku penunjang bagi kami.

Baca Lagi : Caraku Pelihara Minat Membaca Buku 

Memang sejak saya masih duduk dibangku SMP sepertinya perpustakaan adalah tempat paling horor untuk didatangi. Saat menginjak kelas 2 SMP saya terpilih untuk menjadi penjaga perpustakaan selama istirahat. Dan selama saya bertugas belum pernah sekalipun perpustakaan penuh. Hanya ada dia dan dia lagi yang rajin datang.

Fenomena ini pun masih saja terlihat saat saya beranjak kuliah. Berhubung perpus kampus kurang bukunya, maka dari itu ketika Skripsi saya sangat gencar bergerilya ke perpustakaan yang memiliki studi khususnya Psikologi. Menyedihkan memang yang semestinya bisa ditunjang perpustakaan kampus sendiri akhirnya harus berpindah-pindah demi buku yang dicari.


Monday, April 3, 2017

Dibalik Bekal Makan Siang

Sebagai istri tentunya sudah menjadi bagian utama memasak makanan kesukaan suami. Bagaimanapun rasa masakannya istri, suami tentu menghargai hal tersebut sebagai bentuk ungkapan sayang. Memasak memang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan akan rasa lapar akan tetapi menurut saya pribadi menyajikan masakan untuk orang yang kita cintai merupakan salah satu bentuk mengungkapkan rasa sayang maupun peduli.

Namun tak jarang juga karena berbagai hal ada istri yang memutuskan untuk menggunakan jasa catering atau lebih menyukai beli dari luar. Saya rasa itu sah-sah saja meski tak langsung menyediakan namun setidaknya terlihat usaha sang istri dalam mencukupi asupan gizi suami dan anaknya.

Bagi saya yang juga bekerja hal ini tentu membutuhkan perencanaan yang cukup baik dalam rangka memasak hidangan bagi keluarga. Saya terbiasa masak di pagi hari sebelum berangkat kerja. Selain karena menyediakan makanan untuk balita saya di rumah, memasak di pagi hari saya lakukan juga untuk membekali suami yang bekerja.

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design