Pengalaman Bersama BNI

Senin, 30 Mei 2016
Seperti hal-nya memilih jodoh yang bikin galau ternyata milih tempat nyimpen uang pun bikin saya mesti cari wangsit di malam hari (sedikit hiperbola hahaha).


Namun demikian saya yang mulai kenal uang sejak kecil dan selalu berbinar jika dapat uang bukan berarti saya mata duitan siy hahaha sudah di arahkan untuk menabung mulai menabung di celengan ayam dari tanah liat, celengan dari plastik tapi sayang selalu berakhir dengan tragis baik dipecahkan dengan cara dilempar, dibobol pake pisau sampe akhirnya nemuin celengan yang ada gemboknya jadi kalau butuh uangnya ga merusak celengan namun sayang diam-diam ada yang suka usil ambilin tak lain kakak saya hehehe.


Seiring berjalannya waktu tepatnya tahun 2001, kebetulan kakak menjadi anak kost dan ibu saya memilih BNI sebagai sarana untuk transfer dana karena sebelumnya pake jasa pengiriman lain namun lama sampenya. Ada kejadian menarik kala itu saya masih duduk di kelas 1 SMU dan diminta untuk transfer kepada kakak, pergilah saya ke BNI terdekat sepulang sekolah.


Setelah beres saya bergegas pulang tidak lama kemudian di hubungi kakak kalau nomer rekeningnya salah. Dengan langkah seribu saya balik ke teller dan bilang nomer rekening tadi salah apa bisa dibetulin?(dulu masih oon banget dengan masalah seperti ini) dengan tampang lebih memelas dari push on boothnya Shrerk saya bilang "Mba itu uang buat kakak saya di Bandung yang nge-kost kasian buat makan". Mba tellernya bilang oalah kasian sebentar diurus dulu y. Tak selang berapa lama mba tellernya bilang "kakaknya ga jadi ga makan y lain kali tanya dulu y de" uda di hold transfer ke rekening yang salah. Alhamdulilah pulang dengan hati riang.

Tips Menjelang Dinas Luar Kota

Kamis, 26 Mei 2016
Berhubung minggu kemarin dinas luar kota terus jadi menginspirasi untuk nulis mengenai apa aza yang mesti disiapin jika dinas keluar kota. Semenjak ada anak kalau saya disuruh keluar kota suka agak berat hati tapi apa daya ini tugas negara mau tak mau ya jalan deh. Kalau dulu pas gadis belia muda ceria tentunya paling dinanti kalau disuruh dinas luar kota meskipun transportasinya cuman pake kereta doank ke Malang aza dijabanin cin meski badan uda kerasa remek kelamaan di Kereta, berangkat dari Gambir jam 17.30 sampe sono jam 10.00 pagi hehehe.

Nah ini beberapa tips yang sayaa sarankan menjelang DLK adalah :

1. Bawa Barang yang memang penting diperlukan jangan sampe kekurangan, seperti barang pribadi niy saya selalu estimasi dengan jumlah hari DLK-nya jangan sampe pake side A-B alias bolak balik hahaha. Pengalaman juga ni rekan saya yang lupa bawa daleman alhasil kita berburu daleman jauh-jauh DLK ke Solo mampir Pasar Klewer bukannya cari batik malah cari daleman hahaha. Jangan lupa juga bawa mukena kalau memungkinkan bawa sejadah kecil buat solat di hotel. Suka males kan kalau ke musolanya jadi mending bawa mukena sendiri biar solat dikamar.

Antara Lansia, Demensia dan Afasia

Rabu, 25 Mei 2016

Dear Anakku, setelah 4 hari dinas luar kota lalu report yang menumpuk sebagai pertanggungjawaban pengen banget nulis disini tapi ga ada celah waktu, pas malem uda keburu tepar, ketika weekend kemarin mau sempetin nulis lagi tiba-tiba Engking sakit dan diagnosanya bikin lemes "Stroke Ringan". Padahal awalnya 2 rumah sakit dengan 2 dokter berbeda tidak menyebutkan stroke karena tes yang diberikan tidak menunjukan gejala stroke.

Minggu sore kemarin, menengok Engking dan bunda juga tidak menyangka bahwa itu stroke. Karena Engking begitu lincah berjoget bersamamu namun ketika ditanya mendadak lupa dan hanya senyum simpul. Kemudian keterangan dari Emak kalau Engking juga lupa untuk baca doa kebiasaan sebelum makan. Widih bunda yang sotoy marotoy mengira Engking kena Demensia?lalu semua menangis begitu terpukulnya dengan kondisi Engking yang tiba-tiba lupa semuanya. Tetapi kemudian gejala Enking menunjukan gejala Afasia yakni ketidakmampuan berbicara karena Engking seperti kesulitan untuk mengungkapkan jawabannya hingga memukul bibirnya berulang jika ia kesulitan ngomong.
Sepulangnya dari rumah Engking, bunda menghubungi Tante Itha yang memang ibunya penderita Demensia.

Filosofi Menggali Air Sumur Vs Menuangkan Segelas Air

Kamis, 12 Mei 2016

Kemarin pagi ketika saya memburu menit absen yang sudah melampaui batas dengan setengah berlari tiba-tiba dicegat sama innova putih (macam cewek yang lagi dikejar cowok ala FTV) lalu sang pemilik mobil manggil dari dalam dan berteriak "Say (sayur maksudnya kali y) anakqu ada PR bahasa sunda lagi ni nanti tolong kerjain y". Alamak Hayati sibuk ada aza yang begini untunglah saya baik hati dan rajin membantu hahaha. 

Ini adalah kali ke-2 sebut saja Bapak S yang meminta bantuan saya untuk mengerjakan PR bahasa sunda anaknya yang masih SD. Awal pertama dia minta bantuan saat itu bulan februari 2016, saya lagi berkutat ngerjain final hasil KPI&PA all karyawan kebayang dunk sibuknya saya saat itu. Saya mesti aktif angkat telepon, balesin email, balesin skype, balesin BBM yang masuk karena KPI. Pasalnya final nilai KPI ni buat kenaikan gaji makanya saya dicari (macam buron sajalah hohoho). Lagi keadaan gitu, tiba-tiba Bapak S datang ke meja dengan menyerahkan secarik kertas berisi soal bahasa sunda. "Say tolong dunk ini PR anak gw, gw kagak ngerti ni tolong yah ntar gw ambil".

Separuh Jiwaku Pergi

Rabu, 11 Mei 2016
Baca judul ini pasti langsung teringat sosok Mas Anang dengan jari tangan melingkar didada, ekspresi nelangsa tapi sumpah dapet banget soul di lagu ini (halah apa si saya ko laganya seperti komentator) hahaha. Skip..skip prolognya ntar malah ngegosip, otak kita langsung merecall sosok KD deh hehehe.

Semua orang tentunya pernah merasakan patah hati sama seperti Mas Anang begitu patahnya hati hingga di reflesikan dalam sebuah lagu yang liriknya mendalam. Pun sama dengan saya, ya saya pernah mengalami patah hati yang begitu sakit dan hebatnya. Patah hati kehilangan ibunda tercinta untuk selama-lamanya. Jika semua orang pernah patah hati karena pacar dan mereka bilang sakitnya tuh disini *tunjuk hati itu semuanya ga ada apa-apanya dibandingkan dengan kehilangan ibu.

Galau sekali saat itu, jangan ditanya berapa ember yang menampung air mata saya kala itu. H+1 setelah Ibunda tercinta dikuburkan, saya hanya bisa berdiam diri di kamar. Menangis tanpa suara, sesak sekali rasanya. Hingga pertanyaan muncul di benak "mengapa harus Mamah?saya sudah menjadi anak baik no alcohol, no drugs, no free sex, no-dong di terminal juga ga pernah, bahkan no-ngol di club pun tak sejengkal kaki ini pernah masuk. 8 tahun yang lalu, saya memang masih kekanakkan, jiwa muda bergejolak hingga tak mampu menerima suratan takdir bahwa maut akan datang kapanpun memisahkan dengan orang yang paling di cintai.

Dibalik Psikotes

Selasa, 10 Mei 2016
Seringkali ada yang menanyakan mengapa si A yang masuk sedangkan saya yang jauh lebih pandai ga masuk *nangis guling-guling atau ada pertanyaan dari user (atasan) mengapa si B tidak perform sementara hasil psikotesnya jauh lebih baik dari si C? *tolong jelaskan apa maksudnya.
Sepenggal pertanyaan yang bikin hayati lelah lalu lari ke hutan hahaha.

Psikotes merupakan serangkaian tes yang diberikan kepada calon karyawan dalam dunia kerja. Dalam dunia klinis juga ada psikotes dengan tujuan yang beda. Kalau di dunia kerja tentunya untuk melihat potensi maupun kompetensi calon karyawan yang hendak gabung bersama di kantor maka tentunya saya maupun tim HRD akan memberikan serangkaian tes yang disesuaikan dengan kebutuhan pada posisi tertentu sesuai permintaan user (atasan) berdasarkan aturan yang ada dalam manajemen. Sedangkan di dunia klinis pun sama melihat potensi individu namun lebih ke ranah psikisnya misalnya mau liat individu skizofrenia maka akan diberikan serangkaian tes untuk melihat kecenderungan potensi skizofrenia tersebut.

Introvert Vs Ekstrovert Atau Ambievert?

Kamis, 05 Mei 2016
Ada satu tes dimana hasilnya akan terlihat jika seseorang itu Introvert atau Ekstrovert. Kebanyakan dari kita mengartikan istilah introvert adalah seorang yang pendiam dan ekstrovert kebalikannya yang banyak bicara. Namun nyatanya tidak seserhana itu definisinya, jika dalam buku yang sedang saya baca mengenai hal ini, bahwasanya introvert dan ekstrovert berkaitan dengan bagaimana seseorang mengarahkan energi mentalna. 

Orang introvert lebih banyak mengarahkan energi mentalnya ke dalam diri, sehingga ia lebih sering melakukan refleksi. Ia membutuhkan waktu soliter lebih banyak untuk melakukan hal tersebut. Oleh karena itu, orang introvert senang melakukan aktifitas soliter seperti membaca, menulis, pelukis dan para penemu seringkali adalah introvert. Mereka lebih menyukai fokus pada satu aktifitas. Mengamati terlebih dahulu sebelum terlibat dalam suatu kegiatan. Dan berfikir serta menganalisis terlebih dahulu sebelum bicara. Berbeda dengan seorang pemalu yang memiliki kecemasan dalam berinteraksi sosial. Orang introvert yan sehat, tidak memiliki kecemasan namun memang lebih suka situasi soliter.

Feedback Assessment

Rabu, 04 Mei 2016
Masih ingat dengan Assessment Center yang pernah saya sampaikan tahun lalu?sesi akhir dari AC ini ada yang namanya feedback hasil AC. Dari serangkaian kegiatan AC ini yang paling bikin deg-degan bagi Assessor ya Feedback ini. Ko bisa ya?karena feedback ini merupakan sesi empat mata antara assessor dan assessee (peserta AC) perihal hasil yang telah dikemas dalam bentuk report. Bahayanya jika assessor ga bisa sampein dengan tepat bisa perang Badar di ruangan. Maka dari itu sebagai Assessor tentunya bunda menggunakan kata-kata yang dikemas sedemikian rupa sehingga tidak menjatuhkan atau melabel negatif kepada Assesseenya. 

Waspada Pencurian Saat Subuh

Senin, 02 Mei 2016
Tinggal dengan daerah dikelilingi kebon dengan posisi letak rumah paling ujung membuat kita sebagai penghuni rumah mesti waspada. Kalau ada gangguan dari yang tak kasat mata siy sudah khatam level takutnya hahaha. Dari diganggu lewat suara tangisan di tengah malam, suara yang lagi getok tembok, suara burhan konon katanya nandain klo tempat itu angker, TV mati sendiri padahal TV baru (pamer hehe) sampe kau sering lari padahal lagi anteng main cari ayah atau bunda teruz bilang "bun itu nenek2 di pojok kamar" fenomena itu akhirnya ga bikin merinding lagi karena jadi biasa. Uda ga pernah dadah-dadah lagi ke kamera kalau nemuin yang ganjil (sombong :p).

Justru ada yang lebih menakutkan adalah ketika ada orang asing yang mencoba masuk alias maling alias bangsat (orang sunda mah gitu :p). 2x sudah saya pernah mengalami kemalingan di waktu pagi. Kejadian pertama saat kita masih numpang di rumah Emak (mertua) kau masih berusia 4 bulan. Pagi itu subuh jam 5 bunda sedang menyusuimu karena menghadap ke tembok jadi pas ada yang masuk kamar dan ga pake kacamata kirain yang masuk Engking soalnya pake peci dan jaket tapi pas dia mau balik bunda baru sadar bukan Engking maka bunda bangunin ayah ada maling. Ayah yang belum sadar 100% langsung ngejar sambil bawa guling, dan kejadian konyol pun terjadi. Ayah uda nangkep malingnya tapi sambil ditanya "Maneh maling lain" (kamu maling bukan) ya jelas tu maling kagak ngaku akhirnya ayah lepasin. Karena bunda yang tadinya ngejar dari belakang sambil teriak maling balik lagi ke rumah karena inget kau yang bangun takut jatuh dari kasur.

Auto Post Signature

Auto Post  Signature