Dibalik Psikotes

tentang psikotas masuk kerja, ada apa dengan psikotes, mengapa perlu psikotes

Dibalik Psikotes

Seringkali ada yang menanyakan mengapa si A yang masuk sedangkan saya yang jauh lebih pandai ga masuk *nangis guling-guling atau ada pertanyaan dari user (atasan) mengapa si B tidak perform sementara hasil psikotesnya jauh lebih baik dari si C? *tolong jelaskan apa maksudnya.
Sepenggal pertanyaan yang bikin hayati lelah lalu lari ke hutan hahaha.

Psikotes merupakan serangkaian tes yang diberikan kepada calon karyawan dalam dunia kerja.

Dalam dunia klinis juga ada psikotes dengan tujuan yang beda. Kalau di dunia kerja tentunya untuk melihat potensi maupun kompetensi calon karyawan yang hendak gabung bersama di kantor maka tentunya saya maupun tim HRD akan memberikan serangkaian tes yang disesuaikan dengan kebutuhan pada posisi tertentu sesuai permintaan user (atasan) berdasarkan aturan yang ada dalam manajemen.

Sedangkan di dunia klinis pun sama melihat potensi individu namun lebih ke ranah psikisnya misalnya mau liat individu skizofrenia maka akan diberikan serangkaian tes untuk melihat kecenderungan potensi skizofrenia tersebut.

Setiap tes yang diberikan masing-masing perusahaan ada yang berkiblat pada psikotes general ada yang develop sendiri biar menyesuaikan dengan visi, misi maupun corporate culture suatu perusahaannya.

Yang kiblatnya psikotes general ada loh yang menggunakan alat tes yang uda di bawa dari tahun 1983 (kata Fasilitator siy) tanpa adanya modifikasi. Padahal seiring berkembangnya zaman tuh soal uda kagak relevan sama kondisi kekinian. Yang sering ngelamar dan ikut psikotes pasti hafal banget sama tes ini hahaha (cung yang tahu tes apa ini?). 

Psikotes sendiri biasanya kalau dunia kerja mengarah kepada intelegensi dan kepribadian. Jadi untuk yang berbau intelegensi ada standar hasil kelolosannya kalau hasil tesnya minimal sori dori mori stroberi anda gagal cin yang tabah ya dunia ga berakhir sampe sini kok hehehe.

Kalau untuk berbau kepribadian kadang fleksibel tergantung posisi yang di lamarnya. Pernah ada yang komen jika tes kepribadian ini tidak ada jawaban benar dan salah, memang betul karena kan kita melihat kecenderungan individu memiliki tipe seperti apa karena itu kebanyakan tes kepribadian gampang ga kayak tes intelegensi. 

Apabila sudah diapatkan hasilnya maka akan di combine sama tim rekruitmennya, jika hasil tes intelegensi memenuhi syarat dan tipe kperibadiannya cocok dengan posisi yang dilamar maka akan lanjut Interview.

Misalnya gini sedang dibutuhkan admin, maka kami akan mencari tipe yang teliti, teratur, ga banyak omong sedangkan hasil psikotesnya ga perlu yang bagus sekali karena menyesuaikan kerjaan rutinitas yang ga perlu problem solving.

Beda lagi ketika mencari kandidat marketing manager tentunya diperlukan yang pandai menjalin relasi, bisa mempengaruhi orang lain, komunikasinya baik dan hasil psikotesnya akan mencari yang hasilnya tinggi karena selevel manager tentunya diperlukan kemampuan problem solving, decision making maupun analisa. Kira-kira seperti itu.

Sampai disini jelas ya kalau misalnya ada lagi yang bilang saya bisa ngerjain dan saya lebih pandai dari dia tapi ga diterima maka terjawab sudah seperti yang telah diuraikan di atas. Jika yang sudah diterima namun tidak perform mungkin saja lingkunganya ga menerima maka dari itu potensinya tenggelam seiiring lingkungan yang ga dukung individu tersebut.

Tapi dibalik itu semua, psikotes hanyalah tools yang digunakan oleh kami para recruiter dalam mencari pria idaman calon karyawan yang tepat. Recruiter bukanlah Tuhan yang mampu memprediksi si A akan begini, si B akan begitu. Ampun bapak dan ibu jika di kemudian hari ada yang ga beres sama karyawannya hahaha.

Karena seketat apapun kita awasi tentunya hanya pribadi masing-masing yang mau jujur dalam memberikan penilaian terhadap dirinya. Jika ia faking good so sorry mereka telah mengelabui kita. Ini yang ga akan bisa kita kendalikan. Kecuali si individu memang merasa terawasi oleh yang Diatas dan takut dicatat kedua malaikat disamping kiri dan kanannya akan beda ceritanya.

tentang psikotas masuk kerja, ada apa dengan psikotes, mengapa perlu psikotes
Sumber : google
Sudahkah kita jujur dalam psikotes? semoga kita tidak akan membohongi orang lain apalagi membohongi diri sendiri. Dibalik Psikotes terdapat Individu yang Unik, dibalik psikotes terdapat kejujuran dalam pengisian, Men sana in corperisano Gw kesana elo kesono hahaha (ga nyambung)

Semangatttt Pagiii....

21 komentar

Avatar
Anonim Selasa, 10 Mei, 2016

masih gak ngerti manfaatnya ada tes begituan pas masuk kerja :(

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 10 Mei, 2016

Analogi sederhananya gini, akang punya rumah apakah orang baru bisa seenaknya masuk buat bantu2 bersihin rumah?minimal akang bisa interview orangnya dulu sebelum dia masuk. Nah fungsi psikotes y sebagai penyortir siapa aza yang boleh masuk ke rumah. Hasil psikotesnya bisa merekomendasikan kira-kira ini orang boleh masuk atau ga?bisa develop perusahaan atau ga. Karena itu tim recruitment perlu sebagai pintu masuk awal calon karyawan melalui tools psikotes gtu kang :) semoga bisa mengerti

Reply Delete
Avatar
April Hamsa Selasa, 10 Mei, 2016

Sampai sekarang penasaran, kalau ada tes gambar gtu beneran bisa diakalin or gk sih mbak? Soalnya dulu ada yg bilang bisa, hyaaahh... penasaran wae hehe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 10 Mei, 2016

Kalau tes gambar masuk tes proyeksi, dipelajari bisa aza tapi kan tetap akan terlihat proyeksi pribadinya hanya psikolog yang bisa membaca heheehe..kalau saya kebetulan cuman belajar sedikit untu tes proyeksi ini.
Kayak misal grafologi, Mba bisa manipulasi untuk paragraf diawal tapi nanti paragraf diakhir akan terlihat proyeksi pribadinya tanpa disadari lagi. Kira-kira gtu mba :p maklum blm profesi jadi seadanya hehehe salam kenal ^^

Reply Delete
Avatar
Mira Utami Selasa, 10 Mei, 2016

Paksu klo melakukan tes IQ hasilnya buruk, dan bila psikoyes selalu gagal krna efek dr disleksianya, jd sy sblm psikotes selalu ksh saran tapi bsknya lupa..msh blm menemukn solusi utk suami dlm melewati paikotes jika melamar kerja.pdhl butuh..ekhh curhat..hehehe

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Rabu, 11 Mei, 2016

Nanti akan saya japri y mba, saya konsul dulu sama guru besar terkait disleksia agar lolos psikotes :) salam kenal mba Mira ^^

Reply Delete
Avatar
Vanisa Desfriani Sabtu, 03 Juni, 2017

pas lulus dari kampus dapet psikotest dan wajib semua mahasiswa yang mau lulus. inget banget hasil-hasilnya, sha pribadi seperti apa dan cocoknya kerja gimana :)

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Juni, 2017

iya ada yang untuk memetakan potensi juga :)

Reply Delete
Avatar
Mugniar Senin, 05 Juni, 2017

Hihi terjawab sudah tanda tanya psiko test bagi banyak orang

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Senin, 05 Juni, 2017

akhirnya y mba hahaha makasi uda mampir mba

Reply Delete
Avatar
Nurul Sufitri Selasa, 06 Juni, 2017

Dulu saat aku melamar kerja di sebuah stasiun tv, ada tuh lembaran soal lebar deh isinya angka2 yang ditambahkan ke bawah. Nanti petugasnya bilang stop terus kita coret/ garis bawah, lanjut lagi dll iihh puyeng deh hahaha...tes aku mah hasilnya biasa aja tuh, mbak Herva hihi..

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Selasa, 06 Juni, 2017

hahaha pdhl gampang y mba cuman ditambahin doang tapi sayangnya paciweh sama waktu

Reply Delete
Avatar
April Hamsa Jumat, 08 Desember, 2017

Saya sampai sekarang gak mudeng2 soal psikotes hehe, ya iyalah gak bisa baca :D
Btw mbak, apa bener tes2 kyk gini di masa skrng bisa diakalin gtu?
Dulu pernah denger cerita2 ada yg bikin buku buat ngakalin tes, misal klau mau melengkapi gambar ini harusnya gini biar kebaca begini gtu, hehe ada2 aja yaaa...

Reply Delete
Avatar
Helenamantra Jumat, 08 Desember, 2017

aku udah eneg sama psikotes berhubung bolak-balik cari kerja. Tiap kena yang hitung-hitungan segede koran itu lho, haduuuuh. Hahaha, alhamdulillah sekarang jadi blogger ga perlu psikotes.

Reply Delete
Avatar
Little Deer's Blog Sabtu, 09 Desember, 2017

Pernah ikut psikotes waktu mau nentukan jurusan yang diambil waktu kelas 2 SMA hihihi dan stuck dimasalah angka-angka, akhirnya masuk IPS dehh.. dan tua nya jadi blogger wkwkw

Salam kenal mba, kalau berkenan follow balik blog saya ya ^_^

Reply Delete
Avatar
Muyassaroh Sabtu, 09 Desember, 2017

Sy nggak punya pengalaman kerja selain ngurus rumah, hehe. Tapi, waktu anak masuk SD, ternyata ada psikotesnya juga. Sedikit2 sy tahu apa manfaatnya yang ternyata dipakai juga sama calon karyawan ya bukan calon mantu *eh :D

Reply Delete
Avatar
Ucig Selasa, 12 Desember, 2017

😂😂 aku klo sikotes ya jawab kadang sesuai mood.. sampai hapal pertanyaannya suka sama ya teh. Please lolosin akuu buat interview 😆

Reply Delete
Avatar
sri wijayanti Selasa, 12 Desember, 2017

kalo tes koran (ngitung deret deret gitu) apa itu termasuk tes psikotes juga ga mba, heheh..

Reply Delete
Avatar
Vanisa Desfriani Rabu, 13 Desember, 2017

boleh dong teh, di bisikin psikotes pria idaman haha

Reply Delete
Avatar
retno Jumat, 15 Desember, 2017

hahaha... quote terakhirnya bikin ngakak. Aku belum pernah ngerasain psikotes buat kerja, karena belum pernah ngelamar kerjaan.... kasian ya aku...

Reply Delete
Avatar
Adhi Hermawan Rabu, 09 Mei, 2018

Psikotes sebagai salah satu recruitmnet untuk mencari wanita idaman hahaha...

Reply Delete